Phinisi Integration Review
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus.
Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Articles
19 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2020): Agustus"
:
19 Documents
clear
Meningkatkan Kemampuan Guru Mata Pelajaran Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving: Upaya peningkatan kemampuan berfikir kritis Melalui Kegiatan Supervisi Akademik di SMA Negeri 1 Nunukan
Khoirul Naim
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.16106
Abstrak. Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan (1) kemampuan guru mata pelajaran dalm menyusun RPP Model pembelajaran problem solving melalui kegiatan suvervisi akademik; (2) kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran problem solving sebagai upaya meningkatkan kemampuan berifikir kritis siswa melalui kegiatan supervisi akademik. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dua siklus dengan tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi, penelitian melibatkan 5 guru SMA N 1 Nunukan. Hasil penelitian Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP Model pembelajaran dari pra siklus dengan nilai 62,90 atau berada pada kategori kurang, kemudian di siklus I sebesar 77,27% dengan kategori cukup dan terjadi peningkatan hingga siklus II sebesar 95,11% dengan kategori Baik; (2) Penerapan metode pembelajaran problem solving melalui kegiatan akademik secara klinis dapat meningkatkan model pembelajaran guru karena dari pencapaian mulai dari pra siklus 31,46 % masih berada pada kategori kurang, di siklus I pencapaian sebesar 71,02% dengan kategori cukup dan terjadi peningkatan signifikan pada siklus II sebesar 91,50 atau dengan kategori baik. Keberhasil guru dalam mengimplementasikan metode pembelajaran akan membuat siswa memiliki sikap kritis dalam belajar mata pelajaran sains, yang berdampak pada peningkatan hasil belajarnya.
Pengaruh Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dan Pengelolaan Kelas Terhadap Motivasi Belajar PPKn Peserta Didik
Mufti Syaifuddin;
Imam Suyitno;
Mustari Mustari
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14885
This study aims to determine; (i) whether there is a positive and significant influence on the Team Assisted Individualization (TAI) model and classroom management on the learning motivation of students PPKn at SMP Negeri 8 Makassar, (ii) whether there is a positive and significant effect of the Team Assisted Individualization (TAI) model on the learning motivation of students PPKn at SMP Negeri 8 Makassar, (iii) whether there is a positive and significant influence of classroom management on the learning motivation of PPKn learners at SMP Negeri 8 Makassar. This type of research used in this research is quantitative with survey methods. The population in this study were all students of class VIII SMP Negeri 8 Makassar, amounting to 440. The sampling technique was Simple Random Sampling technique with a total sample of 195. Data collection techniques used were collected through questionnaire, and documentation.The results of this study indicate that (i) there is a positive and significant influence on the Team Assisted Individualization (TAI) model and classroom management on the learning motivation of students PPKn at SMP Negeri 8 Makassar. Shown with the Fcount value of 108.104 > Ftable 3.04. While the significance level is 0,000 < 0.05 and simultaneously there are 53% of the contribution of the Team Assisted Individualization (TAI) model and classroom management to the learning motivation of students PPKn at SMP Negeri 8 Makassar. (ii) there is a positive and significant influence between the Team Assisted Individualization (TAI) learning model on the learning motivation of students PPKn at SMP Negeri 8 Makassar. Shown by the tcount 12, 749 > ttable 1.645 with a significance of 0.000 < 0.05. and (iii) there is a positive and significant effect between classroom management on students' learning motivation of PPKn at SMP Negeri 8 Makassar. Shown tcount 11, 365 > ttable 1.645 with a significance of 0,000 < 0.05
Pergeseran Pola Interaksi Sosial ( Studi Pada Masyarakat Banggae Kabupaten Majene )
Iva St Syahrah. R;
Musdaliah Mustadjar;
Andi Agustang
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14393
. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor- faktor dan proses pergeseran pola interaksi serta dampak dari pergeseran pola interaksi sosial yang terjadi pada Masyarakat Banggae Kabupaten Majene. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan penentuan informan menggunakan Teknik purposive sampling dengan kriteria informan yang berumur 21 sampai 50 tahun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti melalui tiga tahapan kerja yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Faktor penyebab terjadinya pergeseran pola interaksi pada masyarakat Banggae didasari atas dua faktor yakni faktor eksternal ialah perkembangan teknologi. Sedangkan faktor internalnya ialah ketergantungan smartphone dan perilaku phubbing. (2) Proses terjadinya pergeseran pola ineraksi sosial pada Masyarakat Banggae Kabupaten Majene, terjadi diantara keadaan dan waktu yang berbeda (pra digital- pasca digital). (3) Dampak ketergantungan masyarakat Banggae Kabupaen Majene terhadap Smartphone yang dapat menggeser pola interaksinya, terdiri dari dua dampak, yakni pertama dampak positif: mempermudah interaksi dan memperkaya saluran interaksi, mempermudah akses informasi, dan kemudahan memenuhi kebutuhan perkuliahan. Kedua dampak negatif: waktu yang terbuang sia- sia, sulitnya menyaring informasi, dan lunturnya sopan santun dan tata krama dalam berinteraksi.
