cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2021)" : 9 Documents clear
Konstruksi Alat Ukur Konservatisme Islam di Indonesia Nesya Adira; Intan Permatasari; Selfiyani Lestari; Boma Baswara; Nudzran Yusya; Ali Nina Liche Seniati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.678 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p128-140

Abstract

Islamic conservatism has been said to inspire the rise of intolerance between religions in Indonesia and the growth of radical ideologies which threatens government stability. To understand the rise of Islamic conservatism, two studies were conducted to construct a valid and reliable psychological measurement which is able to measure the level of Islamic conservatism among Indonesian people. This Islamic conservatism scale consists of 5 dimensions with 2-3 indicators for each dimension. The validity testing was conducted using Confirmatory Factor Analysis, while the reliability testing of the instrument was conducted using Cronbach Alpha as internal consistency technique. The testings were conducted twice, in which the first one showed that 5 dimensions-scale is unfit, although reliable. When 2 dimensions with high social desirable items were excluded, the scale with 3 dimensions show a good fit, therefore the scale is valid and also reliable. Second study was conducted to measure convergent validity by correlating the 3-dimension scale with RWA scale. Result shows the scale has a significant positive correlation with RWA indicating the scale has a convergent validity.Keywords: Conservatism, Islam, scale construction, IndonesiaAbstrak: Konservatisme dalam agama Islam di Indonesia telah disebut melatarbelakangi terjadinya kasus-kasus intoleransi antar umat beragama yang mengancam stabilitas negara. Untuk mengukur pertumbuhan konservatisme Islam di Indonesia, dua studi dilakukan untuk mengkonstruksi alat ukur yang valid dan reliabel. Alat ukur yang ini memiliki lima dimensi dengan dua sampai tiga indikator per dimensi. Validitas konstruk alat ukur dilakukan dengan metode Confirmatory Factor Analysis dan reliabilitasnya diuji dengan Cronbach Alpha. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dua kali. Pengujian pertama pada alat ukur dengan 5 dimensi menunjukkan model tidak fit, namun reliabel. Pengujian kedua dilakukan pada alat ukur yang menghilangkan  2 dimensi yang memiliki tingkat social desirability tinggi. Hasilnya pengujian menunjukkan bahwa model alat ukur dengan 3 dimensi fit, yang berarti alat ukur valid. Selain itu alat ukur dengan 3 dimensi bersifat reliabel. Studi kedua dilakukan untuk mengukur validitas konvergen dengan mengkorelasikan alat ukur 3 dimensi dengan skala RWA. Hasil menunjukkan skala ini memiliki korelasi positif yang signifikan dengan RWA, mengindikasikan skala ini memiliki validitas konvergen.
Moderasi Norma Sosial dan Keterlibatan Personal terhadap Perilaku Peduli Lingkungan Yogi Pambudi; Ni Putu Pristi Wisuantari
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.52 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p83-99

