cover
Contact Name
Hamdan Sugilar
Contact Email
Hamdan Sugilar
Phone
-
Journal Mail Official
pmtk@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Analisa
ISSN : 25495135     EISSN : 25495143     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Analysa Is a Journal published by Department Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Starting Year 2013. Emphasizing On Aspects Related to Mathematics Learning Include: Curriculum, Strategy / Method, Learning Media, Evaluation, Psychology of Mathematics Learning, Didactical Mathematics , Thinking Process and Development of Mathematics, History / Philosophy of Mathematics and Other Mathematics Education. Journal Analysa is published twice a year in June and December with 5 articles per number or 10 articles per year. Copyright Department of Mathematics Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
Media pembelajaran berbasis andrioid untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Rika Andriani; Asep Suratman
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.10654

Abstract

Pembelajaran Jarak Jauh selama pandemic memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa. Sumber belajar yang praktis dan ramah kuota sangat diperlukan bagi siswa. Peneliti membuat sebuah inovasi media pembelajaran berbasis android. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis android yang dibuat oleh peneliti, terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI SMAN 15 Bandung dengan mengggunakan tes yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) kemudian diberikan treatment dan tes yang diberikan setelah perlakuan (posttest).Instrumen yang digunakan berupa angket dan soal tes. Hasil pengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajara berbasis android dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kata kunci: media pembelajaran, android, motivasi, hasil belajarDistance Learning during a pandemic provides new learning experiences for students. Practical and quota-friendly learning resources are indispensable for students. Researchers create an innovative learning media based on android. This study aims to determine the effect of using android-based learning media made by researchers on student motivation and learning outcomes. The research was conducted at SMAN 15 Bandung by using the Pre-Experiment Design. The one group pretest-posttest design research design was measured using a test given before treatment (pretest) then given treatment and a test given after treatment (posttest). The instruments used were questionnaires and test questions. The results of data processing concluded that the use of Android-based learning media can increase student motivation and learning outcomes Keywords: learning media, android, motivation, learning outcomes
Website jeruq.com sebagai alat evaluasi pembelajaran matematika pada masa pandemi Covid-19 Iffa Hanifah Rahman; Nanang Priatna
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.12456

Abstract

Salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai virus covid-19 yaitu dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring) sehingga evaluasi pembelajaran pun dilakukan secara online. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan website jeruq.com sebagai alat evaluasi pembelajaran daring selama masa pandemic Covid-19. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMK di Kabupaten Bandung Barat dengan subjek yaitu siswa sebanyak 20 orang dan satu orang guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan respon yang baik dari siswa dan guru pada website jeruq.com. Kelebihan pada website ini yaitu tampilannya mudah dimengerti dan mampu menghemat waktu. Sehingga website ini dapat dijadikan sebagai alat evaluasi pembelajaran daring. Kata kunci: Jeruq, Covid-19, Evaluasi Pembelajaran, Pembelajaran DaringOne of the government's efforts to break the chain of the Covid-19 virus is by implementing distance learning (online) so that learning evaluations are carried out online. This research was conducted to describe the advantages and disadvantages of the jeruq.com website as an online learning evaluation tool during the Covid-19 pandemic. This research was conducted in a high school in Bandung Regency with the subject of 20 students and one teacher. This study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of tests, interviews, questionnaires, and documentation. The results of this study show a good response from students and teachers on the website jeruq.com. The advantages of this website are that it looks easy to understand and can save time. So that this website can be used as an online learning evaluation tool. Keywords: Jeruq, Covid-19, Learning Evaluation, Online Learning
Pemahaman konsep matematika siswa dengan strategi everyone is a teacher here Dewa Ayu Krisna Apriyanti; I Made Sugiarta; I Made Suarsana
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.8529

