cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Penyuluhan Perencanaan Keuangan Keluarga Islami Warga RT Kuncen Sukoharjo Muhammad Hanif Al-Hakim; Azhar Alam; Ade Indra
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.732 KB) | DOI: 10.35906/resona.v3i2.354

Abstract

Abstrak. Para anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerah Kuncen Sukoharjo belum memiliki pengetahuan tentang urgensi perencanaan keuangan keluarga, padahal wawasan tersebut penting untuk dipahami terutama oleh ibu-ibu sebagai pemegang kas rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: (1) Menimbulkan kesadaran dan mengubah persepsi umum tentang perencanaan keuangan keluarga (2) Menambah wawasan masyarakat tentang penerapan ilmu pembukuan sederhana untuk pengaturan sebuah keluarga. Metode untuk memenuhi tujuan tersebut adalah ceramah dan dialog interaktif. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini: (1) Timbulnya kesadaran anggota PKK RT 1 RW 12 tentang pentingnya pengetahuan akan perencanaan keuangan keluarga, dan (2) Anggota PKK RT 1 RW 12 dapat mempraktekkan pengetahuan yang akan didapatkan lewat penyuluhan ini dalam lingkungan rumah tangga mereka masing-masing.  Abstrack.  Members of Empowerment and Family Welfare (PKK) in the Kuncen Sukoharjo area did not yet know the urgency of family financial planning, even though this insight was essential to understand, especially by mothers as household cash holders. The objectives of community service activities were (1) Raising awareness and changing general perceptions about family financial planning (2) Adding public insight into the application of pure bookkeeping knowledge to the management of a family. The methods for meeting these objectives were lectures and interactive dialogue. There were two results from this community service activity; they were (1) Awareness of PKK RT 1 RW 12 members about the importance of knowledge about family financial planning. (2) PKK RT 1 RW 12 members can practice the knowledge that will be obtained through this counseling in the home environment in their respective steps.
Pengabdian Kefarmasian “Ayo Buang Sampah Obat” di Kelurahan Latuppa Kecamatan Mungkajang Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan ervianingsih ervianingsih; Hurria Hurria; Chitra Astari; Izal Zahran; Murni Mursyid; Al Syahril Samsi
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.53 KB) | DOI: 10.35906/resona.v3i2.381

Abstract

Abstrak. Bulan Juli 2019, masyarakat dikejutkan dengan adanya peredaran obat ilegal dan palsu yang bersumber dari pemanfaatan obat kedaluwarsa atau rusak yang dibuang sembarangan. Hasil pengawasan Badan POM menunjukkan bahwa temuan obat ilegal dan palsu cenderung menurun, yaitu 29 perkara pada tahun 2017, 21 perkara pada tahun 2018, dan 8 perkara pada awal tahun 2019. Untuk memberantas peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Palopo menerapkan kebijakan berbasis kolaboratif dan sinergis bersama lintas sektor khususnya organisasi profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) PC Kota Palopo melalui Gerakan “Ayo Buang Sampah Obat” di Kelurahan Latuppa Kecamatan Mungkajang Kota Palopo. Gerakan ini merupakan salah satu gerakan pemberdayaan masyarakat yang tidak terpisahkan dari Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat (Aknas POIPO) yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia tahun 2017 lalu. Sebagai keberlangsungan terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan melalui pencegahan peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat, pada 29 September 2019 Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Palopo melakukan pengabdian berjudul “Ayo Buang Sampah Obat”. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Palopo mengedukasi masyarakat untuk waspada terhadap obat ilegal dan palsu dengan cara Buang Sampah Obat Kadaluwarsa dan Rusak dengan benar.  Abstract. In July 2019, the community was shocked by the circulation of illegal and counterfeit drugs that originated from the use of expired or damaged drugs that were discarded carelessly. The results of the supervision of the POM show that the findings of illegal and fake drugs tend to decrease, namely 29 cases in 2017, 21 cases in 2018, and 8 cases in early 2019. To eradicate the circulation of illegal drugs and drug abuse as well as increasing the degree of public health, the University of Muhammadiyah Palopo Pharmacy Study Program applies collaborative and synergistic based policies together across sectors. This action was moved by especially the professional organization of the Indonesian Pharmacist Association (IAI) PC Palopo through the "Let's Remove Trash Medicine" Movement in Latuppa Village, Mungkajang District, Palopo City. This movement is one of the community empowerment movements that is inseparable from the National Action to Eradicate Illegal Drugs and Drug Abuse (Aknas POIPO), which was launched by the President of the Republic of Indonesia in 2017. As a continuation of improving health and well-being through prevention of the circulation of illegal drugs and drug abuse, on September 29, 2019, the Pharmacy Study Program at the University of Muhammadiyah Palopo conducted a service titled "Let's Remove Drug Waste." Through this community service activity, the Pharmacy Study Program at the University of Muhammadiyah Palopo educates the public to be aware of illegal and counterfeit medicines by disposing of Expired and Damaged Medicines Waste Correctly.
MAKSIMALISASI ALAT PERAGA EDUKATIF SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN POS PAUD DI WILAYAH KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG Adya Hermawati; Choirul Anam
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.394 KB) | DOI: 10.35906/resona.v3i2.400

