cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 509 Documents
Analisa Sifat-Sifat Serat Alam Sebagai Penguat Komposit Ditinjau Dari Kekuatan Mekanik Rodiawan Rodiawan; Suhdi Suhdi; Firlya Rosa
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.557 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.117

Abstract

Salah satu pertimbangan dalam merencanakan bahan komposit adalah bagaimana agar  material komposit yang akan di gunakan dalam suatu konstruksi dapat terdegradasi secara alami di alam. Penggunaan serat alam adalah solusi agar tujuan tersebut dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekutan mekanik komposit dengan mengkombinasikan matrik polimer yang diperkuat dengan serat alam. Polimer yang digunakan adalah jenis resin YUKALAC 157 BQTN –EX dengan pengeras MEKPO. Penguat yang digunakan adalah masing-masing serat resam (dicranopteris linearis), serat ijuk (arenga Pennata) dan jerami padi. Setiap serat mendapatkan perlakuan perendaman pada  NaOH 5% selama 2 jam. Standar uji menggunakan ASTM D638 untuk uji tarik dan D5941 untuk uji impak. Dari hasil pengujian diperoleh uji tarik yang paling tinggi adalah serat resam yaitu 26,8747 MPa, modulus elastisitas yang paling tinggi adalah serat jerami padi yaitu 4427,4030 MPa, dan nilai regangan yang paling tinggi adalah serat resam yaitu 0,5482%. Nilai kerja patah tertinggi adalah serat ijuk yaitu 18,1500J dan nilai kekuatan impak tertinggi adalah serat ijuk yaitu 0,1120 J/mm2.
EFEK PELUMASAN METODE MINIMUM QUANTITY LUBRICATION (MQL) TERHADAP KUALITAS PERMUKAAN BENDA KERJA MAGNESIUM Gusri Akhyar Ibrahim; Achmad Yahya; Robby Saputra
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.243 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.775

Abstract

Magnesium merupakan satu diantara bahan ringan yang banyak digunakan antaranya di bidang otomotif, sport, biomedik dan elektronik, karena memiliki sifat yang ringan dan tahan terhadap korosi. Namun magnesium dikenal sebagai bahan logam yang mudah terbakar, karena memiliki titik nyala yang rendah. Sehingga pada proses pemesinannya harus menggunakan cairan pendingin untuk menurunkan suhu pemotongan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pengaruh penambahan pelumas terhadap nilai kekasran permukaan atau kwalitas permukaan. Penelitian ini menggunakan beberapa jenis pelumas yaitu synthetic oil, minyak kedelai, dan kelapa sawit yang akan dibandingkan tanpa menggunakan pelumas. Hasil pengujian pemesinan frais untuk mendapatkan nilai kekasaran permukaan material magnesium AZ31 pada parameter kecepatan potong pahat (Vc) 31,4, 40,82, dan 50,24 m/min, gerak makan (f) 0,15 mm/rev, dan kedalaman potong 1 mm menggunakan pahat end mill berdiameter 10 mm. Kemudian dilakukan uji kekasaran pada permukaan benda kerja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekasaran minimum 1,147 μm dicapai dengan menggunakan minyak kelapa sawit dimana hasil tersebut lebih rendah dibandingkan dengan nilai kekasaran maksimum 5,925 μm. Pelumasan menggunakan minyak synthetic oil dan minyak kedelai pada pemesinan frais tidak memberikan pengaruh yang besar. Kesulitan bahan pelumas sampai pada area kontak juga mengurangi efektifitas pelumasannya.
ANALISA CHARGING TIME SISTEM SOLAR CELL MENGGUNAKAN PENCARI ARAH SINAR MATAHARI YANG DILENGKAPI DENGAN PEMFOKUS CAHAYA Achmad Shodiqin; Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.26 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.112

Abstract

Solar cell yang kita kenal saat ini masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah charging time yang  singkat, oleh  karena itu  diperlukan  sebuah  sistem tambahan  yang  dapat  meningkatkan  charging  time  dengan harapan  solar cell mendapatka cahaya matahari yang tepat tegak lurus serta di fokuskan saat diterima oleh panel surya sehingga menghasikan energi listrik yang lebih besar, pencari arah cahaya matahari yang dilengkapi dengan pemfokus cahaya berpengaruh terhadap charging time, pada solar cell yang dilengkapi dengan pencari dan pemfokus cahaya dapat meningkatkan charging time sebesar 42.8 %.
Pengaruh Desain Sudu Terhadap Unjuk Kerja Prototype Turbin Angin Vertical Axis Savonius Untung Surya Dharma; Masherni Masherni
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.869 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.246

Abstract

Krisis energi yang terjadi berdampak pada kebutuhan energi di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya terus meningkat karena pertambahan penduduk. Banyak sekali energi alternatif dari alam di Indonesia yang dimanfaatkan salah satunya sumber pembangkit listrik tenaga angin. Turbin angin ialah mesin konversi energi dengan cara memanfaatkan energi angin yang terwujud dalam energi listrik. Sudu merupakan wadah penampung suatu bentuk aliran udara yang dibuat untuk menghasilkan gaya angkat dan gaya untuk mengerakan generator. Tujuan dalam penyusunan skipsi ini adalah untuk mengetahui desain sudu terbaik dalam menciptakan daya turbin dan daya generator serta efisiensi sistem dari masing-masing sudu tersebut. Metode yang dilakukan yaitu studi literatur, dokumentasi dan pembuatan sudu serta pengujian. Turbin angin yang dibuat dengan sudu 5/16, 5/16, 7/16 variasi kecepatan angin yang diujikan 3,6 m/s, 4 m/s, 4,13 m/s, 4,5 m/s, 4,6 m/s, 4,67 m/s, 5,4 m/s, 5,63 m/s dan 6,1 m/s. Dari ketiga variabel sudu berdasarkan pengujian beda kecepatan angin desain terbaik yang menghasilkan daya turbin dan daya generator penelitian ini yaitu dimiliki oleh desain sudu 7/16 dengan kecepatan angin yang paling tinggi 6,1 m/s menghasilkan daya turbinnya sebesar 6,125 Watt dan daya generatornya menghasilkan daya 4,391 Watt, sedangkan sudu 6/16 menghasilkan daya turbin 5,08 Watt dan daya generator 3,808 Watt dan sudu 5/16 hanya menghasilkan daya turbin sebesar 3,444 Watt dan daya generator sebesar 3,014 Watt. Besar efisiensi sistem masing-masing sudu hasil perhirungan dengan kecepatan angin tertinggi 6,1 m/s yaitu sudu 5/16 menghasilkan efisiensi sistemnya sebesar 18,99 %, nilai efisiensi sistem sudu 6/16 sebesar 21,81 % dan sudu 7/16 menghasilkan efisiensi sistem sebesar 23,06 %.
PENGARUH TEMPERATUR CETAKAN DAN LAMA PENGEMPAAN TERHADAP KETEGUHAN REKAT PADA KAYU LAPIS SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN DRUM SHELL Eko Budiyanto; Asroni Asroni; Atik Pramono
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8677.278 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.504

Abstract

Drum shell (selongsong drum) secara garis besar terdiri dari 2 jenis, yaitu ply by ply shell dan solid shell. Penelitian ini ditujukan untuk proses pembuatan drum shell jenis ply by ply shell. Yang dimaksud dengan ply by ply adalah shell-nya terbuat dari kayu yang berlapis-lapis, seperti teak block atau triplek. Semakin banyak lapisannya maka suara yang dihasilkan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur cetakan dan lama pengempaan terhadap keteguhan rekat kayu lapis dan prosentase kerusakan kayu. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 variasi temperatur (85oC, 90oC, 95oC) dan 3 variasi lama pengempaan (2 jam, 3 jam dan 4 jam). Pengambilan data dilakukan dalam dua tahap yaitu data keteguhan rekat (KR) yang diperoleh dengan menggunakan metode pengujian kekuatan geser rekat yang dilakukan menurut standar ASTM D-905-49 tahun 1981 serta data prosentase kerusakan kayu (KK) yang dihitung menggunakan software Autocad 2007. Selanjutnya data dianalisa dan dibuat grafik yang akan digunakan untuk mengetahui pengaruh temperatur cetakan dan lama pengempaan terhadap keteguhan rekat dan prosentase kerusakan kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur cetakan dan lama pengempaan berbanding lurus dengan keteguhan rekat dan prosentase kerusakan kayu dan temperatur cetakan tidak berpengaruh terhadap kapasitas produksi sedangkan lama pengempaan berbanding terbalik dengan kapasitas produksi drum shell per hari. Dalam penelitian ini, nilai keteguhan rekat terbesar terjadi pada temperatur cetakan 90oC dan lama pengempaan 4 jam dengan nilai keteguhan rekat sebesar 23,25 kg/cm2. Dan nilai keteguhan rekat terkecil terjadi pada temperatur cetakan 85oC dan lama pengempaan 2 jam dengan nilai keteguhan rekat sebesar 19,25 kg/cm2.Kata kunci : Temperatur, Lama Pengempaan, Keteguhan Rekat, Kayu Lapis, Drum Shell.
ANALISA KINERJA MESIN DIESEL BERBAHAN BAKAR CAMPURAN SOLAR DAN MINYAK PLASTIK Untung Surya Dharma; Eko Nugroho; M Fatkurahman
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1264.908 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.740

Abstract

Dari penelitian terdahulu di tahun 2015 diketahui minyak plastik dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar premium pada sepeda motor, namun tidak diizinkan apabila diaplikasikan dalam jumlah banyak karena semakin banyak minyak plastik sebagai campuran premium maka nilai torsi dan daya yang dihasilkan mesin sepeda motor akan semakin rendah, sedangkan konsumsi bahan bakar akan semakin besar (boros). Dari hasil penelitian tersebut maka penelitian lebih lanjut telah dilakukan dengan mengaplikasikan minyak plastik sebagai campuran bahan bakar solar pada mesin diesel. Tujuan dari penelitian lanjutan ini adalah untuk menganalisa kinerja mesin diesel akibat pengaruh minyak plastik sebagai campuran bahan bakar solar. Metode yang digunakan adalah pengaplikasian minyak plastik sebagai campuran solar pada Mesin Diesel Merk/Type ROBIN-FUJIDY23D dengan perbandingan 100%:0% (solar tanpa campuran minyak plastik), 88%:12%, 85%:15% dan 82%:18%. Parameter pengujian yang digunakan dalam menentukan prestasi mesin pada putaran mesin 2900 sampai dengan 3500 rpm menghasilkan torsi motor, daya motor, konsumsi bahan bakar spesifik, dan efisiensi thermal. Hasil penelitian secara umum menunjukan bahwa kinerja mesin diesel berbahan bakar campuran antara solar dengan minyak plastik akan menurun seiring dengan semakin banyaknya minyak plastik yang digunakan apabila dibandingkan dengan penggunaan solar 100%. Sedangkan pada putaran tinggi dan pembebanan yang besar, perbedaan daya yang dihasilkan hampir tidak begitu signifikan dan mendekati daya maksimum yang dapat dihasilkan berdasarkan spesifikasi mesin yaitu 3,5 kW. Hal yang sama juga untuk hasil pengujian torsi dan efisiensi thermal. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar menunjukan bahwa semakin banyak minyak plastik maka konsumsi bahan bakar akan semakin boros.Kata Kunci: Kinerja Mesin Diesel, Campuran Minyak Plastik-Solar.
RANCANG BANGUN DAN UJI PERFORMANSI TURBIN AIR JENIS KAPLAN SEKALA MIKROHIDRO Kusnadi Kusnadi; Agus Mulyono; Gunawan Pakki; Gunarko Gunarko
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.695 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.817

Abstract

Air merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dijadikan sebagai sumber energi bagi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Kota Batu, memiliki sumber energi air yang dapat dijadikan sebagai sumber energi bagi perancangan turbin air untuk prototipe PLTMH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya daya yang dapat dibangkitkan oleh turbin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perencanaan, metode perancangan, metode pengujian dan metode analisa hasil. Perancangan Turbin Kaplan mengacu pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa tinggi jatuhnya air (head) 1,6 meter dan kapasitas aliran air (debit) 0,0512 m³/s. Daya air yang tersedia  di kolam sebesar 805, 047 watt. Hasil perancangan Turbin Kaplan menghasilkan putaran spesifik turbin sebesar 249,372 rpm dengan diameter luar roda turbin (runner blades) 10,70 cm dan diameter dalam roda turbin (boss) 3,56 cm serta tinggi sudu pengarah turbin (guide vanes) 3 cm. Daya indikasi yang dihasilkan turbin air (Water Horse Power) sebesar 351,590  watt dengan momen puntir sebesar 6,711 Nm dan daya efektif turbin air (Brake Horse Power) sebesar 280,964 watt serta efisiensi turbin sebesar 79 %. Kata kunci : Tinggi jatuh air (Head), debit air (Q) dan dimensi Turbin Kaplan.
PENGARUH PENAMBAHAN ALAT PENCARI ARAH SINAR MATAHARI DAN LENSA CEMBUNG TERHADAP DAYA OUTPUT SOLAR CELL Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.191 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.239

Abstract

Solar cell yang kita kenal saat ini masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah daya yang dihasilkan kurang maksimal, oleh karena itu diperlukan sebuah alat tambahan yang dapat meningkatkan daya solar cell. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari penambahan arah pencari sinar matahari dan lensa cembung pada panel solar cell terhadap daya output yang dihasilakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan berskala kecil atau laboratorium. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh penambahan alat pencari arah sinar matahari dan lensa cembung terhadap daya output solar cell. Daya tertinggi terjadi pada jam 14:00 dengan alat tambahan dikarenakan solar sell selalu mengikuti arah pencari sinar matahari serta lensa cembung dengan nilai daya output sebesar 0,251 watt, untuk daya terendah terjadi pada jam 07:00 dengan nilai daya output sebesar 0,203 watt. Sedangkan pada solar cell yang tidak dilengkapi alat pencari arah sinar matahari dan lensa cembung mendapatkan daya maksimal pada jam 12:00 dengan nilai daya output sebesar 0,226 watt. Sedangkan daya terendah terjadi pada jam 07:00 dengan nilai daya output sebesar 0, 00004 watt.
PENGARUH JENIS PAHAT DAN VARIABEL PEMOTONGAN DENGAN MENGGUNAKAN TOOLPOST SEGMENTASI PADA MESIN BUBUT MERK KNUTH TIPE TURNADO 230 TERHADAP EFISIENSI PEMBUBUTAN Eko Nugroho; Kemas Ridhuan; Suraya Suraya
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.669 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.468

Abstract

Toolpost adalah bagian mesin bubut yang berfungsi sebagai tempat untuk memasang pahat bubut. Pada komponen origin mesin bubut, untuk mendapatkan center mesin menggunakan plat tambahan apabila posisi pahat tidak center terhadap sumbu mesin. Ini menjadi salah satu unsur yang perlu dipelajari agar efisiensi pembubutan meningkat. Penelitian ini menggunakan toolpost segmentasi yang dirancang serta dibuat terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh alat potong serta parameter pembubutan dalam efisiensi pembubutan yang meliputi kekasaran permukaan dan keseragaman ukuran hasil pembubutan. Selain itu untuk melihat pengaruh penggunaan toolpost segmentasi terhadap waktu setting pahat. Penelitian ini menggunakan parameter besar rpm 405 putaran/menit, kecepatan pemotongan memanjang 0,038 mm/put dan 0,053 mm/put, kecepatan pemotongan melintang 0,017 mm/put dan 0,024 mm/put. Variasi kedalaman pemotongan 1, 2, dan 3 mm. Penelitian diawali dengan pembuatan toolpost, perakitan alat, dilanjutkan pengujian pembubutan dengan toolpost yang dibuat. Hasil penelitian menunjukkan parameter yang optimal dalam pembubutan menggunakan toolpost segmentasi serta meningkatnya efisiensi waktu setting pahat. Pembubutan yang menghasilkan ukuran yang konsisten menggunakan pahat ISO 2 dengan selisih ukuran yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan menggunakan pahat ISO 6 , sedangkan untuk mendapatkan kekasaran permukaan yang baik dapat menggunakan pahat ISO 6 karena tingkat kekasaran (Ra) lebih baik dibandingkan pahat ISO 2. Penggunaan toolpost segmentasi juga mampu meningkatan kecepatan waktu setting pahat. Waktu yang digunakan untuk setting kurang dari 5 menit. Parameter ideal pada penelitian ini yakni kedalaman pemotongan 3 mm, kecepatan pemotongan 0,053 mm/putaran.Kata kunci: Efisiensi pembubutan, toolpost, variabel pemotongan.PendahuluanDalam industri terutama di bidang manufaktur harus
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGUPAS KULIT KOPI BASAH DENGAN KAPASITAS 120 KG/JAM Ahmad Yunus Nasution; Riki Effendi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.745 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.809

Abstract

Konsumsi kopi yang menjadi gaya hidup masyarakat sekarang menunjukan tren peningkatan. Biji kopi basah harus digiling sebelum proses pengeringan. Penulis melakukan penelitian berupa perancangan dan pembuatan pengupas kulit kopi basah dengan kapasitas 120 kg/jam menggunakan motor bensin 5,5 hp untuk UMKM. Metode penelitian yang digunakan pada penelitan ini dimulai dari studi literatur, perancangan dan perhitungan, proses pembuatan alat diakhiri dengan pengujian alat. Desain gambar teknik dilakukan dengan modeling pada software solidworks. Rancangan alat pengupas kulit kopi terdiri dari rangka bawah yang ditopang roda troli, motor bensin dengan daya 5,5 hp sebagai penggerak, transmisi daya dengan menggunakan pulley, belt, rantai dan sprocket, crusher sebagai penggilas biji kopi basah, dan yang terakhir adalah roller pemisah. Dari perhitungan didapatkan desain diameter poros pada crusher dan roller pemisah 31,08 mm sedangkan poros yang terbangun adalah 35 mm dengan menggunakan baja karbon S30C. Sedangkan perhitungan belt sebagai transmisi daya didapatkan jenis sabuk V belt Tipe A dengan ukuran W 12 mm dan K0 8 mm. Hasil pengujian alat menggunakan 0,25 kg biji kopi basah dibutuhkan waktu selama 3 detik, dengan demikian kapasitas sesuai dengan hasil pengujian adalah 300 kg/jam. Hasil tersebut menunjukan target terpenuhi, namun agar membatasi performance alat pengupas kopi pada kondisi optimalnya, maka peneliti menetapkan kapasitas alat pengupas kopi pada kinerja 120 kg/jam.Kata kunci : rancang bangun, mesin kopi, performance