cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
SYAHADAH : Jurnal Ilmu Al-Qur?an & Keislaman
ISSN : 23380349     EISSN : 23380349     DOI : -
Jurnal Syahadah merupakan jurnal Ilmu al-Qur’an dan keislaman dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Nilai-nilai Qur’ani Spritualitas Profetik dalam membangun Budaya Anti Korupsi Syarifuddin Syarifuddin; Andini Febrianty Damasari; Amaruddin Amaruddin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam has a strategic concept of teaching in an effort to prevent falling into acts that are prohibited by religion. In the concept of religion, it is called nahi munkar.. Included in the actions that are given a warning are the prohibition of corruption. Corruption is also referred to as an extraordinary crime in terms of its extraordinary impact on life. There are many aspects of corruption that need attention, especially in the person of Muslims. The pattern of character building through a culture of avoiding corruption needs to be built and instilled from the start. One that is relevant in the construction is the offer of the concept of Qur'anic values ​​in aspects of prophetic spirituality; shiddiq, amanah, tabligh, and fathanah. These four values ​​are very likely to be developed and socialized in the realm of the civilizing system in society, which involves institutional relationships and individual and social responsibilities. So by applying these values ​​in a policy or ethical system, it means that the Qur'an has been grounded at its practical level.
Asketisme Dalam Al-Qur’an: Dari Teosentris Menuju Antroposentris (Studi Tafsir Maqashidi) Arina Milatal Haq; Navis Daris Salamah; Muhammad Mundzir
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asketisme dipandang sebagai hal yang menyebabkan seseorang bersikap individual dan anti sosial. Pelaku asketis saat ini cenderung mementingkan hubungannya dengan Tuhan (hablun min al-Allah) dari pada hubungan dengan manusia (hablun min al-nas). Tulisan ini akan mengungkap bagaimana asketisme di dalam Al-Qur’an berkembang dari teosentris menjadi antroposentris. Asketisme antroposentris menekankan peran diri terhadap lingkungan sosial untuk mencapai kesalehan dan kemaslahatan. Dengan pendekatan Tafsir Maqashidi, penulis mencoba mengungkapkan berbagai maqashid lain yang bernilai maslahat dari asketisme antroposentris. Asketisme antroposentris memiliki nilai-nilai fundamental, antara lain: al-‘Adalah, al-Wasathiyyah, al-Insaniyyah, al-Mas’uliyyah, dan al-Hurriyah. Selain itu, perilaku asketisme antroposentris mengandung aspek-aspek maqashid seperti Hifz al-Mal, Hifdz al-Din, Hifz al-Daulah, dan Hifz al-Bi’ah. Hal ini mengindikasikan bahwa asketisme antroposentris lebih bersifat kontekstual seiring berkembangnya zaman.
PERSEPSI MASYARAKAT MUSLIM TENTANG KALIMAT BASMALLAH PADA TRANSPORTASI KENDARAAN RODA DUA Kajian Living Qur’an Amaruddin Amaruddin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/syhd.v9i1.412

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan Persepsi Masyarakat Muslim tentang kalimat Basmallah pada Transportasi Roda Dua, di Tembilahan Hulu Kecematan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Kajian Living Qur’an). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, menggunakan teknik observasi dan wawancara dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan kalimat Basmallah pada transportasi roda dua, bagi Masyarakat Tembilahan khususnya Tembilahan Hulu jalan sederhana Gang syukurrillah. Banyak yang memaknai bahwa kalimat Basmallah adalah sebagi pengingat berdoa sebelum berpergian, ada juga yang memaknai sebagi hiyasa, dan ada juga yang memaknai sebagi batas pemisah setan. kalimat Basmallah adalah suatau yang diharuskan bagi umat Islam karna dengan kalimat Basmallah sesuatu pekerjaan yang kita kerjakan mendapatkan keberkahan. Basmallah juga termasuk kalimat yang sangat banyak manfaatnya bagi orang yang mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari.
