cover
Contact Name
abdul basit
Contact Email
basit.umt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalnyimak@gmail.com
Editorial Address
Jl.Mayjen Sutoyo No.2 Kota Tangerang, Provinsi Banten, 15111 Indonesia.
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Nyimak: Journal of Communication
ISSN : 25803803     EISSN : 25803832     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/nyimak
Nyimak: Communication Journal to encourage research in communication studies. The focus of this journal are: Public Relations, Advertising, Broadcast, Political Communication, Cross-cultural Communication, Business Communication, and Organizational Communication
Articles 152 Documents
Strategic Da’wah Communication of Dewan Masjid Indonesia in Strengthening Religious Moderation at the Community Level Suharto Suharto; Hasriani Hasriani; Ardillah Abu; Halimah Abdul Manaf
Nyimak: Journal of Communication Vol. 10 No. 1 (2026): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v10i1.15341

Abstract

Religious moderation in Indonesia faces a paradox, on the one hand, it is intensively promoted through state policies and public discourse; on the other hand, practices of intolerance and ideological polarization continue to emerge at the community level. The dominance of normative, top-down approaches in the literature tends to position moderation as a regulatory agenda, while religious social spaces such as mosques where everyday meanings and religious authority are actively produced remain relatively underexplored. Consequently, a theoretical gap persists in understanding how religious moderation is constructed organically through communitarian communication practices. This study examines the communication strategies of the Gerakan Subuh Berkah (GSB), initiated by the Dewan Masjid Indonesia of Palu City, as a mosque-based intervention model for strengthening religious moderation. Employing a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The findings indicate that GSB has developed a dialogical and inclusive da‘wah ecosystem that integrates congregational worship, persuasive religious education, and participatory social activities. This strategy reinforces social capital (bonding, bridging, and linking), contributing to enhanced social cohesion and the mitigation of radicalization risks. The study underscores that religious moderation is not only effectively advanced through policy instruments but also through sustainable and participatory community-based religious communication.Keywords: Dakwah communication, religious moderation, Gerakan Subuh Berkah, social  capital, community resilience ABSTRAKModerasi beragama di Indonesia menghadapi paradox, di satu sisi dipromosikan secara intensif melalui kebijakan negara dan wacana publik, namun di sisi lain praktik intoleransi dan polarisasi ideologis tetap muncul pada level komunitas. Dominasi pendekatan normatif-top down dalam literatur cenderung memposisikan moderasi sebagai agenda regulatif, sementara ruang-ruang sosial keagamaan seperti masjid yang justru menjadi arena produksi makna dan otoritas keagamaan sehari-hari relatif kurang dikaji secara mendalam. Akibatnya, terdapat kesenjangan teoretis dalam memahami bagaimana moderasi beragama dibangun secara organik melalui praktik komunikasi komunitarian. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi Gerakan Subuh Berkah (GSB) yang digagas oleh Dewan Masjid Indonesia Kota Palu sebagai model intervensi berbasis masjid dalam penguatan moderasi beragama. Dengan desain studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GSB membangun ekosistem dakwah dialogis dan inklusif yang mengintegrasikan ibadah berjemaah, edukasi persuasif, dan aktivitas sosial partisipatif. Strategi ini memperkuat modal sosial (bonding, bridging, linking) yang berdampak pada peningkatan kohesi sosial dan mitigasi risiko radikalisasi. Studi ini menegaskan bahwa moderasi beragama tidak hanya efektif melalui instrumen kebijakan, tetapi juga melalui komunikasi dakwah berbasis komunitas yang berkelanjutan dan partisipatif.Kata Kunci: Komunikasi dakwah, moderasi beragama, Gerakan Subuh Berkah, modal sosial, ketahanan masyarakat
Media Landscape Subculture in the Society 5.0: Case Study on Indonesia Urban Toys Scene Rani Chandra Oktaviani; Donna Asteria; Niken Febrina Ernungtyas
Nyimak: Journal of Communication Vol. 10 No. 1 (2026): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v10i1.15443

Abstract

This research examines the development of digital media, which has significantly changed the media landscape in subcultural groups. This study identifies a gap in research rarely discussed by communication experts, who typically focus more on maps and logic of mainstream media or popular culture, with less attention to subcultural groups. This serves as the background to the research problem, which focuses on observing the subcultural media map. Existence of subcultures, although underground, but they are developing massively in using various media. The subcultural scene that is currently a conversation phenomenon in the online world and chosen as multiple-case study is the Indonesian Urban Toys scene. The objectives of this study are: 1) Mapping media landscape among the Urban Toys subculture. 2) To determine the interaction patterns of subcultural members in the use of various media. 3) To examine the implications of the media landscape. This research using the Digital Difussion Subcultural Theory and methodology used is qualitative. The results has showen: 1) Lanscape media subcultural has 4 layers. 2) Interaction patterns are changing, blending with parent culture, pop culture, and mass culture. 3) The implications of using a variety of digital media can add value to subcultural development or even erode authentic subcultural values, when the artists concept must meet with commercial negotiations.Keywords: Digital, subculture, media, urban toys, scene ABSTRAKPenelitian ini mengkaji perkembangan media digital cukup merubah lanskap media yang digunakan oleh kalangan subkultural. Penelitian ini melihat celah kajian yang sedikit dibahas oleh pakar komunikasi, dimana biasanya mereka lebih banyak melihat pada peta dan logika media meanstream atau budaya popular, sedikit atensi pada kelompok subkultural. Hal ini menjadi latarbelakang permasalahan penelitian yang berfokus mengamati peta media subkultural. Hal ini juga ditandai adanya subkultural meskipun bersifat bawah tanah namun mereka berkembang massif dalam menggunakan media digital. Skena subkultural yang saat ini menjadi fenomena percakapan didunia daring dan dipilih menjadi objek kajian analisis multi kasus adalah skena Urban Toys Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk memetakan lanskap media di kalangan subkultural Urban Toys. 2) Untuk mengetahui pola interaksi anggota subkultural pada penggunaan ragam media. 3) Untuk mengkaji Implikasi lanskap media subculture Urban Toys. Penelitian ini membawa Teori Digital Difussion Subkultural. Methodology penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan: 1) Lanskap media subkultural memiliki 4 lapisan, yang setiap lapisanya menggambarkan nilai dan rasa subkultural yang berbeda. 2) Pola interaksi dikalangan subkultural Urban Toys mengalami perubahan, dapat bebaur dengan parent culture, pop culture dan mass culture. 3) Implikasi penggunaan ragam media digital dapat memberi nilai tambah perkembangan subkultural atau bahkan melunturkan nilai otentik subcultural yakni pada gagasan artis harus bertemu dengan dengan negosiasi komersil.Kata Kunci: Digital, subkultural, media, urban toys, skena