cover
Contact Name
Rusdiyanyo
Contact Email
roesdysh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiep@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Journal of Islamic Education Policy
ISSN : 25280295     EISSN : 25280309     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal of Islamic Education Policy menerbitkan hasil penelitian yang memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman dan praktek pendidikan Islam melalui tulisan dan laporan akademik dalam perspektif dan skop global. Tujuan utumanya adalah membuka akses bagi dunia internasional, dengan tidak melupakan tuntutan lokal, pada hasil penelitian, yang meliputi peneliti, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang kebijakan pendidikan Islam. Karena itu, JIEP menyambut dengan baik tulisan-tulisan yang mendorong perdebatan akademik dari kalangan akademisi yunior dan senior dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggeris
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
RELIGIOUS MODERATION IN SLOGANS, PRACTICES, AND MADRASAH REFLECTION Maspeke, Fithriyah
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i1.2469

Abstract

ABSTRACTThe lack of understanding of madrasah students about the concept of religious moderation and the lack of encounters between religions in society is the main basis for this research literature study. Religious moderation is a discourse as well as a practice needed in a multicultural society such as in North Sulawesi. This means that where there is diversity, that is where the value of moderation must be present and become the lifeblood of the link between members of the community. The results of the study indicate that there are solutions that can be implemented in strengthening religious moderation, including creating or using existing mottos in society as a basis for instilling religious moderation values, such as the mottos of torang samua basudara and torang samua created by God in North Sulawesi. Building houses of worship side by side, of course, can open meeting spaces and increase the intensity of encounters between religions as the main capital in strengthening religious moderation. In madrasas, madrasas can make madrasah moderation days and hold interfaith student exchanges so that religious moderation is familiar among madrasah students who are part of the millennial generation. Then, you can also make a religious moderation accompanying diploma as a sign of the maturity of student religious moderation which is oriented towards attitudes and moderation schools as an alternative to strengthening community religious moderation, especially the millennial generation.Keywords: Religious moderation and Madrasah
Pemikiran Ibnu Sina Tentang Pendidikan dan Relevansinya di Era Society 5.0 Wanto, Eko Kurnia; Khojir, Khojir
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i1.2130

Abstract

The purpose of this reseach is to find out how Ibn Sina thinks about education and its relevance in the era or society 5.0. in order to encourage the development or Islamic religious education, efforts are needed to research and expand the scientific knowledge of Ibn Sina?s thought of Islamic education, for the sake of scientific wealth and the benefits of knowledge both among educational institutions and the wider community, more specifically Muslim increase their understanding of Ibn Sina?s thoughts in education, so that Muslim to understand and understand more deeply. This type of research is literature and the method used in this research uses the documentation method (data collection), which tries to present or present data and information in depth and intact, then analyses it with the approach of Islamic philosophy as the analysis knife, then we take the opinions or educational experts, then we take the opinions or educational expert. The results of this study indicate that Ibnu Sina?s thoughts about education are compatible with other educational experts and there is relevance in the era of society 5.0, that human education must mobilize all human potential (human beings) including experts in technology who do not inly emphasize business. Of course, but with the technology of the era of society 5.0, a new value is created that will eliminate social, age, gender, language specifically desgned for various individual needs and the needs of many people.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU AL-QUR’AN HADIS DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MA ALKHAIRAAT BINTAUNA Amiruddin, Amiruddin; Datonsolang, Aprilia
Journal of Islamic Education Policy Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v9i1.2870

