cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 262 Documents
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN HARGA DIRI PADA SISWI KELAS X PEMASARAN (PM) DI SMK NEGERI 1 SALATIGA Shinta Widya Ratri; Tritjahjo Danny Susilo; Setyorini Setyorini
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 1 (2019): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.751 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i1.1845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara citra tubuh dengan harga diri pada siswi kelas X Pemasaran (PM) di SMK Negeri 1 Salatiga. hipotesisi yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan harga diri pada sisiwi kelas X Pemasaran (PM) di SMK Negeri 1 Salatiga. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi kelas X Pemasaran (PM) di SMK Negeri 1 Salatiga yang berjumlah 67 siswi. Pengumpluan data menggunakan skala citra tubuh yang dikemukakan oleh Cash (2000) dalam Multidimensional Body Self Relation Questionnaire : Appearance Scale (MBSRQ-AS) dengan jumlah item 52 pernyataan dan skala harga diri oleh Rosenberg (2002) dalam Self-Esteem Scale (SEC) dengan jumlah item 28 pernyataan. Pendakatan penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan tenik korelasi kendall’s tau-b. Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi r = 0.137 dengan signifikan 0.230 > 0.05, maka dapat dinyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan harga diri pada siswi kelas X Pemasaran (PM) di SMK Negeri 1 Salatiga. Dengan demikian hipotesis yang diajukan ditolak. Hal ini berarti bahwa citra tubuh tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan harga diri siswi SMK Negeri 1 Salatiga.________________________________________________________________ This study aims to determine the relationship between body image and self-esteem in class X Pemasaran (PM) at SMK Negeri 1 Salatiga. The hypothesis proposed in this study is that there is a significant relationship between body image and self-esteem on the side of class X Pemasaran (PM) at SMK Negeri 1 Salatiga. The subjects in this study were students of class X Pemasaran (PM) at SMK Negeri 1 Salatiga, amounting to 67 students. Data collection uses the body image scale proposed by Cash (2000) in the Multidimensional Body Self Relation Questionnaire: Appearance Scale (MBSRQ-AS) with the item 52 statements and self-esteem scale by Rosenberg (2002) in the Self-Esteem Scale (SEC) with item number 10 statement. The approach of this study is quantitative correlational with correlation analysis of Kendall's tau-b. The results of this study indicate that the correlation coefficient r = 0.137 with a significant 0.230> 0.05, it can be stated that there is no significant relationship between body image and self-esteem in the class X Pemasaran (PM) at SMK Negeri 1 Salatiga. Thus the proposed hypothesis is rejected.
PENGEMBANGAN NEED ASSESMENT LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Akhmad Rizkhi Ridhani; Zainal Fauzi
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 1 (2019): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1777.674 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i1.1903

Abstract

Analisis kebutuhan merupakan hal utama dan pertama bagi konselor sekolah untuk menganalisis kebutuh yang dihendaki peserta didik. Namun pada tataran pelaksanaannya konselor kurang efesien dalam memanfaatkan teknologi, dimana kebanyak konselor sekolah masih menganalisis kebutuhan peserta didik secara manual (offline). Padahal teknologi bagi kita merupakan pengetahuan terhadap penggunaan alat dan kerajinan, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kemampuan untuk mengontrol dan beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Maka oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini ialah mengembangkan sebuah analisis kebutuhan terhadap layanan bimbingan kelompok berbasis teknologi informasi. Metodelogi penelitian yang digunakan peneliti yakni penelitian dan pengembangan (research and development). Dalam pengembangan model ini instrument pengumpul data yang digunakan peneliti yakni; (1) angket, (2) lembar validasi ahli. Hasil penelitian yakni : (a) tersusunya model hipotetik analisis kebutuhan layanan bimbingan kelompok berbasis teknologi informasi hasil revisi dari masukan para ahli yang telah ditetapkan peneliti kriterianya; (b) kekurangan dari model hipotetik ini ialah peneliti hanya menggunakan 5 tahapan pengembangan yakni : (1) studi pendahuluan. (2) perencanaan, (3) pengembangan hipotetik, (4) penelaahan model hipotetik, (5) revisi model hipotetik, sehingga belum dapat dilihat efektifitas model yang dikembangkan peneliti._______________________________________________________________ Needs analysis is the main and first thing for school counselors to analyze the needs of students. But at the level of implementation the counselor is less efficient in utilizing technology, where most school counselors still analyze the needs of students manually (offline). Though technology for us is knowledge of the use of tools and crafts, and how it affects the ability to control and adapt to their natural environment. So the purpose of this study is therefore to develop a needs analysis of information technology-based group guidance services. The research methodology used by researchers is research and development. In developing this model data collection instruments used by researchers are; (1) questionnaire, (2) expert validation sheet. The results of the study are: (a) the establishment of a hypothetical model of the analysis of the need for revised information technology-based group guidance services from the input of experts who have been determined by the researchers; (b) the shortcomings of this hypothetical model are that researchers only use 5 stages of development namely: (1) preliminary study (2) planning, (3) hypothetical development, (4) hypothetical model review, (5) hypothetical model revision, so that the effectiveness of the model developed by the researcher cannot be seen.
KEPRIBADIAN PROFESI KONSELOR ISLAMI DI ERA INDUSTRI 4.0 Ahmad Hartono
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 1 (2019): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v5i1.1853

Abstract

Revolusi industri 4.0 yang ditandai kemajuan teknologi digital; kecerdasan buatan, komputer kuantum, internet of things, kendaraan tanpa awak  menimbulkan perubahan besar-besaran di berbagai bidang kehidupan, perubahan apapun dalam hidup ini akan mengakibatkan ketidak pastian, yang membutuhkan kemampuan untuk melakukan penyesuaian diri, kecemasan, ketakutan dan keputus asaan tetapi pada waktu yang sama juga menumbuhkan harapan, semangat baru untuk melakukan pengembangan diri. Dinamika pasang-surut dalam hidup ini merupakan peran profesi konselor yang memiliki obyek praktik spesifik melakukan pengembangan individu dan mengentaskan masalah yang dapat mengganggu kehidupan efektif sehari-hari, dengan demikian maka profesi konselor adalah profesi kehidupan yang akan tetap eksis bersama kehidupan. Berdasarkan latar belakang tersebut artikel ini bertujuan merumuskan konsep kepribadian konselor islami sebagai aspek penting yang menentukan keberhasilan layanan konseling. Metode yang dipergunakan dalam pembahasan ini adalah deskriptif kualitatif melalui kajian kepustakaan yang bersumber dari al Qur’an, Hadits, sumber lain yang relevan sehingga nilai-nilai ajaran islam  menjadi dasar pembentukan karakteristik kepribadian konselor islami yang diharapkan dapat menjadi solusi tuntutan perubahan dengan segala permasalahannya dan menjawab kebutuhan pengembangan diri dalam usaha meraih hidup yang berbahagia.________________________________________________________________ Revolution of industry 4.0 is marked by a digital technology development; artificial intelligence, quantum computer, internet of things, unmanned vehicle that cause big changer at any kinds of life sectors, any kinds of changes in this life affect uncertainty that need ability to adapt, worries, fear and hopeless, but at the same time, these cases also grow hopes, nuw spirit to do self development. Up and down dynamics in this life is a part of counselor profesion role whos has specific practice abyect do individual development and solve the problems that can broter daily afective lives. Thus counselor profession is life profession that will still exist together with lives. Based on the background above, the purpose of this article is to formulate concept of Islamic counselor profession as the important aspect to determine the success of counseling services of the era of industry 4.0. Method used in this discussion is qualitative descriptive through library study sourced from al Qur’an, hadits and other relevant sources so the values of islamic teachings as the base of forming characteristics of islamic counselor personality that is hope to be the solution of any change demends of problems and to respond the needs of self development as a way actualize own and exciting counseling service. 
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK POSITIVE REINFORCEMENT UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA DI SEKOLAH SMP NEGERI 9 BANJARBARU Hasan Hasan; Farial Farial; Nurmiati Nurmiati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2126

Abstract

Disiplin adalah faktor yang sangat penting dimiliki seorang siswa dalam dunia pendidikan dan bekal untuk kehidupan selanjutnya bagi para siswa. Disiplin menunjuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya dan dikeluarkan oleh dirinya. Biasanya ketertiban terjadi lebih dahulu baru kemudian berkembang menjadi disiplin. Tata tertib adalah peraturan peraturan yang mengikat seseorang atau mengharuskan seseorang dan kelompok guna menciptakan keamanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan disiplin siswa kelas VIII A SMP NEGERI 9 BANJARBARU dengan penguatan positif (Positive Reinforcement)  dalam  layanan konseling kelompok. Penelitan ini adalah penelitian eksperimen yaitu pre-eksperimental design one-group pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan sebelum diberikan teknik positive reinforcement dalam penggunaan layanan konseling kelompok rata-rata skornya adalah 261,375 (70,5%) dan sesudah diberikan teknik positive reinforcement dalam penggunaan layanan konseling kelompok maka diketahui hasilnya adalah sebanyak rata-rata 285,375 (77,25%).__________________________________________________________ Discipline is a very important factor for students in the world of education and provision for the next life for students. Discipline refers to a person's approval in following rules or regulations because it is supported by the awareness that exists in the word peace and issued by faith. Usually order occurs first and then develops into discipline. Order is a regulation that binds a person or asks someone and a group to create security. The purpose of this study was to improve the discipline of students of class VIII A SMP NEGERI 9 BANJARBARU with positive reinforcement (Positive Strengthening) in group counseling services. This research is an experimental research that is pre-experimental one-group pretest and posttest design. The results showed before being given a positive reinforcement technique in the use of group counseling services the average score was 261,375 (70.5%) and given a positive reinforcement technique in the use of group counseling services so as to produce an average of 285,375 (77.25%).
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK CINEMATHERAPHY UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI KELAS VII C SMP NEGERI 31 BANJARMASIN Husnul Khatimah; Farial Farial; Eka Sri Handayani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.285 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa sebelum dilaksanakan konseling kelompok dengan teknik cinematheraphy serta untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa setelah melaksanakan konseling kelompok dengan teknik cinematheraphy dan untuk mengetahui apakah kedisiplinan siswa dapat ditingkatkan melalui konseling kelompok teknik cinematheraphy pada siswa. Penelitian menggunakan pre-eksperimental design yaitu one-group pretest dan posttest design. Prosedur penelitian pretest-treatment-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel 8 responden dari 28 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pengukuran melalui angket. Validitas angket menggunakan Pearson Correlation dan reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Teknik analisis data menggunakan hitungan statistik deskriptif, dan uji wilcoxon dengan aplikasi IBM SPSS Statistik 25. Hasil pretest siswa ditemukan 8 siswa dengan skor terendah. Hasil posttest siswa ada peningkatan skor dari 8 siswa. Perhitungan uji wilcoxon pada data keseluruhan diperoleh nilai signifikansi (Sig). Sebesar 0,005 kurang dari 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh  konseling kelompok dengan teknik cinematheraphy. _________________________________________________________ This study aims to determine the level of student discipline before group counseling with cinematheraphy techniques and to determine the level of student discipline after conducting group counseling with cinematheraphy techniques and to find out whether student discipline can be improved through group counseling cinematheraphy techniques to students. The study used a pre-experimental design namely one-group pretest and posttest design. Pretest-treatment-posttest research procedure. The sampling technique uses purposive sampling. Sample 8 respondents from 28 populations. Data collection techniques using a measurement scale through a questionnaire. The validity of the questionnaire using Pearson Correlation and reliability using alpha cronbach. Data analysis techniques using descriptive statistical calculations, and Wilcoxon test with the application of IBM SPSS Statistics 25. The results of student pretest found 8 students with the lowest score. The students' posttest results increased scores from 8 students. Wilcoxon test calculations on the overall data obtained significance value (Sig). For 0.005 is less than 0.05. This means there is an influence of group counseling with cinematherapy techniques.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA DALAM MENGURANGI PERILAKU AGRESIF SISWA DI MTs PANGERAN ANTASARI MARTAPURA Faradila Kusuma Wardani; Eka Sri Handayani; Akhmad Rizkhi Ridhani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.033 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2207

Abstract

Perilaku Agresif adalah bentuk perilaku atau tindakan melukai yang disengaja oleh sesorang dengan disengaja yang dapat menyakiti orang lain. Perilaku agresif itu sendiri berasal dari proses kognitif yang terganggu, sehingga di harapkan permasalahan peserta didik tersebut bisa dibantu penyelesaiannnya agar tidak mengganggu perkembangan dan pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi perperilaku Agresif siswa dengan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Dalam Mengurangi Perilaku Agresif Siswa Kelas VIII Di Mts Pangeran Antasari Martapura. Dalam penelitian ini. menggunakan Pre-eksperimental design, yaitu one-group pretest dan posttest. populasi siswa dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C MTs Pangeran Antasari. Berdasrkan hasil skor angket skala perilaku Agresif diambil sampel 6 orang siswa yang memiliki skor tertinggi dan 2 orang siswa skor rendah untuk diberikan perlakuan layanan bimbingan kelompok dengan tekniksosiodrama, Setelah itu akan dibandingkan keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji wilcoxon Berdasarkan hasil perhitungan uji Wilcoxon pada data keseluruhan siswa diperoleh bahwa nilai signifikasi (Sig). sebesar 0,012 kurang dari 0,05. Hal ini berarti terdapat perbedaan antara hasil pre-test dan post-test menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama, atau dapat dikatakan bahwa ada pengaruh dari layanan bimbingan kelompok_________________________________________________________ Aggressive Behavior is a form of intentional intentional hurt behavior or actions that can hurt others. Aggressive behavior itself comes from cognitive processes that are disrupted, so it is hoped that the students' problems can be helped so that they do not interfere with their development and growth. The purpose of this study was to reduce the aggressive behavior of students with Group Guidance Services with Sociodrama Techniques in Reducing Aggressive Behavior of Class VIII Students in Mts Pangeran Antasari Martapura. In this research. using Pre-experimental design, which is one-group pretest and posttest. the population of students in this study were students of class VIII C MTs Pangeran Antasari. Based on the results of the Aggressive behavior scale questionnaire scores a sample of 6 students who had the highest score and 2 students of low scores was taken to be treated with group guidance services with sociodrama techniques, after which conditions were compared before and after being treated. Data from the results of this study were analyzed using the Wilcoxon test. Based on the results of the Wilcoxon test calculation on the overall data of the students, it was obtained that the significance value (Sig). amounted to 0.012 less than 0.05. This means that there is a difference between pre-test and post-test results using group guidance services with sociodrama techniques, or it can be said that there is an influence of group guidance services.
STRATEGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI SISWA YANG TIDAK DISIPLIN DI SMP NEGERI 17 BANJARMASIN Yohana Yohana; Gusti Irhamni; Ainun Heiriyah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.366 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2188

Abstract

Berbicara mengenai remaja disekolah, masih ada saja siswa yang melanggar aturan tata tertib disekolah, sama halnya di SMP Negeri 17 Banjarmasin, padahal aturan tersebut sudah ada dan juga diketahui oleh para siswa tetapi masih ada yang melanggar salah satunya adalah siswa yang sering datang terlambat dilakukan secara berulang-ulang dengan siswa yang sama adapun keterlambatan tersebut dari faktor dirinya sendiri tanpa ada factor lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui stategi yang dipakai guru Bimbingan dan Konseling dalam mengatasi ketidak disiplinan siswa yang sering datang terlambat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian strategi yang digunakan guru Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 17 Banjarmasin dalam mengatasi siswa yang tidak disiplin dengan memberikan layanan konseling individual dengan teknik modelling. Kedisiplinan sangat perlu ditumbuhkan sejak dini, karena pribadi yang disiplin mampu menjadikan sesorang memiliki kecakapan mengenai cara berpikir yang baik dan juga merupakan suatu proses pembentukan watak serta karakter yang baik. _________________________________________________________ Talk about teenagers in school, there are still students who violate the rules of discipline in school, the same as in SMP Negeri 17 Banjarmasin, even though these rules already exist and are also known by students but there are still those who violate one of them is students who often arrive late in the manner repeatedly with the same student as for the delay from the factor itself without any other factor. The purpose of this research is to find out the strategies used by the Guidance and Counseling teacher in overcoming the discipline of students who often come late. The method used in this research is qualitative. The results of the research strategy used by the Guidance and Counseling teacher at SMP Negeri 17 Banjarmasin in dealing with students who are not disciplined by providing individual counseling services with modeling techniques. Discipline really needs to be grown early, because a disciplined person is able to make someone have skills about good thinking and is also a process of forming good character and character.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK BEHAVIORAL CONTRACT UNTUK MENGURANGI PERILAKU MENYONTEK DIKELAS VII SMP NEGERI 9 BANJARBARU Muhammad Khairul Fathi; Muhammad Yuliansyah; Nurul Auliah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.502 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2127

Abstract

Perilaku menyontek merupakan perilaku yang tidak terpuji atau perbuatan curang yang dilakukan oleh seseorang yang dilakukan dengan cara menjiplak, meniru, mencontoh atau pun mengambil hasil pekerjaan orang lain baik dengan izin atau tidak disertai izin nya atau pun membuat catatan khusus yang telah dibuat sendiri sebelum menghadapi ujian atau tugas untuk mencapai keberhasilan. Banyaknya siswa-siswi terbiasa melakukan contek menyontek terhadap temannya yang mana perilaku menyontek ini menjadi penyakit didunia pendidikan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku siswa menyontek sebelum dan sesudah dilakukan layanan konseling kelompok dengan teknik behavioral contract dan keefektifan teknik Behavioral Contract untuk mengurangi perilaku menyontek dikelas VII B. Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental design. Eksperimen yaitu one-group pretest dan posttest design kemudian ada penelitian sesudah diberi perlakuan atau posttest dengan begitu hasilnya lebih akurat karena membandingkan keadaan sebelum dan sesudah. Berdasarkan hasil penelitian tingkat perilaku menyontek sebelum diberikan teknik behavioral contract dalam layanan konseling kelompok dengan skor rata-rata 210 (70%) dan sesudah diberikan teknik behavioral contract dalam layanan konseling kelompok dengan diketahui hasil skor rata-ratanya 240 (80%). Sebagai salah satu rujukan kepada Guru Bimbingan Dan Konseling untuk mengurangi perilaku menyontek siswa disekolah dengan penggunaan teknik behavioral contract dalam layanan konseling kelompok. Bagi siswa, memberi gambaran akan berperilaku jujur dalam belajar atau kebiasaan siswa menyontek karena kejujuran akan memberikan kebaikan untuk diri sendiri. Bagi mahasiswa, agar menjadi referensi kepada penelitian selanjutnya untuk meneliti permasalahan ini._________________________________________________________ Cheating behavior is behavior that is not commendable or fraudulent committed by someone who is done by plagiarizing, imitating, imitating or taking the work of another person either with permission or not with permission or making special notes that have been made before facing the exam or the task of achieving success. The number of students is accustomed to cheating on their friends whose cheating behavior is a disease in the world of ed. The purpose of this study was to determine the level of behavior of students cheating before and after group counseling services with behavioral contract techniques and the effectiveness of Behavioral Contract techniques to reduce cheating behavior in class VII B. This study uses pre-experimental design. Experiments that is one-group pretest and posttest design then there is research after being treated or posttest so the results are more accurate because it compares the conditions before and after. Based on the results of the research on cheating behavior before being given a behavioral contract technique in group counseling services with an average score of 210 (70%) and after being given a behavioral contract technique in group counseling services, it was found that the average score was 240 (80%). As one of the references to the Guidance and Counseling Teachers to reduce the cheating behavior of students in school by using behavioral contract techniques in group counseling services. For students, give an idea of behaving honestly in learning or the habit of students cheating because honesty will give goodness to yourself. For students, to be a reference to further research to examine this problem.
KONSELING KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAY UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 31 BANJARMASIN Purnama Sari; Sultani Sultani; Laelatul Anisah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.836 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2181

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kerena siswa yang kurang memiliki kepercayaan diri akan kemampuan yang dimilikinya. Orang yang kurang percaya diri bisanya sering menutup diri, memilih untuk diam karena takut diejek oleh orang lain.Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri sebelum dilaksanakan konseling kelompok dengan teknik Role Play, untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri sesudah dilaksanakan konseling kelompok dengan teknik Role Play dan untuk mengetahui apakah kepercayaan diri dapat ditingkatkan melalui konseling kelompok dengan teknik Role Play pada siswa. Penelitian menggunakan pre-eksperimental design yaitu one-group pretest dan posttest design. Prosedur penelitian pretest-treatment-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel 8 responden dari 30 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pengukuran melalui angket. Validitas angket menggunakan Pearson Correlation dan reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Teknik analisis data menggunakan hitungan statistik deskriptif, dan uji wilcoxon dengan aplikasi IBM SPSS Statistik 25. Hasil pretest siswa ditemukan 8 siswa dengan skor terendah. Hasil posttest siswa ada peningkatan skor dari 8 siswa. Perhitungan uji wilcoxon pada data keseluruhan diperoleh nilai signifikansi (Sig). Sebesar 0,005 kurang dari 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik Role Play. Saran, Bagi guru BK agar menerapkan konseling kelompok dengan teknik roly play . Bagi siswa agar meningkatkan kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan waktu sebaik-baiknya. __________________________________________________________ This research is motivated because studenst who lack confidence in their abilities. Confident people usually shut down, choosing to be quiet for fear of being ridiculed by others. The purpose of this research is to determine the level of confidence before group counseling with Role Play technique is carried out, to find out  the level of confidence after group counseling with Role Play technique and to determine whether confidence can be increased through group counseling with Role Play technique for students. The study used a pre- experimental design namely one-group pretest and posttest design. Pretest-treatment-posttest research procedure. The sampling technique uses purposive sampling. Sample 8 respondents from 30 populations. Data collection techniques using a measurement scale through a questionnaire. The validity of the questionnaire using Pearson Correlation and reliability using alpha cronbach. Data analysis techniques using descriptive statistical calculations, and Wilcoxon test with the application of IBM SPSS Statistics 25.Student pretest results found 8 students with the lowest score. The students' posttest results increased scores from 8 students. Wilcoxon test calculations on the overall data obtained significance value (Sig). For 0.005 is less than 0.05. This means that there is an influence of group counseling with the Role Play technique. Suggestion, for BK teachers to  apply group counseling with the roly play technique. For students to increase self-confidence in daily life. For future researchers to make the best use of time.
BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN ETIKA PERGAULAN DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 MARTAPURA Rama Rama; Sultani Sultani; Laelatul Anisah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.685 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2160

Abstract

Observasi awal di SMPN 2 Martapura ditemukan siswa kurang menghargai teman lain. Seperti siswa yang mengejek teman, siswa berbicara kasar terhadap teman, siswa mengolok-olok nama orang tua teman, siswa keluar masuk kelas saat guru mengajar. Informasi guru BK ada permasalahan siswa saling pandang memandang dengan siswa lain yang berujung perkelahian dan siswa yang adu mulut dengan siswa lain yang berujung perkelahian, Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan etika pergaulan siswa kelas VIII  SMP Negeri 2 Martapura dengan teknik sosiodrama dalam  layanan bimbingan kelompok. Penelitan ini adalah penelitian eksperimen yaitu pre-eksperimental design one-group pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan Hasil pretest siswa ditemukan 10 siswa dengan skor terendah. Hasil posttest siswa ada peningkatan skor dari 10 siswa. Perhitungan uji wilcoxon pada data keseluruhan diperoleh nilai signifikansi (Sig). Sebesar 0,005 kurang dari 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh  bimbingan kelompok teknik sosiodrama._________________________________________________________ The purpose of this study was to improve the social ethics of eighth grade students of SMP Negeri 2 Martapura with sociodrama techniques in group guidance services. The background of this research is the existence of a problem in students of SMP Negeri 2 Martapura, namely the lack of awareness of good ethical students in relationships in the school environment. This research is an experimental study, namely pre-experimental design one-group pretest and posttest. The procedure of this study was a pretest-treatment-posttest. The sample used was 10 students from 85 students in class VIII D, VIII E and VIII F in SMP Negeri 2 Martapura in the 2019/2020 school year with a purposive sampling technique. Data collection techniques using a measurement scale through a questionnaire. The validity of the questionnaire using Pearson Correlation and the reliability of the questionnaire using alpha cronbach. Analysis of the data in this study used descriptive statistical calculations and Wilcoxon test with the application of IBM SPSS Statistics 25. The conclusions of the results of this study indicate that there is an influence of sociodrama technical group guidance on improving the social ethics of class VIII students of SMP Negeri 2 Martapura or acceptable.

Page 6 of 27 | Total Record : 262