cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice)
ISSN : 20888139     EISSN : 24432946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMPF is the first open access journal in Indonesia specialized in both research of pharmaceutical management and pharmacy practice. Articles submitted in JMPF are peer reviewed, we accept review articles and original research articles with no submission/publication fees. JMPF receives manuscripts in both English (preferably) and Indonesian Language (Bahasa Indonesia) with abstracts in bilingual, both Indonesian and English. JMPF is also open for various fields such as pharmaceutical management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, social pharmacy, pharmaceutical marketing, goverment policies related to pharmacy, and pharmaceutical care.
Arjuna Subject : -
Articles 487 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS TERHADAP KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI PADA OPERASI SECTIO CAESAREA Oktaviani, Fifin; Wahyono, Djoko; Yuniarti, Endang
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.156

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Pada tahun 2002 CDC memperkirakan angka kejadian infeksi nosokomial di rumah sakit 1,7 juta orang dan sekitar 99.000 orang meninggal karena infeksi ini.Infeksi luka operasi (ILO) merupakan salah satu dari infeksi nosokomial mayoritas yang terjadi di rumah sakit. Penggunaan antibiotik profilaksis yang sesuai dapat mengurangi kejadian infeksi luka operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya angka kejadian infeksi luka operasi pada operasi sectio caesarea, mengetahui pola dan kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesare adengan Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik (PPAB) 2011, American Society of Health System Pharmacist (ASHP) Therapeutic Guideline 2012, Drug Information Handbook 22ndEdition. Metoda penelitian menggunakan metoda cross sectional melalui penelusuran data secara retrospektif terhadap rekam medik pasien yang menjalani tindakan operasi sectio caesarea di salah satu rumah sakit BUMN Kepulauan Riau periode Maret 2014 – Februari 2015. Analisis data berupa deskripsi angka kejadian infeksi luka operasi, pola dan kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesareadengan pedoman. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya angka kejadian ILO akibat tindakan sectio caesarea sebanyak 9 pasien (6,4%) dari jumlah total 140 pasien. Pola penggunaan antibiotik profilaksis menunjukkan bahwa penggunaan ceftriaxon sebanyak 55,7%, cefuroxim sebanyak 34,3%, kombinasi ceftriaxon dan metronidazol sebanyak 10%. Kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis menunjukkan bahwa rute dan interval pemberian sebesar 100% (140 pasien) sesuai dengan pedoman, sedangkan jenis obat yang digunakan, dosis, dan waktu pemberian masing-masing 34,3%, 65,7%, dan 72,9% yang sesuai dengan pedoman.
Cost Effectiveness Analysis of Crystalloid and Crystaloid-Colloid Combination on Dengue Fever without Shok in Bhakti Asih General Hospital Tangerang Suratni Suratni; Yusi Anggriani; Agusdini Banun
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 8, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.33367

Abstract

Dengue fever is an infectious disease caused by virus transmitted through Aedes aegypty. The high incidence dengue fever can lead to increased healthcare costs. This study was conducted to analyze the effectiveness and direct cost of medical patients dengue fever without shock use fluid therapy by comparing crystalloid and crystalloid colloid combination. The subjects were 171 patients divided into two groups: 106 patients with crystalloid and 65 patients with crystalloid colloid combination. Assessed of effectiveness treatment and the mean medical costs. The results showed reviewed from hematocrit value no difference (p>0.05) in both study groups. The mean total cost of treatment for crystalloid Rp 4.005.223, the crystalloid colloid combination Rp 5.525.407. The highest cost of drug costs was 31.75% of the total cost crystalloid, 40.9% of the total cost crystalloid colloid combination. There was a significant difference between mean cost and two study groups (p0.05) with effectiveness treatment. Conclusion crystalloid have the same effectiveness as crystalloid colloid combination fluids at lower costs.
INFLUENCE OF BRAND CHARACTERISTIC, COMPANY CHARACTERISTIC AND TRUST IN A BRAND TOWARD BRAND LOYALTY (STUDY OF TOLAK ANGIN SIDOMUNCUL CONSUMER IN YOGYAKARTA) Prasojo Pribadi; Basu Swastha Dharmmesta
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 1, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.15

