cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
KAJIAN ETNOBOTANI MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG Nardy Noerman Najib
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 1: MEI 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.642 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v4i1.352

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup oleh masyarakat sekitar hutan sudah berlangsung sejak lama. Namun, saat ini pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan tersebut belum banyak terdokumentasikan. Kajian etnobotani di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung penting dilakukan untuk mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat sekitar kawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis tanaman berguna dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan hutan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kajian ini dilaksanakan di desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, yakni di Desa Panaikkang dan Desa Tompobulu. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara terhadap 30 orang responden pada masing-masing desa. Penentuan responden dilakukan secara acak dengan melakukan orientasi lapang untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemanfaatan masyarakat terkait pemanfaatan tumbuhan berguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi masyarakat di kawasan yang lebih dekat dengan hutan memperlihatkan intensitas dan kebutuhan yang lebih tinggi dengan hutan dibandingkan dengan kawasan yang agak jauh dengan hutan dan lebih dekat dengan kota. Masyarakat Desa Panaikkang menggunakan 47 jenis dari 32 famili, sedangkan data yang diperoleh dari Desa Tompobulu, masyarakat memanfaatkan 82 jenis tumbuhan dari 40 famili
PENGEMBANGAN KOMODITI PERTANIAN SUBSEKTOR HORTIKULTURA SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN KAWASAN ANDALAN KOTA PALOPO PROVINSI SULAWESI SELATAN Rusida Rusida; Dewi Marwati Nuryanti
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 1: MEI 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.586 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v4i1.362

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui komoditi unggulan sektor pertanian subsektor hortikultura sayuran dan buah-buahan yang menjadi basis produksi pada kawasan andalan Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan analisis LQ. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Sendana sangat unggul untuk komoditi bawang merah, Kecamatan Wara Selatan, Bara dan Telluwanua untuk komoditi cabai, Kecamatan Wara Barat untuk komoditi petsai dan Kecamatan Wara Selatan, Mungkajang, Bara, Telluwanua dan Wara Barat untuk komoditi tomat. Kecamatan Wara, Wara Timur, Mungkajang dan Telluwanua sangat unggul untuk komoditi mangga, Kecamatan Mungkajang dan Telluwanua sangat unggul untuk komoditi durian, Kecamatan Wara Selatan, Sendana, Wara, Wara Utara dan Bara sangat unggul untuk komoditi pisang dan Kecamatan Sendana, Wara Utara dan Wara Barat sangat unggul untuk komoditi pepaya
KOMBINASI LAMA PEREBUSAN KENTANG DAN KONSENTRASI DEXTROSE PADA PERTUMBUHAN SPORA JAMUR TIRAM PUTIH SECARA IN VITRO Rama Adi Pratama
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 1: MEI 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.103 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v4i1.354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas kombinasi lama perebusan kentang dan konsentrasi dextrose yang paling baik serta mengetahui perlakuan kombinasi yang memberikan pengaruh paling tinggi terhadap pertumbuhan spora jamur tiram putih secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Garut dari bulan Maret sampai April 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 9 perlakuan (A: perebusan kentang 30 menit/250 ml air + dextrose 3,75 g + agar 3,75 g, B: perebusan kentang 30 menit/250 ml air + dextrose 5 g + agar 3,75 g, C: perebusan kentang 30 menit/250 ml air + dextrose 6,25 g + agar 3,75 g, D: perebusan kentang 35 menit/250 ml air + dextrose 3,75 g + agar 3,75 g, E: perebusan kentang 35 menit/250 ml air + dextrose 5 g + agar 3,75 g, F: perebusan kentang 35 menit/250 ml air + dextrose 6,25 g + agar 3,75 g, G: perebusan kentang 40 menit/250 ml air + dextrose 3,75 g + agar 3,75 g, H: perebusan kentang 40 menit/250 ml air + dextrose 5 g + agar 3,75 g, I: perebusan kentang 40 menit/250 ml air + dextrose 6,25 g + agar 3,75 g) dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi lama perebusan kentang 30, 35 dan 40 menit dengan konsentrasi dextrose 3,75 gram dan 5 gram berpengaruh terhadap panjang miselium dan persentase pertumbuhan miselium masing-masing umur 14 hari setelah inokulasi. Namun, perlakuan A yaitu lama perebusan kentang 30 menit dengan konsentrasi dextrose 3,75 gram merupakan perlakuan yang memberikan pengaruh signifikan dan paling efektif dibandingkan perlakuan lainnya
PERBANDINGAN BAHAN BAKU KEDELAI LOKAL DENGAN KEDELAI IMPORT TERHADAP MUTU TAHU Jhon David Haloho; Tietyk Kartinaty
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 1: MEI 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.267 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v4i1.363

Abstract

Proteien nabati yang dihasilkan oleh kacang kedelai sangat potensial dibandingkan  dengan jenis kacangan lainnya karena nilai gizinya yang sangat tinggi. Olahan kedelai cukup digemari dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, berupa tahu, tempe, kecap, tauco, air susu kedelai. Manfaat tahu dapat berperan sebagai bahan subtitusi bagi protein susu, daging dan telur. Tujuan penelitian untuk melihat perbandingan tahu  yang berbahan baku kedelai lokal dan impor terhadap mutu tahu. Penelitian dilaksanakan di laboratorium pasca panen BPTP Kalbar pada bulan September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kedelai Grobogan memiliki kualitas terbaik dengan standar mutu yang diamati meliputi kadar protein, kadar air, pH, rasa-aroma tekstur  dengan nilai berturut turut 8,21%, 74,76%, pH 5,84, rasa-aroma 4,25 dan tekstur 4,05.
KADAR VITAMIN C DAN SIFAT ORGANOLEPTIK DODOL TOMAT YANG DIBERI PENAMBAHAN TEPUNG BERAS KETAN DAN GULA MERAH Gregorius F Kawe; Nurul Mukhlishah; Amran Amran; Darmawan Risal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 1: MEI 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.913 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v4i1.356

Abstract

Dodol adalah salah satu makanan ringan yang dibuat dari bahan dasar seperti santan kelapa, tepung beras ketan, dan gula. Berbagai macam bahan dasar tersebut dicampur, kemudian didihkan sehingga menjadi kental, berminyak, dan tidak lengket, apabila adonan telah dingin, pastanya akan menjadi kenyal dan dapat dijadikan cemilan sehari-hari. Bahan baku utama pembuatan dodol adalah tepung beras ketan (Haryadi, 2006). Penambahan gula merah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan cita rasa dodol. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui kadar vitamin C dodol tomat yang diberi penambahan tepung beras ketan dan gula merah, dan (2) Mengetahui sifat organoleptik dodol tomat yang diberi penambahan tepung beras ketan dan gula merah. Pelaksanaan membuat produk dodol tomat dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur, pada Bulan Juni 2018. Uji Kadar Vitamin C dilakukan di Laboratorium Kimia dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanudin, Makassar. Uji organoleptik menggunakan metode uji sensorik dan uji hedonik yang dilakukan untuk menguji berapa jauh tingkat kesukaan panelis terhadap karakteristik dodol yang meliputi rasa, aroma, warna, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kadar vitamin C tertinggi terdapat pada perlakuan A1 (500 g buah tomat + 200 g beras ketan + 50 g gula merah) dengan nilai 157,41 ppm. (2) Hasil uji organoleptik dodol tomat menunjukan bahwa perlakuan A2 (500 g buah tomat + 250 g beras ketan  + 75 g gula merah) yang disukai oleh panelis
INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Hipothenemus hampei Ferr.) PADA TINGKAT UMUR TANAMAN YANG BERBEDA DAN UPAYA PENGENDALIAN MEMANFAATKAN ATRAKTAN Warlinson Girsang; Rosmadelina Purba; Rudiyantono Rudiyantono
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 1: MEI 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.183 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v4i1.358

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kebun kopi rakyat di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun (± 1.100 m dpl),  pada 4 jenis tingkat umur kopi yang berbeda. Waktu pelaksanaan penelitian bulan Februari - April 2019. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui intensitas serangan hama Hypothenemus hampei Ferr pada berbagai tingkat umur tanaman sebelum dan sesudah pemasangan atraktan serta untuk mengetahui jenis antraktan yang efektif untuk pengendalian Hypothenemus hampei Ferr. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok. Faktor yang diteliti yaitu intensitas serangan hama penggerek buah kopi pada lahan pertanaman umur 3, 5, 7, dan 9 tahun dan pengujian 3 jenis senyawa atraktan sintesis merek dagang yaitu Hypotan 500 SL, Koptan dan Antrakop 500 L untuk memerangkap serangga penggerek buah kopi. Parameter pengamatan yaitu intensitas serangan penggerek buah kopi sebelum pemasangan atraktan, jumlah penggerek buah kopi yang terperangkap atraktan, jenis serangga lain yang terperangkap selain Hypothenemus hampei Ferr, dan intensitas serangan penggerek buah kopi setelah pemasangan atraktan. Hasil penelitian, bahwa penggunaan atraktan sebagai perangkap hama pada pertanaman kopi umur 5 tahun, 7 tahun, dan 9 tahun mampu menurunkan intensitas serangan Hypothenemus hampei Ferr dari kategori intensitas serangan sedang menjadi kategori intensitas serangan ringan. Efektifitas jenis atraktan yang digunakan relatif tidak berbeda untuk memerangkap hama Hypothenemus hampei Ferr.
RESPON TIGA VARIETAS MELON (Curcumis melo L) TERHADAP PEMBERIAN POC BUAH MENGKUDU (Morindra citrifera) Tati Hariyati
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 1: MEI 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.311 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v4i1.360

