cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 215 Documents
HUBUNGAN ANTARA MUTU PELAYANAN KESEHATAN DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN MINAT KUNJUNG KEMBALI PASIEN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM (Studi Observasi di RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser) Kurniawati, Andry Listiana
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i3.2725

Abstract

Abstrak Tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan telah dijamin oleh Menteri Kesehatan RIdalam peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 741/MENKES/PER/VII/2008. Rumah sakit merupakanpelayanan publik yang harus terus-menerus ditingkatkan pelayanannya sampai menuju pelayanan prima, yaitupelayanan yang customer oriented atau customer focus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubunganantara mutu pelayanan kesehatan dan komunikasi terapeutik dengan minat kunjungan kembali pasien dipoliklinik penyakit dalam RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser. Metode penelitian yang digunakanadalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian ini adalah alat bantukuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik dengan rumus chi square. Hasil penelitianmenunjukan bahwa ada hubungan komunikasi terapeutik dengan minat kunjung kembali (p-value=0,013) dantidak ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan minat kunjung kembali pasien di poliklinikpenyakit dalam RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser (p-value=0,837). Berdasarkan hasil penelitian inidiharapkan pihak RSUD Panglima Sebaya Kabupaten Paser untuk meningkatkan mutu pelayanankesehatan yang diberikan dan meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik sehingga dapat meningkatkanminat kunjung kembali pasien. Kata-kata kunci: Mutu pelayanan, komunikasi terapeutik, minat kunjung kembali. Abstract Public demand for service quality has been guaranteed by the Minister of Health, the Minister ofHealth regulation number 741/Menkes/Per/VII/2008. The hospital is a public service which must beconstantly improved its service until towards service excellence, namely customer service or customeroriented focus. This study aims to determine the relationship between the quality of health care and therapeuticcommunication with interest return visit patients in clinic diseases in Hospital Peer Commander Paser. Themethod used is analytic observational study with cross sectional approach. The instrument used in this studywas a questionnaire tool. The data obtained were analyzed by chi- square statistic formula. The resultsshowed that there is a relationship of therapeutic communication with interest go back (p-value=0.013)and there was no correlation between the quality of health services with interests go back patients in clinicdiseases in Hospital Peer Paser Commander (p-value=0.837). Based on the results of this study are expectedto the hospitals Commander Peer Paser to increase quality of health services provided and improvingtherapeutic communication skills so as to increase the interest of the patient go back.Keywords: quality of care, therapeutic communication, interests go back
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR Sharfina, Hanifati; Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i3.2755

Abstract

AbstrakMenurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Puskesmas dengan data angka kejadian tertinggi diare pada balita usia 12-59 bulan adalah Puskesmas Sungai Tabuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk yang merupakan penelitian observasional analitik dengan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 90 responden dengan perbandingan jumlah sampel 1:2 dihitung menggunakan rumus Lemeshow. Analisis statistik dengan uji Chi Square (α = 95%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh antara kualitas air bersih (p-value=0,927), ada pengaruh antara pembuangan air limbah (SPAL) (p-value=0,001, OR=19,600), ada pengaruh antara ketersediaan jamban (p-value=0,001, OR=5,714), ada pengaruh antara perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) (p-value=0,001, OR=25,667), ada pengaruh antara pemberian ASI ekslusif (p-value=0,001, OR=9,036), ada pengaruh antara penggunaan botol susu (p-value=0,001, OR=6,476), dan ada pengaruh antara pengolahan, penyediaan, dan penyajian makanan (p-value=0,002, OR=4,667) dengan kejadian diare pada balita.Kata-kata kunci: lingkungan, perilaku, diare, balita AbstractAccording to data from Department of Health in Banjar District in 2015, the health center has the highest incidence rate of data diarrhea in infants aged 12-59 months is Sungai Tabuk Health Center. This is an observational analytic study with case control study. The population were children under five years old who were in Puskesmas Sungai Tabuk taken using simple random sampling technique. The research sample of 90 respondents to the comparison sample of 1: 2 is calculated using the formula Lemeshow. Data analysis of univariate and bivariate using Chi Square test (α = 95%). The results showed no influence of water quality (p-value = 0.927), there is the influence of wastewater disposal (SPAL) (p-value = 0.001, OR = 19,600), there are the influence of the availability of latrines (p-value = 0.001, OR = 5.714), there is the influence of the behavior of Handwashing (CTPS) (p-value = 0.001, OR = 25.667), there the effect of exclusive breastfeeding (p-value = 0.001, OR = 9.036), there is an effect of the use of milk bottles (p-value = 0.001, OR = 6.476), and there is influence between processing, provision, and presentation of the food (p-value = 0.002, OR = 4.667) with the incidence of diarrhea in infants.Keywords: environment, behavior, diarrhea, children under five years old
HUBUNGAN KADAR ENZIM ASETILKOLINESTERASE TERHADAP KADAR GLUKOSA PETANI YANG TERPAJAN PESTISIDA Suhartono, Eko; Edyson, Edyson; Budianto, Windy Yuliana; Sekartaji, Hapsari Lintang; Fahira, Nurul Savira; Cahyadi, Herry
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i2.5482

