cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
GIZI INDONESIA
Published by DPP PERSAGI Jakarta
ISSN : 04360265     EISSN : 25285874     DOI : -
Core Subject : Health,
Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) is an open access, peer-reviewed and inter-disciplinary journal managed by The Indonesia Nutrition Association (PERSAGI). Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) has been accredited by Indonesian Institute of Sciences since 2004. Gizi Indonesia aims to disseminate the information about nutrition, therefore it is expected that it can improve insight and knowledge in nutrition to all communities and academics. Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) offers a specific forum for advancing scientific and professional knowledge of the nutrition field among practitioners as well as academics in public health and researchers
Arjuna Subject : -
Articles 538 Documents
KOMBINASI DIET TINGGI SERAT DAN SENAM AEROBIK TERHADAP PROFIL LIPID DARAH PADA PASIEN DISLIPIDEMIA Taufik Maryusman; Siti Imtihanah; Nur Indah Firdausa
GIZI INDONESIA Vol 43, No 2 (2020): September 2020
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v43i2.354

Abstract

Dyslipidemia is a disorder of lipoprotein metabolism, both excess and lack of lipoprotein which are LDL cholesterol, triglycerides, total cholesterol excessive, and decreased HDL cholesterol levels. This study aims to determine the effect of combining high fiber diet and aerobic exercise on lipid profile in patients with dyslipidemia in Ciputat District, Banten. This study was conducted for 2 weeks with 22 subjects consisting of 11 people for treatment and 11 controls. The treatment group was given a high fiber diet with aerobic exercise and the control group was only given aerobic exercise. The design of this study was Quasi-Experimental with the Pre-Post Test Control Group Design method. The results of paired t-test analysis showed that total cholesterol levels, HDL cholesterol, LDL cholesterol, and triglycerides experienced a significant change between before and after the intervention. The results of this study showed that there was a difference in mean of total cholesterol, LDL cholesterol, HDL cholesterol, and triglyceride levels between the treatment group and the control group (p 0.05). The results of GLM repeated measure analysis showed that total cholesterol levels experienced the highest change compared with LDL cholesterol, HDL cholesterol, and triglyceride levels. The combination of high fiber diet and aerobic exercise can reduce total cholesterol, LDL cholesterol, triglycerides and increase HDL cholesterol.ABSTRAKDislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipoprotein, baik kelebihan maupun kekurangan lipoprotein yaitu kolesterol LDL, trigliserida dan kolesterol total yang berlebih maupun penurunan kadar kolesterol HDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik terhadap profil lipid pada pasien dislipidemia di puskesmas Kecamatan Ciputat, Banten. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu dengan subjek sebanyak 22 orang yang terdiri dari 11 orang untuk perlakuan dan 11 orang kontrol. Kelompok perlakuan diberikan diet tinggi serat disertai senam aerobik dan kelompok kontrol hanya diberikan senam aerobik. Rancangan penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan metode Pre-Post Test Control Group Design. Hasil analisis paired t test menunjukan kadarkolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL dan trigliserida mengalami perubahan secara signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan rerata kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida secara bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p0.05). Hasil analisis GLM repeated meusure menunjukan kadar kolesterol total mengalami perubahan yang paling tinggi dibandingkan dengan kadar kolesterol LDL, kadar kolesterol HDL dan trigliserida. Kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik dapat menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida serta meningkatkan kolesterol HDL.
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN DAN KUALITAS PELAYANAN MAKANAN TERHADAP BIAYA SISA MAKANAN DAN ZAT GIZI YANG HILANG PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA JAKARTA Putri Ronitawati; Michael Fujima; Laras Sitoayu; Mertien Sa'pang; Lintang Purwara Dewanti
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.527

