cover
Contact Name
M. Widyo Wartono
Contact Email
widyo@mipa.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alchemymipauns@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia
ISSN : 14124092     EISSN : 24434183     DOI : -
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia is a chemistry journal published by Sebelas Maret University, Surakarta. ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia publishes original research articles or review articles in organic chemistry, inorganic chemistry, analytical chemistry, physical chemistry, biochemistry, and environmental chemistry.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Optimasi Formula Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Etil-p-metoksisinamat (EPMS) Nur Amalia Choironi; Beti Pudyastuti; Giri Gumelar; Muhamad Salman Fareza; Triyadi Hendra Wijaya; Joko Setyono
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.18.2.56847.205-213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) menggunakan zat aktif etil-p-metoksisinamat (EPMS). Formula SNEDDS terdiri dari cremophor RH 40 sebagai surfaktan, propilen glikol sebagai ko-surfaktan, Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai fase minyak dan EPMS sebagai zat aktif. Penentuan perbandingan surfaktan dan ko-surfaktan menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) dengan software Design-Expert versi 13.0. Formula optimum SNEDDS EPMS memiliki komposisi EPMS 100 mg/mL, cremophor RH 40 53,6%, propilen glikol 26,4% dan VCO 20% sesuai dengan rekomendasi dari SLD menghasilkan SNEDDS dengan transmitan 95,43%, waktu emulsifikasi dalam aquadest 8,33 menit, ukuran partikel 30,16 nm, zeta potensial -61,03 mV dan indeks polidispersitas 0,160. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan formula SNEDDS 53,6% cremophor RH 40; 26,4% propilen glikol dan EPMS dapat meningkatkan nilai transmitan dan waktu emulsifikasi.Formula Optimization of the Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) of Ethyl-p-methoxycinnamate (EPMC). This research aimed to optimize the Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) formula of the ethyl-p-methoxycinnamate (EPMS). The SNEDDS formula was prepared using cremophor RH 40 as a surfactant, propylene glycol as a co-surfactant, VCO as an oil phase, and EPMS as an active ingredient. Proportion surfactant and co-surfactant were determined using the simplex lattice design (SLD) method using the Design-Expert software version 13.0. The optimum formula of EPMC SNEDDS are EPMC cremophor RH 40, propylene glycol, VCO and EPMS was 100 mg/ml, 53.6%, 26.4%, and 20% based on SLD data. The formulation was a transmittance of 95.43%, an emulsification time of 8.33 minutes, a particle size of 30.16 nm, a zeta potential of -61.03 mV, and polydispersity index of 0.160. The result showed that the proportion of cremophor RH 40; 26,4% propylene glycol, and EPMC were able to increase the value of transmittance and emulsification time.
Sintesis dan Karakterisasi Membran Selulosa Asetat dengan Penambahan Antibiofouling Alami Ekstrak Bawang Putih Dikianur Alvianto; Fara Aulia Agustin Nurhadi; Angky Wahyu Putranto; Bambang Dwi Argo; Mochammad Bagus Hermanto; Yusuf Wibisono
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.18.2.57199.193-204

