cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 224 Documents
Merdeka Belajar di Tengah Pandemi COVID-19: Studi di Sekolah Menengah Pertama di Indonesia Dina Mardiana; Umiarso Umiarso
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Volume 13 Nomor 2 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdbwv13i2.1896

Abstract

The COVID-19 pandemic has a major influence on Indonesia's education system. The enactment of Merdeka Belajar or freedom to learn as the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia's regulation is quickly gaining ground due to this pandemic. This paper presents the results of an investigation into the educational trend at an Indonesian high school during the mid-COVID-19 crisis. In this case study, online semi-structured interviews were used. The results indicate that during the COVID-19 pandemic the Merdeka Belajar strategy has been enacted by improving the technological training mechanism available to schools. The first step is to develop the school's internal curriculum through Kampus Merdeka policy and introduce COVID 19 prevention protocols in schools. The second strategy is empowering web-based teaching integration and online asynchronous education.
MENUMBUHKAN SIKAP SAINS CALON GURU ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL Burhan Burhan
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan No 2 (2014): VOL 7. NO. 2 JULI-DESEMBER 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.317

Abstract

Attitude grown early science student teachers to early childhood, does notmean they have to be a60n expert science education or science teachersare experts. This attitude is not developed for the purpose of short-term,but the long-term. Learning is expected to take effect in early childhoodwould be a knowledge base, which leads them into a golden generation inthe future. The generation that has sensitivity to the surroundingenvironment, sensitive to the environment that gave birth to generationsof defenders surrounding environment. Learning science contextuallyfacilitate student understanding of science. Students are able to explainverbally about the material they are learning. Science materials that areabundant and free in their natural laboratories facilitate peace with thefamous natural complex. They were able to assemble independently ofscience in oral form, though still very limited, if knowledge gained ispresented in written form. Difficulty wrote early science knowledgepossessed lies in their inability to describe what has been done by usingthe active voice.Keywords : Early science, science attitude, contextual-based learning.
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PROFESIONALISME GURU SD SEKECAMATAN WAWOTOBI KECAMATAN KONAWE Siti Sabania
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 11 No 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v0i0.973

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory research) yang akan membuktikan hubungan kausal antara variabel bebas (independent variable) yaitu variabel motivasi kerja dan variabel terikat (dependent variable) yaitu profesionalisme guru, dengan tujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan hubungan antara motivasi kerja dengan profesionalisme guru SD Sekecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. Populasi dalam penelitian ini adalah para guru SD sekecamatan Wawotobi kabupaten konawe yang berjumlah 276 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Multystage Random Sampling yang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama yaitu tahap pemilihan sekolah dan tahap kedua yaitu tahap penarikan unit sampling dipilih secara acak 50 % dari jumlah guru pada masing-masing sekolah. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tehnik kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan profesionalisme guru SD Sekecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe.Besar kontribusi variabel motivasi kerja guru terhadap profesional Guru sebesar 10,30% dengan besar korelasi antara motivasi kerja dan profesionalisme guru sebesar 0,324.Kata Kunci : Motivasi Kerja; Profesionalisme Guru.
PEMBELAJARAN AKTIF SEBAGAI INDUK PEMBELAJARAN KOOMPERATIF Raehang Raehang
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2014: Vol. 7 No. 1 Januari - Juli 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.249

Abstract

Pembelajaran aktif sebagai metode pembelajaran yangmelibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.Pembelajaran aktif mengkondisikan agar siswa selalu melakukanpengalaman yang bermakna dan senantiasa berfikir tentang apa yangdapat dilakukan dalam proses pembelajaran, sehinggameningkatakan efektivitas dalam proses pembelajaran dan mencapaitujuan pendidikan. Keberhasilan ditentukan oleh pemberian materidan pemilihan metode pembelajaran yang tepat kepada siswa.Pemilihan strategi yang bervariasi dalam pembelajaran tentunyamelibatkan siswa disesuaikan dengan kondisi siswa itu sendiri.Penerapan dan pengembangan metode pembelajaran yang aktifmenentukan keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Denganpembelajaran aktif, siswa dimotivasi untuk memiliki kreativitas dalammelaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi.Pelaksanaan pembelajaran aktif dengan sendirinya dapatmemperoleh pengetahuan. Kecakapan baik melalui mendengarmengamati,empati,Mendiaknosa,serta terjadi kebersamaan danketerbukaan dan saling bekerja sama dalam memecahkan suatupermasalahan/menyelesaikan materi yang diberikan oleh guru untukdapat diselesaika melalui pembelajaran tersebut.Kata kunci: Pembelajaran aktif, dan pembelajaran kooperatif.
Pengaruh Model Pembelajaran ARIAS dan Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Kognitif Muhammad Syarwa Sangila; Sri Anandari Safaria
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol 10, No 1 (2017): Vol. 10 No. 1, Januari-Juni 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v10i1.551

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui (1) pengaruh HBM siswa yang diajar dengan model pembelajaran ARIAS dengan PBL berdasarkan gaya kognitif reflektif; (2) pengaruh HBM siswa yang diajar dengan model pembelajaran ARIAS dengan PBL berdasarkan gaya kognitif impulsif; (3) pengaruh HBM siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dengan impulsif berdasarkan model pembelajaran ARIAS; dan (4) pengaruh HBM siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dengan impulsif berdasarkan model pembelajaran PBL.Populasi  penelitian ini adalah  siswa kelas VIII SMPN 1 Sampara dengan jumlah 112 siswa. Pengambilan sampel kelas dilakukan dengan menggunakan dua teknik, yaitu purposif sampling. Sampel penelitian sebanyak 40 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengambil nilai HBM siswa setelah diberikan perlakuan, serta diberi gaya kognitif. Hasil penelitian ini adalah (1) tidak ada pengaruh yang signifikan HBM antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran ARIAS dengan PBL berdasarkan gaya kognitif reflektif; (2) tidak ada pengaruh yang signifikan HBM antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran ARIAS dengan PBL berdasarkan gaya kognitif impulsif; (3) tidak ada pengaruh yang signifikan HBM siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dengan impulsif berdasarkan model pembelajaran ARIAS; dan (4) ada pengaruh yang signifikan HBM antara siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dengan impulsif berdasarkan model pembelajaran PBL. Kata Kunci:   Hasil Belajar Matematika; Model Pembelajaran ARIAS; Model Pembelelajaran Based Learning; Gaya Kognitif.
PAULO FREIRE: BIOGRAFI SOSIAL INTELEKTUAL MODERNISME PENDIDIKAN Supriyanto Supriyanto
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan No 2 (2013): VOL 6. NO. 2 JULI-DESEMBER 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.308

Abstract

Praktik pendidikan selama ini lebih menekankan parapengembangan otak kiri yang cenderung berpikir rigid, terstruktur,terikat oleh aturan formal dan sangat formalistic. Akibatnya semuaproses pendidikan harus dilaksanakan menurut garis lurus yangditentukan oleh pemegang dan penentu kebijakan yang miskinkreatifitas dan inovasi. Lagi-lagi ranah kognitif selalu menjaditumpuhan untuk mengukur tingkat keberhasilan proses pendidikan.Sungguhpun perangkat aturan telah menuntut penyeimbangan ketigaranah (kognitif, afektif dan psikomotorik) bahkan ranah spiritual,namun faktanya jauh dari harapan. Keterbatasan skill kompetensitenaga pendidik selalu menjadi alas an yang tak pernah ada ujungpangkalnya. Potensi kritis dan sikap humanis yang cenderungterdapat pada otak kanan justru nyaris tak tersentuh oleh prosespendidikan. Berpikir kritis, humanis, dan peka terhadap berbagaimasalah social inilah yang ditawarkan oleh Paulo Freire untukdijadikan alternatif pengembangan di dunia pendidikan.Kata Kunci: Pendidikan Yang Membebaskan
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Telaah Surat Luqman Ayat 13-19 dalam Tafsir al-Misbah Karangan M. Quraish Shihab) Syofrianisda Syofrianisda; Moh. Suardi
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 11 No. 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v11i1.947

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena akhlak masyarakat yang terjadi pada zaman sekarang ini yang penulis lihat tidak lagi mencerminkan akhlak yang Allah SWT ajarkan dalam kitab suci Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendidikan Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Surat Luqman Ayat 13-19 Dalam Tafsir al-Misbah Karangan M. Quraish Shihab). Pertanyaan utama yang dijawab melalui penelitian ini adalah: 1. Bagaimana Pendidikan Akhlak  keimanan yang terdapat dalam kitab tafsir al-Misbah karangan M. Quraish Shihab. 2. Bagaimana pendidikan Akhlak tentang berbakti kepada kedua orang tua yang terdapat dalam kitab tafsir al-Misbah karangan M. Quraish Shihab. 3. Pendidikan Akhlak tentang intelektual menurut M. Quraish Shihab yang terdapat dalam kitab tafsir al-Misbah. 4. Pendidikan Akhlak tentang perintah melaksanakan shalat dalam kitab tafsir al-Misbah karangan M. Quraish Shihab. 5. Pendidikan Akhlak tentang perintah Amal Ma’ruf dan Nahi Mungkar dalam kitab al-Misbah karangan M. Quraish Shihab. 6. Pendidikan Akhlak tentang larangan Takabbur/ Sombong dalam kitab al-Misbah karangan M. Quraish Shihab. Kata Kunci : Pendidikan Akhlak; Perspektif Al-Qur’an; Tafsir al-Misbah.
PENDIDIKAN KARAKTER, HIPOTESIS SAPHIR-WHORF DAN BAHASA INTELEK DI MEDIA SOSIAL Fahmi Gunawan
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2014: Vol. 7 No. 1 Januari - Juli 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.240

Abstract

Bahasa menunjukkan bangsa. Melalui bahasa, kita dapatmengetahui budaya dan karakter masyarakat suatu bangsa.Melalui bahasa, kita dapat mengetahui pola fikir masyarakatsuatu bangsa. Artikel ini bertujuan untuk membahas refleksipenggunaan bahasa intelek di media sosial sebagai sebuahpendidikan karakter bagi masyarakat Indonesia. Bahasa intelekyang dimaksud adalah bahasa yang digunakan untuk sok cerdas,sok pintar, dan sok hebat yang dipopulerkan oleh Vicky Presetyo.Dengan menggunaan hipotesis Saphir-Whorf ditemukan bahwabentuk bahasa intelek yang digunakan di media sosial berupa (1)Penambahan sufiks–isasi pada nomina, (2) Penambahan sufiksismepada nomina, (3) Penambahan sufiks –isasi pada verba, (4)Pembalikan konstruksi frase nominal, (5) Penambahan prefiksmemper- pada adjektiva, (6) Penggunaan diksi tidak tepatsasaran. Penggunaan bahasa intelek ini merefleksikan budayamasyarakat Indonesia yang suka (1) berbelit-belit, (2)memutarbalikan fakta, dan (3) sok tahu segalanya. Melaluirefleksi budaya ini, kita dapat mengetahui pendidikan karakterapa saja yang secara implisit ada di dalam bahasa intelek.Pendidikan karakter yang dimaksud itu berupa (1) berkata jujurdan tidak neko-neko, (2) sportif, dan (3) terbuka.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Hipotesis Saphir-Whorf,Bahasa Intelek, dan Media Sosial.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ASPEK KETERAMPILAN IPA KELAS VIII-3 SMPN 17 KENDARI MELALUI PEMANFAATAN ALAT EKSPERIMEN SEDERHANA Suhardin Suhardin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol 9, No 2 (2016): Vol. 9 No. 2 Juli-Desember 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.513

Abstract

Keterbatasan ruang laboratorium IPA pada SMPN 17 Kendari yang tidak berimbang dengan jumlah rombongan belajar yang dimiliki serta pencapaian nilai aspek keterampilan peserta didik kelas VIII.3 yang belum optimal menjadi alasan utama untuk merancang alat praktek sederhana yang digunakan di ruang kelas VIII.3. Permasalahan pokok dalam pemanfaatan alat sederhana praktikum ini adalah Apakah pemanfaatan alat eksperimen sederhana dapat meningkatkan hasil belajar aspek keterampilan IPA pada siswa kelas VIII.3 SMPN 17 Kendari? Tujuan utama peneletian ini adalah Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar aspek keterampilan dan mengetahui efektivitas penerapan pembelajaran IPA melalui pemanfaatan alat sederhana rancangan guru untuk kegiatan eksperimen dalam meningkatkan hasil belajar aspek keterampilan pada kelas VIII.3 SMPN 17 Kendari. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah ketercapaian rata-rata klasikal tes aspek keterampilan sebesar 3,30 dengan kategori B+ dan pencapaian ketuntasan belajar klasikal 85%. Nilai patokan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan adalah 2,76 bedasarkan Panduan Penilaian yang mengacu pada Permen Dikbud Nomor 66 Tahun 2013.Hasil dari penelitian ini diperoleh data bahwa pemanfaatan alat eksperimen sederhana pada materi gerak mahluk hidup dan benda telah dapat meningkatkan hasil belajar IPA untuk aspek keterampilan pada kelas VIII.3 SMPN 17 Kendari. Pencapaian hasil pengamatan rekan kolaborasi dengan rata-rata secara umum diatas 80%, baik aktifitas guru maupun peserta didik telah dapat mengefektifkan pemanfaatan alat eksperimen sederhana di ruang kelas VIII.3 SMPN 17 Kendari dalam meningkatkan hasil belajar aspek keterampilan.                                   Kata kunci : alat eksperimen sederhana; hasil belajar; aspek keterampilan.
KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PEMBINAAN PENDIDIKAN ISLAM St. Hasniyati Gani Ali
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol 8, No 2 (2015): Vol. 8. No. 2, Juli - Desember 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.413

Abstract

Karya ini membahas tentang berbagai kebijakan pemerintah seputarpembinaan pendidikan Islam, dengan maksud untuk mendeskripsikanberbagai kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah sejak awalkemerdekaan sampai era reformasi. Permasalahan pokoknya adalahbagaimana kebijakan pemerintah terhadap pembinaan pendidikan Islamserata faktor yang mempengaruhi munculnya kebijakan tersebut. Datadiperoleh dengan melakukan pengkajian mendalam dari berbagai literaturyang ada kaitannya dengan permasalahan pokok tersebut, lalu dianalisissecara induktif dan deduktif. Mencermati berbagai kebijakan pemerintahterhadap pembinaan pendidikan Islam tampak jelas bahwa pada awalkemerdekaan, pendidikan agama sudah menjadi perhatian pemerintah, halini ditandai dengan keluarnya SKB 2 Menteri, yaitu menteri agama danMenteri Pendidikan dan Pengajaran. Pembinaan pendidikan Agama disekolah Agama ditangani oleh Departemen Agama, sedangkan PendidikanAgama Islam untuk sekolah umum diatur secara resmi oleh pemerintah.Sedangkan Materi pendidikan agama mulai diberikan sejak kelas IV SR.Pada masa orde lama, kedaulatan Indonesia mulai pulih sehinggapendidikan agama telah disempurnakan, dari segi pembiayaan, pengadaanguru, sarana prasarana, semua ditanggung oleh Departemen Agama.Kemudian pada era Orde baru semakin jelas posisi pendidikan Islam dengankeluarnya TAP MPRS nomor XXVII/ MPRS/1966 mengatur pendidikanagama wajib diberikan mulai SD sampai Perguruan tinggi, kemudian di erareformasi berbagai kebijakan yang membawa angin segar bagi pembinaanpendidikan Islam, mulai dari kelembagaan, materi, out put, pengelolaannyaSecara tegas telah ditetapkan dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 1999tentang otonomi daerah, UU Sisdiknas UUGD, PP.NO.19 tahun 2005tentang SNP.PP. No.55 tahun 2007 dllnya. Kebijakan tersebut munculakibat dari pengaruh agama, Ideologi negara, Perkembangan masyarakatserta Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.Kata Kunci: Kebijakan, Pemerintah, Pembinaan, Pendidikan Islam

Page 10 of 23 | Total Record : 224