cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Livestock Science and Production
Published by Universitas Tidar
ISSN : 25982915     EISSN : 25982907     DOI : -
Journal of Livestock Science and Production (JaLSPro) encompasses a broad range of research topics in animal sciences: Production Reproduction and physiology Feed and nutrition Livestock product and technology Breeding and genetics Health Biotechnology Socio-economic Policy Agrostology
Arjuna Subject : -
Articles 127 Documents
Estimation Of Heritability Value on Body Weight, Egg Weight, and Egg Index Arabic Chicken in BPBTNR Chicken Satker Maron, Temanggung Dwi Winta Nur Insani; Pradipta Bayuaji Pramono; Mikael Sihite; Rahayu Kusumaningrum
Journal of Livestock Science and Production Vol 7, No 1 (2023): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v7i1.7722

Abstract

Arabic chicken is one of the local chickens that have superior productivity. Government efforts to continue increasing livestock productivity and genetic quality can be carried out through breeding programs based on genetic parameters, including heritability. Research on estimating heritability in Arabic chickens has never been reported at the BPBTNR Maron Working Unit. This research aims to determine the heritability of Arabic chicken's body weight, egg weight, and egg index. The sample used was 50 healthy Arabian chickens aged ten months. The eggs used came from matings between Arab hens and Arab hens with a ratio of 1:5, namely ten males and 50 females. Chickens and eggs were measured using digital scales and calipers. The statistical method used is ANOVA (Analysis of Variance) analysis followed by descriptive analysis. Heritability values were calculated using the half-sibling correlation method (paternal half sibling correlation). The results showed that the average body weight, egg weight and egg index in the Maron Chicken Satker BPBTNR, Temanggung were 1,270 ± 0.21 g, 45.37 ± 3.68 g and 76.10 ± 3.27, respectively. Meanwhile, the heritability value of the body weight of Arabic chickens was classified as moderate (0.145 ± 0.344), egg weight (0.355 ± 0.361) and egg index (0.464 ± 0.371) was classified as high. Keywords: arabic chicken, heritability, average value
PENGARUH BOBOT TELUR TETAS TERHADAP FERTILITAS, DAYA TETAS, KEMATIAN EMBRIO DAN BOBOT DAY OLD CHICK (DOC) AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN (KUB) di KALIMANTAN SELATAN Hartati, Lilis; Redi, Redi
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 1 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i1.8510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot telur tetas terhadap fertilitas, daya tetas, kematian embrio dan bobot day old chick ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Kalimantan Selatan. Perlakuan terdiri atas (P1) bobot telur 39,5 gr; (P2) bobot telur 39,5 – 41,7 gr; (P3) bobot telur 41,8 – 44,0 gr; (P4) bobot telur 44,1 – 46,3 gr; (P5) bobot telur 46,3 gr. Parameter yang diamati: fertilitas, daya tetas, kematian embrio dan  bobot day old chick. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics version 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa bobot telur tetas tidak berpengaruh terhadap fertilitas telur semua perlakuan Mempunyai fertilitas 100%, tetapi perbedaan bobot tetas mempengaruhi daya tetas dengan daya tertinggi pada P1 dan P2 dan terendah pada P3 dan P5, perbedaan bobot tetas juga mempengaruhi kematian embrio dengan kematian terendah pada P1 dan P2 sebesar 0% dan tertinggi pada P3 dan P5 sebesar 25%, perbedaan bobot tetas mempengaruhi bobot DOC dengan bobot terendah pada P1 (30,42 g) dan tertinggi pada P5 (36,33 g). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa  perbedaan  bobot telur tetas akan mempengaruhi  persentase daya tetas dan kematian embrio serta meningkatkan bobot DOC yang dihasilkan. Semakin besar bobot tetas semakin besar bobot DOC
Pengaruh Penambahan Bahan-Bahan Lokal terhadap Fisikokimia Daging Ayam Kampung : Sebuah Review Fitria, Dede; Chasanah, Khoriatul; Anggita, Erie; Novitasari, Dian; Putri, Yuliana Margaretha Kristiono
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 1 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i1.8705

Abstract

Ayam kampung memiliki peminat yang banyak karena memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dari ayam broiler. Daging ayam kampung memiliki tekstur yang lebih alot karena kandungan lemaknya lebih rendah daripada ayam lain. Penulisan artikel ini dilakukan untuk membandingkan dengan berbagai penelitian yang telah dilakukan terhadap pengaruh perlakuan marinasi berbagai bahan rempah dan non rempah terhadap sifat psikokimia daging ayam kampung. Penulisan ini menggunakan metode pengumpulan informasi dari berbagai literatur dan penelitian yang telah dilakukan. Bahan-bahan lokal yang berpengaruh terdiri dari bahan rempah dan non-rempah (daun, buah dan ekstrak tanaman lain). Daging ayam kampung yang direndam berbagai bahan lokal bermanfaat untuk meningkatkan keempukan daging. 
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) dalam Meningkatkan Performa Ayam Broiler Anwar, Muhammad Samsul; Hartati, Lilis; Pramono, Pradipta Bayuaji
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 1 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i1.8181

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun pepaya pada performa ayam broiler dan mengetahui dosis ekstrak daun pepaya yang tempat untuk performa ayam broiler yang paling baik. Materi penelitian yang digunakan adalah 100 ekor DOC strain cob yang dikelompokkan dalam 4 perlakuan meliputi: (P0) kontrol tanpa pemberian ekstrak daun papaya, (P1) pemberian 5% ekstrak daun papaya (50ml : 950ml air minum), (P2) pemberian 7,5% ekstrak daun papaya (75ml : 925ml air minum), dan (P3) pemberian 10% ekstrak daun papaya (100ml : 900ml air minum). Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Pemberian ekstrak daun pepaya dengan dosis yang berbeda tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan (3.632±266 – 3.690±298,3 gram/ekor), pertambahan bobot badan (2710±368,6 – 2892±300,8 gram/ekor), dan konversi ransum (1,27±0,01 - 1,34±0,06). Kesimpulan dari penelitian ini penambahan ekstrak daun papaya dalam air minum ayam broiler sampai dosis 10% tidak berpengaruh terhadap performan ayam broiler. Penambahan ekstrak daun pepaya sampai dosis 10% dalam air minum tidak memengaruhi konsumsi, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum ayam broiler umur 1-6 minggu 
EKSTRAK DOPAMIN TANAMAN KECUBUNG (Datura metel L.) SEBAGAI AGEN ANTISTRES TERNAK DOMBA LOKAL DALAM PROSES PENANGANAN PRAPENYEMBELIHAN Palasmorojati, Julian Gesang
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 1 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i1.8490

Abstract

Pre-slaughter livestock handling during Eid-ul-Adha that often does not pay attention to animal welfare causes livestock stress. Repeated stress conditions can reduce meat quality due to depletion of glycogen and lactic acid supplies and decreased meat pH. This study was conducted to determine the effect of using dopamine from amethyst leaf extract (Datura metel Lin) to reduce stress and control behaviour during pre-slaughter of ruminants. This research method uses a completely randomised design (CRD) method conducted on four local sheep aged 7-8 months with a body weight range of 20-25 kg. The provision of complete feed branded Japfa Comfeed Gemuk I with different doses of amethyst extract including P0 = 0 x 10-2 mg, P1 = 2,5 x 10-2 mg, P2 = 3,5 x 10-2  mg, P3 = 4,5 x 10-2 mg. Livestock treated with P3 had a significant effect (P 0.5) on the provision of dopamine which was characterised by livestock being calmer, not bleating, leaning down earlobes and not stomping in the cage than livestock treated with P0, P1, and P2.
Estimasi Nilai Heritabilitas pada Bobot Badan, Bobot Telur, dan Indeks Telur Ayam Maron 1 Shofiya, Umi; Sihite, Mikael; Pramono, Pradipta Bayuaji; Kusumaningrum, Rahayu
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 1 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i1.7572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas bobot badan, bobot telur, dan indeks telur ayam Maron 1 yang diketahui melalui pengukuran bobot badan, bobot telur, dan indeks telur ayam Maron 1 di (Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia) BPBTNR Satker Ayam Maron Temanggung. 50 ekor ayam betina Maron 1 berumur 10 bulan dan 26 butir telur ayam Maron 1 yang diperoleh digunakan sebagai materi dalam penelitian ini. Bobot badan dan bobot telur diukur menggunakan timbangan digital sementara, indeks telur diukur menggunakan jangka sorong. Masing-masing data sifat kuantitatif hasil pengukuran diolah menggunakan software Microsoft Excel yang kemudian nilai heritabilitas diestimasi melalui metode korelasi saudara tiri sebapak. Analisis variansi digunakan untuk menghitung besar komponen variansi yang berasal dari sumber variasi antar pejantan dan antar anak dalam pejantan. Hasil penelitian estimasi nilai heritabilitas bobot badan, bobot telur, dan indeks telur ayam Maron 1 berturut-turut yaitu -0,47±0,25 (kategori rendah), 0,21±0,35 (kategori sedang), dan 0,21±0,35 (kategori sedang). Heritabilitas bobot badan, bobot telur, dan indeks telur ayam Maron 1 di BPBTNR Satker Ayam Maron Temanggung dalam penelitian ini belum menunjukkan hasil yang representatif. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan pengoptimalan penggunaan jumlah sampel, meningkatkan produksi ternak, recording, biosecurity, dan SOP.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN RUMAH POTONG HEWAN (RPH) DI KOTA BLITAR Putra, Esa Cahya; Winurdana, Alfan Setya; Moeis, Edya Moelia
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 2 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i2.9117

Abstract

This research aims was to determine the perception about response of community the existence of a Slaughterhouse (RPH) in Blitar City. This research uses two variables positive perceptions and negative perceptions. The positive perception variable has 3 sub-variables: job vacancies, ease of slaughtering slaughter services, and social social assistance. Negative perception variable has 4 sub-variables: water and air pollution (odor), flies, causing noise and health problems. Sampling was carried out using a purposive sampling method, where the sample from this research was the entire community of RT 02 RW 01 Sukorejo Village, totaling 85 heads of families. The data analysis used in this research is descriptive statistics using grouping, simplification and presentation of data such as frequency distribution tables and measurements using a Likert scale. The results of the research show that the positive perception score for the surrounding community is 142, while the negative perception score for the surrounding community is 164. These results indicate that these two variables have a negative or positive perception of the existence of the Slaughterhouse (RPH).
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Babi pada Pemukiman Warga Di Lingkungan Balapan Kelurahan Sukorejo Kota Blitar Asmara, Panji Danu; Esti, Risma Novel; Rahmawati, Resti Yuliana
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 2 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i2.9126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat umum terhadap keberadaan peternakan babi di Lingkungan Balapan, Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap keberadaan peternakan babi di wilayah Sukorejo, Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan satu variabel yaitu persepsi negatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu individu yang berdomisili di sekitar peternakan babi dengan radius 250 meter dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Variabel-variabel tersebut dijabarkan menjadi 6 subvariabel yang akan dijadikan acuan dalam penelitian yaitu bau, suara, pencemaran air, limbah, lalat dan fenomena sosial. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif untuk analisis data, meliputi metode pengelompokan, penyederhanaan, dan penyajian seperti tabel distribusi frekuensi. Selain itu, pengukuran dilakukan dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian, skor persepsi negatif terhadap peternakan babi adalah 130. Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak merasakan adanya gangguan yang disebabkan oleh keberadaan peternakan babi.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PETERNAKAN SAPI PERAH DI KELURAHAN KLAMPOK KECAMATAN SANANWETAN KOTA BLITAR Putro, Ardian Yonika; Rahmawati, Resti Yuliana; Widyasworo, Agustina
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 2 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i2.9095

Abstract

Salah satu bagian penting dari industri pertanian Indonesia, termasuk di Kota Blitar adalah peternakan sapi perah. Selain menimbulkan banyak masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat, keberadaan peternakan sapi perah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang keberadaan peternakan sapi perah di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Selanjutnya, mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang keberadaan peternakan sapi perah dan membuat rekomendasi kebijakan berdasarkan hasil analisis persepsi masyarakat. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat sekitar peternakan sapi perah di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan survei, wawancara, kuesioner, observasi. Statistik deskriptif dipilih untuk digunakan dalam analisis data penelitian ini. 
IMBANGAN KOTORAN KAMBING DAN DAUN BAMBU KERING TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOS Hezmawan, Dicky Ahmad; Kustina, Nita Opi Ari; W. K, Agustina
Journal of Livestock Science and Production Vol 8, No 2 (2024): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v8i2.9096

Abstract

This research aims to determine the characteristics of goat feces compost with the addition of dry bamboo leaves through experiments. The type of research used was experimental using RAL in a unidirectional pattern with 3 treatments and 6 replications. The results of research on P1 showed that the temperature reached an average of 29°C, the water content reached an average of 51,733%, the average color was blackish brown, the average odor was not strong and had an earthy smell, and the texture was smooth. The results of the research on P2 showed that the temperature reached an average of 28°C, the water content reached an average of 49,400%, the average color was brown, the average smell was not strong and had an earthy smell, and had a rough texture. The results of the research on P3 showed the temperature reaches an average of 30°C, the water content reaches an average of 54,400%, the average color is blackish brown, the average smell is strong, and the texture is slightly rough. From these results it can be concluded that the P1 formula produces characteristics that are in accordance with SNI for compost maturity

Page 12 of 13 | Total Record : 127