cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkomunikasi.untar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 20851979     EISSN : 25822727     DOI : https://doi.org/10.24912/jk
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi (P-ISSN: 2085-1979 and E-ISSN: 2528-2727) http://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/index is a national journal published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Jurnal Komunikasi are result from research and scientific studies conduct by academics and practitioners in communication field. Jurnal Komunikasi published twice a year. First volume will be publish on Juli and second volume on December. Articles published in Jurnal Komunikasi have been trough peer-review process by reviewer. Final decision of articles acceptance will be taken by editor team.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Komodifikasi Berita Dibalik Ideologi Ekonomi Politik Media (Studi Pada Program ‘Polemik‘ Di Radio Sindo Trijaya 104.6 Fm Jakarta) Dyah Rachmawati Sugiyanto
Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v7i1.7

Abstract

AbstractThrough the media political economy approach, this study reveals how the commodification taken place on a media company that produced actual information in a program. The results showed that the commodification of news on talk show program of Polemik Sindo Trijaya runs behind the ideology of the political economy of media. In the commodification of the concentration of media content is known that more frequent lifting polemic political topic. Politic is considered the most attractive political issue than the issue of cultural, economic, and health. The commodification in the public discussion of the concentration, it is known that the Polemik is aimed at educating the public (listener) to act on the knowledge that they had heard. This indicates that the editorial team cares with the audience, not as disclosed Mosco that commodification is not overly concerned with the audience. In the commodification of the concentration of workers, shown that the editorial team works together to support the ideals of the concept of a talkshow program, find the right sourceperson, while the editors are behind the ideology of the political economy of the media itself.Abstrak Melalui pendekatan ekonomi politik media, penelitian ini mengungkap bagaimana komodifikasi berlangsung pada sebuah perusahaan media yang mengemas informasi aktual dalam sebuah program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi berita dalam program talkshow Polemik Sindo Trijaya berlangsung di balik ideology ekonomi politik media. Dalam komodifikasi dalam konsentrasi isi media diketahui bahwa Polemik lebih sering mengangkat topic politik. Politik dianggap isu paling menarik dibandingkan isu kebudayaan, ekonomi, dan kesehatan. Komodifikasi dalam konsentrasi pembahasan mengenai khalayak, diketahui bahwa Polemik bertujuan mendidik publik (pendengar) untuk bersikap atas pengetahuan yang telah didengarnya. Hal ini menunjukkan bahwa Tim redaksi masih peduli dengan khalayak, tidak seperti yang diungkapkan Mosco bahwa komodifikasi tidak terlalu konsen dengan khalayak. Komodifikasi pada konsentrasi pekerja, diketahui bahwa tim redaksi bekerja sama mendukung idealisme konsep program talkshow, selektif memilih dan mengundang narasumber demi menjaga kekhasan talkshow, yang sebenarnya mereka berada dibalik ideology ekonomi politik media itu sendiri.   
Retorika Barack Hussein Obama Dan Susilo Bambang Yudhoyono Dalam Menanggapi Isu Isis Di Dunia Livia Livia; Suenarto Suenarto
Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v7i1.8

Abstract

AbstractThis research discuss about the rhetoric performed by Barack Hussein Obama as President of the United States and Susilo Bambang Yudhoyono as President of the Republic of Indonesia in delivering feedback over the ISIS issue that circulating around the world. ISIS is an organization who commit acts of terrorism in the name of Islam. The United States is known as ‘anti-Islam’ country’s, while Indonesia has the largest Muslim population in the world. Therefore, author used Roland Barthes semiotic to reveal differences in this two figures seen from their rhetoric of verbal and non-verbal language. Thus, we can reveal how this two figures performed their rhetoric over the ISIS issue that conveyed to the international community.  AbstrakPenelitian ini membahas mengenai retorika yang dilakukan oleh Barack Hussein Obama selaku Presiden Amerika Serikat dan Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden Republik Indonesia dalam memberikan tanggapan mengenai isu ISIS yang beredar di dunia. ISIS merupakan sebuah organisasi yang melakukan tindakan terorisme dengan mengatasnamakan Islam. Amerika Serikat merupakan negara yang dikenal sebagai negara ‘anti Islam’, sedangkan Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Oleh karena itu, penulis menggunakan semiotik Roland Barthes untuk mengungkapkan perbedaan retorika kedua tokoh dilihat dari bahasa verbal dan non verbalnya. Dengan demikian, dapat terlihat seperti apa retorika yang dilakukan oleh kedua tokoh yang ingin disampaikan kepada masyarakat internasional terkait isu ISIS. 
Interpretasi Tagar #Savehajilulung Di Kalangan Netizen Pengguna Twitter H.H Daniel Tamburian
Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v7i1.9

Abstract

Abstract#SaveHajiLulung Tagar had become so phenomenal virtual world for people all over the world. This study aims to determine how the interpretation tagar #SaveHajiLulung among netizens twitter users considering the mismatch context with the content of the tweet hashtag netizen. The theory used include communication theory, mass communication, new media, social media, netizens and the theory of reputation. The method used is descriptive qualitative. The data collection techniques are interviews with key informants and users tagar #SaveHajiLulung, observation and study of literature. The results showed tagar #SaveHajiLulung interpretation is a form of sarcasm and harsh criticism against the figure of Haji Lulung. AbstrakTagar #SaveHajiLulung sempat menjadi begitu fenomenal bagi masyarakat dunia maya di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interpretasi tagar #SaveHajiLulung di kalangan netizen pengguna twitter mengingat ketidaksesuaian konteks tagar dengan isi dari tweet netizen. Teori yang digunakan diantaranya teori komunikasi, komunikasi massa, new media, media social, netizen dan teori reputasi. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan yaitu wawancara dengan key informan dan pengguna tagar #SaveHajiLulung, observasi dan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan interpretasi tagar #SaveHajiLulung merupakan bentuk sindiran dan kritik keras terhadap sosok Haji Lulung. 
Representasi Kampanye Politik Dalam Game (Analisis Semiotik Dalam Game Jokowi Go! Dan Game Prabowo The Asian Tiger) Janne Halim; Widayatmoko Widayatmoko
Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v7i1.10

Abstract

AbstractThis study aims to determine how the representation of political campaigns in the 2014 elections in the game Jokowi Go! and Prabowo the Asian Tiger. The theory is used to build this research is related to the theory of political communication political campaign message implicit in the second game. then the representation theory to explain the construction of the meaning of a symbol. In addition, the study of political PR is used as a media channel to communicate interpretations political issues specifically, in an effort gathering public support, and the theory of communication and information technology, especially in this game. To answer the research questions, the researcher uses semiotic method proposed by Roland Barthes with the concept of connotation, denotation, and myths to analyze the second game. The results of this study indicate that the game Jokowi Go! There are many political campaign messages conveyed premises represent the community in different ways, while the game Prabowo The Asian Tiger, it can be said that the political campaign messages contained in it is minimal. In the game Prabowo The Asian Tiger even invisible characters that represent the  people of Indonesia, as well as the program's mission and vision owned by Mr. PrabowoAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi kampanye politik dalam pemilu 2014 dalam game Jokowi Go! dan Prabowo the Asian Tiger. Teori yang digunakan untuk membangun penelitian ini adalah teori komunikasi politik terkait pesan kampanye politik yang tersirat dalam kedua game tersebut. kemudian teori representasi menjelaskan konstruksi makna sebuah simbol. Selain itu kajian PR politik digunakan sebagai saluran media untuk mengkomunikasikan interprestasi isu-isu politik yang khusus, dalam upaya pengumpulan dukungan publik, dan teori teknologi komunikasi dan informasi khususnya dalam hal ini game. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti menggunakan metode semiotik yang dikemukakan oleh Roland Barthes dengan konsep konotasi, denotasi, dan mitos untuk menganalisis kedua game tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa game Jokowi Go! banyak terdapat pesan kampanye politik yang disampaikan merepresentasi masyarakat Indoensia dengan cara yang beragam, sedangkan pada game Prabowo The Asian Tiger, dapat dikatakan bahwa pesan kampanye politik yang terdapat di dalamnya sangatlah minim. Di dalam game Prabowo The Asian Tiger bahkan tidak terlihat karakter yang merepresentasikan masyarakat Indonesia, maupun program dan visi misi yang dimiliki oleh Bapak Prabowo. 
Penyingkapan Diri Ibas Yudhoyono Dalam Instagram Dan Reaksi Ani Yudhoyono Terhadap Postingan Instagram Ibas Suzy Azeharie; Wulan Purnama Sari
Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v7i1.11

Abstract

AbstrackEdy Baskoro Yudhoyono’s or well known as Ibas is the youngest son of the former President SBY and currently active as a politician for Democratic Party and member of Parliament. Thus it is important for Ibas as a political actor to do self-disclosure and convey political messages through his social media accounts. The main object of this paper is Ibas’s post in his Instagram account as a media for unveiling himself. This paper will also discuss about Mrs. Ani Yudhoyono or Ibas’s mother, the former first lady, in given response and reaction on the Ibas’s post. Methodology used for data collection in this paper is content analysis. The results of the content analysis show that Ibas was frequently post pictures of his family than his political activities. Moreover Ibas himself never respond to all incoming comments from his followers. Eventhough it was positive comments. Surprisingly, reaction and response was given by Mrs. Ani Yudhoyono. In many of Ibas’s post, Mrs. Ani Yudhoyono was sharp and yet keen on responding to the comments coming from Ibas’s followers. Mrs. Ani Yudhoyono response was often received disapproval and negative comments from other followers, because to their concern Mrs. Ani Yudhoyono was not using the right grammar of English and this eventually led to a hot debate between fellow follower's comments. The final conclusion that can be obtained is Ibas did not make his Instagram account as a media unveiling herself but only using his account as a medium for sharing photos. Which appear to be more active in doing communication and self-disclosure is Mrs. Ani Yudhoyono herself.AbstrakEdy Baskoro Yudhoyono atau lebih dikenal dengan nama Ibas merupakan putra bungsu dari mantan presiden SBY dan saat ini aktif sebagai politikus Partai Demokrat dan juga anggota DPR RI. fokus utama dalam penelitian ini adalah postingan Ibas dalam akun instagramnya yang merupakan sarana untuk penyingkapan dirinya, serta bagaimana reaksi Ibu Ani Yudhoyono mengenai postingan-postingan Ibas tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Berdasarkan hasil analisis isi yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Ibas lebih sering melakukan posting tentang keluarganya daripada mengenai kegiatan politiknya. Selain itu Ibas tidak pernah sekalipun merespon semua komentar yang masuk dari para follower-nya, baik itu komentar baik ataupun mencela. Respon aktif justru diberikan oleh Ibu Ani. Ibu Ani memberikan komentar dalam bahasa inggris untuk merespon komentar-komentar yang masuk kedalam postingan Ibas. Respon Ibu Ani ini seringkali mendapat celaan dari para follower lainnya, karena dianggap tidak sesuai dengan tata bahasa inggris dan pada akhirnya berujung pada perang komentar antar sesama follower. Kesimpulan akhir yang dapat diperoleh adalah Ibas tidak menjadikan akun instagram sebagai media penyingkapan dirinya, instragram hanya digunakan Ibas sebagai media untuk berbagi foto, dan yang tampak aktif melakukan komunikasi dan penyingkapan diri adalah Ibu Ani. 
Implementasi Kegiatan Corporate Social Responsibility “Go Green Economic” Berbasiskan Kearifan Lokal Aat Ruchiat Nugraha
Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v7i2.12

Abstract

AbstractConcern and responsibility for company/industry is one concrete manifestation of external relations in the form of community development programs through Corporate Social Responsibility (CSR) in the form of intensive training to entrepreneurs, small and micro enterprises (UKMM) Traditional Batik craftsmen. In one implementation of CSR programs PT. Indocement Tunggal Perkasa is doing activities to educate, train and provide capital to the rural artisans of traditional batik Cirebon palimanan Ciwaringin districts by utilizing renewable natural resources. The results of this CSR program showed to significan an increase in economic aspect, social aspect and environmental aspect awareness to the community about the PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk.Abstrak Kepedulian dan tanggung jawab perusahaan/industri merupakan salah satu wujud nyata dari eksternal relations berupa program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk pembinaan intensif terhadap pelaku usaha kecil mikro menengah (UKMM) Pengrajin Batik Tradisional. Dalam implementasi salah satu program CSR PT. Indocement Tunggal Perkasa yaitu melakukan kegiatan mendidik, melatih dan memberikan modal kepada para pengrajin batik tradisional di desa Ciwaringin kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon dengan memanfaatkan sumber daya alam yang terbarukan. Hasil program CSR ini menunjukkan adanya peningkatan secara yang cukup signifikan pada aspek ekonomis, sosial dan kesadaran lingkungan bagi masyarakat sekitar PT. Indocement Tunggal Perkasa, Tbk.    Kata Kunci: 
Representasi Orang Baik Dalam Teks Video “Anies Baswedan’s Great Speech, Mengapa Jokowi” Anggi Anggi Tanjung
Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v7i2.13

Abstract

AbstractResearch conducted using the method of critical discourse analysis Norman Fairclough was found that Anies try to generalize the concept of good people. At the same time then blurs the meaning variants of the well itself. Emphasis and repetition of words good people who do Anies Baswedan to attach the adjective "good" of the figure represented. The phrase "good people supporting the good guys" are also dominant in the text of the video entitled "Anies Baswedan's Great Speech, Why Jokowi" is, which of the sentence meaning Badwater trying to lead good people against him. So when people agree Jokowi is a good person, the easier it will lead pemakanaan that he was a good man anyway. Anies trying to build the concept of good people lead more right than people who have the ability to use the way of thinking rhetoric syllogism and heed other leadership skills.Abstrak Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough ini ditemukan bahwa Anies mencoba melakukan generalisasi konsep orang baik. Pada saat yang bersamaan kemudian mengaburkan varian makna dari orang baik itu sendiri. Penekanan dan pengulangan kata orang baik yang dilakukan Anies Baswedan untuk melekatkan kata sifat “baik” terhadap sosok yang direpresentasikan. Kalimat “orang baik mendukung orang baik” juga dominan dalam teks video yang berjudul “Anies Baswedan’s Great Speech, Mengapa Jokowi” ini, yang mana dari kalimat tersebut Anies mencoba menggiring makna orang baik terhadap dirinya. Jadi ketika masyarakat setuju Jokowi adalah orang baik, maka akan lebih mudah menggiring pemakanaan bahwa dirinya adalah orang baik pula. Anies mencoba membangun konsep orang baik lebih berhak memimpin dibanding orang yang memiliki kemampuan beretorika dengan menggunakan cara berfikir silogisme serta mengindahkan kemampuan kepemimpinan lainnya.
Posisi Keris Pada Masyarakat Jogja Modern Endah Endrawati
Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v7i2.14

Abstract

AbstractKeris supposedly as a status symbol of nobility, is now confronted by alternative culture (mass culture) as an alternative preservation. Dagger that is said as magical objects and sacred believed to be heirlooms. Now, as kris is an alternative object of merchandise ready for sale and waiting buyers. Kris phenomenon in modern times, its development was encouraging. Keris enthusiasts and observers began to shift from elders to young people, students or youth. The values of humanism on the kris, Religious Values, their belief in the power of man. Value Philosophy of the keris lajer (straight) people live should have a clear direction or purpose. Keris Luk, in achieving the purpose of life, human beings should not be sakleg flexible. History values, the height of science and technology owned civilization wrought iron bangsaatau ancestors of our ancestors. Economic value, collections are becoming increasingly scarce, the higher the price (investment), also overcome unemployment for furniture craftsmen keris. In addition, the value of Psychology, generating confidence and a spirit of confidence for success.AbstrakKeris yang konon sebagai lambang status kebangsawanan, kini dihadapkan oleh budaya alternatif (budaya massa) sebagai salah satu alternatif pelestarian. Keris yang konon sebagai benda bertuah dan dikeramatkan diyakini sebagai pusaka. Kini keris merupakan benda alternatif seolah barang dagangan siap jual dan menunggu pembelinya. Fenomena keris di zaman modern,  perkembangannya  cukup menggembirakan. Peminat dan pemerhati keris mulai bergeser dari sesepuh kepada generasi muda, mahasiswa atau pemuda. Nilai-nilai humanisme pada keris yakni, Nilai Religi, adanya kepercayaan akan kekuatan manusia. Nilai Filosofi adanya keris lajer (lurus) manusia hidup harus punya arah atau tujuan yang jelas. Keris Luk, dalam meraih tujuan hidup, manusia harus luwes tidak sakleg. Nilai Histori, ketinggian ilmu pengetahuan dan teknologi tempa besi yang dimiliki peradaban nenek moyang bangsaatau leluhur kita. Nilai Ekonomi, koleksi yang semakin lama semakin langka akan semakin tinggi harganya (investasi), juga mengatasi pengangguran bagi perajin perabot keris. Selain itu, Nilai Psikologi, pembangkit kepercayaan diri dan semangat keyakinan untuk sukses.  
Analisi Isi Kekerasan Seksual Dalam Pemberitaan Media Online Detik.Com Ayu Erivah Rossy; Umaimah Wahid
Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v7i2.15

Abstract

AbstractThis research implements a quantitative content analysis using descriptive approach and focus on the content of rape report in Detik.com online media. Sexual violence cases, especially rape case always be interesting news in media. In that context, the readers are presented bad news with the way of writing tending to vulgar and alienating the rape victims. The news tendency becomes the reason of research focus. In this research, researcher focuses on rape report content that appears in accordance with the principle of Holsti content analysis. Formulation of problem in this research is a question what is the tendency of rape report content published in Detik.com online media? And the objective of this research is to know the tendency of rape report content published in Detik.com online media. The instrument to analyze data is using Holsti content analysis techniques with referential analysis unit. The research result obtained by the inter-coder shows the tendency of rape report content as follows: news writing using chronological theme is 51.5%; type of rape action reported as the rape action of sexual intercourse is 80%; the male as suspect is 93.3%; the female as rape victim is 93.2%; the rape committed by foreigners is 46.7%; the rape agent less than 5 people is 53.3%; the rape victims less than 5 people is 93.3%.AbstrakPenelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan menfokuskan pada isi (content) mengenai pemberitaan perkosaan pada media online Detik.com. Kasus-kasus kekerasan seksual khususnya tindak perkosaan selalu menjadi pemberitaan menarik bagi oleh media. Dalam pemberitaannya media, media sering mengambil keuntungan dari kejadian mengenaskan tersebut dengan tujuan untuk menaikkan tirasnya, dengan melakukan pornographizing, yaitu mengeksploitasi berita sedemikian rupa sehingga yang ditampilkan justru rangsangan atau imaji seksual pembaca dan bahkan tidak memandang apa yang akan dirasakan oleh korban. Wajar saja jika ada ‘pernyataan’  bad news is a good news,menjadi pertimbangan utama dalam menyajikan berita. Dalam konteks tersebut, pembaca disuguhkan berita-­berita yang buruk, dengan penulisannya cenderung vulgar dan cenderung memojokkan korban pemerkosaan. Kecenderungan pemberitaan tersebut yang menjadi alasan focus penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada konten pemberitaan perkosaan yang tampak sesuai dengan prinsip analisis isi Holsti. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah berupa pertanyaan bagaimana kecenderungan konten pemberitaan perkosaan dimuat di media online Detik. com? Dan tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui kecenderungan konten pemberitaan perkosaan dimuat di Detik. com. Pisau analisis atau instrumen analisis datanya menggunakan teknik analisis isi holsti dengan unit analisis referensial. Adapun hasil penelitian yang diperoleh oleh antar koder menunjukan kecenderungan konten pemberitaan perkosaan sebagai berikut: penulisan berita dengan tema kronologis 51,5 %; jenis tindak perkosaan yang diberitakan adalah jenis tindak perkosaan untuk bersetubuh 80%; jenis kelamin tersangkanya laki-laki 93,3 %; jenis kelamin korban perkosaannya perempuan 93,2 %; tindak perkosaan dilakukan oleh orang asing sebesar 46,7 %; pelaku tindak perkosaan bejumlah <5 orang sebesar 53,3 %; korban tindak perkosaan bejumlah <5 orang sebesar 93,3%.  
Analisis Semiotik Fashion Ines Ariani Sebagai Bentuk Presentasi Diri Monica Stella Angelina; Pinckey Triputra
Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v7i2.16

Abstract

AbstractFashion can be seen from the side semoitikanya that denotation and connotation. Like the black color that has connotations mysterious, bold, independent, and stylish, yellow color that symbolizes joy and a sense of spirit. Tiger spotted pattern connotes bold. Clothes that show the shape of the body shape connotes the online, open-minded, and confident. Denotation and connotation of this it can be concluded that Ines presenting himself as someone who is brave, open, cheerful, and stylish. Fashion and clothing are included in it has a deeper function than as body armor and kesopan that as the way a person communicates where fashion clothing is non-verbal communication that is artifactual. It can be seen that one can judge others simply on appearances alone. Even generally someone will first see the appearance of others before making conversation. This conversation function to verify whether the accepted meaning when just looking at clothes only in accordance with the meaning of a conversation or when it is doing the opposite. Although a person can wear to present themselves as it is, but nonetheless in reality there is an element of performance in it. It is also likely to be experienced by Ines, where in addition wants to present himself, Ines also wants the fashion that he was wearing viewed and became the center of attention of the crowd.AbstrakFashion dapat dilihat secara semoitikanya yaitu dari sisi denotasi dan konotasinya. Seperti warna hitam yang memiliki konotasi misterius, berani, mandiri, dan stylish, warna kuning yang melambangkan keceriaan dan rasa semangat. Pattern totol harimau yang berkonotasi berani. Bentuk pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuh berkonotasi daring, open-minded, dan percaya diri. Dari denotasi dan konotasi inilah dapat diambil kesimpulan bahwa Ines mempresentasikan dirinya sebagai seseorang yang berani, terbuka, ceria, dan stylish. Fashion dan pakaian yang termasuk di dalamnya memiliki fungsi yang lebih mendalam selain sebagai pelindung tubuh dan kesopan yakni sebagai cara seseorang berkomunikasi dimana fashion pakaian merupakan komunikasi non-verbal yaitu artifaktual. Hal ini dapat dilihat bahwa seseorang dapat menilai orang lain hanya dari penampilannya saja. Bahkan umumnya seseorang akan terlebih dahulu melihat penampilan orang lain sebelum melakukan percakapan. Fungsi percakapan ini untuk membuktikan apakah makna yang diterima saat hanya melihat pakaiannya saja sesuai dengan makna ketika sudah melakukan percakapan ataukah berlawanan. Meski seseorang dapat mengenakan pakaian untuk mempresentasikan diri apa adanya, tapi tetap saja dalam kenyataannya ada unsur pertunjukan di dalamnya. Hal ini jugalah yang dialami oleh Ines, dimana selain ingin mempresentasikan dirinya, Ines juga menginginkan agar fashion yang ia kenakan dilihat dan menjadi pusat perhatian orang banyak.