cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 215 Documents
HUBUNGAN ANTARA USIA, JENIS KELAMIN, LAMA KERJA, PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERSEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN APD PADA TENAGA KESEHATAN Apriluana, Gladys; Khairiyati, Laily; Setyaningrum, Ratna
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i3.2754

Abstract

AbstrakPekerja Rumah Sakit mempunyai risiko lebih tinggi dibanding pekerja industri lain untuk terjadinya Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Akibat Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara usia, jenis kelamin, lama kerja, pengetahuan, sikap dan ketersediaan alat pelindung diri (APD) dengan perilaku penggunaan APD pada tenaga kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 125 responden yang ditentukan dengan rumus Isaac & Michael. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia, lama kerja, pengetahuan dan sikap (p-value < 0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan ketersediaan APD (p-value > 0,05) dengan perilaku penggunaan APD pada tenaga kesehatan di RSUD Banjarbaru. Perlu penelitian lanjut untuk mengetahui perilaku ini di rumah sakit lain dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan membandingkannya dengan beberapa rumah sakit lainnya serta variabel lain yang belum diteliti.Kata-kata kunci: perilaku, penggunaan APD, tenaga kesehatan AbstractHospital workers have a higher risk than other industries workers to Occupational Diseases and Accident. This study aims to clarify relationship between age, sex, length of work, knowledge, attitudesand availability of personal protective equipment (PPE) with the behavior of the use of PPE among health workers. This is an observational analytic study with cross-sectional design. The sample was 125 respondents determined by the Isaac & Michael’s formula. The research instrument used questionnaire. Data analysis using Chi Square test. The results showed a significant relationship between age, length of work, knowledge and attitude (p-value <0.05) and no significant relationship between sex and the availability of PPE (p-value> 0.05) with the behavior of the use of PPE among health workers in Banjarbaru Hospital. Further research to determine this behavior in another hospital with bigger samples and compare it with some other hospitals as well as other variables that have not been studied is needed.Keywords: behavior, the use of PPE, health workers
DETERMINAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH 1 DAN 3 DI KOTA PONTIANAK Selviana, Selviana; Putra, Gandha Sunaryo; Suwarni, Linda; Ruhama, Ufi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i2.5483

Abstract

AbstrakPerilaku hidup bersih dan Sehat harus di mulai sejak dini, dalam rangka menekan kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare. Angka kesakitan diare di Kota Pontianak pada tahun 2014 mencapai 21,5 per 1000 penduduk.. Anak-anak merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan berpotensi sebagai agent of change untuk mempromosikan PHBS baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa SD Muhammadiyah 1 dan 3 Kota Pontianak. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas 4 dan 5 di SD Muhammadiyah 1 dan 3 kota Pontianak dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden. Instrumen penelitian dalam bentuk angket (kuisioner). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p-value= 0,001), peran keluarga (p-value= 0,0001), peran guru (p-value= 0,009) dan peran teman (p-value= 0,01) dengan perilaku PHBS siswa di sekolah, sedangkan untuk kategori sikap menujukkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku PHBS siswa di sekolah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa pengetahuan, peran keluarga, peran guru serta peran teman berhubungan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak SD Muhammadiyah 1 dan 3 di Kota Pontianak.Kata-kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, anak SD, muhammadiyahAbstractClean and healthy living behavior must be started early, in order to reduce the incidence of environment-based diseases such as diarrhea. The morbidity rate of diarrhea in Pontianak City in 2018 reaches 21.5 per 1000 population. Childhood is the golden age to learn about the clean and healthy living behavior because the children can be the agent of change to promote clean and healthy living behavior in the school, home and neighborhood. The purpose of this research was to analyze the clean and healthy living behavior as the implementation of the policy in Islamic life of Muhammadiyah members which was done in Elementary School of Muhammadiyah 1 and 3 in Pontianak. The method used in this research was quantitative with cross sectional approach. The population was elementary students in grade 4 and 5 in elementary school of Muhammadiyah 1 and 3 with the samples of 96 students. The research instrument was in the form of a questionnaire. The data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate. The result showed that there was significant correlation between knowledge (p-value= 0.001), family role (p-value= 0.0001), teacher role (p-value= 0.009) and friend role (p-value= 0.01) and students clean and healthy living behavior in the school, while there was no correlation between students attitude and students clean and healthy living behavior in the school. Based on the research that has been done, it can be concluded that knowledge, family role, teacher's role and the role of friends relate to the Clean and Healthy Living Behavior in Elementary School of Muhammadiyah 1 and 3 in Pontianak City.Keywords: Clean and healthy living behavior, elementary students, muhammadiyah
SUMBER INFORMASI DAN PERAN SIGNIFICANT OTHERS DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KLINIK PRATAMA CITRA HUSADA KUPANG Lette, Arman Rifat
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i1.5003

Abstract

AbstrakTingginya laju pertumbuhan penduduk saat ini menjadi masalah besar di Indonesia dimana Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia.  Keluarga Berencana adalah penggunaan cara-cara pengatur fertilisasi untuk membantu seseorang atau keluarga mencapai tujuan tertentu. Tujuan yang dimaksud disini adalah suatu pengaturan kehamilan secara sengaja, yang tidak melawan hukum atau perundang-undang yang berlaku dan juga moral pancasila dan untuk kesejahteraan keluarga. Sumber informasi dan peran significant others penting untuk diketahui dan dikaji, mengingat banyaknya pandangan atau persepsi negatif tentang KB seperti : KB dapat menganggu kesuburan, KB bertentangan dengan ajaran agama, KB dapat menganggu kesehatan. Disisi lain ada juga  pandangan di masyarakat miskin/terbelakang, yaitu bahwa setiap keluarga senang punya banyak anak karena akan membawa kegunaan (manfaat) sebagaimana sering diungkapkan dengan “banyak anak, banyak rezeki”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber informasi dan peran  significant others dari ibu yang menjadi akseptor KB di klinik Pratama Citra Husada Kupang. 2. Menggali secara mendalam sumber informasi dan peran  significant others dari ibu yang menjadi akseptor KB di klinik Pratama Citra Husada Kupang. Penelitian kualitatif dengan rancangan eksplorasi dan pendekatan fenomenologi. Informan utama adalah ibu yang menjadi akseptor KB dan informan pendukung adalah petugas klinik, perwakilan BKKBN provinsi NTT dan petugas Lapangan KB. Pengumpulan data dilakukan dengan cara : 1. Observasi; 2. Wawancara mendalam. Cara pengambilan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan strategi convenience sampling. Untuk keabsahan data dilakukan : 1. Triangulasi sumber; 2. Triangulasi metode; dan 3. Member checking. Sumber informasi terkait program KB, yaitu : dari bidan-bidan di Puskesmas, Penyuluhan oleh petugas kesehatan di kantor  kelurahan, Dari teman  atau tetangga dan Seminar-seminar di hotel. Significant others khususnya suami sangat berperan dalam perilaku ibu menjadi akseptor KB. Jika suami tidak mendukung atau melarang maka ibu pun enggan untuk menjadi akseptor KB. Interaksi sosial antara ibu dengan bidan dan teman terbukti mendorong ibu untuk menjadi akseptor KB. Upaya pendidikan kesehatan melalui seminar atau penyuluhan juga terbukti mendorong ibu untuk menjadi akseptor KB. Selain itu, program KB akan lebih berhasil jika melibatkan suami. Suami juga perlu diberi pengertian dan pemahaman tentang program KB. Kata-kata kunci: Akseptor KB, sumber informasi, peran significant others  Abstract The high rate of population growth is one of the big problem in Indonesia which is Indonesia is one of the fourth most populous countries in the world. Family Planning is the use of fertility regulating methods to help a person or family achieve a particular goal. The particular goal here is a deliberate regimen of pregnancy, which is not against the law or applicable legislation, the moral of Pancasila as Indonesian Ideology and the welfare of the family. Sources of information and Significant Others roles are important things that need to be known and studied, given the many negative views or perceptions of family planning such as: family planning can disrupt fertility, contrary to religious teachings, family planning can disrupt health. On the other hand there is also a view in the poor / underdeveloped, that every family likes to have many children because it will bring usefulness as often expressed as "many children, many sustenance". This study aims to determine the source of information and the significant role of others from mothers who become family planning acceptor in Citra Husada Pratama Health Clinic. 2. Dig deeply to the source of information and the significant role of others from mothers who become family planning acceptor in Citra Husada Pratama Health Clinic. Qualitative research with exploratory design and phenomenology approach. The main informants were mothers who became Family Planning acceptor and supporting informants were the Clinic Oficials, BKKBN representative of East Nusa Tenggara Province and Field Officer of Family Planning. Data collection is done by: 1. Observation; 2. In-depth interview. The way of taking informants is done by using purposive sampling technique with convenience sampling strategy. For the validity of data performed: 1. Triangulation of sources; 2. Triangulation method; and 3. Member checking. Source of information related to family planning program, which is: from midwives in Public Health Center, Counseling by Health Officer in Village Office, from friends or neighbors and Seminars at hotel. Significant Others, particularly the husband is very instrumental in the behavior of the mother to accept Family Planning acceptor. If the husband does not support or prohibit the mother is also reluctant to become Family Planning acceptor. The social interaction between mother and midwife and friend proved to encourage mother to become family planning acceptor. Health education efforts through seminars or counseling also proved to encourage mothers to become family planning acceptor. In addition, the family planning program will be more successful if it involves the husband. Husbands also need to be given understanding of family planning programs.  Keywords: Family planning acceptor, source of information, role of significant others
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB MULTI-DRUG RESISTANCE (MDR) PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Muhammad, Mansyur; Fadli, Fadli
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i2.7454