Abstract

Dalam pembelajaran tentunya ada hal-hal yang merupakan pendukung serta penghambat bagi proses belajar mengajar, Adapun hal-hal yang mendukung di antaranya adalah pelajaran Al-Qur’an Hadis pada kelas X agama terletak pada jam ketiga dan keempat pada setiap pembelajaranya, kemudian 2 kali pertemuan dalam 1 minggu, dan keahlian dari seorang Guru dalam penyampaian materinya sehingga menimbulkan rasa senang dan ketertarikan dari peserta didik untuk belajar Al-Qur’an Hadis, serta ruang kelas yang luas membuat peserta didik merasa lebih nyaman dalam belajar
CHARACTERISTICS OF RELIGIOUS EDUCATION MATERIAL TEACHING AND ITS RELEVANCE TO MULTICULTURAL VALUES IN SCHOOLS Mamonto, Merdi F; Kurdi, Musyarrafah Sulaiman; Kamila, Aisyatin; Putra, Sudarmadi; Lahiya, Arkam
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i2.2593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengajaran materi pendidikan agama terkait doktrin kebenaran agama (Islam, Kristen, dan Hindu) serta relevansinya dengan nilai-nilai multikultural di SMA Negeri 2 Kotamobagu. Kajian dilakukan untuk menelusuri tipologi hubungan antara doktrin kebenaran agama dalam Islam, Kristen, dan Hindu serta konteks nilai-nilai multikultural tentang pendidikan agama dalam memahami dan menghayati makna nilai-nilai multikultural di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan data diperoleh melalui wawancara dengan informan penelitian yaitu guru agama Islam, Kristen, dan Hindu, siswa kelas X, XI, dan XII, serta Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa guru pendidikan agama masih harus secara penuh dan konsisten menerapkan nilai-nilai multikultural dalam praktik pengajarannya. Ajaran tersebut menitikberatkan pada pemahaman pluralisme dan cenderung pada sikap toleransi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengajaran materi pendidikan agama yang berkaitan dengan doktrin kebenaran agama telah menunjukkan sinergi dengan nilai-nilai multikultural namun tetap berpusat pada pembinaan sikap toleran antar umat beragama yang berbeda di lingkungan sekolah. Pendidikan agama ini berkontribusi dalam menanamkan pola pikir pluralistik pada siswa sebagai langkah proaktif sebelum potensi konflik muncul.
THE PATTERNS OF ISLAMIC EDUCATION DURING THE TIME OF THE PROPHET MUHAMMAD Mokodenseho, Sabil; Rohmah, Siti; Idris, Muh; Aziz, Adit Mohammad; Rahman, Rahman
Journal of Islamic Education Policy Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v9i1.2921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW. Kajian ini menjadi penting karena pendidikan Islam mempunyai arti penting bagi umat Islam dalam meneladani proses pendidikan Islam sejak zaman Nabi, yang bermanfaat untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, sehingga mampu menjawab persoalan-persoalan kontemporer dalam pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data mengenai sejarah pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad diperoleh melalui pembacaan dan kajian mendalam terhadap berbagai literatur. Penelitian ini menemukan pendidikan Islam di masa Rasulullah telah berlangsung di Mekah dan Madinah. Di Mekah, Nabi menjadikan lembaga pendidikan, yakni rumah, Dar al-Arqam dan Kuttab sebagai sarana yang efektif dan efisien. Materi pendidikan Islam berisi pendidikan akhlak dan budi pekerti, dan pendidikan jasmani (kesehatan), seperti menunggang kuda, memanah, dan menjaga kebersihan. Sementara pola pendidikan yang diterapkan Nabi di Madinah berorientasi pada pemantapan nilai-nilai persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Nabi mendirikan masjid dan Suffah sebagai sarana yang efektif. Muatan pendidikannya menekankan pada penanaman tauhid, pendidikan keluarga, pendidikan masyarakat, dan budi pekerti. Semua ini efektif karena motivasi dari dalam masyarakat Madinah dan karisma serta metode yang digunakan Nabi dalam menangani kepentingan masyarakat secara adil dan demokratis. Temuan ini menunjukkan pola pendidikan Islam yang diterapkan Nabi Muhammad SAW. di Mekah dan Madina. Kesimpulannya, pendidikan Islam dalam sejarahnya telah berkontribusi besar terhadap peradaban manusia terutama umat Muslim di dunia. This research aims to analyze the patterns of Islamic education during the time of the Prophet Muhammad. This study is important as Islamic education holds significance for Muslims in emulating the process of Islamic education since the time of the Prophet, which is beneficial for understanding the growth and development of Islamic education, thus addressing contemporary issues in Islamic education. The research methodology employed is qualitative with a descriptive approach. Data regarding the history of Islamic education during the time of the Prophet Muhammad was obtained through extensive reading and study of various literature sources. The study finds that Islamic education during the Prophet occurred in Mecca and Medina. In Mecca, the Prophet established educational institutions, such as homes, Dar al-Arqam and Kuttab as effective and efficient means. The curriculum of Islamic education included moral and character education, as well as physical education (health), such as horse riding, archery, and hygiene. Meanwhile, the educational pattern implemented by the Prophet in Medina focused on strengthening the values of brotherhood between the Muhajirin and the Ansar. The Prophet established mosques and Suffah as effective means. The educational content emphasized the cultivation of monotheism, family education, community education, and manners. All of these were effective due to the motivation from within the Medina community and the charisma and methods employed by the Prophet in fairly and democratically addressing the community's interests. These findings illustrate the pattern of Islamic education implemented by the Prophet Muhammad  in Mecca and Medina. In conclusion, throughout history, Islamic education has significantly contributed to human civilization, particularly for the Muslim community worldwide
PERAN EKOLOGI MADRASAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KERJA KERAS SISWA DI MAN 1 KERINCI Zuzana, Mira; Mandala, Ican
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i2.2643

