cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice)
ISSN : 20888139     EISSN : 24432946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMPF is the first open access journal in Indonesia specialized in both research of pharmaceutical management and pharmacy practice. Articles submitted in JMPF are peer reviewed, we accept review articles and original research articles with no submission/publication fees. JMPF receives manuscripts in both English (preferably) and Indonesian Language (Bahasa Indonesia) with abstracts in bilingual, both Indonesian and English. JMPF is also open for various fields such as pharmaceutical management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, social pharmacy, pharmaceutical marketing, goverment policies related to pharmacy, and pharmaceutical care.
Arjuna Subject : -
Articles 487 Documents
PERBANDINGAN EFEK TERAPI PIRASETAM DAN SITIKOLIN TERHADAP PERBAIKAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN STROKE ISKEMIK Munifah Wahyuddin; Arief Nurrochmad; Woro Harjaningsih
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.200

Abstract

Salah satu dampak yang ditimbulkan stroke berupa gangguan  kognitif. Neuroprotektor seperti pirasetam dan stikolin merupakan obat yang dapat mengatur fungsi serebral dengan  meningkatkan kemampuan kognitif pada otak yang menurun,  namun penggunaannya masih kontroversial dan menjadi  perdebatan berdasarkan penelitian ilmiah. Di beberapa Rumah  sakit yang ada di Makassar, penggunaan kedua neuroprotektor ini yaitu piresetam dan sitikolin banyak digunakan pada pasien stroke iskemik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek terapi pirasetam dan sitikolin terhadap perbaikan fungsi kognitif pasien stroke iskemik dilihat dari parameter (MoCA-Ina) The  Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi kohort. Metode pengambilan data dilakukan secara prospektif dimana pasien dikelompokkan dua kelompok,  yaitu 35 pasien kelompok pirasetam dan 27 pasien kelompok sitikolin. Pengukuran efektivitas pirasetam dan sitikolin  dilakukan sebelum dan sesudah (hari ke-7) pemberian terapi dengan menggunakan skala MoCA. Efek terapi dari pirasetam dan sitikolin ditandai dengan adanya peningkatan nilai MoCA.Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pasien stroke iskemik  yang mendapat terapi pirasetam selama 7 hari berdasarkan total domain menunjukkan adanya perbaikan fungsi kognitif yang bermakna 0,000 (p<0,05), tetapi tidak ada perbedaan yang  bermakna pada masing-masing domain kognitif. Pasien stroke iskemik yang mendapat terapi sitikolin berdasarkan total domain,  menunjukkan adanya perbaikan fungsi kognitif yang bermakna yaitu 0,000 (p<0,05) dan pada domain orientasi 0,003 (p<0,05). Terdapat perbedaan yang bermakna pada domain pemikiran konseptual pada hari ke-7 pemberian terapi antara pirasetam 0,31±0,631 dengan sitikolin 0,04±0,192 dengan nilai signifikansi 0,033 (p<0,05), sedangkan untuk (Δ MoCA) tidak ada perbedaan efek antara pirasetam dengan sitikolin dalam perbaikan fungsi  kognitif pasien stroke iskemik dengan nilai signifikansi 0,217 (p>0,05).Kata Kunci: stroke iskemik, pirasetam, sitikolin, MoCA, fungsi kognitif
THE INFLUENCE OF LOCAL AND FOREIGN ENDORSERS’ CREDIBILITY AND ATTRACTIVENESS IN COSMETICS ADVERTISEMENTS ON CONSUMER PERCEPTIONS AND PURCHASE DECISIONS Mu’min Gozali; Achmad Fudholi; Satibi Satibi
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 1, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.36

Abstract

Endorser used on product advertising is ordinary thing on marketing. Developments in the flow of informationand technology have caused consumers to be increasingly selective in their choice of products. This fact hasstimulated companies to be more sensitive to consumer demand. Advertising is one of the promotional activitiesused as a medium for conveying a message to shape consumers’ attitudes. This research was conducted to measurethe influence of local and foreign endorsers’ credibility and attractiveness on consumer perceptions and purchase decisions, and to look into the difference between the use of local endorsers and the use of foreign endorsers in their influence on consumer perceptions and purchase decisions. This was an experimental research carried out in two phases, i.e. exploratory analysis and confirmatory analysis using a cross-sectional approach. The researchinstruments employed were samples of advertisements and questionnaires. The research subjects comprised130 respondents each for local and foreign endorsers. The data were analyzed using simple regression and anindependent t-test with SPSS 11.5 for windows. The research results showed that the ability of local endorsers’credibility and attractiveness to predict the consumer perceptions variable was 16.4%, their ability to predict consumerpurchase decisions was 11.3%. The ability of foreign endorsers’ credibility and attractiveness to predict the consumerperceptions variable was 30.1%, and their ability predict consumer purchase decisions was 37.4%. After a comparison was made using an independent sample t-test, it was found that consumer perceptions of advertisements with localendorsers were lower than consumer perceptions of advertisements with foreign endorsers, and consumer purchasedecisions on products advertised with local endorsers were fewer than consumer purchase decisions on productsadvertised with foreign endorsers. Keywords : advertisements, endorsers’ credibility, endorsers’ attractiveness
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRI RAWAT INAP Purwaningsih, Avianti Eka Dewi Aditya; Rahmawati, Fita; Wahyono, Djoko
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.150

Abstract

Meluasnya penggunaan antibiotik yang tidak tepat merupakan isu besar dalam kesehatan masyarakat dan keamanan pasien. Masalah utama pemakaian antibiotik pada anak adalah penentuan jenis antibiotik, dosis, interval, dan rute pemberian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persentase antibiotik yang rasional (kategori 0) dan apa saja jenis ketidakrasionalan (kategori II-V), serta untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran terapi yang di capai. Penelitian merupakan penelitian observasional menggunakan metode cohort. Pengambilan data pada penelitian dilakukan secara retrospektif dan prospektif selama periode November 2014 sampai Februari 2015. Sampel penelitian adalah pasien pediatri di bangsal rawat inap Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas antibiotik menggunakan metode Van der Meer dan Gyssens kemudian dianalisis secara deskriptif. Hubungan antara rasionalitas antibiotik dengan luaran terapi dianalisis menggunakan Chi-square dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil evaluasi terhadap penggunaan antibiotik pada 385 regimen menunjukkan 23,9% penggunaan antibiotik rasional. Jenis ketidakrasionalan, yaitu kategori V (8,6%); kategori IV A (22,3%); kategori IV C (20%); kategori IV D (1,6%); kategori II A (44,4%); kategori IV B (37,7%). Hasil analisis hubungan rasionalitas dengan luaran terapi menunjukkan tidak ada hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran terapi (p>0,05).
BUSINESS STRATEGY ANALYSIS OF PT SOHO REGULAR PHARMACEUTICAL INDUSTRY Anna Karina Algustie; Basu Swastha Dharmmestha
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 2, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.90

Abstract

A competitive company is a company which has and implements business strategies that can act in response to external conditions and improve their internal capabilities. The objectives of this study were to identify and evaluate whether the company business strategy is suitable with its external and internal conditions and to arrange alternative strategies based on external and internal conditions.  The research was a descriptive analysis. The data were collected through deep interviews and internal observation to the company, also supporting data from secondary source. The data were analyzed by: External and internal analysis with External Factors Evaluation Matrix (EFE) and Internal Factors Evaluation Matrix (IFE); Alternative strategies formulation was done through Strength-Weakness-Opportunity-Threat Matrix (SWOT), Internal-External Matrix (IE), Boston Consulting Group Matrix (BCG), and Grand Strategy Matrix; Decision stage was done by Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results showed that there was a change on competitive conditions so that company needed to modify the strategy implemented. EFE matrix result was 3.02 which showed that the company’s strategies were responsive to the external conditions, while IFE matrix result was 2.78 which showed that company had quite strong internal capabilities. Alternative strategies formulation through SWOT, IE, BCG and Grand Strategy matrix analysis and the decision through QSPM analysis result showed that “Improving product variation with new product development or cooperation with other companies” was the most suitable with QSPM score 6.183 followed by “Market development and market penetration through existing products with QSPM score 5.726.Keywords: Business Strategy Analysis, PT Soho Industri Pharmasi, SWOT, QSPM
BIAYA PERAWATAN PASIEN NEONATAL JKN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Mufarrihah Mufarrihah; Tri Murti Andayani; Endang Suparniati
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.262

