cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KONSELING GUSJIGANG
ISSN : 24601187     EISSN : 2503281x     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 351 Documents
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK LIFE MODEL UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ATLET PERSINAS ASAD KABUPATEN KUDUS TAHUN 2015 Kiswantoro, Arista
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.978 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v1i2.402

Abstract

Bimbingan Kelompok adalah Salah Satu jenis Layanan Bimbingan dan Konseling yang memungkinkan setiap anggota kelompok untuk berinteraksi dalam sebuah dinamika layanan sehingga terjadi transfer pengetahuan satu dengan yang lain. Teknik Life Model digunakan sebagai alat penguatan informasi yang diperoleh melalui interaksi kelompok sehingga semakin terinternalisasi dalam sikap dan perilaku anggota kelompok. Kepercayaan Diri adalah factor penting yang dapat menunjang pencapaian prestasi seorang atlit. Bimbingan Kelompok dengan Teknik Modeling memungkinkan atlit yang tergabung dalam kegiatan bimbingan kelompok belajar cara menumbuhkan kepercayaan diri sehingga dapat termotivasi untuk menvapai prestasi terbaik.
MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Andriati, Novi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.708 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i2.698

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan kelompok di SD Negeri 13 Pontianak dan mengetahui tingkat interaksi sosial siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran, menemukannya model bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran untuk meningkatkan interaksi sosial siswa SD Negeri 13 Pontianak, dan mengetahui tingkat efektifitas model bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran untuk interaksi sosial anak TK. Penelitian ini adalah sebuah penelitian dan pengembangan. Model bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran untuk meningkatkan interaksi sosial siswa diujicobakan kepada 10 anak sebagai subjek penelitian yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan kelompok dengan teknik bermain peran efektif meningkatkan interaksi sosial siswa. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan tingkat interkasi sosial sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan setelah diberikan perlakuan (post-test) sebesar 6,27%. Peneliti menyarankan guru dapat lebih aktif mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan model bimbingan kelompok, agar guru dapat memiliki wawasan lebih mengenai bimbingan dan konseling khususnya bimbingan kelompok.
PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR ANTARA SISWA YANG BERASAL DARI JAWA DAN DARI PAPUA Rindang Arumsari; Sri Panca Setyawati; Galang Surya Gumilang
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v3i2.1315

Abstract

Peneliti menemukan permasalahan yang dilatar belakangi pengalaman PPL peneliti di SMAN 1 Kediri,  yaitu adanya perbedaan perilaku yang menggambarkan motivasi belajar antara siswa Jawa dan Papua. Siswa Jawa terlihat penuh antusias, tekun, lebih berminat, dan kritis dalam belajar dibandingkan dengan siswa Papua.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Motivasi belajar siswa Jawa (2) Motivasi belajar siswa Papua (3) Perbedaan motivasi belajar antara Siswa yang Berasal dari Jawa dan Papua.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 1 Kediri yang berjumlah 1.027 siswa. Teknik pengambilan sampel Papua dilakukan dengan teknik purposive sample dengan jumlah sampel penelitian yaitu 7 siswa, sedangkan teknik pengambilan sampel Jawa dilakukan dengan teknik sampling kuota dengan jumlah sampel penelitian yaitu 7 siswa. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner motivasi belajar.Analisis data secara deskriptif menunjukkan rata-rata motivasi belajar siswa Jawa dengan nilai 131 (kategori sangat tinggi) dan siswa Papua dengan nilai 107 (kategori tinggi).Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 (0.018 lebih kecil dari 0.05).Hal ini berarti ada perbedaan motivasi belajar antara siswa yang berasal dari Jawa dan Papua. Motivasi belajar siswa Jawa  lebih tinggi dibandingkan motivasi belajar siswa Papua.Berdasarkan simpulan hasil penelitian, bahwa siswa Papua memiliki motivasi belajar yang lebih rendah dibandingkan siswa Jawa maka diharapkan guru BK dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling guna meningkatkan motivasi belajar seluruh siswa khususnya siswa Papua. Kata Kunci: Motivasi Belajar, Siswa Jawa, Siswa Papua 
IMPLEMENTATION OF CONSULTATION SERVICE AND EFFECT TO THE CONSULTEE’S SATISFACTION (An Evaluation Study of The Implementation Counseling Service and Satisfaction of Client) M. Ismail Makki; Alfaiz Alfaiz; Asroful Kadafi; Yunita Dwi Setyoningsih; Hengki Yandri
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v4i2.2492

Abstract

In counseling service, there are many type of counseling in it’s practice, the one of the type was a counsultation service. This type of counseling service was help the consultee to solve a problem of the other people that need their help, this can be implemented if consultee can solve their own problem,. This service always implemented in school setting, this because of a counseling in school will help like parents, or another student to help their kids or their friends in learning process. But in reality of counseling practice was far from the ideal. How is the school consultation service in Indonesia implemented? and what are the problems? is a question that needs to be answered. This paper tries to answer the question with the method of analysis of research results with qualitative and also seek a satisfaction of consultation service. there are three researches on consulteeng services that have been done in three cities, namely Semarang, Padang and Banjarmasin. The research finds three categories of service implementation, is good, moderate and sufficient. The barriers found are low support from counsultte  and misunderstood the concept of consulteeng services. The effort to overcome the problem is with the improvement of quality of counselor which facilitated by MGBK. Dalam pelayanan konseling, adanya banyak jenis pelayanan konseling, salah satunya adalah pelayanan konsultasi. Jenis pelayanan konseling ini membantu konsulti untuk memecahkan masalah dari orang lain yang membutuhkan masukan darinya. Hal ini bisa diimplementasikan jika konsulti sudah bisa memecahkan masalahnya sendiri. Pelayanan ini selalu bisa diimplementasikan dalam seting sekolah, hal ini karena konseling disekolah akan membantu dan banyak berhadapan dengan seperti orang tua siswa, wali siswa, siswa yang membutuhkan kiat untuk anak dan teman sebayanya dalam proses belajar. Akan tetapi, realitanya praktek konseling masih jauh dari yang seharusnya. Bagaimana pelayanan konsultasi  sekolah di Indonesia di laksanakan ? dan apa saja permasalahnnya? merupakan pertanyaan yang perlu di jawab. Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan metode analisis hasil penelitain dengan kualitatif dan kuantitatif dan juga menlihat kepuasan dari pelayanan konsultasi. terdapat tiga Riset tentang layanan konsultasi yang pernah di lakukan di tiga kota, yakni Semarang, Padang dan Banjarmasin. Hasil riset menemukan tiga kategori pelaksanaan layanan, yakni baik, sedang dan cukup. Hambatan yang di temukan berupa rendahnya dukungan dari counsultte dan salah memahami konsep layanan konsultasi. Upaya mengatasi masalah tersebut adalah dengan  peningkatan mutu konselor yang di fasilitasi oleh MGBK
PENGEMBANGAN LAYANAN INFORMASI TEKNIK SYMBOLIC MODEL DALAM MEMBANTU MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN BELAJARANAK USIA SEKOLAH DASAR Lestari, Indah
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.076 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v1i1.261

Abstract

Kemandirian belajar yang rendah merupakan gejala yang masih nampak sebagai permasalahan yang serius, khususnya di Sekolah Dasar. Siswa dengan kemandirian belajar yang rendah tidak bisa memperoleh prestasi yang maksimal. Alternatif pelayanan bimbingan dan konseling yang dapat membantu meningkatkan kemandirian siswa adalah Layanan Informasi. Layanan informasi konvensional berorientasi pemberian informasi satu arah. Dalam upaya meningkatkan kemandirian belajar, seorang guru tidak bisa hanya memberikan ceramah dan arahan, dibutuhkan teladan yang memungkinkan siswa belajar mengenai hal-hal yang tidak bisa dipelajari hanya melalui proses ceramah. Salah satu teknik yang bisa diterapkan dalam kegiatan tersebut adalah modeling symbolic. Oleh karena itu, perlu dikembangkan layanan yang memungkinkan lebih banyak siswa untuk mengikuti kegiatan dengan memanfaatkan teknik modeling simbolik. Layanan informasi dianggap pola layanan tepat untuk dikembangkan dengan teknik modeling simbolik karena paling memungkinkan untuk diselenggarakan secara klasikal. Sehingga, lebih banyak peserta yang dapat mengikuti kegiatan dan berinteraksi dengan model yang disediakan.
PICTORIAL RIDDLE MELALUI PEMBELAJARAN ATTENTION, RELEVANCE, CONFIDENCE, SATISFACTION (ARCS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA Masfuah, Siti
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.58 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i1.563

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan metode pictorial riddle melalui pembelajaran ARCS untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi berprestasi siswa. Metode pictorial riddle yang digunakan adalah jenis komik sains sederhana yang berisi tentang cerita petualangan yang dihubungkan dengan materi sains. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain one shot case study karena tidak ada kelas kontrol. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 4 Rendeng Kudus yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah metode pictorial riddle dengan jenis komik sains yang diterapkan pada model pembelajaran ARCS, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan pemecahan masalah dan motivasi berprestasi siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t satu sampel yang dibandingkan nilai KKM. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa sebesar 82,75, sedangkan rata-rata motivasi berprestasi siswa sebesar 80,31. Berdasarkan pengujian hipotesis, rata-rata kemampuan pemecahan masalah dan motivasi berprestasi siswa kelas V SD Negeri 4 Rendeng lebih dari atau sama dengan 75. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pictorial riddle melalui pembelajaran ARCS dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi berprestasi siswa.
KONSELING HUMANISTIK: SEBUAH TINJAUAN FILOSOFI Zulfikar Zulfikar; Rezki Hariko; Muwakhidah Muwakhidah; Nikon Aritonang
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v3i1.1655

Abstract

It self counseling humanistic philosophy emphasizing musings about what it means to be human. Humans have the ability to think consciously and rationally in controlling biological desires, as well as in achieving their maximum potential. humans are responsible for their own life and actions and have the freedom and ability to change their own attitudes and behavior. Humanistic approach to counseling techniques do not have a strictly defined. In the existential-humanistic counseling main concern is to do with the client. The counseling process with the humanistic approach very concerned of the therapeutic relationship by seeing the counselor and client as a human being. The process and results of the intervention counseling humanistic aspects are very related and complementary. The goal of counseling is to make the client aware of its existence in an authentic manner. Broadening the client's self-awareness in order to take a free choice and responsibility. Helping clients to be able to deal with anxiety in connection with the decision of his choice and accept the fact that he is more than just victims of forces influence from outside himself. The point is how a counselor could humanize by exploiting all the potential that is in him.
KONSELING BAGI POPULASI TRANSGENDER Lestari, Indah; Sefitri, Siti
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.152 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i1.554

Abstract

?Perubahan dinamika kehidupan masyarakat modern saat ini telah menciptakan persepsi atau pemikiran sejumlah konsep, istilah dan teori baru yang disebabkan oleh gaya hidup di era globalisasi. Fenomena lesbian, gay, biseksual dan transgender atau biasa disebut LGBT merupakan salah satu gaya hidup modern yang memberikan dampak positif maupun negatif pada beberapa masyarakat terutama dalam kalangan remaja di Indonesia. Hal tersebut menciptakan berbagai masalah yang tidak hanya pada remaja saja, namun juga keluarga, dan lingkungan konseli. Masalah-masalah yang timbul dalam konteks ini adalah belum adanya langkah tepat untuk koselor dan psikiater menolong konseli dengan latar belakang lesbian, gay, biseksual dan transgender. Tujuan artikel ini untuk mengetahui persoalan-persoalan khususnya masalah penerimaan diri transgender serta layanan bimbingan dan konseling terhadap persoalan tersebut.
ANALISIS AKTIVITAS BELAJAR SISWA Aliwanto - Aliwanto
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.524 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v3i1.1112

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3  Tanah Pinoh Barat Kabupaten Melawi Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kejelasan informasi yang objektif mengenai aktivitas belajar siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tanah Pinoh Barat Kabupaten Melawi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian survei. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik komunikasi langsung dan teknik komunikasi tidak langsung dengan alat pengumpul data berupa panduan wawancara, dan angket. Populasi penelitian ini adalah 32 orang siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Tanah Pinoh Barat Kabupaten Melawi “Cukup Baik”.
Mengintegrasikan Nilai-Nilai Budaya Indonesia Dan Nilai-Nilai Teori Realita Dalam Menghadapi Kelompok LGBT Mona Muliasari; Indra Lacksana; Nurul Enggar Permana Sari
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v4i1.2329

Abstract

Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT) issues are currently being addressed internationally, including Indonesia, especially since the decision of the United States Supreme Court to pass a federal Marriage Act in 2015. The rolling out of LGBT issues in Indonesia has contributed to conflicting opinions between the pros and cons of various parties, both civil society, government officials, even academics to religious leaders. The current flow of literature continues to be dominated by arguments that do not characterize the personality of the Indonesian nation as a country that upholds moral values and religious values that cause the counselor in Indonesia to be wary in addressing multicultural issues in general and LGBT issues in particular.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025 Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2024 Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2024 Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2023 Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2023 Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2022 Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2022 Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2021 Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2021 Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2020 Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2020 Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2019 Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018 Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018 Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018 Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017 Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017 Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016 Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016 Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015 More Issue