cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)
ISSN : 25492683     EISSN : 25277057     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraaan (JPK) The purpose of the publication of this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of Pancasila and Civics Education, will publish the journal twice a year: in January and July
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
PENGARUH KETERSEDIAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PPKn SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BANGOREJO BANYUWANGI harjianto, Harjianto
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i1.291

Abstract

This research aimed to measure the effect of the availability of audio-visual media to the 8th grade students’ learning citizenship education activeness SMPN 2 Bangorejo Banyuwangi. This type of research included a quantitative research design Ex-Post-Facto. In determining the respondents the researchers used proportional random sampling method with the number of respondents 50 students. This research uses simple linear regression analysis of the predictor. To determine the effect of independent variables on the dependent variables, can be seen on the probability of the inefficiency of the regression analysis. The analysis is done with the help of the SPSS program. Output of this research known that the value of t=3.858 with the significant value 0,000 < 0,05, Ho rejected and H1 accepted which means there is a real effect (significant) of visual media availability to the students’ learning activeness. The influence of the availability of audio visual media to the students’ learning activeness is 23.7%. This means that there is impact on availability of audio-visual media to 8th grade students’ learning activeness SMPN 2 Bangorejo Banyuwangi.
PENCEGAHAN FRAUD DI LINGKUP PERBANKAN SESUAI PRINSIP KEPERCAYAAN (FIDUCIARY RELATION PRINCIPLE) UNDANG-UNDANG PERBANKANNOMOR 10 TAHUN 1998 PASAL 29 AYAT (4) Andrie Djatmiko, Andreas
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i1.294

Abstract

Fraud represent a[n deed contempt of court (illegally), conducted by individual in and also outside organization, on the basis of intention or intention, as a mean to profit organization and also individual executing the the action and can result incidence of a loss materially and also non natural material by institution or company of banking specially. Categorize collision (such fraud) here conducted collision intentionally to procedure and also standard and or code of etik, including but do not limited to collision having the character of criminal like transgression of crime and or regulation of banking of which can cause, almost cause or have caused loss of material and non material to client or bank and or either through indirect or direct able to give advantage to worker, worker family or other third party. Application of number code/law 10 year 1998 as change of number code/law 7 year 1992 about banking expected to be able to give rule of law to itself bank and also client. To depositor client and also lender to get protection of adequate law and to bank alone is to realize stable and healthy banking system. Mentioned in Chapter of V number code/law 10 year 1998 about Construction and Observation, section 29 sentence (4) in giving credit and conduct other business activity, bank is obliged to go through the way of harmless of bank and importance of client entrusting its fund to bank
GERAKAN NASIONAL PEMUDA BERKARAKTER DALAM PEMBANGUNAN MENTALITAS BUDAYA ANTI KORUPSI BERTINGKAT Salisul khakim, Muhamad
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i1.297

Abstract

The study was based on the background of the nation's problems are increasingly complex and fundamental, which is indicated by a weak cultural mentality that led to the character of the Indonesian nation in crisis, so the impact on the overall culture of corruption. This paper aims to discuss the development of anti-corruption culture mentality through national movement of youth character. Construction of this mentality is addressed to young people, because of the demographic bonus must be used to reconstruct the mindset of the character in accordance with the national identity. This movement is done through the education system that directly lead character on the basis of mental problems. This research method using descriptive qualitative approach. The data used is secondary data, namely the study of literature. Data analysis techniques in this study through three grooves of reduction, presentation, and verification of data. The results of this study is the relationship of weakness mentality of the Indonesian nation at the present time that need to improve fundamentally, as in the concept of an iceberg, namely the improvement of things that do not seem to fix the problems that appear to be systematically and comprehensively. The weakness can be overcome through character education, in an effort to establish an anti-corruption culture mentality. 
PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL Dwi Primantoro, Alfian
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1 No 1 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v1i1.298

Abstract

Pendidikan nilai moral sebagai pemecah masal atau isu-isu Global antara lainpelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM), fenomena kekerasan, dan penyalahgunaan narkotika Yang sekarang ini marak terjadi disemua negara. Banyak langkah-langkah melalui pendidikan nilai moral, melalui perbandingan antar negara, teori nilai moral, pendekatan, metode dan tekhnik pendidikan nilai moral. Solusi tersebut sangat diharapkan untuk menyelesaikan masalah dan isuisu didalam tatanan global
PENGARUH KEGIATAN UKM PRAMUKA TERHADAP SIKAP PATRIOTISME MAHASISWA PROGRAM STUDI PPKn DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Harjianto, Harjianto
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1 No 1 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v1i1.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kegiatan UKM pramuka terhadap sikap patriotisme mahasiswa program studi PPKn Universitas PGRI Banyuwangi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan Ex–Post–Facto. Dalam menentukan responden, peneliti menggunakan metode population research dengan jumlah populasi sebanyak 20 mahasiswa PPkn yang tergabung dalam UKM Pramuka Progarm Studi PPKn Universitas PGRI Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana satu prediktor. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dapat dilihat pada probabilitas koefisiensi dari analisis regresi. Analisis tersebut dilakukan dengan bantuan program SPSS. Output dari penelitian ini dapat diketahui nilai t hitung = 3.643 dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05, Maka Ho ditolak H1 diterima, yang berarti ada pengaruh nyata (signifikan) kegiatan UKM pramuka terhadap sikap patriotisme mahasiswa program studi PPKn Universitas PGRI Banyuwangi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Besarnya pengaruh kegiatan UKM pramuka terhadap sikap patriotisme mahasiswa program studi PPKn Universitas PGRI Banyuwangi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebesar 42.4%. Hal ini berarti ada pengaruh sedang kegiatan UKM pramuka terhadap sikap patriotisme mahasiswa program studi PPKn Universitas PGRI Banyuwangi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
MENDORONG PERAN PEMUDA DALAM PENCEGAHAN KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Zusron Alfaqi, Mifdal
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1 No 1 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v1i1.300

Abstract

Permasalah korupsi di Indonesia yang semakin merajalela mulai dari pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, sampai sendi kehidupan masyarakat secara umum memerlukan strategi pemberantasan yang efektif. Salah satu yang harus dilibatkan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi adalah pemuda. Pemuda harus ikut berperan aktif dalam pencegahan korupsi. Salah satu yang bisa dilakukan oleh pemuda adalah melaksanakan pendidikan anti korupsi kepada masyarakat secara umum. Proses penindakan kasus korupsi yang dilakukan oleh KPK dibarengi dengan gerakan pendidikan anti korupsi diharapkan akan mengoptimalkan proses pemberantasan korupsi di Indonesia.
PEMBANGUNAN KARAKTER NASIONALISME PESERTA DIDIK DI SEKOLAH BERBASIS AGAMA ISLAM Widiatmaka, Pipit
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1 No 1 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v1i1.301

Abstract

Pendidikan karakter merupakan usaha untuk membangun masyarakat di Indonesia khususnya pemuda, karena pemuda adalah pemimpin bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Apabila ingin masa depan Indonesia cerah, maka bangun pengetahuan, keterampilan, dan karakter pemuda di era sekarang. Nasionalisme adalah karkater yang wajib dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia, karena karakter tersebut dapat menyatukan bangsa Indonesia sehingga mampu merdeka pada tahun 1945. Sekolah berbasis agama Islam merupakan pendidikan formal yang membangun peserta didik untuk menjadi individu yang taat kepada agama Islam, di sisi lain sekolah tersebut juga berusaha untuk menanamkan karakter nasionalisme kepada peserta didiknya. Implementasi pembangunan karakter di sekolah berbasis agama Islam sungguh sangat efektif, karena salah satunya melalui mata pelajaran pendidikan Al-Qur’an. Pendidikan karakter yang diimplementasikan di sekolah berbasis agama Islam menggunakan strategi agar peserta didik mampu memiliki karakter nasionalisme. Awalnya peserta didik dikenalkan dengan karakter yang berdasarkan ajaran nabi Muhammad SAW dan kepribadian bangsa Indonesia khususnya karakter nasionalisme dan juga dikenalkan tentang karakter buruk, selanjutnya peserta didik dituntut untuk mencintai karakter-karakter yang baik tersebut khususnya karakter nasionalisme. Tahap selanjutnya peserta didik dituntut untuk mengaplikasikan karakter-karakter tersebut khususnya karakter nasionalisme dengan selalu hidup rukun sesama teman, mengikuti upacara bendera dan lain sebagainya. Tahap terakhir peserta didik dituntut untuk membiasakan tingkah laku cinta terhadap tanah air di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.
MEMAKNAI KEMBALI MULTIKULTURALISME INDONESIA DALAM BINGKAI PANCASILA Aris Shofa, Abd Mu’id
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1 No 1 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v1i1.302

Abstract

Multikulturalisme dapat dipahamai sebagai pengakuan tentang keanekaragaman dari masyarakat yang majemuk, heterogen dan plural. Apabila hal itu diperluas bisa juga dimaknai sebagai suatu keanekaragaman budaya, tradisi, gaya hidup, agama dan bentuk-bentuk perbedaan yang lainnya. Bagi bangsa indonesia yang memang dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa kemajemukan dan pluralitas tersebut, sudah seharusnya menjadi satu kebanggaan dan kekuatan yang besar bagi bangsa indonesia. Multikulturalisme tidak saja diakui tetapi juga bisa diterima akan adanya perbedaan, suku, agama, ras, antar golongan dan etnis. Masyarakat indonesia yang hidup didalamnya harus mampu hidup berdampingan antara satu dengan yang lainnya, sehingga harmonisasi yang selama ini didambakan oleh bangsa indonesia bisa terwujud dengan baik.Sejarah bangsa kita telah menunjukn bahwa bangsa Indonesia telah dipersatukan dengan adanya kesepakatan bersama para pendiri bangsa kita yang dari berbagai perbedaan dengan Pancasila (tidak ada yang lain). Sebagai pemersatu ideologi bangsa adanya Pancasila adalah sebuah solusi dari adanya konflik yang terjadi antar golongan nasionalis dan agama, Pancasila telah mampu menunjukan fungsinya sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk, heterogen, multikultural.
PERAN IDEOLOGI PANCASILA DALAM PERKAMBANGAN KONSTITUSI DAN SISTEM HUKUM DINDONESIA Sutrisno, Sutrisno
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1 No 1 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v1i1.303

Abstract

Ideologi pancasila menjadi sumber dari segala sumber ketatanegaraan yang dijadikan rujukan dalam membangun negara Indonesia. Pancasila memiliki peran penting dalam mewujudkan sistem hukum dan konstitusi Indonesia yang lebih baik dengan penerapan nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila. Pacasila yang memuat pokok-pokok pikiran bangsa Indonesia akan terus berkembang seiring dengan perkambangan kondisi sosial kemasyarakatan di Indonesia. Dasar negara pancasila yang memuat nilai-nilai dasar kehidupan bangsa Indonesia harus terus dibangun dalam konstitusi dan sistem hukum guna mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia. Dengan demikian yang menjadi persoalan adalah nilai-nilai dasar apa yang dikembangkan dalam konstitusi dan sistem hukum Indonesia.
HARMONISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM SISTEM AMONG SESUAI DENGAN ALAM PEMIKIRAN PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA Noventari, Widya
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1 No 1 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v1i1.304

Abstract

Pendidikan adalah media untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membawa bangsa ini pada era aufklarung (pencerahan). Pendidikan juga menjadi tonggak peradaban sebuah bangsa, ketika berbicara tentang Pendidikan nasional, maka tidak akan terlepas dari nama Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan harus selalu menekaankan pada sebuah konsep yang mampu membentuk watak dan kepribadian anak didik sesuai dengan kultur budayanya. Sistem among merupakan cara medidik anak dengan dasar kemerdekaan dan kebebasan agar anak didik dapat tumbuh sesuai kodrat pribadinya. Sistem among patut dijadikan sebagai cara mendidik untuk menciptakan jiwa merdeka sehingga menjadikan siswa lebih berani belajar apa yang dikehendakinya.