cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bioedukatika
ISSN : 23386630     EISSN : 25415646     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
"JURNAL BIOEDUKATIKA" focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of Biology Education. The article published on the internal and external academic community UAD especially in Biology Education. "JURNAL BIOEDUKATIKA" publishes scholarly articles in biology education scope covering: biology curriculum, teaching biology, instructional media, and evaluation. Published article published is the article the results of research, studies or critical and comprehensive scientific study on important issues and current job descriptions included in the journal.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Uji Kelayakan Modul Animalia Kontekstual Berbasis Level of Inquiry untuk Siswa SMA di Wilayah Pesisir Afifah Eka Putri; Murni Ramli; Suciati Suciati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.042 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i2.6482

Abstract

Pembelajaran materi Animalia secara kontekstual menjadi salah satu solusi untuk mempermudah memahami materi Animalia. Selain itu, penggunaan modul dan model pembelajaran Level of Inquiry (LoI) diharapkan dapat membantu mempelajari materi Animalia. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui: (1) karakteristik modul Animalia kontekstual berbasis LoI, (2) kelayakan modul Animalia kontekstual berbasis LoI. Metode penelitian menggunakan sembilan langkah model penelitian dan pengembangan Borg & Gall. Data yang diperoleh yaitu data hasil validasi ahli, validasi praktisi pendidikan, dan hasil uji coba dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa modul Animalia kontekstual berbasis LoI dikembangkan sesuai sintaks LoI.  Modul Animalia kontekstual berbasis LoI dinyatakan layak oleh ahli materi sebesar 85%, ahli pengembangan desain dan keterbacaan modul 91,07%, ahli perangkat pembelajaran 82%, ahli bahasa 81%, praktisi pendidikan 89,42%, dan siswa 87,67%. Hasil uji operasional diperoleh bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi (73,34) daripada kelas kontrol (65,93) dan terdapat perbedaan signifikansi dengan nilai signifikansi 0,02.Feasibility Test Animalia Contextual Module Based on Level of Inquiry for Senior High School Students’ in Coastal Area. Contextual learning was one of the solutions to facilitate Animalia’s subject matter. Furthermore, module and Level of Inquiry Model were expected to facilitate in learning Animalia subject matter. This study aim to determine (1) characteristics Animalia contextual module based on LoI, and (2) feasibility of Animalia contextual module based on LoI. The research used nine step of Borg & Gall’s research and development model. The data were collected from expert validation, educational practitioner validation, and operational test. The data were analyzed quantitative descriptive. Results of research and development show that the LoI-based contextual Animalia modules developed according to the syntax of the LoI. Module-based contextual Animalia LoI declared eligible by subject matter experts by 85%, expert module development, design and readability of 91.07%, a learning device 82%, 81% linguists, education professionals 89.42%, and 87.67% students. The operational test results obtained that the average value of the experimental class posttest is higher (73.34) than the control class (65,93) and there is a significant difference with the significance value of 0,02.
Meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran berbasis inkuiri Insar Damopolii; Aksamina M. Yohanita; N Nurhidaya; M Murtijani
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.003 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i1.8029

