cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
READINES FRAME: ANALISIS KERANGKA KESIAPAN DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN TINGGI (PENGALAMAN IAIN KENDARI) Syahrul Syahrul
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol 9, No 1 (2016): VOL 9. NO. 1 JANUARI-JUNI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i1.507

Abstract

Eksistensi sebuah perguruan tinggi sebagai pelopor pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mensyaratkan respon yang tinggi terhadap perubahan zaman. Salah satu bentuknya adalah transformasi kelembagaan disebabkan model kelembagaan yang lama tidak mampu lagi mengakomodasi tuntutan perkembangan. Hal ini menjadi tantangan semua perguruan tinggi termasuk IAIN Kendari. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendalami kesiapan IAIN Kendari dalam proses transfomasi kelembagaan. Walaupun saat ini STAIN Kendari telah bertransformasi menjadi IAIN Kendari, tetapi riset ini tetap bermanfaat -salah satunya- sebagai bahan perbandingan dalam rangka tranformasi kelembagaan IAIN Kendari pada tingkat yang lebih tinggi. Hasil kajian riset ini menemukan bahwa rumusan-rumusan dalam Rencana Strategis IAIN Kendari 2014-2018 belum menunjukkan kondisi empirik yang sesungguhnya. Data dan informasi yang valid sejatinya diungkapkan sehingga dapat menjadi cermin yang berguna dalam perumusan langkah-langkah strategik. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa secara ideal kesiapan menghadapi transformasi kelembagaan sangat rendah.Bahwa alih status yang diperoleh cenderung sebagai "berkah tak terduga" atau blessing in disguise. Dalam rangka menuju perguruan tinggi yang lebih kompetitif di masa depan kesiapan kelembagaan secara menyeluruh harus menjadi perhatian utama. Kata Kunci:   Kerangka kesiapan, transformasi, pendidikan tinggi.
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Samrin Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan No 2 (2014): VOL 7. NO. 2 JULI-DESEMBER 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.321

Abstract

Pendidikan adalah salah satu bidang yang sangat menentukandalan kemajuan suatu negara, Indonesia merupakan negara kesatuanyang terdiri dari berbagai macam suku, adat, agama, bahasa dan lainlain.Kesatuan ini yang akan menjadi bentuk negara ini secara pluralmelalui pendidikan, perbedaaan ini dapat disatukan agar tidak terjadidiskriminasi yang menyudutkan pada satu golongan. Indonesiamerupakan salah satu negara yang multikultural terbesar di dunia,kebenaran dari pernyataan ini dapat dilihat dari sosio kultur maupungeografis yang begitu beragam dan luas. Keragaman ini diakui atautidak, akan dapat menimbulkan berbagai macam persoalan seperti yangsekarang dihadapi bangsa ini. Seperti korupsi, kolusi, nepotisme,premanisme, perseteruan politik, kemiskinan, kekerasan, separatisme,perusakan lingkunghan dan hilangnya rasa kemanusiaan untuk selalumenghargai hak-hak orang lain adalah bentuk nyata darimultikulturalisme.Pendidikan multikultural seyogyanya memfasilitasi prosespembelajaran yang mengubah perspektif monokultural yang esensial,penuh prasangka dan diskriminatif ke perspektif multikulturalis yangmenghargai keragaman dan perbedaan, toleransi, dan sikap terbuka(inklusif). Perubahan paradigma semacam ini menuntut transformasiyang tidak hanya terbatas pada dimensi kognitif belaka. lebih dari itu,juga menuntut perubahan pada dimensi afektif dan psikomotorik.Kata Kunci : Pendidikan dan Multikultural.
ANALISIS KUANTITATIF KORELASI PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Benny Prasetiya; Samsul Hadi; Khoiriyah Khoiriyah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 11 No 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v0i0.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan pendidikan agama dalam keluarga dan motivasi berprestasi terhadap Hasil belajar PAI siswa MTs Raudlatul Muta'allimien Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sedangkan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi dengan regresi ganda. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Raudlatul Mutaallimien. Sampel penelitian berjumlah 100 siswa yang diambil secara purporsive sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa ada yang signifikan antara Pendidikan Agama dalam keluarga dan motivasi berprestasi dengan hail belajar dengan nilai korelasi r hitung sebesar ry3 = 0,448. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pada rumusan hipotesis yang diajukan ada hubungan Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar PAI diterima.Kata Kuci: Pendidikan Islam; Motivasi; Hasil belajar.
DAKWAH MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Wa Muna
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2013: Vol. 6 No. 1 Januari - Juli 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.289

Abstract

Dakwah dalam pembelajaran bahasa Arab adalah suatu bentukdakwah atau ajakan kepada sesama untuk berbuat suatu kebajikanyang dilakukan melalui proses pembelajaran bahasa Arab. Dalamhal ini contoh-contoh dalam pembelajaran bahasa Arab tersebutdiambil dari ayat-ayat al-Qur’an . Kemudian menjelaskan maknadan kandungan ayat tersebut. Setelah itu dilanjutkan denganpenjelasan materi sesuai pokok bahasan yang akan diajarkan, atausebaliknya menjelaskan materi bahasa Arab terlebih dahulukemudian dilanjutkan dengan penjelasan makna dan kandungan ayattersebut. Sehingga selain peserta didik mendapatkan materi bahasaArab, mereka juga dapat memahami makna dan kandungan ayatayatal-Qur’an yang diambil sebagai contoh dalam materi bahasaArab dimaksud. Untuk mensukseskan hal tersebut di atas, beberapaayat dalam al-Qur’an dapat dijadikan sebagai dasar penerapanmetode dalam pelaksanaannya. Ayat-ayat dimaksud diantaranyaadalah QS. Al-’Alaq ayat 1-5, QS. Al-Baqarah ayat 2, dan QS an-Nahl ayat 89.Kata kunci: Dakwah, pembelajaran dan bahasa Arab.
Implementasi Evaluasi Program Model Formatif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada SMP Negeri 4 Kendari Kota Kendari Sukadir Kete
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol 10, No 1 (2017): Vol. 10 No. 1, Januari-Juni 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v10i1.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara empirik tentang: Aspek, teknik dan prosedur penilaian kelas yang dilaksanakan guru pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Neg. 4 Kendari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan model evaluasi formatif yang dikembangkan oleh Scriven yang mencakup aspek penilaian, teknik penilaian, dan prosedur penilaian. Metode yang digunakan adalah metode survei. Instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan, wawancara, kuesioner (angket) serta dokumentasi. Sumber data penelitian ini yakni guru, siswa, kepala sekolah dan dokumentasi yang dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, kuesioner, wawancara, serta studi dokumentasi. Untuk pengujian data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber data.  Selanjutnya data dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) display data dan (4) verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aspek penilaian yang telah dilaksanakan guru meliputi aspek kognitif, aspek psikomotorik, dan aspek afektif; (2) Teknik penilaian yang dilaksanakan guru yang sudah dikembangkan adalah tes tertulis, tes praktik, penugasan, dan tes lisan, sedangkan teknik penilaian observasi, potofolio, jurnal, penilaian diri, dan penilaian antarteman belum dikembangkan sebagaimana mestinya.  Prosedur penilaian yang ditempuh guru belum sepenuhnya memenuhi komponen sebagaimana yang terdapat pada buku panduan penilaian mata pelajaran bahasa Indonesia. Kata kunci: Bahasa Indonesia; Evaluasi formatif; Penilaian 
KINERJA BADAN AKREDITASI PROVINSI SEKOLAH/MADRASAH (BAP S/M) DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Zulkifli M.
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol 8, No 2 (2015): Vol. 8. No. 2, Juli - Desember 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.417

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja BAP S/M Provinsi SulawesiTenggara, dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara.Fokus penelitian adalah bagaimanakah kinerja Badan Akreditasi PropinsiSekolah/Madrasah (BAP S/M) dalam meningkatkan mutu pendidikan diSulawesi Tenggara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancaradan dokumentasi yang diolah dengan cara kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Kinerja BAP S/M Provinsi Sulawesi Tenggara sebagailembaga yang mengakreditasi Sekolah/Madrasah telah melaksanakanprogramnya dengan memetakan sekolah/madrasah sebagai salah satukomponen peningkatan mutu pendidikan sekolah/madrasah denganmengacu pada standar nasional pendidikan. Berdasarkan penerapan standaryang ditetapkan oleh BAN S/M, maka lembaga ini telah melakukankegiatan akreditasi sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang ditetapkanoleh BAN S/M dan telah berhasil mengakreditasi S/M sepanjang tahun2006-2014 sebanyak 5660 sekolah/madrasah, yakni 5109 sekolah atau90,3% dan 551 madrasah atau 9,7%,Kata Kunci: Kinerja BAP S/M, Mutu Pendidikan.
Analisis Data Miskonsepsi Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Menyelesaikan Operasi Aritmatika Dasar Amanda La Hadi; Dedyerianto Dedyerianto
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Volume 13 Nomor 1 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdbwv13i1.1733

Abstract

Studi ini mengungkapkan bagaimana pemahaman siswa tentang aritmatika dasar dan mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi ketika mereka menyelesaikan masalah. Meskipun guru telah menjelaskan prosedur operasi aritmatika dasar pada bilangan cacah, bilangan bulat, dan pecahan sejak sekolah dasar, tetapi masih ada kesalahpahaman konsep di antara siswa. Miskonsepsi ini mayoritas terjadi pada operasi yang melibatkan pecahan. Perbedaan konsep antara apa yang dipahami oleh responden dalam proses belajar mereka dan ilmu pengetahuan telah menghasilkan persepsi yang salah. Dalam artikel ini, penulis menjelaskan analisis kesalahpahaman dalam konsep yang dilakukan siswa pada jenjang sekolah menengah pertama. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam pemberian tes pengetahuan dasar matematika dengan melibatkan 237 siswa kelas 7 dan 8 sebagai peserta di empat sekolah yang berbeda. Penelitian ini menemukan miskonsepsi yang dialami siswa dalam operasi aritmatika dasar yang berupa pengurangan dengan bilangan negatif, penjumlahan dan pengurangan pecahan, dan pembagian pecahanKata Kunci: analisis data; aritmatika dasar; bilangan bulat; miskonsepsi matematika;  pecahan 
MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS TIK YANG VALID DAN PRAKTIS PADA SMA NEGERI 4 KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Zulkifli Musthan
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan No 2 (2013): VOL 6. NO. 2 JULI-DESEMBER 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.312

Abstract

Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimanakah modelpembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis TIK yangvalid dan praktis pada SMA Negeri 4 Kota Kendari? Tujuanpenelitian ini adalah dihasilkannya model pembelajaranPendidikan Agama Islam (PAI) berbasis TIK yang valid danpraktis pada SMA Negeri 4 Kota Kendari.Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembanganatau research and development in education). Produk yangdikehendaki dalam penelitian ini adalah model pembelajaranPendidikan Agama Islam (PAI) berbasis TIK yang valid danpraktis pada SMA Negeri 4 Kota Kendari. Produk tersebutmeliputi tiga komponen yaitu buku model, perangkatpembelajaran, dan instrument. Atas dasar pertimbangan efisiensiwaktu, pengembanan ketiga komponen tersebut dilaksanakansecara simultan. Maksudnya adalah pada saat mengembangkanmodel, dikembangkan pula perangkat pembelajaran yang sesuaidengan model beserta pengembangan instrument yangberkenaan dengan model dan perangkat pembelajaran.Proses pengembangan model pembelajaran PAI berbasisTIK melalui beberapa langkah yakni (1) Identifikasi kebutuhanawal yakni melakukan survey/need assessment; (2) Perencanaanmodel PAI TIK; (3) Menyiapkan dan mengembangkan model PAITIK yakni buku model, perangkat pembelajaran PAI(Silabus,RPP,Materi PAI pegangan guru dan siswa, Slidepresentation, LKS, petunjuk penggunaan moodle, dan tesevaluasi hasil belajar), uji validasi model dan perangkat; (4)Melakukan uji coba I pada kls.XI-IS-2 (IPS) SMA Negeri 4 KotaKendari, tentang uji kepraktisan/keterlaksanaan model danperangkat; (5) Merevisi produk hasil uji coba I; (6) Melakukanuji coba II pada Kls.XI-IA-1 (IPA) SMA Negeri 4 Kota Kendari,tentang uji kepraktisan/keterlaksanaan model dan perangkat; (7)merevisi produk hasil uji coba II sebagai produk akhir dalampenelitian ini.Hasil yang diperoleh pada uji coba I adalah Model PAITIK sudah praktis, karena sudah terlaksana seluruhnya yangmencapai rata-rata 2,55. Sedangkan pengelolaan pembelajaranmencapai 2,96 yang berarti sudah terlaksana seluruhnya. Hasilyang diperoleh pada uji coba II adalah Model PAI TIK sudahpraktis, karena sudah terlaksana sebagian besar yang mencapairata-rata 2,48. Sedangkan pengelolaan pembelajaran mencapai3,21 yang berarti sudah terlaksana seluruhnya.Dengan mengikuti langkah pengembangan di atas,diperoleh model pembelajaran PAI berbasis TIK yang valid danpraktis. Model pembelajaran PAI berbasis TIK ini memilikisintaks dengan lima fase, yakni (a) menyampaikan tujuanpembelajaran dan mempersiapkan siswa terarah jelas dalamprogram moodle (http://www.sman4kendari.sch.id) yang telahdiformat sedemikian rupa,. (b) Fase mendemonstrasikanpengetahuan atau keterampilan (siswa membaca danmempelajari dengan seksama materi yang telah disiapkan dalamprogram moodle(http://www.sman4kendari.sch.id), (c) Fasemembimbing pelatihan (guru/pengajar membimbing siswa jikamengalami kesulitan dalam memahami materi, baik melaluibimbingan langsung maupun melalui forum diskusi yang telahdisiapkan dalam programmoodle(http://www.sman4kendari.sch.id), (d) Fase mengecekpemahaman dan memberikan umpan balik (siswa mengerjakankuis dan uji kompetensi yang ada pada e-materi masing-masingKD), (e) Fase memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutandan penerapan.Kata Kunci: Model Pembelajaran PAI, TIK, Valid dan Praktis.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMAI ISLAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT Hajaryanti Hajaryanti; St Kuraedah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 11 No. 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v11i1.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan apakah model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas X IPS 5 SMAN 5 Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan dengan objek penelitian kelas X IPS 5 yang berjumlah 36 siswa. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar yang dianalisi secara kualitatif  dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar PAI siswa kelas X IPS 5 SMAN 5 Kendari melalui model pembelajaran Cooperative Script meningkat pada kategori baik, pada siklus I 59,44% meningkat menjadi 82,39% pada siklus II, dan hasil aktivitas guru pada siklus I 77,65% meningkat menjadi 85,42% pada siklus II. Hasil belajar PAI siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai prasiklus sampai siklus II yakni nilai rata-rata prasiklus mencapai 68,55, dengan ketuntasan belajar mencapai 52,77% dan setelah tindakan siklus I ketuntasan belajar mencapai 63,88% dengan nilai rata-rata 72,22. Ketuntasan belajar setelah siklus II mencapai 83,33% dengan nilai rata-rata 79,23. Secara menyeluruh peningkatan hasil belajar pra siklus ke siklus II sebesar 57,91% Kata Kunci :Model Pembelajaran; Cooperative Script; Aktivitas belajar;  Hasil Belajar PAI.
VARIASI INDIVIDUAL DALAM PEMBELAJARAN Sitti Aisyah Mu'min
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 2014: Vol. 7 No. 1 Januari - Juli 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.244

Abstract

Variasi individual merupakan salah satu aspek yang harusdiperhatikan dalam proses pembelajaran. Variasi tersebut antara laingaya belajar dan berpikir, inteligensi dan kepribadian. Gaya bukankemampuan tetapi cara yang disukai seseorang untuk memanfaatkankemampuannya. Masing-masing individu memiliki sejumlah gayabelajar dan berpikir. Gaya impulsive/reflektif yang disebut juga tempokonseptual merupakan dikotomi perbedaan antara tendensi untukbertindak cepat dan impulsive dengan tendensi untuk menggunakanlebih banyak waktu untuk merespons atau memikirkan (reflect)akurasi dari suatu jawaban. Adapun gaya mendalam/dangkal adalahsejauh mana murid menjalani proses belajar dengan satu cara yangmembantu mereka memahami makna materi (gaya mendalam) atausekadar mempelajari apa-apa yang perlu dipelajari (gaya dangkal).Inteligensi merupakan keahlian memecahkan masalah dankemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari, pengalamanhidup sehari-hari. Menurut teori triarkis Stenberg, inteligensi munculdalam bentuk analitis, kreatif dan praktis. Sedangkan Gardnermengemukakan delapan tipe inteligensi yaitu: inteligensi verbal,matematika, spasial, tubuh-kinestetik, music, intrapersonal,interpersonal, dan naturalis.Variasi ketiga yang dibahas dalam tulisan ini adalahkepribadian yang didefinisikan sebagai pemikiran, emosi dan perilakuyang khas yang menjadi cirri dari cara individu untuk beradaptasidengan dunianya. Para psikolog mengidentifikasi lima besar atau thebig five factor kepribadian , yaitu stabilitas emosional, ekstraversi,keterbukaan terhadap pengalaman, agreeableness danconscientiousness. Hal lain yang juga berkaitan dengan kepribadianadalah temperamen yang diartikan sebagai gaya perilaku seseorangdan cara merespons yang khas. Psikolog mengidentifikasi tiga gayatemperamen dasar, yakni: easy, difficult dan slow-to-warm-up.Berdasarkan pengetahuan tentang variasi individualtersebut, membantu guru dalam menentukan strategi dan gayamengajar yang tepat di kelas.Kata Kunci: Individu, Pembelajaran, dan Variasi Individual.

Page 8 of 22 | Total Record : 220