PENAFSIRAN AYAT-AYAT YAS’ALUNAKA DALAM AL-QUR’AN MENURUT TAFSIR AL-MARAGHI Amaruddin Amaruddin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/syhd.v8i2.413

Abstract

Fokus dalam artikel ini adalah menjelaskan bagaimana ayat-ayat yas’alunaka dalam al-Qur’an yang ditafsirkan oleh al-Maraghi. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adala mengetahui bagiamana klasifikasi ayat-ayat yas’alunaka dan bagaimana penafsirannnya menurut al-Maraghi. Dari penelitian ini didapati bahwa penafsiran ayat-ayat yas’alunaka dalam al-Qur’an dikelompokkan menjadi dua, yaitu makkiyah dan madaniyah. Adapun yang menjadi kontek makkiyah adalah orang-orang Quraisy, Yahudi, dan Musyrik. Adapun yang menjadi kelompok madaniyah konteksnya yaitu tentang bulan sabit, infaq, berperang pada bulan muharram, khamar dan infaq, anak yatim, haidh, hala, dan juga tentang harta ramparasan perang.
NUR ROFIAH'S METHOD OF CRITICAL INTERPRETATION IN LINGKAR NGAJI KGI Yuliana Jamaluddin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nur Rofiah is one of the female Muslim scholars in Indonesia who concerned in the field of interpretation and gender justice . Her interpretation critics method could be seen through her study in recent years. It is called Lingkar Ngaji KGI ( Islamic Gender Justice), offline or online . This study will focus on KGI Regular online that is thematically, especially on the Instagram account @ngaji_kgi. This study wants to know how the method used by Nur Rofiah in criticizing gender biased religious interpretations that have been developed massively. In her critics, Nur Rofiah classifies verses which talk about woman into three verse groups. They are starting point verse, intermediate target verse , and final destination verse. These three groups of verses need to be understood well, in order to determine whether the instructions are temporal or universal. Regardless from these three groups, there is basic principle since the beginning carried by the Qur'an and the Prophet Muhammad as treatise carrier. The basic principle is awareness related woman humanity, which started moving from lowest point and will processing to highest point or ideal point.
CHARACTERISTICS OF CHILDREN IN THE QUR'AN Dewi Murni; Ahmad Nur Fathoni
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine more deeply about children, especially the characteristics of children in the Qur'an and the implications of its meaning in the context of parenting. Children are a gift as well as a trust that aresent by Allah to His servants who will be asked the responsibility in the afterlife. Parents responsibilities is to provide education to children from early age.Development in early childhood is largely determined by the environment and family. This study explains that the family is the first place where children get education. The character and personality of children are formed in the family. Parents actually must have concepts or provisions for educating their children which include moral or character education, science education, religious education, justice, and giving attention and affection to them. This study examines children's terms such as al walad , al ibn, al bint, dzurriyah, as Shobiyu, at thifluand al ghulamu. On the other hand, it also discusses the types of children's characters in the Qur'an and the implications of their meaning for parenting, therefore, this research will be possible to study in more detail.
NATURAL FORMATION OF THE UNIVERSE AND ASTRONOMY Bagas Ilham Yudhiyantoro; Anniza Rahayu Hadiyanto; Nurrafiza Nurrafiza
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the natural formation of universe , exists a number of theory from the west that says universe is made from big bang. However, not only theory from the west but in the Qur’an also has explained how the formation of the universe happened. Before we learn about the universe, we have to study astronomy. It is because naturalformation and astronomy are related each other. In the western theory, earth is located among many galaxies in the solar system. Earth is the most fertile plenet because on earth there are numerous living things. The aim of this study is to know natural formation of the universe according to western theory, Islamic religious teachings and astronomy. This study used library research method. Research finding shows that western theory has three theories natural formation of theuniverse, they are the Big Bang Theory, the Oscillating Theory and Steady-state. According to Astronomy there are three theories, they are Egocentric theory, Geocentric theory and Heliocentric theory. In Islamic religious teachings,the formation of earth occur During six phase /time with gradual creation .
TRADITIONAL AND MODERN-CONTEMPORARY STYLES Syafril Syafril; Amaruddin Amaruddin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, the style of interpretation is conventionally classified into the periodization of the interpretation itself. Interpretation that appeared in the Middle Ages are identified with style of fiqh, kalam, philosophy, tasawuf. The interpretation that appeared in the modern-contemporary era often have the style of adabi ijtimai', ilmi, haraki, hidai. But in this paper, the style of interpretation is classified into traditional and modern-contemporary. This classification refers to the understanding of the style that developed in the history of Islamic thought. In general, Islamic thought is divided into two major streams, namely traditionalism and modernism. Both of these interpretations have their own paradigms. As in general scientific studies, intellectuals who study the Quran must use a paradigm when doing interpretation, because it is inherent in the theory of interpretation. It is used in the arranging the interpretation conciously or unconciouslys. The style of traditional interpretation can be seen in the three paradigms. The three paradigmatic theories are the technical paradigm, the accommodation paradigm, and the reductionist paradigm. Meanwhile, the modern-contemporary style of interpretation with functional paradigm theory, namely making the Qur'an as guidance or huda in all aspects of life and the literacy paradigm theory which makes the Qur'an the greatest book of literature. These two paradigms distinguish traditional and modern-contemporary interpretations.
YUSUF AL-QARDHAWI MEMAHAMI HADIS NABI SAW Fiddian Wahidi; Nasrullah Nasrullah; Ridhoul Wahidi
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna penentuan shahihnya sebuah hadis maka diperlukan usaha penelitian keshahihan sanad hadis dan pemahaman matan hadis. Umumnya pada sanad diberlakukan penelitian persambungannya, kualitas pribadi periwayat, kualitas intelektual periwayat, keterhindaran dari pertentangan, dan keterhindaran dari illat atau cacat. Adapun tuntutan keshahihan dari segi matan meliputi pendekatan sejarah, pemahaman kontekstual, dan kajian kebahasaan. Seorang ulama kontenporer asal Mesir, Yusuf al-Qardhawi adalah ulama yang punya perhatian besar terhadap hadis, yang juga konsern pada kritik pemahaman hadis. Pemikiran yang cemerlang dengan ide-ide yang brilian, sangat produktif dalam menulis ratusan karyanya, memenuhi khazanah perpustakaan Islam dan dunia, dan tercatat sebagai anggota organisasi kenamaan Ikhwan al-Muslimin. Yusuf al-Qardhawi menekankan beberapa prinsip dalam pemahan hadis, yang harus tercakupi dari sebuah hadis antara lain komprehensif, seimbang, integral, realistis, dan adanya kemudahan, tampak kehati-hatian Yusuf al-Qardhawi dalam memahami suatu hadis yang bahkan telah dihukumi shahih. Dalam aflikasinya langkah-langkah yang ditawarkan Yusuf al-Qardhawi berupa memahami hadis atas petunjuk Al-Qur’an, menghimpun hadis setema, kompromi atau tarjih, memastikan latar belakang periwayatan, membedakan antara sarana yang berubah dan tujuan yang tetap, membedakan hakikat dan majaz, membedakan yang metafisik dan yang nyata, dan, memastikan makna setiap kata.
TAFSIR AHKAM DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA Syafril Syafril
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama diturunkannya al-Qur’an adalah untuk memberikan hidayah atau petunjuk kepada umat manusia. Hidayah al-Qur’an, diorientasikan kepada tiga tujuan pokoknya, yaitu akidah, ibadah dan akhlak. Jika dibandingkan dengan persoalan lainnya, al-Qur’an memberikan perhatian yang cukup besar terhadap tatanan hukum yang mengatur dan menciptakan kemaslahatan hidup manusia. Indikator ini dapat dilihat dari terma yang digunakan al-Qur’an ketika menjuluki dirinya dengan “hukman ‘arabiyyan” sebagai kitab aturan yang berbahasa arab. Ada enam poin yang mengindikasikan keseriusan al-Qur’an dalam memperhatikan masalah ini. Pertama, al-Qur’an menamai dirinya dengan hukum. Kedua, ayat yang terpanjang al-Qur’an berbicara dalam konteks hukum. Ketiga, ayat-ayat al-Qur’an yang berbicara tentang perintah dan larangan berjumlah puluhan bahkan ratusan. Keempat, surat terpanjang, terutama surat Madaniyah memuat persoalan hukum. Kelima, dalam al-Qur’an terdapat sejumlah ayat hukum. Keenam, al-Qur’an mengecam orang yang mengabaikan hukum. Embrio tafsir ahkam pada dasarnya muncul bersamaan dengan penafsiran ayat-ayat al-Qur’an secara umum dan tafsir ahkam merupakan bagian dari rangkaian keseluruhan tafsir al-Qur’an. Perhatian ulama terhadap penafsiran ayat ahkam pada akhirnya melahirkan berbagai karya tafsir ahkam dalam sejarah penafsiran al-Qur’an, dari klasik hingga modern/kontemporer.

Page 10 of 12 | Total Record : 112