Abstract

Teknologi membran merupakan teknologi yang dapat memisahkan dua fasa (permeat dan umpan). Kendala dalam teknologi membran yaitu bahan yang terkandung dalam umpan dan mengakibatkan terjadinya fouling (penutupan pori). Salah satu alternatif untuk mengurangi fouling yaitu menambahkan zat antibiofouling pada membran. Bahan yang dapat digunakan sebagai antibiofoulan alami adalah ekstrak bawang putih yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan ekstrak bawang putih terhadap perbaikan karakteristik membran (ketebalan, kuat tarik, elastisitas), fluks air bersih, dan sifat antibiofouling pada bakteri Bacillus subtilis. Membran selulosa asetat dibuat dengan menggunakan metode inversi fasa dan pelarut dimetilformamida. Penambahan ekstrak bawang putih pada pembuatan membran selulosa asetat memiliki konsentrasi masing-masing sebesar 0,25% b/v (0,01 g), 0,5% b/v (0,02 g), 0,75% b/v (0,03 g), dan 0% b/v (kontrol) dengan ketebalan 0,3 mm. Hasil yang optimum diperoleh untuk membran dengan konsentrasi 0,5 % b/v yang menghasilkan pengujian kuat tarik sebesar 0,977 N/mm2 dan untuk membrane dengan konsentrasi 0,25% b/v yang memberikan elastistas pertambahan panjang sebesar 12,22%. Sifat antibakteri membran dengan penambahan ekstrak bawang putih ditunjukkan dengan berkurangnya penempelan bakteri Bacillus subtilis pada permukaan membran sebesar 41,5% – 87,7% area.Synthesis and Characterization of Cellulose Acetate Membrane with The Addition of Natural Antibiofouling Garlic Extract. Membrane technology is a technology that can separate two phases (permeate and feed). The main problem in membrane technology is the material contained in the feed, which causes fouling (pore closure). An alternative to reducing fouling is by adding anti-biofouling substances into the membrane. The material that can be used as a natural anti-biofoulant is garlic extract which has antibacterial properties. This study aimed to analyze the effect of adding garlic extract on the improvement of membrane characteristics (thickness, tensile strength, elasticity), clean water flux, and anti-biofouling properties of Bacillus subtilis bacteria. The cellulose acetate membrane was synthesized using dimethylformamide as solvent through the phase inversion method. The addition of garlic extract in the manufacture of cellulose acetate membranes had concentrations of 0.25% w/v (0.01 g), 0.5% w/v (0.02 g), 0.75% w/v (0.03 g), and 0% w/v (control) with a thickness of 0.3 mm. The optimum results were obtained for the membrane with a concentration of 0.5% w/v, which resulted in the tensile strength test of 0.977 N/mm2, and the membrane with a concentration of 0.25% w/v, which resulted in an elongation elasticity of 12.22%. The antibacterial properties of membranes with the addition of garlic extract were indicated by the adhesion reduction of Bacillus subtilis bacteria on the membrane surface by 41.5% – 87.7% area.
Adsorpsi Anilin oleh Karbon Aktif Magnetik Cangkang Kelapa Sawit Hani Alfiyani; Nurlina Nurlina; Nelly Wahyuni
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.18.2.53647.130-139

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang dapat dikompositkan dengan besi oksida menjadi karbon aktif magnetik (KAM) sehingga mempermudah proses pemisahannya dari dalam larutan. Penelitian ini menjelaskan kinerja KAM dalam mengadsorpsi anilin dengan menentukan isoterm dan kinetika adsorpsinya serta efektifitas sifat magnet dalam pemisahan KAM. Karbon aktif magnetik dibuat dari cangkang kelapa sawit dikarbonisasi (300 ºC, 2 jam), diaktivasi fisika (600 ºC, 30 menit), dan dilanjutkan aktivasi kimia (ZnCl2 0,05 M). Karbon aktif magnetik dibuat dengan mencampurkan karbon aktif dan larutan Fe(III)/Fe(II) (rasio mol 2:1). Pengukuran daya serap adsorpsi menggunakan variasi konsentrasi anilin (25, 50, 75, 100, dan 125 ppm) dan waktu kontak (60, 120, 180, 240, dan 300 menit). Adsorben KAM dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer infra merah (FTIR), difraktometer sinar-X (XRD), fluoresensi sinar-X (XRF), Surface Area Analysis (SAA) dan konsentrasi anilin diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis FTIR menunjukkan munculnya serapan Fe-O pada bilangan gelombang 580,32 cm-1 yang mengindikasikan adanya besi oksida pada KAM. Difraktogram XRD menunjukkan puncak pada 2θ 18,39º; 34,09º; 34,82º; 35,03º; dan 35,87º dari magnetit Fe3O4, puncak 2θ 32,83º; 35,77º; dan 38,18º dari hematit. Hasil SAA menunjukkan luas permukaan KAM 179,40 m2/g, diameter rata-rata pori 24,95 Å dan XRF menunjukkan adanya kandungan Fe2O3 pada KAMsebesar 76,316%. Kapasitas adsorpsi optimum diperoleh pada konsentrasi anilin 100 ppm dengan waktu kontak selama 240 menit sebesar 86,254 mg/g. Kinetika adsorpsi sesuai dengan model pseudo-orde dua (R2 sebesar 0,9934) dengan konstanta kinetika 0,0073 g/(mg.menit).Aniline Adsorption by Oil Palm Shell Magnetic Activated Carbon. Activated carbon is one of the adsorbents that can be composted with iron oxide into magnetic activated carbon (KAM), making it easier to separate from the waste solution. This research investigated the KAM's performance in absorbing aniline by determining its adsorption isotherms and kinetics as well as the effectiveness of magnetic properties in KAM separation. Magnetic activated carbon was produced by oil palm shells carbonization at (300 ºC, 2 hours), followed by physical activation (600 ºC, 30 minutes), and continued by chemical activation (ZnCl2 0.05 M). Magnetic activated carbon was made by mixing activated carbon and Fe(III)/Fe(II) solution (mole ratio 2:1). Adsorption measurements use variations in aniline concentrations (25, 50, 75, 100, and 125 ppm) and contact times (60, 120, 180, 240, and 300 minutes). KAM adsorbents were characterized using infrared spectrophotometers (FTIR), X-ray diffractometers (XRD), X-ray fluorescence (XRF), and surface area analysis (SAA). Meanwhile, the adsorbed aniline concentrations were measured by UV-Vis spectrophotometers. The results of the FTIR analysis showed the appearance of Fe–O absorption in wavenumbers 580.32 cm-1 indicating the presence of iron oxide in KAM. XRD diffractogram shows peaks at 2θ 18.39º; 34.09º; 34.82º; 35.03º; and 35.87º of Fe3O4 magnetite, and peaks 2θ 32.83º; 35.77º; and 38.18º from hematite. SAA results showed a surface area of KAM of 179.40 m2/g and an average pore diameter of 24.95 Å. XRF showed the presence of Fe2O3 content in KAM of 76.316%. An optimum adsorption capacity of 86.254 mg/g was obtained at an aniline concentration of 100 ppm with a contact time of 240 minutes. Adsorption kinetics correspond to the second-order pseudo-model (R2 of 0.9934) with a kinetic constant of 0.0073 g/(mg.min).
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Bakteri Patogen Febrianti Febrianti; Asri Widyasanti; Siti Nurhasanah
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.18.2.52508.234-241

Abstract

Penyakit manusia dapat disebabkan oleh kontribusi bakteri yang menyebabkan infeksi. Penggunaan tanaman sebagai pengobatan tradisional memainkan peran penting dalam kesehatan karena dianggap sebagai salah satu sumber yang paling menjanjikan untuk penemuan agen antimikroba baru yang minim efek samping. Bunga telang mulai dilirik masyarakat Indonesia sebagai bunga dengan berbagai macam manfaat bagi kesehatan manusia salah satunya sebagai antibakteri, namun sayangnya belum diketahui seberapa jauh manfaat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kandungan senyawa dan studi antibakteri ekstrak bunga telang menggunakan beberapa pelarut bersama dengan penilaian kritis terhadap potensinya di masa depan. Metode penelitian dilakukan dengan metode penelusuran literatur. Senyawa metabolit sekunder yang ditemukan pada ekstrak bunga telang seperti flavonoid, alkaloid, fenol, saponin dan tanin bertanggungjawab atas aktivitas antibakteri. Ekstrak bunga telang terbukti memberikan aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri patogen penyebab konjungtivis, keracunan makanan, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan kerusakan gigi. Bakteri patogen seperti P. aeruginosa, E. coli, dan S. aureus berhasil dihambat pertumbuhannya dengan nilai Diameter Daya Hambat (DDH) 8 ‒ 26 mm. Aktivitas antibakteri yang dimilikinya dipengaruhi oleh pelarut yang digunakan, ekstrak metanol dengan konsentrasi 200 mg/mL memberikan aktivitas antibakteri yang paling kuat terhadap P. aeruginosa dengan nilai DDH 26 mm yang tergolong penghambatan kategori kuat. Hal ini membuktikan ekstrak bunga telang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antibakteri alami.Antibacterial Activity of Clitoria ternatea L. Extract against Pathogenic Bacteria. Human disease can be caused by bacteria that cause infections. The use of plants as traditional has played an important role in health because it is considered as one of the most promising sources for the discovery of new antimicrobial agents with minimal side effects. Recently, C. ternatea has attracted much attention for Indonesian people as a flower with various benefits for human health, one of which is as an antibacterial. However, how far these benefits are still being investigated. For this reason, this study aims to explore the compound content and antibacterial studies of C. ternatea extract using several solvents along with a critical assessment of its potential in the future. The research method used was the literature search method. Secondary metabolite compounds found in C. ternatea extracts, such as flavonoids, alkaloids, phenols, saponins, and tannins, are responsible for the antibacterial activity. C. ternatea extract has antibacterial activity against several pathogenic bacteria that cause conjunctivitis, food poisoning, urinary tract infections, skin infections, and tooth decay. Pathogenic bacteria such as P. aeruginosa, E. coli, and S. aureus were inhibited with an inhibition zone value of 8 ‒ 26 mm. Its antibacterial activity is influenced by the solvent used, methanol extract with a concentration of 200 mg/mL gave the strongest activity against P. aeruginosa with an inhibition zone of 26 mm, classified as a strong inhibitory category. This proves that the C. ternatea extract has the potential to be further developed as a natural antibacterial agent.
Sintesis Material Katoda LiNi0,8Mn0,1Co0,1O2 (NMC811) dengan Metode Solid State Menggunakan Nikel Hasil Perolehan Kembali dari Spent Nickel Catalyst Hendri Widiyandari; Rizqia Afifatu Latifah; Arif Jumari; Cornelius Satria Yudha; Shofirul Sholikhatun Nisa
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.18.2.63035.214-220

Abstract

Penelitian mengenai sintesis material katoda LiNi0,8Mn0,1Co0,1O2 (NMC811) menggunakan nikel hasil perolehan kembali dari spent nickel catalyst telah berhasil dilakukan menggunakan metode solid state dengan variasi perbandingan padatan spent nickel catalyst/larutan (padatan/larutan) yang digunakan untuk leaching spent nickel catalyst sebesar (20 g/L, 30 g/L, dan 40 g/L). Proses leaching dilakukan menggunakan asam laktat 2 M selama 3 jam dengan suhu 80 ℃. Hasil dari proses ini adalah filtrat nikel laktat dengan endapan sebanyak 1,50 gram, 6,10 gram, dan 9,26 gram. Dalam filtrat tersebut terdapat ikatan hidroksida dan ikatan asam karboksilat. Material katoda NMC811 yang terbentuk memiliki enam puncak difraksi. Puncak difraksi X-ray tertinggi terdapat pada 2 theta 15° ‒ 20° dan 44°. Morfologi permukaan dari material katoda NMC811 menunjukkan terbentuknya partikel yang irregular dengan ukuran yang tidak seragam. Komposisi material katoda menunjukkan bahwa katoda NMC811 berhasil diperoleh dengan kandungan nikel sebanyak 73% ‒ 79%, mangan sebanyak 9% ‒ 13% dan kobalt sebanyak 10% ‒ 13%. Baterai lithium-ion yang dibuat menggunakan katoda NMC811 tersebut memiliki kapasitas masing-masing dengan variasi 20g/L sebesar 15,09 mAh/g, 30 g/L sebesar 28,42 mAh/g dan 40 g/L sebesar 25,57 mAh/g. Synthesis of LiNi0,8Mn0,1Co0,1O2 (NMC811) Cathode Material by Solid State Method Using Nickel Recovered from Spent Nickel Catalyst. Research on the synthesis of NMC811 cathode using nickel recovered from spent nickel catalyst was successfully carried out using the solid-state method with various ratios of solids spent nickel catalyst/solution used for leaching spent nickel catalyst (20 g/L, 30 g/L, and 40 g/L). The leaching process was carried out using 2 M lactic acid for 3 hours at a temperature of 80℃. The result of this process is lactic nickel filtrate with a precipitate of 1.50 grams, 6.10 grams, and 9.26 grams. There are hydroxide bonds and carboxylic bonds in the filtrate. The NMC811 cathode material formed has six diffraction peaks. The highest X-ray diffraction peak is at 2-theta of 15° ‒ 20° and 2-theta of 44°. The surface morphology of the NMC811 cathode material shows the formation of several lumps of non-uniform size. The composition of the cathode material shows that the NMC811 cathode has a nickel content of 73% ‒ 79%, manganese of 9% ‒ 13%, and cobalt of 10% ‒ 13%. The lithium-ion battery made using the NMC811 cathode has a capacity of 20g/L at 15.09 mAh/g, 30 g/L at 28.42 mAh/g, and 40 g/L at 25.57 mAh/g.
Penambatan Molekul dan Simulasi Dinamika Molekular Kandungan Minyak Kayu Manis dan Minyak Serai Dapur Sebagai Antibakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus Caesart Leonardo Kaharudin; Afif Akmal Afkauni; Aditya Yuan Pramudyansyah; Niko Prasetyo
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.18.2.54997.140-147

Abstract

Meluasnya penyebaran Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) yang kebal terhadap antibiotik β-laktam membuat penelitian untuk menemukan senyawa aktif yang memiliki potensi sebagai antibakteri MRSA menjadi penting. Salah satu penelitian yang dapat dilakukan adalah studi penambatan molekul. Studi penambatan molekul telah dilakukan menggunakan senyawa bahan alam dari minyak kayu manis dan minyak serai dapur dengan reseptor enzim Penicillin Binding Protein 2a (PBP2a). Studi ini memiliki tujuan untuk memprediksi kemampuan senyawa bahan alam dari kedua minyak atsiri tersebut sebagai antibakteri MRSA. Penambatan molekul dilakukan menggunakan perangkat lunak (software) AutoDock 4.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa dengan potensi sebagai antibakteri paling besar adalah trans-β-kariofilen dan geranil asetat dengan energi ikat sebesar -6,12 dan -5,11 kkal/mol dan konstanta inhibisi sebesar 32,69 dan 180,41 µM. Hasil penambatan molekul kemudian dilanjutkan dengan simulasi dinamika molekular. Hasil simulasi dinamika molekular menunjukkan bahwa kedua senyawa memiliki nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) yang tinggi.Molecular Docking and Molecular Dynamics Simulation of Cinnamon Oil and Kitchen Lemongrass Oil as Antibacterial Agent Against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus. The spread of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) caused the research for its antibiotic to become more pressing than ever. One of the research that can be conducted is a molecular docking study. A molecular docking study of natural products from cinnamon and lemongrass oil with Penicillin Binding Protein 2a (PBP2a) enzyme was conducted. This study aims to predict the ability of each natural product to become an MRSA antibiotic. The molecular docking was conducted with AutoDock 4.2 software. The result shows that β-caryophyllene and geranyl acetate have the most potential to become MRSA antibiotics with binding energies of -6.12 kcal/mol and -5.11 kcal/mol and inhibition constants of 32.69 μM and 180.41 µM, respectively. The results of molecular docking were validated using molecular dynamic simulation. Molecular dynamic simulation shows that both complexes have a high root mean square deviation (RMSD) value.
Pengaruh Metode Sintesis secara Solvo-Hidrotermal dan Elektrokimia terhadap Morfologi Struktur HKUST-1 sebagai Katalis Heterogen dalam Reaksi Esterifikasi Asam Palmitat Witri Wahyu Lestari; Joni Hartono; Dian Wahyu Tri Wulansari; Enri Pramuja; Fauziyah Azhari; Triana Kusumaningsih
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 19, No 1 (2023): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.19.1.62466.1-13

Abstract

Pemilihan metode sintesis akan berpengaruh terhadap karakter material yang dihasilkan yang meliputi kristanilitas, morfologi, luas permukaan, maupun kinerja dalam aplikasinya. Pada penelitian ini telah disintesis HKUST-1 secara solvo-hidrotermal dan elektrokimia dalam pelarut EtOH:H2O (1:1 (v/v)) dan diujicobakan sebagai katalis heterogen dalam esterifikasi asam palmitat. Sintesis secara solvo-hidrotermal, berlangsung dalam autoklaf selama 12 jam pada suhu 120 °C. Sementara itu, sintesis HKUST-1 secara elektrokimia digunakan elektroda tembaga, tegangan sel 15 V selama 90 menit dengan bantuan elektrolit TBATFB pada suhu dan tekanan ambien. Uji katalitik reaksi esterifikasi asam palmitat dilakukan dengan metode refluks selama 2 jam. HKUST-1 hasil sintesis menunjukkan kesesuaian puncak dengan pola difraksi standar CCDC 112954. Hasil refinement menunjukkan HKUST-1 yang diperoleh melalui metode solvo-hidrotermal memiliki kemurnian lebih tinggi. Analisis morfologi menggunakan citra SEM menunjukkan HKUST-1 yang disintesis secara solvo-hidrotermal bergeometri oktahedral sempurna dengan ukuran partikel rata-rata 10,28±1,5 μm, sedangkan HKUST-1 yang disintesis secara elektrokimia berbentuk oktahedral cacat (defect) dengan ukuran partikel rata-rata 4,5±1,6 μm. Analisis termal menunjukkan bahwa HKUST-1 hasil sintesis memiliki stabilitas hingga 300 °C. Uji katalitik dalam reaksi esterifikasi asam palmitat dengan etanol dengan keberadaan katalis HKUST-1 (0,6% berat) menunjukkan peningkatan konversi produk dengan konversi yang paling tinggi ditunjukkan pada HKUST-1 yang disintesis dengan metode elektrokimia (mencapai 43,3%).Effect of Solvo-Hydrothermal and Electrochemical Synthesis Methods on the Structural Morphology of HKUST-1 as a Heterogeneous Catalyst in Palmitic Acid Esterification Reaction. Selection of synthesis method will influence the materials properties including crystallinity, morphology, surface area, and application performance. In this research HKUST-1 was successfully synthesized under solvo-hydrothermal and electrochemical method, and tested as a heterogeneous catalyst in esterification reactions of palmitic acid. Synthesis under solvo-hydrothermal condition was performed in an autoclave at 120 °C for 12h. In addition, the electrochemical synthesis of HKUST-1 using copper electrodes was performed at 15 V in ambient temperature and pressure, for  90 minutes with TBATFB as an electrolyte. The catalytic test in palmitic acid esterification reaction was carried out by reflux for 2h. The HKUST-1 showed conformity with the standard diffraction pattern CCDC 112954. The refinement results shows that solvothermal product has higher purity. Morphological analysis using SEM imaging showed HKUST-1 obtained from solvo-hydrothermal method possess perfect octahedral geometry with average particle size 10.28±1.58 μm, meanwhile electrochemically-synthesized possess a defect octahedral geometry with average particle size  4.5±1.6 μm. Thermal analysis showed that HKUST-1 is stable up to 300 °C. Catalytic test in esterification reaction of palmitic acid with ethanol in the presence of HKUST-1 as catalyst (0.6% wt) showed an enhanced product conversion with highest conversion was achieved in the presence of electrosyntehsized HKUST-1 (up to 43.3%).
Karakterisasi Nanoemulsi Minyak Tulang Ikan Sidat dengan Ekstrak Daun Salam dan Uji Aktivitas Antihiperlipidemia Fea Prihapsara; Anif Nur Artanti; Melati Sekar Hasna Hanun; Salsabila Nanda Fatiha; Fadhilla Nur Cahyani; Sholichah Rohmani
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 19, No 1 (2023): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.19.1.61169.14-22

Abstract

Pemanfaatan limbah terbuang dari pengolahan ikan sidat (Anguilla spp.) dapat diekstraksi menjadi minyak yang kaya manfaat. Kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi dalam minyak ikan sidat bermanfaat untuk kesehatan salah satunya sebagai antihiperlipidemia. Kombinasi dengan ekstrak bahan alam yaitu  ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) diharapkan memiliki efek sinergis sebagai agen antihiperlipidemia.  Formulasi kombinasi kedua bahan tersebut dibuat dalam sistem penghantaran obat berbasis lipid-based drug delivery system (LBDDS) yaitu dalam bentuk nanoemulsi dengan tujuan untuk meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan minyak tulang ikan sidat, karakteristik formula nanoemulsi minyak tulang ikan sidat-ekstrak daun salam (NME) dan aktivitas antihiperlipidemia formula NME. Minyak tulang ikan sidat mengandung komposisi SAFA (Saturated Fatty Acid)  40,02%, MUFA (Mono Unsaturated Fatty Acid) 45,58% dan PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) 14,40% yang termasuk asam lemak rantai sedang hingga rantai panjang. Formula NME memenuhi kriteria ukuran partikel nanoemulsi yaitu sebesar       36,45 nm dengan nilai indeks polidispersitas (PI) sebesar 0,199 serta potensial zeta -21,20 mV.  Kombinasi NME-Simvastatin paling efektif menurunkan kadar kolesterol total pada mencit (Mus musculus).Nanoemulsion Characterization of Eel Bone Oil with Bay Leaf Extracts and Antihyperlipidemic Activity Test. The utilization of waste from processing eel (Anguilla spp.) can be extracted into beneficial oil. The high content of unsaturated fatty acids in eel fish oil is beneficial for health, such as anti-hyperlipidemia. In combination with extracts of natural ingredients, bay leaf extract (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) is expected to have a synergistic effect as an antihyperlipidemic agent. The combination formula of the two ingredients was made in a lipid-based drug delivery system (LBDDS) in the form of a nanoemulsion to increase solubility and bioavailability. This study aimed to analyze the content of eel bone oil, the characteristics of the nanoemulsion formula of bay leaf extract-eel bone oil (NME), and the antihyperlipidemic activity of the NME formula. Eel bone oil contains a composition of SAFA (Saturated Fatty Acid) of 40.02%, MUFA (Mono Unsaturated Fatty Acid) of 45.58%, and PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) of 14.40%, which includes medium-to long-chain fatty acids. The NME formula has a particle size of 36.45 nm, a polydispersity index (PI) of 0.199, and a zeta potential of -21,2 mV. The combination of NME–Simvastatin is the most effective in influencing changes in lipid profiles.     
Penambatan Molekuler Senyawa Aktif Sirih Merah (Piper crocatum) pada Butirilkolinesterase sebagai Kandidat Antialzheimer Rahmadi Ganesha Putri; Mega Safithri; Husnawati Husnawati; Rini Kurniasih
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 19, No 1 (2023): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.19.1.59676.68-85

Abstract

Alzheimer adalah salah satu penyakit neurodegeneratif kronis dan menjadi penyakit yang sering dialami oleh orang lanjut usia. Perubahan yang terjadi dari penyakit Alzheimer, yakni penurunan fungsi kognitif, memori, dan perubahan perilaku secara permanen. Senyawa aktif pada daun sirih merah memiliki kesamaan kandungan dengan daun sirih hijau untuk menghambat butirilkolinesterase (BChE). Butirilkolinesterase adalah salah satu enzim yang berperan dalam penanganan penyakit Alzheimer dikaitkan dengan terbentuknya Alzheimer, yakni hipotesis kolinergik. Penelitian dilakukan menguji daya inhibisi senyawa aktif yang terkandung dalam daun sirih merah terhadap aktivitas butirilkolinesterase melalui pendekatan simulasi penambatan molekuler. Penelitian menggunakan dua metode, yakni penggabungan penapisan virtual dan penambatan molekuler sebagai tahapan awal pengembangan daun sirih merah terhadap aktivitas penghambatan butirilkolinesterase. Hasil dalam penelitian diperoleh, daya inhibisi terbaik ditemukan pada 1,2,3,4,5,6,7-heptazacycloicosane sebesar 0,4888 µM dan energi bebas pengikatan sebesar -8,6 kkal∙mol-1. Residu yang berperan dalam menghambat butirilkolinesterase, yakni pada pengikatan substrat oleh ligan uji, yakni Tyr-332 dan Trp-82. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber referensi dalam menemukan alternatif pengobatan penyakit Alzheimer. Molecular Docking of the Active Compound of Red Betel (Piper crocatum) on Butyrylcholinesterase as an Antialzheimer's Candidate. Alzheimer's is a chronic neurodegenerative disease often experienced by the elderly. Changes that occur from Alzheimer's disease such as permanent decline in cognitive function, memory, and behavioral changes. The active compounds in red betel leaves have similar contents with green betel leaves to inhibit butyrylcholinesterase (BChE). Butyrylcholinesterase is an enzyme that may play an important role in the treatment of Alzheimer's disease associated with the formation of Alzheimer's, the cholinergic hypothesis. The study tested the inhibition power of the active compounds contained in red betel leaves against the activity of butyrylcholinesterase through a molecular docking simulation approach. The method in the study used the merger of virtual screening and molecular docking as the initial stage for the development of red betel leaves against the inhibitory activity of butyrylcholinesterase. The result in the study found the best inhibitiron power was found at 1,2,3,4,5,6,7-heptazacycloicosane of 0.4888 µM and binding free energy of -8.6 kkal∙mol-1. The residues that play a role in the inhibition of butyrylcholinesterase on substrate binding by test ligands were Tyr-332 and Trp-82. The research result can be used as a reference in finding alternative treatments for Alzheimer's disease. 
Sintesis Carbon Nanofoam dan Karakteristiknya Nuryah Muchlisha; Dian Maruto Widjonarko; Teguh Endah Saraswati
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 19, No 1 (2023): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.19.1.64499.108-122

Abstract

Karbon memiliki kemampuan untuk membuat jaringan ikatan hibridisasi sp, sp‒sp2, sp2, sp3, dan sp2‒sp3,sehingga karbon terdapat dalam banyak bentuk alotrop seperti grafit, diamond, graphene, nanofiber, nanofoam, dan nanotube. Carbon nanofoam (CNF) terbentuk dari atom karbon yang terikat secara sp2 dan sp3. CNF memiliki struktur sel terbuka yang saling berhubungan, densitas yang sangat rendah, stabilitas termal yang tinggi, dan porositas yang tinggi. CNF dapat diperoleh dengan menggunakan berbagai metode seperti chemical vapor depositon, laser ablsasi, arc-discharge, dan pirolisis. Sintesis dengan berbagai jenis sumber karbon dan keadaan eksperimen menghasilkan material yang memiliki berbagai ukuran, luas permukaan, dan strukturnya. Struktur CNF terdiri dari dua jenis berdasarkan pola tepi strukturnya yaitu zigzag dan armchair. Hasil karakterisasinya menunjukkan bahwa CNF lebih banyak mengandung karbon dengan hibridisasi sp2 dengan struktur yang berinterkoneksi satu sama lain dan memiliki densitas yang sangat rendah. Selain itu, material ini juga memiliki pori dalam ukuran mesopori dan luas permukaan yang tinggi. Sifat unik yang dimiliki oleh CNF berpotensi diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti filter, superkapasitor, dan energy storage. Synthesis of Carbon Nanofoam and Its Characteristics. Carbon can create sp, sp‒sp2, sp2, sp3, and sp2‒sp3 hybridized bond networks, which make carbon in many allotropes forms such as graphite, diamond, graphene, nanofiber, nanofoam, and nanotubes. Carbon nanofoam  (CNF) is formed by sp2 and sp3 bonded carbon atoms. CNF has an interconnected open-cell structure, very low density, high thermal stability, and high porosity. CNF is obtained using several methods, such as laser ablation, arc-discharge, chemical vapor deposition, and pyrolysis. Synthesis with various types of carbon sources and experimental conditions resulted in materials having various sizes, surface areas, and structures. The structure of CNF consists of two edge pattern types, including zigzag and armchair. The characterization results show that CNF contains more interconnected carbon with sp2 hybridization and has a very low density. In addition, this material also has pores in the mesoporous size and high surface area. The unique properties of CNF provide potential applications in various fields, such as filters, supercapacitors, and energy storage.