cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi dengan Teknik Rumpang Melalui Media Gambar Baehaki, Ilham; Cahyani, Isah
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2707

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting. Keterampilan menulis bisa dikatakan merupakan puncak dari keterampilan berbahasa, karena di dalamnya termuat tiga keterampilan yang lain, yakni menyimak, berbicara, dan membaca. Penelitian ini bertujuan mengkaji keterampilan menulis karangan deskripsi peserta didik sebelum dan setelah belajar melalui teknik rumpang disertai gambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua kali siklus serta dua tindakan dalam setiap siklus. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Negeri Campaka I Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar keterampilan menulis deskripsi peserta didik, lembar observasi, , pedoman penilaian keterampilan menulis deskripsi. Analisis kualitatif dan kuantitatif sederhana dilakukan untuk mengukur rata keterampilan menulis karangan deskripsi peserta didik sebelum dan setelah tindakan serta perbandingan peningkatan keterampilan antar tindakan dan antar siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan teknik rumpang melalui media gambar dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi peserta didik. Pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan teknik rumpang melalui media gambar dapat dijadikan metode alternatif di sekolah dasar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA KONSEP RESPIRASI Hadiryanto, Soleh; Thaib, Dina
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5122

Abstract

Abstract: This study is based on students critical thinking low ability in solving contextual problems which are faced by students. Problems-based learning  is  one  of alternative  learning model to improve students critical thinking. The aim of the study is to analyze problems-based learning efect toward improvement of students critical thinking. The method that used is experiment. In this study, experiment class use problems-based learning and control class use conventional learning. Instruments that used critical thinking test. Wilcoxon test result shows that there is difference on improvement of critical thinking ability significantly (α 0,05) between class that use problems-based learning with class that use conventional instruction; there is also difference on improvement of students critical thinking significantly between students with high ability and students with low ability; and there is significant interaction between learning model with students ability toward students critical thinking.Keywords: Critical Thinking Skills, Problem-based Learning Abstrak: Penelitian ini didasarkan pada kemampuan siswa rendah berpikir kritis dalam memecahkan masalah kontekstual which yang dihadapi oleh siswa. Masalah pembelajaran berbasis adalah salah satu model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan siswa berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah pembelajaran berbasis berpengaruh terhadap peningkatan siswa berpikir kritis. Metode yang digunakan adalah eksperimen itu. Dalam studi ini, kelas eksperimen penggunaan masalah berbasis belajar dan menggunakan kelas kontrol pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan tes berpikir kritis. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan pada peningkatan kemampuan berpikir kritis signifikan (α 0,05) antara kelas yang menggunakan masalah pembelajaran berbasis dengan kelas yang menggunakan instruksi konvensional; Juga ada perbedaan pada peningkatan siswa berpikir kritis Secara signifikan, antara siswa dengan kemampuan tinggi dan siswa dengan kemampuan rendah; dan ada interaksi yang signifikan antara siswa model pembelajaran dengan siswa menuju kemampuan berpikir kritis.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Pembelajaran Berbasis Masalah
Perkembangan Emosional Dan Sosial Alumni Sekolah Dasar Laboratorium UPI Kampus Cibiru ( Kajian Deskriktif Terhadap Perkembangan Emosional Dan Sosial Alumni Sekolah Dasar Laboratorium UPI Kampus Cibiru) Kartika, Entang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i1.2751