Abstract

Trust with a brand in pharmacy product has a strategic role in building consumer loyalty with that product. This research was done to understand factors that have influence in consumer loyalty with a pharmacy product. This research was correlation research using questionnaire as instrument that filled 175 respondents obtained by non-probability sampling method. Hypothesis test was done using simple regression and double regression. Hypothesis test result showed that brand competence, trust with the company and company reputation have positive influence in trust of a brand. Trust of a brand gives positive influence in brand loyalty. Brand characteristic and company characteristic have direct positive influence in brand loyalty. The bigger influence happen when trust of a brand act as mediator variable between brand characteristics and company characteristics with brand loyalty. Key words : brand loyalty, brand characteristics, company characteristics, Tolak Angin Sidomuncul herbal product.
Drug Interaction Potency on Type 2 Diabetes Mellitus Patient in Hospital X in South Tangerang Yardi Saibi; Delina Hasan; Verona Shaqila
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 8, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.621 KB) | DOI: 10.22146/jmpf.34027

Abstract

Drug interaction is an interaction among a drug with other ingredients that prevents the drug from giving certain or expected effect. Such interaction might happen between a drug and other drugs, drugs with food, as well as drugs and disease. Potential drug interaction in patients with type 2 diabetes mellitus in some hospitals had been reported by several previous publications. This study aimed to identify the potential of drug interactions in patients with type 2 diabetes mellitus at Hospital X, South Tangerang. This paper is a descriptive research with retrospective retrieval data. Data were obtained in the form of patient medical records from July 2014 to June 2015. Data analysis was done by descriptive statistic analysis using SPSS version 16. The results showed that there were 90 medical records that fulfilled the inclusion criteria. Of these, 57.7% was found to be potential drug interaction. There are 55 drug interactions that potentially cause hypoglycemia, and there are 21 times that potentially cause hyperglycemia. The severity of interaction in moderate category was 89.39% (total of 66), and the rest was in minor category. Major categories were not found. The potential for drug interactions in type 2 diabetes mellitus patients is quite common and these findings complement the findings of previous published studies. Physicians and pharmacists as health workers who are directly related to the treatment of patients need to increase awareness of the potency of interactions of these drugs.
PENGARUH EDUKASI CBIA (CARA BELAJAR IBU AKTIF) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN OBAT COMMON COLD DI DESA Okti Ratna Mafruhah; Diesty Anita Nugraheni; Sita Ririn Safitri
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.241

Abstract

Common cold atau biasa disebut pilek merupakan salah satu penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bagian atas. Obat common coldmerupakan golongan obat bebas terbatas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Pengetahuan yang baik dalam swamedikasi dapat menciptakan penggunaan obat yang tepat, sehingga meminimalisir medication error. Penelitian yang dilakukan di Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif) terhadap tingkat pengetahuan obat common cold. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan rancangan pretest-postest design with control group. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah intervensi. Data yang telah didapatkan dianalisis secara statistik dengan Wilcoxon dan Mann-Whitney test. Tingkat pengetahuan kelompok perlakuan meningkat secara signifikan dengan p value 0,000. Perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan juga terjadi anatara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan p value 0,000. Kategori baik pada kelompok perlakuan meningkat menjadi 81,6%.Kata kunci: CBIA,common cold, pengetahuan, swamedikasi
PENGUKURAN KINERJA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT X DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD Yopi Rikmasari; Satibi Satibi; Tri Murti Andayani
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 4, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.271