Abstract

Keterampilan proses sains (KPS) merupakan keterampilan yang dibutuhkan siswa saat mereka melakukan penyelidikan. Keterampilan ini dibutuhkan oleh siswa dalam proses penyelidikan untuk memecahkan masalah dari suatu fenomena alam yang ada di sekitar mereka. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di kelas XI IPA SMA Yapis Manokwari. Jumlah subjek sebanyak 19 orang siswa. Instrumen penelitian terdiri dari tes hasil belajar dan tes KPS. Indikator KPS yang diukur adalah mengamati, menyusun hipotesis, mengukur, interpretasi data dan membuat kesimpulan. Hasil validasi oleh ahli menunjukkan bahwa instrumen sangat valid untuk digunakan. Analisis data menggunakan persentasi capaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains siswa pada siklus I sebesar 84,21% meningkat menjadi 94,74% pada siklus II, besar peningkatan adalah 10,53%, dan berada pada ketagori baik sampai kategori sangat baik. Ketuntasan belajar siswa pada pada siklus I sebesar 89,47%, meningkat menjadi 94,74% pada siklus II. Besar peningkatan hasil belajar adalah 5,27%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Yapis Manokwari dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis inkuiri.Increasing science process skill and learning outcomes through inquiry-based learning. Science process skills (SPS) are skills students need when they conduct an investigation. These skills are required by students in the process of inquiry to solve the problem of a natural phenomenon that exists around them. The research aimed to improve the science process skills and students' achievement. The type of research was classroom action research. The research was conducted in the grade XI IPA of SMA Yapis Manokwari. The number of subjects as many as 19 students. The research instrument consists of a test of student achievement and a test of SPS. The measured SPS indicators were observing, preparing hypotheses, measuring, interpreting data and making conclusions. The result of validation by the expert showed that the instruments were very valid to use. Data analysis used percentage achievement. The results showed that the improvement of students' science process skills in the 1st cycle of 84.21% increased to 94.74% in 2nd cycle, the improvement was 10.53%, and was in a good category to very good category. Student learning completeness on the 1st cycle of 89.47%, improved to 94.74% in 2nd cycle. The improvement in students' achievement was 5.27%. The conclusion of this research is the science process skills and the students' achievement of grade XI IPA of SMA Yapis Manokwari can be improving through inquiry-based learning.
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TEPUNG TULANG IKAN PATIN (Pangasius pangasius) DAN PELET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR PROTEIN IKAN LELE (Clarias sp.) Agus Tri Susanto; Trianik Widyaningrum
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2851.825 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran tepung tulang ikan patin dan pelet terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele, untuk mengetahui komposisi campuran tepung tulang ikan patin dan pelet yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu komposisi tepung tulang ikan patin dan pelet dengan komposisi 0% : 100%, 10% : 90%, 20% : 80%, 30% : 70%, 40% : 60% dengan pemberian makan sebanyak 5 % dari berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi campuran tepung tulang ikan patin berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele, komposisi pemberian tepung tulang ikan patin dan pelet dengan perbandingan 40% : 60% merupakan komposisi yang paling berpengaruh terhadap pertambahan berat, panjang dan kadar protein lele. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa SMA Kelas XII pada materi pembelajaran pertumbuhan pada hewan.Kata Kunci : Tulang ikan patin (Pangasius pangasius), Lele (Clarias sp), Pertumbuhan, Kadar protein, Sumber belajar.
Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi UAD Melalui Model Belajar Kelompok dan Media Pembelajaran Imitasi Persilangan pada Mata Kuliah Genetika Trianik Widyaningrum; Arief Abdillah Nurusman
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.451 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4122

Abstract

Salah satu program studi di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan adalah Program studi Pendidikan Biologi. Pada tahun 2011 Program studi Pendidikan Biologi membuka Kelas baru yang berstandar Internasional dengan mahasiswa yang dibatasi yaitu 25 mahasiswa. Berdasar hasil belajar mahasiswa Pendidikan Biologi semester lima tahun ajaran 2010/2011 pada mata kuliah genetika terlihat cukup memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan prestasi belajar mahasiswa pendidikan biologi UAD khususnya pada kelas berstandar Internasional melalui model belajar kelompok dan media pembelajaran imitasi persilanganPenelitian ini dilakukan di UAD kampus 3 Jl. Prof. Dr. Soepomo Janturan Yogyakarta mulai bulan September 2012 dengan menyesuaikan kalender akademik semester gasal tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan biologi UAD kelas berstandar Internasional semester lima yang berjumlah 25 mahasiswa yang dikelompokan menjadi 5 kelompok dan diberikan pembelajaran dengan model belajar kelompok dengan bantuan media pembelajaran imitasi persilangan, dengan melibatkan 1 dosen pengampu mata kuliah dan 1 dosen pengamat penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggabungkan instrumen-instrumen penelitian yaitu data observasi keaktifan mahasiswa dan Hasil Belajar MahasiswaBerdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata kuliah Genetika yang terdiri dari 2 siklus, serta melakukan pengamatan pada kegiatan tersebut, dapat dirumuskan kesimpulan bahwa prestasi belajar mahasiswa sebelum menggunakan variasi model pembelajaran dan media pembelajaran menunjukkan prestasi yang kurang memuaskan. Aktifitas mahasiswa selama proses pembelajaran genetika dengan metode ceramah, tanyajawab, penugasan, model belajar kelompok dan penggunaan media pembelajaran menunjukkan perubahan yang positif.
Hubungan antara Sikap, Kemandirian Belajar, dan Gaya Belajar dengan Hasil Belajar Kognitif Siswa Syamsu Rijal; Suhaedir Bachtiar
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.33 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i2.4149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara variabel sikap, kemandirian belajar dan gaya belajar dengan hasil belajar kognitif biologi. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto. Instrumen penelitian berupa angket yang digunakan untuk memperoleh data sikap, kemandirian belajar, dan gaya belajar siswa. Dokumentasi, digunakan untuk memperoleh nilai hasil belajar kognitif biologi. Pengumpulan data sikap, kemandirian, dan gaya belajar siswa dilakukan melalui pemberian angket (kuesioner) kepada siswa. Data hasil belajar kognitif siswa diperoleh dari nilai ulangan semester. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik inferensial dengan uji korelasi product moment, regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara: (i) sikap siswa dengan hasil belajar kognitif Biologi, dengan nilai korelasi sebesar 0,621, (ii) kemandirian belajar siswa dengan hasil belajar kognitif Biologi, dengan nilai korelasi sebesar 0,579, (iii) gaya belajar siswa dengan hasil belajar kognitif Biologi, dengan nilai korelasi sebesar 0,577, (iv) sikap, kemandirian belajar dan gaya belajar siswa dengan hasil belajar kognitif Biologi.
Profil Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Calon Guru Biologi pada Matakuliah Microteaching Putri Agustina; Alanindra Saputra
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.655 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i1.5670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru Biologi pada matakuliah Microteaching. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta yang menempuh matakuliah Microteaching. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa yang menempuh matakuliah Microteaching pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 sejumlah 190 mahasiswa. Sampel diambil secara purposif sehingga diperoleh tiga kelas sebagai sampel yaitu kelas A, B, dan C yang berjumlah 59 mahasiswa. Aspek keterampilan dasar mengajar yang dianalisis meliputi keterampilan menyusun skenario pembelajaran, membuka pelajaran, menjelaskan, bertanya, mengelola proses pembelajaran, mengadakan variasi, menggunakan media pembelajaran, memberikan penguatan, dan menutup pembelejaran. Teknik pengumpulan data dengan observasi yang dilaksanakan dengan menggunakan rubrik penilaian kinerja (performance assessment). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diketahui bahwa skor capaian keterampilan dasar mengajar pada matakuliah microteaching mengalami peningkatan pada kedua tampilan latihan mengajar. Jika dilihat dari rata-rata capaian setiap aspek maka skor keterampilan menyusun skenario pembelajaran sebesar 71.65, membuka pelajaran sebesar 69.5, menjelaskan sebesar 71.9, bertanya sebesar 71.3, mengelola proses pembelajaran sebesar 70.7, mengadakan variasi sebesar 70, menggunakan media pembelajaran sebesar 73.5, memberikan penguatan sebesar 71.7, serta keterampilan menutup pelajaran sebesar 70.8. Berdasarkan hasil tersebut, keterampilan dasar mengajar mahasiswa sudah cukup  baik pada beberapa aspek namun, pada aspek keterampilan membuka pelajaran, mengadakan variasi, dan menutup pelajaran masih perlu dilatihkan lebih lanjut.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VII B MELALUI METODE PEMBELAJARAN OBSERVASI PADA MATERI KLASIFIKASI HEWAN DI SMP NEGERI 2 KASIHAN BANTUL TAHUN AJARAN 2011/2012 Gangsar Tri Handini; Muhammad Joko Susilo
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2827.079 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4081

Abstract

Penggunaan metode yang baik dan tepat dapat berpengaruh dalam proses dan pencapaian tujuan pembelajaran. Seperti yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas VII B SMP Negeri 2 Kasihan Bantul bahwa aktivitas belajar siswa masih rendah dan belum mencerminkan pembelajaran yang terpusat pada siswa selain itu hasil belajar siswa belum sesuai dengan standar KKM sekolah. Karena itu diperlukan solusi untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa adalah dengan menggunakan metode observasi. Tujuannya untuk mengetahui apakah metode observasi dapat memperbaiki kualitas proses pembelajaran siswa pada materi klasifikasi hewan, dan mengetahui berapa siklus yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran pada materi klasifikasi hewan di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Negeri 2 Kasihan Bantul sebanyak 2 siklus dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VII B sebanyak 38 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal objektif, dengan perolehan data melalui observasi aktivitas siswa. Post-tes sebagai data tingkat pemahaman siswa. Penggunaan metode pembelajaran observasi dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran, dan meningkatkan pemahaman siswa dengan perbaikan pembelajaran disiklus II. Berdasarkan dilihat dari hasil peningkatan aktivitas belajar siswa yaitu 32 ,89 % menjadi 44,74 %, dan hasil nilai rata-rata pemahaman siswa dari posttes siklus I dan Siklus II yaitu 66,18 menjadi 75,39.Kata kunci: Pemahaman siswa, Metode Pembelajaran Observasi, Klasifikasi Hewan, Aktivitas belajar
Analisis Vegetasi Strata Semak Berdasarkan Cluster Lingkungan Abiotik di Sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta sebagai Sumber Belajar Biologi SMA Kelas X Trikinasih Handayani; Yusi Yustiah
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.006 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis strata semak yang memiliki peranan paling besar berdasarkan indeks nilai pentingnya, indeks diversitas jenis-jenis strata semak, dan hubungan antara faktor lingkungan abiotik yang terukur meliputi: kelembaban udara, suhu udara, suhu tanah, pH tanah, unsur N,unsur P, unsur K, dan KPK tanah dengan pola pengelompokkan stand vegetasi strata semak di sempa dan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta, serta untuk mengetahui apakah proses dan hasil penelitian analisis vegetasi strata semak berdasarkan cluster lingkungan abiotik di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta, memiliki potensi sebagai sumber belajar biologi SMA kelas X pada materi pembelajaran struktur dan fungsi ekosistem terestrial.Pengamatan terhadap jenis-jenis strata semak menggunakan metode point centered quarter. Lokasi penelitian dilakukan di sepanjang sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta, dengan masing-masing luas area kajian 383.333 m2. Setiap area kajian di buat 20 stand, dan setiap stand diletakkan garis transek utama sepanjang 300 m, selanjutnya dibuat 10 titik sampling yang memotong transek utama yang berjarak masing-masing 30 m. Metode analisis cluster bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan abiotik yang terukur dengan pola pengelompokkan stand vegetasi strata semak di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta. Penghitungan metode ini dibantu dengan program SPSS versi 16.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta telah ditemukan 19 jenis strata semak. Jenis-jenis strata semak yang memiliki rerata INP tertinggi yaitu Bambusa sp. 120,77%, Musa paradisiaca L. 67,92%, dan Manihot utillissima Pohl. 30,07%. Indeks diversitas jenis-jenis strata semak yaitu 0,54. Berdasarkan analisis cluster dapat dikelompokkan menjadi dua cluster. Faktor lingkungan abiotik yang berkaitan dengan pola pengelompokkan stand vegetasi strata semak yaitu suhu udara, unsur nitrogen (N), unsur hara fosfor (P), kalium (K), dan kapasitas pertukaran kation (KPK). Akan tetapi, faktor lingkungan abiotik yang tidak berkaitan dengan pola pengelompokkan stand yaitu kelembaban udara, suhu tanah, dan pH tanah. Melalui hasil pengkajian penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi SMA kelas X pada materi pembelajaran struktur dan fungsi ekosistem terestrial.
Pemanfaatan Lingkungan Sekolah sebagai Sumber Belajar dalam Lesson Study untuk Meningkatkan Metakognitif Yuni Pantiwati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.127 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i1.4144

Abstract

Pemanfaatan lingkungan sekolah dengan dua pola yaitu di dalam kelas dan di luar kelas. Kegiatan di dalam kelas memperhaatikan tujuan, materi, trategi, karakter siswa, dan alokasi waktu, sedang di luar kelas dengan cara bebas, terkontrol, perorangan, dan kelompok. Model pembelajarannya menggunakan pembelajaran aktif dengan berbagai strategi dan pendekatan yang berpusat pada siswa. Pembelajaran dikemas dalam program Lesson Study, yaitu tahap Plan, Do, dan See. Dalam tahapan ini juga menanamkan kesaadaran metakognitif melalui tahapan memahami, mengendaikan, dan memanipulasi proses kognisi.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Konteks dan Kreativitas untuk Melatihkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar Sistiana Windyariani; Setiono setiono; Astri Sutisnawati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.316 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i2.5326

Abstract

Tujuan penelitian ini mengembangkan bahan ajar berbasis konteks dan kreativitas untuk meningkatkan literasi sains siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian R & D (Penelitian dan Pengembangan) yang meliputi tiga tahap penelitian yaitu: 1) Studi Pendahuluan, 2) Pengembangan bahan ajar, dan 3) Uji coba bahan ajar. Studi pendahuluan dilakukan dengan studi kurikulum IPA di SD dan survey lapangan terhadap guru-guru kelas 4 dan 5 SD di kota sukabumi sebanyak 16 orang. Pengembangan model berupa penyusunan bahan ajar serta validasi oleh expert judgement dan peer reviewer. Uji coba terbatas dan uji coba lebih luas bahan ajar. Tanggapan dari guru dilakukan dengan memberikan kuosioner kepada 3 orang guru. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, berdasarkan analisis kurikulum pembelajaran IPA di SD menuntut adanya pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dengan praktikum untuk menanamkan konsep/konten yang selaras dengan kemampuan literasi sains, 2) telah dihasilkan 3 buah bahan ajar dengan konteks: a) Kemanakah Perginya Capung?, b) Mengapa Hujan Turun?, c) Mengapa gigi kita bisa sakit?. 3) Hasil uji coba terbatas dan lebih luas dijadikan pijakan untuk pengembangan bahan ajar, 4) umumnya guru memberikan respon yang baik terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan.