cover
Contact Name
Yaqzhan
Contact Email
yaqzhanjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yaqzhanjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
ISSN : 24077208     EISSN : 25285890     DOI : -
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Video Games dan Masalah Kekerasan dalam Kerangka Filosofis Islam, Raja Cahaya
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.12873

Abstract

Sebagian peneliti video games menunjukan, bahwa video games yang mengandung kekerasan dapat membentuk pemainnya menjadi agresif dan berani melakukan tindakan kekerasan di dunia nyata. Akan tetapi peneliti dan pemikir lain memiliki keberatan tentang penelitian-penelitian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kritik menggunakan perspektif filsafat, dan menunjukan bahwa hubungan antara video Games yang mengandung kekerasan dengan pembentukan pemainnya itu kompleks. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan menggunakan tiga prosedur metodis: mengumpulkan data, pengolahan data dan penyajian data yang didasarkan pada sumber-sumber kepustakaan yang relevan dengan tema penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan, bahwa problem hubungan antara video games yang mengandung kekerasan dengan pembentukan diri pemain itu mengandung tiga problem utama, yakni problem kausal. Problem kausal mengacu pada pandangan absennya variabel lain yang turut menentukan hubungan antara video games dengan pemain. Problem lainnya adalah problem identifikasi, yang mengacu pada mustahilnya pemain melakukan identifikasi total atas video games yang dimainkannya. Terakhir adalah problem desensitivikasi, bahwa pemain tidak akan mengalami desensitivikasi di dunia nyata, karena video games hadir sebagai realitas yang berbeda dengan dunia yang riil.
MEMBACA PANDANGAN SEYYED HOSSEIN NASR TENTANG SUMBER DAN DOKTRIN TASAWUF DALAM ISLAM Avisena Perdana Putra Muama
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v9i2.14973

Abstract

Seyyed Hossein Nasr adalah sosok intelektual besar Islam yang pemikirannya banyak dijadikan sebagai rujukan maupun perbandingan oleh kalangan pemikir-pemikir Islam maupun Barat. keahliannya dalam berbagai bidang serta kompleksitas pemikirannya menjadikan sosok ini banyak diteliti oleh berbagai kalangan dan akademisi. Namun disisi lain pemikiran Nasr tersebut tidak sedikit terpengaruh oleh tradisi tasawuf, ekspresi-ekspresi dan pandangan sufistik Nasr banyak dituangkan di sebagian besar karya-karyanya yang masih bisa kita jumpai dan akses sampai saat ini. berdasarkan hal itu artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Seyyed Hossein Nasr tentang tasawuf yang secara spesifik penulis tujukan terhadap sumber dan doktrin tasawuf dalam Islam menurut Nasr. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diambil dari karya Seyyed Hossein Nasr antara lain; Islamic Spirituality (1987); The Garden of Truth Islam The Vision and Promise of Sufism Islam’s Mystical Tradition (2008), serta dari beberapa karya lainnya yang berhubungan dengan topik penelitian ini. Adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini didasarkan pada buku, artikel journal, majalah, situs web yang relevan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa; Pertama, sumber tasawuf dalam Islam didasarkan pada Al-Quran dan Sunnah Nabi, dua hal ini berperan sebagai sumber dari segala macam pengetahuan dan doktrin dalam Islam termasuk tasawuf didalamnya. Kedua, tasawuf merupakan salah satu bagian penting dari trilogi ajaran utama Islam yaitu Ihsan yang dalam pandangan Nasr Ihsan tidak lain adalah ajaran spiritual yang telah dilestarikan, ditransmisikan, dan disebarkan dalam tasawuf. Ketiga, dalam tasawuf yang menjadi tujuan utama kehidupan manusia adalah dengan mengetahui akan kebenaran dan realitas absolut (Tuhan), beberapa tahapan-tahapan yang dilalui untuk sampai kepada pengetahuan tentang kebenaran tersebut yakni dengan cara ilm al-yaqin, ain al-yaqin dan tahapan tertinggi adalah haqq al-yaqin.
Filsafat, Teknologi, dan Teologi: Determinasi Teknologi melalui Lensa Teologi Islam Mustakim, Ahmad
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.17335

Abstract

Teknologi telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga teknologi telah menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia. Namun, dalam diskusi-diskusi informal, pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan implikasi moral, etika, dan spiritual dari teknologi sering kali terabaikan. Seiring perkembangan teknologi manusia kehilangan esksistensi terhadap prinsip dari asal penciptaan dan mementingkan eksistensinya sendiri. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menyelidiki gagasan determinisme teknologi dari sudut pandang teologis, khususnya dari sudut pandang Islam. Dengan menggabungkan elemen-elemen dari perspektif filosofis dan religius, tulisan ini menyelidiki dengan metode kualitatif bagaimana teknologi dapat ditafsirkan, dihargai, dan diterapkan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dunia Islam pada umumnya mengakui cara-cara menakjubkan, di mana Allah SWT terus membuat dirinya dikenal melalui sains dan teknologi untuk memberikan manfaat bagi umat manusia baik pada tingkat individu maupun masyarakat, serta menghargai kebijakan sains dan teknologi dari sudut pandang teologis Islam.
ETIKA SOSIAL QUR’ANIK BAGI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS M. Ied Al Munir; Mohd. Arifullah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v9i2.14167

Abstract

Sustainable Development Goals belum secara baik dipahami dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Kurangnya pemahaman dan penerimaan ini disebabkan oleh berbagai alasan, salah satunya karena Sustainable Development Goals seringkali dipandang sebagai agenda dari luar Indonesia yang belum tentu sejalan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, diperlukan usaha untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa Sustainable Development Goals sejalan dengan nilai-nilai yang ada yang dalam penelitian ini adalah nilai-nilai agama Islam yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan latar studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari literatur cetak dan online serta dianalisis dengan teori hermeneutika. Penelitian ini menemukan bahwa beragam pilar dalam Sustainable Development Goals, yakni pilar pembangunan sosial, pilar pembangunan ekonomi, pilar pembangunan lingkungan, dan pilar pembangunan hukum memiliki semangat yang sejalan dengan berbagai ayat dalam al-Qur’an. Temuan ini penting bagi usaha untuk menyosialisasikan dan mengimplementasikan Sustainable Development Goals dalam kehidupan keseharian masyarakat Indonesia
Konsep Poligami dalam Perspektif Aksiologi dan Filsafat Hukum Syarifudin, Imam; Khudori Soleh, Achmad
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.17074

Abstract

Pentingnya mengkaji poligami ini adalah karena poligami dapat menyebabkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan antara pasangan suami-istri, hal ini tentunya bertentangan dengan prinsip etika, estetika, keadilan dan kemanusiaan yang menjadi dasar aksiologi dan filsafat hukum. Tujuan penulisan terkait poligami ini dari sudut pandang aksiologi berguna untuk mengkaji implikasi etis poligami dan dampaknya terhadap nilai-nilai etika dan estetika dalam masyarakat. Sedangkan, dalam filsafat hukum kajianya akan berkaitan dengan alasan, tujuan, dan juga kepastian hukum. Artikel ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif-kualitatif dan pendekatan filosofis. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Aksiologi adalah cabang filsafat yang membahas tentang nilai baik dan buru. Aksiologi terdiri dari dua hal etika dan estetika, dari etika terdapat dua teori di dalamnya yakni teori teleologi dan teori deontologi. Dari estetika terdapat dua aspek yakni ekspresi dan fungsional. Apabila poligami dipandang dari perspektif aksiologi, maka harus ditekankan perlunya niat dan hasil yang baik untuk menjadikan poligami itu dianggap baik. (2) Filsafat hukum membahas tentang asal usul hukum, aspek etika dan moral hukum, dan di dalamnya terdapat aspek penting yakni alasan, tujuan, dan manfaat suatu hukum. Apabila poligami dipandang dari filsafat hukum, maka harus ditekankan aspek etika, moral, keadilan, alasan, tujuan, dan manfaat hukum yang jelas untuk terciptanya sebuah kepastian hukum yang baik. 
PANCASILA : SOLUSI ISLAM DAN KEBANGSAAN Naila Farah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v9i2.15509

Abstract

Pancasila merupakan hasil kerja serius bangsa Indonesia, terutama mereka yang bergabung dengan BPUPKI. Di antara mereka ada yang menyandang gelar ulama. Mereka dan para pemuka dari agama lain bersama-sama merumuskan dan menetapkan apa yang akan menjadi dasar negara. Dalam merumuskan dan menetapkan dasar negara, mereka mengacu pada kepentingan bersama (bangsa Indonesia) dengan mempertimbangkan berbagai masukan yang datang dari masyarakat. Pancasila sudah terbukti bisa menyatukan masyarakat Indonesia yang majemuk, sungguhpun dalam perjalanannya ia tidak lepas dari tantangan dan kritik. Pancasila merupakan ideologi  berbangsa dan bernegara, untuk itu tidak pada tempatnya untuk membandingkan antara agama dan Pancasila.Sungguhpun demikian, masih juga terdapat sebagian kecil umat Islam yang berpendapat  bahwa Pancasila bertentangan dengan Islam. Sekiranya Pancasila bertentangan dengan Islam, sudah barang tentu para ulama akan menolaknya untuk dijadikan sebagai dasar negara.Menurut Harun Nasution, Pancasila tidak bertentangan dengan Islam melainkan sejalan dengannnya, bahkan sila-sila yang terdapat di dalamnya adalah juga ajaran dasar yang terdapat dalam Islam.A.K. Priggodigdo, Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia, Jakarta : Dian Rakyat, 1961.AMW. Pranarka, Sejarah pemikiran Tentang Pancasila, Jakarta : CSIS, 1987.Bahtiar Effendi, Islam dan Negara, Transformasi Pemikiran Islam, dalam majalah “prisma”, Jakarta : LSAF, 1992.Bernhard Dahm, Sukarno dan Perjuangan Kemerdekaan, jakarta : LP3ES, 1987.Endang Syaifuddin Anshari, Piagam Jakarta, Jakarta : CV. Rajawali, 1986.Harun Nasution, Islam Rasional, Bandung : Mizan, 1995.Harun Nasution, Pembaharuan Dalam Islam: Sejarah Gerakan dan Pemikiran, Jakarta : Bulan Bintang, 1985.M. Bambang Pranowo, Islam dan Pancasila, Dinamika Politik Islam di Indonesia, dalam jurnal Ulumul Qur’an, Jakarta : LSAF, 1992.makalah pada acara peresmian Yayasan Badan Wakaf Paramadina, Jakarta, 1986.Nurcholis Madjid, Islam Agama Kemanusiaan, Jakarta : Paramadina, 1995.
Analisis Kritis Pemikiran Islam Kontemporer Hassan Hanafi terhadap Tradisi Islam Hidayatulloh, Taufik
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i1.16972

Abstract

Pemikiran Islam kontemporer memainkan peran krusial dalam merespons tantangan zaman yang terus berubah. Salah satu tokoh pemikiran Islam kontemporer yang signifikan adalah Hassan Hanafi, yang dikenal karena pandangannya yang inovatif terhadap tradisi Islam. Tradisi Islam memiliki peran penting dalam membentuk identitas umat Muslim, namun dalam era modern yang terus berkembang, pandangan tradisional sering kali dihadapkan pada tantangan dan kritik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan Hanafi terhadap tradisi Islam, bagaimana ia mengelaborasi konsep-konsep tersebut, serta dampaknya terhadap pemikiran dan praktik umat Islam saat ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau library research. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik interpretasi. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Hassan Hanafi memiliki pandangan yang inovatif dan kritis terhadap tradisi Islam. Hanafi menekankan pentingnya memahami tradisi dalam konteks kekinian. Proyek pembaharuan Hanafi mengedepankan agama sebagai sumber semangat untuk mencapai pembebasan manusia, dengan mempertimbangkan pengaruh oksidentalisme untuk memperkaya perspektifnya terhadap tradisi Islam.
ANALISIS FILSAFAT ILMU DALAM KONTEKS KOMUNIKASI PEMBANGUNAN Zamroatul Fuaddah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v9i2.15469

Abstract

Philosophy has an important role in the development of communication science, especially development communication which shapes the practices and social realities of society. A thorough understanding of the philosophy of scientific concepts, such as axiology, epistemology, and ontology, is the key to guiding development communication more meaningfully and effectively in supporting social progress and improving community welfare. The method used in this research is a literature review study, where researchers collect data from indexed books and journals. The researcher attempts to explain how philosophical studies have been carried out in development communication over the last ten years. The results of this research will provide a better understanding of the role of philosophy of science in the context of developmental communication and how axiology, epistemology and ontology influence developmental information communication practices. These findings will contribute to a better understanding of how development communication can be more effective, ethical and sustainable to support social, economic, political and cultural development goals.
Pemikiran Oposisi Nurcholish Madjid dalam Bingkai Politik Islam Junaidi, Junaidi; Erman, Mulyadi; Rozi, Syafwan
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i2.18735

Abstract

Kepiawaian, keberanian dan ketajaman intelektual yang dimiliki Nurcholish Madjid mampu merubah dan mendorong terbentuknya mekanisme ide kelembagaan oposisi melalui peran partai politik. Partai oposisi adalah wujud moderasi dari ide demokrasi pancasila yang mengakui hak warga negara dalam tatanan sistem pemerintahan. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan filsafat dan dalam teknik analisa menggunakan metode analisis hermeneutika kritis dan historis. Metode analisis kritis ini digunakan berangkat dari fakta bahwa objek kajian dalam penelitian ini adalah gagasan atau ide manusia yang tertuang dalam bentuk naskah atau karangan seseorang. Metode historis adalah metode penelitian yang didasarkan kepada asumsi bahwa semua gagasan manusia selalu berkembang dan terdapat ketidaksempurnaan berupa kelebihan dan kekurangannya. Hasil penelitian menemukan bahwa era orde baru mendominasi kekuasaan negara dengan platform pancasila mampu mengintervensi rakyat Indonesia selama tiga puluh dua tahun dibawah kepemimpinan presiden Soeharto. Kemantapan stabilitas sebagai ruang untuk menunjang pengembangan tatanan sosial politik dalam usaha demokrasi dan keadilan sosial bagi masyarakat hilang sebagai kekuatan pemantau dan penyeimbang dalam tatanan moderasi demokrasi. Sehingga demokrasi yang sehat harus melahirkan check and balance sebagai wujud kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers dan sebagainya.
Relevansi Pemikiran Ibn Miskawaih mengenai Etika dalam Naskah Sunda Sanghyang Siksa Kandang Karesian Sadrazaki, Mikail Soroush; Asmuni, Ahmad; Mustafa, Mutakhirani
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.20897

Abstract

Perdebatan mengenai hubungan antara budaya dan agama masih menjadi topik yang terus bergulir. Budaya kerap dipandang sebagai warisan lokal yang bersifat profan, sementara agama ditempatkan dalam posisi sakral dan mutlak. Pandangan dikotomik ini memicu ketegangan, terutama ketika praktik budaya dianggap bertentangan dengan nilai-nilai religius. Akibatnya, tidak jarang budaya lokal mengalami penolakan, pelarangan, bahkan penghapusan atas nama “pemurnian agama”. Ibn Miskawaih memberikan kerangka etika yang logis dan metodis untuk memahami pembentukan moralitas manusia. Di sisi lain, naskah Sunda kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian juga memuat ajaran etika yang mencakup pengendalian diri, keseimbangan hidup, dan perilaku moral dalam konteks tradisi intelektual Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keterkaitan antara teori etika Ibn Miskawaih dengan prinsip-prinsip moral dalam naskah tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif-komparatif, penelitian ini menemukan bahwa kedua sumber ajaran tersebut memiliki kesamaan dalam menekankan pentingnya pembentukan karakter manusia yang berakhlak baik dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa etika tidak hanya bersifat teologis, melainkan juga kontekstual dan praktis dalam kehidupan sosial. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pemikiran lintas budaya sebagai pendekatan baru dalam kajian etika di Indonesia.