Articles
177 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN “FLOODING MOCKUP” UNTUK MENGENALKAN SAMPAH DAN BANJIR PADA ANAK USIA DINI
Ajeng Rizki Safira;
Slamet Suyanto;
Dinda Rizki Tiara;
Nur Aini Mahbubah
PG-PAUD Trunojoyo Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v9i2.16877
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media Flooding Mockup yang layak dengan tujuan mengenalkan sampah serta banjir untuk anak usia dini dan (2) mengembangkan media Flooding Mockup yang efektif untuk mengenalkan sampah serta banjir untuk anak usia dini. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Borg dan Gall. Pengumpulan data dengan wawancara, angket, penilaian kemampuan anak, dan observasi. Teknik analisis data terdiri dari penembangan produk dan analisis penilaian pembelajaran. Hasil penelitian adalah (1) media Flooding Mockup ditinjau dari aspek materi serta media dinilai oleh ahli ialah layak digunakan mengenalkan "sampah serta banjir pada anak usia dini, dan (2) permainan media Flooding Mockup efektif untuk mengenal sampah serta banjir untuk anak usia dini. Hal ini ditunjukkan dari hasil independent t test posttest yaitu p lebih kecil dari 0.05 yaitu 0.000 ≤ maka dinyatakan bahwa dapat meningkatkan dengan signifikan kemampuan anak mengenal sampah serta banjir.
PENGARUH MEDIA LOOSE PART TERHADAP KEMAMPUAN PRA MENULIS ANAK PADA KELOMPOK B
Rizqy Aisyah Leonia;
Tutut Handayani;
Yecha Febrieanitha Putri
PG-PAUD Trunojoyo Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v9i2.14058
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media loose part berpengaruh terhadap kemampuan menulis anak kelompok B di Tebing Tinggi. Subjek penelitian ini adalah 20 anak yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui metode eksperimen, dan menggunakan desain eksperimen semu dan desain kelompok kontrol pre-test dan post-test. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis data dalam bentuk statistik non parametrik uji tingkat Kolmogrov Smirnov dengan data hasil penelitian pretest dan posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan menulis anak kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 42,5 dan 40,7, sedangkan nilai post-test anak kelas eksperimen dan kelas kontrol rata-rata 82 dan 72,3. nilai adalah 0,000, dan kurang dari 0,05 menunjukkan efek.
MERDEKA BELAJAR ANAK USIA DINI DALAM MENGEMBANGKAN KOGNITIF ANAK: SEBUAH KAJIAN FENOMENOLOGI
Muhammad Abdul Latif;
Nida’ul Munafiah;
Yulia Dwi Rachmawati
PG-PAUD Trunojoyo Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v9i2.16988
Perkembangan otak anak usia dini mengalami peningkatan sebesar 80%, seperti halnya teori piaget bahwa anak usia dini adalah usia kritis. Konsep belajar menyenangkan dengan asas bermain adalah cara anak usia dini belajar. Kebijakan merdeka belajar pada pendidikan anak usia dini menjadi fenomena yang gencar-gencarnya diterapkan di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep merdeka belajar pada pendidikan anak usia dini dan pencapaian pada perkembangan kognitif anak. Metode penelitian yang digunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi pasif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri atas pendiri, guru, perserta didik, dan orang tua di Taman Anak Sanggar Anak Alam (TA SALAM). Analisis data menggunakan model Milles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Anak Sanggar Anak Alam (TA SALAM) memiliki konsep merdeka belajar pada pendidikan anak usia dini yang membebaskan anak untuk belajar secara mandiri. Fasilitator di TA SALAM sebagai mediator anak untuk bertanya tentang apa yang sudah diperoleh di lingkungan. Pencapaian perkembangan kognitif anak di TA SALAM, terlihat bahwa kesiapan belajar anak di usia 5-6 tahun dikatakan sangat baik yaitu: anak menyelesaikan masalah sendiri, anak menemukan ide sendiri, anak mengenal warna, dan anak mengenal angka.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STEAM BERBASIS LOOSE PART TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI
Nurul Fauziah;
Ichsan Ichsan;
Ariq Nurjannah Irbah
PG-PAUD Trunojoyo Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v9i2.14746
Sebagian besar sebuah pembelajaran ditentukan oleh bagaimana cara pendidik dalam berkarya yang dibantu oleh model-model pembelajaran. Model pembelajaran yang berpusat pada anak (Student-centered learning), seperti model pembelajaran bermuatan STEAM merupakan model pembelajaran yang baik untuk diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh model pembelajaran STEAM berbasis loose part terhadap sikap kemandirian siswa TK Masyithoh II Sanansari. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental research dengan desain One Group Pretest–Postest Design, dengan 16 anak sebagai responden, dengan membandingkan data yang diperoleh sebelum dan sesudah perlakuan. Metode pengumpulan data menggunakan angket, dan wawancara dan uji analisis yang digunakan yaitu menggunakan uji-T Test Paired. Hasil penelitian berupa adanya pengaruh yang kuat antara pembelajaran model STEAM berbasis loose part terhadap sikap kemandirian anak. Hal ini berdasarkan pada analisis uji t test paired yang dimana Sig. (2-tailed) 0.000 0.05.
