cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,131 Documents
Search results for , issue "Jurnal Ilmiah Indonesia" : 6,131 Documents clear
Peran Pemerintah Terhadap Motivasi dan Inovasi Masyarakat dalam Meningkatkan Kinerja Desa Mandiri di Karang Agung Kec. Tanjung Palas Utara Kab. Bulungan Suhardyman, Suhardyman; Syahran, Syahran; Juhana , Juhana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63750

Abstract

This study examines the role of government on community motivation and innovation in improving the performance of Karang Agung Independent Village, North Tanjung Palas District, Bulungan Regency. The phenomenon of independent villages remains rare in North Kalimantan with only 11 out of 447 villages achieving this status. The research employs a quantitative approach using Structural Equation Modeling (SEM) based on PLS-SEM with SmartPLS 4 software. Data were collected through questionnaires from 269 respondents who are heads of households in Karang Agung Village with criteria of minimum age 17 years, minimum senior high school education, and permanent residence for at least two years. The results indicate that government role has a positive and significant effect on community motivation, community innovation, and independent village performance. The government's role as stabilizer, innovator, modernizer, pioneer, and development implementer proved to increase community motivation in actively participating in village development. Community motivation and innovation also proved to have positive and significant effects on improving independent village performance reflected through job creation, economic activities based on local wisdom, development independence, and reduced rural-urban development disparities. This research provides theoretical contributions to the development of human resource management concepts at the village level and practically can serve as a reference for other villages in their efforts to achieve independent village status through strengthening government role, increasing motivation, and developing community innovation.
Empowering Rural Faith Communities Through Contextual Catechesis Manfred Habur, Agustinus; Y. Luju, Marselina; Jebarus, Adrianus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63768

Abstract

This study investigates the empowering role of contextual catechesis in strengthening rural faith communities, drawing on qualitative research conducted in Stasi Rondo Woing, Sita Parish, Diocese of Ruteng, Indonesia. Data obtained through interviews, observations, and documentation reveal significant challenges, including limited trained catechists, low parishioner participation, insufficient structural support, irregular catechetical practices, and geographic as well as infrastructural constraints. Despite these barriers, the findings highlight substantial opportunities such as strong communal values, openness to faith formation, the presence of committed local leaders, and available pastoral support from parish and diocesan structures. The analysis demonstrates that contextual catechesis—rooted in local culture, adapted to socio-economic realities, and implemented through participatory approaches like Christian Based Communities and family-based catechesis—can enhance engagement, deepen faith understanding, and foster sustainable community formation. The study concludes that contextualized pastoral strategies are essential for empowering rural Catholic communities and ensuring the long-term vitality of their faith life.
Analisis Finansial Pemanfaatan Kompos Kulit Kakao dan Pupuk NPK pada Tanaman Kakao Hanafi, Irfon Novita; Nasaruddin, Nasaruddin; Salam, Muslim
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.13041

Abstract

Penurunan kesuburan tanah dapat diatasi dengan memanfaatkan sumber daya seperti limbah kulit kakao untuk dijadikan sebagai pupuk organik. Masalah kehilangan hara akibat kehilangan hara an-organik akibat panen secara terus menerus dapat diatasi dengan menggunakan pupuk NPK Formula Khusus kakao. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara finansial pengaruh penggunaan kompos kulit buah kakao dan NPK Formula Khusus terhadap produksi, pendapatan, nilai tambah dan kelayakan usahatani kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumber Alam, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur Juni sampai Agustus 2022 dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus yang dimaksud adalah menganalisis secara finansial perlakuan tanpa NPK Formula Khusus dan tanpa kompos (KAKAO-0), Kompos 2.5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha (KAKAO-1), dan Kompos 5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha (KAKAO-2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kompos 5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha menghasilkan peningkatan produksi, pendapatan usahatani, nilai tambah, dan B/C tertinggi bagi petani dalam pengelolaan tanaman kakao mereka masing-masing sebesar 842 kg/ha, Rp39,093,029/ha, Rp 26,944,029/ha, dan 1.691. Sementara perlakuan penggunaan Kompos 2.5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha menghasilkan kenaikan produksi, pendapatan, nilai tambah, dan B/C yang lebih rendah, yaitu masing-masing sebesar 575 kg/ha, Rp32,645,348/ha, Rp18,400,000/ha dan 1.554. Kemudian, tanpa perlakuan (KAKAO-0) hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp17,659,000/ha dengan B/C = 1.003. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan pendapatan petani kakao di lokasi penelitian disarankan agar dapat mengolah dan memanfaatkan kulit biji kakao yang dihasilkannya sebagai pupuk kompos-organik dengan dosis 5 kg/tanaman yang dikombinasikan pupuk NPK dengan dosis 600 kg/ha.
Analisis Finansial Penerapan Pengendalian OPT Ramah Lingkungan Pada Usahatani Jagung Akbar, Nurfadillah; Salam, Muslim; Rosmana, Ade
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.13249

