cover
Contact Name
Firdaus
Contact Email
firdaus@unsiq.ac.id
Phone
+6282220833323
Journal Mail Official
firdaus@unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ, Jl. Raya Kalibeber, Km.03, Wonosobo
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
ISSN : 24429910     EISSN : 2548642X     DOI : http://dx.doi.org/10.32699/spektra.v6i2
Core Subject : Science, Education,
The Spektra: Jurnal Kajian Pendidikan Sains is dedicated to all science practitioners about studies and research of science. Various topics that can be accepted in this journal are: Physics Education, Chemistry Education, Biology Education, Media Development and Learning, Model Evaluation and Assessment of learning, Applied physics, Applied chemistry, Applied Biology, Science Al Quran
Articles 183 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA STUDENT WORKSHEET IPA BERBASIS PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Winarto Winarto; Lutfianingsih Lutfianingsih; Dwi Hesty Kristyaningrum
JURNAL SPEKTRA Vol 6, No 1 (2020): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v6i1.138

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh penggunaan pendekatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan bahan ajar yang belum bervariatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media student worksheet berbasis pendekatan inkuiri terbimbing untuk siswa kelas V pada mata pelajaran IPA yang efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah 4D dari Thiagarajan (1974). Teknik sampel yang digunakan yaitu purpossive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket dan tes. Analisis data menggunakan uji banding Independent T-Test. Hasil penelitian diperoleh (1) student worksheet IPA berbasis inkuiri terbimbing layak dan valid digunakan berdasarkan hasil validasi media, materi dan respon siswa sebesar 4,85, 4,78 dan 4,45 dengan kategori sangat baik. (2) Student worksheet IPA berbasis inkuiri terbimbing efektif digunakan ditunjukkan dari hasil uji t-test diperoleh nilai thitung 4,027 dengan signifikansi 5% dan ttabel adalah 1,711 
MODEL KETERPADUAN PEMBELAJARAN SAINS DALAM KURIKULUM 2013 Eli Trisnowati
JURNAL SPEKTRA Vol 2, No 1 (2016): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v2i01.4

Abstract

Kurikulum 2013 memiliki beberapa perubahan, diantaranya terwujud pada proses pembelajaran di sekolah menengah dengan sistem tematik terpadu. Peserta didik cenderung mempelajari sains sebagai produk penghafalan konsep. Akibatnya sains sebagai proses, sikap, dan aplikasi jarang tersentuh dalam pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran sains terpadu di Indonesia terhambat pada kurangnya kompetensi yang dimiliki oleh guru sains. Oleh karena itu, muncullah beberapa pertanyaan penulis diantaranya: (1) model keterpaduan apakah yang cocok diterapkan pada pembelajaran sains di kurikulum 2013?; (2) bagaimanakah cara meningkatkan kompetensi guru sains terpadu di Indonesia?. Pembelajaran sains di SMP sesuai dengan Permendiknas No. 22 tahun 2006 dilakukan secara terpadu. Kunci dari kegiatan pembelajaran sains terpadu terletak pada kompetensi guru, bagaimana seorang guru mampu mengelola dan mengorganisir kegiatan yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar peserta didik. Pembelajaran sains terpadu pada kurikulum 2013 sebaiknya menggunakan salah satu model keterpaduan menurut Fogarty yaitu model shared agar peserta didik mempelajari materi kajian sains secara menyeluruh dan menguasai kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Latar belakang pendidikan guru sains yang masih terpisah-pisah dari masing-masing mata pelajaran sains dapat diatasi dengan adanya team teaching dan pemerintah mengadakan pelatihan atau pendidikan tambahan pada guru sains yang sudah terjun di lapangan. Kata kunci: Guru, Kompetensi, Kurikulum, Pembelajaran, Sains Terpadu
INKUIRI BERBASIS POTENSI LOKAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Agustinasari Agustinasari; Endang Susilawati
JURNAL SPEKTRA Vol 4, No 2 (2018): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v4i2.58

Abstract

MANUSIA DALAM TERMINOLOGI AL-QUR'AN Haryanto Haryanto
JURNAL SPEKTRA Vol 3, No 1 (2017): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v3i1.24