Pelaksanaan Tugas Lurah Dalam Pelayanan Masyarakat Di Kelurahan Tompobalang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa
Muh. Adirudini;
Rifdan Rifdan;
Manan Sailan
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14921
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan (1) Pelaksanaan tugas Lurah dalam pelayanan masyarakat di Kelurahan Tompobalang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. (2) Faktor determinan dalam pelayanan masyarakat di Kelurahan Tompobalang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. (3) Strategi pelaksanaan tugas Lurah dalam pelayanan masyarakat di Kelurahan Tompobalang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dimana jenis penelitian ini dilakukan dengan mengamati subjek dan objek yang akan diteliti berdasarkan fakta-fakta yang ada. Fakta yang ditemukan dikaji dan dideskripsikan secara mendalam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan dianalisis dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan tugas lurah dalam pelayanan masyarakat di Kelurahan Tompobalang mengenai pola-pola tugas Lurah yang efektif dan efesien oleh pemerintah Kelurahan Tompobalang didapati bahwa pola-pola tugas Lurah Tompobalang sudah cukup efektif dan efesien, dimana Lurah selalu mengarahkan dalam memberikan tugas dan arahan yang dapat dimengerti walaupun Lurah tidak selalu berada di kantor dan bertugas diluar, namun dengan kecanggihan teknologi handphone hal tersebut dapat diatasi. (2) Faktor determinan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas lurah adalah sarana dan prasana yang belum memadai sehingga pelayanan masyarakat pun kurang optimal. (3) Strategi pelaksanaan tugas lurah dalam pelayanan masyarakat di Kelurahan Tompobalang yang dilakukan dengan Peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dengan menerapkan Kebijaka Optimalisasi penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) dengan penguatan kualitas dukungan administrasi sarana,dan prasarana di kelurahan Tompobalang.
Sekolah Berbasis Boarding School dalam Pembentukan Karakter Sosial Peserta Didik
Salwia Salwia;
Hamsu Abdul Gani;
Suardi Suardi
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14879
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Pelaksanaan kegiatan sekolah berbasis boarding school dalam pembentukan karakter sosial peserta didik di SMA Negeri 17 Makassar. 2) Karakter sosial peserta didik yang mengikuti boarding school di SMA Negeri 17 Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang melibatkan 15 orang sebagai informan (10 orang peserta didik, 4 orang pembina asrama, dan kepala sekolah). Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan kegiatan sekolah berbasis boarding school dalam pembentukan karakter sosial peserta didik di SMA Negeri 17 Makassar meliputi bimbingan keagamaan, pengembangan bakat dan minat, keterampilan sikap prososial dan bimbingan belajar. Selain kegiatan asrama juga terdapat penerapan tata tertib, pemberian hukuman yang konsisten sesuai dengan tingkat pelanggaran sebagai rangkain pelaksanaan kegiatan sekolah. (2) Karakter sosial peserta didik yang mengikuti boarding school di SMA Negeri 17 Makassar dapat dilihat dari segi kejujuran kurang baik karena masih terdapat peserta didik yang tidak memiliki perilaku jujur. Dari segi toleransi, peserta didik saling menghargai dan menghormati tanpa membeda-bedakan keyakinan. Dari segi demokratis, pengambilan keputusan selalu diputuskan bersama. Dari segi semangat kebangsaan, selalu memperingati hari nasional. Dari segi peduli lingkungan, selalu menjaga kebersihan dan keamanan asrama. dari segi peduli sosial, melaksanakan kegiatan baksos. Dari segi tanggung jawab, melaksanakan dengan baik segala kegiatan dan dari segi kerjasama, peserta didik saling membantu melakukan segala kegiatan seperti kerja bakti.
Implementasi Pendidikan Karakter di SMK-TI Makassar
Muhammad Sabri;
H. Sangkala Ibsik;
Darman Manda
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14902
Abstrak. Pendidikan karakter berpijak pada karakter dasar manusia dari nilai moral. Pendidikan karakter merupakan kata kunci dari proses transformasi nilai-nilai luhur di sekolah terkhsusu di SMK-SMTI Makassar. Penelitian ini bertujuan (i) Untuk mengetahui tentang pembelajaran pendidikan karakter di desain secara terintegrasi oleh para guru PKn di SMK-SMKTI Makassar.(ii) Untuk mengetahui tentang peran Kepala Sekolah dalam upaya pembinaan pendidikan karakter di SMK-SMKTI Makassar.(iii) Untuk mengetahui prestasi belajar peserta didik di bidang Pendidikan Karakter yang terjadi pada mata pelajaran PPKn. Manfaat penelitian ini (i) Manfaat Teoritis, (ii) Manaat Praktis. Metode penelitian menggunakan metodologi Kualitatif, Fokus Penelitian (i) Para tenaga pendidik yang mengampuh mata pelajaran PPKn di sekolah SMK-SMKTI Makassar. (ii) Kepala Sekolah SMK-SMKTI Makassar sebagai Pembina dari para pendidik. (iii) Para peserta didik yang menerima langsung proses belajar mengajar di SMK-SMKTI Makassar.Teknik Pengumpulan Data (i) Observasi, (ii) Wawancara, (iii) Dokumentasi. Teknik Analisis Data (i) Reduksi Data, (ii) Penyajian Data, (iii) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, (i) Pembelajaran pendidikan karakter di SMK-SMKTI Makassar di desain secara terintegrasi oleh para guru PPKn dengan cara melihat pola dan perilaku peserta didik, melihat permasalahan dari setiap peserta didik serta memberikan materi kepada peserta didik yang lebih cepat dipahami. (ii) Peran kepala sekolah dalam upaya pembinaan pendidikan karakter di SMK-SMKTI Makassar adalah dengan cara memberikan fasilitas sarana dan prasarana bagi tenaga pendidik untuk mampu mengimplementasikan pembelajaran pendidikan karakter terhadap para peserta didik serta memberikan motivasi bari para peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang kita harapkan. (iii) Prestasi belajar peserta didik dibidang pendidikan karakter yang terjadi pada mata pelajaran PPKn ditunjukkan dengan meningkatnya hasil pembelajran pendidikan karakter yang ada di SMK-SMKTI Makassar.
Pergeseran Pemaknaan Rumah Ada Tongkonan Dan Alang Pada Masyarakat Toraja
Grilyon Tumba' Arrang;
Andi Agustang;
Muhammad Syukur
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14416
Pergeseran Pemaknaan Rumah Adat Tongkonan dan Alang Pada Masyarakat Toraja ( Studi kasus di Lembang Marinding Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja ). ( Di bimbing oleh Andi Agustang dan Muhammad Syukur). Penelitian ini bertujuan untuk mngetahui 1) pemaknaan rumah Tongkonan dan Alang pada masyarakat Toraja. 2) Bentuk pergeseran pemaknaan rumah adat Tongkonan dan Alang pada masyarakat Toraja. 3) Faktor penyebab pergeseran rumah adat Tongkonan dan Alang pada masyarakat Toraja. Jenis penelitian yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Tekni pengumpulan data yaitu melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data yaitu trigulasi sumber. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa pemaknaan rumah adat Tongkonan dan Alang 1) sebagai gambaran pusat kehidupan sekaligus personifikasi diri orang Toraja dengan Sang pencipta 2) Sebagai Simbol penjamin harkat dan martabat orang Toraja 3) sebagai pusat pelaksanan ritual upacara adat- istiadat orang Toraja 4) sebagai simbol kemakmuran orang Toraja 5) tempat bermusyawarah bagi para penguasa adat dan lembaga sosial. Bentuk pergeseran pemaknaan rumah adat Tongkonan dan Alang dalam masyarakat Toraja dapat dilihat dari bentuk wujudnya yakni berupa meteril yang terdiri dari beberapa bentuk pola konstruksi bagunan,ukiran maupun ornamen-ornamen yang melekat dan bentuk wujud berupa immateril yaitu pada bentuk makna dimana masyarakat melihat keskaralan dari bangunan ini hanya dipadang 1) sebagai sosial hiburan untuk destiansi wisata, 2) sebagai wadah sosial politik, 3) kebutuhan praktis masa kini mengenai status sosial penghuninya serta, 4) sebagai identitas orang toraja, disamping itu ada bentuk fungsi yang bergeser yakni fungsi pertanian,fungsi agama, fungsi agraris, fungsi ketahanan dan fungsi kehakiman. Pergeseran pemaknaan ini didorong oleh adanya faktor 1) adanya motivasi mempertahankan prestise, 2) adanya interseksi sosial dalam perkawinan, 3) adanya tingkat pendidikan , 4) taraf ekonomi yang tinggi, 5) adanya agama, 6) teknologi.
Partisipasi Sosial Dalam Pemenuhan Activity Daily Living (Adl) Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Kota Makassar
Erwin Sahabuddin;
Andi Agustang;
Darman Manda;
Shermina Oruh
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14922
Partisipasi sosial adalah pelibatan seseorang atau beberapa orang dalam suatu kegiatan. Keterlibatan dapat berupa keterlibatan mental dan emosi serta fisik dalam menggunakan segala kemampuan yang dimilikinya (berinisiatif). Activity Daily Living (ADL) pada orang dengan gangguan jiwa merupakan aktifitas dasar yang harus dimiliki seseorang untuk merawat dirinya secara mandiri dengan tujuan untuk memenuhi/berhubungan dengan perannya sebagai pribadi dalam lingkungan Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang keterlibatan seseorang dalam berpartisipasi untuk memenuhi Activity Daily Living (ADL) orang dengan gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik proportional stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Uji validitas alat ukur menggunakan Cronbach’s Alpha diatas 0,600. Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan analisa kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi sosial dalam proses perencanaan, proses pelaksanaan dan proses pengevaluasian dalam pemenuhan Activity Daily Living (ADL) orang dengan gangguan jiwa secara umum baik, dan hambatan berpartisipasi sosial dalam pemenuhan ADL orang dengan gangguan jiwa yang ditunjukkan dengan nilai cukup berpengaruh.
Integrasi Pendidikan Karakter Pada Mata Pelajaran PPKn Untuk Mengembangkan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Siswa
A Wahyuni;
Hasnawi Haris;
Mustari Mustari
Phinisi Integration Review Vol 3, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/pir.v3i2.14880
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (i) upaya yang dilakukan tenaga pendidik untuk mengintegrasikan pendidikan karakter pada mata pelajaran PPKn untuk mengembangkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa di SMPN 8 Makassar, (ii) integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran PPKn untuk mengembangkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa di SMPN 8 Makassar, dan (iii) factor pendukung dan penghambat proses integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PPKn untuk mengembangkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa di SMPN 8 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis dengan teknik triangulasi .Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (i) upaya yang dilakukan guru dalam mengembangkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa pada mata pelajaran PPKn di SMP Negeri 8 Makassar adalah dengan menerapkan model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dimana model tersebut dapat membantu siswa untuk melatih karakter siswa serta meningkatkan keterampilan mengemukakan pendapatnya (ii) menggunakan 3 model pembelajaran yaitu: model Team Assisted Individualization (TAI), metode tanya jawab dan metode konvensional (iii) terdapat faktor pendukung dalam pengintegrasian pendidikan karakter untuk meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa yaitu : (i) Kegiatan yang sudah terprogram dengan baik dalam silabus dan RPP, (ii) sarana dan prasarana yang memadai, (iii) serta dukungan dan kerja sama yang baik antara guru dan orang tua siswa dan faktor penghambat dalam pengintegrasian pendidikan karakter untuk meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat siswa yaitu : (i) kontrol sekolah yang terbatas, (ii) kurangnya pemahaman tentang pendidikan karakter, (iii) keberanian siswa untuk mengemukakan pendapatnya masi kurang, dan (iv) adanya keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran