cover
Contact Name
abdul basit
Contact Email
basit.umt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalnyimak@gmail.com
Editorial Address
Jl.Mayjen Sutoyo No.2 Kota Tangerang, Provinsi Banten, 15111 Indonesia.
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Nyimak: Journal of Communication
ISSN : 25803803     EISSN : 25803832     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/nyimak
Nyimak: Communication Journal to encourage research in communication studies. The focus of this journal are: Public Relations, Advertising, Broadcast, Political Communication, Cross-cultural Communication, Business Communication, and Organizational Communication
Articles 141 Documents
Tantangan Humas Pemerintah Daerah dalam Upaya Publikasi Inovasi Program Smart City Umaimah Wahid; Nurzahara Amalia
Nyimak: Journal of Communication Vol 4, No 1 (2020): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.09 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v4i1.2300

Abstract

Kota Tangerang Selatan adalah kota yang menerapkan program smart city pada tahap awal dari 200 wilayah kabupaten dan kota di Indonesia dengan “Gerakan menuju 100 Smart City” yang didasarkan pada integrasi teknologi dalam tata kelola kota berkat keberadaan internet of things (IoT). Integrasi teknologi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, membagikan informasi pada publik, memperoleh respon cepat, dan memperbaiki pelayanan masyarat untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menjelaskan bagaimana humas pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan sosialisasi program smart city kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori difusi dan inovasi, konsep hubungan masyarakat, dan smart city. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus; wawancara dan observasi digunakan untuk memperoleh data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas pemerintah Tangerang Selatan melakukan berbagai bentuk sosialisasi mengenai program smart city berdasarkan berbagai inovasi teknologi komunikasi dan informasi. Namun, upaya tersebut belumlah maksimal, karena belum ada pemerataan pengetahuan masyarakat tentang konsep smart city di Kota Tangerang Selatan. Hal ini disebabkan sosialisasi yang dilakukan oleh humas, termasuk lewat media social, masih belum menjangkau masyarakat secara keseluruhan. Indikasinya terlihat dari kurangnya pengetahuan masyarakat tentang konsep kota pintar di Kota Tangerang Selatan sehingga pemanfatan inovasi teknologi program smart city belum bisa meningkatkan pelayanan publik secara maksimal.Kata kunci: Inovasi, hubungan masyarakat, Tangerang Selatan, smart city ABSTRACTSouth Tangerang is a city that implemented smart city programs from 200 districts/cities in the early stages of the “Movement towards 100 Smart Cities” program by the Indonesian central government based on the integration of technology in city governance due to the presence of the internet in various ways (LoT). The integration of these technologies is intended to improve efficiency, share information with the public, get a quick response and improve services to improve the quality and welfare of the people in the city. The purpose of this research is to find out and explain how the public relations of the South Tangerang city government spread smart city programs through various forms of innovation to the public. This study uses the Theory of Diffusion and Innovation, the concept of Public Relations (PR) and Smart City. The research approach uses qualitative with the case study method. The researcher obtained the data through interviews and observations, and to validate the data, the researcher used the triangulation of sources. The results showed that the public relations government of the City of South Tangerang conducted various forms of socialization of smart city programs by conducting technological innovations that were applied to community services at local government offices. But the results have not been maximal. This is shown by the uneven public knowledge about the concept of smart cities in South Tangerang. Therefore, the awareness to support smart city programs is also limited. The indication can be viewed from the lack of public knowledge about the concept of smart cities in South Tangerang. Thus, the utilization of smart city program technology innovation has not been able to improve public services maximally.Keywords: Innovation, public relations, South Tangerang, smart city
SELF DISCLOSURE MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Studi Kasus Pada Anggota Galeri Quote) Asriyani Sagiyanto; Nina Ardiyanti
Nyimak: Journal of Communication Vol 2, No 1 (2018): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.949 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v2i1.687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep Johari Window anggota Galeri Quote dalam melakukan kegiatan self disclosure melalui media sosial Instagram. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data dilakukan melalui observasi pada akun Instagram Galeri Quote, yaitu dengan cara menganalisis postingan teks berupa komentar-komentar yang diberikan pengguna Instagram. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles & Huberman karena berkaitan dengan masalah penelitian, yaitu self disclosure pada anggota Galeri Quote. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Galeri Quote memanfaatkan media sosial Instagram untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri mereka, dan di balik quotes tersebut terdapat maksud lain yang berhubungan dengan konsep Johari Windows. Meskipun quotes yang dibuat dalam bentuk quotes dakwah atau inspirasi, hal tersebut juga sekaligus menjadi ajang dalam mencurahkan perasaan, pikiran, dan pengalaman hidup.Kata Kunci: Self disclosure, Johari Window, media sosial, InstagramThis study aims to determine the concept of Johari Window toward Gallery Quote’s Member in conducting self disclosure activities through social media Instagram. This research is a qualitative research with case study approach. Technique of data analysis is done through observation on Instagram Gallery Quote’s account by analyzing text post in the form of comments given by Instagram’s users. Data analysis was done by using Miles & Huberman model since it related to research problem: self disclosure on Gallery Quote’s member. The results of this study show that members of Gallery Quote utilize social media Instagram to meet their self actualization needs, and behind the quotes there is another meaning associated with the Johari Windows concept. Although the quotes are made in the form of ‘da’wah or inspiration quotes, they also serve as a venue for devoting feelings, thoughts, and life experiences. Keywords: Self disclosure, Johari Window, Social Media, Instagram
Pengelolaan Kesan Komunikasi Persuasif Personal Sales Nimas Ardyati
Nyimak: Journal of Communication Vol 3, No 2 (2019): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.598 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v3i2.1779

Abstract

Personal sales adalah salah satu dari ujung tombak perusahaan. Karena selalu ada di garda terdepan, personal sales harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan menguasai product knowledge. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan kesan verbal dan nonverbal personal sales PT. Sumber Phoenix Makmur. Menggunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kesan verbal dan nonverbal personal sales PT. Sumber Phoenix Makmur tidak berjalan maksimal lantaran personal sales belum memiliki kemampuan komunikasi yang baik sekaligus belum menguasai product knowledge.Kata Kunci: Dramaturi, persuasi, personal salesABSTRACTPersonal sales is one of the spearheads of the company. Because personal sales are always at the forefront, he must have good communication skills and master product knowledge. This study aims to determine the impression management of verbal and nonverbal personal sales PT. Sumber Phoenix Makmur. Using constructivist paradigm, the research approach used in this study is qualitative approach. Research data were obtained through interviews, observations, and documentation studies. The results showed that impression management of verbal and nonverbal personal sales PT. Sumber Phoenix Makmur did not run optimally because personal sales did not have good communication skills and did not master product knowledge.Keywords: Dramaturgy, persuasive, personal sales
Strategi Kehumasan Tim Kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Tangerang dalam Memenangkan Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014 Lathifa Prima Ghanistyana
Nyimak: Journal of Communication Vol 1, No 1 (2017): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.471 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v1i1.277

Abstract

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi PR PDI Perjuangan Kota Tangerang dalam memenangkan Jokowi-JK dalam pemilihan presiden 2014 di Kota Tangerang? Tujuan utama penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui jenis strategi PR yang dilakukan oleh PDI Perjuangan Kota Tangerang dalam memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilu 2014; (2) mengetahui implementasi strategi PR yang dilakukan oleh PDI Perjuangan Kota Tangerang dalam memenangkan pasangan Joko WidodoJusuf Kalla pada Pemilu 2014; dan (3) untuk mengevaluasi pengimplementasian strategi PR yang dilakukan oleh PDI Perjuangan Kota Tangerang dalam memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilu 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, data-data diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan Kota Tangerang telah menerapkan strategi PR yang salah satunya dilakukan dengan membangun hubungan dengan media dan jurnalis sehingga sosialisasi yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Penerapan strategi tersebut berkontribusi bagi kemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam perolehan suara di Kota Tangerang pada Pemilu 2014.Kata kunci: Strategi Public Relations, pemilihan presiden, PDI Perjuangan, Joko Widodo-Jusuf Kalla  Formulation of the problem in this study were ( 1 ) How PR strategy PDI Tangerang City in winning Jokowi -JK in the 2014 presidential election in the city of Tangerang ? The main objective to be achieved in this study were ( 1 ) To determine the type of PR strategy PDI Tangerang In Winning Couple Joko Widodo - Jusuf Kalla In the 2014 Presidential Election ; ( 2 ) To investigate the implementation of PR strategy PDI Tangerang In Winning Couple Joko Widodo - Jusuf Kalla In the 2014 Presidential Election ; ( 3 ) To know the results of the evaluation of the implementation of PR strategy PDI Tangerang In Winning Couple Joko Widodo - Jusuf Kalla In the 2014 Presidential Election. This research approach is qualitative and descriptive. In this study, they were the subject of research is informants ( key figure ). Subjects of this study were divided into two principal components, which consist of internal public and external public ie the Chairman of the PDI -P Tangerang City, Party cadres, observers and journalists. The object of this study is the behavior, activities and opinion of the Public Relations Team PDI struggle Tangerang. This study used data collection techniques with interviews, participant observation, and triangulation of data. The results of this study showed, PR PDI PerjuanganTangerang City has implemented a strategy, and the type of strategy and establish a good relationship with the media, journalists, so socialization goes well. As well as the evaluation associated with the party strategy. Victory Jokowi - JK in Tangerang as a result of the passage of communication and types of strategies appropriate to the characteristics of the city of Tangerang.Keywords: Public Relations Strategy , Presidential Election, PDI Perjuangan, Joko Widodo-Jusuf Kalla
Media Sosial dan Munculnya Gejala Sosiopat di Kalangan Mahasiswa Nurudin - Nurudin
Nyimak: Journal of Communication Vol 3, No 1 (2019): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.822 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v3i1.1034

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh (1) kemajuan teknologi komunikasi yang telah mengubah perilaku masyarakat dalam berkomunikasi;  (2) semakin maraknya kegiatan swafoto (selfie dan wefie) yang diunggah di media sosial; dan (3) muncul gejala sosiopat bagi para pengguna media sosial. Rumusan masalah yang dikedepankan adalah: (1) bagaimana munculnya gejala sosiopat di kalangan mahasiswa;  (2) apa dampak sosiopat dalam kehidupan sehari-hari? Menggunakan pendekatan kualitatif, penelian berlangsung di Malang Raya di lingkungan aktivis mahasiswa Mazhab Djaeng, yaitu kelompok diskusi aktivis mahasiswa yang dilaksanakan seminggu sekali di luar kampus dan diikuti oleh seluruh mahasiswa di Malang dan masyarakat umum. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Hasil penelitian menunjukkan (1) foto selfie memperkuat gejala narsisme di kalangan mahasiswa; (2) narsisme yang kelewat batas memunculkan gejala penyakit sosial di masyarakat, yaitu antisosial; (3) perlunya gerakan literasi media dan masyarakat untuk menekan dampak munculnya sosiopat.Kata Kunci: Media Sosial, sosiopat, swafoto This background of this research is (1) the advancement of communication technology that has changed people's behavior in communication; (2) the increasing number of selfie activities that uploaded on social media; and (3) sociopathic symptoms appear for social media users. The formulation of the problems is: (1) how the symptoms of sociopaths arise among students; (2) what is the impact of sociopaths in everyday life? Using a qualitative approach, the study took place in Malang Raya in the Djaeng School student activist environment, namely a student activist discussion group held once a week outside the campus and attended by all students in Malang and the general public. The data analysis technique used is interactive analysis model Matthew B. Miles and A. Michael Huberman. The results of the study showed (1) selfie photos strengthened the symptoms of narcissism among students; (2) overarching narcissism raises symptoms of social disease in the community, namely antisocial; (3) the need for media and community literacy movements to reduce the impact of the emergence of sociopaths.Keywords: Social media, sociopath, selfie
Understanding The Problem of Control and Ownership of Mojok.co: Is It Still Alternative? Muria Endah Sokowati; Fajar Junaedi
Nyimak: Journal of Communication Vol 4, No 2 (2020): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.351 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v4i2.2422

Abstract

The development of digital technology in the past ten years has been transforming the media forms. New media are emerging and presenting its characteristics that blur the boundary between the sender and receiver. New media empowers the receiver to take part as content providers. Then, recently we can see there are new media platform produced by people who previously only became the contents recipients. This media can be an alternative in the dominance of large industrial media. De-professionalized, de-capitalized, and de-institutionalized are the characteristics of alternative media. Mojok.co is one of the examples of the alternative media. In order to maintain its existence, there are problems need to be concerned, especially financial issues. Mojok.co is also considerate to this issue, and once became the crucial case. As an alternative media, Mojok.co run into financial problem, that forced this site to accepted the fund from investor. The involvement of the investors to the media life encouraged the rethinking of the three characteristics of alternative media, which is already mentioned. Investment presents new problem, such as the problem of ownership and control. Those problems will provide many changes in the production of alternative media content. The investment of Tirto.co to Mojok.co implicated to the changes of Mojok.co. Mojok.co lost its independence. There are some requirements charged by Mojok.co, such as certain targets to achieve page views. By pursuing view, Mojok.co actually has no difference from others digital media assigning Alexa rank as the indicator of the achievement of the media. Ideologically, Mojok.co stated that this site would not take sides with certain ideologies. Accommodating all ideologies indicates that Mojok.co is trying to reach all targets. For this reason, a study of political economy needs to be done to understand the problem. Through the study of political economy, this research found the control mechanism, the shifting of editorial policies and the production practices of the Mojok.co after Tirto.co’s investment. Commodification of content become a policy in editorial for gaining more readers.Keywords: Alternative Media, Ownership, Commodification, Mojok.co ABSTRAKPerkembangan teknologi digital dalam sepuluh tahun terakhir telah mengubah bentuk media. Media baru bermunculan dan menampilkan karakteristiknya yang mengaburkan batas antara pengirim dan penerima. Media baru memberdayakan penerima untuk berperan sebagai penyedia konten. Lalu, belakangan ini kita bisa melihat ada platform media baru yang diproduksi oleh orang-orang yang sebelumnya hanya menjadi penerima konten. Media ini bisa menjadi alternatif dalam dominasi media industri besar. De-profesionalisasi, de-kapitalisasi, dan de-institusionalisasi adalah karakteristik media alternatif. Mojok.co adalah salah satu contoh media alternatif. Untuk mempertahankan eksistensinya, ada beberapa masalah yang perlu mendapat perhatian, terutama masalah keuangan. Mojok.co juga memperhatikan masalah ini, dan pernah menjadi kasus krusial. Sebagai salah satu media alternatif, Mojok.co mengalami masalah keuangan yang memaksa situs ini menerima dana dari investor. Keterlibatan investor dalam kehidupan media mendorong pemikiran ulang ketiga karakteristik media alternatif yang telah disebutkan. Investasi menghadirkan masalah baru, seperti masalah kepemilikan dan penguasaan. Masalah-masalah tersebut akan memberikan banyak perubahan dalam produksi konten media alternatif. Investasi Tirto.co ke Mojok.co berimplikasi pada perubahan Mojok.co. Mojok.co kehilangan kemerdekaannya. Ada beberapa persyaratan yang dibebankan oleh Mojok.co, seperti target tertentu untuk mencapai tampilan halaman. Dilihat dari sudut pandang, Mojok.co sebenarnya tidak berbeda dengan media digital lainnya yang menempatkan Alexa rank sebagai indikator pencapaian media. Secara ideologis, kata Mojok.co, situs ini tidak akan berpihak pada ideologi tertentu. Akomodatif semua ideologi menunjukkan bahwa Mojok.co berusaha untuk mencapai semua target. Untuk itu perlu dilakukan kajian ekonomi politik untuk memahami permasalahan tersebut. Melalui kajian ekonomi politik, penelitian ini menemukan bagaimana mekanisme kontrol, pergeseran kebijakan redaksi dan praktik produksi Mojok.co pasca investasi Tirto.com. Komodifikasi isi menjadi bagian dalam kebijakan redaksi untuk mendapatan pembaca yang lebih banyak.Kata Kunci: Media alternatif, Kepemilikan, Komodifikasi, Mojok.co
KETEPATAN KOMUNIKASI ANTARA MANAJEMEN DAN AWAK KABIN (FLIGHT ATTENDANT) DI PT. GARUDA INDONESIA Surti Wardani
Nyimak: Journal of Communication Vol 2, No 2 (2018): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.02 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v2i2.826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan komunikasi berdasarkan enam elemen komunikasi dalam proses komunikasi antara manajemen dengan Awak Kabin di PT. Garuda Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi dengan model paradigma naturalistik (naturalistic inquiry). Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan studi dokumentasi, sementara teknik analisis data yang digunakan adalah analisis induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen menerapkan sistem keterbukaan dalam berkomunikasi dengan awak kabin, termasuk mengutamakan komunikasi secara tatap muka dan juga mempraktikkan human relation sebagai landasan berkomunikasi. Penyusunan pesan juga dilakukan dengan penyesuaian; apabila bersifat persuasif , akan digunakan kalimat persuasif, begitu pula apabila pesan bersifat informasi (narasi) atau argumentasi. Sedangkan pemilihan channel dilakukan dengan memperhatikan jika penerima (receiver) bisa menyandi balik (decode) agar bisa memunculkan feedback positif, termasuk juga dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Whatsapp. Sementara hambatan yang ditemui dalam proses komunikasi yang berlangsung ialah tingginya mobilitas awak kabin dan keengganan awak kabin untuk berkomunikasi dengan pihak manajemen (komunikasi ke atas) meskipun keterbukaan komunikasi telah dilakukan.Kata Kunci: Komunikasi organisasi, ketepatan komunikasi, Garuda Indonesia ABSTRACTThis research aims to determine the fidelity of communication based on the six (6) communication elements in the communication process between management and cabin crew at PT. Garuda Indonesia. This study is qualitative research, using phenomenology approach with naturalistic inquiry model. The research data was obtained through participative observation, in-depth interview and documentation study, while the data analysis technique uses inductive analysis. The results of this study shows that management has implement an openness system in communicating with cabin crew, including prioritizing face-to-face communication and also practicing human relations as the foundation to communicate. Preparation of messages is done with adjustment; persuasive sentences are used if the messages is persuasive, as well as if the message is information (narrative) or argumentation. The channel selection is choosed with attention so receiver (receiver) can encode back (decode) in order to generate positive feedback, including utilizing social media like Facebook, Twitter, Instagram, and Whatsapp. The obstacles encountered in the communication process was the high mobility of cabin crew and the reluctance of the cabin crew to communicate with management, even the openness communication system has been implemented.Keywords: Organizational communication, fidelity of communication, Garuda Indonesia
Website Accessibility 3 Best Universities in West Sumatra regarding Online Reputation Adzkia Kirana Dipa; Hanny Hafiar; Agus Rahmat
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 2 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.433 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i2.4203

Abstract

For higher education institutions, reputation is crucial because it has a broad influence. The three best universities in West Sumatra already have PR practitioners using the Internet, especially websites, as a medium of communication that help to shape the reputation. This study aims to evaluate the three websites to see the maximization of resources to ensure easy accessibility to make it easier for audiences to obtain information. This research uses a descriptive quantitative method. The researcher did the evaluation using website evaluation tools,  Taw, and aXe analysis tools. Test parameters are based on WCAG 2.0 guidelines. In this study, the researcher has identified several indicators of checking websites that violate the guidelines the most. There are several notes on accessibility problems at a moderate level that must be corrected to increase the level of web access. Then, several parts of the website must be reviewed to be replaced or improved so that they do not have the potential to become an issue on accessibility. After accessibility, privacy protection on websites can also be questioned, so trust in websites will decrease. Website developers must do their best to explain information honestly and responsibly, and interactivity can always be improved.Keywords: Website accessibility, college, online reputation ABSTRAKBagi institusi perguruan tinggi, reputasi menjadi penting karena memiliki pengaruh yang luas. Tiga perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat sudah memiliki praktisi Humas dan telah memanfaatkan internet, khususnya situs web sebagai sarana komunikasi, yang telah membantu membentuk reputasi perguruan tinggi masing-masing. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketiga situs web untuk melihat pemaksimalan sumber daya untuk menjamin kemudahan aksesibilitas pada situs web untuk memudahkan khalayak memperoleh informasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Peneliti melakukan evalusi menggunakan tools evaluasi situs web yaitu alat analisis Taw dan aXe. Parameter uji didasarkan pada pedoman WCAG 2.0. Peneliti telah mengidentifikasi beberapa indikator pemeriksaan situs web yang paling melanggar pedoman, terdapat beberapa catatan permasalahan aksesibilitas pada tingkatan moderate yang harus diperbaiki untuk meningkatkan tingkat akses web. Kemudian, terdapat 516 kesalahan dalam tingkatan perceivable dan beberapa bagian website yang harus direview ulang untuk diganti atau ditingkatkan agar tidak berpotensi menjadi issue pada aksesibilitas. Selain Aksesibilitas, perlindungan privasi di situs web juga dapat dipertanyakan, jadi kepercayaan pada situs web akan menurun. Pengelola situs web harus melakukan yang terbaik untuk menjelaskan informasi dengan jujur  dan bertanggung jawab dan  interaktivitas dapat selalu ditingkatkanKata Kunci: Aksesibilitas situs web, perguruan tinggi, reputasi online
9 Performance of Indonesian Ministry of Health in Overcoming Hoax About Vaccination Amid the COVID-19 Pandemic on Social Media Daniel Susilo; Teguh Dwi Putranto; Charles Julian Santos Navarro
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 1 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1611.828 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i1.4100

Abstract

The coronavirus disease (COVID-19) pandemic in early 2021 is still a “big disaster” for Indonesia. The public is increasingly confused about the Government’s Vaccination program in reducing the number of COVID-19 cases in Indonesia. The development of Vaccine-related hoaxes such as safe or not, halal or not, has also become a new job faced by the Government, especially the Ministry of Health. This study aims to determine the Indonesian Ministry of Health’s performance in overcoming hoaxes against Vaccinations during the Covid-19 pandemic. The method used in this research is Krippendorff content analysis on Instagram posts of the Ministry of Health @kemenkes_ri during the period 1 January 2021 to 29 January 2021. The conclusion obtained in this study is that the Ministry of Health’s efforts in dealing with hoaxes circulating in the community regarding the Covid-19 Vaccination are by presenting health experts in providing information related to the Covid-19 Vaccine. The information conveyed is related to the quality and safety of Vaccines, to the Vaccine development process.Keywords: Performance, social media, hoax, vaccination, COVID-19 ABSTRAKPandemi penyakit coronavirus (COVID-19) di awal tahun 2021 masih menjadi “bencana besar” bagi Indonesia. Masyarakat semakin bingung dengan program vaksinasi yang dilakukan Pemerintah dalam menekan angka kasus COVID-19 di Indonesia. Berkembangnya hoaks terkait vaksin seperti aman atau tidak, halal atau tidak, juga menjadi pekerjaan baru yang dihadapi Pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Kementerian Kesehatan RI dalam mengatasi hoaks terhadap vaksinasi selama pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten Krippendorff pada postingan Instagram Kementerian Kesehatan @kemenkes_ri selama periode 1 Januari 2021 hingga 29 Januari 2021. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dalam menghadapi hoaks yang beredar di masyarakat terkait vaksinasi Covid-19 adalah dengan menghadirkan pakar kesehatan dalam memberikan informasi terkait vaksin Covid-19. Informasi yang disampaikan terkait dengan kualitas dan keamanan vaksin, hingga proses pengembangan vaksin. Kata Kunci: Kinerja, media sosial, hoaks, vaksinasi, COVID-19
Shift of Pikukuh Karuhun Values due to Communication Technology Exposure to Baduy Society Santa Lorita Simamora; Dicky Andika; Rizki Briandana; Widyastuti Widyastuti
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 2 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.012 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i2.4144

Abstract

The purpose of this study was to determine the reality in the shift of meaning and loyalty of cultural values  in the current generation and the millennial generation of the Baduy Dalam Cibeo, Kanekes, Banten. On the basis of the consideration that no matter how strong the culture binds individuals in a certain ethnicity, it is difficult to stem the consequences of interactions with other individuals outside of the ethnic group. Moreover, it cannot be denied that exposure to communication technology has touched the Inner Baduy tribe which is known for their loyalty to upholding their ancestral customs, i.e. neither allowed to touch nor use the results of technological engineering. The phenomenological studies’ methods used in this study were observation data collection techniques and interviews. The research subjects were 3-year-old children and 3 Baduy teenagers who had interacted with visitors from outside Baduy and had used digital media communication technology (Mobile Cellular). The results showed that social interaction with outside guests led to behavior that was contrary to Pikukuh, i.e. using a cell phone outside of Cibeo Village. This is a contradiction between the personal needs of adolescents in Baduy and the violation of cultural values.Keywords: Media exposure, communication technology, cultural values, cultural meaning Baduy ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas pergeseran makna dan loyalitas nilai budaya pada generasi milenial Baduy Dalam Cibeo, Kanekes, Banten. Melalui dasar pertimbangan bahwa betapapun kuatnya budaya mengikat individu-individu dalam etnis tertentu, sulit untuk membendung konsekuensi interaksi dengan individu lain di luar kelompok etnis tersebut. Apalagi tidak dapat dipungkiri bahwa terpaan teknologi komunikasi telah menyentuh suku Baduy Dalam yang dikenal dengan loyalitasnya dalam memegang teguh adat nenek moyang, yaitu tidak boleh menyentuh atau menggunakan hasil rekayasa teknologi. Metode studi fenomenologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah anak usia 3 tahun dan 3 remaja Baduy yang pernah berinteraksi dengan pengunjung dari luar Baduy dan pernah menggunakan teknologi komunikasi media digital (Mobile Cellular). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial dengan tamu luar menimbulkan perilaku yang bertentangan dengan Pikukuh, yaitu menggunakan telepon seluler di luar Desa Cibeo. Hal ini merupakan kontradiksi antara kebutuhan pribadi remaja Baduy dengan pelanggaran nilai-nilai budaya. Kata Kunci: Terpaan media, teknologi komunikasi, nilai budaya, makna budaya Baduy

Page 6 of 15 | Total Record : 141