cover
Contact Name
Dr. Radhiah Zakaria
Contact Email
radhiah@unmuha.ac.id
Phone
+6265131054
Journal Mail Official
jurnal.jukema@unmuha.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Penelitian Kesehatan Masyarakat (PKPKM) Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Lantai II, Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) Jl. Muhammadiyah No.93, Bathoh, Lueng Bata, Banda Aceh, Aceh. Telp. (0651) 31054, Fax. (0651) 31053. Email: jurnal.jukema@unmuha.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)
ISSN : 20881592     EISSN : 25496425     DOI : https://doi.org/10.37598/jukema
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh atau disingkat dengan JUKEMA merupakan kumpulan jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian atau yang setara dengan hasil penelitian di bidang ilmu kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan. Artikel ilmiah yang membahas topik-topik Kesehatan Ibu dan Anak, epidemiologi, gizi kesehatan masyarakat, Penyakit Tidak Menular (PTM) dan lain-lain sangat diharapkan dan disambut baik.
Articles 305 Documents
Efektivitas Media Promosi Leaflet terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini di Kabupaten Pidie Musri Musri; Hafnidar A. Rani; Nizam Ismail
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.624

Abstract

Latar Belakang: ASI merupakan makanan satu-satunya yang dianjurkan dan terbaik murah dan mudah diperoleh untuk bayi usia 0-6 bulan. Persentase menyusu kurang dari 1 jam pertama (Inisiasi Menyusui Dini atau IMD) di Kecamatan Mila Kabupaten Pidie baru mencapai 62,6% yang masih jauh dari target yang ditetapkan yaitu 80%. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas media promosi kesehatan melalui leaflet dalam perubahan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang IMD. Metode: Eksperimental dengan menggunakan desain pretest dan post test controlled trial.  Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan ≥4 bulan di Kecamatan Mila sebanyak 25 orang sebagai kasus (intervensi dengan leaflet) dan sebagai kontrol sebanyak 25 orang (tanpa intervensi). Total sampel sebanyak 50 orang dikumpulkan melalui teknik simple random sampling. Hasil: Hasil uji dengan menggunakan dependen t-tes diketahui terdapat perbedaan pengetahuan ibu hamil (p-value 0,001) dan sikap ibu hamil terhadap IMD (p-value 0,001) akibat pemberian leaflet IMD antara sebelum dan sesudah diberikan leaflet. Kesimpulan: Ada peningkatan pengetahuan ibu dan sikap ibu sebelum dan sesudah diberi leaflet. Pengetahuan dan sikap ibu pada kelompok yang diberikan leaflet lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Saran: Disarankan kepada bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie agar menerapkan promosi kesehatan dengan menggunakan leaflet dalam upaya peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat khususnya ibu hamil terhadap inisiasi menyusu dini.
ANEMIA GIZI BESI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA TAHUN 2007 Eva Sahara
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v1i1.232

Abstract

Eva Sahara, SKM1, dr. H. Syarifuddin Anwar, SKM2Peminatan Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, 23245Peminatan AKK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, 23245 AbstractThe iron deficiency anemia in pregnant women is one of the nutrition problems that should deserve special attention and serious treatment. In 2006, 386 (58%) out of 667 pregnant women in the Puskesmas working area of sawang sub district, Kabupaten Aceh Utara suffered from iron deficiency anemia. This high percentage indicated the area had a serious problem of pregnant women. The quality of nutritional status of pregnant women is one of the indicators to determine the quality of human resources in the future. This descriptive analytic research by using cross sectional design conducted from 19 March to 4 April 2007 in Puskesmas Sawang. A purposive sampling as well as chi-square test was used to analyze the data with the alpha 0.05. Results of uni-variation analysis showed that 69.8% respondent suffered from iron deficiency anemia. From the results of bi-variation analysis found that there was relationship between level of education, knowledge about nutrition, eating habits, consumption of iron tablets and family income of respondents with anemia (p value 0.05). Low level of education is a very dominant factor for respondent to get risk of anemia. It is recommended to increase knowledge of respondent on how importance of taking sufficient iron tablets regularly during pregnancy to prevent iron deficiency anemia. It is also necessary for Puskesmas staff of Sawang to increase counseling activities on the benefits of iron tablets to pregnant women and their husband, the community and religious leaders during pregnancy.Keywords : iron deficiency anemia, pregnant women, hemoglobin test, iron teblets
Analisis Faktor Risiko Abortus di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Masni Masni; Asnawi Abdullah; Melania Hidayat
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v2i2.519

Abstract

Latar belakang: Abortus merupakan pengeluaran hasil konsepsi, sebelum kehamilan 20 minggu berat badan kurang dari 500 gram. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor risiko kejadian abortus di Rumah Sakit Ibu dan Anak. Metode penelitian: Deskriptif analitik  dengan rancangan penelitian case-control.  Kelompok  kasus  adalah  ibu hamil  yang kurang dari 20 minggu yang mengalami abortus. Sedangkan kelompok kontrol yaitu ibu hamil yang kurang dari 20 minggu yang tidak mengalami abortus. Hasil penelitian: Secara bevariat, faktor yang signifikan yang ditemukan untuk abortus adalah variabel berikut: usia ibu kurang 20  tahun dan lebih 35 tahun (OR = 3.5;  95% CI: 1.2-10.2), paritas ibu lebih dari 4 orang (OR = 5.0; 95% CI: 2.1-12.0), jarak kehamilan kurang dari 2 tahun (OR = 3.9; 95% CI: 1.5-10.5), penggunaan kontrasepsi (OR = 2.3; 95% CI: 1.1-4.8), kehamilan yang tidak di inginkan (OR = 3.2; 95% CI: 1.5-6.6), riwayat keguguran (OR = 3.7; 95% CI 1.2-1.0), pendidikan (OR = 3.0; 95% CI: 1.4-6.5), pekerjaan (OR = 3.1; 95% CI 1.5-6.5), dan penggunaan obat-obatan (OR = 3.1; 95% CI 1.5-6.5). Pada multivariat faktor yang signifikan adalah paritas ibu (OR = 7.7; 95% CI: 1.3-45.6). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan faktor risiko terjadinya abortus yaitu usia ibu, paritas, jarak kehamilan, penggunaan kontrasepsi, kehamilan yang tidak di inginkan, riwayat abortus yang lalu, pendidikan, pekerjaan, dan ibu yang menggunakan obat-obatan. Perlu dilakukan promosi pendidikan kesehatan dengan memberi penyuluhan dan pelayanan kebidanan yang optimal.
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA ORANG TUA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNAGRAHITA) DI SLB YAYASAN BAHAGIA KOTA TASIKMALAYA Wawan Rismawan; Meyriana Ulfah; Anih Kurnia
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v5i1.700

Abstract

Latar Belakang: Orang tua berharap memiliki anak yang sehat, baik fisik maupun mental, namun keberadaan anak berkebutuhan khusus dalam keluarga akan menjadi stressor tersendiri bagi setiap anggota keluarga karena dapat menjadi beban bagi keluarga baik secara mental maupun materil. Stres yang dialami oleh orang tua dengan anak berkebutuhan khusus berpengaruh pada perkembangan anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat stres orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (tunagrahita) dan klasifikasi anak tunagrahita di SLB Yayasan Bahagia Tasikmalaya. Metode: Rancangan penelitian deskriftif kuantitatif dengan teknik sampling accidental. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang tua siswa/siswi tunagrahita di SLB Yayasan Bahagia Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data menggunakan alat ukur observasi dan kuesioner dass 42. Hasil: Peneliti mendapatkan hasil bahwa anak tunagrahita sedang 20 orang (66.7%) sedangkan anak tunagrahita ringan 10 orang (33.3%) dan tidak ada anak tunagrahita berat (0%). Tingkat stres orang tua yang peneliti dapatkan, yaitu stres ringan 29 orang (96.7%), stres sedang 1 orang (3.3%) dan tidak ada stres berat (0%). Kesimpulan: Peneliti dapat memberikan kesimpulan bahwa anak tunagrahita sedang lebih banyak dari anak tunagrahita ringan dan tingkat stres yang dialami orang tua lebih banyak tingkat stres ringan dari tingkat stres sedang atau berat. Saran: adanya penelitian lanjutan tentang teknik menurunkan stress pada orang tua dengan anak tunagrahita.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Persimpangan Jalan Ridwan Amiruddin
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.615

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai instrumen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat berbasis perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat. Program ini mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemampuan kognitif, affektif, dan psikomotorik sehingga masyarakat memiliki kemampuan keberdayaan dalam mengatasi masalah kesehatan sendiri, dalam tataran rumah tangga sehingga terwujud cara pandang hidup yang benar, sikap positif terhadap nilai kesehatan dan bertindak positif terhadap pencapaian tujuan pembangunan kesehatan.Program ini didukung oleh berbagai indikator; baik aspek perilaku maupun lingkungan di antaranya. Untuk aspek perilaku meliputi; perilaku merokok, persalinan oleh tenaga kesehatan, imunisasi, penimbangan balita, sarapan pagi, kepesertaan dana sehat, cuci tangan, menggosok gigi, dan olah raga. Pada aspek lingkungan meliputi; air bersih, jamban, tempat sampah, air limbah, ventilasi, kepadatan dan lantai rumah.Selanjutnya PHBS lebih dikembangkan ke dalam program keluarga sehat dengan fokus pada program gizi, kesehatan ibu dan anak, penyakit menular dan tidak menular, perilaku sehat, rumah/lingkungan sehat dan kesehatan jiwa. Tentu program tersebut mempunyai tujuan mulia; tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
TANTANGAN FAKTOR KULTURAL TERHADAP KESEHATAN IBU DI PROVINSI ACEH Maidar Maidar
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i1.794

Abstract

Kesehatan ibu menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan global dan nasional, hal ini dapat terlihat dari berbagai kebijakan global yaitu issue kesehatan ibu masih menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Indikator yang harus dicapai adalah menurunkan Angka Kematian Ibu menjadi 70/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Harapan ini dapat dicapai dengan melakukan intervensi terhadap akar masalah yang menjadi penyebab kematian ibu dan masih tingginya morbiditas dalam siklus reproduksi ibu.
Hubungan Kepuasan Sistem Pembagian Jasa Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Aceh Besar Afrida Yanti; Sulaiman Sulaiman; Vera Nazirah Arifin
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v4i2.643

Abstract

Latar Belakang: Kompensasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai. Jasa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu kompensasi finansial yang diberikan kepada pegawai Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat kepuasan sistem pembagian jasa JKN dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kabupaten Aceh Besar. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian seluruh tenaga medis dan paramedis yang berkerja di Puskesmas Kabupaten Aceh Besar sebanyak 1.164 orang. Sampel dalam penelitian menggunakan rumus Slovin dengan total 81 sampel. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square melalui program Stata versi 13. Hasil: Penelitian diperoleh 61,73% responden dengan kinerja baik, 44,44%  responden puas dengan sistem pembagian jasa JKN, berdasarkan umur 53,09% umur responden 36 tahun, 85,19% responden berjenis kelamin perempuan, 60,49%  responden dengan masa kerja 12 tahun, 50,62% responden berpendidikan menengah, dan 93,83% responden sudah menikah. Hasil analisis bivariat diperoleh kepuasan sistem pembagian jasa JKN (P-value 0,004), umur (P-value 0,001), jenis kelamin (P-value 0,305), masa kerja (P-value 0.001), pendidikan (P- value 0.001), dan status perkawinan (P-value 0,047). Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis multivariat dari 6 (enam) variabel independen maka variabel kepuasan pembagian jasa, pendidikan, dan masa kerja yang paling dominan berpengaruh terhadap kepuasan petugas kesehatan terhadap sistem pembagian jasa JKN.
Prevalensi dan Determinan Stunting Anak Sekolah Dasar di Wilayah Tsunami di Aceh Besar Uswati Uswati; Nasrul Zaman; Aulina Adamy
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v2i2.514

Abstract

Latar Belakang: Khusus untuk beberapa daerah, tsunami yang melanda Aceh tahun 2014 juga dihipotesiskan turut mempengaruhi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan determinan stunting anak sekolah dasar di wilayah terkena tsunami di Aceh Besar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus control. Sampel kasus sebanyak 30 anak stunting dan kontrol sebanyak 60 anak tidak stunting. Pengumpulan data dengan wawancara  dan pengukuran tinggi badan dengan microtoise, kemudian diolah dengan software WHO AnthroPlus. Analisis data univariat, bivariat dan multivariate menggunakan STATA versi 12. Hasil: Prevalensi stunting di kecamatan Peukan Bada yang merupakan wilayah terkena tsunami sebesar 24%. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan stunting dengan pekerjaan ibu (sebagai petani) dengan OR = 98.9, p-value 0.035, pekerjaan ayah yang tidak tetap (tukang/buruh) dengan OR = 22.9, p-value 0.046, dan diare dengan OR = 17.9, p-value 0.047 dan berat lahir dengan OR = 0.78, p-value 0,047. Kesimpulan: Prevalensi stunting di kecamatan Peukan Bada yang merupakan wilayah terkena tsunami tidak begitu berbeda dengan wilayah non-tsunami. Pekerjaan ibu atau ayah, diare dan berat badan lahir merupakan determinan utama. Intervensi pada dua determinan pertama perlu keterlibatan lintas sektor, tidak bisa ditangani sepenuhnya oleh jajaran kesehatan. Penyediaan air bersih dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) perlu terus menjadi perhatian untuk mengurangi kasus diare. Studi ini juga menunjukkan konsumsi gizi yang mencukupi merupakan hal penting yang perlu menjadi prioritas untuk mengurangi BBLR dan dampaknya terhadap stunting.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Intensi Keluarga dalam Pencegahan Diare pada Balita di Kecamatan Batee Kabupaten Pidie Junaidi Junaidi; Abubakar A.Y.; Suyanta S.
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i2.666

Abstract

Latar Belakang: Bayi dan balita merupakan penderita diare paling banyak dan masih menjadi penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di negara berkembang termasuk Indonesia. Pada tahun 2016, angka kejadian diare di Kabupaten Pidie tertinggi di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi intensi keluarga dalam pencegahan diare pada balita di Kecamatan Batee Kabupaten Pidie. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 367 orang, dengan jumlah sampel 79 responden yang dipilih menggunakan metode proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket, uji statistik yang digunakan pada analisa bivariat berupa regresi logistik sederhana (simple logistic regression), sedangkan analisa multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda (multiple logistic regression analysis). Hasil: penelitian memperlihatkan bahwa terdapat hubungan sikap (p = 0,001), norma subjektif  (p = 0,001), dan pengendalian perilaku (p = 0,001) terhadap intensi keluarga dalam pencegahan diare pada balita. Terdapat hubungan secara bersama–sama antara sikap, norma subjektif, dan pengendalian perilaku terhadap intensi keluarga dalam pencegahan diare pada balita, akan tetapi pengendalian perilaku memiliki hubungan yang paling dominan di antara ketiga komponen Theory of Planned Behavior tersebut. Kesimpulan: Perilaku ibu tentang pencegahan diare tidak saja terbatas pada intensi, akan tetapi pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan dan bahaya diare serta peningkatan efikasi diri keluarga diharapkan mampu meningkatkan upaya pencegahan diare pada balita.
Analisis Determinan Kejadian Nyaris Cedera dan Kejadian Tidak Diharapkan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Siti Dharma Azizah; Emma Rachmawati
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v2i1.551

Abstract

Latar Belakang:. Salah satu aspek keselamatan pasien yang penting adalah keamanan makanan (food safety) dalam pelayanan gizi yang diberikan kepada pasien. Dalam pelayanan gizi yang diberikan kepada pasien ini rawan terjadi Kejadian Nyaris Cedera (KNC) dan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), bahkan bisa berdampak  kematian. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya KNC dan KTD di Instalasi Gizi Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional serta menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis dengan uji Chi Square. Sampel adalah seluruh karyawan di Instalasi Gizi berjumlah 35 orang. Pengambilan data dilakukan pada tahun 2014. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada 19 karyawan (34,29 %) yang pernah melakukan  KNC dan KTD di Instalasi Gizi. Adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara variabel pendidikan (Pv=0,030), lama kerja (Pv= 0,030), kepemimpinan (Pv= 0,028), serta kerjasama tim (Pv=0.032). Variabel lainnya yaitu kompetensi, beban kerja, sikap, motivasi, kebijakan dan prosedur, komunikasi pelaporan, peralatan, serta lingkungan kerja tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Saran: Diharapkan kepada Pimpinan Rumah Sakit perlu memberikan peluang untuk meningkatkan pendidikan bagi karyawan Instalasi Gizi, serta meningkatkan peran pimpinan dan kerjasama tim melalui pertemuan rutin internal untuk mencegah terjadinya KNC dan KTD di Instalasi Gizi.

Page 3 of 31 | Total Record : 305