cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 215 Documents
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN PROVINSI ACEH Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i1.6872

Abstract

ABSTRAKDi Provinsi Aceh kejadian hipertensi banyak dijumpai baik wanita maupun pria. Jumlah kejadian hipertensi di provinsi Aceh tahun 2015 sebanyak10% rawat jalan dan rawat inap 87 orang,Tahun 2017 sebanyak rawat jalan 29%, rawat inap 90 0rang dan 2 diantaranya meninggal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis factor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di RSUD dr. Zainoel abidin Provinsi Aceh. Desain penelitian ini adalah Cross sectional dengan jumlah populasi 774 orang dan jumlah sampel 80 orang. Pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara dan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan CI (Confident Interval) 95%.. Hasil bivariat diperoleh hasil ada hubungan antara kejadian hipertensi dengan umur (P value=0.003, OR=5.113), Jenis Kelamin (p value = 0.743), pekerjaan (p value = 0.341), Stress (p value = 0.274), konsumsi kopi (p value= 0.400), obesitas (p value = 0.041, OR=3.361), Riwayat keluarga (p value =0.0001, OR=6.616). Berdasarkan analisis multivariat diperoleh variabel yang paling dominan adalah variabel riwayat keluarga (p value = 0.001, OR=7.321). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara umur, obesitas dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi di RSUD dr. Zainoel Abidin Provinsi Aceh.Kata-kata kunci : Hipertensi, faktor risiko  ABSTRACTIn the Province of Aceh the incidence of hypertension is found in both women and men. The number of hypertension events in Aceh province in 2015 was 10% outpatient and 87 inpatient care, 2017 as many as 29% outpatient care, 90 inpatient hospitalizations and 2 of them died. The purpose of this study was to analyze the risk factors associated with the incidence of hypertension in RSUD dr. Zainoel abidin the Province of Aceh. The design of this study was cross sectional with a population of 774 people and a total sample of 80 people. Data collection by means of observation and interviews and using questionnaires. The analysis used was univariate analysis and bivariate analysis using the chi square test with CI (Confident Interval) 95%. Bivariate results were obtained. There was a relationship between the incidence of hypertension and age (P value = 0.003, OR = 5.113), Gender (P value = 0.743), employment (p value = 0.341), stress (p value = 0.274), coffee consumption (p value = 0.400), obesity (p value = 0.041, OR = 3,361), family history (P value = 0.0001, OR = 6.616). Based on multivariate analysis, the most dominant variable was obtained from the family history variable (p value = 0.001, OR = 7.321). Based on the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between age, obesity and family history with the incidence of hypertension in RSUD dr. Zainoel Abidin Aceh Province.Keyword: Hipertention, risk factor
FAKTOR RISIKO PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUNG PAYUNG KOTA BANJARBARU (TINJAUAN TERHADAP FAKTOR MANUSIA, LINGKUNGAN, DAN KEBERADAAN JENTIK) Fakhriadi, Rudi; Yulidasari, Fahrini; Setyaningrum, Ratna
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i1.2703