Abstract

Pengukuran kinerja menggunakan Balanced Scorecard (BSC) di IFRS X perlu dilakukan mengingat peta strategi yang telah disusun sebelumnya memerlukan suatu ukuran kinerja dan perlu mengetahui ukuran kinerja awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja IFRS Mitra Idaman menggunakan indikator kinerja sesuai dengan tujuan – tujuan strategik BSC yang telah disusun dalam peta strategi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh karyawan IFRS X, pasien rawat jalan serta dokter dan perawat. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Analisa yang digunakan sesuai dengan masing – masing indikator kinerja berdasarkan tujuan strategik pada keempat perspektif BSC. Hasil penelitian perspektif pembelajaran dan pertumbuhan tidak baik mengingat dari 10 indikator yang diukur hanya 3 indikator yang menunjukkan hasil baik yaitu kepuasan kerja karyawan yang berada pada tingkat puas dan karyawan berada pada tingkat tidak stress dan budaya organisasi baik. Perspektif proses bisnis internal menunjukkan hasil cukup baik, dari 8 indikator kinerja yang diukur dispensing time sudah memenuhi standar, tingkat ketersediaan obat dan kepatuhan terhadap formularium hampir mencapai 100 %., persentase stok mati, perbekalan farmasi ED dan rusak serta persentase stok akhir minimal, pembelian IFRS mendekati nilai perencanaan sedangkan frekuensi melakukan Drug Use Review masih kurang. Perspektif customer menunjukkan hasil yang tidak baik karena kepuasan customers baik eksternal dan internal tidak puas walaupun tingkat keterjaringan pasien sudah menunjukkan persentase 94,12 %. Perspektif keuangan menunjukkan cukup baik, yaitu ITOR 13,3 kali, Gross profit Margin 22,1 % pertumbuhan pendapatan 22,15 % dan persentase penerimaan IFRS terhadap penerimaan RS 55,9 %. Kata kunci: strategi, balanced scorecard, kinerja
HUBUNGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TERHADAP BIAYA TERAPI Amalia Amalia; Tri Murti Andayani; Endang Yuniarti
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.227

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya meningkat terus. Komplikasi DM merupakan salah satu faktor yang bisa menaikkan biaya. Penelitian bertujuan mengetahui komponen biaya yang paling berpengaruh pada biaya DM, mengetahui jenis komplikasi yang menimbulkan biaya paling besar, dan mengetahui adakah perbedaan signifikan biaya rata-rata per episode perawatan antara biaya terapi DM tanpa dan dengan komplikasi. Jenis penelitian adalah analisis non eksperimental dengan rancangan cross sectional study. Data diambil dari rekam medik pasien dan bagian keuangan rumah sakit secara retrospektif. Kriteria inklusi adalah pasien dengan diagnosis utama DM dengan/tanpa komplikasi baik rawat jalan maupun inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Januari sampai Juni 2014. Biaya yang dihitung adalah biaya medis langsung (perspektif rumah sakit). Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui distribusi karakteristik subjek penelitian dan alokasi biaya. Uji korelasi bivariate untuk mengetahui hubungan komponen biaya dan biaya terapi DM. Uji T dua sampel independen untuk uji perbedaan biaya rata-rata DM tanpa komplikasi dan dengan komplikasi untuk data terdistribusi normal, sedangkan apabila data tidak terdistribusi normal digunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya pasien DM Rp 816.967.440,00 (55,58% rawat inap dan 44,42% rawat jalan). Komponen biaya yang paling berpengaruh adalah biaya obat, kecuali pada rawat inap DM dengan komplikasi (biaya tindakan medik). Nephropati merupakan komplikasi yang menggunakan biaya ratarata tertinggi sebesar Rp 556.940,00 ± 535.451(rawat jalan) dan retinopati sebesar Rp 9.780.350,00 ± 3.739.534 dalam satu episode rawat inap. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara biaya rata-rata DM tanpa komplikasi dan dengan komplikasi, kecuali pada biaya terapi pasien rawat inap kelas III.Kata kunci: komplikasi, diabetes melitus, komponen biaya
Significance of Consumption Patterns and ABC/FSN Matrix to Optimize Vital Drugs Inventory Management Nang Nwe Ni Hlaing; Cha-oncin Sooksriwong; Farsai Chanjaruporn; Oraluck Pattanaprateep
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 7, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.33258