Abstract

Tanaman Jagung merupakan salah satu komoditi yang diperhitungkan dan merupakan tanama pangan penting dunia. Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan peningkatan dan kemajuan industri, sehingga upaya peningkatan produksi akan terus dilakukan baik melalui program maupun upaya pengendalian untuk meminimalisir kehilangan hasil panen. Salah satu upaya pengendalian yang banyak dilakukan di antaranya pengendalian OPT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan petani dengan adanya pengendalian OPT ramah lingkungan pada komoditas jagung. Penelitian dilaksanakan mulai Januari sampai Maret 2023 di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan responden sebanyak 50 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Pendapatan Usahatani, Partial Budget Analysis, dan Benefit-Cost Ratio, sebelum dan setelah penerapan pengendalian OPT ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengendalian OPT ramah lingkungan mampu meningkatkan produksi, pendapatan usahatani, nilai tambah, dan nilai B/C, masing-masing sebesar 999kg/ha, Rp18,506445/ha, Rp 6,794,000/ha, dan 3,13. Semua nilai ini lebih besar setelah penerapan pengendalian OPT ramah lingkungan. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan pendapatan petani jagung di lokasi penelitian petani disarankan menerapkan pengendalian OPT ramah lingkungan dalam kegiatan usahatani jagung mereka.
Pulmonary Complications as Predictors of Weaning Outcomes in Myasthenic Crisis: A Systematic Review and Meta-analysis Rossyana Dewi, Putri; Surya Atmaja, Kadek; Widyantara, I Wayan; Harry Pranata, I Made
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulmonary complications are common during invasive mechanical ventilation in myasthenic crisis and may significantly influence extubation success. Although pneumonia, ventilator-associated pneumonia (VAP), and atelectasis are frequently reported, their quantitative association with weaning outcomes has not been systematically evaluated. The research aims to determine whether pneumonia/VAP and atelectasis are associated with poor weaning outcomes—including extubation failure, prolonged mechanical ventilation, or difficult weaning—in patients with myasthenic crisis. This systematic review and meta-analysis followed PRISMA 2020 guidelines and was registered in PROSPERO. Comprehensive searches of MEDLINE, Embase, Scopus, and CENTRAL were conducted through January 2025. Observational studies in adult myasthenic crisis were included. Risk ratios (RRs) were pooled using a random-effects model; risk of bias was assessed with ROBINS-I, and evidence certainty with GRADE. Of 1,246 records, 934 were screened after deduplication; 60 full-texts assessed; 4 studies included. Pneumonia/VAP was significantly associated with poor weaning outcomes (RR = 1.78, 95% CI 1.41–2.24; = 3%). Atelectasis showed a nonsignificant trend (RR = 1.28, 95% CI 0.93–1.75; = 35%). Evidence certainty was moderate for pneumonia/VAP and low for atelectasis. Publication bias was unassessable due to few studies. Pneumonia and VAP substantially increase extubation failure and weaning difficulties in myasthenic crisis. Atelectasis's role remains inconclusive. Aggressive pulmonary infection management may improve outcomes; prospective studies are needed
Hubungan Pola Asupan Serat Dengan Status Gizi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Remaja Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 39 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Agama Islam Yorianti, Athira shafa; Marsiati, Himmi; Arsyad, Muhammad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63113

