cover
Contact Name
Hamdan Sugilar
Contact Email
Hamdan Sugilar
Phone
-
Journal Mail Official
pmtk@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Analisa
ISSN : 25495135     EISSN : 25495143     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Analysa Is a Journal published by Department Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Starting Year 2013. Emphasizing On Aspects Related to Mathematics Learning Include: Curriculum, Strategy / Method, Learning Media, Evaluation, Psychology of Mathematics Learning, Didactical Mathematics , Thinking Process and Development of Mathematics, History / Philosophy of Mathematics and Other Mathematics Education. Journal Analysa is published twice a year in June and December with 5 articles per number or 10 articles per year. Copyright Department of Mathematics Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis dan Self-Regulated Lerning Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Widiastuti A., T. Tutut; Noorsafaat, Rina; Suhendar, Ayi Mumuh
Jurnal Analisa Vol. 11 No. 1 (2025): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v11i1.47972

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kemampuan penalaran matematis dan self regulated learning siswa melalui materi Persamaan Linear Satu Variabel. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas tujuh di salah satu SMP di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan penalaran matematis yang baik pada indikator yang mengukur dugaan, pembuktian kebenaran solusi, dan penarikan kesimpulan. Namun, terdapat kelemahan pada indikator yang mengukur konsep matematika dan menunjukkan pola dari fenomena matematika. Selain itu, self regulated learning siswa menunjukkan hasil yang sangat baik, terutama dalam hal tujuan pembelajaran, mekanisme proses pembelajaran, dan motivasi intrinsik, meskipun masih terdapat beberapa kesulitan dalam menentukan tujuan pembelajaran dan mencari sumber belajar yang relevan. Berdasarkan hasil ini, dibutuhkan metode pengajaran yang inovatif untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis dan self regulated learning siswa agar mereka dapat belajar lebih independen dan efektif.
Developing Interactive Media Based on Problem-Based Learning to Improve Students' Mathematical Understanding Harahap, Delviananda; Siregar, Tiur Malasari
Jurnal Analisa Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop interactive learning media based on Problem Based Learning to improve students' mathematical understanding. The type of research used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The results of the study indicate that the development of interactive media based on problem based learning to improve students' mathematical understanding is stated as 1) Valid, with an average score of 92.7% (81%≤x≤100%) included in the very valid category, 2) Practical, based on the teacher response questionnaire given to two teachers, an assessment of 98% (81%≤x≤100%) is classified as very practical, and based on the student response questionnaire, an assessment of 87.21% is classified as very practical. 3) Effective, this is reviewed based on classical learning completion of 88.2% (≤85% of students obtained a score of ≥76) included in the effective category, the achievement of mathematical understanding indicators is reviewed from the increase from pretest to posttest in each indicator of mathematical understanding used.
Investigasi Kemampuan Berpikir Aljabar Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Thoyyibah, Rifqoh; Susanti, Elly
Jurnal Analisa Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v10i1.30022

Abstract

Siswa harus belajar untuk berpikir secara aljabar karena berpikir aljabar menjadi bagian dari beberapa cara berpikir dalam pembelajaran matematika. Berpikir aljabar erat juga kaitannya dengan membuat pola generalisasi. Berpikir aljabar merupakan berpikir yang menyatakan keterkaitannya ke dalam hubungan umum, lalu membandingkan dan memanipulasinya. Oleh karena itu, penting bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan berpikir aljabar. Namun faktanya kemampuan berpikir alajabar peserta didik masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk melakukan investigasi terhadap kemampuan berpikir alajar peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini yaitu satu soal cerita materi aljabar dan pedoman wawancara. Uji keabsahan data menggunakan validitas internal (credibility) dalam bentuk triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik dengan kemampuan matematika yang baik juga memiliki kemampuan berpikir aljabar yang baik karena peserta didik mampu memenuhi semua indikator yaitu genarsional, transformasi, dan level meta global dengan tepat. Peserta didik dengan kemampuan matematika sedang hanya mampu memenuhi indikator transformasi, dan level meta global, namun dengan jawaban tidak tepat. Peserta didik dengan kemampuan matematika rendah memenuhi indikator transformasi, dan level meta global, namun dengan jawaban tidak tepat. Students must learn to think algebraically because algebraic thinking is part of several ways of thinking in learning mathematics. Algebraic thinking is also closely related to making generalization patterns. Algebraic thinking is thinking that expresses connections into general relationships, then compares and manipulates them. Therefore, it is important for students to hone algebraic thinking skills. However, the fact is that students' algebraic thinking abilities are still low. The aim of this research is to investigate students' natural thinking abilities in solving mathematical problems. The approach used is qualitative descriptive research. The instruments in this research were one algebra story question and an interview guide. Data validity testing uses internal validity (credibility) in the form of technical triangulation. The results of this research show that students with good mathematical skills also have good algebraic thinking skills because students are able to fulfill all indicators, namely genarsional, transformational, and global meta levels correctly. Students with moderate mathematical abilities are only able to fulfill the transformation indicators and global meta level, but with incorrect answers. Students with low mathematical abilities meet the transformation indicators and global meta level, but with incorrect answers.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction Terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa Febrianty, Eritha Dewi; Herman, Tatang; Pauji, Ikbal
Jurnal Analisa Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v10i1.31782

Abstract

Kemampuan berpikir reflektif adalah kemampuan yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Data menunjukkan bahwa keterampilan berpikir reflektif matematis siswa masih di bawah ekspektasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi direct instruction dalam pembelajaran matematika terkait dengan kemampuan berpikir reflektif siswa. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas 8A dan guru matematika yang mengajar di salah satu sekolah menengah pertama di Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif jenis fenomenologis. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, dan data dikumpulkan melalui lembar tes kemampuan berpikir reflektif siswa serta wawancara dengan siswa dan guru. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif matematis siswa masih rendah karena mereka hanya fokus pada masalah contoh yang diberikan oleh guru dan tidak mengeksplorasi pengetahuan secara mandiri. Proses pembelajaran belum efektif mendukung perkembangan keterampilan berpikir reflektif siswa, karena mereka hanya memenuhi indikator elaborating, sementara indikator reacting dan contemplating belum terpenuhi dengan baik. Penerapan model pembelajaran interaksi langsung dapat digunakan sebagai solusi alternatif dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan model tersebut serta situasi dan kondisi siswa yang diajarkan. The reflective thinking ability is a very essential ability in mathematics learning. Data shows that students' mathematical reflective thinking skills are below expectations. This study aims to evaluate the implementation of direct interaction in mathematics learning related to students' reflective thinking skills. Subjects of this study were all students of class 8A and mathematics teachers who taught at one of the junior high schools in Bandung. The method used is a qualitative approach of the phenomenological type. The researcher served as the main instrument, and data was collected through test sheets on students' reflective thinking abilities and interviews with students and teachers. The results show that students' mathematical reflective thinking abilities are still low because they only focus on sample problems given by the teacher and do not explore knowledge independently. The learning process hasn't effectively supported the development of students' reflective thinking skills, as they only meet the elaboration indicators, while the indicators of reacting and contemplating are not properly fulfilled. The application of the direct intraction learning model can be used as an alternative solution by considering the advantages and disadvantages of the model as well as the situation and conditions of the students being taught.
Improving Learning Outcomes with Supported Liveworksheets: A Constructivist Approach to Teaching Linear Equations of Two Variables System Fitria, Nida; Fitrian, Ressa; Suhendra, Suhendra; Kustiawan, Cece
Jurnal Analisa Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v10i1.31951

Abstract

Sebagian besar pembelajaran matematika tidak membangun pemahaman siswa tentang fakta, konsep, prinsip, dan kemampuan sesuai dengan apa yang mereka miliki. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan E-LKPD dengan menggunakan pendekatan konstruktivis yang didukung dengan Liveworksheet pada Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Jenis penelitian ini disebut Research and Develepoment. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Subyek penelitian ini sebanyak 20 siswa kelas VIII di salah satu SMP Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.  Sebelum dilakukan pengujian, produk diverifikasi oleh ahli materi dan ahli media. Setelah produk dinyatakan valid, dilakukan tes di kelas eksperimen kecil sebanyak 10 siswa dan kelas eksperimen besar sebanyak 23 siswa untuk memperoleh tanggapan evaluasi mengenai kualitas E-LKPD. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan cara hasil angket yang diolah dengan perhitungan skala Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata ahli sumber daya, sebesar 110 dengan kategori sangat baik, nilai rata-rata ahli media adalah sebesar 89 dengan kategori sangat baik, kelas eksperimen kecil hasil respon siswa dalam adalah 97,7 (Baik), dan hasil respon siswa terhadap eksperimen kelas besar sebesar 96,6 (Baik). Sehingga dapat disimpulkan bahwa, E-LKPD dengan pendekatan konstruktivisme didukung Liveworksheets pada materi SPLDV untuk Kelas VIII layak digunakan dalam pembelajaran matematika. Most mathematics learning does not build students' understanding of facts, concepts, principles, and abilities according to what they have. This development research aims to develop and test the feasibility of Electronic worksheets using a constructivist approach supported by Liveworksheet on Two-Variable Linear Equation System. This type of research called Research and Development. The development model used is ADDIE. The subjects of this study were 20 8th-grade students in one of the junior high schools in Sleman Regency, Yogyakarta. Before testing, the product was verified by material and media experts. After the product was declared valid, tests were conducted in a small experimental class of 10 students and a large experimental class of 23 students to obtain evaluation responses regarding the quality of Electronic worksheets. Data analysis used qualitative and quantitative descriptive analysis using questionnaire results processed with Likert scale calculations. The results showed that the average value of resource experts amounted to 110 (good), the average value of media experts was 89 (good), the small experimental class of student response results was 97.7 (Good), and the results of student responses to large class experiments amounted to 96.6 (Good). It can be concluded that Electronic Worksheets using a constructivist approach is supported by Liveworksheets on Systems of Linear Equations in Two Variables for Grade 8th is suitable for use in mathematics education.
Kemampuan Berpikir Divergen Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended Barisan dan Deret Ditinjau dari Adversity Quotient Hasanah, Siti Raudhatul; Abdussakir, Abdussakir
Jurnal Analisa Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v10i1.32597

