cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ilmu Gizi Indonesia
ISSN : 2580491x     EISSN : 25987844     DOI : -
Core Subject : Health,
Ilmu Gizi Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Universitas Respati Yogyakarta. Jurnal ini menerima naskah ilmiah di bidang gizi. Jurnal ini fokus pada bidang gizi klinik, gizi masyarakat, food science, food service, dan gizi olahraga. Ilmu Gizi Indonesia terbit dua kali dalam setahun, yaitu Bulan Agustus dan Februari.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Hubungan status gizi dengan aktivitas fisik pegawai Universitas Kusuma Husada Surakarta Shofiyyatunnisaak, N.A.; Rose, Sophia; Rizky, Wahyu
Ilmu Gizi Indonesia Vol 9 No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v9i2.733

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, stroke, jantung, dan diabetes masih menjadi tantangan utama di Indonesia dengan prevalensi yang semakin meningkat. Penyebab PTM diantaranya adalah status gizi lebih atau obesitas dan aktivitas fisik yang rendah. Diduga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi. Status gizi yang lebih akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang menurun. Tujuan:  Mengetahui hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik pada pegawai Universitas Kusuma Husada (UKH) Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Data primer dikumpulkan dengan pengukuran langsung dan data sekunder dikumpulkan melalui pengisian formulir online. Pengolahan dan analisis data menggunakan Microsoft Excel 2013 dan SPSS 16.0 for windows. Hasil: Sebanyak 97 responden mengisi kuesioner online melalui Google Form serta datang ke Klinik Terpadu UKH Surakarta untuk pengukuran antropometri dan wawancara aktivitas fisik. Sebagian besar responden adalah dosen (54,46%), jenis kelamin perempuan (67,01%), usia dewasa awal (68,04%) dengan pendidikan tertinggi S2 (54,64%). Rata-rata responden memiliki massa otot rendah (55,67%) dengan persen lemak normal disusul tinggi, yaitu 44,33% dan 37,11%. Sebagian besar responden memiliki status gizi normal disusul dengan status gizi gemuk berat, yaitu 44,33% dan 29,90%. Aktivitas fisik sebagian besar responden termasuk sedang (54,64%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan aktivitas fisik (p=0,072). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan status gizi dan aktivitas fisik pada pegawai Universitas Kusuma Husada Surakarta. Diperlukan intervensi berupa pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik untuk menurunkan proporsi kegemukan.
Efektivitas media edukasi video animasi dan booklet terhadap pengetahuan pemilihan jajanan sehat pada siswa sekolah dasar Damayanti, Salfina; Septriana, Septriana; Prasetyaningrum, Yunita Indah
Ilmu Gizi Indonesia Vol 9 No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v9i2.735

Abstract

Latar Belakang: Masalah keamanan pangan pada anak sekolah banyak berkaitan dengan jajanan tidak sehat yang dapat mengganggu kesehatan. Edukasi mengenai jajanan sehat perlu diberikan menggunakan media yang tepat untuk memudahkan penerimaan informasi. Media yang menarik bagi anak-anak adalah video animasi dan booklet. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi menggunakan media video animasi dan booklet terhadap pengetahuan tentang pemilihan jajanan sehat pada anak Sekolah Dasar. Metode: Penelitian quasi experimental design dengan rancangan two group pre-post test design ini dilakukan di SD Tanjungjaya 1 dan Pancakarya 2 pada bulan April-Mei 2024. Sebanyak 88 anak kelas 5 dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu mendapatkan edukasi dengan video animasi dan booklet. Variabel bebas adalah edukasi dengan media video animasi dan booklet sedangkan variabel terikatnya adalah pengetahuan tentang jajanan sehat yang diperoleh menggunakan kuesioner pengetahuan. Data dianalisis dengan uij Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil: Intervensi menggunakan media video animasi meningkatkan rata-rata skor pengetahuan siswa secara signifikan dari 14,93 menjadi 17,64 (p<0,001). Demikian pula dengan kelompok booklet, rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 14,84 menjadi 17,98  (p<0,001). Sementara itu, tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara media video animasi dan booklet (p = 0,085). Kesimpulan: Media video animasi maupun booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai pemilihan jajanan sehat. Oleh karena itu, kedua media tersebut dapat dijadikan pilihan dalam edukasi gizi di sekolah dasar sebagai langkah awal membangun perilaku yang baik dalam memilih jajanan sehat.
Hubungan body image dengan status gizi pada siswi remaja di sekolah model Anandari, Rohimah Rezia; Astuti, Ari Tri
Ilmu Gizi Indonesia Vol 9 No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v9i2.767

Abstract

Latar Belakang: Tekanan sosial terhadap bentuk tubuh ideal pada remaja putri dapat memicu diet tidak sehat yang memengaruhi status gizi. Body image positif diduga berkaitan dengan perilaku hidup sehat, sedangkan body image negatif dapat meningkatkan risiko gangguan makan yang berdampak pada status gizi. Tujuan: Mengetahui hubungan body image dengan status gizi pada siswi remaja di sekolah model. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan melibatkan 34 siswi sekolah model di Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada Februari-Juli 2025. Variabel body image diukur menggunakan Body Shape Questionnaire (BSQ) dan status gizi diukur berdasarkan IMT/U dan dianalisis menggunakan WHO AnthroPlus. Data dianalisis menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki body image positif (91,2%) dan status gizi baik (52,9%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara body image dan status gizi (p=0,200). Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara body image dengan status gizi pada siswi remaja di sekolah model.
Uji kandungan gizi dan daya terima cookies tepung kacang merah dengan penambahan buah kurma: pengembangan pangan darurat bagi subjek anemia Berliandara, Angela; Puspaningtyas, Desty Ervira
Ilmu Gizi Indonesia Vol 9 No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v9i2.786

Abstract

Latar Belakang: Bencana berdampak pada masalah gizi. Cookies berpotensi sebagai pangan darurat karena densitas energi tinggi dan umur simpan panjang, namun formulasi konvensional umumnya rendah mikronutrien. Substitusi tepung kacang merah dan buah kurma dipilih untuk meningkatkan kandungan protein, serat, dan zat besi agar sesuai untuk kebutuhan penyintas bencana khusunya pada subjek anemia. Tujuan: Mengetahui nilai gizi dan daya terima cookies dengan substitusi tepung kacang merah dan buah kurma sebagai alternatif pangan darurat. Metode: Pengembangan produk dilakukan melalui formulasi dua varian cookies (F1: 4:3:3 dan F2: 4:2:3, untuk perbandingan tepung terigu, tepung kacang merah, dan kurma). Nilai gizi dihitung berdasarkan komposisi bahan menggunakan perangkat lunak Nutrisurvey, sedangkan daya terima dievaluasi melalui uji organoleptik panelis. Hasil: Kedua formulasi memiliki densitas energi yang cukup tinggi, yaitu 267,4 kkal pada F1 dan 253,3 kkal pada F2 per 50 g porsi. Kandungan protein pada F1 sebesar 8,1 g lebih tinggi dibandingkan F2 sebesar 7,4 g, sedangkan kandungan zat besi F1 mencapai 1,8 mg dan F2 sebesar 1,2 mg. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kedua formulasi cookies dapat diterima dengan baik oleh panelis dan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada seluruh parameter. Kesimpulan: Variasi jumlah tepung kacang merah tidak secara signifikan memengaruhi penerimaan sensoris cookies, tetapi tetap memberikan peningkatan nilai gizi, terutama protein dan zat besi.