Abstract

Pendahuluan: Rendahnya pengetahuan gizi dan kebiasaan konsumsi serat menyebabkan banyak remaja mengalami ketidakseimbangan gizi yang tercermin dari nilai IMT. Asupan serat yang cukup dapat membantu menjaga berat badan ideal dan mencegah gangguan metabolik. Dalam pandangan Islam, menjaga keseimbangan gizi melalui konsumsi makanan berserat termasuk penerapan prinsip ḥifẓ al-nafs melalui konsumsi makanan halalan thayyiban. Metodologi : Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 50 responden siswa kelas X berusia 15 – 18 tahun di SMKN 39 Jakarta. Data diperoleh melalui kuesioner SQ-FFQ dan pengukuran antropometri untuk menghitung IMT. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (χ²) untuk mengetahui hubungan antara pola asupan serat dan status gizi berdasarkan IMT. Hasil : Rata-rata asupan serat sebesar 16,47 g/hari dengan 39 responden (78%) kategori kurang dan 11 responden (22%) kategori cukup. Rata-rata IMT 19,68 kg/m² dengan 23 responden (46%) underweight, 20 (40%) normal, dan 7 (14%) overweight. Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan serat dan status gizi berdasarkan IMT (p = 0,894). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi tentang serat (86%). Simpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asupan serat dan status gizi berdasarkan IMT, namun peningkatan konsumsi serat penting untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan gizi. Perspektif Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan seimbang dan konsumsi makanan halalan thayyiban.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Status Gizi Berdasarkan IMT pada Remaja di SMK Negeri 39 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam. Zahwa, Iren; Marsiati, Himmi; Wuryanti, Sri; Arsyad, Muhammad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63173

Abstract

Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu keseimbangan hormon pengatur nafsu makan (leptin dan ghrelin), yang berpotensi memengaruhi status gizi dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Dalam perspektif Islam, menjaga kualitas tidur dan asupan gizi yang seimbang merupakan bagian penting dari upaya memelihara kesehatan sesuai ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi berdasarkan IMT pada remaja di SMK Negeri 39 Jakarta serta meninjaunya menurut pandangan Islam. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 52 siswa berusia 15–18 tahun yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari kuesioner PSQI untuk menilai kualitas tidur dan pengukuran antropometri untuk menghitung IMT. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test. Distribusi status gizi menunjukkan 36,5% responden ber-IMT normal, 36,5% underweight, dan 26,9% overweight. Pengetahuan tentang kualitas tidur tergolong baik pada 90,4% responden dan cukup pada 9,6%. Kualitas tidur dinilai baik pada 53,8% responden dan buruk pada 46,2%. Uji Chi-Square menghasilkan p = 0,587 (p > 0,05), sehingga tidak ada hubungan signifikan antara kualitas tidur dan status gizi. Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan status gizi berdasarkan IMT pada remaja di lokasi penelitian, namun tidur yang cukup tetap penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan berat badan ideal. Perspektif Islam menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola tidur yang baik serta konsumsi makanan halal, thayyib, dan seimbang sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Lingkar Pinggang pada Civitas Akademika Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Octarini, Maritza; Wuryanti, Sri; M.Zen, Irwandi; Asiah, Nur
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63212

Abstract

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan energi tubuh dan mencegah obesitas sentral yang ditandai dengan peningkatan lingkar pinggang. Rendahnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko penyakit degeneratif dan, dalam perspektif Islam, dipandang bertentangan dengan prinsip pemeliharaan kesehatan sebagai amanah dari Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aktivitas fisik, gambaran lingkar pinggang, serta hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan lingkar pinggang pada Civitas Akademika Universitas YARSI, termasuk tinjauannya menurut pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan pengukuran lingkar pinggang secara langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (69,9%), dengan 52,1% responden memiliki lingkar pinggang normal. Uji Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan lingkar pinggang (r = -0,342; p = 0,003). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik berhubungan dengan penurunan lingkar pinggang. Dalam pandangan Islam, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya memelihara kesehatan tubuh, sejalan dengan prinsip hifẓ an-nafs dalam maqāṣid syarī‘ah.
Fenomenologi Transformasi Ruang Hidup Masyarakat Suku Duano di Pesisir Indragiri Hilir Trya Sandi, Feby Alita; Sudaryono, Sudaryono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63464

Abstract

Suku Duano merupakan komunitas Proto-Melayu yang dikenal sebagai orang laut, dengan sejarah kehidupan maritim yang kuat. Secara historis, masyarakat Suku Duano menjalani pola hidup nomaden dengan bermukim di atas perahu dan menjadikan laut sebagai ruang utama kehidupan. Ketergantungan pada ekosistem perairan menjadikan sumber daya laut sebagai basis penghidupan, yang selanjutnya membentuk struktur ruang, pola aktivitas, dan sistem sosial budaya masyarakat. Namun, sejak dekade 1970-an, Suku Duano mengalami transformasi ruang hidup yang signifikan. Berbagai faktor, termasuk kebijakan pemerintah dan perubahan sosial-ekonomi, mendorong komunitas ini beralih dari kehidupan nomaden di laut menuju pola bermukim yang lebih menetap di wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dan kontekstual proses transformasi permukiman tersebut serta perubahan makna ruang yang menyertainya, melalui pendekatan fenomenologi ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi permukiman Suku Duano tidak hanya ditandai oleh pergeseran dari perahu ke hunian permanen, tetapi juga oleh perubahan tata ruang hunian, pola melaut, pengetahuan lokal, serta pergeseran objek tangkapan. Ruang hidup masyarakat Suku Duano di kawasan pesisir saat ini terbentuk melalui relasi yang erat antara manusia, air, muara, dan sumber daya laut, yang merefleksikan pengalaman historis sekaligus strategi adaptasi mereka dalam menghadapi perubahan lingkungan dan sosial.
Perencanaan Strategis Sistem Informasi pada PT. Masterban Berkat Indonesia Palembang Wijaya, Hendri; Yulianto, Arif
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i2.63472

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing. PT Masterban Berkat Indonesia, sebuah perusahaan ritel otomotif roda dua yang memiliki 11 outlet di Palembang, menghadapi tantangan dalam pengelolaan sistem informasi yang belum terintegrasi. Permasalahan utama meliputi pencatatan stok manual antar outlet, ketidaksesuaian data inventory, dan proses pendataan barang yang memakan waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perencanaan strategis sistem informasi menggunakan metode Ward and Peppard agar teknologi informasi dapat selaras dengan strategi bisnis perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan SWOT Analysis, PESTEL Analysis, Five Forces Porter, Value Chain Analysis, Balanced Scorecard, dan McFarlan Strategic Grid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Masterban membutuhkan pengembangan sistem informasi terintegrasi berbasis website dan mobile application yang mencakup sistem penjualan, inventory, keuangan, dan kepuasan pelanggan. Portofolio aplikasi strategis yang diusulkan meliputi Website Penjualan dan Promosi Terintegrasi, Aplikasi Mobile Penjualan, Sistem Informasi Inventory, dan Sistem Informasi Keuangan dengan estimasi biaya implementasi sekitar Rp 70.000.000 dalam waktu 6-8 bulan. Perencanaan strategis ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses bisnis, mengurangi kesalahan pencatatan, serta memperkuat daya saing perusahaan dalam industri otomotif roda dua melalui transformasi digital yang terukur dan berkelanjutan.

Filter by Year

2016 2026