JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraaan (JPK) The purpose of the publication of this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of Pancasila and Civics Education, will publish the journal twice a year: in January and July
Articles
299 Documents
MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN AKTIFITAS SISWA TERHADAP MATERI HUKUM MELALUI PENGIMPLEMENTASIAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA PENGADILAN NEGERI PONOROGO
Suprapto, Hernu
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1 No 1 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/jpk.v1i1.305
Judul artikel ini "Meningkatkan Pemahaman,aktifitas dan sikap Siswa SMAN I Ponorogo terhadap materi perlindungan dan penegakan hukum melalui Pengimplementasian Model Pembelajaran Langsung Pada Pengadilan Negeri Ponorogoâ€. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XI semester ganjil di SMAN 1 serta tumbuhnya pemahaman, dan aktifitas melalui penerapan model pembelajaran langsung. Jenis Penelitian ini adalah penelitian pembelajaran,kegiatan pembelajaran tersebut diberikan dengan arahan guru yang dilakukan siswa. Setting penelitian ini dilaksankan di SMAN 1 Ponorogo dan di Gedung Pengadilan Negeri Ponorogo. Variabel penelitian: Variabel input; hasil belajar siswa sebelum menggunakan model pembelajaran. Variabel proses; kegiatan penerapan model pembelajaran langsung. Dan variable output; peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran langsung pada mata pelajaran PPKn. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes,angket dan skala sikap dan data dianalisa dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dilakukan melalui dua siklus, yang masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Siklus I pelaksanaan di kelas sedangkan siklus dua pertemuan ketiga dilaksanakan di gedung Pengadilan Negeri Ponorogo ,selanjutnya pada pertemuan ke empat dibawa kembali ke kelas. Kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran langsung pada mata pelajaran PKn kelas XI IPA 3 dapat meningkatkan pemahaman siswa serta meningkatkan aktifitas .
MENJAGA EKSISTENSI PANCASILA DAN PENERAPANNYA BAGI MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI
puji asmoroini, ambirop
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/jpk.v2i1.307
Pancasila merupakan dasar Negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai dasar Negara, Pancasila dijadikan sebagai dasar dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia, Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai adat-istiadat, nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia. Nilai yang ada dalam Pancasila memiliki serangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kondisi bangsa Indonesia saat ini dapat identifikasi dengan melihat prilaku dan kepribadian masyarakat Indonesia yang tercermin dari tingkah laku sehari-hari.Globalisasi tidak bisa dihindarkan. Globalisasi yang menjadikan semua Negara seakan tiada batas. Untuk itu perlunya Pancasila sebagai penyaring dari arus globalisasi. Perlunya pembudayaan nilai-nilai Pancasila tidak sekedar memahami saja, namun harus dihayati dan diwujudkan dalam pengalamannya oleh setiap diri pribadi dan seluruh masyarakat sehingga menumbuhkan kesadaran dan kebutuhan untuk melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila
VALUE HARMONISATION COSMOPOLITAN & NATIONALISM THROUGH CIVIC EDUCATIONFOR LOCAL CHARACTER EDUCATION GLOBAL PERSPECTIVE
KARIADI, DODIK
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/jpk.v2i1.308
This article is the result of a study on the harmonization of cosmopolitan values and nationalism in teaching civics as well as how these two ideas could create educational output that has global knowledge but do not forget a good personality or character that has been planted since the beginning. The study was motivated by the severe problems of the national consciousness (national consciousness) young people today who need serious revamping. In the era of globalization, the Indonesian people are faced with two major forces that are in tandem with globalization cosmopolitanism and nationalism with a marked weakening of the emergence of ideas of regionalism, broad autonomy, separatism and racial conflicts. Based on this, the study of how the process of harmonization of cosmopolitan values and nationalism in teaching civics and how the ideas can be a way for the creation of a sound education global output but remain local in character. Despite the fact that conceptually there is a contradiction between the cosmopolitan values of nationalism, both are at the poles of attraction, where the value of cosmopolitan pulled into the global sphere, while the value of nationalism pulled into the exclusive domain. In such a situation Civics learning is expected to be a bridge to harmonize both values. Value cosmopolitan and nationalism became the crucial factor in developing a global perspective but does not eliminate local character when done through learning Civics quality, quality and meaningful.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN METODE SOSIODRAMA
cahyono, hadi
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/jpk.v2i1.327
The purpose of this research is to know the students’ achievement improvement of MTs Muhammadiyah 1 Ponorogo by using Sociodrama.This research outlines are the teaching process should be interesting and students’ achievement improved, but in fact, the teaching process result made the students bored so the achievement being low.The research method is descriptive qualitative and quantitative. Qualitative analysis used to analyze qualitative data. Qualitative data in form of sentence that give an information about students expression, the level of understanding, teaching learning process, students’ affective, enthusiasm, learning motivation, etc. The respondent is the eighth grade students B Class of MTs Muhammadiyah 1 Ponorogo. Techniques of collecting data are interview, observation, dan documentation. Quantitative methods used to analyze data.The result of this research showed that eighth grade students’ achievement improved by using sociodrama. It can be seen only two students who cannot pass the minimum standard qualification. Beside that, the student are being active than before in having teaching learning process.
PETISI ONLINE SEBAGAI MODAL SOSIAL (Studi Fenemologi Situs www.change.org pada Tahun 2015)
mulyoto, galih puji;
Mulyadi, Galih Puji
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/jpk.v2i2.508
Penelitian ini berfokus pada fenomena masyarakat dalam partisipasi politik dengan petisi online melalui website www.change.org pada tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deksriktif kualitatif, dengan menggunakan metode fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini pada website www.change.org. Objek dalam penelitian ini adalah mengenai Petisi online. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi berupa teks-teks dari petisi online. Sedangkan analisis data adalah dengan mengorganisasikan data dan pengelolaan data tersebut. Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap mekanisme dan wacana yang terkandung dalam teks pada website tersebut selama durasi waktu penelitian. Berdasarkan hasil analisis, penulis menemukan bahwa partisipasi politik pada website www.change.org: telah mengalami pergeseran makna. Website www.change.org juga membangkitkan semangat demokrasi partisan serta menghasilkan agensi subyek. Teks-teks yang diproduksi oleh pengguna menciptakan tindakan kolektif dengan membangun kedekatan dan kesamaan nasib antar pengguna merupakan indikasi sebagau harapan baru untuk modal sosial di era digital. Selain itu, petisi online sebagai transformasi perjuangan baru masyarakat terhadap kebijakan publik/korporasi yang bertentangan dengan keadilan sosial
PARTISIPASI WARGA NEGARA DALAM PILKADA
Sutrisno, Cucu
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/jpk.v2i2.509
Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai mekanisme demokrasi haruslah dilandasi semangat kedaulatan rakyat dan dilaksanakan secara demokratis karena Pilkada yang demokratis akan menguatkan demokrasi Indonesia. Pilkada yang demokratis harus disertai baiknya kondisi partisipasi politik warga negara. Kenyataannya, partisipasi politik dalam Pilkada masih banyak terkontaminasi oleh persoalan mendasar yang perlu dicarikan solusi penyelesaiannya. Oleh karena itu, pada artikel ini akan dibahas mengenai partisipasi politik warga negara untuk mewujudkan Pilkada yang demokratis. Beberapa pertanyaan pokok yang akan diangkat yakni: Pertama, bagaimanakah seharusnya masyarakat berpartisipasi dalam Pilkada agar mendukung terwujudnya Pilkada yang demokratis?. Kedua, bagaimana seharusnya warga negara memilih kandidat terbaik dalam Pilkada?Â
AKTUALISASI NILAI PANCASILA SEBAGAI KUNCI MENGATASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI INDONESIA
Saputra, Inggar
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/jpk.v2i2.510
Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai tingkatan yang mengkhawatirkan. Pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,9 juta orang sehingga Indonesia layak mendapatkan status darurat narkoba. Luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar membuat Indonesia menjadi pasar strategis narkoba di Asia Tenggara. Ini jelas merupakan ancaman yang menakutkan jika tidak secepatnya diatasi dan mendapatkan solusinya. Sebab maraknya narkoba akan mengancam masa depan generasi muda Indonesia. Untuk itu, diperlukan tindakan yang bersifat solutif dengan mengajak masyarakat Indonesia kembali membumikan Pancasila. Aktualisasi kelima sila dalam Pancasila secara aplikatif dapat menjadi solusi untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba di Indonesia
PEMBELAJARAN MODEL HOMESTAY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENUMBUHKAN KEPEKAAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI TENGAH TANTANGAN GLOBAL
suprapto, wasis
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/jpk.v2i2.522
Maraknya tindak-tindak amoral seperti korupsi, tawuran, seks bebas, narkoba dan lain sebagainya menjadi sebuah indikasi bahwa negara ini tengah dilanda krisis moral. Krisis moral ini tidak memandang latar belakang tertentu baik tua muda, kaya miskin, semuanya berpotensi melakukan tindakan amoral. Kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut tentu akan mengancam kedaulatan suatu negara. Oleh sebab itu, perlu terobosan baru misalnya dengan mengembangkan pendidikan karakter model homestay sebagai upaya menumbuhkan kepekaan sosial ditengah tantangan global. Sasaran dari program ini adalah semua peserta didik dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai sosial masyarakat agar timbul kepekaan sosial pada diri peserta didik. Tinggal dilingkungan masyarakat tentu akan dihadapkan pada berbagai persoalan yang kompleks. Persoalan itu tentu membutuhkan 4 olah baik pikir, hati, raga, dan rasa. Keempat olah tersebut saling bersinergi untuk membentuk pribadi yang punya jiwa sosial tinggi. Jiwa sosial ini yang nantinya diharapkan menjadi wadah bagi peserta didik untuk menumbuhkan kepekaan sosial. Hal ini perlu digalakkan supaya peserta didik tanggap terhadap tantangan global.
PENGEMBANGAN CIVIC SKILLS MELALUI SEMINAR SOCRATES DALAM PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
sutiyono, sutiyono
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/jpk.v2i2.528
Di abad 21 terjadi pergeseran paradigma pendidikan yang secara sederhana membawa konsekuensi pada fokus pendidikan. Perubahan tersebut dapat dilihat pada fokus pendidikan yang tidak hanya pengetahuan semata, akan tetapi sikap keilmuan dan kemampuan daya kritis, logis, inventif, dan inovatif. Pendidikan kewarganegaraan selanjutnya disingkat PKn memiliki tujuan membentuk peserta didik untuk berpikir kritis, analistis, bersikap dan bertindak demokratis sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945. Kemampuan tersebut, secara lazimnya dikenal dengan istilah civic skills atau keterampilan kewarganegaraan. Salah satu metoe pembelajaran yang memiliki tujuan untuk aktif berpartisipasi dan berpikir kritis adalah metode Seminar Socrates. Tujuan dari penulisan ini memuat dua penjelasan penting terkait konsep Seminar Socrates dalam pendidikan kewarganeagraan dan bagaimana pengembangan civic skills dengan menggunakan metode Seminar Socrates.Â
PENGEMBANGAN PEMIKIRAN JAMES A. BANKS DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN
Utami, Prihma Sinta
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/jpk.v2i2.539
Artikel ini ditulis untuk memberikan gambaran kepada guru dalam mengimplementasikan dimensi pendidikan multikultural dari pemikiran James A. Banks sesuai dengan realitas masyarakat Indonesia. Seperti yang sudah diketahui konteks masyarakat Indonesia yang beragam mulai dari perbedaan agama, suku, budaya, ras, bahasa daerah hingga adat istiadat menunjukkan bahwa Indonesia merupakan masyarakat multikultural. Indonesia dengan populasi didominasi oleh masyarakat beragama muslim, namun tidak menyatakan bahwasannya negara ini adalah negara muslim tetapi negara dengan berbagai agama yaitu Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu. Realitas tersebut menjadikan Indonesia dikenal dengan negara yang menganut sistem demokrasi terbesar ketiga di dunia. Hal ini juga yang mendorong negara ini untuk terus mengembangkan arus demokratisasi dalam masyarakat untuk membentuk civil society dengan mengangkat semboyan Bhineka Tunggal Ika. Pendidikan multikultural menjadi salah satu cara untuk dapat membantu merealisasikan tujuan tersebut. James A. Bank mempunyai suatu gagasan untuk pengembangan dimensi pendidikan multikultural pada sekolah-sekolah di negara yang mengembangkan tentang konteks pendidikan multikultural. Pengembangan dimensi pendidikan multikultural tersebut dijabarkan menjadi 14 point utama yang dapat dijadikan sebagai acuan guru dalam proses pembelajaran