Abstract

Kajian tentang manusia telah banyak dilakukan para ahli yang selanjutnya dikaitkan dengan berbagai kegiatan, seperti politik, ekonomi, social, budaya, pendidikan, agama dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan karena manusia selain sebagai subjek (pelaku), juga sebagai objek (sasaran) dari berbagai kegiatan tersebut, dari pemikiran ini selanjutnya memunculkan banyak sebutan atau predikat untuk manusia yang dikemukakan para ahli filsafat, misalnya; homo sapiens, (makhluk yang mempunyai budi pekerti/berakal), animal rational atau hayawan nathiq (binatang yang dapat berpikir), homo laquen, (makhluk yang pandai menciptakan bahasa), homo faber (makhluk yang pandai membuat perkakas), zoon politicoi, (makhluk yang pandai bekerja sama), homo economicus, (makkhluk yang tunduk kepada prinsip-prinsip ekonomi), homo religious, (makhluk yang beragama), homo planemanet, (makhluk ruhaniah-spiritual), homo educandum, (makhluk yang dapat dididik/ educable), homo faber (makhluk yang selalu membuat bentuk-bentuk baru). Dalam konsepsi Islam manusia merupakan satu hakekat yang mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi material (jasad) dan dimensi immaterial (ruh, jiwa, akal dan sebagainya). Unsur jasad akan hancur dengan kematian, sedangkan unsur jiwa akan tetap dan bangkit kembali pada hari kiamat. (QS. Yasin, 36: 78-79). Manusia adalah makhluk yang mulia, bahkan lebih mulia dari malaikat (QS. al-Hijr, 15: 29). Bahkan manusia adalah satu-satunya mahluk yang mendapat perhatian besar dari Al-Quran, terbukti dengan begitu banyaknya ayat al-Quran yang membicarakan hal ikhwal manusia dalam berbagai aspek-nya, termasuk pula dengan nama-nama yang diberikan al-Quran untuk menyebut manusia, setidaknya terdapat lima kata yang sering digunakan Al-Quran untuk merujuk kepada arti manusia, yaitu insan atau ins atau al-nas atau unas, dan kata basyar serta kata bani adam atau durriyat adam. Berbicara dan berdiskusi tentang manusia memang menarik dan tidak pernah tuntas. Pembicaraan mengenai makhluk psikofisik ini laksana suatu permainan yang tidak pernah selesai. Selalu ada saja pertanyaan mengenai manusia. Para ahli telah mencetuskan pengertian manusia sejak dahulu kala, namun sampai saat ini pun belum ada kata sepakat tentang pengertian manusia yang sebenarnya.
Analisis kemampuan berpikir kritis siswa pada materi koloid Josi Agustiana
JURNAL SPEKTRA Vol 5, No 1 (2019): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v5i1.80

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembaharuan paradigma pembelajaran dalam kurikulum 2013 menuntut adanya kemampuan berpikir siswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa merupakan salah satu upaya mendukung pencapaian tujuan pembelajaran dalam kurikulum tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas kemampuan berpikir kritis siswa pada materi koloid. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA-B dengan jumlah 24 siswa di SMAN 2 Bengkalis tahun ajaran 2017/2018 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan kualitas kemampuan berpikir kritis siswa pada materi koloid berada pada kategori sangat baik dengan presentase 84,8%. Indikator yang memperoleh presentase lebih besar adalah indikator memberikan penjelasan sederhana sebanyak 95%; Indikator keterampilan dasar sebanyak 94%; Indikator menyimpulkan sebanyak 82% dengan kategori sangat baik; Indikator memberi penjelasan lanjut sebanyak 86% dengan kategori sangat baik. Sedangkan aspek yang jumlah presentasenya lebih kecil adalah indikator strategi dan taktik yaitu sebanyak 67% dengan kategori baik. Hal ini dikarenakan siswa kurang dalam mencari informasi dari suatu permasalahan.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SAINS ANAK di RA PERWANIDA WONOSOBO Hidayatu Munawaroh
JURNAL SPEKTRA Vol 3, No 2 (2017): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v3i2.35

Abstract

Penelitian di latar belakangi metode pembelajaran sains yang diberikan guru kurang menarik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana aplikasi metode yang digunakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran sains. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian tentang pembelajaran sains yang di berikan guru telah di sesuaikan dengan tema dan subtema, metode yang digunakan guru dalam pembelajaran sains sudah dapat mengembangkan kemampuan sains anak. Faktor penghambat dalam pembelajaran sains yaitu guru masih kurang kreatif dalam merancang kegiatan sains.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MAJALAH FISIKA “PHYSICSMAGZ” BERBASIS CONTEXTUAL LEARNING UNTUK MENINGKATAKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS Najah Nurhasanah
JURNAL SPEKTRA Vol 6, No 1 (2020): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v6i1.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik setelah penerapan Majalah Fisika “PhysicsMagz” berbasis Contextual Learning, dibandingkan dengan penerapan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) tanpa majalah fisika “PhysicsMagz”dan mengetahui kelayakan Majalah Fisika “PhysicsMagz” berbasis Contextual Learning sebagai media pembelajaran guna meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu Kuasi Eksperimen dengan desain penelitian nonequevalent control group design. Instrumen penelitian yang digunakan diantaranya yaitu: RPP, Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran CTL, Pedoman Wawancara, Lembar Validasi Majalah, Soal Pretest dan Posttest Literasi Sains dan Lembar Observasi Dimensi Sikap Literasi Sains. Teknik analisis data yang digunakan yaitu SBI, Standard Gain, dan IJA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik yang menggunakan media pembelajaran Majalah Fisika “PhysicsMagz” berbasis Contextual Learning pada kelas eksperimen berdasarkan skor gain sebesar 0,81 dengan kategori tinggi, sedangkan peningkatan kemampuan literasi sains peserta didik yang hanya menggunakan Model pembelajaran CTL tanpa menggunakan Majalah Fisika “PhysicsMagz” berbasis Contextual Learning pada kelas kontrol berdasarkan skor gain sebesar 0,54 dengan kategori sedang, dan Majalah Fisika “PhysicsMagz” berbasis Contextual Learning layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik berdasarkan hasil penilaian ahli dengan skor keseluruhan 4,38 termasuk kategori “Sangat Baik”.
ANALISIS VEKTOR DALAM GERAKAN SHALAT TERHADAP KESEHATAN Sri Jumini; Chakimatul Munawaroh
JURNAL SPEKTRA Vol 4, No 2 (2018): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v4i2.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) untuk mengetahui analisis vektor dalam gerakan shalat; 2) untuk mengetahui manfaat gerakan shalat terhadap kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya bersifat liberary research. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Kemudian, sumber data diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder (buku-buku tafsir Al-Qur’an, referensi yang berkaitan dengan vektor, gerakan shalat, kesehatan, penelitian terdahulu, artikel-artikel, jurnal, dan situs internet). Adapun teknik analisis yang digunakan adalah teknik berpikir deduktif dimana tehnik pemikirannya berangkai dari dasar-dasar pengetahuan yang umum menjadi hal-hal yang lebih eksplisit atau khusus dan  induktif, dimana data diperoleh dari data empirik melalui observasi menuju kepada suatu teori. Selain itu menggunakan teknik tafsir maudhu’iy.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Menurut perspektif Sains, vektor dengan gerakan shalat, dalam beberapa vektor dapat dijumlahkan menjadi sebuah vektor yang disebut resultan vektor. Resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, yaitu metode segitiga sama halnya dengan gerakan rukuk, metode jajargenjang seperti gerakan saat sujud, metode poligon sama halnya dengan gerakan rukuk dan gerakan menuju i’tidal, dan analitis yaitu perhitungan menggunakan rumus resultan 2 arah. 2) Menurut perspektif Al-Qur’an, ketika hendak mencari resultan gaya pada sebuah vektor maka harus diketahui nilai dan arahnya. Sama halnya dengan shalat, ketika ingin shalat kita sah dan diterima, maka harus sesuai dengan syarat dan rukunnya, termasuk salah satu rukunnya yaitu menghadap kiblat, gerakan satu rakaat shalat sama dengan satu putaran 360o. (3) Manfaat gerakan shalat terhadap kesehatan yaitu pada setiap gerakan yang benar dan sempurna seperti berdiri dengan punggung tegak, kaki tegak, rukuk dengan dengan meluruskan tulang rusuk belakang, sujud dengan 7 anggota yang menempel, maka jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus dan kontinue, banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh tubuh.
MENENTUKAN TEGANGAN PERMUKAAN ZAT CAIR Eko Yulianto; Jannatur Rofingah; Arba Finda; Fatih Nuzulil Hakim
JURNAL SPEKTRA Vol 2, No 2 (2016): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v2i2.18

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara menentukan tegangan permukaan zat cair dengan metode kenaikan kapiler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang didapat, akan di analisis dengan menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Metode eksperimen dimana menggunakan pipa kapiler sebagai alat untuk menentukan tegangan permukaan dengan metode kenaikan kapiler. Metode kenaikan kapiler yaitu mengukur tegangan permukaan dengan melihat ketinggian air atau cairan yang naik melalui suatu pipa kapiler.Tiga pipa kapiler dengan jari-jari yang berbeda dimasukkan ke dalam bejana yang berisi zat cair (pipa tidak menyentuh dasar bejana), kemudian zat cair tersebut akan naik melalui pipa sehingga dapat dilihat ketinggian zat cair dalam ketiga pipa tersebut. Analisis tersebut dilakukan dengan tiga massa jenis yang berbeda kemudian didapat nilai tegangan permukaan. Dari hasil percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa, tegangan permukaan zat cair terjadi karena perbedaan resultan gaya tarik molekul yang ada di permukaan zat cair atau karena ada gaya adhesi dan kohesi. Tegangan permukaan zat cair dengan menggunakan variasi jari-jari pipa kapiler dan massa jenis zat cair yang berbeda diperoleh kesalahan mutlak ?? = 0,906.10-2 N/m dan kesalahan relatif yaitu 12,4% pada massa jenis air. Untuk massa jenis minyak goreng diperoleh kesalahan mutlak yaitu ?? = 2,965.10-2 N/m dan kesalahan relatif yaitu 54,4%. Untuk massa jenis oli diperoleh kesalahan mutlak yaitu ?? = 4,949.10-2 N/m dan kesalahan relatif yaitu 27,04%. Kata kunci : Tegangan Permukaan, Pipa Kapiler, Massa Jenis Zat Cair
ANALISIS KESETIMBANGAN BENDA DENGAN HUKUM I NEWTON Eli Trisnowati; Rifki Niza; Ismiyatun F
JURNAL SPEKTRA Vol 3, No 2 (2017): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v3i2.30

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara data ? dan ? hasil penelitian dengan teori.Mekanika klasik atau mekanika Newton adalah teori tentang gerak yang didasarkan pada konsep massa dan gaya dan hukum-hukum yang menghubungkan konsep-konsep fisis ini dengan besaran kinematika. Semua gejala dalam mekanika dapat digambarkan dengan menggunakan hanya dengan tiga hukum sederhana yang dinamakan hukum Newton tentang gerak. Hukum Newton menghubungkan percepatan sebuah benda dengan massanya dan gaya-gaya yang bekerja padanya. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk membuktikan aplikasi Hukum I Newton. Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat yang berupa katrol. Pada percobaan pertama dengan mengubah massa dan mengamati berapa sudut ?. Kemudian massa di tambah beban lagi. Pada percobaan yang kedua dengan sama saja dengan mengubah massa tapi dengan mengamati berapa sudut ? yang diperoleh setiap penambahan massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada pengaruh setiap penambahan beban pada sudut ?, 2) ada pengaruh terhadap sudut ? bila massanya ditambah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dimana alat yang digunakan berupa katrol, pada katrol tersebut digantungkan sebuah beban, penambahan beban pada salah satu ujung tali akan menunjukkan perubahan posisi sudut. Dari hasil percobaaan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapatperbandingan antara sudut ? dan sudut ? dengan menggunakan alat katrol.

Page 6 of 19 | Total Record : 183