Abstract

Drug shortage affects patient’s life, especially life-saving medicines. The main objective of the study was to analyze the retrospective consumption data from 2016 in order to optimize the inventory management of vital drugs. 136 of vital drug items were categorized by ABC (Always Better Control) and FSN (Fast, slow and non-moving) matrix and analyzed the consumption patterns of vital drugs in each group. Total consumption value for vital drugs during 2016 were 361,091,149 Thai Baht. ABC and FSN matrix were sub-categorized into Category I (AF, AS, AN, BF, CF), Category II (BS, BN CS) and Category III (CN). Irregular consumption patterns from Category I and II, required special attention regarding stock control to overcome shortage and oversupply. Although Category III consists of non-moving items, these drugs have to be in stock in sufficient amount for emergency issues. Depending on the nature of consumption patterns, different inventory control methods are necessary for different characteristics of demand patterns.
UJI PENGARUH PEMBERIAN DOMPERIDON TERHADAP KEJADIAN FLATUS PADA JAMA’AH UMRAH Hasdiana Sudar; Probosuseno Probosuseno; Ika Puspitasari
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.239

Abstract

Thawaf merupakan salah satu prosesi dalam ibadah umrah yang dilakukan dalam keadaan suci.Jika terjadi flatus maka jama’ah diwajibkan untuk kembali berwudhu sebelum melanjutkan thawaf. Belum ada obat yang diindikasikan khusus untuk mengatasi flatus berlebih. Beberapa penelitian mendukung penggunaan obat prokinetik sebagai antiflatulen pada kelainan motilitas saluran cerna.Hal ini melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian efek pemberian domperidon tablet 10 mg terhadap kejadian flatus pada jama’ah umrah.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian domperidon tablet terhadap kejadian flatus pada jama’ah umrah.Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental analitik dengan rancangan kuasi eksperimental. Jama’ah umrah yang memiliki frekuensi flatus >5kali/12 jam dan memenuhi kriteria akan diberi dosis tunggal domperidon tablet 10mg. Peneliti membandingkan frekuensi flatus pre dan post dan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mencapai masa bebas flatus setelah pemberian domperidon tablet. Jumlah flatus yang diperoleh diolah dengan metode paired t-test. Selanjutnya dilakukan perhitungan terhadap kejadian flatus setelah pemberian domperidon tablet 10mg untuk menentukan onset dan durasi masa bebas flatus.Pengaruh variabel jenis kelamin, penyakit penyerta, obat yang dikonsumsi, dan makanan diuji dengan menggunakan metode chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara jumlah flatus sebelum dan sesudah pemberian dosis tunggal domperidon tablet 10mg (P < 0,01) dengan penurunan rata-rata 49,63% (6,92+7,4). Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai masa bebas flatus (onset) sebanyak 5,59 jam sejak pemberian domperidon tablet 10mg dengan durasi masa bebas selama 6,59 jam.Tidak ada pengaruh variabel jenis kelamin, penyakit penyerta, obat yang dikonsumsi, dan makanan dalam penurunan jumlah flatus.Kata kunci: domperidon, prokinetik, flatus, umrah
Evaluation of Compounding Sterile Preparations for Hospitalized Pediatric Patients in "X" Hospital Semarang City, Indonesia Melviya Sudianto; Dina Christin Ayuningputri; Sri Hartati Yuliani
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 8, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.831 KB) | DOI: 10.22146/jmpf.34783

Abstract

Compounding sterile preparation, especially for hospitalized pediatric patients, needs more concern due to dose adjustment. Things to be concerned about are compounding personnel, utilization of aseptic technique, and facilitation that affects the quality of sterile preparations. The aims of this study were to observe compounding process and to quality the sterile preparations for hospitalized pediatric patients in “X” Hospital, Semarang City, Indonesia. This research is an observational analitic with incidentally sampling research. Subject in this research was personnel who performed sterile preparations for hospitalized pediatric patients. Results from 114 sterile preparations which were observed in pediatric ward showed that compounding personnel (100%), facilities & infrastuctures, and sterile preparations procedure were not suitable with the Mixing Guideline for injectable drug and cytostatic (2009), hence it could impact the quality of sterile preparations. In addition, even after implementing appropriate solvent, compounding procedures, and aseptic technique had been utilized (100%), the physical incompatibility occurred was 8.77%. The pH of Ceftriaxone and Cefotaxime was similar with those in the literature, but for Omeprazole’s pH and based on sterility test, there were no bacterial growth.