cover
Contact Name
Zaini Tamin AR
Contact Email
zainitamim@gmail.com
Phone
+6285732024211
Journal Mail Official
zainitamim@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wedoro PP No. 66, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, 61253
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
ISSN : 20874820     EISSN : 25798995     DOI : https://doi.org/10.54180/elbanat
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus of this paper is an attempt to actualize a better understanding of the science of islam and Islamic thought, both locally and internationally through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE This journal Contains Islamic studies included education , legal, political , economic , social and cultural
Articles 142 Documents
Mengkritisi Hadits Syi’ah Bahrul Ulum
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.436 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.1.1-14

Abstract

Kaum Muslimin meyakini Hadits sebagai sumber tasyri’ setelah al-Qur’an. Ia berfungsi sebagai penjelas dan penfasir al-Qur’an. Bahkan juga sebagai penetap hukum yang independen sebagaimana al-Qur’an sendiri. Karena itulah para ulama menjaganya dengan baik dengan cara menetapkan berbagai persyaratan yang ketat agar sebuah teks bisa dikategorikan sebagai hadits. Setelah meneliti dan membuktikan keabsahan matan (isinya) kemudian mengkaji sanadnya hingga dapat dipastikan bahwa teks tersebut benar-benar hadits. Syiah sebagai salah satu frqoh dalam Islam ternyata memiliki metodologi tersendiri dalam menentukan sebuah teks disebut hadits. Inilah yang kemudian memunculkan perbedaan antara metodologi jumhur ulama dengan Syiah. Oleh karena itu, tentu menjadi menarik untuk mengetahui lebih jauh tentang hadits menurut Syiah.
Beberapa Pendekatan Metodologis Ilmu Sosial dalam Perspektif Studi Islam Toha Machsun
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.659 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.1.15-26

Abstract

Sejak kedatangannya, Islam telah tampil sebagai agama yang memberikan perhatian pada keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat, antara hubungan manusia dengan tuhan, antara hubungan manusia dengan manusia, dan antara urusan ibadah dengan urusan muamalah. Islam memandang keterkaitan agama dengan masalah kemanusiaan sangat erat. Oleh karena itu posisi agama harus diperhatikan sebagai landasan berfkir dalam mengembangkan ilmu sosial. Dengan kata lain ilmu pengetahuan sosial harus digali dari nilai-nilai agama yang disebut sebagai ilmu sosial profetik. Ini menjadi penting jika dikaitkan dengan situasi kemanusiaan di zaman moden ini. Sebab faktanya dunia modern menyimpan suatu potensi yang dapat menghancurkan martabat manusia jika jauh dari nilai-nilai agama.
Menimbang Paradigma Hermeneutika dalam Menafsirkan al-Qur’an Warsito Hadi
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.454 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.1.27-39

Abstract

Tidak bisa dipungkiri bahwa dampak yang ditimbulkan dari pendekatan hermeneutic terhadap penafsiran Al-Qur’an kerapkali memicu kontroversi di kalangan ummat Islam. Bahkan beberapa ulama dengan tegas menolak rekomendasi hermeneutik sebagai salah satu metode istinbat hukum. Fenomena ini merupakan bagian dari potret masih kuatnya sebagian umat Islam mempertahankan metode “salaf ” dan adanya sikap penolakan terhadap metode baru, yang harus diakui hingga saat ini relatif banyak yang terinspirasi dari Barat. Di sisi lain juga banyak peminat ilmu-ilmu Tafsir dan Ulum al-Quran yang tidak begitu mempersoalkan kehadiran hermeneutika di dalam memahami Al-Qur’an. Mungkin ini disebabkan kerana luas dan dalamnya pelbagai metode yang pernah digunakan para ulama di dalam memahami teks-teks keagamaan. Tentu ini menarik untuk dikaji
Konsep Dasar Pendidikan dalam al-Qur'an Wahyudi, Muhammad
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.463 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.1.40-49

Abstract

Dalam al-Qur’an telah banyak isyarat mengenai pentingnya pendidikan. Bahkan jika al-Qur’an dikaji lebih mendalam maka kita akan menemukan beberapa prinsip dasar pendidikan, yang selanjutnya bisa kita jadikan inspirasi untuk dikembangkan dalam rangka membangun pendidikan yang bermutu. Ada beberapa indikasi yang terdapat dalam al-Qur’an yang berkaitan dengan pendidikan antara lain; Menghormati akal manusia, bimbingan ilmiah, ftrah manusia, penggunaan cerita (kisah) untuk tujuan pendidikan dan memelihara keperluan sosial masyarakat . Untuk mengkaji aspek pendidikan dalam al-Qur’an maka makalah ini sengaja dibuat, untuk mengetahui pengertian pendidikan, istilah-istilah pendidikan dalam al-Qur’an, hakikat dan prinsip dasar, serta analisis problem di dunia pendidikan Islam terutama di Indonesia, bagaimana konsep ideal pendidikan Islam, dan bagaimana realitas pendidikan Islam di Indonesia? serta bagaimana mewujudkan pendidikan Islam yang bermutu?
Turki Antara Sekularisme dan Aroma Islam; Studi atas Pemikiran Niyazi Berkes Imron Mustofa
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.995 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.1.50-62

Abstract

Sejak Musthafa Kemal Attaturk menjadi presiden pertama di Turki, negeri bekas kekhalifahan Usmaniyah ini berubah total menjadi negara sekular. Kamal dengan tegas memisahkan persoalan agama dan politik. Agama tidak lagi menjadi kewenangan negara tetapi diberikan seluas-luasnya secara pribadi kepada masyarakat. Sekularisme yang berkembang di Turki pada masa Attaturk sempat menjadikan Turki sebagai Negara “Barat” yang ada di wilayah Timur Tengah dengan segala nuansa sekularisme tak ubahnya seperti suasana di negara-negara Eropa dan Amerika. Turki kemudian menjadi sebuah negara modern dibawah kepemimpinan Attaturk dan militer dijadikan sebagai “penjaga” terhadap ide sukularisme yang terus tumbuh di negara tersebut. Dibawah pemerintahan Erdogan, Turki cenderung menampakkan aroma Islamnya daripada sekulernya. Ini menarik untuk dikaji.
Metode Studi Islam; Gagasan Pengembangan Metode Studi Islam di Masa Depan Siti Aminah
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.915 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.1.63-79

Abstract

Perkembangan metodologi studi Islam akhir-akhir ini dapat dikatakan mengalami kemajuan yang signifkan. Di samping karena adanya warisan klasik kesarjanaan muslim yang hingga kini masih bertahan kuat, kemajuan itu juga sebagai akibat –langsung atau tidak langsung– sentuhan dengan tradisi keilmuan Barat yang telah dahulu maju dalam berbagai disiplin keilmuan. Sesungguhnya, Islam layak menerima perhatian yang besar dalam studi agama lantaran perkembangan dan pengaruh global terhadap penduduk muslim dunia. Pemahaman tentang Islam sebagai agama (understanding Islam as religion) dan pemahaman tentang agama dari sudut pandang Islam (understanding of religion in terms of Islam) merupakan persoalan yang perlu dielaborasi dalam diskusi dan pembahasan para sarjana di bidang studi agama.
Hadits Maudhu’ dan Hukum Mengamalkannya Edi Kuswadi
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.389 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.1.80-88

Abstract

Hadits palsu atau hadits maudhu’ adalah perkataan dusta yang dibuat dan direkayasa oleh seseorang kemudian dinisbahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits palsu adalah seburuk-buruknya hadits dhaif, bahkan sebagian ulama menganggapnya jenis tersendiri di luar hadits dhaif. Seluruh ulama pun sepakat haram hukumnya meriwayatkan atau menyampaikan hadits maudhu’ kecuali dengan menjelaskan hakekatnya, bahwa ia hadits palsu. Namun hadits ini sudah terlanjut beredar di masyarakat sehingga perlu adanya edukasi sehingga masyarakat tahu hukumnya
Reformasi Pendidikan dengan Islamisasi Ilmu Masruli Abidin
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.769 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.1.89-101