Abstract

Kemampuan berpikir divergen perlu dikembangkan untuk menciptakan siswa yang kreatif. Namun, pada kenyataannya, kemampuan berpikir divergen masih memerlukan peningkatan. Soal open-ended menjadi salah satu cara yang memungkinkan siswa untuk memperluas pengetahuan mereka dengan menyelesaikan masalah melalui berbagai solusi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir divergen siswa dalam menyelesaikan soal open-ended materi barisan dan deret ditinjau dari adversity quotient (AQ). Kemampuan berpikir divergen dalam penelitian ini di dasarkan pada tiga aspek yaitu fluency, flexibility dan originality. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari 3 tahapan yaitu reduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan paparan dan analisis data menunjukkan bahwa terdapat variasi kemampuan berpikir divergen siswa. Siswa yang memiliki AQ tipe climber memenuhi semua indikator dari aspek berpikir divergen baik fluency, flexibility, dan originality. Siswa dengan AQ tipe camper memenuhi aspek fluency saja sedangkan flexibility dan originality tidak terpenuhi. Kemudian siswa dengan AQ tipe quitter tidak memenuhi semua indikator pada aspek berpikir divergen baik itu fluency, flexibility maupun originality. Divergent thinking abilities need to be developed to create creative students. However, in reality, divergent thinking skills are still require improvement. Open-ended questions are a way that allows students to expand their knowledge by solving problems through a variety of solutions. This research aims to describe students' divergent thinking abilities in solving open-ended problems regarding sequences and series in terms of the adversity quotient (AQ). The ability to think divergently in this research is based on three aspects, namely fluency, flexibility and originality. This research uses a descriptive qualitative approach. The subjects in this research were 6 students of class XI. The data collection techniques used were tests, questionnaires and interviews. Data analysis uses the Miles and Huberman model which consists of 3 stages, namely data reduction, presenting data, and drawing conclusions. Based on the presentation and data analysis, it showed that there were variations in students' divergent thinking ability. Students who have climber type AQ meet all indicators of divergent thinking aspects, including fluency, flexibility and originality. Students with camper type AQ only meet the fluency aspect, while flexibility and originality are not met. Then students with quitter type AQ do not meet all the indicators in the divergent thinking aspect, be it fluency, flexibility or originality.
Development of Pop Up Book Media Based on an Investigative Approach to Improve The Matematical Communication Skill of Junior High School Students Kariadinata, Rahayu; Ajahra, Euis Sinta; Jihad, Asep
Jurnal Analisa Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v10i1.34699

Abstract

Siswa SMP sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika yang abstrak dan membutuhkan bantuan visual dalam proses pembelajaran. Pengembangan media buku pop-up berbasis pendekatan investigasi bertujuan memberikan representasi visual dari konsep matematika. Penelitian ini bertujuan menilai validitas, praktikabilitas, dan efektivitas media buku pop-up berbasis pendekatan investigasi serta mengukur peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum dan setelah menggunakan buku pop-up. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, and disseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini sangat valid dari segi media dan materi. Praktikabilitas media ini dinilai sangat praktis, dan efektivitasnya diklasifikasikan sebagai sangat tinggi. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam kemampuan komunikasi matematis siswa, yang dikategorikan sebagai tinggi. Junior high school students often struggle with grasping abstract mathematical concepts and benefit from visual aids in their learning process. The development of investigative-based pop-up book media aims to provide visual representations of these concepts. This research aims to assess the validity, practicality, and effectiveness of the investigative-based pop-up book media and to measure the improvement in students' mathematical communication skills before and after using the pop-up book. The research methodology employed is Research and Development (R&D) using the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The results indicate that the media is highly valid in terms of both media and content aspects. Its practicality is rated as highly practical, and its effectiveness is classified as very high. There is a significant improvement in the mathematical communication skills of junior high school students, categorized as high.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Materi Bilangan Satuan Badriyah, Aulia Zuhrotul; Yuliawati, Fitri; Khoirini’mah, Shinta Melia
Jurnal Analisa Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v10i1.35617

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang penting sehingga tidak asing kalau matematika dinobatkan sebagai ratu, karena dalam perkembangannya matematika tidak bergantung pada ilmu yang lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa kelas 3 dalam belajar matematika, penyelesaian masalah dan faktor yang membuat siswa kesulitan belajar matematika. Karena apabila peserta didik belum memahami materi matematika terlebih materi dasar, maka akan kesulitan mempelajari pelajaran lainnya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa di kelas III di salah satu MI di Bantul dan siswa tersebut tinggal di asrama. Ditemukan siswa mengalami kesulitan mempelajari matematika pada materi bilangan satuan, Siswa masih bingung membedakan antara bilangan satuan, puluhan dan ratusan. Siswa masih sering terbalik dalam membedakan bilangan satuan, puluhan dan ratusan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan belajar seperti kurangnya minat peserta didik terhadap pelajaran matematika, kurangnya motivasi belajar dari dalam diri serta kurangnya penggunaan media belajar. Mathematics is an important subject so it is not surprising that mathematics is crowned queen, because in its development mathematics does not depend on other sciences. The aim of this research is that this research aims to determine the difficulties of grade 3 students in learning mathematics, solving problems and the factors that make students have difficulty learning mathematics. Because if students do not understand mathematics material, especially basic material, they will have difficulty learning other lessons. The type of research used is qualitative method research with a case study approach. The subject of this research was a student in class III at one of the MI in Bantul and the student lived in a dormitory. It was found that students had difficulty learning mathematics on unit numbers. Students were still confused about differentiating between units, tens and hundreds. Students still often have problems distinguishing between units, tens and hundreds. There are several factors that cause learning difficulties, such as students' lack of interest in mathematics lessons, lack of inner motivation to learn and lack of use of learning media.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Melalui Model Pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) Ashari, Vania Febrina; Jihad, Asep; Rachmawati, Tika Karlina
Jurnal Analisa Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v10i1.36392

Abstract

Penelitian dilaksanakan di salah satu SMP yang berada di Bandung. Penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Tujuan penelitian ini meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa melalui model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP), karena berpikir reflektif merupakan hal penting yang akan dibutuhkan siswa dalam proses belajar, namun faktanya kemampuan berpikir siswa masih rendah. Metode penelitian yang dipilih yaitu kuasi eksperimen. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa kemampuan berpikir reflektif matematis siswa yang melalui model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) mengalami peningkatan yang termasuk dalam kategori sedang, kemampuan berpikir reflektif matematis siswa yang melalui model pembelajaran konvensional (ekspositori) mengalami peningkatan yang termasuk dalam kategori sedang, peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa yang melalui model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) lebih baik secara signifikan dibandingkan siswa yang melalui model pembelajaran konvensional (ekspositori), respon siswa terhadap model pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa memberikan respon positif yang lebih tinggi daripada respon negatif. The research was carried out at one of the junior high schools in Bandung. This research was conducted on students in class VIII A as the experimental class and class VIII D as the control class. The aim of this research is to improve students' mathematical reflective thinking skills through the Connected Mathematics Project (CMP) learning model, because reflective thinking is an important thing that students will need in the learning process, but in fact students’ thinking abilities are still low. The research method chosen was quasi-experimental. The results of this research showed that the mathematical reflective thinking ability of students who went through the Connected Mathematics Project (CMP) learning model experienced an increase which was included in the moderate category, the mathematical reflective thinking ability of students who went through the conventional (expository) learning model experienced an increase which was included in the moderate category, an increase The mathematical reflective thinking ability of students who go through the Connected Mathematics Project (CMP) learning model is significantly better than students who go through the conventional (expository) learning model. positive responses are higher than negative responses.
Tingkat Pemahaman Konsep Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS pada Materi Perbandingan Herlina, Euis Heni; Novianti, Salsabila Nur; Maryono, Iyon
Jurnal Analisa Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Department of Mathematics Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, West Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ja.v11i2.48962

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memerlukan pemahaman konsep yang mendalam, salah satunya pada materi perbandingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi perbandingan. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan 32 siswa di salah satu MTs di Kota Bandung dengan pemilihan sampel secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematis pada materi perbandingan, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk meringkas variabel dalam data seperti rata-rata dan standar deviasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berada pada kategori tinggi sebesar 25%, kategori sedang sebesar 43,75%, dan kategori rendah sebesar 31,25%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berdasarkan soal HOTS berada pada kategori sedang. Penelitian ini menyarankan perlu adanya pendekatan pembelajaran yang efektif dan interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap materi yang lebih kompleks.