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di dunia. Tahun 2009 di kota Banjarbaru terdapat 130 kasus Penderita Demam Berdarah dengan penderita meninggal dunia terbanyak di Kecamatan Guntung Payung sebanyak 7 orang. Faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit DBD antara lain host, lingkungan, dan keberadaan jentik. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko DBD berdasarkan perilaku keluarga yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN), faktor lingkungan (dinding rumah, keberadaan sumur gali dan kepadatan hunian) serta keberadaan larva Aedes aegypti (Container Index) di wilayah Puskesmas Guntung Payung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control yang. Sampel penelitian dengan teknik purposive sampling adalah 50 orang dengan 25 orang kontrol dan 25 orang kasus.Berdasarkan uji odd ratio dengan derajat kepercayaan 95% pengetahuan (OR=7,944), sikap (OR=7,875), dan tindakan (OR=14,636) tentang PSN merupakan faktor risiko kejadian DBD. dinding rumah yang rapat (OR = 11,296), ketersediaan sumur gali (OR = 1,263), dan kepadatan hunian (OR = 6,682) merupakan faktor risiko kejadian DBD. Container Index merupakan faktor risiko kejadian DBD (OR = 8,143). Disimpulkan bahwa faktor manusia, lingkungan, dan keberadaan jentik merupakan faktor risiko terjadinya penyakit DBD di wilayah Kerja Puskesmas Guntung Payung kota Banjarbaru. Kata-katakunci:DBD, PSN, container index Abstract Dengue fever is one of the world health problem for communicablediseases. Banjarbaru City has recorded 130 cases with 7 death casualties in GuntungPayungsubdistrict at year 2009. Dengue Fever was affected by several causes including host, environment and wiggler existence. The Main Purpose for this research is to discover risk factor based on family behavior like basic knowledge, attitude and action to exterminate mosquito breed place (PSN), surrounding environment (tight house wall, conventional well and housing density) and existence of larva AedesAegypti (Container Index) around GuntungPayung Community Health Center. This research used Obsevational Analytic method with Case Control for Research Design. Purposive Sampling technique from 50 people including 25 people for Control and 25 people for Case in Research Sampling. According to Odd Ratio test using trust-degree for 95% knowledge (OR=7,944), attitude (R=7,875) and action (OR=14,636) about PSN were accumulated to Dengue Fever risk factors. Tight house wall (OR = 8,143), availability of conventional well (OR = 1,263) and housing density (OR = 6,682) were accumulated to Dengue Fever risk factors. Container Index (OR = 8,143) were accumulated to Dengue Fever risk factor. Being said that Human, Environtment and Wigler existence were considered the risk factors for Dengue Fever at GuntungPayung Community Center in Banjarbaru City.Keywords:DBD, PSN, container index 
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN ISPA NON PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI PINANG Ningrum, Evytrisna Kusuma
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i1.2714

Abstract

Abstrak ISPA merupakan salah satu penyebab kematian utama pada balita, khususnya di Negara berkembang. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA terbagi atas dua kelompok besar yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kondisi fisik rumah dan kepadatan hunian dengan kejadian ISPA non pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Sungai Pinang tahun 2011. Jenis dari penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan metode pendekatan crose sectional. Hasil analisis data menggunakan chi square menunjukkkan suhu dengan P-value = 1,000, kelembapan dengan P-value = 1,000, luas ventilasi dengan P-value =0,213, dan kepdatan hunian dengan P-value = 0,281, artinya semua variabel independen tidak ada hubungan yang signifikan dengan variabel dependen. Kata-kata kunci: Fisik rumah, kepatan hunian, ISPA non pneumonia.Abstract ISPA is one of the main causes of mortality in children under five years, especially in developing countries. Risk factor associated with incedent ISPA is divided into two major groups, that is : factor intrisic and factor extrinsic. The purpose of this study was to analyze the correlation between condition of dwelling house and density house with incedence of ISPA non pneumonia in the area work of Sungai Pinang Public healt center in 2011. This type of research is observational analytic approuch a crose sectional. Result of data analysis using chi squeare test showed that housing condition that are not associated with incedence  of ISPA non pneumonia is temperature with p value = 1,000, moisture with p value = 1,000, widely ventilation with p value = 0,213, and desinty of occupancy with p value = 0,218.Keywords: dwelling house, desinty occupancy, ISPA
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA BIDAN SAAT MELAKUKAN PERTOLONGAN PERSALINAN NORMAL Studi Observasional Analitik pada Bidan Praktik Swasta di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nurhayati, Shofia Adibah; Setyaningrum, Ratna; Fadillah, Noor Ahda
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i1.2731

Abstract

AbstrakAlat pelindung diri merupakan komponen dari kewaspadaan standar dan juga merupakan metode pencegahan dan pengendalian infeksi yang harus rutin dilaksanakan terhadap semua pasien dan di semua fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan pada 10 bidan praktik swasta diketahui bahwa pada 10 bidan praktik swasta tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri secara lengkap pada saat melakukan pertolongan persalinan normal. Dari 10 bidan praktik swasta hanya 5 orang yang menggunakan masker, kacamata/pengaman mata dan alat pelindung kaki/sepatu tertutup pada saat melakukan pertolongan persalinan normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri bidan praktik swasta pada saat pertolongan persalinan normal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang diambil menggunakan teknik sampling jenuh/total sampling. Hasil penelitian dengan uji fisher exact (α=0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan ketersediaan APD dengan penggunaan APD dengan p-value masing-masing sebesar 0,003 dan 0,0001, namun tidak terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan APD (p-value=0,102). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan ketersediaan APD dengan penggunaan APD pada bidan praktik swasta.Kata-kata kunci: pengetahuan, sikap, ketersediaan APD, penggunaan APD, bidan AbstractPersonal protective equipment as a component of standard precautions and a method of prevention and infection control should be routinely performed on all patients and in all health care facilities. Based on preliminary observations made on 10 private midwife note show that on 10 privately practicing midwives are not using personal protective equipment in full at the time of normal delivery assistance. Of the 10 privately practicing midwives only 5 people using masks, goggles / eye safety and protective gear feet / shoes closed at the time of normal delivery assistance. This study aims to determine the factors associated with the use of personal protective equipment privately practicing midwives during normal delivery assistance in Hulu Sungai Selatan regency. This is an observational analytic study with cross-sectional approach. The total sample in this study as many as 30 people were taken using sampling techniques saturated / total sampling. Based on analytic test using fisher exact (α = 0.05), shows that there is a significant relationship between knowledge and the availability of PPE with the use of PPE with p-value respectively of 0,003 and 0,0001, but there is no relationship between attitudes to the use of PPE (p-value = 0.102). It can be concluded that there is a relationship between knowledge and the availability of PPE with the use of PPE in private practice midwives.Keywords: knowledge, attitudes, availability of APD, use of PPE, midwives
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU AKSEPTOR TENTANG METODE KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA UNA-UNA KECAMATAN UNA-UNA Entoh, Christina
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i1.3425