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan strategi Everyone is a Teacher Here di kelas VIII E SMPN 4 Sukasada tahun ajaran 2019/2020 karena memahami konsep matematika merupakan hal penting serta menjadi kemampuan dasar yang mesti dikuasai siswa supaya dapat mengembangkan kemampuan berpikir matematika tingkat tinggi, namun faktanya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa masih rendah. Jenis pene-litian ini adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini berupa tes pemahaman konsep berbetuk soal uraian dengan 6 pertanyaan di masing-masing siklus dan non tes berupa angket untuk mengetahui tanggapan siswa. Setelah dilaksanakan dengan 3 siklus didapatkan hasil bahwa model pembelajaran kooperatif dengan strategi Everyone is a Teacher Here mampu meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa serta siswa menanggapi dengan positif pembelajaran dengan menerapkan model ini.Kata kunci: Pemahaman konsep, Matematika, Strategi Everyone is a Teacher HereThis study aims to improve students' understanding of mathematical concepts through the application of cooperative learning models with the Everyone is a Teacher Here strategy in VIII E class of SMPN 4 Sukasada academic year 2019/2020 because understanding mathematics concepts is important and becomes the basic ability that students must master to develop high-level mathematical thinking skills, but the fact is the ability to understand students' mathematical concepts is still low. This type of research is classroom action research. The instrument in this study was a test of understanding the concept of problem-solving questions consisting of 6 questions in each cycle and non-test in the form of a questionnaire to determine student responses. After being carried out with 3 cycles, the result is the cooperative learning model with Everyone is a Teacher Here strategy can improve students' understanding of mathematical concepts and students respond positively to learning by applying this model.Keywords: Conceptual Understanding, Mathematics, Everyone is a Teacher Here Strategy
Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif melalui penerapan model pembelajaran JUCAMA Nur Rahmah Wardani; Juariah Juariah; Ida Nuraida; T. Tutut Widiastuti A
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.9904

Abstract

Di abad ini, pendidikan menjadi lebih penting untuk memastikan siswa mendapatkan kreatifiatas maka dalam pengembangan kreatifitas secara umum maupun berpikir kreatif matematis pun menjadi penting. Namun, fakta dilapangan ditemukan kemampuan berpikir siswa masih kurang dan perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa setelah memperoleh pembelajaran JUCAMA (Pengajuan dan Pemecahan Masalah) serta perbedaan pencapaian kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan kategori PAM. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain Non Equivalent Control Group Desain yang sampel nya diambil secara purposive sampling di salah satu sekolah Menengah Pertama di daerah Bandung. Dengan menggunakan instrumen tes PAM dan Tes Kemampuan Berpikir Kreatif ini menghasilkan beberapa temuan, yaitu: terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran JUCAMA dengan model konvensional (Pembelajaran langsung), dengan rata-rata N-Gain kelas JUCAMA 0,16 > kelas konvensional 0,10. Model pembelajaran JUCAMA ini berbasis pemecahan dan pengajuan masalah karena keduanya mendorong berkembangnya kreatifitas sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Dapat disimpulkan setelah siswa memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran JUCAMA lebih baik dari pembelajaran konvensional.Kata kunci: Berpikir Kreatif, JUCAMA, Pemecahan Masalah, Pengajuan MasalahIn this century, education is becoming more important to ensure students get creativity, so in general the development of creativity and mathematical creative thinking is also important. However, the facts in the field found that students' thinking skills were still lacking and needed to be improved. The purpose of this study was to determine the differences in the improvement of students' mathematical creative thinking skills after obtaining JUCAMA (Problem Submission and Solving) learning and the differences in the achievement of mathematical creative thinking abilities based on the PAM category. The research method used is a quasi experimental method with a Non Equivalent Control Group Design whose samples were taken by purposive sampling in one of the junior high schools in the Bandung area. Using the PAM test instrument and the Creative Thinking Ability Test resulted in several findings, namely: there are differences in the improvement of students' mathematical creative thinking skills using the JUCAMA learning model with the conventional model (Direct learning), with an average JUCAMA class N-Gain 0.16 > conventional class 0.10. This JUCAMA learning model is based on problem solving and proposing because both encourage the development of creativity so as to improve mathematical creative thinking skills. It can be concluded that after students get learning with the JUCAMA learning model, it is better than conventional learning.Keywords: Creative thinking skill, JUCAMA, Problem Based, Problem Posing
Hambatan belajar matematika di pondok pesantren Sendi Ramdhani; Didi Suryadi; Sufyani Prabawanto
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.10106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan belajar yang dialami santri dalam proses pembelajaran matematika di pondok pesantren. Kajian interpretatif digunakan untuk mengidentifikasi hambatan belajar yang dialami santri dalam proses pembelajaran matematika di pondok pesantren. Tujuan utama kajian interpretatif ini adalah memahami secara mendalam suatu realitas yang berbasis filosofi fenomenologis. Terdapat beberapa hambatan belajar yang dialami santri dalam pembelajaran matematika di pondok pesantren, yaitu: 1) Hambatan ontogenik yang dialami santri berasal hambatan ontogenik instrumental dan hambatan ontogenik konseptual sehingga berpengaruh terhadap hambatan ontogenik psikologis, yaitu membuat motivasi dan ketertarikan santri terhadap pembelajaran matematika menjadi menurun; 2) Hambatan didaktik terjadi karena kurikulum matematika yang digunakan sama dengan kurikulum matematika di SMA atau MA sehingga berpengaruh terhadap penyajian dan pengajaran matematika oleh guru di kelas karena mengejar materi yang banyak sedangkan jam pelajaran yang terbatas jadi tidak dapat memaksimalkan proses pembelajaran matematika dan mengakomodir peningkatan kemampuan santri yang terkait dengan kebutuhan mereka sebagai kader ulama, termasuk dalam meningkatkan kemampuan berfikir; 3) Hambatan epistemologis terjadi karena proses pembelajaran terpaku kepada buku teks SMA atau MA sehingga konteks pembelajaran sama dengan pembelajaran matematika di SMA atau MA dan tidak dikaitkan dengan konteks pengetahuan agama Islam atau sesuai dengan situasi (muqtadhal hal) pondok pesantren setempat.Kata kunci: Hambatan Didaktik, Hambatan Epistemologi, Hambatan Ontogenik, Learning Obstacle, SantriThis study aims to identify learning obstacles experienced by santri (students) in the mathematics learning process in Pesantren (Islamic Boarding School). Interpretive studies are used to identify learning obtstacles. There are several learning obstacles experienced by santri in the mathematics learning in Pesantren, namely: 1) The ontogenic obstacles experienced by santri come from instrumental ontogenic obstacles and conceptual ontogenic obstacles, so that they affect psychological ontogenic obstacles (motivation and interest); 2) Didactic obstacles occur because the mathematics curriculum used is the same as the mathematics curriculum in SMA or MA so that it affects the presentation and teaching of mathematics by teachers in the classroom because they pursue a lot of material while the lesson hours are limited so they cannot maximize the mathematics learning process and accommodate increased santri abilities related to their needs as a cadre of ulama; 3) Epistemological obstacles occur because the learning process is fixated on SMA or MA textbooks so that the learning context is the same as learning mathematics in SMA or MA and is not linked to the context of Islamic religious knowledge or according to the situation of PesantrenKeywords: Didactic Obstacles, Epistemological Obstacles, Islamic Boarding School, Learning Obstacles, Ontogenic Obstacles
Analisis konten pada buku paket matematika siswa SMP menggunakan kriteria bell Dila Nur Wahidah; Ida Nuraida; Nunung Sobarningsih
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.10811

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil analisis konten pada buku paket matematika siswa edisi Kurikulum 2013 Revisi 2016 terbitan Kemendikbud dengan menggunakan kriteria Bell.  Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah buku paket matematika siswa SMP edisi Kurikulum 2013 Revisi 2016 terbitan Kemendikbud. Instrumen penelitian berupa lembar analisis kesesuaian buku. Pengambilan data berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti terhadap buku paket matematika siswa Sekolah Menengah Pertama edisi Kurikulum 2013 Revisi 2016 terbitan Kemendikbud berdasarkan konten kriteria Bell. Berdasarkan analisisnya, kesesuaian buku paket matematika terbitan Kemendikbud dilihat dari konten kriteria Bell mencapai 74, 29% yang termasuk pada kategori baik.Kata kunci: Analisis, Konten dan Kriteria Bell.The purpose of this study was to find out the results of content analysis in students' mathematics textbooks in the 2013 Revised 2016 Curriculum edition published by the Ministry of Education and Culture using the Bell criteria. This research method is descriptive qualitative with the research subject is the mathematics textbook for junior high school students in the 2013 Revised 2016 Curriculum edition published by the Ministry of Education and Culture. The research instrument was in the form of a book suitability analysis sheet. Data collection was based on the results of an analysis conducted by researchers on the mathematics textbooks for junior high school students in the 2013 Revised 2016 Curriculum edition published by the Ministry of Education and Culture based on the content of Bell's criteria. Based on his analysis, seen from the content of Bell's criteria reached 74.29% which was included in the good category.Keywords: Analysis, Content and Bell’s Criteria.
Pengembangan modul pembelajaran segitiga berbasis metakognisi dan integrasi Dewi Rosikhoh; Abdussakir Abdussakir; Sri Harini
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.12104

Abstract

Metakognisi memiliki peran penting terhadap keberhasilan dalam proses pemecahan masalah. Penguasaan peserta didik terhadap metakognisi untuk memecahkan masalah, perlu diimbangi dengan spiritual yang kuat. Selain itu, segitiga sebagai materi yang dipelajari di sekolah, masih memiliki masalah terkait pemecahan masalah. Dengan demikian, mengembangkan modul pembelajaran berbasis metakognisi dan integrasi dapat menjadi salah satu solusi. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui kevalidan modul pembelajaran segitiga berbasis metakognisi dan integrasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket validasi kepada 5 ahli dan 3 praktisi pendidikan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis statistik untuk menghitung persentase skor angket. Hasil komentar dan saran pada angket, digunakan sebagai acuan untuk melakukan revisi modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran segitiga berbasis metakognisi dan integrasi berada pada kualifikasi valid dengan persentase nilai akhir 85%.Kata kunci: Modul, Segitiga, Metakognisi, IntegrasiMetacognition has played a significant role in the success of the problem-solving process. Mastery of learners of metacognition to solved problems needs to harmonized with solid spirituality. Additionally, the triangle as a material studied in school still has matters related to problem-solving. Thus, developing a learning module based on metacognition and integration could be one solution. The purpose of this study determining the validity of the triangle learning module based on metacognition and integration. Data collection techniques were carried by providing validation questionnaires to 5 experts and 3 education practitioners. Quantitative data were analyzed using statistical analysis to calculate the percentage of the questionnaire scores. The results of comments and suggestions on the questionnaire, used as a reference for revising the module. The results showed that the triangular learning module based on metacognition and integration was in a valid qualification with a final score percentage of 85%.Keywords: Modules, Triangles, Metacognition, Integration 
Perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari self-regulated learning Dendy Maulana Gusmawan; Nanang Priatna; Bambang Avip Priatna Martadiputra
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.11749

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad 21 (4C) dan kemampuan High Order Thinking Skills (HOTS). Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis matematis sangat penting dikuasai siswa. Sedangkan, berdasarkan laporan TIMSS tahun 2015 dan 2013 ditemukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa Indonesia masih rendah didukung data UNBK 2019 dan beberapa penelitian. Padahal, upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis gencar dilakukan pemerintah melalui pengembangan Kurikulum. Artikel ini berupa hasil penelitian dengan tujuan menganalisis ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari sisi afektif Self-Regulated Learning (SRL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Sampel penelitian ini adalah 105 orang siswa kelas XI salah satu SMAN di Yogyakarta. Data kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh dengan menggunakan tes, sedangkan data SRL diperoleh dengan menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis yang signifikan antara siswa dengan kategori SRL rendah, sedang, dan tinggi; 2) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang signifikan ditinjau dari dimensi SRL, yaitu motivation; time management; self-testing; dan using academic resources. Penelitian ini merupakan dasar acuan untuk mengungkap keterkaitan antara kemampuan berpikir kritis matematis dengan kemampuan SRL siswa.Critical thinking skills is one of the skills in the 21st century (4C) also one of the High Order Thinking Skills (HOTS) abilities. Thus, students need to master mathematical critical thinking skills. However, based on TIMSS reports in 2015 and 2013 supported by the data from UNBK 2019 and several studies, it was found that Indonesian students' critical thinking skills are still low. The efforts in improving critical thinking skills have been done intensively by the government through the development of the Curriculum. This article is a research result that aims to analyze whether there are differences in students' mathematical critical thinking skills reviewed from affective side of  Self-Regulated Learning (SRL). This study used a quantitative approach with a comparative descriptive method. The sample of this study were 105 eleventh grade students in one public high school in Yogyakarta. The results showed: 1) there is a significant difference in mathematical critical thinking skills between students with low, medium, and high SRL categories. 2) there is a significant difference in students' mathematical critical thinking skills reviewed from the SRL dimension, which are motivation; time management; self-testing; and using academic resources. Penelitian merupakan dasar acuan untuk mengungkap keterkaitan antara kemampuan berpikir kritis matematis dengan kemampuan SRL siswa.
Efektivitas media video kine master terhadap hasil belajar matematika siswa secara daring Sri Wulandari; Indah Fitria Rahma
Jurnal Analisa Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i1.11956

Abstract

 Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media video. Penelitian dilakukan dengan Metode penelitian Quasi Experimental Design merupakan penelitian dengan eksperimen, menggunakan pengembangan dari rancangan eksperimen sejati melalui “ Non Equivalent Control Grup Design ”. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa/siswi di kelas XII IPA 1 SMA Negeri II Pangkatan membuka 34 orang. Metode dan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi secara berani melalui whatsapp Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video berbasis kine master meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IPA1 SMA Negeri II Pangkatan lebih tinggi 14,41 poin dari siswa yang tidak menggunakan media video. Kata kunci: Media video, Hasil Belajar,Pembelajaran Daring This study aims to determine the increase in student learning outcomes using video media. The research was conducted by using the Quasi Experimental Design research method, namely experimental research, using the development of true experimental design through the "Non Equivalent Control Group Design". The subjects in this study were 34 students in class XII IPA 1 SHS ( Senior High School ) II Pangkatan . Methods and data collection techniques using tests and online observations via WhatsApp. The results showed that kine master-based video media improved student learning outcomes of class XII IPA 1 SHS ( Senior High School )  II Pangkatan 14.41 points higher than students who did not use video media.Kata Kunci: Media Video, Hasil Belajar, Pembelajaran Online
Proses representasi grounded-abstrak pada pemecahan word-problem perbandingan Muinah Muinah; Purna Bayu Nugroho; Sulistyono Sulistyono
Jurnal Analisa Vol 7, No 2 (2021): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v7i2.14416

Abstract

Kesulitan dalam pemecahan word-problem perbandingan dialami karena proses representasi yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan mengkaji kasus representasi grounded-abstrak pada pemecahan word-problem perbandingan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Kasus yang dikaji dalam penelitian ini adalah kasus kolektif. Instrumen penelitian ini adalah Peneliti, word-problem perbandingan, rubrik indikator, lembar validasi, buku catatan dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini adalah proses representasi yang terbagi dua dalam pemecahan word-problem perbandingan, yaitu kategori proses representasi itu adalah proses representasi grounded ke representasi abstrak dan proses representasi abstrak ke representasi grounded. Kesimpulan penelitian ini terdapat empat karakteristik proses representasi grounded-abstrak. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi dosen untuk membelajarkan berbagi bentuk representasi matematis sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan representasinya. Difficulties in solving word-comparison problems are experienced due to improper representation processes. This study aims to examine the case of grounded-abstract representation in solving word-problem comparisons. This research is a qualitative-research with the type of case study. The case studied in this study is a collective case. The research subjects were two mathematics education students who had studied comparative studies. The research instrument is the researcher, word-problem comparison, indicator rubric, validation sheet, notebook and interview guide. The result of this research is the representation process that categorized into two in solving word-problem comparison, which are grounded representation processes to abstract representations and abstract representation processes to grounded representations. The conclusion of this study is there are four characteristics of the grounded-abstract representation process. Based on the results of this study, it is recommended for lecturers to teach various forms of mathematical representation so that students can develop their representational abilities.

Page 10 of 17 | Total Record : 164