TARIAN RANUP LAMPUAN: MENINGKATKAN PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI
Ade Tursina;
Rita Mahriza;
Agus Ramaida
PG-PAUD Trunojoyo Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v9i2.16478
Perkembangan fisik motorik kasar menjadi penting bagi anak usia dini karena berkaitan dengan aspek perkembangan lainnya seperti kepercayaan diri maupun konsep diri, sehingga perlu stimulasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan guru dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui Tarian Ranup Lampuan di TK Islam Nasurullah dan untuk mengetahui bagaimana peningkatan perkembangan motorik kasar anak melalui Tarian Ranup Lampuan di TK Islam Nasurullah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (action classroom research) melalui dua siklus dengan melibatkan sebanyak 17 anak pada kelompok B di TK Islam Nasurullah. Hasil penelitian ini berupa peningkatan kemampuan guru dalam mengoptimalkan kemampuan motorik kasar anak melalui tarian Ranup Lampuan. Hal ini tampak dari keseluruhan kemampuan guru yaitu siklus I mendapat nilai rata-rata 3,3 dengan kategori “Baik” dan pada siklus II yaitu dengan nilai rata-rata 4,0 dengan kategori “Sangat Baik” dan Tarian Ranup Lampuan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B1. Apabila dilihat dari hasil rata-rata ketercapaian anak pada siklus 1 yaitu 57,2%, dengan kriteria “Berkembang Sesuai Harapan”. Sedangkan pada siklus II anak meningkat mencapai nilai rata-rata 86,6% dengan kriteria “Berkembang Sangat Baik”. Hal ini telah mencapai kriteria keberhasilan yakni 80%.
Dongeng “Dunia Mangrove” Berbasis Augmented Reality untuk Melestarikan Objek Wisata Pesisir bagi Anak Usia Dini
Eriqa Pratiwi;
Tarich Yuandana;
Nosia Khosiyana
PG-PAUD Trunojoyo Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v10i1.17776
The development of the world of early childhood education is currently increasing rapidly marked by the use of learning media that prioritizes technology such as fairy tales based on augmented reality. However, the use of technology-based learning media such as fairy tales based on augmented reality is still limited. This is based on the results of observations at the age of 4-6 years who live around the Labuhan mangrove education park. The fairy tale "Mangrove World" was developed using Augmented Reality-based technological developments which aim to teach about the phenomena of flora and fauna life and how to preserve mangroves in the environment where children live. This study used the ADDIE development model with two analytical techniques, namely descriptive qualitative and descriptive statistics conducted at two kindergarten institutions in Sepuluh District, Bangkalan Regency. Based on the analysis of the feasibility test results, it was stated that an AR-based fairy tale with the title "Mangrove World" was declared feasible to be used as a learning medium and effective for increasing children's understanding of flora and fauna, benefits and ways to preserve mangrove forests as coastal tourism objects. The contribution of the development of the AR-based fairy tale "World of Mangrove" can be used as a fun medium to provide understanding to children to preserve coastal tourism objects.