Abstract

Abstrak Berdasarkan data kesehatan Dunia WHO, pengguna KB sebanyak 77,9% peserta dan pengguna KB di Indonesia sebanyak 52,62%. Menurut data Provinsi Sulawesi Tengah ada 84,6% penguna KB, sedangkan menurut Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Tojo Una-una tahun 2014 terdapat 40.917 PUS dimana 33.404 diantaranya adalah peserta KB aktif (81,64%). Dari 33.404 PUS  peserta KB terdapat 12.079 (36,16%) PUS yang menggunakan metode kontrasepsi suntik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu akseptor tentang pemilihan metode kontrasepsi suntik di Desa Una-Una Kecamatan Una-Una. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 responden, tingkat pengetahuan Ibu akseptor tentang metode kontrasepsi suntik yang paling banyak yaitu yang berpengetahuan cukup dengan jumlah 28 responden (62%), berdasarkan umur terbanyak adalah >35 tahun berpengetahuan cukup  yaitu 16 responden (64%), berdasarkan pendidikan terbanyak adalah SD berpengetahuan baik yaitu  1 responden (100%), berdasarkan paritas terbanyak adalah >2 berpengetahuan cukup yaitu 14 responden (67%). Dengan demikian dapat disarankan agar tenaga kesehatan sebaiknya dapat memberi konseling dan pemahaman lebih dalam pada akseptor KB tentang metode kontrasepsi suntik. Kata-kata kunci:  pendidikan, pengetahuan, keluarga berencana, KB suntik, paritas Abstract         Based on data from the World Health Organization (WHO), KB users as much as 77.9% of the participants and users of family planning in Indonesia as much as 52.62%. According to the data of Central Sulawesi there are 84.6% users KB, while based on data from the Women's Empowerment, Child Protection and Family Planning Tojo Una-Una 2014, there were 40.917 PUS where 33.404 of which are active family planning participants (81.64%). 33.404 participants from 12.079 KB (36.16%) PUS injectable contraceptive methods. The purpose of this study was to determine the knowledge capital overview acceptor on injectable contraceptive method selection in the village of Una-Una, District of Una-Una. This study was a descriptive study. The sampling technique in this research is total sampling. The results showed that  45 respondents, the level of knowledge about the mother acceptor injectable contraception method that most that are knowledgeable enough with the number of 28 respondents (62%), Most are based on age> 35 years was knowledgeable enough is 16 respondents (64%), based on the highest level is a primary good knowledge ie 1 respondent (100%), based on the highest parity is> 2 knowledgeable enough that 14 respondents (67%). Thus it can be recommended that health workers should be able to provide counseling and deeper understanding of family planning acceptors of the injectable contraceptive method. Keywords: education, knowledge, family planning, injectables, parity
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KELUARGA DALAM PERAWATAN LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAWE SIGALA-GALA Sriwahyu, Alas
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v4i3.4321

Abstract

Abstrak Menurut UU kesehatan nomor 36 tahun 2009 lansia adalah seseorang yang usianya 60 tahun keatas dan mengalami perubahan biologis, fisik, dan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku keluarga dalam perawatan lansia  di Wilayah Kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah salah satu anggota keluarga yang menemani lansia yaitu sebanyak 514 orang. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin sebesar 85 orang dengan menggunakan tehnik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pekerjaan (nilai p = 0,026), pendidikan (nilai p = 0,003), pengetahuan (nilai p = 0,020), sikap (nilai p = 0,0001) dan peran tenaga kesehatan (nilai p = 0,024) dengan perilaku keluarga dalam perawatan lansia. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel dominan yang berhubungan dengan perilaku keluarga dalam perawatan lansia adalah faktor sikap dengan nilai p = 0,001. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan terhadap perilaku keluarga dalam perawatan lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala Tahun 2017 dan faktor dominan yang berpengaruh terhadap perilaku keluarga dalam perawatan lansia  di Wilayah Kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala Tahun 2017 yaitu faktor sikap. Kata-kata kunci: Keluarga, lansia, perawatan lansia  Abstract According to the Law on Health No. 36/2009, the elderly are those who are above 60 years old and undergo biological, physical, and social changes. The objective of the research was to find out some factors which influence family’s behavior in taking care of   the elderly in the working area of Lawe Sigala-gala Puskesmas, in 2017. The research used observational descriptive analytic method with cross sectional design. The population was 514 members of families who took care of the elderly, and 85 of them were used as the samples, taken by using Slovin formula and simple random sampling technique. The data were gathered by using questionnaires  by using univariate analysis, bivariate analysis with chi square test, and multivariate analysis. The result of the research, using bivariate analysis, showed that had the correlation between work (p value = 0,026), education (p value = 0,003), knowledge (p value = 0,020), attitude (value p = 0,0001) and health worker role (p value = 0,024) with family’s behavior in taking care of the elderly. The result of multivariate analysis showed that the variable which had the most dominant correlation with family’s behavior in taking carte the elderly was the variable of attitude with p value =0.001. Based on it can be concluded that there is influence between work, education, knowledge, attitude and role of health worker to family behavior in elderly care at Working Area of Lawe Sigala-gala Public Health Center Year 2017 and dominant factor that influence to family behavior in elderly care in Work Area Puskesmas Lawe Sigala-gala is attitude factor. Keywords: Family, elderly, taking care of the elderly 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KOMUNIKASI DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ORALIT DAN ZINC SAAT DIARE DI DAERAH PINGGIRAN SUNGAI Pujianti, Nita
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i3.6538

Abstract

ABSTRAKDiare merupakan kondisi terjadinya gangguan buang air besar atau BAB yang ditandai dengan BAB lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja cair, dapat disertai dengan darah dan atau lendir. Profil kesehatan 2017 menunjukkan angka prevalensi nasional untuk diare sebesar 4,5%. Insiden diare pada balita mencapai 7,7% dan hanya 60,4% yang tertangani, hal ini menjadikan diare menempati urutan kedua penyebab kematian pada balita. Provinsi Kalimantan Selatan, kasus diare pada balita tertinggi ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan IR 542,3 (Tahun 2016) dan IR 8007,7 (Tahun 2017) disertai 1 kasus kematian. Penelusuran data tingkat kabupaten didapatkan bahwa wilayah yang menempati urutan pertama untuk IR kejadian diare tertinggi di tahun 2017 adalah Puskesmas Danau Panggang dengan angka IR sebesar 45,720 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kajian faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan oralit dan zinc pada pasien diare daerah pinggiran sungai. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Populasi adalah orang tua yang memiliki balita yang pernah terdiagnosa diare yang terdata di Puskesmas Danau Panggang yaitu sebanyak 983 orang. Sampel yang diteliti berjumlah 87 responden diambil menggunakan purposive sampling. Menggunakan alat ukur kuisioner, hasil penelitian ini dianalasis menggunakan uji chi-square yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p value=0,0001) dan komunikasi (p value=0,018). Kesimpulan dari penelitan ini adalah ada hubungan antara pengetahuan dan komunikasi dengan kepatuhan penggunaan oralit dan zinc oleh orang tua saat balitanya diare di daerah pinggiran sungai.Kata-kata kunci: kepatuhan, oralit, zinc, diare, pengetahuan, komunikasiABSTRACTDiarrhea is a condition of disruption of bowel movements or bowel movements characterized by defecation more than 3 times a day with the consistency of liquid stool, can be accompanied by blood and / or mucus. The 2017 health profile shows a national prevalence rate for diarrhea of 4.5%. The incidence of diarrhea in infants reaches 7.7% and only 60.4% is handled, this makes diarrhea second in the cause of death in infants. In South Kalimantan Province, the highest cases of diarrhea in infants were in North Hulu Sungai Regency with IR 542.3 (in 2016) and IR 8007.7 (in 2017) accompanied by 1 case of death. District level data search found that the region that ranked first for IR the highest incidence of diarrhea in 2017 was the Danau Panggang Health Center with an IR number of 45,720 cases. This study aims to explain the study of factors related to adherence to the use of ORS and zinc in patients with diarrhea in the suburbs. This research is a quantitative study using a cross sectional design. The population is parents who have toddlers who have been diagnosed with diarrhea recorded at the Danau Panggang Health Center as many as 983 people. The samples studied were 87 respondents taken using purposive sampling. Using a questionnaire measuring instrument, the results of this study were analyzed using a chi-square test which showed that there was a relationship between knowledge (p value = 0,0001) and communication (p value = 0.018). The conclusion of this research is that there is a relationship between knowledge and communication with compliance with the use of ORS and zinc by parents when they have diarrhea in the riverbank area.Keywords: compliance, oralit, zinc, diarhea, knowledge, communication.
KEBUGARAN DAN FAKTORNYA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA Mustakim, Mustakim; Surury, Istianah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i3.8180