Abstract

ABSTRAKSistem pembelajaran di Sekolah Dasar Laboratorium UPI Kampus Cibiru berbeda dengan SD biasa. Perbedaan tersebut terletak dalah hal; pertama kurikulum nasional dimodifikasi dengan cara akselerasi yakni program materi-materi pembelajaran untuk 6 tahun dikemas menjadi materi-materi pembelajaran 5 tahun, kedua, lamanya waktu belajar di sekolah lebih lama ketimbang di SD biasa, dengan menerapkan lama belajar sehari penuh (full day). Ketiga siswa-siswa yang diterima di SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru melalui penseleksian, yang maksudnya para calon siswa yang mendaftar di tes kematangan kesiapan belajar di SD, dan tes inteligensi. Sejalan dengan hal tersebut, di kalangan masyarakat dan dinas pendidikan masih ada yang mengkhawatirkan kematangan perkembangan dan prestasi belajarnya di sekolah lanjutannya, dalam hal ini pada tingkat SMP-nya. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana perkembangan sosial para alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru di Sekolah lanjutannya?; dan (2) bagaimana perkembangan emosi para alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru di Sekolah lanjutannya? Sejalan dengan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perkembangan sosial dari para alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru di sekolah lanjutan; dan (2) perkembangan emosi dari para alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru di sekolah lanjutannya. Pendekatan dan metode penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif Deskriptif. Sampel penelitian ini adalah alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru yang dipilih secara randon sejumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik kuesioner. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, dapat penulis kemukakan bahwa (1) rata-rata alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru telah memiliki tingkat perkembangan emosional berkategori cukup baik; dan (2) rata-rata alumni SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru telah memiliki tingkat perkembangan sosial berkategori baik.Kata Kunci: Alumni SD Lab UPI Cibiru, Perkembangan Emosional, Perkembangan Sosial
Metode Picture Mapping dalam Kegiatan Storytelling: Cara untuk Mengembangkan Keteampilan Abad 21 Anak Usia Dini Yanthi, Novi; Ananthia, Winti; Yuliariatiningsih, Margaretha Sri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2785

Abstract

Kegiatan storytelling memiliki peran strategis dalam mengembangkan aspek moral pada diri anak-anak. Penggunaan gambar dalam kegiatan storytelling juga telah banyak dilakukan dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak usia dini. Mengingat anak usia 5-6 tahun masih banyak yang belum memiliki keterampilan menulis dan membaca, maka penggunaan metode picture mapping dalam kegiatan storytelling dipelajari dalam penelitian kali ini. Penggunaan picture map dalam penelitian yaitu sebagai alat untuk menumbuhkembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi anak usia dini sebagai bagian dari keterampilan abad 21. Tujuan penelitian secara khusus yaitu untuk mengidentifikasi perkembangan aspek-aspek keterampilan abad 21 dalam kegiatan storytelling siswa TK kelompok B di daerah Cibiru, Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen pengumpul data yang terlibat yaitu rekaman hasil wawancara dengan anak, pedoman observasi yang dilengkapi catatan lapangan, dan rekaman video proses kegiatan storytelling. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa keterampilan abad 21 yang berkembang melalui kegiatan storytelling yang menerapkan penggunaan picture map adalah: (1) kemampuan mengomunikasikan pikiran atau ide menggunakan picture map; (2) kemampuan menyimak isi cerita yang disampaikan guru; (3) kemampuan memberikan respon pada orang lain selama sesi storytelling berlangsung; (4) kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan dwibahasa; dan (5) menunjukkan sikap saling tolong menolong dan bekerja sama.
Model Multiplate Intelligences Untuk Meningkatkan Kreativitas Berpendapat Siswa Dalam Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar Firdaus, Fery Muhammad
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2822

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena keadaan siswa sekolah dasar (SD) yaitu kurangnya kreativitas berpendapat siswa dalam proses pembelajaran IPS. Hasil observasi yang dilakukan sebelum penelitian ini dilaksanakan menunjukkan bahwa akar permasalahannya yaitu dari aspek guru yang masih menerapkan pola mengajar konvensional atau hanya dengan menggunakan ceramah, guru terlalu berperan aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan siswa tidak diberi kesempatan untuk aktif dalam memanfaatkan sumber belajar yang ada. Padahal semua siswa mempunyai potensi dan kecerdasan yang harus dikembangkan sesuai dengan karakteristik kebutuhan perkembangannya. Dari gambaran di atas, penulis mencoba mencari alternatif pemecahan masalah dengan menerapkan model multiple intelligences sebagai terobosan baru dalam meningkatkan kreativitas berpendapat siswa pada pembelajaran IPS di SD. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berdasarkan data yang diperoleh dari tes kreativitas berpendapat siswa, telah diperoleh penemuan bahwa terjadinya peningkatan-peningkatan mengenai hasil tes kreativitas berpendapat siswa, sehingga dapat diperoleh hasil penelitian bahwa model multiple intelligences dapat meningkatkan kreativitas berpendapat siswa. Oleh karena itu penulis merekomendasikan model multiple intelligences kepada para guru sebagai salah satu alternatif dalam upaya meningkatkan kreativitas berpendapat siswa dalam pembelajaran IPS di SD.Kata Kunci: Model Multiple Intelligences, Kreativitas Berpendapat Siswa
Pembelajaran IPS Terintegrasi dalam Konteks Kurikulum 2013 Setiana, Nana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 6, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v6i2.4574

Abstract

Perubahan pendidikan dalam konteks global di dunia berimbas pada pendidikan di Indonesia. Tujuan akhir pendidikan di Indonesia pun berubah sesuai dengan tuntutan zaman tersebut. Perubahan tujuan akhir pendidikan di Indonesia ini diwadahi dengan diberlakukannya kurikulum baru. Kurikulum baru tersebut dikenal dengan istilah kurikulum 2013. Pemberlakuan Kurikulum 2013 menuntut diaplikasikannya sejumlah pendekatan pembelajaran yang dipandang mampu digunakan untuk membentuk kemampuan siswa, meningkatkan keterampilan, dan sekaligus membangun sikap siswa. Salah satu pendekatan tersebut adalah pendekatan pembelajaran integratif. Pendekatan ini digunakan pada seluruh jenjang kelas sekolah dasar. Bertemali dengan hal tersebut upaya melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan ini harus dilakukan guru dengan terlebih dahulu memahami secara komprehensif konsep pembelajaran terintegrasi. Salah satu mata pelajaran yang diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah dasar adalah mata pelajaran IPS. Pemaduan mata pelajaran IPS ke dalam beberapa mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia, PPKn, dan bahkan matematika tentu saja masih menyisakan sejumlah kekhawatiran dan pertanyaan besar. Namun demikian pemaduan ini telah terbukti memiliki banyak keunggulan. Salah satu keunggulan terpenting adalah bahwa pembelajaran IPS secara integratif dipandang sebagai pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa bukan hanya pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi pembelajaran. Pembelajaran ini jelas bukan ditujukan agar siswa semata-mata beroleh materi tetapi agar siswa beroleh kecakapan hidup, keterampilan, dan berkarakter.
Remediasi Kesulitan Mahasiswa PGSD Menyusun Alat Penilaian Hasil Belajar Menurut Kelas Melalui Kerja kelompok Setiamihardja, Realin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 2: Juli 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i2.2734

Abstract

Abstrak  Penelitian Penelitian yang berjudul “Remediasi Kesulitan Mahasiswa PGSD Menyusun Alat Penilaian Hasil Belajar Berbasis Kelas Melalui Kerja Kelompok “ dilakukan di PGSD Kampus Cibiru. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun alat penilaian hasil belajar berbasis kelas. Kesimpulan hasil penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) adanya peningkatan aktifitas belajar mahasiswa dalam menyusun alat penilaian bentuk pilihan ganda, isian singkat dan uraian; 2) mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara utuh yang saling terkait dalam kemampuan penyusunan alat penilaian hasil belajar; 3) adanya peningkatan motivasi belajar; 4) mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna serta menciptakan hubungan yang akrab antara mahasiswa dengan pengajar; dan 5) adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam penyusunan alat penilaian hasil belajar, melalui tukar pendapat, berbagi pengalaman dan kegiatan diskusi bersama teman sekelompoknya.Kata Kunci: Alat Penilaian, Kerja Kelompok
PEREKAYASAAN MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN DI SEKOLAH DASAR BERBASIS PENGEMBANGAN SIKAP, KETERAMPILAN, DAN PENGETAHUAN Ernalis, -; Syahruddin, Didin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6270