Abstract

Pasien neonatal berisiko mengalami komplikasi yang memerlukan biaya perawatan tinggi. Pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pembiayaan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) diberlakukan tarif INA-CBGs. Seringkali tarif rumah sakit lebih besar dari tarif INA-CBGs sehingga dapat menyebabkan kerugian pada pihak rumah sakit.Penelitian ini bertujuan mengetahui komplikasi, biaya perawatan, perbedaan antara tarif rumah sakit dengan tarif INA CBGs, dan faktor yang mempengaruhi tarif rumah sakit pasien neonatal JKN rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dari perspektif rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian analitik. Subyek penelitian adalah seluruh pasien neonatal JKN rawat inap Bulan Januari-Juni 2015. Data berasal dari berkas klaim dan rekam medik pasien yang diambil secara retrospektif. Dilakukan pencatatan yang berisi karakteristik pasien, diagnosis, tindakan/prosedur, dan rincian biaya perawatan pasien. Analisis komplikasi yang terjadi dilakukan menggunakan statistik deskriptif, perbedaan tarif INA-CBGs dengan tarif rumah sakit menggunakan one sample t test, dan faktor yang mempengaruhi besarnya tarif rumah sakit menggunakan korelasi Spearman.Hasil penelitian mencatat total 307 pasien neonatal dengan 309 periode rawat inap. Komplikasi yang sering terjadi antara lain neonatal jaundice, bacterial sepsis, hipoglikemia dan respiratory distress syndrome. Biaya perawatan pasien memiliki rentang tarif Rp 472.000,00 sampai dengan Rp 117.791.574,98. Total tarif rumah sakit seluruh pasien Rp 4.345.265.383,69 dengan biaya pemeriksaan dokter, konsulen dan visite sebagai komponen biaya terbesar yang berkontribusi sebesar 27,25% dari total biaya. Selisih tarif rumah sakit dengan tarif paket INA-CBGs sebesar Rp 1.191.392.983,69 atau 27,4% dari total biaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi tarif rumah sakit adalah usia kehamilan, berat badan lahir, jumlah diagnosis, jumlah tindakan/prosedur, dan lama perawatan di rumah sakit.Kata kunci: analisis biaya, INA-CBGs, JKN, komplikasi neonatal
COMPARISON THE REAL COST WITH INA-CBG’S PACKAGE TARIFF AND ANALYSIS ON THE FACTORS INFLUENCING THE REAL COST FOR THALASEMIA INPATIENTS USING JAMKESMAS IN RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA Aditya Maulana Perdana Putra; Fita Rahmawati; I Dewa Putu Pramantara
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.94

Abstract

In 2011, health insurance in patients with thalassemia major help families of patients because thalassemia treatment cost is quite high. In the implementation of INA-CBGs there are some problems, one of which is related to the payment in which difference occurs between tariff of INA-CBGs with real cost.The aim of this research was to find out the extent of the difference between the real tariff and the tariff of INA-CBGs, factors that influence real cost and the description of the appropriateness of therapy towards the Jamkesmas inpatients with Thalassaemia at Sardjito Hospital Yogyakarta.This was an analytical-observational research with of retrospective research design. The object of the research was the files of the inpatient claims and medical records of Jamkesmas patients with Thalassaemia in the period of April 2011 – March 2012 in Sardjito Hospital Yogyakarta. The data analysis was conducted with one sample test to compare between the rate of the real cost and the INACBG’s tariff. Meanwhile, the correlation test and the linear regression test were conducted to find out factors that influence the cost. The result of the research showed that a positive difference between the real cost and the tariff of INA-CBGs was IDR104.498.068 from 138 episodes of care. The average cost of healthcare for Thalassaemia based on the tariff of Sardjito Hospital at the severity level 1 was IDR1.058.823 + 591.923. The three most significant cost components included the blood bag, drugs or medical stuffs and accommodation/hospitalization cost. The result of the correlation test showed that the blood bag, drugs and medical stuffs, hospitalization/accommodation, clinical pathology examination and visite had a strong influence towards the real cost. Meanwhile, from the value of variable coefficients (B), it was known the order of variable that influence the real costs were visite, hospitalization/accommodation, blood bag, drugs and medical stuffs, and clinical pathology examination. From the analysis of the suitability of an indication, there were 5 drugs that are not consistent with the diagnosis of patients and one drug that was not appropriate for the patient.Keywords: INA-CBGs, Thalassaemia, cost, appropriateness of therapy
ANALISIS PENGENDALIAN OBAT SITOSTATIKA DENGAN METODE EOQ DAN ROP Ercis Ercis; Gunawan Pamudji Widodo
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 3, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.194

Abstract

Tingginya jumlah pasien dan mahalnya harga obat sitostatika menjadikan obat sitostatika membutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaanya di di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Efisiensi biaya untuk meningkatkan ketersediaan obat sitostatika dapat dilakukan melalui pengendalian dengan metode EOQ dan  ROP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan  menganalisis pengendalian obat sitostatika dengan metode EOQ dan ROP di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini  menggunakan metode komparatif non eksperimental dengan pengambilan data obat sitostatika secara retrospektif tahun 2012. Data diperoleh melalui pengamatan langsung dan dari  dokumentasi Instalasi Farmasi, bagian keuangan, dan bagian logistik. Data dianalisis untuk mengetahui efisiensi biaya obat sitostatika dengan menggunakan metode EOQ dan ROP. Hasil penelitian selanjutnya diuji dengan menggunakan Paired-Sampel t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2012 pengendalian obat  sitostatika menggunakan metode analisis EOQ diketahui dapat meningkatkan efisiensi biaya hingga sebesar Rp.224.845.245 atau 73% dari total cost kenyataan sebesar Rp.306.956.410 dalam  pengendalian persediaan obat. Analisis ROP menunjukkan bahwa obat sitostatika dapat dilakukan pemesanan kembali dan diketahui pada setiap item obat sitostatika memiliki ROP bervariasi.Kata Kunci: pengendalian, sitostatika, metode EOQ, metode ROP
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL JANTUNG KRONIK Pudiarfianti, Nadia; Pramantara, I Dewa Putu; Ikawati, Zullies
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.157

Abstract

Gagal jantung kronik (CHF) merupakan salah satu sindrom penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup. Prevalensi CHF meningkat 10% pada lanjut usia. Perbedaan kualitas hidup dapat terjadi pada ras yang berbeda.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup dan faktor-faktor mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal jantung kronik di poliklinik jantung RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian merupakan penelitian non-eksperimental (deskriptif analitik) dengan desain potong lintang.Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari – April 2015 dengan metode consecutive sampling di poliklinik jantung RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Kualitas hidup pasienakan dinilai menggunakan kuesioner Minnesotta Living with Heart Failure (MLHF) dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk menilai kepatuhan. Faktor risiko yangmempengaruhi kualitas hidup berupa usia, jenis kelamin, ejection fraction (EF), derajat keparahan New York Heart Association (NYHA), kepatuhan, komorbid, Body Mass Index (BMI), lama diagnosis, dan terapi dianalisis menggunakan uji Chi-Square/Fisher dan Uji T dua sampel independen untuk melihat distribusi dan hubungan faktor tersebut terhadap kualitas hidup. Total 97 subjek ikut serta dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor total MLHF pada dimensi fisik adalah 16,72±8,68 dan pada dimensi emosional adalah 5,36±3,26. Perempuan dengan CHF memiliki tingkat emosional lebih baik dibandingkan laki-laki (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis, hanya fraksi ejeksi yang memiliki perbedaan bermakna terhadap kualitas hidup (p<0,05). Pasien dengan EF<40% memiliki risiko mengalami kualitas hidup yang buruk dibandingkan pasien CHF dengan EF≥40%. Pengaruh komorbid seperti hipertensi dan diabetes, penggunaan digoksin atau obat golongan angiotensin reseptor blocker hanya berpengaruh pada dimensi fisik pasien CHF (p<0,05).
EVALUATION ON THE THERAPY APPROPRIATENESS AND ANTIHYPERTENSIVE AGENT SIDE EFFECTS TOWARD TYPE 2 DIABETES MELLITUS WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE PATIENTS RECEIVING REGULAR HAEMODIALYSIS AT RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Fef Rukminingsih; Djoko Wahyono; I Dewa Putu Pramantara
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 1, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.47

Abstract

Antihypertensive selection accuracy determines the achievement of therapy target toward type 2 diabetes mellituswith chronic kidney disease patients who received regular hemodialysis treatment. The use of drugs in a longtimepotentially causes side effects and drug interactions as well.This research employed prospective observation by evaluating the appropriateness of therapy and monitoringdirectly the side effects of antihypertensive agent used toward type 2 diabetes mellitus with chronic kidney diseasepatients who received regular haemodialysis treatment at RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta during February– April 2011.For 42 patients having type 2 diabetes mellitus with chronic kidney disease who received regular haemodialysis treatment, it was found that patients who received appropriate therapy and achieved blood pressure therapy target was none, 4 patients (9.53%) received appropriate therapy yet the blood pressure remained uncontrolled, 2 patients(4.76%) received inappropriate therapy yet achieved controlled blood pressure and 36 patients (85.71%) receivedinappropriate therapy with remained uncontrolled blood pressure. From 42 patients, it was found that there were 11patients (26,20%) were possible and 5 patients (11,90%) were probable suffered from dry cough, 26 patients (61.91%) were possible for suffered from dizziness, 39 patients (92.86%) were possible suffered from headache, 2 patients (4.76%) were potentially suffered from fatigue and 13 patients (30,95%) were possible and 2 patients (4,76%) wereprobable suffered from drowsiness. Keywords: antihypertensive, type 2 diabetes mellitus, haemodialysis
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TERHADAP LUARAN PADA PASIEN ANAK PENDERITA PNEUMONIA Yayuk Dwi Rahayu; Djoko Wahyono; Mustofa Mustofa
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 4, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.297

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang banyak membunuh anak usia dibawah 5 tahun dibanding penyakit lainnya di setiap negara di dunia. Diperkirakan hampir seperlima kematian anak di seluruh dunia, lebih kurang 2 juta anak balita, meninggal setiap tahun akibat pneumonia, sebagian besar terjadi di Afrika dan Asia Tenggara. Penemuan penderita pneumonia pada balita di Indonesia pada tahun 2011, sebanyak 168.019 penderita pneumonia balita usia dibawah 1 tahun dengan 10.770 balita menderita pneumonia berat dan sebanyak 312.014 penderita pneumonia balita usia 1 – 4 tahun dengan pneumonia berat sebanyak 10.797 balita. Pneumonia di RS Dr.R.Soetrasno Rembang termasuk dalam 10 besar penyakit rawat inap. Berdasarkan data tahun 2012 yang diperoleh dari bagian rekam medis RS Dr.R.Soetrasno Rembang, tercatat pasien yang dirawat inap karena pneumonia sebanyak 377 pasien, sebanyak 213 diantaranya (56,5%) merupakan pasien anak di bawah usia 14 tahun. Evaluasi penggunaan antibiotik pada anak dengan infeksi pneumonia di RS Dr.R.Soetrasno Rembang belum pernah dilakukan. Penelitian merupakan penelitian cross-sectional analitik dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien anak dengan infeksi pneumonia yang dirawat di bangsal anak RS Dr.R.Soetrasno Rembang periode Januari 2012 sampai Oktober 2012, dan menilai rasionalitasnya yang dievaluasi dengan Metode Gyssens serta outcome klinis yang dihasilkan setelah penggunaan antibiotik selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik untuk terapi yang diberikan pertama kali kepada pasien anak penderita penumonia di bangsal anak RS Dr.R.Soetrasno Rembang yang telah dievaluasi dengan metode Gyssens, diketahui sebanyak 49,7% penggunaannya rasional dan sebanyak 50,3% tidak rasional.  Penggunaan antibiotik rasional memberikan outcome klinis (suhu, laju pernafasan, retraksi, angka leukosit dan neutofil segmen) yang lebih baik secara signifikan dibanding penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Kata kunci: pneumonia anak, antibiotik, rasionalitas terapi, metode Gyssens