Abstract

ABSTRAKTuberculosis Multi-Drug Resistnce adalah salah satu jenis resistensi basil TB terhadap setidaknya dua obat anti tuberkulosis (OAT) lini pertama yaitu isoniazid dan rifampisin, dua obat OAT yang paling efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor penyebab kejadian kejadian MDR-TB. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 31 responden dengan teknik pemgambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian ini menggunakan uji statistik chi square dan uji multiple logistic regression. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan faktor dukungan keluarga terhadap kejadian MDR-TB (p value =0,021); ada hubungan faktor penegtahuan dengan kejadian MDR-TB (p=0,030); ada hubungan faktor keteraturan minum obat terhadap kejadian MDR-TB (p value =0,045); ada hubungan faktor keaktifan petugas terhadap kejadian MDR-TB (p value =0,001). Sedangan hasil uji multiple logistic regression diperoleh hasil bahwa faktor keteraturan minum obat dengan nilai p value = 0,000 dan (OR=11,218). Diharapkan petugas kesehatan memberikan konseling kepada pasien TB MDR mengenai pengobatan TB MDR, cara menanggulangi efek samping obat, serta motivasi kepada pasien TB MDR.Kata-kata kunci : Faktor resiko, tuberculosis multi-drug resistnceABSTRACTTuberculosis Multi-Drug Resistance is one type of TB bacillary resistance to at least two first-line anti-tuberculosis (OAT) drugs, namely isoniazid and rifampicin, the two most effective OAT drugs. The purpose of this study was to determine the relationship of factors causing the incidence of MDR-TB. This type of research is a quantitative study using an analytic observational design with a case control approach. The number of samples in this study were 31 respondents with a sampling technique using consecutive sampling techniques. The results of this study use the statistical test fisher's exact test and multiple logistic regression test. So the results of the study indicate that there is a relationship between family support factors for the incidence of MDR-TB (p = 0.021); there is a relationship between knowledge and MDR-TB incidence (p = 0.030); there was a correlation between the regularity of taking medication to the incidence of MDR-TB (p = 0.045); there is a correlation between the activeness factor of the officer towards the MDR-TB incidence (p = 0.001). Whereas multiple logistic regression test results showed that the regularity of taking medication with p value = 0,000 and (OR = 11,218). It is expected that health workers provide counseling to MDR TB patients regarding MDR TB treatment, how to cope with drug side effects, as well as motivation to MDR TB patients.Keywords: Risk factors, Tuberculosis Multi-Drug Resistance
KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA UNTUK TERAPI PNEUMONIA Pujianti, Nita; Anggraini, Lia
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i1.8788

Abstract

ABSTRAK Pneumonia merupakan salah satu penyebab banyaknya kematian balita di dunia. Selama tahun 2016, terdapat 568.146 (65,27%) jumlah kasus pneumonia pada balita yang ada di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan tercatat kasus pneumonia tahun 2017 sebesar 66,52%, data tertinggi pada Puskesmas Beruntung Raya dengan angka 105 kasus (10,80%) di tahun 2017. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan antibiotika pada orang tua pasien anak yang terdiagnosa pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya serta menganalisa faktor yang paling dominan mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang memeriksakan anaknya dalam satu tahun terakhir di Puskesmas Beruntung Raya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 responden ditentukan dengan teknik purposive sampling dan berlangsung selama 3 (tiga) bulan. Analisa data menggunakan uji chi square dan regresi logistik biner dan kuisioner sebagai Instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kedisiplinan (p-value= 0,001), sugesti sembuh (p-value = 0,012), dan komunikasi (p-value= 0,025). Variabel kedisiplinan merupakan yang paling berpengaruh dominan terhadap kepatuhan penggunaan antibiotika, sehingga pasien yang disiplin akan lebih patuh dalam meminum obat antibiotika daripada pasien yang tidak disiplin. Kata-kata kunci: Kepatuhan, pneumonia, kedisiplinan, sugesti, sembuh, komunikasi  ABSTRACT            Pneumonia is the cause of many under-five deaths in the world. During 2016 there were 568,146 (65.27%) of the number of pneumonia cases in children under five in Indonesia. From the data of the South Kalimantan Provincial Health Office recorded pneumonia cases in 2017 amounted to 66.52%, the highest data in Beruntung Jaya Community Health Center with a number of 105 cases (10.80%) in 2017. The purpose of this study was to analyze the factors related by adhering to the use of antibiotics in the parents of pediatric patients with diagnosed with pneumonia in the work area of Beruntung Jaya Community Health Center and analysis the most dominant factor influencing. This study uses an observational analytic design through a cross sectional approach. The population in this study were all parents who had their children examined in the past year at Beruntung Raya Health Center. The sample in this study amounted to 77 respondents determined by purposive sampling technique and lasted for 3 (three) months. Data analysis using chi square test and binary logistic regression and questionnaires as research instruments. The results showed that there was a relationship between discipline (p-value= 0.001), recovery suggestions (p-value = 0.012), and communication (p-value= 0.025). Disciplinary variable is the most dominant influence on adherence to the use of antibiotics, so that disciplined patients are more obedient in taking antibiotic drugs than patients who are not disciplined. Keywords: Compliance, pneumonia, discipline, healing,  suggestion, communication
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN SIKAP MENDUKUNG PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN PASIEN DI RSUD BANJARBARU Wulandari, Nanda; Setyaningrum, Ratna; Musafaah, Musafaah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v1i1.587

Abstract

Background: The mortality rate of patients in hospitals need attention related to nursing care which refers to the concept of patient safety.Objective: To investigate the relations between knowledge and attitude characteristics of nurses with supporting the implementation of patient safety programs in Banjarbaru Hospital. Methods: observational study with cross sectional approach. Using a sample of 24 nurses, from a population of 124 nurses. Results: Found a relation between the level of knowledge with an attitude to support the implementation of the program p = 0.000. There is a relation between the age of respondents with an attitude to support the implementation of the program p = 0.031. There is a relation between the period of employment of the respondents with an attitude to support the implementation of the program p = 0.000. There is a relation between training with an attitude to support the implementation of the program p = 0.000.Conclusion: Knowledge and nurse characteristics (age, years of service, and training) have a significant relation with the application of a good attitude about the program supports patient safety. Keywords: knowledge, characteristics, attitude, patient safety, Banjarbaru hospital
PENGARUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya linn) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti Swastika, Deby
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i2.2719