Abstract

Abstract: The research objective to be achieved through the second year the study was to determine, explain, and explain (1) the prototype model of learning to read beginning in early elementary school classes in accordance with the needs of teachers and students current conditions based on the results of the validation test; (2) the contribution of the implementation of Early reading learning model-based development of attitudes, skills and knowledge to the development of students' skills in reading starters based on the results of the validation test; (3) the contribution of the implementation of Early reading learning model-based development of attitudes, skills and knowledge to primary school students' knowledge acquisition thematically based on the results of the validation test. This research was conducted using the method of Research and Development (R D). The subjects were teachers and students of primary schools in the district and sub-district Cileunyi Ujungberung Bandung Regency Bandung. Research data will be collected using several instruments. Research data will be processed using data processing techniques of qualitative and quantitative data processing techniques with statistical test. Based on the results of the study concluded that the learning model based SKP Early reading can be used effectively to improve student reading skills beginning. The second conclusion is that the learning model based SKP Early reading can be used effectively in improving students' attitudes Early reading. Based on this fact, the model can be used in schools as an alternative model of learning to read in low grade.Keywords: SKP models, read the beginning, the attitude of reading, low grade Abstrak: Tujuan penelitian yang hendak dicapai melalui penelitian tahun kedua adalah untuk mengetahui, menjelaskan, dan memaparkan (1) prototipe model pembelajaran membaca permulaan di kelas awal sekolah dasar yang sesuai dengan kebutuhan guru dan kondisi siswa saat ini berdasarkan hasil uji validasi; (2) kontribusi penerapan model pembelajaran membaca permulaan berbasis pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan terhadap perkembangan keterampilan siswa dalam membaca permulaan berdasarkan hasil uji validasi; (3) kontribusi penerapan model pembelajaran membaca permulaan berbasis pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan terhadap perolehan pengetahuan siswa sekolah dasar secara tematis berdasarkan hasil uji validasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (RD). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa sekolah dasar di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dan Kecamatan Ujungberung Kota Bandung. Data Penelitian akan dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen. Data hasil penelitian akan diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kualitatif dan teknik pengolahan data kuantitatif dengan uji statistika. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa  model pembelajaran membaca permulaan berbasis SKP dapat digunakan secara efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Simpulan yang kedua adalah bahwa model pembelajaran membaca permulaan berbasis SKP dapat digunakan secara efektif dalam meningkatkan sikap membaca permulaan siswa. Berdasarkan kenyataan tersebut, model yang dikembangkan dapat digunakan di sekolah sebagai salah satu alternatif model pembelajaran membaca di kelas rendah.Kata Kunci: model SKP, membaca permulaan, sikap membaca, kelas rendah
Pembelajaran Matematika Realistik Untuk Meningkatkan PemahamanSiswa Tentang Bangun Datar Hermawan, Roni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2765

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bangun datar?. Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah meningkatkan motivasi, aktivitas, hasil belajar siswa, dan perbaikan proses pembelajaran terutama dalam kegiatan pembelajaran bangun datar. metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tiga siklus yang masing-masing setiap siklusnya terdiri dari empat tindakan atau terdapat 12 tindakan. Teknik pengumpulan datanya diperoleh melalui lembar observasi, lembar wawancara, catatan lapangan, lembar kerja siswa, dan lembar evaluasi. PTK ini dilaksanakan di kelas III SD Negeri Bukatanah Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung dengan jumlah siswa 20 orang. Dalam PTK ini menggunakan pendekatan matematika realistik dengan metode mengajar tanya jawab dan penemuan (discovery). Pendekatan matematika realistik adalah suatu pendekatan matematika yang dalam pembelajarannya mengunakan konteks “dunia nyata”, model-model, produksi dan konstruksi siswa, interaktif, dan keterkaitan (intertwinment). Teori belajar yang digunakan dalam PTK ini adalah (1) teori belajar Piaget, bahwa siswa SD berada pada tahap perkembangan operasional konkret, (2) teori Bruner, bahwa perkembangan kognitif seseorang terbagi ke dalam tiga tahap yang ditentukan oleh caranya ia melihat lingkungan, yaitu tahap enactive, ikonic, dan symbolic, dan (3) teori Van Hiele, bahwa pengajaran geometri untuk siswa SD adalah sampai pada tahap ke tiga, yaitu pengenalan, analisis, dan pengurutan. Data yang diperoleh dianalisis serta direfleksi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa pembelajaran bangun datar dengan menggunakan pendekatan matematika realistik ada peningkatan dalam motivasi, aktivitas belajar, dan hasil belajar siswa dengan rata-rata nilai pada LKS dan lembar evaluasi, pada siklus I rata-rata nilai kelas 7.5 dan 7,4; siklus II 8,2 dan 8,3; dan siklus III 8,6 dan 8,6. Sebagai rekomendasi untuk guru SD dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran bangun datar, hendaknya guru menggunakan pendekatan matematika realistik dengan metode tanya jawab, dan metode penemuan (discovery). Sehubungan pendekatan ini dapat meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika khususnya materi bangun datar (sifat-sifat bangun datar).Kata Kunci : Pembelajaran Matematika, Realistik, Bangun Datar
Pengaruh Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar IPS Terhadap Pemahaman Konsep Dan Pengembangan Sikap Kepedulian Sosial Siswa Sekolah Dasar S, Uus Yusmantara
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2808

Abstract

ABSTRAKPembelajaran merupakan bagian integral dalam proses pendidikan, karena itu peran guru menempati posisi sentral dalam melaksanakan pembelajaran secara optimal, sehingga motivasi, aktivitas, dan kreativitas siswa dapat berkembang dalam suasana belajar yang kondusif. Salah satu bentuk implementasi pengelolaan pembelajaran yang diduga mampu mengakomodir kondisi belajar tersebut, antara lain melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “besarnya pengaruh pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS bagi pemahaman konsep dan pengembangan sikap kepedulian sosial siswa terhadap lingkungannya”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menerapkan pendekatan eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain kelompok acak pretest-posttest dengan kelompok kontrol (Control Group Pretest-Posttest Design), dengan melibatkan sampel 100 orang siswa kelas tiga SD Sukahaji, Cimekar Kecamatan Cileunyi, yang terbagi atas dua kelompok/kelas, yaitu 50 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan 50 orang siswa lainnya sebagai kelompok kontrol yang ditetapkan secara acak. Alat pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan alat tes obyektif pilihan ganda dengan empat option pilihan jawaban, dengan tujuan untuk mengukur tingkat pemahaman konsep, Angket skala Likert digunakan untuk mengetahui sikap kepedulian sosial siswa terhadap lingkungannya, Panduan observasi serta wawancara, yaitu untuk mengetahui implementasi perilaku konkret atas sikap yang terungkap pada pernyataan jawaban angket. Data yang berhasil dikumpulkan, kemudian diolah dan dianalisis melalui program Anates, SPSS 13 dan excel 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS, ternyata berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep dan pengembangan sikap kepedulian sosial siswa kelas tiga Sekolah Dasar, sehingga diketahui perbedaan tingkat pemahaman konsep dan pengembangan sikap kepedulian sosial antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, penerapan model pendekatan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat dijadikan salah satu alternatif pilihan guru dalam membelajarkan materi IPS di Sekolah Dasar khususnya dan proses pembelajaran pada umumnya.Kata Kunci : Lingkungan sebagai Sumber Belajar, Pemahaman Konsep, Sikap Kepedulian Sosial

Page 6 of 33 | Total Record : 324