Abstract

Lingkungan kehidupan sosial menjadi indikator yang menentukan kualitas kepribadian individu. Teori Bronfenbrenner menyatakan bahwa kontribusi ekologi memiliki kedudukan yang penting dalam membentuk karakter generasi muda.  Instansi pendidikan merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam mendukung pembentukkan karakter generasi muda (peserta didik), terutama pada Madrasah Aliyah. Perhatian madrassah tidak hanya fokus pada kurikulum dalam mencapai tujuan tersebut, melainkan juga pada lingkungan peserta didik yang meliputi tenaga pendidik dan seluruh elemen yang berinteraksi dalam madrasah tersebut. Lingkungan madrasah yang memiliki karakteristik kompetensi maka akan berdampak dalam pembentukkan karakter kerja keras peserta didik. Dorongan untuk berkerja keras akan terbentuk dengan sendirinya pada setiap individu peserta didik. Maka peserta didik akan berupaya menyesuaikan diri dengan lingkungan interaksinya sesuai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan di Marasah Aliyah Negeri 1 Kerinci dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh tersebut kemudian di analisis dengan menggunakan tahap, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa ekologi pendidikan Madrasah memiliki peran dalam membentuk karakter kerja keras pada peserta didik. Keterlibatan berbagai komponen tidak dapat terlepas dalam upaya pembentukkan karater peserta didik di MAN 1 Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontirbusi dalam pembetukkan karakter kerja keras peserta didik pada ekologi madrasah.
PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MINAT ORANG TUA UNTUK MENYEKOLAHKAN ANAKNYA PADA LINGKUNGAN MINORITAS DI MIN 1 BITUNG Amirullah, Amirullah
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i2.2736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala madrasah dalam meningkatkan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya pada lingkungan minoritas di MIN 1 Bitung; faktor pendukung dan penghambat minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya pada lingkungan minoritas di MIN 1 Bitung; Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran kepala madrasah dalam meningkatkan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di madrasah, adalah: 1) sebagai edukator; 2) sebagai menejer; 3) sebagai administrator; 4) sebagai supervisor; 5) sebagai leader; 6) sebagai inovator; dan 7) sebagai motivator. Faktor pendukung motivasi orang tua menyekolahkan anaknya di madrasah pada lingkungan minoritas di kota Bitung, adalah: 1) keinginan orang tua untuk menjadikan anaknya sebagai generasi yang baik; 2) keinginan agar anaknya dapat didik disiplin dalam beribadah; 3) adanya mutu pendidikan dan sarana dan prasarana yang memadai di madrasah; dan 4) keinginan untuk memperbaiki akhlak anak yang telah terpengaruh dengan hal-hal negatif. Sedangkan faktor penghambanya, antara lain: 1) adanya stigma negatif terhadap madrasah; 2) jarak madrasah yang jauh; dan 3) adanya anggapan madrasah sekolah tradisional dan kumuh.
PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA Abu Huraerah, Ahmad Junaedy; Abdullah, Abdurrahman Wahid; Rivai, Alimuddin
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i2.2715

Abstract

This journal discusses about the influence of Information and Communication Technology (ICT) on education in Indonesia. The use of ICT in education has been evolved and  it is used as a tool to enhance the quality of education and opening access for the public. However, the use of ICT also has both positive and negative impacts that need to be considered. This research indicates that ICT has a significant influence in education, enabling easy and fast access to various types of information from around the world, facilitating communication among individuals, fostering innovation and research ideas, and changing the way we interact with others worldwide. However, the use of ICT also has negative effects such as internet misuse and gadget addiction. To maximize the use of ICT in education, cooperation between the government, schools, and the community is essential. Fast and affordable internet access must be ensured, and an optimal curriculum that incorporates ICT usage needs to be developed. Training on ICT usage in teaching should also be provided to teachers and lecturers, while supervision of ICT usage in the school or campus environment needs to be enhanched. Keywords: Influence, Technology of Information, Education.Top of Form  AbstrakJurnal ini membahas pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap pendidikan di Indonesia. Penggunaan TIK dalam pendidikan telah berkembang pesat dan digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses bagi masyarakat. Namun, penggunaan TIK juga memiliki dampak positif dan negatif yang perlu dipertimbangkan. Penelitian menunjukkan bahwa TIK memiliki pengaruh signifikan pada pendidikan, memungkinkan akses mudah dan cepat ke berbagai jenis informasi dari seluruh dunia, memfasilitasi komunikasi antar individu, mendorong inovasi dan ide penelitian, dan mengubah cara kita berinteraksi dengan orang lain di seluruh dunia. Namun, penggunaan TIK juga memiliki dampak negatif seperti penyalahgunaan internet dan kecanduan gadget. Untuk memaksimalkan penggunaan TIK dalam pendidikan, diperlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Akses internet yang cepat dan terjangkau harus dijamin, dan kurikulum yang optimal yang mencakup penggunaan TIK perlu dikembangkan. Pelatihan tentang penggunaan TIK dalam pembelajaran juga perlu diberikan kepada guru dan dosen, sementara pengawasan penggunaan TIK dalam lingkungan sekolah atau kampus perlu ditingkatkan.
ELABORATION OF THE HISTORY OF ISLAMIC EDUCATION IN THE DUTCH COLONIAL PERIOD Mokodenseho, Sabil; Kurdi, Muqarramah Sulaiman; Idris, Muh; Rumondor, Prasetio; Solong, Najamuddin Petta
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i2.2590

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam di Indonesia erat kaitannya dengan proses sejarah yang panjang. Pada awalnya pendidikan Islam di Indonesia mengalami pasang surut, kemudian menunjukkan perubahan-perubahan besar yang luar biasa. Perubahan kebijakan terkait pendidikan Islam di Indonesia ini tidak lepas dari pengaruh kolonialisme. Berangkat dari fakta sejarah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa literatur terkait sejarah maupun kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda didapatkan melalui pembacaan dan kajian mendalam terhadap berbagai bahan pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa hegemoni pendidikan Belanda dalam mengatur kebijakan pendidikan Islam, khususnya yang diusung lembaga pendidikan Islam didasarkan pada nalar politik, ideologis, dan kultural ala kolonialis untuk memaksakan pengaruh pemerintahannya terhadap Muslim Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Belanda merugikan Muslim Indonesia. Kesimpulannya, kebijakan kolonial Belanda terhadap pendidikan Islam di Indonesia adalah dikotomis dan diskriminatif, sehingga membuatnya kaku dan sulit berkembang. Meski begitu, semangat mempertahankan dan memperjuangkan pendidikan Islam di Indonesia terus diwujudkan oleh para ulama. Semangat para ulama ini dibuktikan dengan semakin eksisnya lembaga pendidikan Islam (pesantren dan madrasah) hingga saat ini.  
PERAN SDIT HARAPAN BUNDA MANADO DALAM MENANAMKAN NILAI – NILAI MODERASI BERAGAMA PADA SISWA Alham, Alham
Journal of Islamic Education Policy Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v9i2.3422

Abstract

Nilai-nilai moderasi beragama menjadi hal yang sangat penting untuk ditanamkan kepada siswa sejak usia dini, demi terhindar dari paparan paham ekstrimisme, radikalisme, yang kemudian diakhiri dengan tindakan terror. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses penanaman nilai-nilai moderasi beragama serta kendala yang dihadapi. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik pengumpalan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penanaman nilai-nilai moderasi beragama ditanamankan dalam proses pembelajaran melalui kegiatan sosial dan kegiatan esktrakulikuler. Kendala yaang dihadapi berupa lingkungan homogen, pengaruh sosial media, serta masih belum adanya dukungan secara tegas dalam proses penanaman nilai-nilai moderasi beragama siswa. SDIT  Harapan Bunda telah menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada siswa, namun belum menjadikan materi moderasi beragama dalam kurikulum khusus sehingga proses penanaman moderasi bergama hanya sekedar termuat dalam kegiatan umum.

Page 10 of 13 | Total Record : 124