Abstract

Pro-environmental behavior is a solution to overcome environmental problems. Plastic straw waste, which was produced majorly from restaurants consumption, has been identified as one of the causes of the environmental damage. This research was conducted to examine the moderation effect of social norms to plastic straw usage among restaurant visitors. The uantitative method was used by using self-report questionnaires to measure descriptive norm, injunctive norm, and personal involvement. Data were collected from 106 respondents whose ages ranged from 18 to 54 years with the proportion of 44% male and 66% female. This study has four hypotheses, namely the injunctive norm moderates the relationship between descriptive norm and pro-environment behavior, personal involvement moderates the relationship between descriptive norm and pro-environmental behavior, descriptive norm moderates the relationship between injunctive norm and pro-environmental behavior, and personal involvement moderates the relationship between injunctive norm and pro-environmental behavior. Statistical analysis using IBM SPSS with the add-on PROCESS Hayes 3.4 was used to test the moderation effect. The study found that there are no significant results from the four hypotheses. Although all hypotheses were not proven, the descriptive norm was proved to have a moderation effect to relationship between the injunctive norm and pro-environmental behavior when the score of descriptive norms is moderate or high. Hence, injunctive norm has potential to increase pro-environment behavior when it is moderated by moderate or high levels of descriptive norm.Keywords: Descriptive norm, injunctive norm, personal involvement, pro- environmental behavior Abstrak: Perilaku peduli lingkungan adalah solusi untuk mengatasi masalah lingkungan. Salah satu penyebab masalah lingkungan dengan begitu banyaknya sampah sedotan plastik. Penelitian ini menguji interaksi moderasi dari norma sosial dan keterlibatan personal terhadap perilaku peduli lingkungan pada pengunjung restoran terkait penggunaan sedotan plastik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif terhadap 106 responden dengan rentang usia dari 18 54 tahun dan proporsi gender pria 44% dan perempuan 66%. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur norma deskriptif, norma injungtif, dan keterlibatan personal. Penelitian ini menguji empat hipotesis, yakni; norma injungtif memoderasi norma deskriptif terhadap perilaku peduli lingkungan, keterlibatan personal memoderasi norma deskriptif terhadap perilaku peduli lingkungan, norma deskriptif memoderasi norma injungtif terhadap perilaku peduli lingkungan, dan keterlibatan personal memoderasi norma injungtif terhadap terhadap perilaku peduli lingkungan. Analisis statistik menggunakan IBM SPSS dengan add-on PROCESS Hayes 3.4 untuk melihat efek moderasi tersebut. Hasilnya, keempat hipotesis tidak terbukti. Meskipun keempat hipotesis ditolak tetapi norma deskriptif, ketika berada nilai moderat dan tinggi, memiliki pengaruh interaksi dalam memoderasi peran norma injungtif terhadap perilaku peduli lingkungan, Sehingga norma injungtif yang dimoderasi oleh norma deskriptif berpotensi untuk meningkatkan perilaku peduli lingkungan.
Transformasi Pecandu Penyandang HIV/AIDS Menjadi Konselor Adiksi: Sebuah Kajian Life History Qori Faizun; Nurchayati Nurchayati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.376 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p187-203

Abstract

Using Giddens structuration theory and Banduras concept of agency, this quasi-life-historical study deals with how an interplay between agency and social structure produced the transformation of a participant from a drug addict with HIV/AIDS into an addiction counselor. In response to the structural forces at work in her society, the subject exercised her agency in ways that led, as an unintended consequence, to her contracting HIV/AIDS. Drug abuse, too, was another of her self-defeating ways of tackling lifes trials, such as the excess of pocket money, dysfunctional family communications, and stifling parental disciplinary styles. Structural forces, taking the forms of rehabilitation facilities and family and community supports, played a key role in her success in kicking her drug habit and becoming an addiction counselor. The transformation, however, is best seen as the product of a favorable interplay between existing structural forces and the subjects constructive ways of enacting her agency.Keywords: Agency, structure, drug addict, HIV/AIDS, addiction counselor Abstrak: Menggunakan metode quasi-life history, riset kualitatif ini mengkaji transformasi subjek dari pecandu penyandang HIV/AIDS menjadi konselor adiksi. Merujuk pada teori strukturasi Giddens dan konsep agency dari Bandura, studi ini mencoba memahami bagaimana struktur dan agency berinteraksi dan menghasilkan transformasi tersebut. Menjadi penyandang HIV/AIDS adalah akibat yang tidak diniatkan (unintended consequence) dari cara subjek menjalankan agency-nya dalam menanggapi daya-daya struktural dalam masyarakat. Dalam menyikapi peraturan orang tua, ketidakharmonisan komunikasi keluarga dan berlebihnya uang saku, subjek justru mengonsumsi NAPZA. Di sisi lain, ada sejumlah daya struktural yang membantu subjek membebaskan diri dari adiksi dan menjadi konselor, seperti program rehabilitasi, dukungan masyarakat sekitar, dan membaiknya sikap keluarga. Alih-alih bekerja sendiri, daya-daya struktural tersebut bersinergi dengan perjuangan subjek. Studi ini menyimpulkan bahwa transformasi subjek dari pencandu NAPZA dan penyandang HIV/AIDS menjadi konselor adiksi dapat dipahami sebagai hasil sinergi antara agency individu dan struktur sosial.
Peran Warmth, Gregariousness, Assertiveness, Activity Level, Excitement Seeking dan Positive Emotions dalam Merefleksikan Kepribadian Extraversion Pipih Muhopilah; Fatwa Tentama; Yuzarion Yuzarion
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.119 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p176-186

Abstract

Extraversion personality is one of the personality dimensions in the big five pesonality. The extraversion personality is reflected in six aspects, namely warmth, gregariousness, assertiveness, activity level, excitement seeking and positive emotions. The purpose of this study was to examine the construct validity and construct reliability on the extraversion personality scale as well as to examine the aspects and indicators that reflect the construct of extraversion personality. The population in this study were all students of class VIII at schools X, Y, Z which are state junior high schools in Yogyakarta with a total of 524 students. The sample in this study is 185 students. The sampling technique uses cluster random sampling. The data collection method used extraversion personality scale. Research data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) through the SmartPLS 3.2.8 program. Based on the results of the data analysis, the aspects and indicators that reflect the extraversion personality construct are valid and reliable. The most dominant aspect that reflects extraversion personality is the activity level with a loading factor of 0,764. Meanwhile, the weakest aspect in reflecting extraversion personality is warmth with a loading factor value of 0,424. These results indicate that all aspects and indicators are able to reflect the extraversion personality construct. Thus, the measurement model can be accepted because the theory describes the personality construct of extraversion fit with empirical data obtained from the subject.Keywords: Activity level, extraversion personality, warmthAbstrak: Kepribadian extraversion adalah salah satu dimensi kepribadian dalam big five pesonality. Kepribadian extraversion direfleksikan melalui enam aspek yaitu warmth, gregariousness, assertiveness, activity level, excitement seeking dan positive emotions. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas konstruk pada skala kepribadian extraversion serta menguji aspek-aspek dan indikator-indikator yang dapat merefleksikan konstruk kepribadian extraversion. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII pada sekolah X, Y, Z yang merupakan sekolah menengah pertama negeri di Yogyakarta dengan jumlah 524 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 185 siswa. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala kepribadian extraversion. Data penelitian dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) melalui program SmartPLS 3.2.8. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh  hasil  aspek-aspek dan  indikator  yang merefleksikan konstruk  kepribadian extraversion dinyatakan valid dan reliabel. Aspek yang paling  dominan merefleksikan kepribadian extraversion adalah activity level dengan loading factor 0,764. Sedangkan aspek yang paling lemah dalam merefleksikan kepribadian extraversion adalah warmth dengan nilai loading factor 0,424. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semua aspek dan indikator mampu merefleksikan konstruk kepribadian extraversion. Dengan demikian, model pengukuran bisa diterima karena teori yang menggambarkan konstruk kepribadian extraversion fit dengan data empirik yang diperoleh dari subjek.
Peran Self Monitoring sebagai Mediator antara Job Characteristics dan Well-Being pada Guru Sekolah Inklusi Ulifa Rahma; Zahratul Fauza; Faizah Faizah; Yuliezar Perwira Dara
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.784 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p100-115

Abstract

This study aims to determine the role of teacher self-monitoring as a mediator between job characteristics (emotional job demands and trust in colleagues) and teacher well-being teachers in inclusive schools. The sample of this study was 204 teachers in Indonesia from elementary to high school levels in inclusive schools using G*power. The sample selection technique in this study was accidental sampling teachers in Indonesia from elementary to high school levels in inclusive schools. The research method used is correlational quantitative research. This study uses four measuring instruments, namely the teacher well being scale, the self-monitoring scale, and, to measure job characteristics, the omnibus trust and the emotional job demand scales. Analysis of research data refers to Baron & Kenny using process modeling analysis version 3.0 by Andrew Hayes. As a result, self monitoring is able to become a mediator between emotional job demand and teacher well-being. Self monitoring has also proven to be a mediator between trust in colleagues and teacher well-being.Keywords: Job characterstics, self monitoring, well-being, teacher, inclusive schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui peran teacher self monitoring sebagai mediator antara job characteristic (emotional job demands dan trust in colleagues) dan teacher well-being guru disekolah inklusi. Sampel dalam penelitian 204 guru dari jenjang Pendidikan Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas di sekolah inklusi menggunakan aplikasi G*power. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling yaitu seluruh guru inkusi yang ditemui dari jenjang Sekolah Dasar sampai Menengah Atas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini menggunakan empat alat ukur, yaitu skala teacher well being, self monitoring dan, untuk mengukur job characteristics, skala omnibus trust dan emotional job demand. Analisis data penelitian mengacu pada Baron & Kenny menggunakan analisis process modeling versi 3.0 oleh Andrew Hayes. Hasilnya self monitoring mampu menjadi mediator antara emotional job demand dan teacher well-being. Self monitoring juga terbukti mampu menjadi mediator antara trust in colleagues dan teacher well-being.
Disinhibisi Online sebagai Mediator Hubungan antara Kebingungan Identitas dan Cyberbullying pada Remaja Fadjri Kirana Anggarani; Fitri Amalia
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.291 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p116-127

Abstract

Cyberbullying behavior utilized the use of digital technology and the internet as a medium for bullying. The purpose of this study was to examine the function of online disinhibition as a mediator of the relationship between identity confusion and cyberbullying in adolescents. Participants in the study were 12 to 15 years old or adolescents, which consisted of 151 men and 196 women. Data collection was performed using 3 scales namely the Cyberbullying Behavior Scale, the identity confusion scale, and the online disinhibition scale. The data obtained were tested using regression analysis with mediator variable with the help of IBM SPSS Statistics 21.0. The results showed that there was an effect of online disinhibition mediation on the relationship of identity confusion with cyberbullying. The result of MacKinnon analysis shows that the direct effect gives a bigger effect than the indirect effect.The results of the additional analysis show that males do more cyberbullying behavior; the higher the duration of internet and social media use, the more cyberbullying behavior that will be carried out by adolescents. These results indicated that adolescents and cyberbullying have many factors that required further research.Keywords: Cyberbullying, online disinhibition, identity confusion, adolescents Abstrak: Perilaku cyberbullying memanfaatkan penggunaan teknologi digital dan internet sebagai media untuk melakukan aksi bullying. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji fungsi disinhibisi online sebagai mediator hubungan antara kebingungan identitas dan cyberbullying pada remaja. Partisipan dalam penelitian berusia 12 sampai dengan 15 tahun atau remaja yang terdiri dari 151 laki-laki dan 196 perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan 3 skala yaitu Skala Perilaku Cyberbullying, Skala kebingungan identitas, dan Skala disinhibisi online. Data yang diperoleh diuji menggunakan analisis regresi dengan melibatkan variabel mediator dengan bantuan IBM SPSS Statistics 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh mediasi disinhibisi online pada hubungan kebingungan identitas dengan cyberbullying. Perhitungan peranan menggunakan MacKinnon diperoleh hasil bahwa efek langsung memberikan peran lebih besar dibandingkan efek tidak langsung. Hasil analisis tambahan menunjukkan bahwa laki-laki lebih banyak melakukan perilaku cyberbullying; semakin tinggi durasi penggunaan internet dan sosial media semakin banyak pula perilaku cyberbullying yang akan dilakukan remaja. Hasil ini menunjukkan bahwa remaja dan cyberbullying memiliki banyak faktor yang memerlukan penelitian lanjutan.
Perbandingan Personality Traits, Rasa Bersalah dan Rasa Malu Pengedar Narkoba: Nonresidivis Versus Residivis Imaduddin Hamzah; Iman Santoso
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.885 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p141-157

Abstract

Various researches on drug abuse crimes have focused more on drug users or addicts. Meanwhile, investigations into drug dealers and producers have received very little attention. The majority of drug convicts in prisons are drug traffickers, which has resulted in a significant increase in drug trafficking cases in Indonesia. This study aimed to identify differences in personality traits, guilt, and shame of non-recidivists and drug dealers. The research was conducted on one hundred and fifty-five prisoners at the Cibinong Penitentiary, West Java, Indonesia. The measurement uses a scale of the big five personality traits which has been adapted into Indonesian, and the Guilt and Shame Proneness Scale (GASP) was developed by Cohen, Wolf, Panter, and Insko. This study found that there were differences in personality traits in terms of agreeableness and neuroticism between non-recidivists and recidivists. The difference test concluded that guilt and shame did not show any differences between the two groups of prisoners. This conclusion can provide a basis for consideration of developing a program to develop drug trafficking convicts to prevent the re-offense of crimes after being released.Keywords : Personality traits, guilt, shame, non-recidivists, recidivists Abstrak. Berbagai penelitian kejahatan penyalahgunaan narkoba selama ini lebih memfokuskan pada pengguna atau pecandu narkoba. Sedangkan penyelidikan terhadap para pengedar dan produsen  narkoba masih sangat kurang mendapatkan perhatian. Mayoritas  narapidana kejahatan narkoba di lembaga pemasyarakatan adalah para pengedar narkoba yang mengakibatkan peningkatan yang signifikan dalam kasus peredaran obat terlarang di Indonesia. Studi ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan dalam sifat kepribadian, rasa bersalah, dan rasa malu nonresidivis dan residivis pengedar  narkoba.  Penelitian dilakukan pada seratus lima puluh lima narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Cibinong, Jawa Barat, Indonesia, Pengukuran menggunakan skala the big five personality traits yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan Guilt and Shame Proneness Scale (GASP) dikembangkan oleh Cohen, Wolf, Panter dan Insko. Studi ini menemukan ada perbedaan personality traits dalam aspek pada agreeableness dan neuroticism non-residivis dengan residivis. Uji perbedaan  menyimpulkan rasa bersalah dan rasa malu tidak menunjukkan perbedaan antara kedua kelompok narapidana. Kesimpulan ini dapat memberikan dasar pertimbangan pembuatan program pembinaan narapidana pengedar narkoba untuk mencegah pengulangan kejahatan setelah bebas.
Psychological Well-Being Sebagai Prediktor Tingkat Kesepian Mahasiswa Janice Grace Lusiani Larasati Simanjuntak; Clement Eko Prasetio; Firza Yusani Tanjung; Airin Triwahyuni
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.039 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p158-175

Abstract

Loneliness leads to several health risks, especially among university students who are prone to experience it. In order to cope with loneliness, university students need functional psychological resources, which can be measured by six-dimensional of psychological well-being (PWB) by Ryff. Thus, this study aims to predict university students loneliness using the multidimensional PWB. Loneliness was measured using Revised UCLA Loneliness Scale and PWB was measured using Ryffs multi-dimensional PWB. A total number of 376 undergradute students in Faculty of Psychology Universitas Padjadjaran Indonesia were participated in this study. The test of correlation using Pearsons r resulted all dimensions were negatively correlated. Stepwise regression analysis resulted that positive relationship, self-acceptance, environmental mastery, and autonomy were the significant predictors, predicted 74.7% of the variance, of loneliness among participants. These findings indicate that dimensions mentioned can be used as predictors of university students loneliness.Keywords: Loneliness, psychological well-being, university students Abstrak: Kesepian dapat memicu berbagai risiko kesehatan, terutama bagi mahasiswa yang rentan mengalaminya. Untuk menghadapi kesepian, mahasiswa memerlukan keberfungsian psikologis yang dapat ditandai oleh tingkat psychological well-being (PWB) oleh Ryff. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat kesepian dengan menggunakan PWB multidimensional. Tingkat kesepian diukur dengan kuesioner Revised UCLA Loneliness Scale, sementara tingkat PWB diukur dengan kuesioner PWB multidimensional dari Ryff. Sebanyak 376 mahasiswa tingkat sarjana Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Indonesia berpartisipasi. Uji korelasi (r) Pearson menunjukkan semua dimensi PWB berkorelasi negatif dengan kesepian. Analisis regresi stepwise menunjukkan prediktor terkuat adalah dimensi relasi positif, penerimaan diri, penguasaan lingkungan, dan otonomi, memprediksi 74,7% varians tingkat kesepian. Hasil ini mengindikasikan bahwa keempat dimensi tersebut dapat digunakan sebagai prediktor tingkat kesepian pada mahasiswa.
Meningkatkan Pola Pengasuhan Otoritatif melalui Program Excellent Parenting Rifa Hidayah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.99 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p204-2016

Abstract

Successful motherhood in educating children requires learning how to best care for children. Excellent parenting programs make it easier for mothers to better care for their children. The study aim was to examine the effect of "excellent parenting program" on the authoritative parenting patterns of mothers. A total number of 14 mothers were involved in this study.  A quasi-experimental method was used. Data was collected using the authoritative parenting scale, and analyzed using t-test. The result shows that the excellent parenting program has a positive effect on the improvement of mothers authoritative parenting. This study concludes that the excellent parenting program provides benefits for mothers to improve their authoritative parenting skills.Key words: Authoritative parenting, excellent parenting program, mother. Abstrak: Sukses menjadi ibu dalam mendidik anak memerlukan belajar bagaimana mengasuh yang terbaik untuk anak. Program excellent parenting membantu memudahkan ibu dalam menerapkan pola pengasuhan anak secara otoritatif. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh program excellent parenting terhadap pola pengasuhan otoritatif ibu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen terhadap 14 ibu. Pengumpulan data penelitian berupa skala pola pengasuhan otoritatif. Analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa œprogram excellent parenting memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan pola asuh otoritatif ibu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program excellent parenting bermanfaat bagi para ibu untuk meningkatkan pola asuh otoritatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue