cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bioedukatika
ISSN : 23386630     EISSN : 25415646     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
"JURNAL BIOEDUKATIKA" focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of Biology Education. The article published on the internal and external academic community UAD especially in Biology Education. "JURNAL BIOEDUKATIKA" publishes scholarly articles in biology education scope covering: biology curriculum, teaching biology, instructional media, and evaluation. Published article published is the article the results of research, studies or critical and comprehensive scientific study on important issues and current job descriptions included in the journal.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA dengan Tema “Pencemaran Lingkungan” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VII Hani Irawati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.436 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i1.4142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPA dengan tema pencemaran lingkungan yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D. Tahapan model 3-D meliputi define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penilaian produk dilakukan oleh seorang ahli materi, seorang ahli media, dua orang guru IPA, dan tiga orang teman sejawat. Uji coba dilakukan kepada 43 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah I Wonosobo dengan rincian: 10 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 33 siswa untuk uji lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, tes (pretest dan posttest), dan lembar observasi. Data yang diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi dianalisis secara deskriptif. Data pretest dan posttes dianalisis menggunakan normalized gain score yang kemudian dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1) Modul pembelajaran IPA dengan tema “Pencemaran Lingkungan dinilai dari: (a) aspek kelayakan isi berkualitas baik menurut ahli materi, dan berkualiatas sangat baik menurut guru dan teman sejawat; (b) aspek bahasa dan gambar berkualitas baik menurut ahli materi, dan berkualiatas sangat baik menurut guru dan teman sejawat; (c) aspek penyajian berkualitas sangat baik menurut ahli media, guru, dan teman sejawat; dan (d) aspek kegrafikan berkualiatas sangat baik menurut ahli media, guru, dan teman sejawat. 2) Tanggapan siswa terhadap modul yang dikembangkan berkualitas sangat baik dari aspek materi, bahasa dan gambar, penyajian, dan tampilan. 3) Peningkatan hasil belajar dengan menggunakan modul yang dikembangkan berkategori sedang dengan rerata gain score sebesar 0,50. 4) Terjadi peningkatan 62,09 % jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPA dengan tema “Pencemaran Lingkungan hasil pengembangan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII.
Implementasi Model Pembelajaran Reflektif untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Mahasiswa Pendidikan Biologi pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran di Program Studi FKIP Universitas Ahmad Dahlan Nani Aprilia
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.043 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i1.4739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran reflektif dalam pembelajaran mata kuliah strategi pembelajaran biologi di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan. Selama ini perkuliahan menggunakan presto ( presentasi total), metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan ternyata terdapat kelemahan diantaranya mahasiswa bersifat pasif sehingga berdampak pada pemahaman belajar, kurangnya pemahaman mahasiswa akan berdampak pada keterampilan yang mereka miliki pada saat pelaksanaan pembelajaran ketika mengaplikasikan strategi apa yang akan dipakai sehingga sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik. Karena itu diperlukan solusi untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dengan menerapkan model pembelajaran reflektif dalam pembelajaran mata kuliah strategi pembelajaran biologi. Model pembelajaran reflektif (reflective learning) memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan analisis atau pengalaman individual yang dialami dan memfasilitasi pembelajaran dari pengalaman tersebut. Pembelajaran reflektif juga mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif, mempertanyakan sikap dan mendorong kemandirian pembelajar. Pembelajaran reflektif melihat bahwa proses adalah produk dari berpikir dan berpikir adalah produk dari sebuah proses. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dengan empat prosedur penelitian yang di mulai dari 1) perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa peserta kuliah strategi pembelajaran biologi yang berjumlah 45 orang. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, catatan guru dan tes.Kata kunci: model pembelajaran reflektif, pemahaman mahasiswa,strategi pembelajaran biologi
Strategi Evaluasi Program Perkuliahan Biologi Berbasis Blended Learning Muhammad Syaipul Hayat; Erwin Erwin; Irvan Permana
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.924 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i2.7292

Abstract

Paradigma pendidikan pada abad 21 telah mengalami pergeseran, salah satu komponen pentingnya adalah tolls for working dalam pembelajaran harus berorientasi pada information literacy dan ICT literacy. Atas dasar hal tersebut, dalam pembelajaran/ perkuliahan khususnya biologi diperlukan adanya integrasi penggunaan teknologi. Blended learning adalah salah satu program perkuliahan yang dapat diterapkan untuk mengadaptasikan kompetensi abad 21. Tujuan implementasi program perkuliahan biologi berbasis blended learning adalah untuk meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa melalui kemudahan akses informasi; melatih higher order tinking skills mahasiswa (berpikir kritis, kreatif, pemecahan masalah, komunikasi dan argumentasi); melatih literasi mahasiswa, terutama literasi ICT yang digunakan dalam perkuliahan. Dalam implementasi program tersebut diperlukan strategi evaluasi yang tepat, agar pelaksanaannya dapat dimonitoring dan dievaluasi dengan baik. Model CIPP (contect, input, process dan product) merupakan strategi evaluasi yang relevan, karena memiliki relevansi karakteristik antara model CIPP dengan program yang dirancang. Program perkuliahan blended learning dievaluasi secara komprehensif dengan model evaluasi CIPP, mulai dari kesiapan pra pelaksanaan program, pelaksanaan, hingga diperoleh produk. Hasil evaluasi dari program ini dijadikan sebagai rekomendasi bagi pemangku kebijakan untuk mengambil keputusan terhadap keberlanjutan program yang dirancang. Evaluation Strategy of Biology Course Program Based on Blended Learning. The educational paradigm of the 21st century has been shifting, one of the important components is tools for working in learning must be oriented to information literacy and ICT literacy. On the basis of this, in the learning/ lectures, especially biology required the integration of the use of technology. Blended learning is one of the course programs that can be applied to adopt 21st-century competency. The purpose of the implementation of biology course program based on blended learning is to improve students' mastery of the concept through ease of access to information; training higher order thinking skills of students (critical thinking, creative, problem solving, communication and argumentation); train student literacy, especially ICT literacy used in lectures. In the implementation of the program requires appropriate evaluation strategy, so that its implementation can be monitored and evaluated properly. The CIPP model (Context, Input, Process, and Product) is a relevant evaluation strategy because it has characteristic relevance between the CIPP model and the designed program. Blended learning lecture program is evaluated comprehensively with CIPP evaluation model, ranging from pre-program preparation, implementation, to the product. The results of the evaluation of this program serve as a recommendation for stakeholders to make decisions on the sustainability of the designed program.
Soil Nitrate Concentration araound Kawah Sikidang, Dieng Plateau, Central Java Hendro Kusumo Eko Prasetyo Moro; Santoso Santoso
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i2.4101

Abstract

The area around kawas sikidang have a specifict environmental condition.
Persepsi Guru dan Siswa SD di Yogyakarta terhadap Program Conservation Scout Wahyu Wida Sari
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.299 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4126

Abstract

Penanaman karakter cinta lingkungan dan pemahaman akan pentingnya konservasi perlu dilakukan sejak dini. Program conservation scout atau pandu konservasi menawarkan edukasi dan empowering siswa SD mengenai konservasi. Kegiatan ini bertempat di Pusat Studi Lingkungan, Universitas Sanata Dharma dan melibatkan 38 SD di Yogyakarta. Peserta conservation scout terdiri dari 32 guru dan 70 siswa SD.Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon sekolah, persepsi guru, persepsi siswa, dan keberhasilan sekolah dalam mendukung program conservation scout. Metode yang digunakan adalah action reseach, survey, dan diskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan hasil validasi sangat baik.Sekolah memberikan respon sangat positif (84%) terhadap program conservation scout, dari 38 sekolah yang diundang, ada 32 sekolah yang mengikuti program ini. Guru memberikan persepsi negatif (2,50), bukan pada esensi program melainkan pada teknik pelaksanaan program. Siswa memberikan persepsi positif (3,51) dan 36 dari 70 siswa berhasil melakukan peer tutoring dan kampanye mengenai konservasi. Ada 53, 12 % SD yang siswanya menjadi duta konservasi lingkungan.
Model Guided Inquiry Berbasis Scientific Approach dalam Pembelajaran IPA Biologi Siswa SMP N 14 Yogyakarta Siti Madiniah; Dian Noviar
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.502 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i1.4733

Abstract

Implementasi pembelajaran IPA Biologi di SMP masih sebatas penyampaian materi oleh guru dan penekanan penguasaan materi (kognitif) terhadap siswa. Penggunaan model Direct Instruction yang masih mendominasi di kelas kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar IPA Biologi siswa kelas VII pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor ditinjau dari penerapan Model Guided Inquiry berbasis Scientific Approach. Penelitian ini termasuk penelitian quasy experiment dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII SMP N 14 Yogyakarta T.A. 2014/2015. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas VII A (kelas eksperimen) dan kelas VII B (kelas kontrol). Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, dan observasi. Analisis data hasil belajar siswa pada aspek kognitif menggunakan Independent Samples t-test, aspek afektif dan psikomotor menggunakan uji Mann Whitney U Test. Hasil belajar IPA Biologi pada kelas kontrol dan kelas eksperimen signifikan rata-rata berbeda untuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotor ditunjukkan dengan p < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA Biologi pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor signifikan rata-rata berbeda ditinjau dari penerapan Model Guided Inquiry berbasis Scientific Approach.Kata kunci: Guided Inquiry, Scientific Approach, Pembelajaran, Hasil Belajar
Pengaruh Penerapan Hypothetico-deductive Reasoning dalam Learning Cycle terhadap Keterampilan Proses Sains dan Pemahaman Konsep Siswa Yohn Ade Ardiyansyah; Paidi Paidi
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.033 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i1.6027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan hypothetico-deductive reasoning (HDR) dalam learning cycle terhadap keterampilan proses sains (KPS) dan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini berbentuk kuasi-eksperimen dengan desain pretest-postest non-equivalent control group yaitu kelas A sebagai kelompok eksperimen bermodelkan HDR-Learning Cycle (HDR-LC), serta kelompok kontrol yaitu kelas B bermodelkan Learning Cycle (LC) dan kelas C bermodelkan Direct Instruction (DI). Sumber data KPS-intelektual dan pemahaman konsep diperoleh dengan instrumen tes sedangkan KPS-manual diperoleh dengan observasi performansi. Data dianalisis dengan MANOVA dilanjutkan uji Bonferroni, atau uji Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Games-Howell untuk data nonparametrik. Hasil penelitian ini yaitu: (a) penerapan HDR-LC (mean: 86,4) secara signifikan berpengaruh positif terhadap KPS-intelektual dibandingkan model LC (mean: 78,3) dan DI (mean: 75,1). Sedangkan KPS-manual kelas HDR-LC (mean: 64,3) dibandingkan kelas LC (mean: 87,4) dan DI (mean: 82,3) terdapat perbedaan yang signifikan dengan pengaruh negatif. (b) penerapan HDR-LC (mean: 84,8) secara signifikan berpengaruh potisif terhadap pemahaman konsep siswadibandingkan model LC (mean: 61,7) dan DI (mean: 66,6).
Validasi preliminary product Fung-Cube pada pembelajaran fungi untuk siswa SMA Zayyana Fatati Azizah; Atika Ayu Kusumaningtyas; Annisa Dhimar Anugraheni; Dewi Puspita Sari
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.005 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i1.7364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas preliminary product Fung-Cube yang dikembangkan pada pembelajaran Fungi untuk siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang terdiri dari tahap define dan design yang merupakan bagian dari model 4-D Thiagarajan meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Tahap develop dan disseminate tidak disertakan karena penelitian hanya sampai pada tahap perancangan (design) Fung-Cube. Karakteristik preliminary product Fung-Cube yang dikembangkan terletak pada bentuk nyata jamur makro dan media tanam dari pemanfaatan limbah kayu dan kain yang memvisualisasikan materi Fungi dan lingkungan. Sampel penelitian adalah sampel yang divalidasi oleh 2 validator ahli. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi ahli, lembar observasi untuk analisis karakteristik siswa, dan wawancara untuk analisis kebutuhan. Data yang di uji validitasnya adalah angket validasi preliminary product Fung-Cube. Analisis data dilakukan dengan mengolah angket lembar validasi ahli menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preliminary product Fung-Cube dinyatakan sangat valid digunakan pada pembelajaran Fungi untuk siswa SMA, yang ditunjukkan dengan nilai hasil validasi ahli materi sebesar 94,2% dan ahli desain sebesar 96,9%. Pengembangan preliminary product media Fung-Cube sangat valid digunakan dalam pembelajaran Fungi untuk siswa SMA dan siap untuk di uji coba terbatas.Preliminary product fung-cube validation on fungi learning for high school students. This research aims to know the validity of preliminary product Fung-Cube developed on Fungi learning for high school students. This research is a research and development (R & D) consists of define and design stage which is part of Thiagarajan 4-D models included define, design, develop, and disseminate stage. The develop and disseminate stage is not included because the research only at the design stage of Fung-Cube. The characteristics of preliminary product Fung-Cube developed lies in the real macro Fungi and plant medium from wood waste and patchwork visualize Fungi and environment material. The research sample includes a product validation sample of 2 expert validators. The data collection instruments used expert appraisal questionnaire, observation sheets for target-population analysis, and interviews for needs analysis. The validity test addressed to the questionnaire of preliminary product Fung-Cube. The data analysis by processing expert appraisal questionnaire used percentage. The results of the research showed that preliminary product Fung-Cube was very valid on Fungi learning for high school students, shown by the validation value of material expert 94.2% and design experts 96.9%. Preliminary product Fung-Cube development was very valid on Fungi learning for high school students and ready for a developmental testing.
PENGARUH DOSIS EKSTRAK AIR DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus): SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA KELAS XI PADA MATERI PEMBELAJARAN SISTEM SIRKULASI PADA MANU Ratna Putri Aryani; Trianik Widyaningrum
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2934.574 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus), serta untuk mengetahui dosis ektrak air daun bayam merah yang paling perpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin serta pemanfaatan hasil penelitian dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin tikus putih sebagai sumber belajar biologi SMA siswa kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis ekstrak air daun bayam merah dengan perlakuan yaitu A (1,25% setara dengan dosis 0,12 5 gram/KgBB), B (2,5% setara dengan dosis 0,25 gram/KgBB), C (5% setara dengan dosis 0,5 gram/KgBB), D (10% setara dengan dosis 1 gram/KgBB), dan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air daun bayam merah). Perhitungan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-20 setelah pemberian ekstrak air daun bayam merah. Untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit pada tikus putih dilakukan analisis regresi, untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak air daun bayam merah berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih. Dosis yang paling berpengaruh adalah perlakuan D (dosis ekstrak air daun bayam merah 1 gram/KgBB). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi siswa SMA kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia dalam bentuk power point.Kata kunci : Dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.), Tikus putih (Rattus norvegicus) Jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan Sumber belajar
Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Microteaching Berbasis Perspekti Keterampilan Dasar Mengajar Nani Aprilia; Muhammad Joko Susilo
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.406 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4121

Abstract

Selama ini, evaluasi pembelajaran mata kuliah pegajaran mikro (microteaching) hanya terbatas pada penialaian secara formalitas yang kurang memberikan informasi mendalam mengenai keterlaksan akan dan capain tujuan pembelajaran mata kuliah pegajaran mikro (microteaching). Sehingga perlu adanya inovasi dalam pembelajaran mengingat mata kuliah ini merupakan tahap awal untuk mengasah kompetensi calon guru sebelum diterjunkan pada PPL. Salah satu inovasi penting yang perlu dikembangkan dalam mata kuliah pengajaran mikro (microteaching) adalah pengembangan instrumen evaluasi berbasis keterampilan dasar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian pembelajaran mata kuliah pengajaran mikro (microteaching) berbasis keterampilan dasar mengajar.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Langkah pengembangan dilakukan sebanyak empat kali yaitu: pendahuluan, pengembangan, uji lapangan dan diseminasi. Langkah pendahuluan di maksud untuk mandapat data awal baik dari pustaka maupun lapangan, kemudian pengembangan dimana pada tahap ini akan mengembangkan desain instrumen yang selanjutnya akan dilakukan ujicoba dengan melalui tahapan preliminary field test sehingga produk ini berupa instrumen evaluasi program pembelajaran mata kuliah pengajaran mikro (microteaching).Hasil penelitian, melalui analisis data kebutuhan diperoleh bahwa 1) belum adanya penilaian untuk mata kuliah pengajaran mikro (microteaching) yang menekankan penilaian secara jelas terhadap keterampilan dasar mengajar (KDM) untuk calon praktikan PPL di FKIP UAD. 2) masukan para ahli, kisi-kisi perlu diperbaiki, lebih di integrasi pada proses pembelajaran (pembukaan, inti dan penutup) dan memasukan unsur pendekatan pada kurikulum 2013 yaitu saintifik approach. 3) data ujicoba butir (empirik) dianalisis menggunakan product moment, diperoleh ada beberapa item/ pernyataan lebih kecil dari koefisien korelasi tabel untuk tara signifikasi 5%, Namun setelah revisi, semua item pernyataan valid. 4) Sedangkan untuk hasil analisis reliabilitas dengan menggunakan Alfa Cronbach diperoleh nilai hitung koefisien reliabiltas 0,715 yang tergolong reliabilitas tinggi. 5) untuk kualitas penggunaan/ keefektifan instrumen diperoleh dari 10 penilai 6 penilai menyatakan baik dengan persentase 60%, dan 4 orang menyatakan kurang dengan persentase 50%.

Page 11 of 28 | Total Record : 274