cover
Contact Name
Yaqzhan
Contact Email
yaqzhanjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yaqzhanjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
ISSN : 24077208     EISSN : 25285890     DOI : -
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
TEORI KRITIS: PERKEMBANGAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PROBLEMATIKA DI ERA DISRUPSI Irvan Tasnur; Ajat Sudrajat
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i1.5894

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat masif di era disrupsi bukan hanya menimbulkan berbagai dampak positif bagi kehidupan, namun juga membuka jalan bagi berbagai permasalahan-permasalahan baru dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan guna meninjau latar belakang lahir dan berkembangnya teori kritis, serta relevansinya apabila diterapkan pada masyarakat industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik dalam menjelaskan realitas yang terjadi. Hasil analisis didapatkan bahwa lahirnya teori kritis disebabkan oleh adanya dominasi ilmu pengetahuan, manusia, serta budaya yang diakibatkan oleh berkembangnya positivisme, liberalisme dan kapitalisme pada masyarakat sehingga melahirkan cara pandang yang hanya dilandaskan pada pemikiran pragmatis dan kacamata sains, bahkan untuk mengamati suatu fenomena sosial yang tidak dapat dijelaskan dengan metode tersebut, hal ini juga sering disebut sebagai perspektif one dimensional man. Teori kritis sebagai counter discourse terhadap dominasi dan cara pandang one dimensional man bertujuan untuk menciptakan masyarakat kritis dan emansipatoris yang bukan hanya terpaku pada usaha memenuhi kebutuhan jasmani atau materil akan tetetapi juga rohani. Teori ini berkembang dalam tiga fase utama di mana pada tiap masing-masing fase tersebut, terdapat sejumlah tokoh yang berusaha menjelaskan teori kritis dari berbagai paradigma yang berbeda, serta berusaha saling mengkritisi guna mendapatkan formulasi teori kritis yang tepat. Namun, walaupun terdapat berbagai perbedaan, inti keseluruhan dari pemikiran tersebut bermuara pada kesimpulan di mana teori kritis diarahkan untuk pembentukan masyarakat kritis guna menangkal adanya perspektif one dimensional man yang jauh dari sifat emansipatoris. Hasil analisis juga didapatkan bahwa teori kritis masih sangat relevan diterapkan pada masyarakat dominasi industri 4.0, di mana teknologi dan kapitalisasi mengarah kepada dehumanisasi yang sangat ditentang oleh pemikiran ini, namun hal yang harus diperhatikan dalam menerapakannya agar dapat menciptakan masyarakat kritis dan emansipatoris yaitu penggunaan metode yang matang dalam proses aplikasinya, agar teori tersebut tidak mengarahkan pada suatu kerangka berpikir tertentu, sehingga membawa pada lahirnya dominasi baru.
PANDANGAN ONTOLOGIS MANAJEMEN KERJASAMA SEKOLAH DAN MASYARAKAT Asep Kurniawan
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.6324

Abstract

This study aimed to reveal in-depth the ontology view of school and community cooperation management. The method of this study was a literature qualitative method. The research process was done descriptively and critically by focusing on the sharpness of the analysis on relevant and sources data. Research prioritized existing theories and concepts, then interpreted based on references that lead to discussion. Data analysis techniques were performed using content analysis. The results showed that the collaboration management of school and community was carried out through the delivery of information and partnerships carried out through the stages of fact finding, planning, implementing, and evaluating by educational institutions towards the community. The collaboration management of School and community was carried out to realize the educational goals.
Hakikat Pluralisme di Indonesia Perspektif Nurcholis Madjid Fahrul Rozi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i1.6157

Abstract

AbstrakDewasa ini, kita seringkali menyaksikan realitas, dimana agama hadir bukan lagi sebagai alat pemersatu umat, namun agama justru menimbulkan skisma . Dampaknya terdapat keistimewaan terhadap kaum mayoritas dan diskriminasi terhadap kaum minoritas. Hal ini disebabkan karena mindset common sense (masyarakat umum) bersifat eksklusif dan bukan inklusif. Okeh karena itu, Nurcholis Madjid lahir sebagai pemikir dan sekaligus cendekiawan muslim yang membuka pikiran umat agar dapat menerima perbedaan. Apa yang disebut sebagai “teologi inklusif” lahir sebagai solusi atas masalah pluralisme di Indonesia. Ia menyatakan jika semua agama adalah Islam secara hakikat, karena semua agama berintikan ajaran “pasrah kepada Tuhan.” Nurcholis Madjid mengajak kita untuk membuka mata kita dan melihat perbedaan sebagai suatu anugerah Tuhan. Sehingga dengan perbedaan itu, justru kita harus bersatu dalam prespektif Bhinneka Tunggal Ika.Kata kunci : skisma, eksklusif, inklusif, Nurcholis Madjid, pluralisme, Bhinneka Tunggal IkaAbstractAt last, we frequency see any reality, where the religion present not as tool who integrat society, but religion exactly make a result of schism. The impact of it are the society majority have a privilege and discrimination for minority society. This phenomenon resulted by mindset of common sense who exclusive abd not inclusive. So that, Nurchlolis Madjid born as thinker and also as a Moslem scientist who open the think of society suppose can accept differences. What who mentioned as “inclusive theology” born as solve upon the pluralism problem. He said that all of religion are same according to the reality, because all of religion are had basic though to “ surrender to God.” Nurchlolis Madjid let us to open our eyes snd see the differences as a gift from God. So that, with that differences, exactly we must integrate in the Bhinneka Tunggal Ika perspectiveKeywords : schism, exclusive, inclusive, Nurchlolis Madjid, pluralism, Bhinneka Tunggal Ika
ISLAM DAN NASIONALISME PERSPEKTIF SUKARNO Naila Farah; Rifqi Ulinnuha
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7255

Abstract

Refleksi pemikiran Soekarno pada masa pra-kemerdekaan mencerminkan akumulasi dari berbagai aliran pemikiran yang berkembang pada saat itu, hal ini terlihat dari obsesinya untuk mempersatukan golongan nasionalisme, Islam, dan Marxisme. Golongan nasionalis dan Marxis adalah mereka yang dari Jawa ataupun yang dari luar Jawa yang terpesona oleh Pustaka Barat dan beranggapan bahwa Islam adalah agama yang terbatas mengatur masalah perseorangan saja, bahkan golongan nasionalis yang netral agama dan komunis menganggap Islam sebagai agama yang tidak relevan dengan perkembangan zaman. Sedangkan golongan Islam seperti K.H. Ahmad Dahlan dan teman-temannya menganggap sebaliknya, yakni Islam bisa mengantisipasi perkembangan zaman dan bisa memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan manusia dalam berbagai bidang kehidupan baik yang bersifat individual maupun kelompok atau kenegaraan. Perspektif Sukarno tentang Islam dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal didapatkan dari budaya lokal (Jawa) dan faktor eksternal yang didapatkan dari pemikiran modernis.Kata Kunci: Islam, Nasionalisme, Pluralisme, Toleransi, Majemuk
PERAN SENTRAL BUNDA MARIA DALAM PROSESI ARAK-ARAKAN PATUNG TUAN MA DI LARANTUKA (SUATU UNGKAPAN KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI RELIGIUS) R.F Bhanu Viktorahadi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i1.6774

Abstract

Saint Mary’s figure is so exclusive to the people of Larantuka City which appear in the Semana Santa ritual. In Lera Wulan Tanah Ekan’s Lamaholot ethnic pre-Catholic religious system which views female figures as representations of the universe, it brings forth an allegation that there is a correlation with the cultural dominance of the Virgin Mary figure. This paper analyzes Semana Santa’s, especially Tuan Ma procession phenomenon as the main indicator of Larantuka society’s exclusive appreciation and perception background toward the Virgin Mary and try to seek, Larantuka people as Lamaholot ethnic have a local wisdom called Lewotana covering all the values they embrace and implement, including the value in their religious system. The phenomenon of the cultural system religion of Larantuka society alteration from Lera Wulan Tanah Ekan and Lewotana into Catholic culture only occurs at the level of social behavior and artifacts, the idea of the value of the sacred women figure who is considered as a representation of the universe still exist in the cognitive nature of Larantuka society with the figure of the Virgin Mary as a substitution process media of feminist value along with symbol as ‘place’ meaning to the admiration and respect to woman figure, especially mother.Keyword: Tuan Ma, Semana Santa, Akulturasi, Kearifan Lokal, Feminisme.
Diskursus Nalar Islam dan Ilmu Pengatahuan dalam Menjelaskan Asal Usul Kehidupan Bumi EKO NOPRIYANSA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i2.7154

Abstract

Biotransition Theory is a concept of thought and the results of the suitability test by conducting comparative experiments, in questioning the origin theory of earth life which was carried by several previous scientists such as Abiogenesis, Biogenesis, Louis Pasteur's theory, and Nasa's research which until now has not been able to universalize universally. complete with a series of theories that existed before. This paper aims to explain some of the findings and criticisms of previous theories by making a comparative approach to research and studies that the author is currently doing. Aside from being an effort to compare and test the suitability of the development of existing knowledge, this article also explains coherently to Biotransisi theory in terms of various aspects including the results of comparative studies of previous theories that have weaknesses both regarding the rationale to the experiments carried out by several previous scientists. By presenting the results of the experiments and the results of literature review, the steps in this research can answer completely the fundamental questions about the origin of earth's life, so that this paper becomes an important spotlight for various groups to carry out further studies of some of the thoughts set forth in the text this.
FENOMENA SAINS DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF IAN G. BARBOUR DAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI Nur Aeny Juliatiningsih
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v6i1.5541

Abstract

Perkembangan ilmu sains dan agama menimbulkan isu-isu pemberitaan  yang menarik untuk terus dikaji dan ditelaah. Isu-isu tentang pertentangan antara agama dan sains memberi semangat baru bagi beberapa ilmuwan dan agamawan, seperti Ian G. Barbour dan Ismail Raji Al-Faruqi. Perspektif mereka dalam mengkaji fenomena sains dalam  Al-Quran memberikan satu paradigma baru. Barbour dengan teori empat tipologi sains dan agama antara lain konflik, independensi, dialog dan integrasi sedangkan Ismail Raji Al-Faruqi dalam bukunya yang berjudul Islamization of Knowladge mengemukakan bahwa islamisasi harus ditujukan secara langsung terhadap bidang-bidang ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Diharapkan dengan membandingkan dua pemikiran tokoh tersebut dapat menemukan titik temu antara sains dan agama sehingga kami merumuskan masalah berupa fenomena sains dalam Al-Qur’an menurut perspektif Ian G. Barbour dan Ismail Raji Al-Faruqi. Metode yang digunakan yaitu metode telaah pustaka pada jurnal-jurnal penelitian yang berkaitan dengan perspektif Ian G. Barbour dan Ismail Raji Al-Faruqi tentang fenomena sains dalam Al-Qur’an.Kata Kunci : perspektif, relasi, agama dan sains
TEORI GENERATIF TRANSFORMATIF NOAM CHOMSKY (STUDI ATAS HADIS NABI TENTANG WABAH) M. Yusuf; Dian Aulia Nengrum
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i1.8216

Abstract

Hadis merupakan salah satu sumber ajaran agama Islam. Nabi Muhammad saw. menyampaikan hadis kepada para sahabat sebagai salah satu pewaris Nabi, dengan jumlah yang cukup banyak dan tentunya memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Tidak semua para sahabat Nabi juga dapat menghadiri majlis pada saat Nabi menyampaikan suatu hadis. Hal ini tidak menutup kemungkinan adanya redaksi hadis yang berbeda namun memiliki makna yang sama. Artikel ini bertujuan menganalisis hadis Nabi tentang wabah dengan teori generative transformative yang diusung oleh Noam Chomsky. Dalam artikel ini penulis memaparkan dua hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Ahmad dengan redaksi yang hampir sama, namun jika dilihat secara seksama ada beberapa redaksi hadis yang berbeda, baik berupa ziyadah/addition maupun ihlal/replacement.
STUDI KOMPARASI ANTARA KONSEP KEBAHAGIAAN AFEKTIF DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI BARAT MODERN DAN KONSEP MUḤĀSABAH IMAM AL-MUHĀSIBĪ Cep Gilang Fikri Ash-Shufi; Agus Mulyana
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i1.8076

Abstract

Para Psikolog Barat Modern mengonsepsikan kebahagiaan sebagai evaluasi afektif, yaitu evaluasi individu terhadap kejadian-kejadian dalam hidup yang meliputi emosi yang menyenangkan dan emosi yang tidak menyenangkan. Sementara Imam Al-Muḥāsibī menyebut bahwa kebahagiaan seseorang terletak pada keimanannya. Untuk menjaga kebahagiaan beliau menganjurkan untuk senantiasa menghisab diri. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan konsep kebahagiaan afektif dalam pandangan psikolog modern, lalu ditinjau dari segi konsep muḥāsabah Imam al-Muḥāsibi yang memiliki relevansinya dengan kebahagiaan. Hasilnya bahwa kebahagiaan yang menggunakan standar empiris dan bersifat materialistik semata merupakan kebahagiaan semu dan berujung dengan problem kemanusiaan seperti stress dan bunuh diri. Sementara kebahagiaan yang diusahakan dengan menjaga keimanan melahirkan pribadi yang tenang, tentram dan menyambungkan kebahagiaan di dunia dengan akhirat.
MAḤABBAH DALAM PERSPEKTIF TAFSIR SUFISTIK (Kajian Terhadap Qur’an Surat Âli ‘Imrân Ayat 31-32) Muhamad Zaenal Muttaqin
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i1.8323

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pandangan para mufassir sufi dalam menafsirkan maḥabbah yang terdapat pada QS. Âli ‘Imrân ayat 31-32. Maḥabbah yang sejak lama menjadi pembahasan dalam ilmu Tasawwuf juga menjadi perhatian serius para mufassir sufi. Ini dibuktikan dengan penjelasan mendalam tentang hal itu yang dilakukan mereka ketika menafsirkan QS. Âli ‘Imrân ayat 31-32. Dengan menggunkan kajian kepustakaan terhadap beberapa Tafsir Sufistik, dapat disimpulkan bahwa maḥabbah secara umum merupakan kecondongan jiwa seorang hamba kepada Dhat yang Maha Sempurna. Ketika seorang hamba mampu meraih hakikat maḥabbatillâh, maka ia akan selalu taat terhadap semua yang diperintahkan Allah kepadanya tanpa adanya sedikitpun paksaan dalam dirinya. Karena sejatinya, konsekuensi dari maḥabbah seorang hamba kepada Allah Swt. adalah ketaatan kepada Dhat yang dicintainya. This paper examines how the views of mufassir sufi interpreting maḥabbah contained in QS. Âli ‘Imrân verses 31-32. Maḥabbah, which has long been the subject of discussion in Sufism, has also become a serious concern of mufassir sufi. This is evidenced by depth explanation of what they did when interpreting the QS. Âli ‘Imrân verses 31-32. By using library research of several sufistic Interpretations, it can be concluded that maḥabbah generally is inclination soul towards Allah, The Most Perfect One. When someone is able to achieve the essence of maḥabbatillâh, then he will always obey all Allah commanded without the slightest compulsion in him. In fact, the consequence of maḥabbah to Allah Swt. is obedience to the Dhat he loves.

Page 9 of 19 | Total Record : 188