Abstract

One indicator of the success of a food delivery system is food waste, which is a simple indicator for evaluating the success of hospital nutrition services. Good quality of food service can reduce the patient's leftovers. The study aimed to analyze the food reservation system, relationships of satisfaction level, and foodservice quality towards fee, leftover, and lost nutrition in patients of Koja Hospital North Jakarta. The study used a descriptive observational method and cross-sectional type with sample calculation using absolute determination. The number of samples is 132 respondents. The results of the bivariate analysis used the Spearman correlation test. The result of the study showed that related to lost costs are food taste, menu variations, animal side variations, vegetable dish variations, vegetable menu variations, fruit menu variations, the accuracy of feeding schedules, state of eating utensils, and satisfaction levels. Variables related to missing nutrients are gender, food taste, menu variations, animal side dishes, vegetable side dishes, vegetable menu variations, fruit menu variations, the accuracy of feeding schedules, and satisfaction levels. The conclusion of the study there is a relationship between the characteristics of the respondent (sex) with nutrients lost, there is a relationship between the quality of food service and the level of satisfaction with the costs and nutrients lost.ABSTRAKSalah satu indikator keberhasilan suatu sistem penyelenggaraan makanan adalah sisa makanan, yang menjadi indikator sederhana untuk mengevaluasi keberhasilan pelayanan gizi rumah sakit. Kualitas pelayanan makanan yang baik dapat mengurangi sisa makanan pasien. Tujuan penelitian untuk menganalisis sistem penyelenggaraan makanan, tingkat kepuasan dan kualitas pelayanan makanan terhadap biaya sisa makanan dan zat gizi yang hilang pada pasien rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif bersifat observasional dan berjenis cross sectional dengan perhitungan sampel menggunakan ketetapan absolut. Jumlah sampel sebanyak 132 responden. Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik korelasi spearman. Hasil Uji Korelasi Spearman menunjukan variabel yang berhubungan dengan biaya yang hilang adalah rasa makanan, variasi menu, variasi lauk hewani, variasi lauk nabati, variasi menu sayur, variasi menu buah, ketepatan jadwal pemberian makan, keadaan peralatan makan, dan tingkat kepuasan. Variabel yang berhubungan dengan zat gizi yang hilang adalah jenis kelamin, rasa makanan, variasi menu, variasi lauk hewani, variasi lauk nabati, variasi menu sayur, variasi menu buah, ketepatan jadwal pemberian makan, dan tingkat kepuasan. Kesimpulan menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik responden (jenis kelamin) dengan zat gizi yang hilang, ada hubungan kualitas pelayanan makanan dan tingkat kepuasan dengan biaya dan zat gizi yang hilang.Kata kunci: tingkat kepuasan, sisa makanan, biaya yang hilang, zat gizi yang hilang 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SISA MAKANAN CAIR PASIEN KELAS 2 DAN 3 DI GEDUNG A RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA TAHUN 2019 Abidah Syauqiyatullah; Irfanny Z. Anwar; Ferina Darmarini; Ahmad Syauqy
GIZI INDONESIA Vol 43, No 2 (2020): September 2020
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v43i2.472

Abstract

Plate waste is one of the indicators of minimum standard nutrition service at a hospital. Several studies at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta showed that plate waste which higher than the standard still existed. Nevertheless, no research has been done to clarify factors causing a liquid diet.This research aims for finding out the analysis of factors causing liquid diet waste of patient classes 2 and 3 at A Building RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. It was conducted in April 2019 using a cross-sectional design and accidental sampling. The liquid diet waste was acquired by the food weighing method. A questionnaire was used to collect data. The result showed that the liquid diet waste in category 20% reached 88,7 percent. The results of statistical analysis explained that there were no significant relations between gender, age, education, information and education of nutrition, patients clinical obstacles, and food and diet obstacles with liquid diet waste. However, there were tendencies to leave liquid diet on male patients, patients with the age of ?35 years old, patients with higher education degrees, patients who did not receive information and education of nutrition, and patients with other obstacles. Therefore, the hospital and nutrition installation need to evaluate the acceptability of a liquid diet so it can increase patients intake of a liquid diet.ABSTRAK Sisa makanan merupakan salah satu indikator standar pelayanan minimal gizi rumah sakit. Dari beberapa penelitian di RSUPN Dr. Cipto Mangkusumo Jakarta, masih terdapat sisa makanan yang melebihi standar pelayanan minimal gizi rumah sakit tetapi penelitian mengenai sisa makanan cair belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab sisa makanan cair pasien kelas 2 dan 3 di Gedung A RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Penelitian dilakukan pada bulan April 2019 dengan desain cross-sectional dan metode pemilihan sampel accidental sampling. Pemberian kuesioner kepada pasien dilakukan untuk mengetahui pemberian informasi dan edukasi gizi dan kendala yang dihadapi pasien dalam mengonsumsi makanan cair sedangkan data sisa makanan diperoleh dengan cara penimbangan. Berdasarkan hasil analisis univariat diketahui bahwa distribusi frekuensi sisa makanan cair dalam kategori tidak terpenuhi (20%) mencapai 88,7 persen. Sisa makanan cair diketahui tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap jenis kelamin, kelompok umur, tingkat pendidikan, dan pemberian informasi dan edukasi gizi, kendala klinis dan kendala makanan dan menu yang dihadapi pasien. Namun, terdapat kecenderungan lebih banyak terjadinya sisa makanan cair pada pasien berjenis kelamin laki-laki, pasien berumur ?35 tahun, pasien dengan tingkat pendidikan minimal SMA, pasien yang tidak diberikan informasi dan edukasi gizi, dan pasien dengan kendala lain-lain. Oleh karena itu, pihak rumah sakit khususnya instalasi gizi, perlu mengevaluasi lebih lanjut kepuasan pasien terhadap makanan cair sehingga dapat dijadikan masukan dalam meningkatkan asupan makanan cair.
SEBUAH ALTERNATIF: INDEKS STUNTING SEBAGAI EVALUASI KEBIJAKAN INTERVENSI BALITA STUNTING DI INDONESIA Zenderi Wardani; Dadang Sukandar; Yayuk Farida Baliwati; Hadi Riyadi
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.535

Abstract

The proportion of stunting above 20 percent indicates that there are still public health problems in Indonesia. The impact of stunting not only affects the stature but also affects the economic productivity of a country. The purpose of this study was to develop index models that are responsive stunting in children under-5 years in Indonesia. Development of the index model used mathematical formulations using the SDGs indicator and other relevant indicators. Aggregate data from 16-time series were selected from 34 provinces in Indonesia in the span of 4 years (2015 - 2018). Furthermore, the method of developing a stunting index in this study was carried out through the stages of standardization, weighting, aggregation and validation. The results showed that the stunting index model is an evaluation measure that is responsive to stunting interventions in infants (0-56 months) in Indonesia. The national stunting index from 2015 to 2018 increased although it was still in the medium category with index values of 69.77, 70.29, 70.30 and 72.74, respectively. This study recommended an increase in efforts to achieve dimension index values in the development pillars of environmental and economical, especially in the eastern regions of Indonesia and the divided provinces.ABSTRAK Proporsi stunting lebih dari 20 persen menunjukkan bahwa masih terdapat masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Dampak stunting tidak hanya mempengaruhi perawakan tetapi juga mempengaruhi produktifitas ekonomi suatu negara. Sebuah model sederhana dan responsif dalam bentuk indeks stunting dapat menjadi bagian dari pilar rencana aksi intervensi stunting tersebut di atas. Model indeks stunting pun diharapkan dapat membantu pengambil keputusan (decision maker) menyusun formulasi, implementasi dan evaluasi kebijakan dalam penanggulangan stunting untuk masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model indeks stunting responsif pada anak balita di Indonesia. Pengembangan model indeks menggunakan formulasi matematis dengan menggunakan indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan indikator terkait lainnya. Data agregat dari 16 time series dipilih dari 34 provinsi di Indonesia dalam kurun waktu 4 tahun (2015 - 2018). Selanjutnya metode pengembangan indeks stunting pada penelitian ini dilakukan melalui tahapan standardisasi, pembobotan, agregasi dan validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model indeks stunting pada penilitian ini merupakan ukuran evaluasi yang tanggap terhadap intervensi stunting pada bayi (0-56 bulan) di Indonesia. Indeks stunting nasional dari tahun 2015 sampai 2018 mengalami peningkatan meskipun masih dalam kategori sedang dengan nilai indeks masing-masing 69,77, 70,29, 70,30 dan 72,74. Studi ini merekomendasikan peningkatan upaya pencapaian nilai indeks dimensi pada pilar pembangunan lingkungan dan ekonomi khususnya di wilayah timur Indonesia dan daerah provinsi pemekaran.Kata kunci: Indeks stunting, evaluasi kebijakan, anak balita
POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK REMAJA AKHIR DENGAN RIWAYAT DIABETES DI YOGYAKARTA Juniar Ayuning Wigiyandiaz; Martalena Br. Purba; Retna Siwi Padmawati
GIZI INDONESIA Vol 43, No 2 (2020): September 2020
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v43i2.283

