cover
Contact Name
Yaqzhan
Contact Email
yaqzhanjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yaqzhanjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
ISSN : 24077208     EISSN : 25285890     DOI : -
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Problem Relativisme Kebenaran di Era Post-Truth: Tinjauan Epistemologis Nidzom, Muhammad Faqih; Syam, Fahmi Faujar
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.19497

Abstract

Artikel ini akan mengkaji teori kebenaran yang cukup kuat di antara tokoh post-modern, yaitu teori Dekonstruksi Sastra Jacques Derrida dan teori “Truth and Power” oleh Michel Foucault. Keduaya berpengaruh kuat pada pekembangan post-truth, setidaknya pada dua hal; rekayasa kebenaran dan hilangnya otoritas. Penulis menggunakan pendekatan epistemologis, dan menganalisa problem tersebut secara deskriptif-analitis, yang khas dalam studi literatur. Di antara kesimpulan yang bisa ditarik adalah, dalam Islam teori-teori atau konsep-konsep tentang kebenaran sudah matang. Mulai dari konsep Al-Haq dan Al-Haqiqah hingga sumber kebenaran Islam yang tertinggi yaitu Khabar Sadiq. Dari perbandingan teori kebenaran di era post-modern dan teori kebenaran Islam menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa post-truth sebagai buah hasil dari pada kebenaran yang relative di mana bertumpu pada suatu titik konsep yang sama yaitu relativisme. Sedangkan Islam sendiri bertolak belakang dengan faham relativisme tersebut, karena kebenaran dalam Islam adalah sebuah yang hal absolut tanpa adanya keraguan di dalamnya.
Sejarah dan Dinamika Fikih Disabilitas di Indonesia: Langkah Akomodatif Ulama dan Potensi Optimalisasi Maki, Ahmad; Zubair, Zubair
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.19536

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan fikih Islam dalam mengakomodasi hak dan kebutuhan penyandang disabilitas (difabel), dengan menyoroti potensinya sebagai kerangka kerja inklusi dan keadilan sosial. Tujuan penelitian adalah untuk menelusuri sejarah perkembangan fikih terkait disabilitas, mengidentifikasi serta mengusulkan upaya optimalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur sebagai metode utama, mencakup analisis teks-teks klasik dan kontemporer, penelitian sebelumnya, serta studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fikih klasik sering memposisikan difabel sebagai penerima keringanan (rukhsah), yang meskipun berlandaskan belas kasih, kurang inklusif dalam menjawab dimensi-dimensi disabilitas dalam konteks modern. Upaya kontemporer seperti Fikih Ramah Difabel menunjukkan kemajuan signifikan dalam mendefinisikan difabel sebagai subjek hak dalam kerangka etik dan hukum. Namun, implementasi masih terbatas akibat hambatan struktural, kurangnya integrasi teknologi, dan minimnya dukungan untuk praktik ibadah dan pendidikan yang aksesibel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reinterpretasi fikih secara holistik diperlukan untuk memastikan inklusivitas dan kesetaraan bagi difabel dalam kehidupan beragama dan sosial. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama, pembuat kebijakan, dan pakar teknologi untuk mengatasi tantangan praktis inklusi.
Analisis Relasi Sosial Ekonomi terhadap Partisipasi Politik Perempuan Tahun 2024 di Kabupaten Langkat Safitri, Yuli; Harahap, Mardian Idris; Warnisyah, Elly
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.21496

Abstract

Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan relasi antara status sosial ekonomi dan partisipasi politik perempuan di Kabupaten Langkat. Penelitian ini akan membatasi cakupan pada bagaimana status sosial ekonomi, yang mencakup pendidikan, pendapatan, dan pemilikan kekayaan, mempengaruhi kesadaran politik dan perilaku pemilihan perempuan dalam konteks demokratisasi di Kabupaten Langkat. Subjek penelitian artikel ini adalah perempuan di Kabupaten Langkat. Metode penelitan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tujuan untuk menjelaskan suatu fenomena mendalam yang dilakukan dengan mengumpulkan data – data di lapangan maupun studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perempuan di Kabupaten Langkat memiliki peran yang semakin penting dalam pembangunan dan proses politik. Namun, masih terdapat variasi dan ketimpangan dalam partisipasi politik dan kesadaran perempuan yang perlu diatasi melalui strategi pembangunan yang inklusif dan mendukung pemberdayaan perempuan. Artikel ini sangat direkomendasikan untuk penggiat politi khususnya perempuan dan akademisi. 
Transformation of Islamic Aesthetic Symbols in Contemporary Da’wah Media: a Hermeneutic Review of Gadamer and Ricoeur Firmansyah, Asep Deny; Helmawati, Helmawati; Suryadi, Iyad
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.21159