Abstract

Reformasi pendidikan adalah upaya perbaikan pada bidang pendidikan. Ia memiliki dua karakteristik dasar yaitu terprogram dan sistemik. Reformsi pendidikan yang terprogram menunjuk pada kurikulum atau program suatu institusi pendidikan. Yang termasuk kedalam reformasi terprogram ini aadalah inovasi. Sedangkan reformasi sistemik berkaitan dengan adanya hubungan kewenangan dan distribusi serta alokasi sumber daya yang mengontrol sistem pendidikan secara keseluruhan. Hal ini sering kali terjadi di luar sekolah dan berada pada kekuatan social dan politik. Karakteristik reformasi sistemik ini sulit sekali diwujudkan karena menyangkut struktur kekuasaan yang ada. Sebelum melakukan reformasi tentu dibutuhkan konsep yang matang. Tawaran yang sangat mungkin yaitu reformasi dimulai dengan islamisasi ilmu sebagai subtansi yang sangat penting.
Mengkritisi Orientalis yang Meragukan Otentisitas Qur’an Agus Darmawan
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.48 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2016.6.1.102-110

Abstract

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad sebagai petunjuk dalam segala hal, baik masalah duniawi maupun ukhrawi. Sebagai kitab suci, umat Islam tidak pernah mempertanyakan otentisitasnya sejak dahulu. Namun sakralitas al Qur’an tersebut terus-menerus digerogoti oleh kaum yang sering disebut kaum beserta para pengikutnya. Mereka berusaha keras menghancurkan sakralitas al Qur’an dengan berbagai cara. Di antaranya dengan cara menggugat otentisitas dan otoritas al Qur’an. Gugatan otentisitas al Qur’an pada gilirannya jelas akan mengguncang otoritas (kehujjahan) al Qur’an, atau mengancam kedudukan al-Qur’an sebagai hujjah atau dalil syariat pertama bagi segala ajaran Islam. Jika otoritas al Qur’an ini sudah bisa dihancurkan, kaum orientalis tentu berharap akan dapat pula meruntuhkan seluruh sumber ajaran Islam lainnya seperti as-Sunnah, Ijma Sahabat, dan Qiyas. Itulah tujuan akhir mereka yang sangat keji.
Tarik Ulur Tatanan Sosial antara Marx dan al-Faruqi Siti Aminah
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.318 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2017.7.1.1-20

Abstract

Artikel ini hadir, guna mengelaborasi pemikiran Marx dan al-Faruqi, khususnya tantang kesatuan konsep sosial, ekonomi dan budaya yang melahirkan tata sosial masyarakat. Dari artikel ini didapati bahwa Marx adalah seseorang yang dianggap memiliki andil besar dalam perkembangan sosial. Pendangan yang ia kemukakan seakan-akan menyatukan dunia ekonomi, pemerintahan, dan teknologi. Teori perubahan sosial Marx merumuskan perubahan sosio-kultural sebagai hasil dari sebuah produksi, dan berakibat pada terbentuknya klasifikasi golongan masyarakat. Perubahan ini akan membawa pada sebuah revolusi dalam tata sosial masyarakat. Ia juga memandang bahwa penderitaan masyarakat disebabkan oleh lahirnya klasifikasi sosial di antara mereka. Agama baginya tidak lebih dari sekedar bentuk pelarian semu yang menjanjikan kebahagiaan palsu bagi golongan kelas bawah. Di lain pihak, al-Faruqi memiliki pandangan yang berbeda dari Marx dalam menyikapi kondisi masyarakat tersebut. Uniknya ia menggunakan cara pandang tawhīdīy yaitu sebuah cara pandang dengan berlandaskan pada tauhid, sebagai dasar dari segala aktifitas dan pola pikir manusia. Tokoh yang disebut kedua ini, melihat sosial sebagai suatu keterikatan yang mencakup seluruh umat manusia tanpa terkecuali, dengan prinsip saling mendidik, guna menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, dan moral. Adapun pondasi umat adalah tauhid, terlebih lagi baginya tauhid adalah suatu bentuk kepercayaan Ilahi, yang menuntut pemenuhan perintah dengan unsur etika dari God will.

Page 2 of 15 | Total Record : 142