Abstract

ABSTRAKKebugaran jasmani memiliki peranan penting yang menentukan produktivitas kerja pada umumnya dan belajar pada khususnya, manfaat kebugaran jasmani sangat bermacam macam, salah satunya ialah kebugaran bagi pelajar dan mahasiswa dapat mempertinggi kemauan dan kemampuan belajar. Sebuah studi yang dilakukan pada mahasiswi FKM UI menunjukkan 86,7% berada dalam kondisi tidak bugar berdasarkan norma tes kebugaran. Studi ini bertujuan melihat kebugaran dan hubungannya dengan aktivitas fisik, status gizi, durasi tidur dan stress pada mahasiswa FKK UMJ tahun 2018. Studi ini menggunakan disain studi potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa FKK UMJ dan kemudian terpilih menjadi sampel atau responden dengan kriteria terdaftar aktif sebagai mahasiswa dan berada dalam kondisi sehat. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dari Maret-Agustus 2018. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Data Kebugaran diambil dengan menggunakanYMCA 3 Minutes Step test sedangkan variabel independen dengan menggunakan kuesioner dan status gizi (Indeks Massa Tubuh) dengan menggunakan antropometri. Hasil pengumpulan data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji kai kuadrat. Hasil studi menunjukan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kebugaran (p-value=0,019). Sedangkan status gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kebugaran (p-value= 0,143). Adapun stress dan durasi tidur tidak berhubungan dengan kebugaran pada mahasiswa FKK UMJ (p-value= 1 dan 0,265). Faktor yang berhubungan secara spesifik hanya aktivitas fisik dan diperlukan penelitian lebih lanjut terkait kebugaran dan faktornya dengan menggunakan instrumen yang lebih mampu mengukur dalam setiap varibelnya sehingga potensi bias dapat terminimalisir.Kata-kata kunci: Kebugaran, aktivitas fisik, status gizi, stress, durasi tidur ABSTRACTPhysical fitness has an important role that determines work productivity in general and learning particular, the benefits of physical fitness are very diverse, one benefit of fitness is enhancing their willingness and learning ability. A study of FKM UI Student’s in Depok showed that 86.7 belong to low fitness categorized regarding to fitness norms test. This study aimed to determine fitness and its relationship with physical activity, nutritional status, sleep duration and stress. Study used a quantitative method with cross-sectional study. The Population in this study were FKK UMJ student’s and then selected as respondent used simple random sampling technique. Inclusion criteria were student with good health condition and registered as official students in FKK UMJ. Data of fitness was collected by using the YMCA 3 Minutes Step test while the independent variables use a questionnaire and nutritional status (Body Mass Index) used anthropometry. The results of data collection were analyzed using chi-square test. The results of the study showed a significant relationship between physical activity and fitness (p-value= 0.019). While nutritional status does not have a significant relationship with fitness (p-value= 0.143). As for stress and sleep duration, they were not associated to fitness (p-value = 1 and 0,265). Physical activity is the only one variable that associated to fitness, further research is needed using better instrument to gain better result and minimize potential bias.Keywords: physical fitness, physical activity, nutritional status, sleep duration, stress
EFEKTIFITAS PERAWATAN TALI PUSAT TEKNIK KERING DAN TERBUKA TERHADAP LAMA PUPUT TALI PUSAT DI KOTA BANJARBARU Noorhidayah, Noorhidayah; Fakhriyah, Fakhriyah; Isnawati, Isnawati; Tazkiah, Muhammad
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v2i1.2708

Abstract

Abstrak  Tetanus neonatorum dan infeksi tali pusat menjadi penyebab kesakitandankematiandiberbagainegara.Setiaptahunsekitar 500.000 bayi meninggal karena tetanus neonatorum . Tujuanpenelitianmenganalisis efektifitas perawatan tali pusat dengan teknik kering dan terbuka terhadap lama puput tali pusat pada bayi baru lahir. Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan kohort. Populasi adalah bayi baru lahir bulan April – Mei 2014 dengan berat badan >2500 gramdi BPS Lasmitasari, S.ST, Siti Musrifah, Am.Keb, Wiwik Indriani, Am.Keb dan RSUD Banjarbaru. Sampel menggunakanaccidental sampling. Hasil uji denganMann – Whitneymenunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara perawatan tali pusat dengan teknik kering dan terbuka terhadap lama puput tali pusat pada bayi baru lahir (p = 0,759 >α = 0,05). Disarankan bagi tenaga kesehatan memberikan pengetahuan kepada ibu tentang perawatan tali pusat yang efektif, seperti teknik kering dan terbuka sehingga ibu dapat memberikan perawatan tali pusat yang tepat dan aman untuk bayi. Kata-kata Kunci : perawatan tali pusat, teknik kering, teknik terbuka, lama pupus tali pusat Abstract Neonatal Tetanusandumbilical cord stump infection are the causes ofmorbidityandmortalityinvariouscountries. Each year about500,000babiesdie because ofNeonatal Tetanus.The purposeof studyto analyzethe effectiveness of stumptreatmentwithdryandopen technique toward fall off time of stump on newborn baby. Theresearch designwasa cohortanalyticapproach. The population arenewborn baby which was born inApril-May2014hasweight>2,500 gramatBPSLasmitasari, S.ST, SitiMusrifah, Am.Keb, WiwikIndriani, Am.KebandRSUDBanjarbarufrom April to May, 2014. Sample using accidental sampling. Mann-Whitney testshowed nodifferencebetweentreatmentwithdryandopen technique to stump on newborn baby(p =0.759>α=0.05). For health workers should be able to educate mothers about stump effective treatment, such as dry technique and open technique in order to provide safe and proper umbilical cord treatment for babies. Key words : umbilical cord treatment, dry technique, open technique, the fall off time of stump  
HUBUNGAN ANTARA PARITAS, LILA, KADAR Hb DAN USIA IBU HAMIL DENGAN BERAT LAHIR BAYI Suwarni1, Yunita; Noor, Meitria Syahadatina; Rahayu, Atikah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v1i1.602

Abstract

The pregnant is the period was during the fetus in the womb of mother, during the pregnant is the period in which someone woman requiring various elements of nutrition that much more than is necessary in a state of ordinary. In addition to meet the needs of her own body, various the nutrients it also needed for growth and development of a fetus who was n her womb. Nutritional needs of pregnant mother during must be fulfilled to suppress the risk of weight born low (LBW). Several factors that influence the weight babies among others born baby weight, parity, hb, mother age and the upper arm circumference (LILA ) of mother. Tanah laut district  was a city with the highest number of cases LBW at South Kalimantan,  specifically 5,2 % and Pelaihari Sub-District has the highest rate of LBW in the district, which is 5.7%. The researches aims to investigate the relation between number of birth, MUAC, Hb and mother’s age with infant’s birth weight at Pelaihari Sub-District Tanah Laut City period in 2012. The researches was analytic observational approach that used cross sectional design with 267 samples. Researches instrument used secondary data. Dependent variable is birth weight infants, independent variable are number of birth, MUAC, Hb and mother’s age. Data obtained analyzed with chi square tests.The result of this researches showed that LILA (OR=22,165:p-value<0,05), HB (OR=20,907:p-value<0,05), pregnant mothers age  (OR=6,667:p-value<0,05) and parity  (p-value>0,05) that means that there was a relationship between LILA, Hb, and pregnant mothers age with heavy the baby was born. Meanwhile, there was no relationship between parity with born baby weight Key words: pregnant mother, born baby weight, number of birth,  Hb, mother’ age, LILA

Page 3 of 22 | Total Record : 215


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue