cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 215 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAWE SUMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA Tarigan, Frida Lina; Nidia, Wira Heppy
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i1.3433

Abstract

Abstrak              Imunisasi merupakan salah satu pelayanan kesehatan dasar. Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, kecacatan akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Imunisasi dasar adalah pemberian imunisasi awal pada bayi yang baru lahir sampai usia 1 tahun untuk mencapai kadar kekebalan diatas ambang perlindungan. Cakupan imunisasi campak nasional dari tahun 2007 sampai tahun 2010 berturut-turut adalah 81,6% (Bappenas, 2010), 83,0%. Dapat dilihat pencapaian cakupan imunisasi campak nasional mengalami penurunan yang bermakna dari tahun 2009 ke tahun 2010. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan imunisasi dasar pada bayi di Wilayah kerja  Puskesmas Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik yaitu penelitian yang menjelaskan adanya pengaruh antara variabel melalui pengujian hipotesa. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja PuskesmasLawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak umur 12-24 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara yang berjumlah 85 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh dukungan instrumental (p=0,015), dukungan informasional p=(0,000), dukungan penilaian (p=0,000), dukungan emosional (p=0,000), sumber informasi (teman)  (p= 0,000), sumber informasi (petugas kesehatan) (p= 0,000), sumber informasi (media cetak dan elektronik) (p= 0,000) dan tingkat pendidikan (p= 0,000) terhadap pemanfaatan pelayanan imunisasi dasar pada bayi. Variabel sumber informasi (petugas kesehatan) adalah paling berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan imunisasi dasar pada bayi OR= 14. Disarankan Kepada Puskesmas Lawe Sumur perlu peningkatan peran petugas kesehatan melakukan komunikasi yang baik dan berkesinambungan, perlunya peningkatan  peran posyandu. Kata-kata kunci: Faktor-faktor yang mempengaruhi, pemanfaatan pelayanan, imunisasi Abstract Immunization is one of basic health services.Immunization is one of an effective way to reduce the rate in pain, death, disability resulting from diseases can be prevented with immunization. Immunization the base is the provision of immunization on the a new baby birth to the age of 1 years to to reach the level immunity above the protection.The scope of measles national from year 2007 to 2010 were is 81,6 % ( bappenas, 2010 ), 83,0 %.Can be seen the achievement of the scope of measles national decreased meaningful from 2009 to year 2010.The purpose of this research to see factors affecting the use of immunization service a base on baby in the work area of puskesmas lawe well district of aceh southeastern 2015. The kind of research this is research analytic namely research that explains the presence of influence between variables through the testing of that hypothesis .The study is done in the work area of puskesmaslawe wells southeastern district of aceh.The population in this research was all mother who is having six- 12-24 months who live in the work area of wells puskesmas lawe the district of aceh southeastern which totaled 85.The results of the study showed there was the influence of instrumental support (p = 0.015), informational support p = (0,000), assessment support (p = 0,000), emotional support (p = 0,000), a source of information (friends) (p = 0,000), a source of information (health workers) (p = 0,000), a source of information (the print and electronic media) (p = 0,000) and the education levels of (p = 0,000) against the use of immunization service a base on a baby.Variable a source of information (health workers) is the most impact on the use of immunization service a base on a baby or = 14. Was recommended to puskesmas lawe wells need to improving the role of health workers communicated good and sustainable , the need for improving the role of posyandu. Keywords: Influencing factors, service utilization, immunization
INDEKS MASA TUBUH DAN KAITANNYA DENGAN DIABETES MELITUS PADA UMUR > 15 TAHUN DI INDONESIA, STUDI DATA SURVEI KEHIDUPAN KELUARGA INDONESIA V Nugroho, Purwo Setiyo; Wijayanti, Anisa Catur
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i1.4998