Pengembangan Model Stimulasi Geometri Berbasis Pendekatan SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intelectual) untuk Anak Usia Dini
Winda Sherly Utami;
Sri Indriani Harianja
PG-PAUD Trunojoyo Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v10i1.18879
This study aims (1) to analyze the need to stimulate geometry abilities in children aged 5-6 years, (2) to determine the level of feasibility and effectiveness of the SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) learning model to stimulate geometric abilities in children aged 5-6 years. This research is development research that refers to the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The test subjects in this study consisted of 101 children aged 5-6 years in Pancung Sol District, Pesisir Selatan. Collecting data with interviews, questionnaires and observation. The research results obtained were (1) in stimulating the geometric abilities of children aged 5-6 years they needed the SAVI learning model, (2) the SAVI learning model was declared feasible and effective for stimulating geometric abilities in children aged 5-6 years based on the results of the N-Gain test with a value of 0.81 or 81% which is included in the high and effective category. Recommendations for future researchers to conduct similar research by developing other learning models, so that there are many learning models that can be used to stimulate the geometry abilities of children aged 5-6 years.
Teaching English for Young Learners (Early Childhood) in Kamal’s Kindergarten
Ulvia Ika Surya;
Zakiyatul Mufidah
PG-PAUD Trunojoyo Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v10i1.18648
This study aims to determine effective methods for early childhood English learning. The sample of the research is consisted of 35 kindergarten children aged 4-5-6, who do not speak English and have no linguistic or speaking problems. The sample of the research consisted of six girls and seven boys aged 4, five girls and six boys aged 5, and seven girls and four boys aged 6. None of the children in the sample of research has had English education before. English language education in early childhood is of great importance since it makes children realize different languages and grow up with a positive attitude for English. Because of this reason, the most effective educational environment must be prepared for obtaining the most effective performance in English language education. The instructor needs to have adequate knowledge and background for the English language education and formation on early childhood. One of the most important facts about children’s learning a second language is the usage of that second language actively in the children’s environment. Such as the one in this study, many schools give English language education. Nevertheless, children can forget what they have learned since they are not using the second language actively in the daily life.
Model Kepemimpinan Kepala Taman Kanak-Kanak pada Masyarakat Pandhalungan Kabupaten Jember
Reski Yulina Widiastuti;
Aisyah Nur Atika;
Laily Nur Aisiyah;
Muhammad Haidlorh
PG-PAUD Trunojoyo Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v10i1.17525
Qualified kindergarten principals have different leadership models. Urban and rural areas with varying characters, cultural models, and speed of information influence the principal's leadership model in kindergarten. This study aims to determine the Leadership Model of Kindergarten Principals in the Pandahalungan community in urban and suburban Jember districts. Descriptive qualitative approach method combined with interview data collection techniques, observation, and documentation. Data analysis used partial interpretation, overall interpretation, and meaning. The research subjects involved in this study were principals and teachers of kindergarten institutions in urban and suburban areas. The results of applying the principal's leadership model, in kindergarten institutions in the Pandhalungan community in urban areas, principals use the transformational leadership model, and the suburban area leadership model mostly still uses the Transactional leadership model. Suggestions given by school principals to kindergarten institutions in the Pandhalungan community can take positive values in each leadership model adjusted to social, economic, cultural, and environmental factors.
Pengaruh Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Terhadap Kemandirian Anak
Stefani Corisa Putri;
Ahmad Samawi;
Nur Anisa
PG-PAUD Trunojoyo Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v10i1.17651
This research aims to describe and calculate the major effect of limited face-to-face learning in Kindergarten Kemala Bhayangkari 100 Malang. The research uses a quantitative approach with the type of correlational research with Spearman correlational analysis techniques through SPSS. The subjects studied were all children from Groups A and B with a side random sampling of 32 children, each class containing 8 children. Data collection using questionnaires, documentation, and interviews with teachers and parents. The results of the study show that the correlation coefficient is 0.571. This means that the effect of limited face-to-face learning on children's independence is strong. The hypothesis test shows that the t count is 3.78 greater than the ttable 2.750. From the results of the t-test showed that Ha was accepted while H0 was rejected. This means that there is a limited effect of face-to-face learning on children's independence in Kindergarten Kemala Bhayangkari 100 Malang which has a positive value. A higher level of face-to-face learning has a good influence on the high level of independence in children, as evidenced by the early admission of children there were 30 children in class B who could not wear their shoes, along with face-to-face learning at school with the efforts of teachers who provide various activities to train children's independence so that children are ready to continue to the higher education level.