cover
Contact Name
Yaqzhan
Contact Email
yaqzhanjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yaqzhanjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
ISSN : 24077208     EISSN : 25285890     DOI : -
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
TUHAN DALAM FITRAH MANUSIA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MERUBAHNYA: KAJIAN TEMATIK AYAT-AYAT DAN HADIS KETAUHIDAN Abd Muqit; Eko Zulfikar
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.8019

Abstract

Tulisan ini berusaha mengupas tentang fitrah manusia dalam bertuhan dan faktor-faktor yang merubahnya sejauh yang dipandang ayat al-Qur’an dan hadis Nabi. Karena penjelasannya mengaitkan ayat al-Qur’an, hadis Nabi, dan penjelasan para ulama terkait suatu tema, maka metode yang digunakan adalah tematik. Dengan demikian, hasil penelitian secara tematisasi menunjukkan bahwa fitrah manusia dalam bertuhan adalah mengimani dan bersaksi atas ketuhanan Allah SWT bahwa Dia Maha Esa. Namun sejak manusia lahir ke dunia, fitrah tersebut dapat berubah disebabkan beberapa faktor, antara lain: (1) faktor nasab atau orang tua; (2) faktor pengaruh setan; (3) faktor keilmuan; (4) faktor mengikuti hawa nafsu; dan (5) faktor takdir. Dari kelima faktor ini, yang pertama, kedua, dan keempat, masih relatif dapat berubah seiring dengan kekuatan dan bertambahnya ilmu pengetahuan agama (baca: faktor ketiga). Sementara faktor kelima tergantung kehendak Allah, karena sudah termaktub sejak zaman azali di mana takdir manusia telah ditetapkan. 
STUDI COMPARATIVE TEORI KONFLIK JOHAN GALTUNG DAN LEWIS A. COSER Ali Mursyid Azisi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9178

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang teori konflik yang diusung oleh Johan Galtung dan Lewis A Coses dengan pendekatan studi komparatif. Isi pembahasan artikel ini adalah mengkaji bagaimana kerangka teori yang dikemukakan kedua tokoh tersebut beserta pemahamannya dalam realitas kehidupan. Langkah yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan studi pustaka/library research. Metode penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian komparatif. Penelitian komparatif akan menemukan persamaanpersamaan dan perbedaan-perbedaan dari pendapat yang diusung kedua tokoh tersebut dalam memandang konflik pada realitas kehidupan. Artikel ini penting dikaji secara mendalam karena dengan mengetahui bagaimana kedua teori tersebut berpengaruh dan beroperasi. Diharapkan hasil penelitian ini akan menuai pemahaman bagi para akademisi dan menjadi tambahan perbendaharaan ilmu dalam bidang managemen konflik. Maka dengan begitu, hasil penelitian ini akan mempermudah siapapun dalam mencari referensi keilmuan yang memiliki keterkaitan dengan teori ini. 
KONSEP INSAN KAMIL AL JILI DALAM TAREKAT ASY-SYAHADATAIN Karomah Karomah; Sumanta Sumanta; Bisri Bisri; Siti Fatimah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9348

Abstract

Di dalam ajaran tarekat memuat banyak pelajaran mengenai cara bagaimana manusia hidup semestinya. Hidup sesuai dengan jalan yang Allah ridhoi agar mencapai kebahagian akhirat, begitu juga ketenangan batin di dunia. Tarekat melalui ajaran batinnya menyediakan jalan untuk menjadi diri sejati. Manusia merupakan makhluk pencari kesempurnaan yang mutlak, sudah menjadi fitrah manusia untuk selalu berusaha mencapai kesempurnaan. Artinya sampai saat ini manusia terus mengembangkan diri untuk berproses menuju kesempurnaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mana pada proses penelitian ini lebih cenderung untuk menganalisis suatu kejadian peristiwa. Sehingga metode yang digunakan adalah metode fenomenologi. Selain itu wawancara menjadi metode untuk mendapatkan informasi secara mendalam tentang kajian taraket syahadatain ini. Manusia sempurna mempunyai banyak istilah, seperti dalam tasawuf, diistilahkan dengan insan kamil. Insan kamil adalah manusia yang pada dirinya tercermin nama dan sifat Tuhan secara utuh, serta memiliki pengetahuan untuk mencapai tingkat kesadaran tertinggi menuju Tuhan. Insan kamil dalam tarekat Asy-Syahadatain ialah apabila seorang insan yang sudah melewati tahapan nafsu. Nafsu (Jiwa) adalah Unsur ruhani manusia yang memiliki pengaruh paling banyak dan paling besar di antara anggota ruhani lainnya yang mengeluarkan perintah kepada anggota jasmani untuk melakukan suatu tindakan.
STUDI TINDAKAN SOSIAL: TRADISI ZIARAH MAKAM NYI MAS GANDASARI DI DESA PANGURAGAN KABUPATEN CIREBON Maharani Maharani; Ahmad Asmuni; Burhanudin Sanusi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9374

Abstract

Ziarah makam adalah salah satu bentuk budaya atau adat istiadat bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Ziarah makam dilakukan dengan mengunjungi makam wali, para ulama, dan juga makam keluarga. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mempelajari atau menganalisis terkait dengan tradisi masyarakat yang masih melestarikan tradisi ziarah ke makam Nyi Mas Gandasari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, fenomena yang diamati adalah kebiasaan masyarakat yang telah diturunkan dari leluhur terkait dengan ziarah ke makam Nyi Mas Gandasari. MHasil dan diskusi dalam penelitian ini. Pertama, terkait dengan sejarah makam Nyi Mas Gandasari, yang di klaim sebagai salah satu tempat persinggahan atau tempat pertapaan wali Allah ketika menyebarkan Islam di Cirebon. Jadi disitulah tempat peristirahatan terakhir Nyi Mas Gandasari. Kedua, selain bertujuan untuk mendoakan sang mayit, peziarah datang dengan motivasi yang berbeda-beda, seperti ingin meminta kesembuhan dari penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh medis, membawa harapan agar segera dipertemukan oleh jodohnya, ingin mendapat ketenangan, ingin usahanya lancar, pekerjaannya lancar, dll. Ketiga, bentuk-bentuk perilaku keagamaan peziarah terekspresikan ke dalam cara mereka mendoakan sang mayit, seperti tahlilan, istighosah, berdo’a, dll. Masyarakat Desa Panguragan pun masih melestarikan tradisi-tradisi lainnya, seperti muludan, ruwatan desa, hingga rutin berziarah ke makam Nyi Mas Gandasari.
KONSEP TEOLOGI ISLAM DALAM PELAKSANAAN TRADISI KEUMAWEUH DAN PEUSIJUK DI KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUPATEN ACEH SELATAN Fuadi Fuadi; Dian Popi Oktari
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.8575

Abstract

dipraktekkan salah satu adatnya adalah keumaweuh dan peusijuk. Adat ini sebagai sebuah budaya yang telah menjadi bagian dari Islam, khususnya masyarakat Islam di Aceh. Penelitian ini ingin mengungkap bagaimana keumaweuh dan peusijuk diyakini dan beroperasi menjadi sebuah kepercayaan masyarakat yang secara keagamaan hal tersebut bukan sepenuhnya murni berasal dari ajaran agama. Penelitian ini menggunakan metode content analisis. Islam memiliki konsep universalisme yang mampu menyatu dan melebur dalam berbagai peradaban dan kebudayaan, Islam menyatu dan dapat diterima oleh berbagai bangsa dan peradaban. Keumaweuh dan peusijuk diyakini oleh masyarakat Aceh sebagai salah satu ritual yang dikaitkan dengan kepercayaan terhadap agama, karena syarat dengan nilai-nilai agama, yang mesti dijalankan. Hal tersebut dapat dilihat dari 3 (tiga) unsur, yaitu pertama; Pelaku Peusijuek, biasanya dilakukan oleh para tengku (ustadz) yang paham agama. Kedua, momen keumaweuh dan peusijuk. Ketiga, doa yang dibacakan adalah doa yang ditujukan kepada Allah SWT, dengan menggunakan doa-doa yang dari al Quran dan Sunnah. Melihat ketiga tinjauan tersebut, dapat disimpulkan bahwa adat masyarakat Aceh keumaweuh dan peusijuk sangat syarat dengan nilai-nilai keislaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai Islam, sehingga menjadi sebuah kepercayaan masyarakat.
STRATEGI PENDIDIKAN TERBUKA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BERAGAMA BAGI NARAPIDANA ANAK DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN Imam Asyrofi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.9117

Abstract

Bentuk pembinaan yang dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan khusus anak perlu mendapatkan apresiasi yang positif, tetapi juga dilakukan evaluasi secara konsisten, jangan sampai lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan untuk menjadi manusia siap kembali kemasyarakat tapi justru menjadi tempat mendapatkan pembelajaran yang baru dalam melakukan tindak kejahatan. tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pembinaan; menganalisis masalah-masalah dan mengetahui solusi dan upaya perbaikan dari pelaksanaan program pembinaan andikpas. Simpulan dari penelitian ini adalah lembaga pemasyarakatan khusus anak Sukamiskin Bandung sudah melakukan pembinaan yaitu memberikan pengoyoman kepada anak didik pemasyarakatan agar menjadi manusia yang lebih baik, melalui program pembinaan baik yang bersifat umum maupun yang khusus melalui pendidikan SMP Terbuka; permasalahan yang ditemukan kurangnya umpan balik dari anak didik pemasyarakatan dalam proses pembelajaran, tingkat kehadiran para pengajar dalam memberikan pembelajaran, ditambah ketersediaan sarana dan prasarana penunjang; solusi yang dilakukan memberikan motivasi kepada anak didik pemasyarakatan untuk mengikuti pembinaan yang dilakukan khususnya dalam pendidikan; kerjasama dengan berbagai pihak; motivasi dan dukungan kepada segenap pengajar untuk mempertahankan kualitas pembelajarannya; memaksimalkan sarana dan prasana yang tersedia. Rekomendasi yang diberikan bagi anak didik pemasyarakatan diharapkan memiliki kesadaran yang tinggi untuk mengubah dirinya sendiri dari sifat dan perilaku negatif dibarengi dengan mengikuti program pembinaan yang ada selama dalam lembaga pemasyarakatan; bagi lembaga pemasyarakatan diharapkan dapat meningkatkan bentuk pelayanan pembinaan baik dari unsur sarana prasarana maupun dalam program pembinaannya yang dilakukan secara efektif dan kreatif serta berdaya guna; bagi masyarakat diharapkan tidak lagi memberikan penilaian yang negatif kepada mantan narapidana khususnya anak didik pemasyarakatan karena mereka telah mendapatkan pembinaan selama berada dalam lembaga pemasyarakatan.
أثر التوحيد في السعادة عند ابن قيم الجوزية Achmad Reza Hutama Al Faruqi; Aqmarina Shofita; Filaila Nur Faiza
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v7i2.8626

Abstract

Most Muslims used the Western ways to get happiness and did not open their eyes and hearts to a review of ideas about the true happiness in the portrayal of Islam itself and appears in the closure of the Islamic scientific cabinets until it leads to the separation of faith from unification and Happiness. . The study of this research is using the method of Sufism, a kind of Library Research, its purpose is to understand the true meaning of Tauhid and happiness in Ibn Qayyim, and to analyze it in some Muslim scholars, using the descriptive analysis method. The researcher found that Tauhid has the highest place in happiness. Because Tauhid is the belief in God's unity and non-existence. Tawheed is divided into three sections: the Tauhid of rububiyah, the Tauhid of uluhiyah, the Tauhid of Asma wa ash-shifat. The concept of happiness when the son of the values of the nut is the feeling near to God as if he was lying before his Lord, and was the happiness of the son of the values of the nut. And happiness has two types: the earthly happiness and the happiness of the Acharonism. Happiness is divided into three sections: external, physical, and psychological and spiritual happiness heart.
FILSAFAT POSITIVISME DAN ILMU PENGETAHUAN SERTA PERANNYA TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA Surawardi Surawardi; Ahmad Riyadh Maulidi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v8i1.9771

Abstract

Filsafat merupakan usaha seseorang untuk mengetahui segala sesuatu yang berawal dari rasa ingin tahu dan sikap ragu. Rasa ingin tahu dan sikap ragu inilah yang kemudian memunculkan teori-teori ilmiah yang pada akhirnya akan berkembang menjadi sebuah ilmu pengetahuan. Seiring dengan perkembangan pemikiran manusia, sampailah pada pemikiran bahwa satu-satunya sumber ilmu pengetahuan adalah alam yang realistis. Pengetahuan harus bersumber dari hal-hal faktual yang bersifat empiris. Aliran ini disebut dengan aliran filsafat positivisme. Hal-hal faktual yang mendapat kedudukan besar oleh aliran ini menarik bagi peneliti untuk mengkaji lebih lanjut bagaimana peran aliran filsafat positivisme dalam perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus kontribusinya terhadap pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat positivisme memiliki peran yang sangat besar terhadap perkembangan ilmu di zaman modern. Peran tersebut juga dirasakan oleh dunia pendidikan, misalnya perannya dalam perkembangan kurikulum pendidikan, metode pembelajaran dan lahirnya studi keislaman dengan pendekatan ilmiah.
STUDI PAHAM KEAGAMAAN: OPTIMALISASI TAUHID AMALI DALAM UPAYA MENCEGAH RADIKALISME REMAJA DI MASJID AGUNG JAWA TENGAH Winarto Winarto; Nopinka Putri Herdiyana; Ibnu Farhan
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v8i1.9731

Abstract

Kemajuan teknologi di era modern tak bisa dielakkan. Berbagai kegiatan beralih dari manual ke digital. Kaum milenial, yakni para remaja memiliki kecenderungan tertarik pada kemudahan dan kecepatan dalam mengakses berbagai macam informasi yang tersedia di dunia maya. Fenomena ini satu sisi membuka peluang untuk memperoleh informasi pengetahuan sebanyak-banyaknya. Namun, di sisi lain mereka mendapat tantangan rentan terpapar radikalisme karena informasi begitu beragam, termasuk narasi- narasi paham intoleransi yang dibangun kelompok tertentu. Penelitian ini meneliti bagaimana para remaja mampu menangkal paham tersebut dengan pendekatan konsep Tauhid Amali. Obyek penelitian ini adalah Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT). Penelitian ini memotret paham tauhid melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan mereka. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan peran RISMA JT dalam mencegah paham intoleransi dan radikalisme bagi kalangan remaja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode analisis-deskriptif. Selanjutnya, data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan pendekatan teologis dan fenomenologis. Hasil dari penelitian ini secara umum ada tiga kegiatan yang dilakukan oleh RISMA JT untuk meningkatkan ketauhidan para anggotannya, yaitu penanaman awal sejak tahap rekrutmen, kajian Tauhid dasar dari kitab Aqidatul Awam dan melalui kegiatan Kajian Remaja Mingguan (KARIM). Berdasarkan kajian paham keagamaan tersebut, RISMA JT sudah memiliki pandangan Tauhid yang moderat, walaupun belum bisa dikatakan ideal. Adapun langkah-langkah kongkrit yang dilakukan RISMA JT dalam mengoptimalkan pemahaman Tauhid dalam upaya mencegah paham intoleransi dan radikalisme adalah: Pertama, berperan serta dalam gerakan anti paham intoleran dan radikalisme. Kedua, partisipasi aktif dalam penguatan nasionalisme remaja. Ketiga, mengintegrasikan konsep Tauhid dengan teknologi.
PERGESERAN MAKNA HEDONISME EPICURUS DI KALANGAN GENERASI MILLENIAL Tri Padila Rahmasari
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v8i1.9341

Abstract

Hedonisme mengalami pergeseran makna seiring dengan perkembangan zaman. Dewasa ini, paham hedonisme sudah jauh berbeda dari paham etika hedonisme Epicurus. Hedonisme masa kini disandingkan dengan makna kemewahan, gaya hidup berlebihan dan cenderung kepada perilaku konsumtif. Prinsip hedonisme tidak hanya mewabah untuk anak muda namun juga golongan dewasa dan orang tua, terutama kaum sosialita selalu direpresentasikan sebagai makna pola hidup hedonis. Sejatinya, Epicurus menyatakan bahwa hedonisme adalah hidup yang mengutamakan level kenikmatan dengan mempertimbangkan ketenangan. Level kebahagiaan dan ketenangan yang baik berada pada pola sederhana dan secukupnya. Artikel ini disusun berdasarkan hasil studi literatur terhadap 23 jurnal yang membahas mengenai hedonisme.  Studi literature bertujuan untuk melihat pergeseran makna hedonisme dan memberikan penjabaran paham etika hedonisme Epicurus. Representasi hedonisme dilihat dari gaya hidup mahasiswa, gaya hidup sosialita, dan review film kemudian dibandingkan dengan konsep awal yang dikemukakan oleh Epicurus. Pergeseran makna antara paham Epicurus dan paham hedonisme masa kini mengharuskan kita menyadari bagaimana cara menyikapi sikap hedonisme yang benar. Sikap yang diambil bertujuan menghindari dampak tidak baik dari perilaku hedonisme yang mengarah pada kebiasaan konsumtif dan pemuasan diri. Untuk menghindari kesalahan penafsiran hedonisme, hedonisme harus dipahami secara seimbang antara jasmani, rohani, individu dalam kehidupan sosial dan sebagai makhluk Tuhan. 

Page 11 of 18 | Total Record : 178