Abstract

AbstrakPestisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan serangga, jamur, gulma dan lain-lain. Penggunaan pestisida yang tak terkendali menyebabkan keracunan dan berdampak pada ganguan metabolisme. Untuk membuktikan hal tersebut telah diteliti hubungan antara kadar enzim asetilkolinesterase dengan kadar glukosa darah petani yang terpajan pestisida. Rancangan penelitian ini bersifat analitik, dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh anggota kelompok tani Kurnia Makmur di Kecamatan Landasan Ulin Utara Banjarbaru dengan menggunakan jumlah sampel minimal sebesar 60 orang. Pemeriksaan sampel kadar enzim asetilkolinesterase dalam darah dan glukosa dalam darah dilakukan dengan bekerjasama dengan Labkesda Kabupaten Banjar dengan No. 001/LKA/C/VII/2016 s/d 60/LKA/C/VII/2016. Data dikumpulkan dari Dinas Kesehatan Banjarbaru tahun 2016. Analisis bivariat digunakan untuk menjelaskan hubungan dua variabel yaitu antara kadar kolinesterase dengan kadar glukosa darah dengan menggunakan uji Spearman dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan rerata kadar asetilkolinesterase pada petani berjenis kelamin laki-laki dan perempuan melebihi batas normal (L= 4,6-11,5 U/L; P=3,9-10,8 U/L). Hal ini menandakan bahwa sebanyak 63,34% petani mengalami keracunan pestisida. Sementara itu, rerata kadar glukosa darah petani masih tergolong normal (Gula darah sewaktu „T 125 mg/dL) meskipun pada petani berjenis kelamin wanita ditemukan sebanyak 5% mengalami hiperglikemia. Hasil uji Spearman didapat r =0,049 (p=0,768; p>0,05) yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara kadar asetilkolinesterase dengan kadar glukosa darah petani yang terpajan pestisida.Kata-kata kunci: Pestisida, kolinesterase, glukosa, diabetesAbstractPesticides are chemicals used to control insects, fungi, weeds and others. Uncontrolled use of pesticides causes poisoning and affects metabolic disorders. To prove the above has been investigated the relationship between the levels of enzyme acetylcholineserase with blood glucose levels of farmers exposed to pesticides. The design of this study is analytic, with cross sectional approach. Research subjects were all members of Kurnia Makmur farmer group in Kecamatan Landasan Ulin Utara Banjarbaru by using minimum sample amount of 60 people. Examination of samples of cholinesterase enzyme levels in blood and glucose in blood was done in collaboration with Labkesda Kabupaten Banjar with no. 001 / LKA / C / VII / 2016 s / d 60 / LKA / C / VII / 2016. Data was collected from Banjarbaru Health Office in 2016. Bivariate analysis was used to explain the relationship between two variables, ie, between cholinesterase and blood glucose level using Spearman test with 95% confidence degree. The result showed that the level of acetylcholinesterase in male and female farmers exceeded the normal limit (L = 4.6-11.5 U / L; P = 3.9-10.8 U / L). This indicates that as many as 63.34% of farmers are poisoned by pesticides. Meanwhile, the average blood glucose level of farmers is still normal (blood sugar at „T 125 mg / dL) although the female-female farmers found as many as 5% had hyperglycemia. Spearman test result obtained r = 0.049 (p = 0.768; p> 0.05) meaning there is no significant relation between level of acetylcholinesterase with blood glucose level of farmer exposed by pesticide.Keyword: pesticide, acetylcholinesterase, glucose, diabettes
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN USIA IBU BAYI DENGAN IMUNISASI CAMPAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARIKIN Irianty, Hilda
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i3.6533

Abstract

ABSTRAKMenurut data WHO tahun 2015 pada tahun 2013, di dunia terdapat 145.700 orang meninggal akibat campak, sedangkan sekitar 400 kematian setiap hari sebagian besar terjadi pada balita. Pada tahun 2010 di wilayah kerja puskesmas Barikin terdapat 1 kasus campak.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan,sikap dan Usia ibu bayi terhadap imunisasi campak di wilayah kerja Puskesmas Barikin.Penelitian ini merupakan penelitian Survei Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional karena pengumpulan data dilakukan sekaligus pada saat ( point time approach). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus tahun 2015 dan bertempat di Wilayah Kerja Puskesmas Barikin.Penentuan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling, sampel adalah ibu yang memiliki bayi (6-12 bulan) sebanyak 56 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner,teknik pengumpulan data yaitu ada data sekunder (Data dari laporan tahunan Puskesmas) dan data primer (data dari kuesioner), analisis data berupa data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi–Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,002), dan sikap (p=0,007) dengan imunisasi campak. Variabel umur (p= 0,871) menunjukkan tidak ada hubungan dengan imunisasi campak. Berdasarkan hasil penelitian ini kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya para ibu-ibu tentang imunisasi campak, sehingga cakupan imunisasi campak juga tercapai.Kata-kata kunci : Imunisasi campak, pengetahuan, sikap, usia ibu bayiABSTRACTAccording to WHO data in 2015.In 2013, there were 145.700 people killed in measles in the world, while around 400 deaths every day were mostly in infants. In 2010 in the work area of the Barikin health center there was 1 case of measles. The purpose of this study for to determine the relationship of knowledge,attitude of and children and age of infants to measles immunization in the working area of the Barikin health center. The research is the survey analytic research using approach cross sectional because data collection was carried out at the same time (point time approach). This research was conducted in July-August 2015 and took place in the work area of Barikin Health Center. Determination of the sample was donne by Simple Random Sampling,the sample was mothers who had babies (6-12 months) as many as 56 respondents. Research instruments used in the form of questionnaires, data collection techniques that are secondary data (data from the Puskesmas annual report) and primary data (data from questionnaires),data analysis in the form of univariate and bivariate data using the Chi-Square Test. The result showed that there were the relationship between knowledge (p=0,002),and attitude (p=0,007) against measles immunization. And age variables (p=0,871) there is no relationship to measles immunization. Based on the results of this study,maternal knowledge and attitudes are good for measles immunization so there are no cases of measles and measles immunization coverage is also achieved.Keyword: Immunization measles,knowledge,attitude,age mother baby
HUBUNGAN JARAK RUMAH DENGAN CEROBONG ASAP PABRIK KARET DENGAN DERAJAT KEPARAHAN ISPA Heriyani, Farida
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i2.7455

Abstract

ABSTRAKPenyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama. Prevalence ISPA di Indonesia mencapai 25% dan karakteristik penduduk dengan ISPA yang tertinggi terjadi pada kelompok umur 1-4 tahun (25,8%). Di kota Banjarmasin, ISPA termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di setiap puskesmas, termasuk di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin. Berdasarkan data tahun 2015 didapatkan data bahwa kasus ISPA menempati urutan pertama dalam kunjungan terbanyak di Puskesmas Pelambuan. Kunjungan ISPA mencapai sekitar 3.911 kunjungan dari 13.162 jumlah kunjungan. Di wilayah ini terdapat pabrik karet dengan cerobong asap yang mencemari udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak rumah dengan cerobong asap pabrik karet dengan derjaat keparahan ISPA pada balita di wilayah Puskesmas Pelambuan Banjarmasin. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan crossectional. Subjek penelitian terdiri dari 50 orang balita penderita ISPA yang tercatat di Puskesmas Pelambuan, dipilih secara simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76% dari subjek penelitian tinggal di rumah dengan jarak sedang terhadap cerobong asap dan 24% pada jarak dekat. Sebanyak 60% mengalami serangan ISPA >1 kali dan 48% dengan derajat keparahan sedang. Hasil uji statistik didapatkan adanya hubungan antara jarak rumah terhadap cerobong asap dengan pola penyakit ISPA ditinjau dari frekuensi serangan dan derajat keparahan ISPA pada balita di wilayah Puskesmas Pelambuan Banjarmasin.Kata - kata kunci : Letak rumah, cerobong asap pabrik karet, derajat keparahan ISPAABSTRACTAcute respiratory tract infections (ARI) is one of the main health problems. The prevalence of ARI in Indonesia reached 25% and the characteristics of the population with the highest ARI occurred in the 1-4 year age group (25.8%). In the city of Banjarmasin, ARI is included in the top ten diseases in each puskesmas, including in the Banjarmasin Pelambuan Puskesmas. Based on 2015 data, data showed that ARI cases ranked first in the most visits at the Pelambuan Health Center. ARI visits reached about 3,911 visits from 13,162 visits. In this region there is a rubber factory with chimneys that pollute the air. This study aims to determine the relationship among the distace of houses to the rubber factory chimney with frequency and severity of ARI in children under five years in the region Public Health Pelambuan. The study was observational analytic with cross sectional design. The research subjects consisted of 50 toddlers suffering from ARI recorded at Pelambuan Health Center, selected by simple random sampling. Data were analyzed by chi square test at the 95% confidence level.The results showed that 76% of the subjects lived in the house with a moderate distance to the chimney and 24% at close range. As many as 60% have an attack ARI > 1 time and 48% with moderate severity. Statistical test results obtained relationship between the distance from the house to the chimney with respiratory disease patterns in terms of frequency and severity of attacks of ARI in children under five years in the region Public Health Pelambuan.Key words: distance of the house - a rubber factory chimneys – severity of ARI
PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA Juniardi, Ade; Asrinawaty, Asrinawaty; Ilmi, M. Bahrul
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i1.8787

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan sampah merupakan suatu upaya untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah. Kota Banjarmasin memiliki jumlah penduduk pada tahun 2017 sebanyak 692.793 jiwa dan mengalami pertambahan jumlah penduduk pada tahun 2018 menjadi 700.869 jiwa yang artinya sampah buangan yang dihasilkan akan semakin banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, sarana prasarana, dan peraturan daerah dengan perilaku ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Biru sesuai Perda Nomor 21 Tahun 2011. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini mengacu pada jumlah kepala keluarga yang ada di Kampung Biru dengan jumlah 776 Kepala Keluarga dengan jumlah sampel sebanyak 89. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara, data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Biru sebagian besar kategori buruk (52,8%). Hasil analisis terdapat hubungan pada variavel pengetahuan (p-value = 0,035), sarana prasarana (p-value = 0,0001),  dan peraturan daerah (p-value = 0,0001),  dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Biru. Sedangkan variabel sikap tidak ada hubungan dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Biru. Diharapkan instansi terkait dapat lebih aktif mengawasi dan memberikan sanksi tegas terhadap masyarakat yang melanggar sesuai peraturan daerah yang berlaku agar menimbulkan efek jera, sehingga tercapainya pengelolaan sampah yang baik sesuai Perda Nomor 21 Tahun 2011. Kata-kata kunci: Pengetahuan, sikap, sarana, prasarana, peraturan, sampah  ABSTRACT                              Waste management is an effort to reduce and handle waste. The city of Banjarmasin has a population of 2017 as many as 692,793 people and has increased the population in 2018 to 700,869 people which means that the amount of waste produced will be more and more. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, infrastructure, and regional regulations with the behavior of housewives in household waste management in Kampung Biru according to Regional Regulation No. 21 of 2011. This study uses a cross sectional design. The population in this study refers to the number of household heads in Kampung Biru with 776 households with a sample size of 89. The instruments used were questionnaire and interview, the data were analyzed by chi-square test. The results of this study indicate that the behavior of household waste management in Kampung Biru is mostly in the bad category (52.8%). The results of the analysis are related to the knowledge variable (p-value = 0.035), infrastructure (p-value = 0.0001), and local regulations (p-value = 0.0001), in the management of household waste in Kampung Biru. While the attitude variable has no relationship in household waste management in Kampung Biru. It is expected that the relevant agencies can be more active in supervising and giving strict sanctions against people who violate according to the prevailing regional regulations in order to create a deterrent effect, so that good waste management is achieved according to Regional Regulation No. 21 of 2011. Keywords: Knowledge, attitude, infrastructure, regulation, waste 
KEJADIAN DIARE PADA BALITA DITINJAU DARI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA KALIMANTAN SELATAN Indah, Meilya Farika; Fahrurazi, Fahrurazi; Husna, Nurul
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i2.3844

Abstract

Abstrak Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama pada balita. Diare dapat dicegah apabila masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga dengan kejadian diare. Subjek dalam penelitian adalah kepala keluarga di Desa Banyu Tajun Dalam Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang mempunyai anak balita (usia 6- 59 bulan). Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional,.data diambil dari responden dengan menggunakan kuisioner. Uji analisis dengan menggunakan Uji Spearman’s rho. Hasil penelitian tentang PHBS menunjukkan kepala keluarga sebagian besar tidak sehat sebanyak 55,4% dan sehat sebanyak 44,6%. Balita yang mengalami diare sebanyak 41,9% dan tidak diare sebanyak 58,1%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,072 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian diare di Desa Banyu Tajun dalam Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara Kata-kata kunci: Perilaku hidup bersih dan sehat, diare                                                                   AbstractDiarrhea is a public health problem, especially in infants. Diarrhea can be prevented if the community have a good knowledge to implement Clean and Healthy Behavior (PHBS). This study aims to determine the relationship between Clean and Healthy Behavior (PHBS) of the household part with the prevalence of diarrhea. Subjects in this study were the head of the family in the village of Banyu Tajun Dalam Sungai Pandan Subdistrict Hulu Sungai Utara District who have children under five (aged 6- 59 months). The research design used is analytic survey research with cross sectional approach, data taken from respondent by using questionnaire. Test analysis by using Spearman's Test rho. Results of research on PHBS showed the head of the family is largely unhealthy as much as 55.4% and healthy as much as 44.6%. Toddlers who experienced diarrhea as much as 41.9% and not diarrhea as much as 58.1%. The result of statistical test shows that p = 0,072 indicates that there is no significant relationship between Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) with prevalence of diarrhea  in Banyu Tajun Village in Sungai Pandan Subdistrict Hulu Sungai Utara Regency.Keywords: Clean and healthy behavior, diarrhea
HUBUNGAN KONSENTRASI DEBU DENGAN SICK BUILDING SYNDROM (SBS) DI BRI CABANG PANGERAN SAMUDERA BANJARMASIN Jaini, Muhammad; Setyaningrum, Ratna; Fakhriadi, Rudi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v1i1.590

Abstract

SBS is phenomenons that sufferred when still working insides a closed work room and air-conditioned room for long time. SBS caused of some free radical. The free radical comes from ultraviolet light radiation, metabolism in body, radiation ion, cigarette smoke, and air with particulatet dust flies or particulatet matter. This study aimed to analyze correlation between dust concentration with SBS at branch BRI Pangeran Samudera Banjarmasin. This study using survey analytic with cross sectional method. The numbers of sample is 34 workers. Dust concentration on floor 3 for location I, II, and III is 15,53μg/Nm3, 2,82 μg/Nm3­,dan 24,01 μg/Nm3 and on floor 4 is 8,47μg/Nm3, 4,24 μg/Nm3­,dan 5,65μg/Nm .The responden with SBS is 3(8,82%) people. The result analysis with chi square test got p=0,227 (p>0,05). The concluding of this study shown no correlation between dust concentration with SBS                                                          Keyword: dust, SBS, Particulatet Matter
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELAWANG Heniarti, Sri
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i2.2720

Abstract

Abstrak Salah satu peran masyarakat di Posyandu diwujudkan dengan keaktifan ibu balita berkunjungke Posyandu, dapat dilihat dari cakupan penimbangan. Di Puskesmas Belawang dari bulan Aprilsampai Juni tahun 2011 cakupan penimbangan cenderung menurun, pada bulan April sebesar 88%,Mei sebesar 87,6%, dan Juni 83,9%. Pendidikan dan pengetahuan serta sikap mempunyai perananpenting dalam perilaku seseorang termasuk kunjungan ke Posyandu. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan sikap ibu balita dengankunjungan ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Belawang Kabupaten Barito Kuala tahun 2011.Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di wilayah Puskesmas Belawang tahun 2011berjumlah 881 orang dengan sampel berjumlah 90 orang. Dalam penelitian ini pengambilan sampelsecara simple random sampling dengan teknik lottery technique. Instrumen yang digunakankuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi Square dengan α = 0,05. Hasil uji statistik pada hubungantingkat pendidikan ibu balita, tingkat pengetahuan ibu balita dan sikap ibu balita dengan kunjungan kePosyandu didapatkan nilai (ρ < 0,05). Kesimpulan ada hubungan tingkat pendidikan, tingkatpengetahuan dan sikap ibu balita dengan kunjungan ke PosyanduKata-kata kunci : Posyandu, kunjungan ibu balita, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap ibu Abstract One role of the community in IHC realized by the liveliness of mothers visited Posyandu, canbe seen from the weighing scope. Belawang at the health center from April to June in 2011 weighingcoverage tended to decline, in April by 88% in May amounted to 87.6%, and 83.9% in June.Education and knowledge and attitude plays an important role in the behavior of a person, including avisit to the IHC. This study aims to determine the relationship between the level of education, level ofknowledge and attitude of mothers with a visit to Posyandu in Puskesmas Belawang Barito Kuala2011. The method used is the analytic survey with cross sectional approach. The study populationwas all mothers who have children in the health center Belawang in 2011 amounted to 881 peoplewith a sample of 90 people. In this study by simple random sampling technique sampling with lotterytechnique. The instrument used questionnaire. Data were analyzed using Chi Square test with α =0.05. Results of statistical tests on the relationship of education level of mothers, the level ofknowledge of mothers and mothers attitude with a visit to Posyandu obtained value (ρ <0.05).Conclusion no relationship between the level of education, level of knowledge and attitude of motherswith a visit to IHCKeywords: IHC, visit mothers, level of education, level of knowledge, attitudes mother
HUBUNGAN TEMPAT PERSALINAN DAN JENIS PENOLONG PERSALINAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI PUSKESMAS MARTAPURA Norhana, Asyifa; Arifin, Syamsul; Yulidasari, Fahrini
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i2.2750

Abstract

AbstrakInisiasi menyusu dini (IMD) adalah proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri dapat menyusu segera dalam satu jam pertama setelah lahir, bersamaan dengan kontak kulit antara bayi dengan kulit ibu. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (2013) persentase IMD Kabupaten Banjar sebesar 63,8%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tempat persalinan dan jenis penolong persalinan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Puskesmas Martapura. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional melalui pendekatan case control. Populasi penelitian adalah 1661 ibu yang melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Martapura tahun 2014, perhitungan sampel menggunakan rumus uji hipotesis dua proporsi dengan jumlah sampel minimal sebesar 17 orang ibu yang melaksanakan IMD dan 17 orang ibu yang tidak melaksanakan IMD dan pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu melakukan persalinan di non fasilitas kesehatan berjumlah 18 orang responden (52,9%) dan melakukan persalinan dengan ditolong oleh tenaga kesehatan berjumlah 25 orang responden (73,5). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan 5% didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara tempat persalinan dengan pelaksanaan IMD (p = 0,002 ; OR = 15,671). Hasil uji statistik menggunakan uji fisher exact didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis penolong persalinan dengan pelaksanaan IMD (p = 0,001). Kesimpulannya ada hubungan antara tempat persalinan dan jenis penolong persalinan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Puskesmas Martapura.Kata-kata kunci : tempat persalinan, jenis penolong persalinan, inisiasi menyusu dini AbstractEarly breastfeeding initiation (IMD) is a process of allowing the baby to suckle by their own instinct immediately within the first hour after birth, along with the baby skin contact with the mother's skin. According to data of Basic Health Research (2013) the percentage of IMD in Banjar regency is 63.8%. The aim of this study is determine the correlation between childbirth place and types of childbirth helper to the implementation of the early breastfeeding initiation in the primary health care Martapura. This study use quantitative methods with design through case-control approach. Population in this study is 1661 mothers who gave birth in primary health care Martapura in 2014, sample of this study use the formula hypothesis test two proportions with a sample of a minimum of 17 mothers who carry IMD and 17 women do not carry out the IMD and sampling use systematic random sampling. Results of this study show most parents giving birth in non-health facilities 18 respondents (52.9%) and do giving birth to help by health workers 25 respondents (73.5%). The result use chi square test with 5% significance level show that there is a significant correlation between childbirth place with implementation of the IMD (p = 0.002 ; OR = 15.671). The result of statistical test using fisher exact show that there is a significant correlation between the types of childbirth helper with implementation of the IMD (p = 0.001). In conclusion there is a correlation between the childbirth place and the types of childbirth helper to the implementation early breastfeeding initiation in the the primary health care Martapura.Key words: place childbirth, types of childbirth helper, early breastfeeding initiation

Page 4 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue