cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 509 Documents
PENGARUH EM4 (EFFECTIVE MICROORGANISME) TERHADAP PRODUKSI BIOGAS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU KOTORAN SAPI Dwi Irawan; Eko Suwanto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.804 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.118

Abstract

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Komponen biogas: ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2 (karbondioksida), ± 2 % N2, O2, H2, dan H2S. Bahan Biogas dalam penelitian ini berasal dari kotoran sapi. Kotoran sapi merupakan substrat yang dianggap paling cocok sebagai sumber pembuat gas bio, karena substrat tersebut telah mengandung bakteri penghasil gas metan yang terdapat dalam perut hewan ruminansia. Selain kotoran sapi dijadikan biogas juga dapat mengurangi pencemaran  lingkungan di samping menghasilkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dalam penambahan EM4 yaitu terhadap produksi biogas yang dihasilkan. Penelitian dilakukan Di Laboratorium Kampus II Universitas Muhammdiyah Metro. Metode yang digunakan dengan perbandingan kotoran sapi dan air, 1 : 1 dengan penambahan EM4 (Effective microorganisme), 8 %, 9 %, dan 10 % dengan volume digester 90 liter. Hasil penelitian ini dengan penambahan EM4 10 % lebih efektif untuk menghasilkan biogas yaitu, tekanan gas total 104098 N/m2, massa biogas 0,04286411 kg, dan laju aliran massa biogas 0,0126653 kg/hari.Pada penambahan EM4 9 %, untuk biogas yang dihasilkan yaitu, tekanan gas total 104000 N/m2, massa biogas 0,04133325 kg, dan laju aliran massa 0,0125884 kg/hari. Dan untuk perbandingan I dengan penambahan EM4 8 %, untuk biogas yang dihasilkan yaitu, tekanan gas total 101984 N/m2, massa biogas 0,0350515 kg, dan laju aliran massa 0,125807 kg/hari.
KARAKTERISTIK BAHAN BAKAR PELLET BIOMASSA CAMPURAN PELEPAH KELAPA SAWIT DAN GETAH POHON PULAI YANG DI APLIKASIKAN PADA KOMPOR BIOMASSA Sunaryo Sunaryo; Masarius Laia; Legisnal Hakim
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.916 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.785

Abstract

Di Provinsi Riau ada banyak perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan pelepah sebagai limbah masih belum maksimal pemanfaatannya. Sebagian masyarakat hanya membiarkan saja hingga membusuk, sementara luas perkebunan kelapa sawit provinsi riau berdasarkan data Direktorat Jendral Perkebunan pada tahun 2017, total luas perkebunan sawit mencapai 2.776.500 Ha. Pulai merupakan pohon serbaguna, artinya hampir setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari bagian batang (kulit dan kayu), daun, akar dan getah. Kayu pulai mempunyai kelas awet V dan kelas kuat IV-V dengan berat jenis berkisar dari 0,27 – 0,49 g/cm³ dan banyak digunakan untuk pembuatan peti, korek api, hak sepatu, barang kerajinan seperti wayang golek dan topeng, cetakan beton, pensil “slate” dan bubur kertas (pulp). Metode pada pengujian nilai kalor American Society for Testing and Material (ASTM) Standar D5865-07a, Pengujian kadar abu dengan menggunakan metode Association of Official Analytical Chemist (AOAC) Official method, 2009. Alat yang digunakan adalah furnace, krus porselin dan timbangan digital, Pengujian kerapatan dilakukan setelah pellet biomassa keluar dari cetakan (initial density) dan Pengujian dilakukan menurut standar American Society of Automotive Engineers (ASAE) S269.4 DEC 96 menggunakan metode pengukuran langsung dengan alat jangka sorong (vernier caliper). Berdasarkan dari hasil beberapa pengujian yang telah dilakukan diantaranya yaitu uji nilai kalor, uji kerapatan, uji kadar abu, dan uji kadar air, sesuai pada tujuan dari penelitian ini yaitu seberapa besar pengaruh variasi pencampuran pelepah kelapa sawit yang sudah ditumbuk dengan getah pada pohon pulai sebagai pellet biomassa terhadap mutu yang dihasilkan. Pengujian nilai kalor dengan nilai rata-rata sebesar 5452,6 Cal/g, kerapatan dengan nilai rata-rata sebesar 0,84 g/cm³, pengujiaan kadar air dengan nilai rata-rata sebesar 5,74 %. Sementara pengujian kadar abu tidak memenuhi standar dimana nilai rata-rata sebesar 2,47 %.Kata Kunci: Getah pulai, nilai kalor, pelepah sawit, dan pellet biomassa.
PENGARUH VARIASI BENTUK SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN AIR KINETIK (Sebagai Alternatif Pembangkit Listrik Daerah Pedesaan) ahmad yani; Mihdar Mihdar; Rudi Erianto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.957 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.113

Abstract

Turbin air kinetik adalah salah satu turbin yang memanfaatkan potensi energi kinetik berupa kecepatan aliran, dimana penelitian ini menggunakan turbin kinetik poros vertikal yang bersudu mangkuk. Penelitian dilakukan dengan menggunakan suatu instalasi turbin kinetik, dan dilakukan pengukuran terhadap gaya dan putaran dengan variasi  bentuk sudu. Bentuk sudu turbin air kinetik merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi putaran dan gaya tangensial suatu turbin, sehingga efeknya terhadap nilai daya dan efisiensi sebuah turbin air kinetik. Metode penelitian   yang   digunakan   adalah metode   eksperimen   dengan rancangan  percobaan  berskala laboratorium. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh bentuk sudu terhadap daya dan efisiensi yaitu bentuk sudu lengkung memiliki efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan  bentuk sudu datar dan mangkuk. Daya dan efisiensi turbin maksimum terjadi  pada sudu lengkung dengan nilai sebesar 4,699 Watt dan 29,659 %, kemudian menurun pada sudu mangkuk dengan nilai daya dan efisiensi sebesar 4,508 Watt dan 28,457 %. Sedangkan daya dan efisiensi turbin terendah terjadi sudu datar dengan nilai daya dan efisiensi sebesar 3,080 Watt dan 19,439 %.
Surface Plasmon Resonance (SPR) Phenomenon of the Oxidizing and Reducing Polypyrrole Nurlaila Rajabiah
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.222 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.247

Abstract

Surface Plasmon Resonance (SPR) phenomenon of the oxidizing and reducing polypyrrole (PPy) have been observed using a modified Au/PPy Kretschmann configuration. The observation was carried out through simulation Winspall 3.02 software and compared with some experimental data refractive index (n), absorbance index (), and thickness (τ) reported in other literatures with spectroscopy ellipsometry. This simulation assumed that the SPR system use BK-7 halfcylinder prism (n= 1,515) and the laser beam was generated by HeNe (λ= 632,8 nm). The result showed that the optimum layer thickness of polypyrrole with neutral electrolyte solution in the reduction state is of about 20 nm. The polypyrrole with an acid solution in the oxidation state showed that the reflectivity curve is sharper and the width of the curve is smaller than the neutral electrolyte solution in the reduction state with the SPR angle of about 46,810 and the reflectivity value of about 0,217. Polypyrrole in a state of oxidation and reduction, related to the absorption, film thickness, and dielectric constant of materials, affected to the SPR angle shift and dip curve
KAJI EKSPERIMEN VARIASI JENIS SERAT BATANG PISANG UNTUK BAHAN KOMPOSIT TERHADAP KEKUATAN MEKANIK Asroni Asroni; Sulis Dri Handono
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.086 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.764

Abstract

Komposit merupakan material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material, sehingga dihasilkan material yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material pembentuknya. Bahan komposit memiliki banyak keunggulan diantaranya: berat jenisnya, kuat, tahan korosi, dan memiliki biaya pembuatan yang lebih murah. Bahan komposit terdiri dari dua jenis, yaitu bahan komposit partikel dan bahan komposit serat [1]. Batang pisang dari limbah perkebunan pisang dipotong dengan ukuran 25 cm supaya proses pengambilan serat yang lebih mudah. Batang pisang dijemur hingga kering sebelum diambil seratnya, hal ini dilakukan agar kadar air yang ada di batang pisang hilang dan supaya mudah pada saat pengambilan serat. Batang pisang disisir menggunakan sikat kawat untuk memisahkan antara serat dengan partikel partikel-partikel yang ada pada pelepah pisang. Serat yang sudah terpisah kemudian dijemur dalam waktu 2-3 hari, tetapi penjemuran dilakukan tanpa kontak langsung dengan sinar matahari. Nilai hasil uji rata-rata kekuatan tarik dari komposit serat batang pisang raja (19,88 N/mm2), pisang kepok (25,46 N/mm2), pisang raja sereh (15,02 N/mm2) dan pisang jantan (22,96 N/mm2). Dapat diketahui bahwa komposit serat batang kepok memiliki nilai kekuatan tarik yang paling besar dengan nilai hasil uji rata-rata 25,46 N/mm2. Nilai hasil uji rata-rata kekerasan dari komposit serat batang pisang raja, pisang kepok, pisang raja sereh dan pisang jantan adalah 98,6 HRR; 83,4 HRR; 96,5 HRR; dan 101,75 HRR. Dapat diketahui bahwa komposit serat batang pisang jantan memiiki nilai kekerasan yang paling tinggi dengan nilai hasil uji rata-rata 98,6 HRR. Tinggi rendahya nilai hasil uji rata-rata kekerasan dan kekuatan tarik komposit serat batang pisang dapat dipengaruhi oleh besar kecilnya serat yang dimiliki oleh batang pisang, susunan serat dan adanya void (kekosongan) pada masing-masing komposit serat batang pisang. Untuk pengujian tarik didapat nilai terbesar pada serat batang pisang kepok dengan nilai 25,46 N/mm2. Kemudian untuk pengujian kekerasan didapat nilai pengujian terbesar pada jenis batang pisang jantan dengan nilai kekerasan 98,6 HRR
PENGARUH PREHEAT DAN VARIASI ARUS PENGELASAN MENGGUNAKANELEKTRODA LB52 TERHADAP KOMPOSISI KIMIA SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PENGELASAN BAJA MANGAN AUSTENITIK Eko Nugroho; Untung Surya Dharma; Yasir Thalabi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.449 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.832

Abstract

Sambungan las merupakan sambungan permanen yang bila akan di lepas harus merusak sambungan las itu sendiri. Faktor pengelasan seperti welding oprator sangat mempengaruhi hasil pengelasan maka perlu juga diketahui bahwa elektroda yang digunakan adalah jenis mild steel A5.1 E7016, baja yang akan dilas yaitu baja mngan austenitic dengan 0,925%  kadar carbon dan 10% kadar mangan, arus yang digunakan DC dengan fariasi amper 100A, 110A, 120A. Dengan penambahan panas 1000°c, menggunakan kampu V dengan sudut 80°. Dalam pengujian struktur mikro terlihat pada pengelasan 100A,110A,120A non preheat, tidak didapatkan fasa baru atau pencampuran elektroda dan base metal tidak sempurna. Sedangkan las preheat terlihat pada 120A terdapat fasa baru dekat daerah HAZ(Head Affected Zone). Dan nilai kekerasan pada daerah HAZ (Head Affected Zone) preheat yaitu 10,5 HRC pada las 100A , 10 HRC  pada las 110A,dan 9 HRC pada las 120A. Sedangkan pada daerah lasan 37,6 HRC pada las 100A, 51 HRC pada las 110A, 40 HRC pada las 120A.
PENGARUH PENDINGINAN CEPAT TERHADAP LAJU KOROSI HASIL PENGELASAN BAJA AISI 1045 Lukito Dwi Yuono; Untung Surya Dharma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.765 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.469

Abstract

Pada beberapa kasus, sering ditemukan kerusakan pada rangka kendaraan terutamamasalah korosi pada sambungan pengelasan. Masalah ini dapat membahayakan keselamatanpengendara karena korosi akan mengurangi kekuatan sambungan pada rangka tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendinginan cepat terhadap lajukorosi hasil pengelasan baja karbon sedang (baja AISI 1045). Penelitian ini menggunakanmetode eksperimen nyata. Spesimen yang sudah disambung menggunakan las listrikdiberikan proses heat treatment yakni pendinginan dengan udara, pendinginan dengan oli,dan pendinginan dengan air. Kemudian seluruh spesimen dilakukan uji korosi selama 8 jam.Hasil dari data dan perhitungan laju korosi menunjukkan bahwa nilai laju korosi paling tinggiadalah pengelasan dengan media pendingin udara yaitu senilai 31508.1 mpy atau 31.5081inch/tahun, nilai laju korosi terendah adalah pengelasan dengan media pendingin air yaitu10228.71 mpy atau 10.22871 inch/tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa PWHT (postwelding heat threatment) memiliki pengaruh besar dalam usaha penghambatan laju korosi.Kata kunci: Baja AISI 1045, korosi, media pendingin, SMAW.
KUALITAS LIMBAH SERBUK GERGAJI UNTUK ARANG YANG DIPEROLEH DENGAN METODE PIROLISIS LAMBAT Irhamni Nuhardin
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.423 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.810

Abstract

Limbah serbuk gergaji kayu menimbulkan masalah dalam penanganannya, yaitu dibiarkan membusuk, ditumpuk, dan di bakar yang kesemuanya berdampak negatif terhadap lingkungan Oleh karena itu, penanggulangannya perlu dipikirkan. Salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai tambah dengan teknologi aplikatif dan kerakyatan, sehingga hasilnya mudah disosialisasikan kepada masyarakatPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk : (1) mengetahui suhu optimum berdasarkan nilai kalor. (2) Mengetahui waktu penahanan temperatur akhir yang optimum berdasarkan nilai kalor. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah biomassa berupa serbuk gergaji kayu bayam yang diambil dari salah satu usaha mebel yang mengelola kayu bayam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat pirolisis yang telah didesain secara khusus untuk menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif dengan berbagai variabel suhu yaitu 350ºC, 400ºC,  450ºC dan 500ºC. Variabel waktu tinggal yaitu, 60 menit, 90 menit, 120 menit, 150 menit dan 180 menit. Variabel ukuran digunakan menggunakan ukuran yang lolos pada ayakan ⅜ inc dan tertahan pada ukuran ¼ inc. Parameter yang dianalisa yaitu analisa proximate dan nilai kalor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Suhu optimum yang baik digunakan pada proses pembuatan arang menggunakan limbah serbuk gergaji adalah pada suhu 350 ºC dengan nilai kalor yang dihasilkan yaitu 7.121 Kal/gr Waktu penahanan yang optimum digunakan pada pembuatan arang (charcoal) dengan menggunakan limbah serbuk gergaji yaitu pada waktu penahanan selama 90 menit dengan nilai kalor yang dihasilkan 7050 kal/gr.Kata Kunci : Arang, pirolisis, serbuk gergaji
PERBANDINGAN PEMBAKARAN PIROLISIS DAN KARBONISASI PADA BIOMASSA KULIT DURIAN TERHADAP NILAI KALORI Kemas Ridhuan; Joko Suranto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.04 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.119

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat dan ketersediaan bahan bakar yang menipis memaksa manusia untuk mencari sumber alternative bahan bakar. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu penelitian untuk memperoleh bahan bakar alternative yang dapat diperbarui seperti kulit durian, limbah kulit durian yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karenanya diperlukan usaha untuk memanfaatkan sampah kulit durian sebagai bahan bakar alternative menggunakan metode pirolisis dan karbonisasi pada waktu penelitian ini dilakukan perlakuan yang sama untuk mengetahui perbedaanya. Pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas, sedangkan karbonisasi ialah proses pembakaran yang dilakukan  tanpa titik temperatur tertentu udara yang masuk tidak terbatas, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh proses pirolisis dan karbonisasi pada sampah kulit durian terhadap nilai kalori yang dihasilkan. Penelitian dilakukan di Kampus II Universitas Muhammadiyah Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pirolisis dan karbonisasi, dalam proses pirolisis dengan menambahkan tabung pitot dan karbonisasi tanpa menggunakan tabung pitot. Hasil penelitian dengan metode pirolisis didapatkan temperatur tertinggi pada pitot sebesar 3980C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 3 kg bahan baku menghasilkan arang 1 kg ( 33,33% ) dan dari 12 kg bahan bakar menyisakan arang 4 kg ( 33,33% ) dihasilkan nilai kalor sebesar 5609,453 Cal/gr, sedangkan pada penelitian dengan metode karbonisasi dihasilkan temperatur pada api sebesar 4430C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 12 kg bahan baku menghasilkan arang 3,5 kg ( 29,16% ) pada proses karbonisasi menghasilkan nilai kalor sebesar 3418,9846 Cal/gr.
PENGARUH BUKAAN GUIDE VANE TERHADAP KINERJA TURBIN PIKOHIDRO TIPE CROSS-FLOW Mafruddin, Mafruddin; Marsuki, Marsuki
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.769 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.464

Abstract

Turbin Cross-flow merupakan salah satu jenis turbin implus yang paling umum digunakandalam pembangkit listrik tenaga air salah satunya pembangkit listrik tenaga pikohidro. Lokasiyang dapat diaplikasikan turbin Cross-flow sebagai pembangkit listrik tenaga pikohidro yaitudi desa Sumber Agung Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat. Salah satu faktor yangmempengaruhi kinerja turbin Cross-flow yaitu bukaan guide vane. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh bukaan guide vane terhadap kinerja turbin Cross-flow. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini melalui 6 (enam) tahapan yaitu studi pustaka, observasi,desain turbin, pembuatan tuirbin, pengujian turbin dan analisis hasil pengujian. Variasi bukaanguide vane yaitu bukaan 20%, 40%, 60% dan 80%. Dari hasil penelitian diketahui bahwabukaan guide vane berpengarh terhadap kinerja turbin Cross-flow. Efisiensi tertinggi turbinCross-flow diperoleh dengan bukaan guide vane 80% yaitu sebesar 40%, sedangkan untukbukaan 60% efisiensi turbin sebesar 39%, untuk bukaan 40% efisiensi turbin sebesar 37% danbukaan 20 efisaiensi turbin sebesar 35%.Kata Kunci: Guide Vane , Kinerja, Turbin Cross-flow