Abstract

AbstrakTumbuhan Pepaya banyak mengandung zat yang disebut papain, efek protease papain dapatmembunuh larva Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak daun Pepaya(Carica papaya linn) terhadap kematian larva Aedes aegypti. Metode ini menggunakan rancanganpenelitian Non Equivalent Control Group. Tingkat konsentrasi adalah 6,25%, 12,5%, 25%, 50%,100% dan kontrol (CMC-Na) dengan 4 kali replikasi. Hasil pengamatan selama 24 jam dengan ujiKruskall-Wallis menunjukkan perbedaan jumlah kematian larva pada seluruh kelompok konsentrasi(p=0,000<0,05) dan perbedaan jumlah kematian larva pada seluruh kelompok lama waktu pemberianekstrak daun Pepaya (Carica papaya linn) (p=0,000<0,05). Hasil uji Analisis Probit menunjukkanLethal Consentration (LC50) ekstrak daun Pepaya (Carica papaya linn) terhadap kematian larvaAedes aegypti sebesar 24,46% dan waktu efektif adalah 22 jam. Kesimpulan penelitian ini adalahberbagai konsentrasi ekstrak daun Pepaya (Carica papaya linn) berpengaruh terhadap kematianlarva Aedes aegypti (p<0,05), waktu pemberian ekstrak daun Pepaya (Carica papaya linn)berpengaruh terhadap kematian larva Aedes aegypti (p<0,05), rata-rata jumlah kematian larva Aedesaegypti selama 24 jam konsentrasi 6,25% ( 4,75 larva), konsentrasi 12,5% ( 8 larva), konsentrasi 25%(12 larva), konsentrasi 50% ( 14,5 larva), konsentrasi 100% ( 19 larva) dan kontrol ( 1,25 larva).Kata-kata kunci: Ekstrak daun Pepaya, larva Aedes aegypti. AbstractPapaya plant contains many substances called papain, papain protease effects can kill thelarvae of Aedes aegypti. This study aims to determine the effect of papaya leaf extract (Carica papayalinn) to Aedes aegypti larvae mortality. This method uses research design Non-Equivalent ControlGroup. The concentration levels are used 6.25%, 12.5%, 25%, 50%, 100% and control (CMC-Na)with 4 times replication. The observation result for 24 hours with the Kruskal-Wallis test showeddifferences in mortality of larvae in all concentration groups (p = 0.000 <0.05) and the difference in theamount of larvae mortality at all the old group papaya extract (Carica papaya linn) (p = 0.000 <0.05).The result of Probit Analysis showed Lethal Concentration (LC50) Papaya leaf extract (Carica papayalinn) to Aedes aegypti larvae mortality is 24.46% with 22 hours effective time. The conclusion of thisstudy are various concentrations Papaya leaf extract (Carica papaya linn) effect on mortality of larvaeof Aedes aegypti (p <0.05), the time of papaya leaf extract (Carica papaya linn) effect on mortality oflarvae of Aedes aegypti (p <0.05), the average number of Aedes aegypti larvae mortality during 24-hour, for concentration of 6.25% as much as 4.75 larvae, 12.5% concentration as 8 larvae, theconcentration as 25% as much as 12 larvae, 50% concentration as 14.5 larvae, concentration 100%as much as 19 larvae and control as much as 1.25 larvae.Keywords: Papaya leaf extract (Carica papaya linn), Aedes aegypti larvae
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PADA PELAYANAN ADMINISTRASI RAWAT INAP DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Wulandari, Arisa; Adenan, Adenan; Musafaah, Musafaah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i2.2749