Abstract

Abstrak. Peran Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) signifikan dalam  masyarakat  karena dikelola dengan prinsip “dari, oleh dan untuk masyarakat”. Namun demikian, Pos Paud yang ada di  RW wilayah  Kelurahan Merjosari Malang, dalam prakteknya beberapa masih menemui banyak kendala. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan sarana dan prasarana. Kegiatan  Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan solusi alternatif terhadap beberapa permasalahan yang dihadapi oleh dua Pos PAUD di wilayah Kelurahan Merjosari Malang. Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan Iptek Bagi Masyarakat (Pengabdian Masyarakat) adalah berupa alat peraga edukatif/APE motorik kasar (outdoor), pagar besi, meja dan  kursi warna warni standard untuk siswa usia dini kususnya Pos Paud, loker warna warni, lemari arsip untuk menyimpan dan  mengamankan dokumen dokumen Pos Paud , kursi guru, meja pentas kreasi siswa,  pelatihan manajemen pengelolaan dan pengembangan Pos PAUD dengan konsep POAC, alat peraga edukatif/APE motorik halus ( indoor), pelatihan dan pendampingan tata kelola  administrasi keuangan oraganisasi Pos PAUD, serta pembuatan   buku  panduan  ISBN tentang Manajemen Pengelolaan dan pengembangan Organisasi (Pos Paud) berbasis Planning, Organizing, Actuating and Controlling (POAC). saran yang dapat membangun dalam peningkatan kinerja yaitu agar Pos Paud yang ada di wilayah RW di Kelurahan Merjosari Malang (Pos Jaya Kusuma  maupun Mawar Merah) benar-benar dapat memanfaatkan bantuan dengan merawat bantuan sarana dan prasarana yang telah diberikan serta dapat mengaplikasikan teori-teori dalam pelatihan.  Abstract. The Early Childhood Education Post (PAUD) role is significant in the community because it managed by the principle of "from, by, and for the community." However, Pos Paud, which is in the RW area of Merjosari Malang, in practice, some still encounter many obstacles. Community Service Activities are carried out to provide alternative solutions to some of the problems faced by two PAUD posts in the Merjosari Kelurahan region of Malang. The results achieved in the implementation of Science and Technology for the Community (Community Service) were educative props/rough motorized APE (outdoor), iron fences, colorful colored tables, and chairs for early childhood students specifically the Pos Paud, bright lockers, file cabinets to store and secure Pos Paud documents, teacher chairs, student creation tables, management training and development of PAUD Posts with POAC concepts, educative props / excellent motorized APE (indoor), training and assistance in financial administration governance of PAUD Post organizations. The result also included the making of ISBN handbook on Management of Organizational and Organizational Development (Pos Paud) based on Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC). The suggestions for the Pos Paud in the RW area in Merjosari Malang (Pos Jaya Kusuma and Mawar Merah) were to keep improving their performance and keep the care of facilities and infrastructure that have been given and can apply the theories in training
MODEL SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU TAMAN KANAK-KANAK DI KOTA PALOPO Hajeni Hajeni; Abdul Kadir; Nurwahidin Hakim
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.142 KB) | DOI: 10.35906/resona.v3i2.357

Abstract

Abstrak. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan fungsi manajemen, bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan model supervisi akademik pengawas dalam meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo (2) mengetahui usaha pengawas dalam meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo (3) menentukan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan supervisi akademik pengawas pada Taman Kanak-kanak di Kota Palopo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Model Supervisi yang digunakan adalah model supervisi tradisional/konvensional. (2) Usaha yang dilakukan pengawas untuk meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo belum maksimal karena tindak lanjut hasil supervisi. (3) Kendala tidak maksimalnya pelaksanaan supervisi oleh pengawas karena ketidaksiapan guru untuk disupervisi baik dari segi mental maupun kelengkapan administrasi. Penelitian berimplikasi pada perbaikan model supervisi akademik pengawas untuk meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo, peningkatan usaha pengawas dalam meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo serta meminimalisir faktor penghambat pelaksanaan supervisi akademik pengawas pada guru Taman Kanak-kanak di Kota Palopo. Secara praktis, perlu peningkatan kompetensi pengawas, terutama kompetensi supervisi akademik yang berkaitan dengan peningkatan kualitas guru dan kualitas pembelajaran.  Abstract.  This research is qualitative research with a descriptive approach. The approach used is the management function approach, aimed at describing the supervisory, knowing supervisors' efforts to enhance the competency of kindergarten teachers and determine the supporting and inhibiting factors for the implementation of supervisory, academic supervision in kindergarten in Palopo City. The results of this study indicate that the Supervision Model used is a traditional/conventional supervision model which has not maximized yet. The second, Efforts by supervisors to improve the competency of kindergarten teachers have not been maximized because the follow-up to supervision results is only carried out by supervisors in the form of teacher working groups. The last result is about the obstacles, they were not the maximum implementation because teachers did not prepare to be supervised. The research has implications for improving the supervisory, academic supervision model to enhance the competency of kindergarten teachers in Palopo City, increasing supervisors' efforts to strengthen the competence of kindergarten teachers in Palopo City and minimizing the inhibiting factors for the implementation of supervisory, academic supervision on Kindergarten teachers in the City Palopo. Practically, it is necessary to increase the competency of supervisors, especially academic supervision competencies related to improving the quality of teachers and the quality of learning.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di MTs Mizanul Ulum Sanrobone Kabupaten Takalar Umar Mansyur; Rahmat Rahmat
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.246 KB) | DOI: 10.35906/resona.v3i2.383

Abstract

Abstrak. Gemar membaca berperan penting dalam pendidikan. Sejauh ini praktik pendidikan yang berjalan di sekolah belum memperlihatkan fungsi sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang berupaya menjadikan warganya menjadi gemar dan terampil membaca-menulis. Rendahnya budaya literasi masih menjadi masalah serius yang dihadapi pemerintah. Berbagai program dicanangkan, salah satunya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menumbuhkembangkan budi pekerti siswa di MTs Mizanul Ulum Sanrobone Kabupaten Takalar melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat. Metode yang digunakan adalah praktik, ceramah, dan penyuluhan. Iptek yang ditransfer dibagi dalam tiga tahapan, yakni pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Hasil kegiatan yang dicapai antara lain: pembiasaan membaca 15 menit sebelum/sesudah jam pelajaran, menyalurkan donasi buku dan menata perpustakaan sekolah, menciptakan lingkungan sekolah yang kaya teks, pemasangan poster motivasi literasi di ruang kelas dan perpustakaan, menata kelas yang nyaman untuk siswa belajar, serta menyosialisasikan program literasi kepada guru dan pustakawan sekolah. Kendala yang temukan adalah minimnya referensi yang tersedia di perpustakaan sekolah, terutama buku-buku nonpelajaran, seperti buku-buku sastra, sejarah populer, dan sebagainya.  Abstract. Reading fondness plays a vital role in education. So far, the practice of teaching that runs in schools has not shown the function of schools as learning organizations that seek to make their citizens fond and skilled in reading and writing. The low culture of literacy is still a severe problem faced by the government. Various programs were launched; one of them was the School Literacy Movement (GLS). GLS is a comprehensive effort involving all school and community members as part of the education ecosystem. The purpose of this community service activity is to foster student morale at Mizanul Ulum Sanrobone Takalar District through the culture of the school literacy ecosystem, which is manifested in the School Literacy Movement to become a lifelong learner. The method used is practice, lecture, and counseling. The transferred science and technology are divided into three stages, namely habituation, development, and learning. The results of this activity were there is an improvement in reading habits 15 minutes before or after class, and the school library starts to donate and organize its assets. Creating a school environment that is rich in text, mounting motivational posters in classrooms and libraries, arranging comfortable classes for students to learn, and disseminating literacy programs to teachers and school librarians also became the outcome of this activity. The obstacle found was the lack of references available in school libraries, especially non-learning books, such as literary books, modern history, and so on.
Teknik Penggunaan Pupuk Fosfat Terhadap Rumput Laut (Gracilaria verrucosa) Di Tambak Budidaya Lakawali Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan Irman Halid; Patahiruddin Patahiruddin
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.445 KB) | DOI: 10.35906/resona.v3i2.355

Abstract

Abstrak. Fosfat merupakan salah satu nutrien yang mempengaruhi pertumbuhan dan menjadi unsur hara yang esensial bagi tumbuhan dan algae akuatik serta sangat mempengaruhi tingkat produktivitas perairan. Rumput laut (Gracilaria verrucosa) merupakan salah satu jenis alga merah (Rhodophyta) yang banyak dibudidayakan di tambak dan menjadi bahan dasar penghasil agar. Agar digunakan sebagai pengental yang larut dalam air dan pengemulsi dalam industri makanan, obat-obatan, kosmetik, kertas, tekstil, minyak bumi, dan bioteknologi. Tingginya permintaan, harga tinggi, bibit mudah diperoleh dan masa panen yang singkat menjadikan G.verrucosa sebagai salah satu komoditas unggulan di sektor  budidaya perikanan. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 30 Pebruari 2019 dengan tujuan untuk memperkenalkan teknologi budidaya G.verrucosa yang efektif dan efisien. Dengan kegiatan pegabdian, diharapkan terjadi peningkatan partisipasi pembudidaya G.verrucosa yang bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat (sasaran) dalam menerapkan strategi produksi agar mempercepat terjadinya perubahan-perubahan kondisi sosial, politik dan ekonomi sehingga mereka dapat (dalam jangka panjang) meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakat pembudidaya G.verrucosa di Lakawali, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Dampak dan manfaat kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan penggunaan pupuk fosfat, keterampilan dan sikap pembudiya G.verrucosa. Capaian keberhasilan kegiatan penyuluhan ditandai timbulnya partisipasi aktif dari pembudidaya G.verrucosa dalam mengadopsi teknologi dan peningkatan produksi G.verrucosa.  Abstract. Phosphate is one of the nutrients that affect growth and is an essential nutrient for plants and aquatic algae and dramatically affects the level of marine productivity. Seaweed (Gracilaria verrucosa) is one type of red algae (Rhodophyta), which is widely cultivated in ponds and is the essential ingredient in producing agar. Agar used as a water-soluble thickener and emulsifier in the food, medicine, cosmetics, paper, textile, petroleum, and biotechnology industries. High demand, high prices, easy to obtain seeds, and a short harvest period make G.verrucosa as one of the leading commodities in the aquaculture sector. This service uses counseling methods implemented on 30 February 2019 to introduce effective and efficient G.verrucosa cultivation technology. Hopefully, the community service activities will increase in the participation of G.verrucosa farmers who aim to facilitate the community (target) in implementing production strategies to accelerate changes in social, political, and economic conditions so that they can (in the long term) improve their personal and community lives. G.verrucosa farmers in Lakawali, East Luwu Regency, South Sulawesi. The impact and benefits of this activity are increased knowledge of the use of phosphate fertilizer, the skills, and attitudes of G.verrucosa pembudiya. The achievement of the success of extension activities marked the emergence of active participation of G.verrucosa farmers in adopting technology and increasing G.verrucosa production.
Penyusunan Analisis Standar Belanja Pembangunan Gedung Dan Rehabilitasi Ruang Kelas Lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Tahun 2019 Marwah Yusuf; Rahmawati Rahmawati; Aswar Aswar
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.451 KB) | DOI: 10.35906/resona.v3i2.386

Abstract

Abstrak. Keharusan Pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan Kegiatan penyusunan Analisis Standar Belanja (ASB) adalah implementasi amanat Pasal 89 Peraturan   Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007   tentang Pengelolaan   Keuangan   Daerah.   Sehingga pemerintah kabupaten Buton perlu melakukan Analisis Standar Belanja (ASB) dalam menganalisis kewajaran beban kerja atau biaya setiap program/kegiatan dalam satu tahun anggaran, untuk mewujudkan efektif dan efisien sesuai dengan Asas Umum Pengelolaan Keuangan Daerah. Sehingga penyusunan ASB diharapkan dapat memberikan pengetahuan, sikap dan perilaku SKPD di Kabupaten Buton melalui kegiatan Pendampingan. Pendampingan ini menggunakan metode kuantitatif dan fokus group discussion.   Analisis Standar Belanja (ASB) dapat dilakukan dengan metode biaya rata-rata dan metode OLS. Namun untuk penyusunan dokumen ASB di Kabupaten Buton akan menggunakan metode metode OLS (regresi) yang disesuaikan dengan kondisi kecukupan data. Dengan terbitnya Analisis Standar-Belanja (ASB) Kabupaten Buton Tahun 2019, sebagai informasi atau data yang dibutuhkan dalam mengalokasikan anggaran   setiap   lingkup Satuan   Kerja   Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Buton.  Abstract.  The central and regional governments' obligation in formulating the activity of compiling Shopping Standards Analysis (ASB) is the implementation of the mandate of Article 89 of the Minister of Domestic Affairs Regulation No. 59 of 2007. It concerning Regional Financial Management so that the Buton district government needs to conduct a Shopping Standards Analysis (ASB) in analyzing the reasonableness of the workload or cost of each program/activity in one fiscal year, to realize effective and efficient following the General Principles of Regional Financial Management. So that the preparation of ASB was expected to provide knowledge, attitudes, and behavior of SKPD in Buton Regency through the Mentoring activities, this assistance uses quantitative methods and focuses on group discussion. Spending Standards Analysis (ASB) can be done using the average cost method and the OLS method. However, for the preparation of ASB documents in the Buton District, OLS (regression) method is adjusted to suit the data sufficiency conditions. With the publication of the 2019 Buton Regency Standards-Expenditure Analysis (ASB), as information or data needed in allocating the budget for each scope of the Buton District Regional Work Unit (SKPD).

Page 1 of 1 | Total Record : 7