Abstract

This research analyses how contemporary da’wah art reinterprets Islamic aesthetics through a dialectic between traditional symbols and digital visual innovation. Using the hermeneutic approach of Hans-Georg Gadamer and Paul Ricoeur, this study explores the dynamics of meaning that emerge from the interaction between Islamic visual texts and the modern socio-cultural context. Data were obtained through observation of digital-based da’wah artworks and visual documentation on various media platforms, then analysed using the fusion of horizons and interpretative arc models. The results show that symbols such as calligraphy, geometry, and arabesque have transformed meaning through the digital medium without losing their theological value. This reinterpretation not only expands the aesthetic horizons of da’wah but also increases the relevance of Islamic messages for the digital generation. However, integrating artistic form and theological constraints remains a significant challenge in maintaining authenticity. This study emphasises the importance of collaboration between artists, scholars, and academics to develop innovative, communicative, and spiritually valid models of da’wah art.
Pertanian Perkotaan sebagai Perwujudan 'Eudaimonia': Studi Kasus Klaster Pertanian di Desa Rejowinangun Arintyas, Ameylia Puspita Rosa Dyah Ayu; Budiman, Raihan Chaerani Putri
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.20267

Abstract

Pertanian perkotaan (urban farming) semakin digemari di wilayah perkotaan, termasuk di Desa Rejowinangun. Adanya lahan yang sempit dan kurang subur menjadi tantangan yang coba diatasi melalui tren ini. Bertani di wilayah perkotaan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menawarkan berbagai manfaat bagi individu dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam makna di balik praktik pertanian perkotaan dan mengaitkannya dengan konsep eudaimonia atau kebahagiaan sejati dalam filsafat Aristoteles. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman dan motivasi petani perkotaan di Rejowinangun. Data akan dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Analisis tematik akan digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait praktik pertanian perkotaan dan kaitannya dengan eudaimonia. Temuan awal menunjukkan bahwa petani perkotaan di Rejowinangun didorong oleh berbagai motivasi, termasuk masalah lingkungan, keinginan untuk makanan organik, dan kebutuhan untuk aktivitas fisik dan sosial. Pertanian perkotaan tidak hanya memberikan manfaat nyata seperti produksi pangan, tetapi juga menawarkan imbalan psikologis dan sosial. Peserta sering mengungkapkan perasaan bahagia, puas, dan rasa memiliki yang lebih dalam terhadap komunitas mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi pertanian perkotaan sebagai cara untuk mencapai eudaimonia. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menginspirasi pengembangan program pertanian perkotaan yang lebih terintegrasi dengan upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
Muhammad Abduh dan Sains: Suatu Tinjauan Filosofis-Teoretis Amir, Ahmad Nabil; Rahman, Tasnim Abdul
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.19705

Abstract

Penelitian ini meneliti pemikiran sains Shaykh Muhammad Abduh (1849-1905) dan pengaruhnya di dunia Islam. Perspektif saintifiknya ini dhuraikan secara sistematik dengan menganalisis karya-karyanya yang yang prolifik dan ekstensif tentang sains, seperti Al-Islām wa’l-Nasrāniyyah Ma‘a al-‘Ilm wa’l-Madaniyyah (Islam dan Kristian dan pendirian keduanya terhadap ilmu dan peradaban), Tafsīr al-Manār, Tafsīr Juz ‘Amma (Komentar atas Juz ‘Amma), Risālat al-Tawhīd (Tretis tentang tawhid) di samping kitab-kitab serta literatur penting yang lain dari Abduh. Tema utama yang dibincangkan menfokuskan pada falsafah sains Abduh, sumbangan Abduh kepada kemodenan, dan pandangan saintifiknya dalam tafsir. Ia turut membincangkan pengaruhnya terhadap masyarakat Mesir moden dan impaknya yang penting dalam pencerahan dan pembaharuan Islam di zaman moden. Metode kajian bersifat kualitatif berasaskan kaedah tinjauan literatur dan biografi. Penelitian ini menyimpulkan penemuan yang signifikan, yang memperlihatkan bahawa sumbangan utama Abduh kepada sains adalah dalam mengislamkan karakter dan landasnya yang dinamik berdasarkan pandangan sarwa Islam yang moden. Ini secara substantif dipaparkan dalam usahanya untuk memperkenalkan tafsiran saintifik terhadap al-Qur’an, yang mengangkat keunggulan akal dan intelek (‘aql), membawakan kefahaman rasionalnya terhadap teks, dan menyumbang kepada kebangkitan pikiran saintifik, kebebasan idea (taharrur), dan pandangan sarwa religius yang dinamik.
Globalization and The Crisis in Islamic Education: Al-Attas’ Epistemological Response and The Reconstruction of Adab-Based Pedagogy Anwar, Saeful; Umam, Hoerul
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.21161

Abstract

The rapid development of globalization has posed significant challenges to Muslim identity, particularly among the younger generation. Along with the intensification of global cultural flows, the erosion of Islamic moral values has become increasingly apparent. This study explores the educational reconstruction efforts needed to preserve Islamic civilisation by analyzing the educational philosophy of Syed Muhammad Naquib Al-Attas. This research employs a qualitative library approach by analyzing Al-Attas’s major works and relevant secondary literature. Data analysis includes thematic categorization, interpretative reading, and structured descriptive synthesis of Al-Attas’s epistemological and pedagogical frameworks. Findings indicate that Al-Attas’s philosophy of education emphasizes the purification of knowledge through Westernization and the restoration of adab (ethical discipline) as the foundation of education. He criticizes Western epistemology as secular, dualistic, and skeptical, and proposes a tawhid (unitive) epistemology rooted in Islamic metaphysics. Al-Attas’ model integrates the disciplines of fardhu’ ain and fardhu kifayah, and suggests methods based on tawhid and metaphorical reasoning. This offers a transformative educational paradigm relevant to global society. Al-Attas’s adab-centred concept of education provides a comprehensive alternative to Islamic educational reform, harmonizing knowledge, ethics, and spiritual goals in addressing contemporary moral crises.
Penundaan Pernikahan di Kalangan Pasangan Muda: Telaah Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman terhadap Qs An-Nur:32 Putri, Ramadhani Islami; Soleh, Achmad Khudori; Hakim, M Aunul
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.21078

Abstract

Penundaan pernikahan (waithood) akibat ketidakstabilan ekonomi dan tuntutan karier semakin marak di kalangan generasi muda Indonesia, sehingga penting menelaahnya secara kontekstual dalam perspektif keislaman. Artikel ini bertujuan mengkaji makna kesiapan menikah dalam QS An‑Nur: 32 menggunakan pendekatan Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman, untuk merumuskan sintesis antara teks Al‑Qur’an dan dinamika sosial kontemporer. Penelitian kualitatif bersifat library research, dengan sumber primer berupa teks Al‑Qur’an dan karya Fazlur Rahman, serta data sekunder dari jurnal, buku, terkait penundaan pernikahan. Metode analisis mencakup: (1) Gerakan Pertama: menelusuri konteks historis dan linguistik QS An‑Nur: 32 untuk memahami maksud asli ayat; (2) Gerakan Kedua: menarik nilai moral universal dan menerjemahkannya ke dalam konteks sosial ekonomi modern. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa QS An‑Nur: 32 menegaskan kesiapan finansial, emosional, dan spiritual sebagai prasyarat sakral sebelum menikah. Pada Gerakan Pertama ditemukan bahwa larangan “berkhalwat” atau istilah lain berzina menandai perlunya persiapan matang, sedangkan pada Gerakan Kedua, penundaan nikah yang bertujuan memperkuat fondasi keluarga dipandang sebagai manifestasi tanggung jawab moral, bukan pengabaian perintah agama. Sintesis hermeneutik ini menegaskan bahwa waithood dapat menjadi strategi etis untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Kontribusi artikel terletak pada pengembangan wacana keagamaan yang menegaskan kesiapan sebagai syarat utama pernikahan, sekaligus menjadi acuan bagi pemuka agama dan pembuat kebijakan dalam merumuskan kebijakan sosial‑keagamaan yang lebih berorientasi pada kualitas keluarga.
Empirisme sebagai Cabang Filsafat dan Perannya dalam Pendekatan Ilmuwan terhadap Kemajuan Sains dan Teknologi Sultan, Nurlia
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v11i1.21236

Abstract

Empirisme adalah sebuah filsafat pengetahuan yang menyatakan bahwa pengetahuan manusia diperoleh melalui pengalaman, observasi, dan eksperimen. Artinya, pengetahuan tersebut diperoleh dari data atau informasi yang diperoleh melalui pancaindera manusia, bukan melalui akal atau nalar semata. Empirisme berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki batasan dan kritik. Filsuf seperti Immanuel Kant dan Karl Popper mengembangkan sintesis antara empirisme dan rasionalisme. Empirisme merupakan salah satu bentuk inovasi yang berani. John Locke adalah tokoh pembawa gerbong aliran empirisme dalam filsafat. Sebuah aliran yang berkiblat bahwa semua pikiran dan gagasan manusia berasal dari sesuatu yang didapatkan melalui indera, melalui pengalaman oleh sebab itu ide bawaan apriori yang diyakini Descrates adalah salah. John Locke sangat percaya bahwa benak manusia sewaktu dilahirkan bagaikan kertas putih (tabularasa). Ide yang terdapat di dalam benak manusia sesungguhnya berasal dari pengalaman. Ia hadir secara aposteriori. Pengenalan manusia terhadap seluruh pengalaman yang dilaluinya (mencium, merasa, mengecap, mendengar) menjadi dasar bagi hadirnya gagasan-gagasan sederhana. Namun pikiran bukanlah sesuatu yang pasif terhadap segala sesuatu yang datang dari luar. Beberapa aktivitas berlangsung dalam pikiran. Gagasan-gagasan yang datang dari indera diolah dengan cara berfikir, bernalar, mempercayai, meragukan dan dengan demikian memunculkan apa yang disebut perenungan. Empirisme timbul sebagai reaksi dari paham rasionalisme “Rene Descartes”dan membawa kontribusi dalam Pendidikan Ilmu Pengetahuan. Dalam sintesis, empirisme memainkan peran kunci dalam kemajuan sains dan teknologi dengan menekankan pengamatan, eksperimen, dan verifikasi. Namun, perlu diakui bahwa empirisme juga memiliki batasan dan kritik.
Crisis of Faith Amid Hoax Phenomenon in Indonesia; Perspective Critical Analysis by Charles S. Peirce Safitri, Eka; Abdullah, Amin
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i2.18727

Abstract

The phenomenon of hoaxes is becoming more and more widespread in the digital age and it is difficult to stop. Hoax is a disease as terrifying as the symptoms of rampant corruption and narcotics. The problem of hoaxes cannot be ignored because the more massively these hoaxes can undermine the morale of the nation, the more it can even lead to a crisis of faith. Belief in the knowledge gained is a human need, but the presence of false reports will eventually lead to a crisis of faith. The purpose of this article is to analyze a hoax phenomenon that still pervades the digital world, using Charles S. Peirce's analytical meter on the theory of truth. The crisis of faith must be overcome so that it does not last too long and cause information chaos in society. This research is an analytical-descriptive study using data sources from digital media, online sites, books, magazines, news. Data was analyzed using Charles S. Peirce's theory of truth. From the analysis carried out, the conclusion is that obtaining basic beliefs requires a scientific method through a scientific attitude in collecting information. When people receive information from any source, true faith must first go through a period of doubt and think critically about the knowledge gained. The information received is processed in the mind based on the scientific method process followed by a person to acquire essential beliefs.