Abstract

AbstrakPersepsi pasien terhadap pemberi jasa merupakan dasar usaha peningkatan kepuasan pelanggan. Rumah sakit sebagai jasa layanan umum sering dikeluhkan karena kualitas pelayanannya terhadap pelanggan. Kepuasan terjadi akibat terpenuhinya harapan dan kebutuhan. Kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas pelayanan yaitu dengan menggunakan analisis pelanggan antara lain reability, credibility, competence, tangible dan responsiveness. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara persepsi pada pelayanan administrasi rawat inap dengan kepuasan keluarga pasien peserta JKN di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Rancangan penelitian ini bersifat studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah keseluruhan objek penelitian. Pengambilan sampel menggunakan uji hipotesis beda dua proporsi dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menggunakan uji fisher exact menunjukkan ada hubungan antara persepsi dengan kepuasan keluarga pasien pada pelayanan administrasi dengan p-value=0,005 (α= 0,05). Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, perbaikan sarana dan fasilitas kesehatan serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap indikator mutu pelayanan rumah sakit agar persepsi dan kepuasan yang ditimbulkan dari pengunjung rumah sakit ternilai baik dan berpengaruh positif bagi pelayanan prima rumah sakit.Kata-kata kunci: persepsi, pelayanan administrasi, kepuasan, keluarga pasien, kualitas pelayanan AbstractPatients perceptions of the service providers is the basis for efforts to increase customer satisfaction. A hospital as public services often complained because of the quality of service to customers. Satisfaction results from compliance the expectations and needs. Customer satisfaction can be improved by increasing the quality of services by using customer analytics, among others Reability, credibility, competence, tangible and responsiveness. The purpose of this study was to determine relationship between the perception of administrative services at inpatient hospital with family patient satisfaction health coverage national participants in RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. The design of this study is analytic observational study with cross sectional approach. The study population is the whole object of research. Sampling using two different proportion hypothesis test with a sample size of 60 sampels. The research instrument using a questionnaire. The results using Fisher exact test showed that relationship between the perception of administrative services at inpatient hospital with family patient satisfaction health coverage national participants with p-value=0,005 (α= 0,05). This research is expected to be input for hospitals improving the quality of services, repair health facilities and conduct periodic evaluation of indicators the quality of hospital services so that perception and satisfaction arising from hospital visitors an invaluable good and positive for the excellent service hospital.Keyword: perception, administrative services, satisfaction, family patient, quality of services 
HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. DJASAMEN SARAGIH PEMATANGSIANTAR Ginting, Daniel; Manurung, Meida
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i1.3431

Abstract

Abstrak Pelaksanaan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD DR. Djasamen Saragih Pematangsiantar menunjukkan bahwa hasil pelaksanaan standar kepedulian perawat pada pasien yang dirawat pada tahun 2015 di bawah 90%, berdasarkan hasil penilaian rata-rata kinerja yaitu 70.56%, perawatan diagnosis 75.14%, perencanaan 76.86% dari 74 total tindakan (97%) dan evaluasi sebanyak 74.2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan pengawasan oleh kepala ruangan dengan kinerja perawat. Penelitian ini dilakukan di RSUD DR. Djasamen Saragih Pematangsiantar pada bulan Agustus 2016. Populasi penelitian ini sebanyak 151 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel. Analisis data dilakukan dengan uji product moment sebelum melakukan product moment peneliti terlebih dahulu mendeskripsikan p-value melalui tabulasi silang antar variabel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan kepala ruangan secara signifikan berhubungan dengan kinerja perawat di RSUD DR. Djasamen Saragih Pematangsiantar yaitu pengorganisasian (p=0.037 ), membimbing (p=0.000), melatih (p=0.000), pengawasan (p=0.000), dan kontrol (p=0.000). Variabel tidak terkait, perencanaan kerja (p=0.151), mengarahkan (p= 0.216), evaluasi (p=0.034), pencatatan dan pelaporan (p=0.198 ). Variabel paling kuat hubungannya dengan kinerja perawat adalah monitoring. Disarankan untuk kepala ruangan di RSUD DR. Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk menjelaskan kepada perawat pelaksana agar menerapkan prosedur asuhan keperawatan. Kepala ruangan juga perlu mengawasi setiap pagi dan pergantian shift untuk selalu melakukan pengawasan, membimbing dan melatih perawat untuk dalam meningkatkan asuhan keperawatan pada pasien. Kata-kata kunci: Supervise kepala ruangan, kinerja perawat pekaksana Abstract Implementing Nurse Performance in room patient RSUD DR. Djasamen Saragih Pematangsiantar, seen the results of the implementation of standards of nursing care in patients hospitalized in 2015 still reached below 90% is based on the average performance assessment 70.56%, 75.14% nursing diagnosis, planning 76.86%, a total of 74 actions, 97%, evaluation as much as 74.2%). The purpose of this study to determine the relationship of supervision of head room with the performance of nurses. The study was conducted in RSUD DR. Djasamen Saragih Pematangsiantar. The study was conducted in August 2016. The population of as many as 151 people, and the whole sampled. The data were analyzed test product moment before doing product moment researchers first described the p-value through cross-tabulation between variables. Based on the results showed that the chief of room supervision variables significantly associated with performance of nurses in RSUD DR. Djasamen Saragih Pematangsiantar namely organizing (p=0.037), guiding (p=0.000), training (p = 0.000), monitoring (p = 0.000), and control (p = 0.000). Variables are not related, work planning (p = 0.151), directing (p = 0.216), recording and reporting (p = 0.198). The variables most strongly correlated with the performance of nurses is monitoring. Suggested to Head room in RSUD DR. Djasamen Saragih Pematangsiantar to explain the procedures of nursing care to the nurses room every morning so that nurses still felt cared for and supervised so as to perform the job in earnest. Head room is also need to supervise every morning and shift to always provide supervision, training, and guiding nurses to improve the quality of nursing care to patients. Keywords: Supervision Head Room, Executive Nurse Performance
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DELENG POKHKISEN KABUPATEN ACEH TENGGARA Marlina, Marlina
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i1.4999

Abstract

Abstrak Perilaku hidup bersih dan sehat adalah wujud masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya untuk mengubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajat kesehatan dilakukan melalui program pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat dan Provinsi Aceh berada di peringkat ketiga terendah dengan persentase sebanyak 30,33%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di  Wilayah Kerja Puskesmas Deleng Pokhkisen Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga yang memiliki balita sebanyak 146 keluarga dan sampel adalah seluruh populasi (total population) yang berjumlah 146 ibu rumah tangga. Instrumen penelitian dalam bentuk angket (kuesioner) dan analisa data menggunakan analisa univariat, bivariat dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% dan analisa multivariat. Hasil penelitian diperoleh : 1) Pengetahuan (p = 0,005); 2) Sikap (p = 0,000); 3) Kebiasaan (p = 0,001); 4) Petugas kesehatan (p = 0,024); 5) Pemimpin informal (p = 0,049) berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat di wilayah kerja Puskesmas Deleng Pokhkisen Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2017; 6) Faktor yang dominan berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat di wilayah kerja Puskesmas Deleng Pokhkisen Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2017 adalah faktor sikap (p = 0,0001; Exp (B)= 10,98). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, kebiasaan, petugas kesehatan dan pemimpin informal berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Kata-kata kunci: Perilaku hidup bersih dan sehat, pengetahuan, sikap, kebiasaan, petugas kesehatan, pemimpin informal   Abstract PHBS (Clean and Healthy Life Behavior) is the realization of the people who are aware of, willing to, and capable of practicing PHBS. The effort to change people’s behavior in increasing their health standard is through the program of developing PHBS and Aceh province is ranked third lowest with the percentage as much as 30.33%. The objective of the research was to find out some factors which were correlated with PHBS in households in the Working Area of Deleng Pokhkisen Puskesmas, Aceh Tenggara Regency, in 2017. The research used quantitative method with cross sectional design. The population of the research was the whole family who had a toddler as much as 146 family and the sample is the entire population (total population) totalling 146 housewife. The result of the research showed that there was the correlation of 1) knowledge (p=0.0050, 2) attitude (p=0.000), habit (p=0.0010, health care providers (p=0.0240), and informal leaders (p=0.049) with PHBS in the Working Area of Deleng Pokhkisen Puskesmas, Aceh Tenggara Regency, in 2017, and the variable which the most dominant correlation was the variable of attitude at p=0.0001, Exp (β)=10.98. The conclusion was that knowledge, attitude, habit, health care providers, and informal leaders were correlated with PHBS. Keywords: PHBS, knowledge, attitude, habit, health care provider, informal leader

Page 2 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue