cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bioedukatika
ISSN : 23386630     EISSN : 25415646     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
"JURNAL BIOEDUKATIKA" focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of Biology Education. The article published on the internal and external academic community UAD especially in Biology Education. "JURNAL BIOEDUKATIKA" publishes scholarly articles in biology education scope covering: biology curriculum, teaching biology, instructional media, and evaluation. Published article published is the article the results of research, studies or critical and comprehensive scientific study on important issues and current job descriptions included in the journal.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Pengembangan Multimedia Interaktif pada Materi Sistem Saraf untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMA Kelas XI Merti Triyanti
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.906 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i2.4148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan multimedia interaktif yang layak digunakan dalam pembelajaran biologi; 2) mengetahui kualitas multimedia interaktif hasil pengembangan ditinjau dari aspek kelayakan isi, bahasa dan gambar, penyajian dan kegrafikaan, menurut ahli materi, ahli media, guru biologi, dan teman sejawat, 3) mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa setelah menggunakan multimedia interaktif Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D. Tahapan model 3-D meliputi define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penilaian produk dilakukan oleh satu ahli materi yang meliputi aspek kelayakan isi, dan aspek bahasa dan gambar, satu ahli media yang meliputi aspek penyajian, dan aspek kegrafikaan, satu guru biologi, dan tiga teman sejawat yang meliputi aspek kelayakan isi, bahasa dan gambar, penyajian, dan kegrafikan. Subjek ujicoba produk adalah siswa kelas XI SMA N 2 Wates, sembilan siswa untuk ujicoba terbatas, dan 29 siswa untuk ujicoba lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, lembar observasi, dan tes (pretest-posttest).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) multimedia interaktif yang dikembangkan telah layak digunakan dalam pembelajaran biologi; 2) kualitas multimedia interaktif ditinjau dari aspek kelayakan isi, menurut ahli materi, ahli media, guru biologi, dan teman sejawat memiliki kategori sangat baik; 3) terjadi peningkatan motivasi siswa sebelum dan setelah menggunakan multimedia interaktif dengan nilai rerata angket sebesar 29,34 dan 32,80 serta memiliki kategori sedang dengan nilai gain score sebesar 0,33; dan 4) terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan multimedia interaktif dengan kategori sedang dengan rerata gain sebesar 0,42 dan peningkatan 68,97% siswa yang mencapai ketuntasan belajar.
The Influence Of Socio-Scientific Issues On Reflective Judgment Of High School’s Student In Ecosystem Material Naafi Aisya; Yuni Wibowo; Tien Aminatun
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.929 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i2.5346

Abstract

This research is aimed to (1) determined the effect of learning strategy Socio-scientific Issues on students reflective judgment. This research was a quasi-experimental design with pre-test experimental post-test control group. The variables of this study consists of independent variable implementation strategy Socio-scientific Issues, the dependent variable was reflective judgment students ability. The sampling technique used purposive random sampling. The validity of the research instrument used content validity, construct and empirically validity. Test reliability was calculated used Cronbach's Alpha R11= 0.706. Analysis of the data in this study used the Wilcoxon test for reflective judgment. This result showed a significant difference of concept understanding  and reflective judgment between experimental class and control class with a significance level of 0.000. Thus, it can be concluded that the application of learning strategies Socio-scientific Issues effected on the reflective judgment student on the ecosystem (hydrological cycle) material.
PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) DENGAN PEMBERIAN KOMPOS BERBAHAN DASAR DAUN KRINYU (Chromolaena odorata L.) Puja Kesuma; Zuchrotus Salamah
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3097.36 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) yang diberi perlakuan dengan pemberian kompos berbahan dasar daun krinyu (Chromolaena odorata L.), dan untuk mengetahui komposisi kompos berbahan dasar daun krinyu (Chromolaena odorata L.) dan tanah yang efektif terhadap pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.).Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan antara lain : K : kontrol (tanpa kompos) dan 2,5 kg tanah, A1: kompos 0,12 5 kg dan tanah 2,37 5 kg, A2:kompos 0,25 kg dan 2,25 kg tanah, A3:kompos 0,5 kg dan 2 kg tanah, A4:kompos 0,75 kg dan 1,75 kg tanah, A5:kompos 1 kg dan 1,5 kg tanah. Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA). Apabila terdapat beda nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa pertumbuhan bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) dengan pemberian kompos berbahan dasar daun krinyu (Chromolaena odorata L.) menunjukkan hasil yang baik dan komposisi pemberian pupuk kompos berbahan dasar daun krinyu (Chromolaena odorata L.) dan tanah yang efektif untuk pertambahan bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) adalah pada perlakuan A2 (Komposisi kompos 0,25 kg dan tanah 2,25 kg). Hasil penelitian ini diharapkan dapat diterapkan langsung sebagai alternatif sumber belajar Biologi SMA kelas XII pada materi pembelajaran pertumbuhan pada tumbuhan dalam bentuk power point.Kata kunci : pertumbuhan, bayam cabut (Amaranthus tricolor L.), dan kompos daun krinyu (Chromolaena odorata L.).
Uji Resistensi Bakteri Escherichia Coli dari Sungai Boyong Kabupaten Sleman terhadap Antibiotik Amoksisilin, Kloramfenikol, Sulfametoxasol, dan Streptomisin Hadi Sasongko
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.582 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4108

Abstract

Resistensi mikrobia merupakan masalah yang serius dihadapi oleh ahli-ahli mikrobiologi kesehatan. Hal ini menimbulkan masalah yang menyebabkan antibiotika menjadi tidak berkhasiat bagi penyembuhan penyakit infeksi, perawatan menjadi lebih lama, dan biaya perawatan menjadi lebih tinggi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui resistensi bakteri SE. Coli yang diisolasi dari air sungai dan air rumah tangga sepanjang Sungai Code wilayah Kabupaten Sleman terhadap antibiotika amoksisilin, kloramfenikol, sulfametoxasol, dan streptomisin.Isolasi E. coli dari sumber air sungai dan air rumah tangga dilakukan dengan cara taburan menggunakan medium kromogenik TBX, sedangkan uji resistensi menggunakan metode difusi padat cara Kirby Bauer yang dimodifikasi menngunakan medium Mueller Hinton Agar (MHA). Inokulasi isolat E.coli pada medium MHA dilakukan secara apus menggunakan kapas kidi streril, selanjutnya diletakkan disk antibiotika amoksisilin, kloramfenikol, sulfametoxasol, dan eritromisin di atasnya. Inkubasi dilakukan pada 37 derajat celcius selama 24 jam. Bakteri dapat dikatakan resisten, intermediet ataupun sensitif dengan mengukur zona hambat pada media uji, kemudian membandingkannya dengan Tabel Interpretasi Zona Hambat Standar dari BSAC version 8, January 2009.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : Isolat bakteri E.coli dari air sungai dan air rumah tangga sepanjang Sungai Code wilayah Sleman telah resisten terhadap antibiotik, khususnya amoksisilin dan streptomisin. Hasil uji resistensi memperlihatkan untuk amoksisilin 80% dan 66.7%, Kloramfenikol : 20% dan 6.7% ; Sulfametoxasol : 33.3% dan 46.7%, serta streptomisin 73.3% dan 86.7%.
Deskripsi Hasil Perkuliahan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi S1 Universitas Muhammadiyah Metro Hening Widowati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.317 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i1.4143

Abstract

Penelitian deskriptif ini dilakukan pada program studi Pendidikan Biologi pada semester ganjil dan genap 2013/2014, melalui studi dokumentasi terhadap entry pemaketan mata kuliah yang terdata dalam KRS (Kartu Rencana Studi), serta KHS/Kartu Hasil Studi mahasiswa. Diperoleh rerata paket mata kuliah maksimal/24 sks semester ganjil dan genap berhasil diprogramkan oleh 90% mahasiswa, dengan perolehan IP rerata 90% mahasiswa adalah 3,0. Capaian hasil belajar secara umum mengalami penurunan. Pada nilai A menurun 4,67%, A- menurun 6,75%, B+ menurun 1,9%. Di sisi lain terjadi kenaikan prosentase mahasiswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM, yaitu terjadi peningkatan jumlah mahasiswa yang mendapatkan nilai di bawah B termasuk nilai yang belum lulus karena permasalahan mahasiswa tertentu dengan peningkatan hampir 100%. Kondisi ini memperkuat kesimpulan terjadinya penurunan hasil perkuliahan secara keseluruhan.
Peranan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Terhadap Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Dian Samitra
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.119 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i2.5024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap keterampilan proses dan hasil belajar biologi siswa kelas X. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Lubuklinggau tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan populasi siswa kelas X yang terdiri dari 9 kelas. Sampel adalah siswa kelas X.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.8 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi berbentuk lembar observasi dan tes tertulis berbentuk uraian sebanyak 9 butir soal, dimana data hasil belajar dianalisis dengan menggunakan uji-t. Untuk keterampilan proses, rata-rata keseluruhan aspek keterampilan proses siswa menggunakan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) yaitu 76,11 % dengan kategori baik. Hal ini berarti keterampilan proses siswa menggunakan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) pada kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau memperoleh kategori baik. Berdasarkan nilai rata-rata tes awal kelas eksperimen 45,71, nilai rata-rata tes akhir 72,16. Berarti terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 28,14. Nilai rata-rata tes awal pada kelas kontrol adalah 45,86 dan nilai rata-rata tes akhir adalah 61,40. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t mengenai kemampuan akhir menunjukkan bahwa thitung  > ttabel  (3,52 > 1,67). Hal ini berarti ada pengaruh pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau.
Model Pembelajaran OIDDE pada Matakuliah Pengetahuan Lingkungan untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Calon Guru Biologi Husamah Husamah; Diani Fatmawati; Dwi Setyawan
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.375 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i2.7321

Abstract

Pembelajaran yang diterima mahasiswa calon guru biologi harus mendorong untuk berpikir kritis dan mampu menjadi problem solver. Salah satu pembelajaran yang secara teoritis dapat menstimulasi berpikir kritis adalah model pembelajaran OIDDE (Orientation, Identify, Discussion, Decision, dan Engage in behavior). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran OIDDE dan menganalisis peningkatan sepuluh indikator keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan Lesson Study. Subjek penelitian adalah 47 mahasiswa semester V yang menempuh mata kuliah Pengetahuan Lingkungan di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan, setiap siklus terdiri dua kali pertemuan selama 3x50 menit. Masing-masing pertemuan dilaksanakan dengan Lesson Study yang memenuhi tahap Plan, Do, dan See serta digabungkan dengan tindakan kelas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, didukung dengan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) model pembelajaran OIDDE telah dilaksanakan sesuai sintaks, ada perbaikan proses pada tiap siklus, dan 2) kesepuluh indikator keterampilan berpikir kritis mengalami peningkatan, yaitu tujuan 16,9%, permasalahan 17,8%, menyikapi masalah 22,3%, sudut pandang 24,3%, informasi 19,5%, konsep 21,2%, asumsi 12,5%, alternatif solusi 8,1%, interpretasi 21,0%, dan implikasi 21,8%. Semua indikator pada siklus 2 berdasarkan rerata termasuk dalam kategori sangat baik.OIDDE Learning Model in Environmental Science Course to Increase Critical Thinking Skills of Students of Biology Teacher Candidate. Learning received by biology teacher candidates students should encourage them to think critically and become problem solver. The learning model that theoretically could stimulate critical thinking is the OIDDE (Orientation, Identify, Discussion, Decision, dan Engage in behavior). This study aim to describe the application of OIDDE learning model and to analyze the improvement of ten indicators of critical thinking skills. This research was a Classroom Action Research that conducted with Lesson Study. The research subject is 47 students, semester V, who take Environmental Science course in Biology Education Department, University of Muhammadiyah Malang. The study was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of two meetings for 3x50 minutes. Each meeting is carried out with Lesson Study stages of Plan, Do, and See and combined with classroom action research. The data were analyzed descriptively qualitative supported with quantitative data. The results show that 1) OIDDE learning model has been implemented in according to syntax, the process improved in each cycle, and 2) ten indicators of critical thinking skills have increased, i.e. objective 16.9%, problem 17.8%, address the problem 22.3%, viewpoint 24.3%, information 19.5%, concept 21.2%, assumption 12.5%, alternative solution 8.1%, interpretation 21.0%, and implications 21.8%. All indicators in cycle 2 based on the average are excellent category.
Oil Extraction and Production of A Biodiesel Using Vegetable Oil Derived From Algae (Scenedesmus dimorphus) Indro Prastowo
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.994 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i2.4102

Abstract

Biodiesel is a biofuel which is projected to substitute diesel oil.Keyword: Scenedesmus dimosphus, biodiesel, sand, n-hexane
Efektifitas Pembelajaran Biologi dengan Pendekatan Saintifik Menggunakan Media Wheel Concerned Yati Utami Purwaningsih
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.445 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4127

Abstract

Pembelajaran Biologi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan konsep dan prinsip biologi. Fakta di atas menunjukkan perubahan konsep pembelajaran menjadi tuntutan. Maka melalui kurikulum 2013 proses pembelajaran diperkuat dengan pendekatan saintifik dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Mencermati substansi penting kurikulum 2013 dan permalahannya sebagai guru di sekolah piloting, pembelajaran yang dirasa rumit repot menjadi mudah, efektif dan menyenangkan, yaitu menggunakan media Wheel Concerned pada pembelajaran biologi dengan pendekatan saintifik, yang diadopsi dari permainan Rolet (Roulette) dan bersifat game & fun. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dari penilaian untuk mendapatkan umpan balik dari media yang diterapkan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media Wheel Concerned secara signifikan meningkatkan efektifitas pembelajaran Biologi dengan pendekatan saintifik yang ditunjukkan dari hasil penilaian sikap, unjuk kerja dan produk, berturut-turut: skor rata-rata (4,12) kategori baik, (4,20) kategori baik, (4,40) kategori sangat baik. Selain itu nilai tugas menjadi meningkat melalu penerapan konsep yang diterapkan dari tugas-tugas yang ada di dalam media Wheel Concerned.
Penerapan Model Pembelajaran NHT melalui Lesson Study untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Mahasiswa pada Matakuliah Biologi Umum Nugroho Aji Prasetiyo; Zuni Mitasari
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.988 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i1.4734

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan mengemukakan pendapat mahasiswa yang menempuh matakuliah biologi umum dengan menerapkan model pembelajaran Number Head Together (NHT) NHT melalui Lesson study (LS). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang ditempuh dengan tujuan untuk memperbaiki praktik pembelajaran secara nyata di dalam kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan tindakan (observation) dan refleksi (reflection), pada setiap pertemuan menerapkan tahapan LS, yaitu plan, do, dan see. Berdasarkan hasil analisis data nilai pemahaman konsep mahasiswa meningkat dari siklus I ke siklus III, yaitu  70,74% pada siklus I, 80% pada siklus II dan 81,3% pada siklus III. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan mengemukakan pendapat mahasiswa meningkat dari siklus I hingga siklus III. Pada siklus I jumlah persentase nilai kemampuan mengemukakan pendapat mahasiswa sebesar 80,63%, meningkat menjadi 87,7% pada siklus II, dan sebesar 87,85% pada siklus III. Model pembelajaran NHT melalui LS mampu meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan mengemukakan pendapat mahasiswaKata kunci: NHT, LS, pemahaman konsep, kemampuan mengemukakan pendapat