Abstract

The risk of diabetes will increase when there was any diabetes family history. The study aimed to determine the relationship of having diabetes family history with diet and physical activity among late adolescents. This study also determines the factors that influence diet and physical activity. This study was a mixed-method, which was done in two phases, quantitative followed by a qualitative study. Fifty late-adolescent (18-24 years old) involved in the quantitative study, and fourteen late-adolescent involved in the qualitative study. The subject for the quantitative study was a family member of the Chronic Disease Program in (Prolanis) in Puskesmas study area. The selection of fourteen subjects for qualitative study was proportionally based on variations arise from the quantitative study. The study showed that there was no significant association between life with diabetes family members in one home or not with diet and physical activity (p = 0,310 dan p = 0,297). Nor was there any association between having diabetes family history from first or second relatives degree with diet and physical activity (p = 0,276 dan p = 0,547). There was 92 percent of respondents had low fiber, high fat, and high sugar diet. This study found that factors influenced diet and physical activity were perceive susceptibility, perceived benefit, perceived barrier, and self-efficacy. There was no association between having diabetes family history with diet and physical activity. Support from family, friends, work environment or campus is needed to establish a healthy diet and physical activity, to prevent diabetes.ABSTRAKRiwayat keluarga dengan diabetes dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan memiliki riwayat keluarga diabetes dengan pola makan dan aktivitas fisik remaja akhir, serta mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pola makan dan aktivitas fisik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian kuantitatif diikuti penelitian kualitatif. Sebanyak lima puluh remaja akhir (usia 18-24 tahun) terlibat dalam penelitian kuantitatif, dan empat belas remaja akhir terlibat dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara tinggal satu rumah dan tidak satu rumah dengan anggota keluarga penyandang diabetes terhadap pola makan dan aktivitas fisik (p= 0,310 dan p= 0,297). Tidak pula terdapat hubungan antara memiliki riwayat keluarga diabetes dari keluarga inti atau keluarga besar terhadap pola makan dan aktivitas fisik (p = 0,276 dan p = 0,547). Hasil penelitian juga menemukan bahwa faktor yang mempengaruhi pola makan dan aktivitas fisik antar lain persepsi kerentanan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, serta kemampuan diri. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan antara memiliki riwayat keluarga diabetes terhadap pola makan dan aktivitas fisik remaja akhir yang memiliki riwayat keluarga diabetes. Dukungan dari keluarga, pertemanan, lingkungan kerja atau kampus diperlukan untuk membentuk pola makan dan aktivitas fisik yang sehat, untuk mencegah diabetes.
PENDAMPINGAN IBU HAMIL DI DESA FOKUS STUNTING KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Bertalina Bertalina; Antun Rahmadi
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.491

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five as a result of chronic malnutrition so that the child is too short for his age. Stunting can occur in the womb due to inadequate nutritional intake during pregnancy. This study aims to examine the effect of mentoring on the knowledge and behavior of pregnant women in focus-stunting villages. The intervention is nutritional counseling using standard operating procedures and booklets. Mentoring is carried out by nutritionist one times a week for one month. The study is a quasi-experiment with a non-randomized control group design pre-test - post-test design. The subjects were 60 people who were selected purposively from the population of pregnant women in 6 villages in East Lampung Regency. Data analysis used Wilcoxon Rank Test and Mann Whitney. The results showed that there were significant differences in knowledge energy and protein intake. No difference in consumption of sulfas ferosus supplements between the two groups. Nutritional assistance for pregnant women increases knowledge and nutritional intake. A nutritionist can take the mother's class to strengthen nutrition assistance to pregnant women. Assistance to breastfeeding mothers can be used as a topic in further research.ABSTRAK        Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting dapat terjadi sejak dalam kandungan yang disebabkan karena asupan gizi yang tidak memadai selama kehamilan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendampingan terhadap pengetahuan dan perilaku ibu hamil  di desa fokus stunting. Bentuk  intervensi pendampingan adalah konseling gizi menggunakan standar operasional prosedur dan booklet. Pendampingan dilakukan oleh nutrisionis selama satu bulan dengan frekuensi satu kali seminggu. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan non randomized control group pre test – post test design. Subjek penelitian berjumlah 60 orang yang dipilih secara purposiv dari populasi ibu hamil di 6 desa di Kabupaten Lampung Timur. Analisis data menggunakan Wilcoxon Rank Test dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan pengetahuan, asupan energi dan protein. Tidak ada perbedaan konsumsi suplemen  tablet tambah darah (TTD) antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pendampingan nutrisionis kepada ibu hamil meningkatkan pengetahuan dan asupan gizi. Nutrisionis agar memanfaatkan kelas ibu untuk memperkuat pendampingan gizi kepada ibu hamil. Pendampingan kepada ibu menyusui dapat dijadikan topik dalam penelitian lanjutan.Kata kunci: stunting, pendampingan ibu hamil, pengetahuan, asupan energi dan protein 
ASUPAN ZAT BESI BERKORELASI DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI KECAMATAN MAROS BARU Sirajuddin Sirajuddin; Suriani Rauf; Nursalim Nursalim
GIZI INDONESIA Vol 43, No 2 (2020): September 2020
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v43i2.406

Abstract

Prevention of stunting in every region requires a systematic approach. The purpose of this research is to analyze the correlation between the intake iron with the value z score anthropometry child age 12-36 months (HAZ). The sample size was 155 subjects, by selected systematically random sampling. Food intake by food recall 2x24 hours (The five multi-pass method). Anthropometry data measurements by digital scales Camry accuracy 0.01 kg. Data analysis with Pearson correlation test, with a confidence level of 95%. There was a significant positive correlation between intake of Iron with the value of the z score HAZ was p = 0.036.The conclusion of this research is the prevention of stunting can be done with the repair of the intake of iron. Suggestion to be implemented good practice the complementary feeding.ABSTRAKPencegahan stunting di setiap daerah memerlukan pendekatan sistematis dan efisien sesuai penyebab utamanya (rendahnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, premature, panjang lahir dan rendahnya kualitas Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi antara asupan zat besi dengan z skor Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) anak usia 12-36 bulan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan proporsi populasi balita di kecamatan Maros Baru sebanyak 155 anak, dipilih secara acak sistematis pada semua desa (6 desa). Asupan makanan dengan metode food recall 2x24 jam metode lima langka (The Five Multiple-Pass Method). Pengukuran data antropometri memakai timbangan digital Camry ketelitian 0,01 kg. Analisis data dengan uji korelasi Pearson, dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian diketahui bahwa adakorelasi positif signifikan antara asupan Fe dengan nilai z skor TB/U, p=0,036. Kesimpulan penelitian ini adalah pencegahan stunting dapat dilakukan dengan perbaikan asupan zat besi. Disarankan untuk menggiatkan upaya perbaikan kualitas MP-ASI.
STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK, PERSEPSI MANFAAT, DAN HAMBATAN PEMENUHAN ASUPAN GIZI ORANG DENGAN HIV/AIDS Sidjabat, Forman Novrindo; Triatmaja, Nining Tyas; Bevi, Amelia
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.556

Abstract

One of the efforts to improve the quality of life of people living with HIV/AIDS (PLWHA) is to maintain optimal nutritional status so that it can increase immunity to infection and disease, increase energy and be more productive. This study aims to describe the nutritional status, physical activity, and perceived benefits and barriers to fulfilling the nutritional intake of people living with HIV/AIDS (PLWHA). This research was a descriptive study using mixed methods. Data were collected on 5 female PLWH informants using a 2x24 hour food recall to determine consumption patterns and measure nutritional status based on BMI and the adequacy of nutritional intake (macro includes energy, protein, fat, carbohydrates; and micro including Vit. A, Vit. B, Vit. C, Zn); and the calculation of physical activity used the Physical Activity Level (PAL). In-depth interviews were conducted to explore perceived the benefits and barriers of PLWHA to fulfilling their nutritional needs and were analyzed using the Rapid and Rigorous Qualitative Data Analysis technique with triangulation informant. The BMI status of informants was 3 normal informants, 1 overweight informant, and 1 obese informant. Types of physical activity carried out were 4 informants doing light physical activity and 1 informant doing moderate physical activity. The frequency of eating the seams of informants is 3 times a day and the number of informants with normal adequacy of fat and energy intake is 1 informant each and 2 informants protein, carbohydrate nutrition intake is not sufficient. The adequacy of normal micronutrients is vitamin b for 2 informants, vitamin c, and b for 1 informant each. The informants know that nutrients can increase immunity, but the types of consumption by the informants have not varied. Assistance services, counseling, and nutrition education are also needed during the HIV / AIDS treatment process.ABSTRAKSalah satu upaya meningkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah mempertahankan status gizi optimal sehingga dapat meningkatkan kekebalan terhadap infeksi dan penyakit, peningkatan energi dan akan lebih produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi, aktivitas fisik, serta persepsi manfaat dan hambatan pemenuhan asupan gizi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode campuran. Data dikumpulkan pada 5 informan ODHA perempuan dengan menggunakan food recall 2x24 jam untuk mengetahui pola konsumsi dan mengukur status gizi berdasar pada IMT dan kecukupan asupan gizi (makro meliputi energi, protein, lemak, karbohidrat; dan mikro meliputi vitamin A, vitamin B, vitamin C, Zn); perhitungan aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Level (PAL). Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali persepsi manfaat dan hambatan ODHA mencukupi kebutuhan gizi dan dianalisa menggunakan teknik Rapid and Rigorous Qualitative Data Analysis dengan informan triangulasi. Status IMT informan adalah 3 informan normal, 1 informan gemuk, dan 1 informan obesitas. Jenis aktivitas fisik yang dilakukan adalah 4 informan melakukan aktivitas fisik ringan dan 1 informan melakukan aktivitas fisik sedang. Frekuensi makan keliman informan sebanyak 3x sehari dan jumlah informan dengan kecukupan normal pada asupan lemak dan energi masing-masing 1 informan dan protein sebanyak 2 informan, asupan gizi karbohidrat tidak tercukupi. Kecukupan gizi mikro normal adalah vitamin B pada 2 informan, vitamin C dan B masing-masing 1 informan. Informan mengetahui zat gizi dapat meningkatkan kekebalan tubuh tapi jenis konsumsi informan belum beragam. Diperlukan juga layanan pendampingan, konseling dan edukasi gizi, selama proses pengobatan HIV/AIDS.Kata kunci: HIV/AIDS, ODHA, angka kecukupan gizi
Back matter Vol.43(2) 2020 admin, admin
GIZI INDONESIA Vol 43, No 2 (2020): September 2020
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASUPAN GIZI DAN POLA MAKAN IBU MENYUSUI ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS IBRAHIM AJI KOTA BANDUNG Wardani, Yusrima Syamsina; Megawati, Ginna; Herawati, Dewi Marhaeni Diah
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.456

Abstract

Breast milk is the best food for babies for growth and development. The purpose of this study was to determine the nutritional intake and diet of mothers who provide exclusive breastfeeding. This research design was a mixed method with a sequential explanatory strategy. Quantitative research to assess food intake, while qualitative research was used to determine the dietary patterns of mothers. Quantitative samples were 44 mothers, while qualitative samples were 5 mothers, conducted by purposive sampling. Quantitative data collection by multiple 24-hour recalls for 3 days. Qualitative data collection by in-depth interviews. Quantitative analysis was conducted descriptively, while qualitative data were analyzed using content analysis. The results showed that intake of energy (36.63%) and protein (40.90%) of inadequate breastfeeding mothers (adequate if ≥ 80%). For vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin C, iron, and zinc the intake is below the RDA. Mothers who provide exclusive breastfeeding have a diet such as types of food that are not diverse, amount of food that is not certain, frequency and schedule of irregular meals. The nutritional intake and diet of breastfeeding mothers are not by guidelines for balanced nutrition. ABSTRAK ASI adalah makanan terbaik bagi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui asupan gizi dan pola makan ibu yang memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Ibrahim Aji Kota Bandung. Desain penelitian ini mixed method dengan strategi sequential explanatory. Penelitian kuantitatif untuk melihat asupan makan sedangkan penelitian kualitatif digunakan untuk mengetahui pola makan ibu yang memberikan ASI eksklusif. Jumlah sampel kuantitatif 44 orang, sedangkan kualitatif 5 orang, dilakukan secara purvosive sampling. Pengumpulan data kuantitatif dengan cara multiple 24 hour recall selama 3 hari. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Analisis kuantitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dengan content analysis melalui transkripsi, koding, kategorisasi, dan pembuatan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, asupan energi (36,63%) dan protein (40,90%) ibu menyusui tidak adekuat (adekuat jika ≥ 80%). Untuk vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin C, kalsium, zat besi dan seng asupannya berada di bawah AKG. Ibu yang memberikan ASI eksklusif memiliki pola makan dengan jenis makanan yang tidak beragam, jumlah makanan yang tidak tentu, frekuensi dan jadwal makan yang tidak teratur. Asupan gizi dan pola makan belum sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Kata kunci: asupan gizi, pola makan, ibu menyusui ASI eksklusif 

Filter by Year

2004 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 46 No 2 (2023): September 2023 Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023 Vol 45, No 2 (2022): September 2022 Vol 45, No 1 (2022): Maret 2022 Vol 44, No 2 (2021): September 2021 Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 43, No 2 (2020): September 2020 Vol 43, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 42, No 2 (2019): September 2019 Vol 42, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 41, No 2 (2018): September 2018 Vol 41, No 2 (2018): September 2018 Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 40, No 2 (2017): September 2017 Vol 40, No 2 (2017): September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 39, No 2 (2016): September 2016 Vol 39, No 2 (2016): September 2016 Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 38, No 2 (2015): September 2015 Vol 38, No 2 (2015): September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 37, No 2 (2014): September 2014 Vol 37, No 2 (2014): September 2014 Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 36, No 2 (2013): September 2013 Vol 36, No 2 (2013): September 2013 Vol 36, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 35, No 2 (2012): September 2012 Vol 35, No 2 (2012): September 2012 Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 34, No 2 (2011): September 2011 Vol 34, No 2 (2011): September 2011 Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 33, No 2 (2010): September 2010 Vol 33, No 2 (2010): September 2010 Vol 33, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 33, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 32, No 2 (2009): September 2009 Vol 32, No 2 (2009): September 2009 Vol 32, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 32, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 31, No 2 (2008): September 2008 Vol 31, No 2 (2008): September 2008 Vol 31, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 31, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 30, No 2 (2007): September 2007 Vol 30, No 2 (2007): September 2007 Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 29, No 2 (2006): September 2006 Vol 29, No 2 (2006): September 2006 Vol 29, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 29, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 28, No 2 (2005): September 2005 Vol 28, No 2 (2005): September 2005 Vol 28, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 28, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 27, No 2 (2004): September 2004 Vol 27, No 2 (2004): September 2004 More Issue