cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
MENINGKATKAN RESILIENSI KORBAN BULLYING DENGAN PENDEKATAN SOLUTION-FOCUSED BRIEF COUNSELING Amallia Putri
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.552 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i1.2419

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji keefektifan pendekatan Solution-Focused Brief Counseling dalam meningkatkan resiliensi pada korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan quasi experimental design model nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Pontianak Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 212 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 10 orang siswa. Data diambil dari 10 orang korban bullying yang memiliki resiliensi yang rendah sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan skala psikologis yaitu resiliensi quitiont dengan hasil uji validitas valid ( nilai r-hitung > t-table ), dan Hasil Uji Reliabilitas dinyatakan reliable karena nilai cronbach’s alpha ( α ) yaitu 0,899> 0,70. Konseling yang diberikan berbentuk konseling individual SFBC dengan 4 sesi setiap siswa. Berdasarkan hasil analisis, Intervensi SFBT memiliki efek terapeutik untuk meningkatkan resiliensi siswa. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank nilai z=(-2,023), p<(0,05) yang berarti bahwa konseling individu SFBT efektif untuk meningkatkan resiliensi pada korban bullying.  Kata Kunci: Solution-focused brief counseling; resiliensi; korban bullying__________________________________________________________The purpose of this study is to test the effectiveness of the Solution-Focused Brief Counseling approach in increasing resilience in victims of bullying. This study uses an experimental method with a quasi experimental design model nonequivalent control group design. The population of this study was all students of class VIII of SMP Negeri 19 Pontianak in 2019/2020 academic year, totaling 212 people. Samples were taken using a purposive sampling technique with a total of 10 students. Data is taken from 10 victims of bullying who have low resilience as an experimental group and the control group uses a psychological scale that is resiliency quitiont with validity test results (r-count> t-table), and the Reliability Test Results are declared reliable because the Cronbach's alpha value (α), that is 0.899> 0.70. The counseling provided was in the form of individual SFBC counseling with 4 sessions per student. Based on the results of the analysis, SFBT intervention has a therapeutic effect to increase student resilience. Wilcoxon Signed-Rank test results z = (- 2,023), p <(0.05) which means that SFBT individual counseling is effective in increasing resilience in victims of bullying.
HUBUNGAN ANTARA PERKEMBANGAN MORAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA KELAS X REKAYASA PERANGKAT LUNAK SMK NEGERI 1 TENGARAN Ivan Azariya; Tritjahjo Danny Soesilo; Setyorini Setyorini
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.033 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i1.2714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara perkembangan moral dengan perilaku prososial. Teknik sampling didalam penelitian ini menggunakan Teknik total sampling. Pengambilan datanya dengan cara langsung membagikan skala kepada semua siswa. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Tengaran Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 129 siswa. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan teknik korelasi kendall tau b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perkembangan moral dengan perilaku prososial siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 1 Tengaran Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan koefisien korelasir = 0.291 dan p = 0.001 < 0.01. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima. Hal ini berarti bahwa perkembangan moral memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku prososial siswa SMK Negeri 1 Tengaran. _________________________________________________________This study aims to determine the significance of the relationship between moral development and prosocial behavior. The subjects of this study were all grade X students of Software Engineering at State Vocational School 1 Tengaran in the 2019/2020 Academic Year totaling 129 students. This type of research is correlational research with the Kendall tau correlation technique b. The results showed that there was a significant relationship between moral development and prosocial behavior of the tenth grade students of Software Engineering at State Vocational High School 1 in 2019/2020 Academic Year with correlation coefficient = 0.291 and p = 0.001 <0.01. That is, the higher the level of moral development, the higher the level of prosocial behavior, or conversely the lower the level of moral development, the lower the level of social behavior.
ANALISIS NEED ASSESMENT SISWA SMP GENERASI Z TERHADAP PELAYANAN BK DI SEKOLAH SE-KOTA BANJARMASIN Ririanti Rachmayanie J.; Akhmad Sugianto; Muhammad Andri Setiawan; Ainun Jariah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.424 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i1.2892

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kebutuhan layanan bimbingan dan konseling bagi siswa SMP yang terkategori generasi Z. Dasar dari penelitian untuk menganalisis kebutuhan layanan bimbingan dan konseling sebagai dasar bagi pengembangan program bimbingan dan konseling yang didasarkan pada empat bidang layanan yakni bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SMP dari 5 sekolah menengah pertama yang berasal dari 5 kecamatan kota Banjarmasin. Dari direncanakan diambil 35 orang dengan total 175 orang siswa, namun yang mengembalikan instrumen hanya 163 orang siswa dengan teknik pengumpulan data cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bidang pribadi 93% menduduki urutan pertama, disusul oleh karir 89%, diikuti sosial sebanyak 87%, dan terakhir ditutup belajar sebanyak 78% sebagai bidang yang paling dibutuhkan dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Hasil penelitian merekomendasikan agar dapat menjadikan penelitian ini sebagai dasar untuk melakukan pengembangan program bimbingan dan konseling. __________________________________________________________The purpose of this study is to examine the need for guidance and counseling services for junior high school students categorized as Z generation. The basis of the research is to analyze the needs of guidance and counseling services as a basis for developing guidance and counseling programs based on four service areas namely personal, social, learning, and career. The population of this research is junior high school students from 5 junior high schools from 5 districts of Banjarmasin city. Of the planned 35 people taken with a total of 175 students, but only 163 students returned the instrument with cluster sampling data collection techniques. The results showed the private sector 93% ranked first, followed by career 89%, followed by social as much as 87%, and finally closed as much as 78% as the most needed field in guidance and counseling services. The results of the study recommend that this research be used as a basis for developing guidance and counseling programs
PENGEMBANGAN MODUL KONSELING KREATIF DALAM BINGKAI MODIFIKASI KOGNITIF PERILAKU UNTUK MENURUNKAN PERILAKU AGRESIF SISWA Yeni Karneli; Neviyarni Neviyarni; Firman Firman; Yulidar Yulidar
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.874 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i1.1593

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis pengembangan modul konseling kreatif dalam bingkai modifikasi kognitif perilaku sebagai upaya untuk  mengurangi perilaku agresif siswa SMP. Penelitian  ini meggunakan Research and Development (R&D) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan survey dan eksperimen dan penelitian kualitatif digunakan untuk mengungkapkan praktikalitas, efektifitas modul  konseling kreatif dalam bingkai modifikasi kognitif perilaku untuk menurunkan perilaku agresif siswa SMP. Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu; (1) menghimpun data berkaitan dengan perilaku agresif dengan menggunakan angket Perilaku Agresif dan informasi pelaksanaan konseling kreatif dalam bingkai modifikasi kognitif perilaku. Setelah itu dirumuskan modul konseling kreatif dalam bingkai modifikasi kognitif perilaku untuk siswa yang mengalami perilaku agresif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) modul konseling kreatif dalam bingkai modifikasi  kognitif perilaku dinilai layak dimanfaatkan guru BK/Konselor untuk menurunkan perilaku agresif siswa SMP, (2) tingkat keterpakaian modul konseling kreatif dalam bingkai modifikasi kognitif perilaku dinilai sangat baik untuk digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian prototype modul konseling kreatif dalam bingkai modifikasi kognitif perilaku yang dihasilkan dinyatakan layak dan dapat dimanfaatkan oleh guru BK/Konselor untuk membantu menurunkan perilaku agresif siswa SMP.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENGURANGI PERILAKU SELF INJURY PADA PESERTA DIDIK KELAS VII F DI BANJARMASIN Mega Normanisa; Kasypul Anwar; Nurul Auliah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.351 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i1.2205

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena self injury yang ditemukan di SMP Negeri 21 Banjarmasin adalah beberapa individu yang mengiris lengan mereka dengan silet ataupun pecahan kaca dan membentuknya seperti sayatan-sayatan atau seperti huruf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar perilaku Self Injury pada peserta didik sebelum dan sesudah diberikan layanan dan juga untuk mengetahui keefektifan layanan konseling kelompok dengan teknik Rational Emotive Behavior Therapy.Penelitian menggunakan pre-eksperimental design yaitu one-group pretest dan posttest design. Prosedur penelitian pretest-treatment-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel 8 responden dari 30 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pengukuran melalui angket.Validitas angket menggunakan Pearson Correlation dan reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Teknik analisis data menggunakan hitungan statistik deskriptif, dan uji wilcoxon dengan aplikasi IBM SPSS Statistik 25. Hasil pretest ditemukan 8 peserta didik dengan skor tinggi. Hasil posttest peserta didik ada penurunan skor dari 8 peserta didik. Perhitungan uji wilcoxon pada data keseluruhan diperoleh nilai signifikansi (Sig). Sebesar 0,005 kurang dari 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh dari layanan konseling kelompok dengan teknik Rational Emotive Behavior Therapy. Saran, Bagi guru BK agar menerapkan konseling kelompok dengan teknik REBT. Bagi peserta didik agar tidak memendam masalah sendiri. Bagi peneliti agar menggunakan waktu sebaik-baiknya.  _________________________________________________________This research is motivated by the phenomenon of self injury found in SMP Negeri 21 Banjarmasin. Some individuals slice their arms with razor blades or broken glass and form them like cuts or letters. The purpose of this study was to determine how much self-injury behavior in students before and after services were provided and also to determine the effectiveness of group counseling services with Rational Emotive Behavior Therapy techniques. The study used a pre-experimental design namely one-group pretest and posttest design. Pretest-treatment-posttest research procedure. The sampling technique uses purposive sampling. Sample 8 respondents from 30 populations. Data collection techniques using a measurement scale through a questionnaire. Questionnaire validity using Pearson Correlation and reliability using alpha cronbach. Data analysis techniques used descriptive statistical calculations, and Wilcoxon test with the application of IBM SPSS Statistics 25. The results of the pretest were found 8 students with high scores. Posttest results of students there is a decrease in the score of 8 students. Wilcoxon test calculations on the overall data obtained significance value (Sig). For 0.005 is less than 0.05. This means that there is an influence of group counseling services with Rational Emotive Behavior Therapy techniques. Suggestion, for BK teachers to apply group counseling with REBT techniques. For students not to bury their own problems. For researchers to make the best use of time
LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN GESTALT UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA INTROVERT PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 MARTAPURA Pri Agung Warjono; Sultani Sultani; Laelatul Anisah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.232 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i1.2173

Abstract

Pada observasi awal di SMP Negeri 2 Martapura ditemukan siswa yang mempunyai sikap kepercayaan diri rendah, seperti siswa takut maju kedepan untuk menjawab soal karena teman dikelasnya suka mengejek tulisan siswa membuat siswa tersebut takut mengeluarkan pendapat dan bertanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan rasa percaya diri siswa introvert melalui layanan konseling individual dengan pendekatan gestalt pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Martapura. Penelitian ini menggunakan metode eskperimen dengan singel subject design.subjek penelitian sebanyak 3 siswa yang memiliki rasa kepercayaan diri rendah. Teknik pengumpulan data dengan skala percaya diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percaya diri pada siswa introvert di kelas VII di SMP Negeri 2 Martapura dalam hasil analisis data dengan Wilcoxon dengan nilai sig 0,109 maka dengan demikian maka analisis tersebut ditolak karena pada dasarnya pengambilan Wilcoxon adalah > 0,05 jika hasilnya lebih besar pada hasil yang sudah ditentukan maka (Ho) ditolak ditolak maka dapat dikatakan jika sampel 3 siswa dapat mempengaruhi hasil signifikan terhadap kepercayaan diri siswa dalam memberikan layanan konseling individual dengan pendekatan gestalt.Saran yang diberikan : kepada guru bimbingan konseling hal menarik dalam siswa agar siswa tertarik menceritakan permasalah mengalami kesulitan dalam kehidupannya, agar siswa berani memiliki sikap, perilaku, dan kepribadian yang positif. Kepada peneliti selanjutnya agar menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya._________________________________________________________ In the initial observation at SMP Negeri 2 Martapura, students who had low self-confidence attitudes were found, as students were afraid to come forward to answer questions because their classmates like to mock students' writing making them afraid to express their opinions and ask questions. The purpose of this study was to determine the increase in self-confidence of introverted students through individual counseling services with a gestalt approach in class VII students at SMP Negeri 2 Martapura. This study used the experimental method with single subject design. The research subjects were 3 students who had low self-esteem. Techniques for collecting data with a scale of confidence.The results showed that confidence in introverted students in class VII in SMP Negeri 2 Martapura in the results of data analysis with Wilcoxon with a sig value of 0.109 so that the analysis was rejected because basically taking Wilcoxon is> 0.05 if the results are greater on the results which has been determined then (Ho) is rejected rejected so it can be said if the sample of 3 students can influence the significant results on students' confidence in providing individual counseling services with a gestalt approach.
KONTRIBUSI KOMUNIKASI VERBAL DAN KONTROL SOSIAL TERHADAP PERILAKU BULLYING VERBAL SISWA SMA NEGERI 2 BANJARMASIN Sulistiyana Sulistiyana; Ali Rachman; Eklys Cheseda Makaria; Muhammad Noor Alfiansyahrani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.61 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i1.2958

Abstract

Sekolah merupakan salah satu lembaga yang berkewajiban memberikan pendidikan normatif, sekaligus merupakan tempat remaja berinteraksi, berkomunikasi dalam kesehariannya. Sekolah memiliki potensi mewujudkan kehidupan sosial yang aman dan nyaman agar remaja berkembang dengan baik, namun juga dapat berpeluang menghambat perkembangan hubungan sosial jika terjadi perilaku yang merugikan seperti kecenderungan bullying secara verbal, fisik maupun psikologis. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi verbal terhadap perilaku bullying verbal; pengaruh kontrol sosial terhadap perilaku bullying verbal; dan komunikasi verbal dan kontrol sosial berpengaruh secara bersama-sama terhadap perilaku bullying verbal pada siswa di SMAN 2 Banjarmasin. Secara metodologis, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian pengaruh (korelasi). Adapun sampel dari penelitian yaitu siswa kelas X dan XI di SMAN 2 Banjarmasin berjumlah 220 orang, yang dipilih berdasarkan teknik sampling jenuh. Hasil analisis ditemukan bahwa variabel komunikasi verbal (X1) berpengaruh terhadap perilaku bullying verbal (Y). Begitu pula variabel kontrol sosial (X2) terhadap perilaku bullying verbal (Y). Hasil uji Anova untuk ketiga variabel tersebut adalah adanya kontribusi antara komunikasi verbal (X1) dan kontrol sosial (X2) terhadap perilaku bullying verbal (Y) sebesar 24.4%. Penelitian ini bisa dilanjutkan dengan meneliti variabel-variabel lain yang kemungkinan juga berpengaruh seperti hubungan teman sebaya, atau pola asuh orangtua.____________________________________________________Schools are one of the institutions that are obligated to provide normative education, as well as the place where youth interact, communicate in their daily lives. This research aims to determine the influence of verbal communication on verbal bullying behaviour; Influence of social control over verbal bullying behaviour; and verbal communication and social control are influential jointly towards the verbal bullying behaviour of students at SMAN 2 Banjarmasin. Methodologically, this research is a quantitative study, with a type of research influence (correlation). The samples from the study were grade X and XI students at SMAN 2 Banjarmasin amounting to 220 people, selected based on saturated sampling techniques. The results of the analysis found that verbal communication variables (X1) affect the verbal bullying behaviour (Y). Similarly, a social control variable (X2) is against the verbal bullying behaviour (Y). Anova's test results for these three variables are the contribution between verbal communication (X1) and social Control (X2) on the verbal bullying (Y) behavior of 24.4%. This research can be continued by researching other variables that may also be influential such as peer relationships, or parenting patterns.
PEMAHAMAN PANDUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN BIMBINGAN DAN KONSELING TINGKAT SMP Ali Rachman; Akhmad Sugianto; Sri Yustina
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.539 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i1.2266

Abstract

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen bahwa Kompetensi Guru dan Dosen terdiri dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Berdasarkan hal tersebut guru bimbingan dan konseling harus mampu dalam menyelenggarakan layanan bimnbingan dan konseling. Penyelengaraan bimbingan dan konseling di sekolah sudah berpedemoan kepada panduan operasional penyelengaaran bimbingan dan konseling. Urgensi penelitian adalah untuk mengetahui pemahaman guru bimbingan dan konseling terhadap panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling di tingkat SMP serta untuk mengetahui hasil penerapan panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling di tingkat SMP. Secara metodologis, penelitian ini didasarkan pada penelitian kuantitatif  dengan jenis penelitian survei. Tujuan penelitian yaitu menggambarkan tingkat pemehaman guru bimbingan dan konseling terhadap panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling di tingkat SMP Se-Kabupaten Tabalong. Adapun jumlah responden dalam penelitian ini adalah 37 orang dari 35 sekolah Menegah tingkat Pertama di Kabupaten Tabalong.__________________________________________________________Republic Indonesia Law Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers and Republic of Indonesia Government Regulation Number 37 of 2009 concerning Lecturers namely Teacher and Lecturer Competencies consists of several competencies namely Professional, Social, Personality & Pedagogic. Based on this the BK teacher must be able to implement the BK program. The organization of BK has demonstrated to the operational guidelines for conducting guidance and counseling. The urgency of the research is to see how far Bk teachers understand POP BK at the SMP level on aspects of the SMP POPBK concept, basic services, specialization and individual planning, responsive services and system support. Methodologically, this research is based on quantitative research. The purpose of the study is to describe the level of understanding of BK teachers against BK BK at the Junior High School level in Tabalong Regency. The number of samples in this study were 37 people from 35 Menegah First level schools in Tabalong Regency. The technique used in sampling is purposive sampling. Based on the results of research conducted, it was found that the understanding of guidance and counseling teachers on the concept of POP BK SMP 89% in the category of very understanding. Basic services 81% of the categories are very understanding, specialization services and individual planning 91% in the category of very understanding, responsive services 59% are quite understanding and support systems are 79% in the categories of understanding.
PENGEMBANGAN KURIKULUM BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF SMK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Naharus Surur; Ulya Makhmudah; Agit Purwo Hartanto
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.731 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i2.2392

Abstract

Era revolusi industri 4.0 menuntut sumber daya manusia yang bermutu agar mampu bersaing dalam dunia kerja yang semakin kompetitif. Sehingga diperlukan ketrampilan dan kompetensi yang memadai dalam menghadapinya. Bimbingan dan konseling memiliki peran penting untuk membekali peserta didik, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan  (SMK)  sebagai upaya membimbing peserta didik agar menjadi insan yang terampil dan kompeten dalam mencapai kemandirian pribadi, sosial, karier dan belajar. Maka dari itu, dibutuhkan pengembangan kurikulum bimbingan dan konseling komprehensif untuk peserta didik SMK pada era revolusi industri 4.0 dengan tujuan menjadi acuan bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan  layanan yang efektif dan efisien. Kurikulum ini akan  memuat: layanan dan tujuan setiap ranah, rumusan kompetensi tingkat kelas (standar yang kompeten peserta didik yang bisa diukur), rincian kegiatan yang harus dilakukan peserta didik dan konselor dalam satuan waktu. Pengembangan kurikulum menggunakan desain penelitian dan pengembangan Borg and Gall yang sampai pada tahap uji ahli. Hasil dari pengujian yang menyatakan bahwa perhitungan yang layak untuk pembangunan pada tahap uji terbatas di penelitian tahun mendatang.___________________________________________________________________ The era of the industrial revolution 4.0 demands quality human resources to be able to compete in an increasingly competitive world of work. So that it requires adequate skills and competences in dealing with it. Guidance and counseling have an important role in equipping students, especially Vocational High Schools (SMK) as an effort to guide students to become skilled and competent individuals in achieving personal, social, career and learning independence. Therefore, it is necessary to develop a comprehensive guidance and counseling curriculum for vocational school students in the era of the industrial revolution 4.0 with the aim of being a reference for guidance and counseling teachers in providing effective and efficient services. This curriculum will contain: the services and objectives of each domain, the formulation of class level competencies (competent standards of measurable learners), details of activities that students and counselors must do in units of time. The curriculum development uses the research and development design of Borg and Gall which has reached the expert testing stage. The results of the test state that the calculations that are feasible for development at the test stage are limited to future research years.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENINGKATKAN ETIKA BERWIRAUSAHA Iin Nurbudiyani; Arna Purtina; Rita Rahmaniati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.495 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i2.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Langkah-langkah menanamkan nilai pendidikan karakter terhadap peserta didik; 2) Pelaksanaan pendidikan karakter dalam etika wirausaha (praktik kewirausahaan).  Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Subjek Penelitian ini adalahkepala sekolah, Guru dan Peserta didik.Adapun prosedur penelitian ini yaitu: (1) Melakukan studi pendahuluan ke lokasi penelitian yaitu SMA Muhammadiyah Palangkaraya; (2) Menyusun instrumen penelitian; (3) Merancang prosedur pengambilan data;  (4) Pelaksanaan; dan 5) Analisis data. Teknik pengumpulan data melalui  wawancara tidak terstuktur, angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data (display data), verifikasi dan  simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)  Langkah-langkah menanamkan nilai pendidikan karakter pada peserta didik terdiri dari beberapa tahapan; mulai dari perencanaan guru menyusun Rencana pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang menarik dengan meintegrasikan nilai-nilai karakterdan evaluasi pembelajaran untuk mengukur dan melihat sejauhmana pendidikan karakter tersebut diterapkan dalam etika wirausaha; 2) Pelaksanaan pendidikan karakter dalam etika wirausaha di SMA Muhammadiyah 1 Palangkarayadengan menanamkan karakter disiplin, jujur, kreativitas, ulet, dan komunikatif secara umum dengan kategori baik, yang ditunjukkan: (a) Kegiatan praktikpenjualan langsung dengan kategori cukup baik; (b) Kegiatan praktik kewirausaan kelompok dengan kategori baik; (c) Penggunaan poster untuk meningkatkan gairah berwirausaha dengan kategori baik; (d) Pemberian reward bagi peserta didik maupun guru mendapatkan respon positif.___________________________________________________________________ This study aims to determine the: 1) Steps to instill the value of character education in students and to find out how to; 2) Implement character education in entrepreneurial ethics (entrepreneurial practice). This research was conducted using qualitative methods. The subjects of this study were teachers and students. The procedures for this research are: (1) Conducting a preliminary study to the research location, namely SMA Muhammadiyah Palangkaraya; (2) Develop research instruments; (3) Design data collection procedures; 4) Implementation; and (5) Analysis data collection techniques through unstructured interviews, observation, questionnaires and documentation. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive through data reduction, data presentation (data display), verification and conclusions. The results showed that: 1) The steps to instill the value of character education in students consisted of several stages; starting from teacher planning in compiling entrepreneurial learning plans, implementing interesting learning by integrating character values, as well as conducting and evaluating to measure and see to what extent character education is well implemented by students; 2) Implementation of character education in entrepreneurial ethics at SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya by instilling disciplined, honest, creative, tenacious, and communicative characters. The results of the implementation of character education: (a) Direct selling practice activities in a fairly good category; (b) Entrepreneurship practice activities with good categories; (c) The use of posters to increase entrepreneurial enthusiasm with good categories; (d) Giving rewards to students and teachers getting a positive response.

Page 8 of 25 | Total Record : 246