cover
Contact Name
Indri Astrina Fitria Indrarani
Contact Email
risetarsitektur@unpar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
risetarsitektur@unpar.ac.id
Editorial Address
Gedung PPAG 1, Lantai 1A Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Jl. Ciumbuleuit No. 94, Bandung, 40141, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal RISA
ISSN : 25488074     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.26593/risa
Core Subject : Engineering,
Jurnal RISA aims to contribute to scientific research, practice, and education by publishing national and international studies. The scope of this journal includes the dissemination of research findings, ideas, and reviews in the following subject areas: 1. History, Theory, and Philosophy of Architecture; 2. Housing and Settlements; 3. Architecture and Urban Design; and 4. Building Management Technology.
Articles 430 Documents
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI PADA BANGUNAN MAYA SANUR, BALI (DCM) Athaya Puri Syahrial ; Yuswadi Saliya
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 02 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i02.4728.117-133

Abstract

Abstrak Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang terkenal dengan nilai kebudayaannya. Salah satu wujud kebudayaan yang riil dan dsudah teruji durabilitasnya merupakan arsitektur tempat tersebut. Pada era globalisasi saat ini telah muncul kebutuhan fungsi yang baru, seperti hotel, tentu dengan gaya arsitektur yang berbeda. Sayangnya, tidak semua bangunan memprtahankan konsep arsitektur tradisional Bali, padahal arsitektur tradisional menjadi penting karena menjadi identitas tempat tersebut serta arsitektur tradisional merupakan suatu solusi hasil pemikiran masyarakat yang terdahulu dalam menyelesaikan masalah terhadap kebutuhanmanusia serta alam lingkungannya. Salah satu bangunan di era modern ini yang tetap menerapkan konsep arsitektur tradisional adalah bangunan Maya Sanur Resort & Spa. Penelitian yang dilakukan adalah secara deskriptif kualitatif untuk memberikan penjelasan secara deskriptif terhadap anatomi rancangan Maya Sanur Resort & Spa. Pengumpulan data dilakukan melalui stud literatur, wawancara serta observasi langsung ke Hotel Maya Sanur, Bali. Data yang didapat dianalisis dengan cara dideskripsikan dan diklasifikasi yang kemudian dianalisis berkaitan dengan hasil studi literatur. Hasil penelitian penulis mengungkap bahwa bangunan Maya Sanur Resort & Spa menerapkan konsep arsitektur tradisional Bali berdasarkan sistem kepercayaan walaupun apabila dilihat sekilas tidak mencerminkan bangunan tradisional Bali. Penerapan konsep arsitektur tradisional Bali pada bangunan Maya Sanur dilakukan sejalan dengan perkembangan teknologi, sehingga memunculkan bentuk-bentuk dan konsep baru seperti green roof, rain water harvesting serta eco-friendly building. Kata kunci: penerapan, arsitektur tradisional Bali, Maya Sanur Resort & Spa
TELAAH PENELUSURAN SOUNDSCAPE SEBAGAI KRITIK TERHADAP KONSEP GEREJA TERBUKA KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA (STUDI KASUS: GEREJA SANTA MARIA FATIMA, SRAGEN) Narendra Pradhana ; Roni Sugiarto
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 02 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i02.4729.134-152

Abstract

Abstrak Penghayatan arsitektur tidak hanya terbatas pada pengalaman visual yang seringkali lebih dominan dibandingkan dengan indra lainnya. Menghayati arsitektur dapat juga dilakukan melalui kegiatan mendengar. Telaah soundscape merupakan cara untuk melihat arsitektur dari sudut pandang audial dan mencari hubungan antara suara dengan fenomena spasial yang terjadi. Penelitian ini dilakukan pada bangunan gereja dengan konsep terbuka rancangan Y.B. Mangunwijaya. Potensi permasalah pada objek studi berada pada konsep keterbukaannya karena membaurnya pengaruh luar dengan dalam bangunan. Fenomena yang ingin dipelajari adalah keterkaitan antara soundscape dengan aspek keterbukaannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Suara yang diukur pada berbagai titk ukur (dalam dan luar bangunan) menghasilkan data berupa angka yang kemudian dibandingkan secara kuantitatif. Observasi lapangan, dilengkapi dengan wawancara dan pengisian kuesioner, menjadi acuan yang bersifat kualitatif. Metode analisis secara deskriptif mengungkapkan fakta dan temuan di lapangan dengan teori-teori yang mendukung: teori Gereja Terbuka (Gereja Diaspora), teori Soundcape, teori Akustik, teori Persepsi, dan teori Intentions in Architecture. Keterbukaan pada bangunan gereja ini menghasilkan soundscape yang karakternya dipengaruhi oleh penataan ruang luar (tapak) dan ruang dalam pada bangunan (interior). Oleh karena itu, elemen tapak menjadi sama pentingnya dengan elemen interior dalam menciptakan nuansa audial yang baik. Suara keynote dan sound signal yang bersifat bising (motor, ramai aktivitas manusia, dan sebagainya) mengalami penguatan atau pelemahan tergantung pada elemen yang ada pada jalur rambat suara. Temuan lain adalah terkait hubungan soundmark dengan kondisi perkotaan atau townscape di sekitar bangunan ini. Densitas perkotaan yang tidak terlalu tinggi menciptakan rambatan dari soundmark yang lebih jelas. Temuan persepsi tidak menunjukkan adanya gangguan audial yang signifikan pada bangunan ini di pagi hari. Meskipun demikian, penyesuaian lebih lanjut dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas audial pada siang/sore hari. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman berarsitektur secara indrawi khususnya mendengar arsitektur. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan dalam rangka untuk mengungkap kembali dan melestarikan kekayaan dari arsitektur Romo Mangun sehingga dapat menjadi wawasan dan renungan berarsitektur yang baik di kemudian hari. Kata Kunci: soundscape, Mangunwijaya, keterbukaan, Maria Fatima Sragen
KONSEP BERMUKIM MASYARAKAT DESA TRUSMI CIREBON Agung Kristiawan ; Franseno Pujianto
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 02 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i02.4731.153-170

Abstract

Abstrak Bermukim merupakan salah satu wujud dari kebudayaan manusia, hal ini berlangsung akibat adanya proses keterkaitan antara manusia dengan lingkungannya. Konsep budaya bermukim ini akan terus berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Sebagai salah satu permukiman kuno di Kota Cirebon, Desa Trusmi telah tumbuh sejak akhir abad ke 14. Perkembangan Desa Trusmi yang dikenal sebagai desa penghasil beras dan sirih hingga kini dikenal sebagai desa pusat wisata batik merupakan wujud dari adanya perkembangan peradaban masyarakatnya. Perjalanan sejarah yang panjang didukung dengan adanya artefak peninggalan di masa lalu, Situs Ki Buyut Trusmi membuat Desa Trusmi Cirebon ini menarik untuk diteliti. Sehingga, tujuan dari penilitian ini yaitu untuk memahami bagaimana konsep bermukim masyarakat Desa Trusmi Cirebon. Penelitian menggunakan metode deskriptif-textual analysis dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif digunakan dengan cara mendeskripsikan dan menginterpretasikan keadaan eksisting Desa Trusmi Cirebon secara komprehensif dan sesuai dengan kondisi saat ini. Metode textual analysis digunakan dengan cara menggunakan teori konsep bermukim oleh Christian Noberg-Schulz yang diterbitkan dalam rangkaian tulisan berupa buku. Data dikelompokan menjadi tiga bagian, yaitu morfologi, topologi, dan tipologi yang menjadi poin pembahasan untuk menguraikan objek studi dalam konsep bermukim. Analisis konsep bermukim dikaitkan dengan dua teori pendekatan, yaitu identifikasi dan orientasi. Berdasarkan hasil analisis dapat ditelusuri bagaimana konsep bermukim masyarakat Desa Trusmi Cirebon dapat berkembang seiring dengan perkembangan peradaban masyarakat Trusmi. Hasil penelitian menyimpulkan perkembangan konsep bermukim masyarakat Desa Trusmi Cirebon yang ditinjau melalaui teori identifikasi dan teori orientasi berdasarkan morfologi, topologi, dan tipologi. Kata Kunci: konsep bermukim, masyarakat, Desa Trusmi Cirebon
PENGARUH KEMIRINGAN ATRIUM TERHADAP PERFORMA PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANGAN SEKITAR ATRIUM Safarah Putri Ma’wa ; Ryani Gunawan
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 02 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i02.4732.171-189

Abstract

Abstrak Sejak masa architectural re-establishment pada tahun 1970, atrium telah digunakan sebagai upaya untuk mengkonservasi energi dari sisi pencahayaan alami maupun penghawaan alami. Namun penggunaan atrium sebagai salah satu media penetrasi pencahayaan alami ke dalam bangunan masih memiliki kekurangan, yakni tingkat pencahayaan alaminya yang semakin berkurang jika semakin jauh dari sumber, baik secara horizontal maupun vertikal. Kemiringan atrium merupakan salah satu faktor geometri atrium yang dapat memengaruhi kuantitas pencahayaan alami yang masuk ke atrium dan ruangan sekitarnya secara signifikan. Perubahan variabel kemiringan atrium akan berdampak pada perubahan lebar bukaan atap pada atrium, serta munculnya area lantai ruangan sekitar atrium yang terekspos langsung ke arah bukaan atap atrium, sehingga dapat memengaruhi jumlah cahaya alami yang masuk ke ruangan sekitar atrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kemiringan atrium terhadap performa pencahayaan alami pada ruangan sekitar atrium yang ditinjau dari segi distribusi maupun penetrasi, serta untuk mengetahui kemiringan atrium minimal sebagai strategi peningkatan pencahayaan alami pada objek studi. Tinjauan tersebut berupa nilai average daylight factor yang mengindikasikan kemerataan dan jangkauan daylight factor yang mengindikasikan tingkat penetrasi. Objek studi yang digunakan pada penelitian ini adalah atrium Mall Festival Citylink sebagai salah satu atrium yang merepresentasikan terdapatnya area gelap pada ruangan sekitarnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif – eksperimental dengan teknik pengumpulan data berupa simulasi pada ruang virtual. Program komputer Rhinoceros & Grasshopper for Rhino digunakan sebagai visualisasi dan generasi 3D-model, sementara plug-in Honeybee dan Ladybug for Grasshopper digunakan sebagai media simulasi pencahayaan alami. Data yang diperoleh digabungkan dalam program Microsoft Excel dan dianalisa menggunakan program JMP untuk melihat korelasi, signifikansi, dan determinasi antar variabel penelitian. Melalui hasil simulasi, didapat kesimpulan bahwa pada kondisi eksisting objek studi, dua lantai terendahnya belum memenuhi standar BREEAM (average daylight factor 2%) dan standar LEED (jangkauan daylight factor 2% sebesar 75% dari total kedalaman ruangan sekitar atrium). Untuk memenuhi standar BREEAM, atrium cukup memiliki kemiringan minimal 7° atau kemiringan yang disarankan 10°. Tetapi angka kemiringan ini belum cukup untuk memenuhi standar jangkauan daylight factor yang disyaratkan LEED. Agar seluruh lantai ruangan sekitar atrium memenuhi standar LEED, dibutuhkan kemiringan minimal 11° atau kemiringan yang disarankan 15°. Kata-kata kunci: kemiringan, ruangan sekitar atrium, average daylight factor, jangkauan daylight factor, atrium Mall Festival Citylink.
ADAPTASI SOSIAL DAN POLA PERMUKIMAN DI KAMPUNG TOLERANSI BANDUNG Arwin Renaldi Chandra ; Hartanto Budiyuwono
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 02 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i02.4733.190-206

Abstract

Abstrak Bandung merupakan salah satu kota dengan ciri heterogenitas sosial tinggi. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung berusaha mempertahankan keberagaman tersebut. Salah satunya dengan program kampung toleransi. Dalam kampung toleransi, terdapat beragam tempat ibadah dalam satu wilayah. Masyarakat dapat menjaga keberagaman tersebut. Salah satunya terletak di Jalan Vihara, RW 08, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir. Terjadilah pertemuan beragam kebudayaan. Masyarakat berusaha untuk beradaptasi secara sosial dan pola permukiman sehingga tetap terjaga kerukunan antar umat beragama. Oleh karena itu, Kampung Toleransi di Jalan Vihara menjadi objek yang menarik untuk dibahas. Tujuan penelitian untuk memahami bagaimana masyarakat dapat beradaptasi secara sosial dan pola permukiman yang terbentuk akibat keberagaman agama pada Kampung Toleransi di Jalan Vihara. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan cara mendeskripsikan keadaan eksisting Kampung Toleransi di Jalan Vihara dan membandingkannya dengan teori adaptasi dan pola permukiman. Data Kampung Toleransi di Jalan Vihara dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi lapangan, dan studi pustaka Amos Rapoport dan Habraken. Hasilnya masyarakat melakukan adaptasi sosial dengan dua cara, yaitu adaptasi dengan penyesuaian dan penarikan. Secara pola permukiman, fasilitas ekonomi berpusat di Jalan Kelenteng dan Jalan Jendral Sudirman. Fasilitas sosial budaya berupa tempat ibadah diletakkan secara terpisah-pisah. Tipe bangunan hunian dibedakan menjadi dua, yaitu bangunan yang berbatasan dengan jalan utama dan bangunan di dalam kampung. Pembeda utamanya yaitu organisasi ruang, bahan bangunan, dan aturan membangun. Pada bangunan hunian sudah jarang ditemukan penggunaan ragam hias. Kata Kunci: adaptasi sosial, pola permukiman, kampung toleransi
RELASI PURA BESAKIH DENGAN HOTEL THE APURVA KEMPINSKI BALI DITINJAU DARI TATA MASSA, TATA RUANG, DAN SOSOK BANGUNAN Natasha Octavian Namoru ; Yuswadi Saliya
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 03 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i03.4736.207 - 222

Abstract

Abstrak Persebaran agama Hindu di Pulau Bali dipercaya dimulai pada abad pertama Masehi oleh seorang pemuka agama Hindu asal India bernama Hyang Rsi Markandeya. Bagi orang Hindu, pura paling penting di Bali adalah Pura Besakih yang terletak dekat kaki Gunung Agung. Pura Penataran Agung Besakih merupakan pura pusat yang terletak di dalam kawasan Pura Besakih. Area Pura Penataran Agung dilingkupi oleh dinding dan memiliki tujuh mandala atau tingkatan. Sosok Pura Besakih merupakan cerminan arsitektur Indonesia kuno peninggalan nenek moyang kita yang masih dapat ditemukan dan dipelihara pada jaman modern ini. Di sisi lain, arsitektur modern turut berkembang pesat di Indonesia, terutama dibidang pariwisata di Pulau Bali. Hotel The Apurva Kempinski Bali dirancang oleh arsitek Budiman Hendropurnomo dari Duta Cermat Mandiri Jakarta. Hotel resor ini menerapkan konsep perpaduan antara arsitektur kuno dan modern. Sejauh mana citra Pura Besakih dapat diadaptasi ke dalam desain hotel The Apurva Kempinski Bali akan menjadi isi penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan pendekatan kualitatif. Dalam studi ini, akan dicari persamaan dan perbedaan kedua objek ditinjau dari segi tata massa, tata ruang, dan sosok bangunan dengan didasari oleh teori prinsip penyusunan Francis D.K. Ching. Hasil penelitian ini menunjukkan kemiripan antara tata massa dan tata ruang Pura Penataran Agung Besakih pada hotel The Apurva Kempinski Bali dari segi sumbu, simetri, hirarki, datum, dan irama walaupun ada perbedaan dalam skala, proporsi, maupun fungsi. Hal ini membuktikan bahwa arsitektur kuno dapat menjadi inspirasi untuk rancangan arsitektur modern dengan cara diadaptasi dan dimodifikasi sesuai dengan fungsi, material, dan kebutuhan rancangan. Kata Kunci: pura, Bali, hotel, relasi, tata massa, tata ruang, sosok bangunan
STUDI KUALITAS SINEMATIK DALAM BIOSKOP METROPOLE Amyra Salsabila Alwi ; Caecilia S. Wijayaputri
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 03 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i03.4737.223-239

Abstract

Abstrak Film dan arsitektur adalah dua bentuk seni taktil yang bergantung pada beberapa indera manusia sekaligus untuk dapat dinikmati. Walaupun begitu, kesamaan antara arsitektur dan film seringkali diabaikan ketika mendesain atau mengapresiasi sebuah objek arsitektur. Dengan melakukan studi mengenai hubungan film dengan arsitektur, ditemukan bahwa ada kualitas-kualitas pada arsitektur yang berdasar pada konsep-konsep pada perfilman yang dapat memperkaya dan memanipulasi ruang tempat manusia beraktivitas. Kualitas-kualitas unik ini disebut sebagai kualitas sinematik. Namun, melihat ruang lewat sinema dapat memberikan kesan yang berbeda dibanding mengalami ruang secara langsung. Kesamaan dan perbedaan ini berasal dari pengalaman sinematik yang berbeda pada waktu mengalami ruang secara fisik dengan mengalami ruang lewat film yang sudah disunting. Untuk memahami topik sinematik dalam arsitektur lebih lanjut, dilakukan studi pada objek arsitektur Bioskop Metropole. Objek arsitektur ini unik karena Bioskop Metropole pernah menjadi latar tempat utama pada film roman-komedi Janji Joni. Penampilan bioskop di dalam film tersebut dan penampilan bioskop di dunia nyata mungkin memiliki perbedaan, dan kualitas sinematik adalah penentu perbedaan tersebut Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu kualitas sinematik di bioskop Metropole, bagaimana kualitas sinematik tersebut memengaruhi representasi ruang-ruang Bioskop Metropole dalam film Janji Joni, dan kualitas sinematik apa saja yang ada pada Bioskop Metropole. Metode yang digunakan adalah deksriptif kualitatif, dengan data dari studi literatur dan observasi objek di lapangan. Studi ini mencapai kesimpulan bahwa terdapat kualitas-kualitas sinematik tertentu pada Bioskop Metropole, walaupun dalam derajat yang berbeda dengan yang ditunjukan dalam film Janji Joni. Kata Kunci: sinematik, kualitas sinematik, Janji Joni, Jakarta
STUDI ANALOGIS ARSITEKTUR DAN MUSIK BAROK Jevon Hosea Thenadi ; Roni Sugiarto
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 03 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i03.4738.240 - 258

Abstract

Abstrak Spasialitas dapat kita persepsikan melalui penglihatan. Demikian pula pendengaran kita dapat mempersepsikan spasialitas. Hal ini menunjukkan adanya relasi antara arsitektur dan musik. Keduanya adalah bidang seni dan keduanya berkaitan dengan makna dan keindahan sehingga memiliki suatu dasar estetika tertentu. Keduanya merupakan hasil dari perkembangan kultur manusia sehingga menunjukkan bagaimana manusia hidup dan bagaimana pandangan manusia terhadap hidup itu sendiri. Penelitian ini akan menjelajahi masa Barok untuk mencari analogi kualitatif antara persepsi auditorial dan persepsi visual melalui manifestasi seni Barok, yakni arsitektur dan musik zaman Barok. Dengan metode analisis analogis, penelitian ini ditujukan untuk mencari korelasi antara keduanya dengan bantuan sistem representasi. Melalui penelitian ini, peneliti menemukan adanya keterkaitan dalam soal pola bentuk, tekstur, dan artikulasi antara arsitektur dan musik Barok yang membuktikan adanya dasar estetika yang sama. Penemuan ini diharapkan dapat memberi arsitektur dan musik lebih banyak pemahaman tentang disiplinnya masing-masing, dan juga memberi cara baru berpikir melalui perenungan akan yang lampau. Kata Kunci: analogis, barok, arsitektur dan musik, bentuk dan ruang, spasialitas, tekstur, artikulasi
DESKRIPSI ARSITEKTURAL SITUS KI BUYUT TRUSMI DESA TRUSMI, CIREBON Ricky Setiawan ; Franseno Pujianto
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 03 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i03.4739.259 - 280

Abstract

Abstrak Kebudayaan merupakan pandangan hidup dari sekelompok orang dalam bentuk perilaku, kepercayaan, nilai, dan simbol-simbol yang mereka terima tanpa sadar yang semuanya diwariskan melalui proses komunikasi dari satu generasi ke generasi berikutnya (Liliweri 2002: 8) dan kebudayaan tersusun oleh kategori-kategori kesamaan gejala umum yang disebut adat istiadat yang mencakup teknologi, pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, estetika, rekreasional dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan manusia sebagai anggota masyarakat (Liliweri 2002: 62). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan arsitektural Situs Ki Buyut Trusmi yang masih dijaga oleh warga setempat, dilihat kebudayaannya dari aspek Religion and Beliefs, Rite and Ceremonial, Gender Roles, Domestic Routine, dan Social Structure dan bagaimana keterkaitannya wujud arsitektural Situs Ki Buyut Trusmi terhadap pengaruh aktivitas kebudayaan di dalamnya. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Data kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan bangunan-bangunan yang membentuk ruang secara arsitektural yang terbentuk akibat pengaruh aktivitas kebudayaan dan bagaimana pemanfaatan ruang yang terbentuk dari pengaruh tersebut untuk aktivitas kesehariannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas kebudayaan merupakan faktor utama dalam mempengaruhi orientasi bangunan dan ruang-ruang yang ada sehingga aktivitas kesehariannya akan memanfaatkan ruang yang terbentuk dari kebudayaan yang ada. Selain itu, kebudayaan membuat adanya bentuk stuktur sosial yang mengajarkan harus menghormati orang yang lebih tua dan harus taat kepada Sang Pencipta. Kata Kunci: Kebudayaan, pembentuk ruang, aktivitas keseharian, Situs Ki Buyut Trusmi ,Cirebon
POLA TATANAN MONUMENTAL ISLAMI PADA ARSITEKTUR MASJID ISTIQLAL Ruth Dea Juwita ; Indri Astrina
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 03 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i03.4740.281 - 301

Abstract

Abstrak Arsitektur monumental keagamaan terjadi bukan hanya karena karya arsitektur dapat menjadi simbol yang bermakna semata, tetapi juga karena konsolidasi identitas nasional, terutama di negara-negara pascakolonial, dapat terjadi atas faktor agama. Arsitektur keagamaan memiliki kemampuan untuk mengekspresikan yang 'tak terkatakan' dan transenden. Arsitektur keagamaan dapat mewujudkan citra keagamaan masyarakat yang dirumuskan melalui kerangka referensi yang didominasi oleh inti budaya dari pandangan dunia, etika, dan kepercayaan. Di saat bersamaan, masjid sebagai ruang ritual tidak hanya menjadi tempat bagi orang-orang percaya, tetapi juga bangunan monumental yang mewakili kebesaran sifat kepentingan yang berkuasa. Penelitian-penelitian sebelumnya masih banyak yang mendefinisikan masjid secara tradisional, yakni sebagai pusat tempat beribadah tanpa spesifikasi lebih lanjut. Penyederhanaan ini mendominasi analisis masjid pada umumnya, sehingga tampak mengesampingkan aspek-aspek lain yang juga ditampakkan dalam bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pola tatanan monumental Islami yang terwujud pada arsitektur Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal dipilih sebagai kasus studi karena dinilai signifikan sebagai karya arsitektur monumental keagamaan yang dibangun sebagai bentuk perwujudan identitas nasional Indonesia. Sesudah pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1949, muncul ide untuk membangun masjid negara sebagai wajah identitas nasional, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi umat Islam terbanyak di dunia. Dalam Masjid Istiqlal terwujud desain monumental yang tidak hanya mewujudkan visi dan gagasan Islami tetapi juga memainkan peran nyata dalam pengejawantahan visi nasional negara. Penelitian akan mengedepankan isu pola tatanan dari bentuk arsitektur yang memiliki peran monumental sekaligus berfungsi sebagai bangunan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian diawali dengan melakukan pendataan properti dan komposisi pembentuk monumental Islami lewat studi teori-teori terkait: teori arsitektur masjid, teori properti dan komposisi, dan teori lingkup. Data lapangan dikumpulkan dengan cara studi pustaka dan pengamatan objek studi kemudian dilengkapi dengan hasil wawancara. Analisis akan dibagi dalam tiga lingkup, terdiri dari lingkup lingkungan, lingkup tapak, dan lingkup bentuk, untuk mencari tahu apa pola tatanan monumental Islami yang terwujud pada arsitektur Masjid Istiqlal. Kata Kunci: pola tatanan, masjid, monumental, Islami, properti, komposisi, lingkup

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 02 (2025): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 9 No 01 (2025): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 9 No 3 (2025): Jurnal RISA (Riset Arsitektur) Vol 8 No 04 (2024): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 8 No 03 (2024): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 8 No 02 (2024): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 8 No 01 (2024): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 7 No 04 (2023): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 7 No 03 (2023): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 7 No 02 (2023): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 7 No 01 (2023): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 6 No 04 (2022): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 6 No 03 (2022): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 6 No 02 (2022): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 6 No 01 (2022): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 5 No 04 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 5 No 03 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 5 No 02 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 5 No 01 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 4 No 04 (2020): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 4 No 03 (2020): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 4 No 02 (2020): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 4 No 1 (2020): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 3 No 04 (2019): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 3 No 03 (2019): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 3 No 02 (2019): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 3 No 01 (2019): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 2 No 04 (2018): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 2 No 03 (2018): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 2 No 02 (2018): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 2 No 01 (2018): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 1 No 04 (2017): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 1 No 03 (2017): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 1 No 02 (2017): RISET ARSITEKTUR "RISA" Vol 1 No 1 (2017): RISET ARSITEKTUR "RISA" More Issue