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk organik cair buah mengkudu yang optimum pada tiga varietas tanaman melon (Cucumis melo L.). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor dan tiga ulangan, Faktor pertama kosentrasi POC ekstrak buah mengkudu yang terdiri dari empat taraf yaitu 0,25%, 0,3%, 0,35% dan 0,4% sedangkan faktor kedua varietas, terdiri dari tiga yaitu varietas amanta, eagle dan glamour. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC ekstrak buah mengkudu tidak berpengaruh nyata pada panjang sulur, jumlah dan lebar daun umur tanaman 3 MST, 4 MST dan berpengaruh nyata pada umur 5 MST. Perlakuan POC ekstrak buah mengkudu 0,25% pada varietas amanta menghasilkan berat buah melon yang terbaik yaitu 995,40 gram.
KOMBINASI PUPUK ORGANIK HAYATI DAN KOMPOS TKKS UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Sukriming Sapareng; Rosnina Rosnina; Yasmin Yasmin
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.673

Abstract

Pemakaian pupuk hayati yang diaplikasikan dengan tepat dan benar akan berpengaruh positif terhadap ketersediaan unsur hara, ketahanan terhadap serangan penyakit dan meningkatkan kesehatan tanah sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih baik dan produksi dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keragaan bibit kelapa sawit dengan pemberian pupuk organik hayati dan kompos TKKS. Penelitian dilaksanakan dengan mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu perbandingan volume kompos TKKS : top soil dan waktu pemberian pupuk hayati. Secara keseluruhan diperoleh 16 kombinasi, setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 48 unit percobaan, dimana setiap unit percobaan terdiri atas 3 bibit kelapa sawit. Jumlah bibit kelapa sawit seluruhnya adalah 144 bibit kelapa sawit. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan peningkatan pertumbuhan. Kombinasi perlakuan terbaik adalah perbandingan kompos TKKS dengan top soil 2:6 dan pemberian pupuk hayati setiap bulan dengan peningkatan pertumbuhan bibit kelapa sawit masing-masing untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang adalah 97.18%, 52.26% dan 110.10%.
PENGGUNAAN BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Ambo Upe; Asrijal Asrijal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 1: MEI 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i1.764

Abstract

Pupuk organik hayati (POH) dapat memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi gembur dan akar tanaman lebih mudah menembus tanah serta menyerap unsur hara yang terdapat di dalam tanah secara baik.  Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POH yang mampu meningkatkan produksi tanaman padi.  Metode percobaan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada perlakuan konsentrasi POH (P) terdi dari 5 taraf yaitu  P0 = 0 ml L-1 air; P1 = 1 ml L-1 air; P2 = 2 ml L-1 air; P3 = 3 ml L-1 air; dan P4 = 4 ml L-1 air.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi POH 4 ml L-1 air memperlihatkan hasil produksi tertinggi sebesar 170.76 g malai-1.
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN KOMBINASI PLASTICIZER SERTA APLIKASINYA PADA BUAH NANAS TEROLAH MINIMAL Rahmi A Mudaffar
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.669

Abstract

Edible film yang terbuat dari pati relatif mudah sobek, sehingga perlu penambahan plasticizer agar lebih lentur. Karakteristik edible film akan menentukan kualitas akhir terhadap aplikasinya pada produk pangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu ; (1) mengetahui karakteristik edible film dari limbah kulit singkong dengan kombinasi perlakuan penambahan plasticizer, (2) mengetahui pengaruh aplikasi pengemasan dengan metode coating dan wrapping pada buah nanas terolah minimal. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahapan. Tahap pertama yaitu ekstraksi pati kulit singkong. Pati hasil ektraksi kemudian dianalisis; (1) kadar air, (2) kadar pati, (3) kadar amilosa, dan (4) suhu gelatinisasi. Pada tahap ini akan diperoleh pati kulit singkong yang terbaik sebagai bahan dasar edibel film. Tahap kedua yaitu pembuatan edible film pati kulit singkong, dengan menggunakan kombinasi plasticizer dalam berbagai konsentrasi yaitu gliserol (2%, 4%, 6%) dan propilen glikol (2%, 4%, 6%). Edible film yang diperoleh kemudian dianalisis; (1) ketebalan, (2) kuat tarik, (3) persen pemanjangan dan (4) laju transmisi uap air. Analisis data yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dua faktorial dengan dua kali ulangan. Tahap ketiga yaitu aplikasi edible film pada buah nanas terolah minimal, dengan metode; (1)  Kontrol (tanpa perendaman dan pelapisan), (2) Perendaman (coating), dan (3) Pelapisan (wrapping). Tahap aplikasi ini akan dilakukan selama 3 hari dan setiap harinya akan dilakukan pengamatan terhadap susut berat dan warna. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini memperlihatkan suhu gelatinisasi pati ubi kayu 63oC, kadar air pati ubi kayu 10,14%, kadar pati ubi kayu 97,35% dan kadar amilosa 9,584%.  Sedangkan pada sifat fisik dan mekanis edibel film menunjukkan ketebalan yang terbaik yaitu penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Kuat tarik yang terbaik penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Persen pemanjangan yang terbaik yaitu penambahan gliserol 6%, gliserol 2%.  Sedangkan untuk laju transmisi uap air yaitu penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Selanjutnya hasil pengamatan aplikasi dari edibel film memperlihatkan susut bobot yang terbaik pada perlakuan wrapping yaitu 26,41%.  Sedangkan untuk parameter warna yang terbaik pada perlakuan coating dengan nilai rata–rata panelis ialah 3,34.

Page 6 of 11 | Total Record : 107