cover
Contact Name
Dr. Radhiah Zakaria
Contact Email
radhiah@unmuha.ac.id
Phone
+6265131054
Journal Mail Official
jurnal.jukema@unmuha.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Penelitian Kesehatan Masyarakat (PKPKM) Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Lantai II, Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) Jl. Muhammadiyah No.93, Bathoh, Lueng Bata, Banda Aceh, Aceh. Telp. (0651) 31054, Fax. (0651) 31053. Email: jurnal.jukema@unmuha.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)
ISSN : 20881592     EISSN : 25496425     DOI : https://doi.org/10.37598/jukema
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh atau disingkat dengan JUKEMA merupakan kumpulan jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian atau yang setara dengan hasil penelitian di bidang ilmu kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan. Artikel ilmiah yang membahas topik-topik Kesehatan Ibu dan Anak, epidemiologi, gizi kesehatan masyarakat, Penyakit Tidak Menular (PTM) dan lain-lain sangat diharapkan dan disambut baik.
Articles 305 Documents
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PIDIE KABUPATEN PIDIE TAHUN 2019 Farrah Fahdhienie
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i1.799

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang dapat menyerang berbagai organ, termasuk paru-paru. Dimana dampaknya dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis di wilyah kerja Puskesmas Pidie Kabupaten Pidie tahun 2019. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dilakukan dengan menggunakan desain case control. Dimana penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pidie Kabupaten Pidie, dengan jumlah sampel menggunakan perbadingan 1:1 yaitu sebanyak 26 responden. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji logistic regresi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pidie sebanyak 26 responden (50%). Pada analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelembaban (p value 0.015) dan jenis kelamin (p value 0.015) dengan kejadian tuberkulosis. Kesimpulan: Peneliti dapat memberikan kesimpulan bahwa faktor risiko yang memiliki hubungan terhadap kejadian tuberkulosis pada variable kelembaban.
Peran Modal Sosial dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD di Kemukiman Lam Teungoh Neni Erfina; Al Yasa’ Abubakar; Sri Suyanta
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.629

Abstract

Latar Belakang: Modal sosial merupakan sumber daya sosial sebagai investasi untuk mendapatkan sumber daya baru dalam masyarakat. Dalam konteks pencegahan dan pengendalian penyebab utama penyakit demam berdarah (DBD) dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara terpadu berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran modal sosial dalam kegiatan PSN DBD di Kemukiman Lam Tengoh, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan terlibat. Informan dalam penelitian berjumlah sepuluh orang yang dibagi ke dalam dua kelompok yakni kelompok yang diduga melaksanakan peran  dan kelompok yang diduga tidak melaksanakan peran modal sosial. Analisis dilakukan dengan mencocokkan jawaban informan dalam suasana lokal ke dalam definisi pada  teori. Hasil: Peran modal sosial dalam kegiatan PSN DBD relatif rendah. Pengetahuan yang dimiliki tidak seluruhnya dilaksanakan seperti jarang adanya gotong royong, tidak adanya norma dan kurangnya inisiatif untuk PSN DBD. Kesimpulan: Peran unsur partisipasi relatif rendah,  peran unsur saling memberi relatif baik namun hanya terbatas dalam kegiatan gotong royong, peran unsur rasa percaya dalam kegiatan relatif baik, peran unsur norma tidak ditemui dalam masyarakat, peran unsur nilai-nilai masih ada pada masyarakat seperti memakai kelambu (bagi Balita tidur siang) namun masyarakat tidak menjaga lingkungan agar bebas dari sarang nyamuk dan peran unsur tindakan proaktif juga masih relatif rendah dalam masyarakat sehingga perlu adanya sosialisasi modal sosial dan PSN DBD oleh pihak terkait
Kematian Neonatal di Ruang Perinatologi Rsud Tgk. Chik Di Tiro Sigli Periode April 2014 sampai Maret 2016 Erlinawati Erlinawati; Asnawi Abdullah; Faisal Abdurrahman
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v4i1.651

Abstract

Latar Belakang: Dari seluruh kematian neonatal di Indonesia sebanyak 46,2% meninggal pada masa neonatus (usia di bawah 1 bulan). Data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk. Chik Di Tiro di Kabupaten Sigli menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kematian neonatal pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian neonatal. Metode: Penelitian ini bersifat analitik melalui pendekatan retrospektif dengan rancangan penelitian case control dengan rasio 1:2. Populasi adalah neonatal berumur 0-28 hari di Ruang Rawat Perinatologi RSUD Tgk. Chik Ditiro selama periode April 2014 sampai dengan Maret 2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Hasil: Didapatkan bahwa ada hubungan usia ibu (OR:2,4; P-value 0,001), preeklamsia-eklamsia (OR: 9,8; P-value 0,001), BBLR (OR: 3,6; P-value 0,001), ketuban pecah dini (OR: 1,9; P-value 0,001) dengan kematian neonatal. Tidak ada hubungan paritas (OR: 1,2; P-value 0,507), plasenta previa (OR: 1,3; P-value 0,429), asfiksia (OR: 1,4; P-value 0,137) dengan kematian neonatal. Faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kematian neonatal adalah preeklamsia-eklamsia (OR: 7,2; P-value 0,001). Kesimpulan: Bagi RSUD Tgk. Chik Ditiro sebagai masukan dalam mengambil kebijakan kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk mencegah terjadinya komplikasi maternal dan menurunkan kematian neonatal.
Analisis Pembiayaan/Belanja terhadap Penderita Chronic Kidney Disease (CKD) yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Syarkawi Syarkawi; Taufiq A. Rahim; Irwan Saputra
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v2i2.525

Abstract

Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) atau Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) merupakan penyakit yang sangat serius di antara beberapa penyakit lain di dunia saat ini. Hal tersebut dapat berimplikasi terhadap peningkatan biaya kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembiayaan/belanja terhadap penderita CKD yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUZA). Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan cross-sectional design. Populasi dalam penelitian ini semua pasien CKD yang dirawat inap di RSUZA tahun 2016. Sampel diambil sebanyak 50 orang dari total populasi 461 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil: Dari hasil penelitian, total tarif ina-CBGs Rp. 661.685.089.00, total biaya belanja pasien selama dirawat inap Rp. 49.535.000.00, dan tarif rumah sakit Rp. 930.698.811.00, sedangkan total opportunity cost pendamping Rp. 26.205.000.00, dan total opportunity cost pasien Rp. 112.420.000.00. Hasil uji statistik diperoleh tidak ada perbedaan biaya langsung dan biaya tidak langsung dengan variabel-variabel yang diteliti nilai p-value 0.05. Kesimpulan: Total biaya Ina-CBGs pada 50 pasien CKD yang dirawat inap di RSUZA adalah sebesar Rp. 661.685.089.00. Besarnya biaya pengobatan pada pasien CKD dilihat berdasarkan Severity Level penyakit dan Length of Stay (LOS) pasien.
KUALITAS HIDUP JAMAAH SHALAT SUBUH DI KOTA BANDA ACEH Siska Agustina; Hady Maulanza; Fuadi Fuadi; Muhammad Ilham
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v6i1.803

Abstract

Latar belakang: Indonesia dengan populasi penduduk terbanyak keempat di dunia. Indonesia mengalami peningkatan penyakit degeneratif yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Kualitas hidup mencerminkan kepuasan seseorang terhadap kehidupannya secara keseluruhan. Kualitas hidup terdiri dari empat aspek/dimensi, diantaranya dimensi fisik, dimensi psikologis, dimensi sosial dan dimensi lingkungan. Salah satu aspek dari dimensi psikologis yaitu spiritual. Semakin baik kondisi spiritual seseorang, maka semakin baik kesejahteraan psikologisnya. Secara umum, kualitas hidup dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, status pernikahan, pekerjaan, penghasilan, hubungan dengan orang lain serta standar rujukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas hidup jamaah shalat Subuh. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 77 orang jamaah shalat Subuh yang diperoleh dengan menggunakan metode accidental sampling. Variabel dependen yaitu kualitas hidup, variabel independen yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, status pernikahan, pekerjaan, penghasilan, kesehatan, dan riwayat penyakit kronis. Kualitas hidup diukur dengan menggunakan kuesioner WHOQoL-BREF yang sudah diterjemahkan. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki dimensi fisik yang buruk (64.9%), dimensi psikologis yang buruk (51.9%), dimensi sosial yang baik (66.2%), dan dimensi lingkungan yang baik (63.6%). Kesimpulan: Variabel yang memiliki hubungan dengan dimensi fisik kualitas hidup yaitu penghasilan (p value=0.007). Variabel yang memiliki hubungan dengan dimensi psikologis kualitas hidup yaitu pendidikan terakhir (p value=0.008) dan penghasilan (p value=0.049). Tidak ada variabel yang memiliki hubungan dengan dimensi sosial kualitas hidup. Variabel yang memiliki hubungan dengan dimensi lingkungan kualitas hidup yaitu pendidikan terakhir (p value=0.031) dan penghasilan (p value=0.005).
DETERMINAN KEJADIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KOTA BANDA ACEH Milza Oka Yussar; Aulina Adamy; Marthoenis Marthoenis
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v5i2.739

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan suatu pelanggaran hak asasi manusia dan salah satu kriminal terhadap martabat seseorang. Berdasarkan data dari P2TP2A Kota Banda Aceh kasus KDRT mengalami kenaikan sejak tahun 2014, penyebabnya antara lain menikah usia muda, sikap yang tempramen, perilaku tidak sehat seperti merokok atau peminum, gangguan kepribadiaan suami, ekonomi rendah, namun juga pengaruh faktor status perkawinan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan study case control yang dilakukan pada bulan Mei-Juli 2019 di Kota Banda Aceh. Partisipan dalam penelitian ini ada Ibu rumah tangga sebanyak 40 orang (kelompok kontrol) dan 20 orang ibu rumah tangga yang mengalami domestic violence. Hasil: Hasil penelitian diketahui ada hubungan dengan pendidikan istri kategori dasar (P value 0.04), religiusitas suami (P value 0.003), perselingkuhan (P value 0.003) dan kepribadian suami (P value 0.004) dengan kejadian KDRT di Kota Banda Aceh. Saran: Disarankan kepada pihak Pemerintah Kota Banda Aceh untuk meningkatkat sosisialisasi tentang pencegahan kekerasan dalam rumah tangga sejak dini melalui dinas tekait seperti BKKBN, KUA, BP3A dan Kantor Kecamatan.
Perbedaan Biaya Riil Rumah Sakit dan Tarif INA-CBG untuk Kasus Katastropik dengan Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rawat Inap Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di RSUZA Lilissurian Lilissurian; Irwan Saputra; Mahlil Ruby
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.623

Abstract

Latar Belakang: Tarif  riil merupakan tarif yang digunakan rumah sakit berdasarkan jasa per pelayanan sesuai peraturan daerah. Sedangkan Indonesia Case Based Groups (INA-CBG) merupakan paket pembiayaan kesehatan berbasis kasus dengan mengelompokkan berbagai jenis pelayanan menjadi satu kesatuan. Terdapat perbedaan tarif riil dengan tarif INA-CBG pada pembayaran klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk kasus katastropik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan tarif riil dan tarif INA-CBG untuk kasus katastropik dengan penyakit jantung koroner. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen dan check list. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap peserta JKN yang menderita penyakit jantung koroner yaitu sebanyak 100 orang. Sampel yang digunakan adalah proportional random sampling yang berjumlah 100 orang. Hasil: Ada perbedaan signifikan pada biaya riil rumah sakit dengan tarif INA-CBG yang ditunjukkan dengan nilai p-value 0,001. Selisih tarif rumah sakit dengan INA-CBG adalah sebesar Rp-532.954.324,- atau -27% dari tarif INA-CBG. Kesimpulan: Rumah sakit diharapkan melakukan evaluasi kembali penghitungan biaya pelayanan untuk mencapai efisiensi yang tinggi dengan tetap memperhatikan mutu pelayanan di rumah sakit.
JAMINAN KESEHATAN ACEH (JKA) DAN PENGUATAN SISTEM KESEHATAN DI PROVINSI ACEH Asnawi Abdullah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v1i1.229

Abstract

Asnami Abdullah, PhD*Dosen Kopertis Wilayah I, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh AbstractMany strategies have been implemented to improve health system performance in Aceh since last five years including improving healthcare infrastructure, human resources capacity and financing systems. Since early June 2010, Government of Aceh has introduced a health insurance scheme called JKA. This study analysed to what extent the JKA scheme could strengthen health system performance in Aceh. The analysis was performed using the World Health Organization (WHO) health system framework. Theoretically, JKA could strengthen health system performance, however the balance of financial risk and incentive among implementers are the key success of program that should be taken into account by stakeholders. The scheme should not only focus on clinical curative services but also promotive and preventive services. Regular supervision and monitoring of impact on accessibility, the quality of care and level of satisfaction both patient and providers are key components of sustainability of scheme.Keywords : JKA, healthcare, health care, health insurance
Kualitas Hidup Penderita Kanker Payudara di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Meilia Hidayah; Aulina Adamy; Teuku Tahlil
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v2i2.520

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kunjungan utilisasi penderita kanker payudara di Aceh terus meningkat tahun 2013 berjumlah 1.500 jiwa, tahun 2014 berjumlah 1.680 jiwa dan untuk Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) pada tahun 2015 kunjungan dengan utilisasi tercatat mencapai 1.800 jiwa penderita kanker payudara. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup penderita kanker payudara stadium dini dan stadium lanjut. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan kuesioner yang diadopsi penuh dari WHOQOL-Bref dengan accidental sampling mendapat 100 responden. Hasil: Hanya aspek fisik dengan p-value 0.001 yang menunjukkan ada perbedaan kualitas hidup penderita kanker payudara stadium dini dan lanjut. Sedang aspek lainnya: psikologis dengan (p-value 0.675), sosial (p-value 0.020), dan lingkungan (p-value 0.013) menunjukkan tidak ada perbedaan antara kualitas hidup penderita kanker payudara stadium dini dan lanjut. Saran: Hendaknya penderita kanker payudara yang datang berobat ke RSIA dapat didampingi oleh suami atau keluarga terdekat sebagai tanda dukungan moril saat melakukan kunjungan berobat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS DI PESANTREN DARUL MUNAWWARAH PIDIE JAYA TAHUN 2018 Hafni Zahara; Linda T.Maas; Rahayu Lubis
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v5i1.701

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis merupakan peradangan kulit (epidermis dan dermis) sebagai respon terhadap pengaruh faktor eksogen dan endogen, menimbulkan kelainan klinis berupa eflorensasi polimorfik (eritama, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi) dan keluhan gatal. Menurut badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) pada survei American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) Tahun 2013, dermatitis merupakan masalah kulit yang umum dimana terdapat 5.7 juta kunjungan dokter pertahun akibat penyakit dermatitis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan personal hygiene santri dan peran pimpinan santri terhadap kejadian dermatitis di Pesantren Darul Munawwarah Pidie Jaya Tahun 2018. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 90 responden dari total populasi 1480 orang. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuisioner dan observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan uji Regresi Logistik Berganda menggunakan Software SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan responden yang menderita dermatitis sebanyak 52.2% dan sebanyak 47.8% tidak dermatitis. Hasil uji chi-square menunjukkan variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap kejadian dermatitis adalah sikap (p=0.027) dan personal hygiene (p=0.003), sedangkan variabel pengetahuan (p=0.184) dan peran pimpinan (p=0.333) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Semakin baik sikap dan perilaku personal hygiene santri maka semakin sedikit kejadian dermatitis pada santri. Selanjutnya, diharapkan kepada santri untuk lebih memperhatikan personal hygiene (kebersihan diri) baik dari hal yang terkecil dan terbesar.

Page 4 of 31 | Total Record : 305