Abstract

Abstrak World Health Organization memprediksi bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia akan menduduki peringkat ke lima pada tahun 2025 dengan prediksi jumlah penderita sebanyak 12,4 jiwa. Indeks masa tubuh merupakan salah satu indikator obesitas dengan diabetes melitus pada penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaitan obesitas dengan diabetes mellitus pada responden survei Indonesian Family Life Survey V. Penelitian ini merupakan penelitian analisis data sekunder Indonesian Family Life Survei V yang dilakukan dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini sejumlah 48.139 responden, namun setelah data di cleaning dengan tujuan untuk menghapus data yang missing maka didapatkan jumlah responden sebanyak 30.133 dengan kelompok penelitian berdasarkan usia diatas 15 tahun. Hasil analisis Chi square  menyatakan bahwa terdapat hubungan antara obesitas dengan diabetes melitus dengan nilai p value 0,0001 dan nilai POR 3,38; CI 95% 2,60–4,38. Dapat disimpulkan bahwa obesitas memiliki peluang untuk terjadinya sakit diabetes melitus sebesar 3,378 kali dibandingkan dengan orang yang tidak menderita obesitas. Faktor obesitas merupakan salah satu faktor prediposisi untuk meningkatkan gula darah yang merupakan sebuah indikator diabetes melitus. Secara patologi hal ini dikarenakan se-sel beta pulau Langerhans menjadi kurang peka terhadap rangsangan akibat kadar gula darah dan kegemukan (obesitas) akan menekan jumlah reseptor insulin pada sel-sel seluruh tubuh. Kata-kata kunci : Diabetes melitus, obesitas, IFLS  Abstract World Health Organization predicts that the number of diabetics in Indonesia will be ranked fifth in 2025 with a prediction the number of people as many as 12.4 people. Body mass index is one of an indicator of obesity with diabetes mellitus in Indonesian. This study aims to determine the association of obesity with diabetes mellitus in the survey respondents Indonesian Family Life Survey V. This study is a study of secondary data analysis of Indonesian Family Life Survey V conducted by Cross Sectional approach. The population in this study were 48,139 respondents, but after cleaning data with the aim to remove the missing data then the number of respondents as much as 30.133 with the study group aged over 15 years. Chisquare analysis states that there is a relationship between obesity with diabetes mellitus with p value 0,0001 and POR value of 3.38; CI 95% 2,60 - 4,38. It can be concluded that obesity has an opportunity for the occurrence of diabetes mellitus disease 3.38 times compared to people who do not suffer from obesity. Obesity factor is one of a predisposing factor to increase blood sugar which is an indicator of diabetes mellitus. Pathologically this is because the cells of Langerhans island beta become less sensitive to stimuli due to blood sugar levels and obesity (obesity) will suppress the number of insulin receptors in the cells throughout the body. Keywodrs : Diabetes mellitus, obesity, IFLS
EVALUASI INTERVENSI MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BANJARBARU SELATAN Meta Srikartika, Valentina; Akbar, M. Rasyid; Nautika Lingga, Herningtyas
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i1.6874

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan pengobatan diabetes melitus tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan, keterampilan petugasnya, sikap, dan pola hidup pasien, tetapi dipengaruhi juga oleh kepatuhan pasien terhadap pengobatannya. Tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus di Indonesia mayoritas masih berada dibawah 50%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur pengaruh edukasi melalui media booklet terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah Randomized Controlled Trial (RCT). Populasi yang didapat dari penelitian ini sebanyak 40 orang dengan kelompok kontrol 20 orang dan kelompok intervensi 20 orang. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak mendapatkan booklet, sedangkan kelompok intervensi adalah kelompok yang mendapatkan booklet sebagi media edukasi. Pengetahuan dan kepatuhan responden diukur melalui kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan 2 minggu kemudian (posttest). Rata-rata skor pengetahuan dan kepatuhan pre-test dibandingkan dengan skor post-test dengan menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis, terjadi perbedaan tingkat pengetahuan dan kepatuhan yang signifikan (p value < 0,001) antara sebelum dan sesudah pemberian booklet pada kelompok intervensi dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan (p value = 0,83) dan kepatuhan (p value = 0,317) pada kelompok kontrol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media booklet dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan kepatuhan pada pasien diabetes melitus.Kata-kata kunci: Diabetes melitus, pengetahuan, kepatuhan, bookletABSTRACTThe success of a treatment of diabetes mellitus is not only influenced by the quality of health services, the skills of its officers, attitudes, and lifestyle of patients, but it is also influenced by patient adherence to treatment. The level of medication compliance among diabetes patients in Indonesia were still below 50%. The purpose of this study was to measure the effect of education through booklet media on the knowledge and compliance of patients with type 2 diabetes mellitus. The type of research used was Randomized Controlled Trial (RCT). The population obtained from this study were 40 people with a control group of 20 people and an intervention group of 20 people. The control group was the group that did not get the booklet, while the intervention group was the group that received the booklet as an educational medium. Knowledge and compliance of respondents was measured through questionnaires given before (pretest) and 2 weeks later (posttest). The average score of knowledge and adherence between pretest and posttest will be compared using Wilcoxon analysis. Based on the results of data analysis with the Wilcoxon test, there was a significant difference in the level of knowledge and compliance (p value < 0.001) between before and after booklet administration in the intervention group and no significant difference in knowledge level (p value = 0.83) and compliance (p value = 0.317) in the control group. It can be concluded that the booklet media can increase the level of knowledge and compliance in diabetes mellitus patients.Keywords: Diabetes mellitus, knowledge, compliance, booklet
PERBEDAAN POLA MAKAN REMAJA PUTERI SLTP/SEDERAJAT YANG MENDERITA ANEMIA DAN TIDAK ANEMIA DI KABUPATEN BANJAR Adenan, Adenan; Rahayu, Atikah; Yulidasari, Fahrini; Rosida, Azma; Noor, Meitria Syahadatina; Ismaya, Renny
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i1.2702

Abstract

AbstrakAngka anemia di Indonesia sebanyak 72,3%. Prevalensi anemia pada remaja puteri di Indonesia adalah 26,5%. Berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2012 menunjukkan bahwa kejadian anemia sebesar ≥ 65,21% pada remaja putri SMP/Mts di Kabupaten Banjar. Penyebabnya antara lainfaktor orangtua dan remaja.  Karena remaja sangat tergantung dengan orangtuanya, maka faktor orangtua sangat berperan terutama pola makan yang disediakan oleh orangtua.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pola makan remaja puteri SLTP/sederajat yang menderita anemia dan tidak anemia di Kabupaten Banjar Tahun 2014.Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitikmelalui pendekatancross-sectional.Populasipenelitianiniadalahorang tua remaja putri SMP wilayah Kabupaten Banjar.Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Besar sampel yang didapatkan adalah 92 orang.Hasilpenelitianmenunjukkanremaja yang mengalami anemia sebanyak 19 responden (20,7%) dan yang tidak anemia sebanyak 73 responden (79,3%), dengan pola makan pada siswi SMP di Kabupaten Banjar tergolong baik sebanyak 37 responden (40,2%) dan tidak baik sebanyak 55 responden (59,8%).Hasil chi square menunjukkan p value 0,000, berarti dapat disimpulkan terdapat perbedaan pola makan remaja puteri SLTP/sederajat yang menderita anemia dan tidak di Kabupaten Banjar tahun 2014. Kata-kata kunci: pola makan, remaja putri, anemia AbstractAnaemia in Indonesia is about 72,3%. Prevalence of anaemia in teenagers especially girls is about 26,5%. The survey of Health Department of South Kalimantan in 2012 showed that anaemia in SMP/Mts was about ≥ 65,21%.  The causes were parent factor and teen factor.  Because of teenagers still depent to their parents, so parents factors influence more, especially eating pattern by their parents.  The goal of this research was analyzing the difference of eating pattern in girls with and without anaemia in Banjar District 2014.  This research used observational analytic with cross-sectional.  The population was all of the the girls’ parents in Banjar District 2014.  Sampling was using purposive sampling. Tha sample size that was gotten were 92 people. The result was the girls who got anaemia were 19 (20,7%) and normal were 73 (79,3%), eating pattern of girls in Banjar District was good for 37 people (40,2%) and not good for 55 people (59,8%).  Chi square test showed that p value was 0,000, so we could conclude that there was difference of eating pattern in girls with and without anaemia in Banjar Distric 2014.   Key words: eating pattern, girls, anaemia
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN NEONATAL DI KABUPATEN TAPIN Tinjauan Terhadap Pemeriksaan Kehamilan, Penolong Persalinan dan Karakteristik Ibu Noorhalimah, Noorhalimah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i2.2715

Abstract

AbstrakKematian neonatus Kabupaten Tapin merupakan kematian yang tertinggi di KalimantanSelatan yaitu sebanyak 56 kasus. Penyebab utama kematian neonatal ini erat kaitannya dengankesehatan ibu dan pemeriksaan kesehatan ibu yang diperoleh sebelum, selama dan setelahmelahirkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor–faktor yang berhubungan dengankematian neonatal di Kabupaten Tapin di tinjau dari pemeriksaan kehamilan, penolong persalinandan karakteristik ibu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi analitik dengan metodeobservasional dan pendekatan cross sectional, adapun sampel dari penelitian ini adalah seluruhneonatus mati di Kabupaten Tapin yaitu 56 kasus. Metode analisis menggunakan uji statistik chisquarepada tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar (57%) kematianneonatal memiliki riwayat pemeriksaan yang tidak baik, hasil uji statistik didapatkan nilai P=0,000,sebagian besar (62,5%) kematian neonatal memiliki riwayat penolong persalinan yang tidak baik danhasil uji statistik di dapatkan nilai P=0,000, sebagian besar (55,4%) kematian neonatal lahir dari ibuyang mempunyai risiko untuk hamil dan hasil uji statistik di dapatkan nilai P=0,571, sebagian besar(62,5%) kematian neonatal lahir dari ibu yang mempunyai paritas berisiko untuk hamil dan hasil ujistatistik didapatkan nilai P=1,000, sebagian besar (92,9%) kematian neonatal lahir dari ibu yangmempunyai jarak kehamilan yang berisiko untuk hamil dan hasil uji statistik di dapatkan nilai P=0,359.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kematian neonataldengan pemeriksaan kehamilan dan penolong persalinan.Kata-kata kunci: kematian neonatal, pemeriksaan kehamilan, penolong persalinan dan karakteristik Abstract Tapin District neonatal death is the death of the highest in South Kalimantan as many as 56cases. The main causes of neonatal mortality is closely related to maternal health and maternalhealth checks were obtained before, during and after childbirth. The purpose of this study was toanalyze factors associated with neonatal mortality in Tapin district in 2010 in the review of antenatalcare, birth attendants and maternal characteristics. The design of the study is observational analyticstudy method and approach cross sectional, while the samples of this study are all neonates die inTapin district is 56 cases. The analysis method using test chi square statistic at the 95% significancelevel. The results of this study are mostly (57%) had a history of neonatal death was not a goodinspection, statistical test results obtained P = 0.000, the majority (62.5%) had a history of neonatalmortality birth attendants were not good and the results of statistical tests in get the value of P =0.000, the majority (55.4%) of neonatal mortality born to mothers who are at risk for pregnancy andstatistical test results in getting the value of P = 0.571, the majority (62.5%) of neonatal mortality bornto mothers who have parity risk of pregnancy and statistical test results obtained P = 1.000, themajority (92.9%) of neonatal mortality born to mothers who have a range of adverse pregnancy forpregnant and statistical test results in getting the value of P = 0.359. The conclusion from this study isthere a significant relationship between neonatal mortality with pregnancy tests and birth attendants.Keywords : neonatal mortality, prenatal care, birth attendance and characteristics mother.
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU PADA SAAT HAMIL DAN STATUS ANEMIA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) Studi Observasional di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Yana, Yana; Musafaah, Musafaah; Yulidasari, Fahrini
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2734

Abstract

AbstrakPerhatian terhadap janin yang mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan sangat meningkat. Hal ini disebabkan masih tingginya angka kematian perinatal neonatal karena masih banyak bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Masalah BBLR (<2500 gr) sampai saat ini merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal yaitu sebanyak 43%. Penelitian ini merupakan penelitian observastional analytic dengan rancangan penelitian kasus kontrol (case control), tujuan peneliti untuk melihat hubungan usia ibu pada saat hamil dan status anemia dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Martapura. Besar sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus uji hipotesis 2 proporsi dengan jumlah 22 kasus (BBLR) dan 22 kontrol (tidak BBLR) atau dengan rasio 1:1. Sedangkan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia ibu pada saat hamil dengan kejadian BBLR (pvalue = 0,719). Sedangkan status anemia pada saat hamil menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR (p-value = 0,006, OR = 7,286). Faktor yang berhubungan dengan BBLR adalah status anemia dengan p-value sebesar 0,006 dan OR = 7,286. Bagi Ibu hamil diharapkan dapat mengkonsumsi suplemen zat besi minimal 90 tablet secara teratur selama masa kehamilan.Kata-kata kunci : BBLR, usia ibu pada saat hamil, status anemia. AbstractAttention to the fetus with the growth disorder in the womb greatly increased. This is due to the high rate of neonatal perinatal mortality because there are many babies born with low birth weight (LBW). Problem LBW (<2500 g) until now is the main cause of perinatal morbidity and mortality as much as 43%. This research is observational analytic study with case-control study design, the purpose of this research is to find the correlation between the age of the mother during pregnancy and anemia status with low birth weight (LBW). The total of sample in this research was determined by using the formula of hypothesis test 2 proportion with 22 cases (LBW) and 22 controls (not LBW) or the ratio of 1: 1. Where as for the sample in this study, research used purposive sampling technique. The analysis is the analysis of univariate and bivariate with Chi Square test 95%. The results showed that there was no correlation between the age of the mother during pregnancy with LBW (p-value = 0,719). While the status of anemia during pregnancy showed a significant correlation with LBW (p-value = 0,006, OR = 7,286). Factors correlated with LBW is anemia status. For pregnant women are expected to take iron supplements at least 90 tablets regularly during pregnancy.Keywords: low birth weight, mother's age during pregnancy, anemia status.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD TENGKU RAFI’AN SIAK SRI INDRAPURA Efendi, Ahmad Satria
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i1.3429

Abstract

Abstrak Permasalahan mutu pelayanan di RSUD Tengku Rafi’an Siak Sri Indrapura yang masih dirasakan oleh pasien adalah petugas radiologi yang masih kurang tanggap dan cuek serta kondisi ruangan yang kurang rapi dan indah, hal ini sangat mempengaruhi terhadap mutu pelayanan yang diterima oleh pasien di instalasi radiologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk diketahuinya hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di instalasi radiologi RSUD Tengku Rafi’an Siak Sri Indrapura yang meliputi lima dimensi mutu (kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik) terhadap kepuasan pasien. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, respondennya adalah seluruh pasien yang melakukan pemeriksaan radiologi RSUD Tengku Rafi’an Siak Sri Indrapura. Sampel penelitan ini sebanyak 96 orang pasien di instalasi radiologi RSUD Tengku Rafi’an Siak Sri Indrapura yang memenuhi kriteteria inklusi dengan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kehandalan (P value=0,001, nilai OR=4,887), daya tanggap (P value=0,023, nilai OR=2,918), Jaminan (P value=0,010, nilai OR=3,239), Empati (P value=0,001, nilai OR=4,701), Bukti Fisik (P value=0,012, nilai OR = 3,200) dengan kepuasan pasien di Instalsi Radiologi RSUD Tengku Rafi’an Siak Sri Indrapura. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk dapat melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan dan memberikan motivasi kepada seluruh petugas dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan melengkapi sarana prasarana di instalasi radiologi RSUD Tengku Rafi’an Siak Sri Indrapura. Kata-kata kunci: kepuasan pasien, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, bukti fisik Abstract The problem of quality of service at the Hospital Tengku Rafi'an Siak Sri Indrapura is still perceived by the patient is a radiology staff were unresponsive and indifferent as well as physical evidence room were less neat and beautiful, it greatly affects the quality of services in radiology installation. The purpose of this study was to know the relationship of quality of service with the installation of radiological patient satisfaction in hospitals Tengku Rafi'an Siak Sri Indrapura covering five dimensions of quality (reliability, responsiveness, assurance, empathy and tangibles) to client satisfaction. The results showed a link reliability (P value = 0.001, OR value = 4.887), responsiveness (P value = 0.023, OR value = 2.918 ), Security ( P value = 0.010 , OR value = 3.239) , Empathy (P value = 0.001, the value of OR = 4.701), Physical evidence (P value = 0.012 , OR value = 3.200) and patient's satisfaction about the quality of care in the installation of Radiology Hospital Tengku Rafi'an Siak Sri Indrapura. It is suggested to the hospital to be able to undertake efforts to improve service quality and provide motivation to all staff in providing care for patients and complete the installation of facilities in radiology Hospital Tengku Rafi'an Siak Sri Indrapura. Keywords: patient satisfaction, reliability, responsiveness, assurance, empathy, physical evidence
PENGARUH FAKTOR PREDISPOSISI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA IBU RUMAH TANGGA DI PUSKESMAS LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA Damayanti, Cut
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i3.4322

Abstract

RISIKO OBESITAS TERHADAP DIABETES MELITUS DI INDONESIA; STUDI DATA INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY V Setiyo Nugroho, Purwo; Saptono Fahrurodzi, Denny
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i3.6539

Abstract

ABSTRAKWorld Health Organization mengungkapkan bahwa obesitas merupakan satu dari 10 kondisi berisiko menimbulkan penyakit di dunia, serta merupakan satu dari 5 kondisi penyebab penyakit di negara berkembang. Salah satu dampak dari obesitas adalah diabetes melitus yang menempati peringkat empat di dunia, Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 hingga tahun 2013 mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan prevalensi diabetes melitus di Indonesia dari 1,1% pada tahun 2007 menjadi 2,4% pada tahun 2013.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko obesitas terhadap diabetes melitus berdasarkan data Indonesian Family Life Survey V. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional, dimana populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Indonesia dengan sampel penelitian sebanyak 30133 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada dataset yang tersedia. Analisis yang digunakan yakni analisis stratifikasi dan multivariat Cox Regression. Status obesitas dan diabetes melitus merupakan variabel utama penelitian sedangkan kolesterol, jenis kelamin, tekanan darah dan kategori umur merupakan variabel pengganggu. Hasil analisis didapatkan nilai p value 0,0001; PR 3,338; 95% CI 2,575 – 4,325, sehingga dapat di simpulkan bahwa obesitas memiliki risiko 3,338 kali untuk terjadinya diabetes melitus daripada orang yang tidak menderita obesitas. Namun penelitian ini perlu dianalisis dengan variabel penganggu lainnya yang berkaitan. Mengurangi makanan berlemak menjadi cara menurunkan risiko obesitas dan diabetes melitusKata-kata kunci : Obesitas, diabetes melitus, IFLS ABSTRACTWorld Health Organization reveals that obesity is one of 10 conditions as risk factors of disease throughout the world. One of five conditions that cause disease in developing countries. Effects of obesity, one them is diabetes mellitus, which is ranked fourth in the world. Riskesdas in 2007 to 2013 showed that there was increase prevalence of diabetes mellitus in Indonesia from 1.1% in 2007 to 2.4% in 2013. This study aims to analyze risk of obesity in diabetes mellitus from Indonesian Family Life Survey V. This study used Cross Sectional research design, population is all Indonesian people. Sample of study were 30133 respondents, sampling technique used total sampling on available dataset. Stratification and multivariate Cox Regression analysis were used. The status of obesity and diabetes mellitus is main variable of research while cholesterol, gender, blood pressure and age category are confounding variables. The result’s were p value 0,0001; PR 3,338; 95% CI 2,575 - 4,325, so it can be concluded that obesity had a risk of 3,338 times for diabetes mellitus than people who did not suffer from obesity. This research needs to analyzed other related variables. Reducing fatty foods is way of reducing risk obesity and diabetes mellitus.Keywords: Obesity, diabetes mellitus, IFLS
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DENGAN RIWAYAT ASFIKSIA NEONATURUM DI PUSKESMAS MAKASAR JAKARTA TIMUR Wijayanti, Wiwit; Hendriani, Nani
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i3.8181

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara dengan AKB (Angka Kematian Bayi) dengan angka asfiksia tertinggi kelima untuk negara ASEAN pada tahun 2011 yaitu 35/1000 (1). Komplikasi jangka pendek Asfiksia berupa disfungsi multiorgan, komplikasi jangka panjang adalah kelainan neurologi dan keterlambatan perkembangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui fakor yang berhubungan dengan perkembangan balita dengan Riwayat Asfiksia Neonaturum. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan selama 6 bulan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh balita yang berkunjung ke poli MTBS di Puskesmas kecamatan Makasar, Jakarta Timur dan mengalami asfiksia neonaturum. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel minimal 31 reponden, adapun analisis data menggunakan regresi logistik. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan modifikasi KPSP (Kuesioner praskrning Perkembangan) serta pemeriksaan langsung sesuai petunjuk KPSP. Hasil penelitian membuktikan bahwa dari 31 responden terdapat 10 responden (32,3%) yang mengalami perkembangan tidak sesuai, sedangkan yang 21 responden (67,7%) perkembanganya sesuai. Faktor-faktor yang berhubungan perkembangan balita dengan riwayat asfiksia neonaturum adalah karakteristik anak meliputi berat badan lahir dengan p-value= 0.006 dan OR 14.2, usia gestasi p-value= 0,027 dan OR 9,2 serta jenis kelamin p-value= 0,021 dan OR 7,5. Karakteristik orang tua tidak ada hubungan yang bermakna dengan perkembangan anak. Variabel yang paling dominan dalam perkembangan balita dengan riwayat asfiksia neonaturum adalah Usia gestasi dengan OR 5,2 yang berarti bahwa balita yang dilahirkan dengan usia gestasi aterm (37-42 minggu) memiliki peluang 5,2 kali memiliki anak dengan perkembangan yang sesuai dibandingkan dengan anak yang lahir dengan usia gestasi >36 minggu. Rekomendasi Untuk orang tua yang memiliki anak dengan riwayat lahir asfiksia neonaturum agar lebih memperhatikan tumbuh kembang anaknya sehingga dapat mendeteksi jika terjadi keterlambatan.Kata-kata kunci: Asfiksia Neonaturum ABSTRACTIndonesia is a country with IMR(Infant Mortality Rate) with the highest Asphiksia rate for ASEAN Countries in 2011 which was 35/1000 (1). Short-term complications consist of multiple dysfunction, longterm complications are neurogical abnormalities and developmental delay. The purpose of this study was to determine factors related to the development of toddlers with asphyxia neonaturum history. This research is a quantitative analytic study conducted for 6 months. The population of this study was all children under five who visited MTBS at the Makasar sub district Puskesmas, East Jakarta and wewr asphyxia neonaturum sampling using a total sampling technique with a sample of at least 31 responden. The result of the study prove that 31 respondents there werw 10 respondents (32,3%) who used the development is not appropriate, while the 21 respondents (67,7%) development accordingly. Factors related to toddlers development with asphyxia neonaturum statistic are the characteristics of children containing birth weight with p-value= 0,006 and OR 14,2 gestational age p-value= 0,027 and OR 9,2 and gender p-value= 0,021 and OR 7,5. Characteristics of parents have nothing to do with child development. The most dominant variable in todder development with asphyxia neonaturum statistics is gestational age with OR 5,2 which means toddlers who are supported by term gestational age (37-42 weeks) have a 5.2 –fold chance of child development according to the development according to the child who are born with & gt; 36 weeks gestation. Recommendations for parents who have children with asphysia neonaturum birth collections to pay more attention to growth and development.Keyword : Asphyxia neonaturum

Page 5 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue