cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Seminar Nasional Pendidikan IPA
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
DESAIN DAN EVALUASI IN SILICO TURUNAN BARU PIRAZINAMIDA BERBASIS 1,2,4-TRIAZOL SEBAGAI KANDIDAT OBAT ANTITUBERKULOSIS Zulqurnain, Muhammad; Fikriya, Sakti Hidayati; Suharman, Andi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, sementara resistansi terhadap obat lini pertama seperti pirazinamida terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi dua turunan pirazinamida yang disubstitusi dengan gugus 1,2,4-triazol sebagai kandidat antituberkulosis baru melalui pendekatan in silico. Senyawa yang dirancang meliputi N-(1-(4-hidroksibenzil)-1H-1,2,4-triazol-3-il)pirazin-2-karboksamida (D) dan 6-kloro-N-(1-(4-hidroksibenzil)-1H-1,2,4-triazol-3-il)pirazin-2-karboksamida (E), yang diuji sebagai inhibitor enzim enoyl-[acyl-carrier-protein] reductase (InhA) dari Mycobacterium tuberculosis. Evaluasi dilakukan melalui analisis sifat fisikokimia, farmakokinetika, dan penambatan molekul. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua senyawa memenuhi seluruh parameter kelayakan obat (drug-likeness) utama berdasarkan aturan Lipinski, Ghose, dan Veber, dengan profil absorpsi oral yang baik serta risiko interaksi obat yang rendah. Hasil penambatan molekul memperlihatkan bahwa senyawa (E) memiliki energi bebas pengikatan (ΔG) sebesar −9,55 kcal/mol dan membentuk interaksi hidrogen serta π–π penting dengan residu tirosin (TYR) A:158, treonin (THR) A:196, dan kofaktor nikotinamida adenin dinukleotida (NAD) A:500, menyerupai ligan referensi. Sementara itu, senyawa (D) juga menunjukkan interaksi stabil dan potensi penghambatan yang kompetitif. Dengan demikian, modifikasi struktur pirazinamida melalui penambahan gugus triazol dan hidroksifenil terbukti meningkatkan potensi penghambatan terhadap enzim InhA. Senyawa (E) menonjol sebagai kandidat inhibitor kompetitif yang potensial, sedangkan senyawa (D) tetap menjanjikan sebagai analog aktif untuk pengembangan obat antituberkulosis yang lebih spesifik dan efektif.
DAUN BAYAM HIJAU (AMARANTHUS HYBRIDUS L.) SEBAGAI PEMACU DAYA INGAT MENCIT (MUS MUSCULUS L.) Aulia Lison Putri; Riyanto Riyanto; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya ingat atau memori memiliki peran penting dalam menyimpan dan memproses informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) sebagai pemacu daya ingat mencit (Mus musculus L.) dengan menggunakan metode Morris Water Maze. Daya ingat diukur berdasarkan rata-rata waktu latensi paling rendah dalam mencapai kuadran target. Ekstrak etanol daun bayam hijau dibuat  menggunakan metode maserasi dalam etanol 70%. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap. Hewan percobaan dibagi menjadi lima kelompok yaitu: kontrol negatif (tween 80 1 ml), kontrol positif (piracetam 16mg/20 g BB), dan tiga kelompok mencit yang diinjeksikan ekstrak etanol daun bayam hijau dengan dosis yang berbeda (0,14 mg/20 g BB; 0,28 mg/20 g BB; dan 0,56 mg/20 g BB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bayam hijau secara signifikan berpengaruh terhadap daya ingat mencit dengan efek yang paling efektif ditunjukkan pada dosis 0,28 mg/20 g BB. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bayam hijau dapat memperbaiki daya ingat mencit dengan dosis 0,28 mg/20 g BB sebagai dosis paling efektif untuk memperbaiki kerusakan pada daya ingat mencit yang diinduksi alkohol. Penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman bayam hijau berpotensi sebagai pengobatan alternatif untuk gangguan yang berkaitan dengan daya ingat.
ANALISIS KEBUTUHAN LEMBAR KERJA MAHASISWA PADA PRAKTIKUM KIMIA FISIKA BERBASIS GREEN CHEMISTRY Firmalia Herliani; Chindy Edita Putri; Sanjaya Sanjaya; Muhammad Hadeli L.; Rahmat Zikri; Fricila Sasqia Wardana; Irma Amelia; Nabila Zahira Hanani; Fatma Aningsih
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan analisis kebutuhan lembar kerja mahasiswa berbasis green chemistry pada praktikum kimia fisika. Analisa kebutuhan yang dilakukan pada penelitian ini berdasarkan analisis deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan pada analisa kebutuhan ini itu menggunakan kuesioner dan wawancara. Kuesioner yang digunakan disebar dengan menggunakan Google Form sehingga pengisian kuesioner dilakukan secara online. Hasil penelitian dari adanya analisa kebutuhan ini dapat menunjukan bahwa mahasiswa membutuhkan adanya pengembangan lembar kerja mahasiswa berbasis green chemistry pada mata kuliah praktikum kimia Fisika agar pembelajaran praktikum yang dilakukan dapat memberikan pemahaman pada mahasiswa dan dapat membantu mahasiswa untuk dapat belajar secara mandiri yang didukung dengan pembelajaran praktikum yang berbasis green chemistry. Selain itu pembelajaran berbasis greenchemistry ini dapat membuat konteks pembelajaran praktikum lebih aman dan ramah terhadap lingkungan. Oleh karena itu pengembangan lembar kerja mahasiswa berbasis green chemistry pada pembelajaran praktikum kimia fisika itu sangat diperlukan untuk dapat memberikan media pembelajaran yang valid, praktis, efektif dan ramah terhadap lingkungan.
PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN BERBASIS STEM UNTUK MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SEKOLAH Reizka Yulistra; Masagus Mhd. Tibrani; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi sekarang mempengaruhi banyak aspek kehidupan, salah satunya adalah aspek pendidikan. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan dan mengembangkan keterampilan abad 21 adalah menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis STEM di sekolah khususnya pada pelajaran biologi. Namun persepsi peserta didik mengenai pendekaran pembelajaran berbasis STEM ini perlu diidentifikasi , oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan persepsi peserta didik mengenai pembelajaran STEM pada pelajaran biologi di SMA (Sekolah Menengah Atas). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 159 peserta didik kelas X yang pernah mendapatkan pembelajaran berbasis STEM pada pelajaran biologi di sekolah. Data didapatkan dari angket (kuesioner) yang mengukur empat indikator: persepsi terhadap guru, persepsi terhadap assessment atau penilaian, persepsi terhadap belajar dan pembelajaran, dan persepsi terhadap lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik secara keseluruhan termasuk ke dalam kategori baik (rata-rata skor 4,2 dari skala 5). Secara spesifik persepsi peserta didik terhadap guru mendapatkan skor 4,3 yang termasuk kategori sangat tinggi, lalu persepsi terhadap assessment atau penilaian memiliki skor 4,1 yang termasuk pada kategori tinggi, yang ketiga persepsi terhadap belajar dan pembelajaran yang memiliki skor 4,0 termasuk kategori tinggi dan terakhir persepsi terhadap lingkungan sosial mendapatkan skor 4,2 dan masuk ke dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil ini disimpulkan bahwa persepsi peserta didik mayoritas memiliki respon positif terhadap pelaksanaan pembelajatan STEM pada pelajaran biologi di sekolah.
DEEP LEARNING SEBAGAI KERANGKA PEDAGOGIS PEMBELAJARAN IPA ADAPTIF ABAD 21 Maria Paristiowati
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA di Indonesia masih menghadapi permasalahan berupa dominasi hafalan, rendahnya pemahaman konseptual, serta keterbatasan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi sains. Kondisi ini belum sepenuhnya sejalan dengan tuntutan pendidikan adaptif abad ke-21 yang menekankan personalisasi, fleksibilitas, dan penguatan kompetensi abad ke-21. Kajian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis temuan-temuan penelitian terkait deep learning (pembelajaran mendalam) sebagai kerangka pedagogis dalam pembelajaran IPA untuk mendukung pendidikan adaptif abad ke-21. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, prosiding, serta dokumen kebijakan pendidikan yang dipublikasikan pada rentang tahun 2014–2024. Analisis dilakukan melalui analisis tematik terhadap tema konsep deep learning, karakteristik pendidikan adaptif, strategi pembelajaran IPA, serta dampaknya terhadap hasil belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa deep learning berfungsi sebagai fondasi pedagogis yang memperkuat pemahaman konseptual, meningkatkan regulasi diri dan keterlibatan kognitif, serta mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi sains. Integrasi deep learning dengan strategi pembelajaran IPA berbasis inkuiri, proyek, dan masalah nyata, yang diperkaya dukungan teknologi digital, terbukti selaras dengan prinsip pendidikan adaptif abad ke-21. Kajian ini menyimpulkan bahwa deep learning dapat diposisikan sebagai kerangka pedagogis inti dalam pengembangan pembelajaran IPA yang adaptif, bermakna, dan berorientasi pada pemahaman mendalam.
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN KOLABORASI MAHASISWA MELALUI MODEL RESEARCH TEAM-BASED LEARNING (RTBL) PADA MATAKULIAH ILMU LINGKUNGAN Febblina Daryanes; Siti Zubaidah; Susriyati Mahanal; Sulisetijono Sulisetijono
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad ke-21. Keterampilan kolaborasi termasuk aspek penting dalam lifelong learning dan dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa kini. Akan tetapi, keterampilan kolaborasi sebagian mahasiswa pada umunya masih rendah dan perlu ditingkatkan. Penelitian ini mengeksplor apakah model Research Team-Based Learning (RTBL) berhasil dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi pada matakuliah Ilmu Lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eskperimen dengan sampel 79 mahasiswa yang mengambil matakuliah ilmu lingkungan yang dibagi ke dalam 2 kelas eksperimen yaitu RTBL dan Team-Based Learning (TBL).  Data keterampilan kolaborasi mahasiswa diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model RTBL lebih unggul dibandingkan model TBL dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi mahasiswa pada matakuliah ilmu lingkungan. Model RTBL dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi mahasiswa. Model RTBL juga direkomendasikan untuk diintegrasikan secara formal dalam kurikulum perguruan tinggi.
PENERAPAN MODEL PJBL BERBANTUAN NEARPOD TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI SISTEM RESPIRASI Intania Sahara Putri; Elvira Destiansari; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan spasial memiliki peran penting dalam memahami materi sistem respirasi karena peserta didik perlu mengenali bentuk, posisi, dan hubungan antarorgan pernapasan secara tepat. Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 1 Indralaya, kemampuan spasial peserta didik masih tergolong rendah. Peserta didik cenderung kesulitan dalam memvisualisasikan struktur organ, menentukan posisi antarbagian sistem respirasi, serta melakukan rotasi mental terhadap bentuk organ. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran interaktif dan minimnya penerapan model pembelajaran inovatif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan Nearpod terhadap peningkatan kemampuan spasial peserta didik pada materi sistem respirasi. Metode yang akan digunakan adalah quasi experiment dengan desain one group pretest- posttest design. Diharapkan melalui penerapan PjBL berbantuan Nearpod, peserta didik dapat lebih aktif, terlibat dalam eksplorasi konsep secara visual, dan memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap struktur serta fungsi sistem respirasi.
DEVELOPING A PROTOTYPE OF MOLECULEARN: INTERACTIVE SCAFFOLDING-BASED MEDIA FOR MODERN CHROMATOGRAPHY LEARNING Faizal Akhmad Adi Masbukhin; Ayu Fahimah Diniyah Wathi; Dola Suciana; Inas Sausan; Sukma Wahyu Wijayanti
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study presents the development of MolecuLearn, a prototype of interactive learning media based on scaffolding strategies, designed to support students' understanding of modern chromatography in a distance learning. Using the design thinking approach—empathize, define, ideate, prototype, and test—the development process was conducted systematically and collaboratively between researchers, chemistry education lecturers, and IT developers. The initial needs analysis involved 29 chemistry education students at Universitas Terbuka, revealing that 51.16% strongly agreed and 37.21% agreed on the importance of interactive, scaffolded media to support concept mastery. The Define stage highlighted core problems such as the abstract nature of chromatography, limited access to laboratory practice, and students’ need for structured learning guidance. The Ideate stage produced flowcharts, user interface designs, and key features including animated videos, feedback-based quizzes, and simulations—all integrating scaffolding principles to provide stepwise guidance. A web-based prototype of MolecuLearn was then developed with functional backend (course management, user administration, quiz scoring) and frontend (learning dashboard, interactive modules, user registration) components. Validation by three experts (subject, media, language) and limited trials with students confirmed the media’s effectiveness and usability. Key strengths identified were its visual clarity, interactive features, and adaptive learning path. The findings suggest that MolecuLearn is a viable and engaging platform that bridges the gap between theory and practice in chemistry education. Its scaffolding-based design helps students learn independently while still receiving structured support, especially in complex topics like chromatography. The study recommends broader implementation and further development of this platform for other abstract chemistry topics in distance education.
TINJAUAN RPS MATA KULIAH BIOKIMIA 1 BERDASARKAN KETERCAPAIAN CPL DAN CPMK DALAM PENDEKATAN OBE Deika Zhillan Fatharani; Zelvy Amelia Murwani; Fitrah Amini
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan teoretis, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan dunia kerja. Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi pendekatan strategis untuk menjamin ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) melalui perencanaan yang sistematis antara Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), sub-CPMK, dan tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan meninjau kesesuaian antara CPL, CPMK, sub-CPMK, dan tujuan pembelajaran pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Biokimia 1, serta meninjau keterpaduannya dengan prinsip constructive alignment dan model konstruktivisme lima fase Needham. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen terhadap RPS, buku ajar, serta rumusan tujuan tiap pertemuan. Analisis dilakukan dengan pemetaan kesesuaian antara CPL, CPMK, sub-CPMK, materi, dan tujuan pembelajaran, disertai klasifikasi dimensi kognitif dan psikomotorik berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi dan Taksonomi Simpson. Hasil menunjukkan bahwa keterpaduan CPL–CPMK–subCPMK dalam RPS Biokimia 1 tergolong sangat sesuai, dengan dominasi aktivitas kognitif pada tingkat C3–C5 dan psikomotorik P3–P5. Integrasi fase Application dan Reflection dalam model Needham mendukung pembelajaran aktif dan bermakna. Namun, keterpaduan horizontal antara tujuan, aktivitas, dan asesmen masih perlu diperkuat, khususnya dalam penerapan dimensi psikomotorik. Kesimpulan menunjukkan bahwa RPS Biokimia 1 telah mencerminkan prinsip constructive alignment dan mendukung capaian pembelajaran secara komprehensif.
STUDI KEANEKARAGAMAN FAUNA DI TAMAN WISATA ALAM GREEN PARADISE PAGAR ALAM Dwi Maharani; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna di Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam. Eksplorasi jenis-jenis fauna dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu pengamatan langsung dan dokumentasi di sepanjang jalur jelajah. Hewan diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologi menggunakan aplikasi digital berbasis android, serta literatur pendukung. Sebanyak 36 spesies fauna yang terklasifikasi dalam 16 ordo dan 26 famili tercatat dalam penelitian ini. Setiap jenis ini termasuk dalam lima kelas vertebrata utama: pisces, amfibi, reptil, aves, dan mamalia. Setiap spesies yang ditemukan diklasifikasikan secara sistematis berdasarkan tingkatan taksonomi, yaitu filum, kelas, ordo, suku, genus, dan spesies. Hasil klasifikasi disertai dengan deskripsi karakteristik morfologi utama masing-masing spesies. Hasil ini memberikan informasi dasar tentang keanekaragaman fauna di kawasan Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam dan dapat menjadi acuan bagi upaya konservasi dan penelitian lebih lanjut.