cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,354 Documents
Peran Moderasi Beragama sebagai Penangkal Hoax dan Disinformasi Keagamaan di Era Digital Widiana, Siti Wahyu; Yumna, Shendya Lukyana; Fatimah, Sinta; Amaliyah, Zulvika; El Syam, Robingun Suyud
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3092

Abstract

Di era digital arus informasi tidak di saring sehingga muncul penyebaran hoak dan dosonformasi, termasuk dalam informasi konteks keagamaan. Artikel ini mengkaji konsep peran moderasi beragma sebagai penangkal hoax dan Disinformasi keagamaan di era digital  melalui perlawanan terhadap berita hoax dan literasi terhadap informasi yang bertujuan untuk meninkatkan pemahaman, analisis, sikap kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualititatif berbasis studi pustaka dengan sumber utama jurnal jurnal terdahulu buku dan ayat alquran mengenai peran moderasi beragama hasil kajian ini menjadikan moderasi agama sebagai pilar utama dalam menyangkal penyebaran informasi yang salah dan keliru sehingga menimpulkan pemikiran yang kritis dan membiasakan literasi. Abstract In the digital era, the flow of information is unfiltered, leading to the spread of hoaxes and disinformation, including information in a religious context. This article examines the concept of religious moderation as a counter to hoaxes and religious disinformation in the digital era through countering hoax news and information literacy, aimed at improving understanding, analysis, and critical thinking. This research uses a qualitative approach based on literature review, with primary sources being previous journals, books, and Quranic verses regarding the role of religious moderation. The results of this study establish religious moderation as a key pillar in refuting the spread of false and erroneous information, thus fostering critical thinking and fostering literacy.
Analisis Bibliometrik tentang Dampak Doa Ketenangan pada Pemulihan Kecanduan: Pendekatan Tinjauan Sistematis Alisyahbana, Issac Briyan; Nurismawan, Ach. Sudrajad; Kurniawan, Shopyan Jepri; Syuhada', Muchammad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3093

Abstract

Studi ini mengeksplorasi lanskap akademis mengenai peran Doa Ketenangan dalam pemulihan kecanduan menggunakan analisis bibliometrik. Data diekstrak dari Scopus dan dianalisis menggunakan Biblioshiny. Studi ini menyajikan tren penelitian utama, penulis berpengaruh, jurnal terkemuka, dan evolusi tematik di bidang ini. Hasilnya memberikan wawasan tentang perkembangan wacana ilmiah seputar spiritualitas dalam pemulihan kecanduan. Temuan menunjukkan minat yang semakin besar pada persimpangan agama, kesehatan mental, dan pengobatan penyalahgunaan zat. Wawasan ini berkontribusi pada arah penelitian masa depan dan implikasi kebijakan dalam rehabilitasi kecanduan. Studi tentang pemulihan kecanduan menggunakan analisis bibliometrik menawarkan perspektif unik tentang doa ketenangan, menyoroti pentingnya doa ini di bidang spiritualitas dan rehabilitasi. Dengan menganalisis data dari Scopus dan memanfaatkan Biblioshiny, penelitian ini mengungkap tren utama dan penulis berpengaruh di bidang ini. Evolusi tematik yang diidentifikasi dalam studi ini menjelaskan minat yang semakin besar dalam mengintegrasikan agama, kesehatan mental, dan pengobatan penyalahgunaan zat dalam pemulihan kecanduan. Temuan ini tidak hanya berkontribusi pada wacana ilmiah tetapi juga menawarkan wawasan berharga untuk penelitian masa depan dan pengembangan kebijakan dalam rehabilitasi kecanduan.
Internalisasi Nilai Kedisiplinan pada Anak melalui Kisah Nabi Sulaiman As: Tafsir Tarbawi atas QS. Al-Naml/27: 15-31 Muchammad, Achmad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.3094

Abstract

Kedisiplinan merupakan salah satu nilai karakter fundamental yang perlu ditanamkan sejak usia dini, khususnya pada anak usia Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah. Namun, proses internalisasi nilai kedisiplinan pada anak sering menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek metode maupun pendekatan pembelajaran yang kurang menarik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji internalisasi nilai kedisiplinan pada anak melalui kisah Nabi Sulaiman As sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Naml/27: 15–31 dengan pendekatan tafsir tarbawi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan sumber utama Al-Qur’an serta didukung oleh kitab-kitab tafsir dan literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah Nabi Sulaiman As dan burung Hud-hud mengandung nilai-nilai kedisiplinan yang kuat, antara lain ketertiban, ketepatan waktu, ketegasan dalam menegakkan aturan, tanggung jawab, klarifikasi (tabayyun), serta komitmen dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai tersebut terefleksi dalam sikap Nabi Sulaiman As sebagai pemimpin dan respons burung Hud-hud terhadap teguran dan amanah yang diberikan. Kisah Al-Qur’an terbukti memiliki potensi edukatif yang strategis dalam menanamkan nilai kedisiplinan karena bersifat naratif, menarik, dan sarat dengan dimensi spiritual-transendental. Dengan demikian, pendekatan kisah Qur’ani melalui tafsir tarbawi dapat dijadikan alternatif efektif dalam pendidikan karakter anak, khususnya dalam internalisasi nilai kedisiplinan.
Review Buku  ‘Major Themes of the Quran’  oleh Fazlur Rahman dan Teori Double Movement Purwanto, Purwanto
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3096

Abstract

Para mufasir terus mendialogkan teks al-Quran dengan problem sosial yang terus berkembang menjadi salah satu latar belakang munculnya tafsir kontemporer. Semangat reinterpretasi ini dibuktikan dengan munculnya beberapa pendekatan tafsir al-Quran mulai dari tafsir global (ijmali), tafsir analitik (tahlili), tafsir perbandingan (muqaran), hingga tafsir tematik (maudhu’i). Beberapa contoh mufasir kontemporer adalah Nasr Hamid Abu Zaid dengan semiotika al-Qur’annya, Muhammad Syahrur dengan teori  hudud-nya, dan Fazlur Rahman dengan metode sosio-historis dengan pendekatan hermeneutika gerakan ganda (double movement), dan sintesis logisnya (maudhu’i). Peneliti tertarik untuk membahas metodologi tafsir Fazlur Rahman dalam bukunya “Major Themes of The Quran” dengan alasan, metodologi yang digunakan dalam buku tersebut masih terkesan baru, walaupun terdapat kemiripan dengan tafsir tematik klasik. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, Buku ‘Major Themes of The Quran’ memuat enam tema yang kesemuanya ditata secara sistematis. Keenam tema tersebut adalah tema tentang Tuhan, manusia sebagai individu, manusia sebagai anggota masyarakat, alam semesta, kenabian dan wahyu, eskatologi, setan dan kejahatan serta lahirnya masyarakat muslim. Pada akhir buku tersebut juga terdapat apendiks tentang situasi religius yang dihadapi oleh masyarakat muslim di mekkah, kaum ahli kitab, dan mengenai keanekaragamaman “agama-agama”. Dengan pendekatan tematik, Rahman berpendapat bahwa al-Quran hendaknya dibiarkan “berbicara” mengenai apa yang dikandungnya sehingga hal tersebut dapat mengurangi subjektifitas penafsir. Kedua, konsep hermeneutika Al-Qur’an yang dibangun oleh Fazlur Rahman merupakan pengembangan dari konsep Islam yang sudah ada sebelumnya, seperti asbâb an-nuzûl, Qiyâs, illat al-hukm, tafsîr sistematis , ‘Amm dan Khâshsh. Hanya saja, konsep-konsep ini oleh Fazlur Rahman diberi muatan makna yang baru, sehingga konsep tersebut memiliki makna yang lebih luas dan kontekstual. Ketiga, prinsip penafsiran  Fazlur Rahman adalah prinsip diferensiasi, prinsip holistik dan menolak atomisasi, prinsip kontekstualisasi penafsiran, prinsip sunnah nabi sebagai metode ijtihad, prinsip objektivitas penafsiran, prinsip deotonomisasi teks, dan prinsip sinonimitas. Keempat, tiga metode penafsiran yang ditawarkan Fazlur Rahman, yaitu sintesis-logis, sosio-historis, dengan pendekatan hermeneutika double movement (gerakan ganda). Sedangkan pada buku Major Themes of The Quran, digunakan metode Sintesis-Logis. Kelima, metode penafsiran gerakan ganda (double movement) berisi model penafsiran from the present situation to Quranic time, then back to the present. Bila gerakan pertama merupakan kerja ahli sejarah, maka gerakan yang kedua merupakan kerja ahli para saintis sosial, tetapi orientasi efektif dan rekayasa etis yang sebenarnya adalah kerja para ahli etika.
Pemanfaatan Media Digital dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa Sekolah Dasar Jannah, Novaria Lailatul; Mufidah, Lailatul; Setyawan, Zelika Jauza Bilqis; Rahayu, Ika Putri
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3098

Abstract

Student engagement is a crucial aspect of elementary school learning, yet in practice, participation levels are often low throughout the learning process. The use of digital media is seen as a potential pedagogical strategy to increase active student engagement. This study aims to examine the effect of digital media use in science learning on elementary school student engagement. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental non-equivalent control group design. The subjects consisted of fifth-grade students divided into an experimental class and a control class. The research instrument was a student engagement questionnaire covering cognitive, affective, and psychomotor dimensions, supported by observation sheets. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that the average student engagement score in the experimental class increased from 55.00 in the pretest to 85.00 in the posttest, while in the control class it increased from 50.00 to 65.00. The increase in student engagement in the experimental class occurred across all dimensions of engagement, with the highest increases in the psychomotor and cognitive dimensions. The prerequisite test results showed normally distributed and homogeneous data, while the mean difference test indicated a significant difference in student engagement between the experimental and control classes (p < 0.05). Based on these findings, it can be concluded that the use of digital media in science learning has a positive and significant effect on increasing elementary school student engagement. Therefore, it is recommended that digital media be pedagogically integrated into science learning to create more interactive, meaningful, and student-centered learning in the digital age.
Transformasi Manajemen Pendidikan Islam di Abad ke-21 Ersat, Moh.; Badriyah, Laila; Yuliastutik
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3100

Abstract

Global changes marked by the rapid development of digital technology and social dynamics in the 21st century have brought major implications for education systems, including Islamic education. Islamic educational institutions face dual challenges, namely the demand to improve quality and competitiveness at the global level and the obligation to maintain Islamic values and identity. This condition requires a transformation of Islamic education management that is able to respond to changes in an adaptive and sustainable manner. This article aims to examine the transformation of Islamic education management in the 21st century by highlighting the paradigm shift in management, the role of transformative leadership, the use of digital technology, and the implementation of quality management. This research uses a qualitative approach through literature review of various relevant scientific sources. The results of the study show that the transformation of Islamic education management is a fundamental element in improving the effectiveness of the management of educational institutions. The integration between modern management principles and Islamic values is key in creating Islamic education that is relevant, quality, and able to produce intellectual, spiritual, and social superior human resources in the 21st century.
Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Baamboozle terhadap Hasil Belajar IPAS di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia Andino, Nisa; Nasution, Dewi Kesuma
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 13 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v13i1.3097

Abstract

Pembelajaran IPAS merupakan proses yang disusun secara terencana untuk membantu peserta didik memahami konsep melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar. Namun, pembelajaran IPAS di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia masih menunjukkan hasil belajar yang belum optimal karena penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi dan media pembelajaran yang terbatas. Kondisi ini menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang inovatif dan didukung media yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan baamboozle terhadap hasil belajar IPAS siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pre-eksperimen tipe one group pretest posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI di Sanggar Belajar Kampung Bharu Malaysia yang berjumlah 8 orang. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPAS siswa setelah penerapan model discovery learning berbantuan baamboozle. Dengan demikian, model discovery learning berbantuan baamboozle dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa.
Optimalisasi Asesmen Autentik dalam Transformasi Kompetensi Religiusitas Siswa pada Pembelajaran PAI di Madrasah Puspa Dwi Putri; Agnesty Widila; Muhammad Fakhri Ridhatama; Nur Hidayat; M. Hidayaturrahman
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.3101

Abstract

This study aims to analyze the optimization of authentic assessment in transforming students' religious competence in Islamic Education (PAI) subjects. The primary focus of the study is directed at implementing evaluation techniques that transcend cognitive boundaries toward the internalization of students' spiritual values at MTs Nur Rahma, Bengkulu City. This study employs a qualitative approach with a case study type, where data were collected through participant observation, in-depth interviews with PAI teachers, and portfolio documentation of 8th-grade students. The results indicate that the use of performance-based assessment, projects, and self-assessment instruments significantly captures the development of students' morality and ritual skills precisely. The transformation of religious competence is evident in the increased awareness of independent worship and academic integrity, which are more stable compared to conventional evaluation models. The main challenge identified is the administrative burden on teachers; however, madrasa policy support and parental involvement are key supporting factors for the success of this system. This study concludes that authentic assessment is a vital instrument in realizing holistic and contextual Islamic education within the madrasa environment.
Kebijakan Kurikulum PAI dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Abad 21 Manan, Abdul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang ditandai dengan perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan karakter peserta didik. Kurikulum PAI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius sekaligus kompetensi abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur ilmiah dan kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan kurikulum PAI perlu diarahkan pada integrasi nilai-nilai Islam dengan keterampilan abad 21, penguatan literasi digital, serta pendekatan pembelajaran kontekstual dan berbasis karakter. Selain itu, implementasi kurikulum PAI memerlukan dukungan kepemimpinan pendidikan, kompetensi guru, serta inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini memberikan rekomendasi penguatan kebijakan kurikulum PAI yang adaptif, integratif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pendidikan modern.
Analisis Faktor-Faktor Determinan terhadap Proses dan Capaian Prestasi Belajar Siswa Kelas II MI JA Al-Haq Kota Bengkulu Hikmatul Munawarah; Islamiah Istikharah; Ziyyah Ul Mu'izzah Zulta; Asmara Yumarni; Asniti Karni
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.3105

Abstract

This study aims to describe the factors that influence the learning process and the learning achievement of students. This type of research is field research with a qualitative approach. The sample for this research is class IIA MI Plus Ja Al-Haq students in Bengkulu City. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Data on the factors that influence the learning process and learning achievement is collected using observation sheets and interviews. The results of research in class IIA, MI Plus Ja Al-Haq Bengkulu City, show that the factors that influence the learning process and learning achievement in class IIA are individual student factors, environmental factors, teaching materials, and learning methods. While learning achievement is influenced by internal factors, which include intelligence, learning motivation, interests, and attitudes, as well as study habits, and external factors, including the physical environment, social environment, and family environment, With this research, researchers know that the factors that greatly influence the learning process and learning achievement of students in IIA MI Plus Ja Al-Haq are individuals and the environment.