cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice)
ISSN : 20888139     EISSN : 24432946     DOI : -
Core Subject : Health,
JMPF is the first open access journal in Indonesia specialized in both research of pharmaceutical management and pharmacy practice. Articles submitted in JMPF are peer reviewed, we accept review articles and original research articles with no submission/publication fees. JMPF receives manuscripts in both English (preferably) and Indonesian Language (Bahasa Indonesia) with abstracts in bilingual, both Indonesian and English. JMPF is also open for various fields such as pharmaceutical management, pharmacoeconomics, pharmacoepidemiology, clinical pharmacy, community pharmacy, social pharmacy, pharmaceutical marketing, goverment policies related to pharmacy, and pharmaceutical care.
Arjuna Subject : -
Articles 487 Documents
FAKTOR PREDIKTOR TIDAK TERCAPAINYA TARGET TEKANAN DARAH PADA PASIEN STROKE HEMORAGIK AKUT Amboro, Wisnu; Puspitasari, Ika; Pinzon, Rizaldy T
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.209

Abstract

Stroke hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak. Pembuluh darah otak pecah disebabkan karena tekanan darah tinggi. Obat antihipertensi banyak digunakan pada pasien dengan tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target tekanan darah pada pasien stroke hemoragikakut yang diobati dengan antihipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian analitis dilakukan dengan menggunakan case control study. Subyek penelitian adalah pasien stroke hemoragik akut yang memenuhi kriteria inklusi dan diobati dengan antihipertensi. Pasien diklasifikasikan kedalam kelompok kasus jika hasil rekam medis dan stroke register menunjukkan tekanan darah >140/90 mmHg, sedangkan kelompok kontrol adalah pasien stroke hemoragik akut dengan tekanan darah ≤140/90 mgHg. Faktor prediktor yang diteliti berupa jenis kelamin, usia, komorbid, obat penyerta, jumlah komorbid, golongan antihipertensi, jumlah antihipertensi, sediaan antihipertensi, dan baseline tekanan darah. Data dianalisis menggunakan bivariat dan multivariat. Pada studi ini150 pasien stroke hemoragik akut memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien dengan jenis kelamin laki-laki (OR=2,279; 95% CI=1,137–4,571; p=0,020) dan pasien dengan komorbid gangguan ginjal (OR=2,733; 95% CI=1,047-7,135; p=0,040) memiliki pengaruh paling signifikan terhadap tidak tercapainya target tekanan darah. Usia, komorbid (hipertensi, dislipidemia, penyakit jantung, diabetes mellitus), obat penyerta, jumlah komorbid, antihipertensi (golongan, jumlah, sediaan), dan baseline tekanan darah tidak memiliki pengaruh terhadap tidak tercapainya target tekanan darah. Faktor prediktor yang signifikan berpengaruh terhadap tidak tercapainya target tekanan darah pada pasien stroke hemoragik akut adalah jenis kelamin laki-laki dan gangguan ginjal.Kata kunci: stroke hemoragik, antihipertensi, faktor prediktor
Analysis of Pharmaceutical Staffing Needs in the Pharmacy Installation of Grha Permata Ibu Hospital Depok 2016 Verawaty Verawaty; M. Ihsan Ramdani; Diah Ratih Laksmitawati; Christine Meidiawati
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 7, No 2
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.30124

Abstract

The potential incident of medication error in pharmacy unit might arise due to increased workload of pharmacy staff. Excessive workload triggers exhaustion and lack of concentration of the pharmacy staff in pharmacy services. Increasing the number of pharmacy staff is the solution to reduce workload, therefore analysis of workload of pharmacy staff at Graha Permata Ibu Hospital’s pharmacy unit (IFRS GPI) is required to be used in calculating the ideal and productive needs of staff, which is also the purpose of this study. This study is a combination of qualitative and quantitative research with samples from pharmacy personnel activities. The techniques of data collection were obtained through observation using work sampling and in-depth interviews. Data were analyzed using Workload Indicators of Staffing Need (WISN).The result showed direct productive activities amounted to 59.14%, indirect productive activities amounted to 17.22%, 16.99% of non-productive activities, and 6.65% of personnel private activities. Pharmacy staffing need is 26 people. The ratio comparison between existing personnel and staffing need of the pharmacy installation was 0.7, which indicates the numbers of pharmacy personnel are not in accordance with the workload. It concludes a few necessities such as a need for new hires of pharmacy personnel, a new arrangement of work shifts and scheduling, a modification of service flow for requested prescription, a need to maximize the utilization of hospital information systems, a need to increase the role of pharmacists, and to conduct education and continuous training.
ANALISIS BIAYA PENYAKIT STROKE PERDARAHAN DI RUMAH SAKIT Irfanianta Arif Setyawan; Tri Murti Andayani; Rizaldy T Pinzon
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.237

Abstract

Stroke perdarahan merupakan defisit fungsi sistem saraf yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak berupa pecahnya pembuluh darah di otak.Stroke tidak hanya menjadi tantangan yang besar bagi pasien dan keluarganya, besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan akut dan rehabilitasi juga menjadi beban yang besar untuk sistem perawatan kesehatan. Cost of illnessmerupakan salah satu studi farmakoekonomi yang digunakan untuk mengukur beban ekonomi suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor usia, jenis kelamin, jumlah komorbid dan komplikasi, lama dan kelas rawat inap terhadap total biaya penyakit,mengetahui komponen, rata-rata, dan total biaya penyakitstroke perdarahan. Jenis penelitian ini adalah analitik non-eksperimental dengan rancangan cross sectional study, pengambilan datadilakukan secara retrospektif. Biaya yang diperhitungkan adalah biaya medik langsung berdasarkan perspektif rumah sakit dengan pendekatan bottom up. Subjek penelitian ini adalah seluruh pasien stroke perdarahan rawat inap dan rawat jalan periode Oktober 2014-September 2015 di RS Bethesda Yogyakartayang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan ujinon parametrik dan regresi linier. Hasil penelitian diperoleh 45 pasien rawat inap dan 36 pasien rawat jalan.Total biaya penyakit stroke perdarahan sebesar Rp. 643.783.379,40,-. Rata-rata biaya pada episode pertama pasien rawat inap stroke Rp. 13.826.124,54,- ± Rp. 8.627.671,85,- dan episode pertama rawat jalanRp. 600.215,97,- ± Rp. 365.042,33,-. Komponen biaya terbesar pada pasien stroke rawat inap dan rawat jalan adalah biaya obat dan barang medik.Jenis kelamin berpengaruh terhadap biaya riil rawat jalan dan lama rawat inap berpengaruh terhadap biaya riil rawat inap (p<0,05).Kata kunci: biaya penyakit, stroke perdarahan, RS Bethesda Yogyakarta
KEPUASAN PASIEN DIABETES MELITUS RUJUK BALIK PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK DAN APOTEK KOTA YOGYAKARTA S, Hilda; Fudholi, Achmad; Puspandari, Diah Ayu
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.155

Abstract

Pelayanan program rujuk balik merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta BPJS Kesehatan penderita penyakit kronis diantaranya penyakit diabetes melitus yang sudah stabil/terkontrol, namun masih memerlukan asuhan keperawatan dan pengobatan dalam jangka panjang yang diberikan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.Kepuasan pasien akan mempengaruhi keberlangsungan program-program dalam sistem JKN. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan antara lain pelayanan kefarmasian dan karakteristik pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pelayanan kefarmasian dan karakteristik pasien terhadap kepuasan pasien rujuk balik diabetes melitus peserta BPJS Kesehatan di klinik dan apotek Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain survey cross sectional. Data diambil secara kuantitatif dengan menggunakan kuisioner dan dilengkapi dengan data kualitatif melalui wawancara untuk memperdalam temuan di lapangan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling untuk klinik dan apotek rujuk balik danjumlah sampel sebanyak 100 responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan karakteristik pasien dengan kepuasan dan regresi linear untuk melihat hubungan pelayanan kefarmasian dengan kepuasan. Pelayanan kefarmasian yaitu kemudahan akses, ketersediaan obat, dan hubungan pasien dengan apoteker memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikansi (p) berturut-turut: 0,031; 0,027; dan 0,003. Karakteristik pasien yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepuasan pasien adalah pekerjaan (p=0,015). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayanan kefarmasian meliputi kemudahan akses,ketersediaan obat, dan hubungan pasien dengan apoteker, dan karakteristik pasien yaitu pekerjaan, memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien rujuk balik diabetes diabetes melitus peserta BPJS Kesehatan di klinik dan apotek Kota Yogyakarta.
EVALUATION OF DRUG PLANNING AND PROCUREMENT IN PHARMACY DEPARTEMENT OF SEMARANG HEALTH AGENCY Fitri Pratiwi; Iwan Dwiprahasto; Endang Budiarti
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 1, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.46

Abstract

The Pharmacy Departement of Semarang Health Agency is where a management of drugs taking place inSemarang. In order to provide quality health care, we need to evaluate the phases in the planning and procurementof drugs as well as the match between the planning and procurement. Data was collected retrospectively with descriptive observations and the calculation of indicators of the planningand procurement where the obtained data are described and compared with the results of interviews.The results indicated that drug planning using APBD II source of funding was done with consumption method.The planning was done twice, first planning for budget submission and second planning for budget adjustments.Inappropriateness in drug planning and procurement, was not influence by limitations of funding, but caused bydrug procurement that held once each year. This method of drugs procurement could not avoid drgug unavaibility, and delay of drugs delivery and unmet need for drugs by the winner of tender even if sufficient funds was available. Keywords: drug planning, drug procurement, The Pharmacy Departement of Semarang Health Agency.
PENGARUH KEPATUHAN DAN POLA PENGOBATAN TERHADAP HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI Nurul Chusna; Ika Puspitasari; Probosuseno Probosuseno
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 4, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.292

Abstract

Peningkatan kepatuhan dan pola pengobatan diharapkan dapat mempengaruhi keberhasilan terapi berupa penurunan tekanan darah pasien hipertensi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan dan pola pengobatan terhadap hasil terapi pasien hipertensi. Penelitian dilakukan dengan metode observasi retrospektif. Pengambilan data pasien secara prospektif dilakukan selama bulan November sampai Desember 2013 di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkarya. Dengan mengambil data dari rekam medik pasien hipertensi dari rawat jalan poliklinik penyakit dalam yang akan digunakan sebagai sampel penelitian. Kepatuhan pasien diukur dengan menggunakan kuesioner MMAS. Selain melakukan penilaian terhadap kepatuhan peneliti juga menilai pola pengobatan pada pasien tersebut. Pola pengobatan diperoleh dari pencatatan rekam medik pasien. Pola pengobatan dibagi menjadi 2 yaitu tunggal dan kombiunasi. Diperoleh 114 subyek penelitian. Terdapat perbedaan bermakna pada kategori MMAS terhadap penurunan tekanan darah sitolik, dan tekanan darah diastolik. Terdapat perbedaan bermakna pada kategori Pola pengobatan terhadap penurunan tekanan darah sistolik, dan tekanan darah diastolik. Kepatuhan dan pola pengobatan dapat berpengaruh bermakna secara statistika terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pasien. Kata kunci: kepatuhan, pola pengobatan, hasil terapi, hipertensi
EVALUATION OF PHARMACEUTICAL CARE STANDARD IMPLEMENTATION BY PHARMACIST Fatimah Nur Istiqomah; Satibi Satibi
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 2, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.73

Abstract

The government has arranged regulations to establish the implementation of pharmaceutical care standard by pharmacists, such as Kepmenkes No. 1027/2004 about Standards of Pharmaceutical Care in Pharmacy. The government also issued a higher level of regulation, that is PP. 51/2009 about Pharmaceutical Practice. This study is aimed to observe the implementation for pharmaceutical care standard by pharmacist in Sleman Regency and determine the indicators of pharmacy services which have (not) been implemented by the pharmacist. Non experimental-quantitative and descriptive analysis were used in this study. The population were pharmacists practicing at the pharmacy in Sleman Regency. There were 35 pharmacists as sample, being determined by proportional random sampling. The data was collected by using questionnaire which was filled in by respondents, includes seven indicators of the implementation of pharmaceutical care based on PP No. 51/2009 and Kepmenkes No. 1027/2004. The data analysis was interpreted into categories, that are those with the percentage score of 81-100% as good category, 61-80% as adequate category and ≤ 60% as lacking category. The results showed the most optimum implemented indicator from the seven indicators according to the ranking, as follows indicator of workforce with the score of 95.24%, Supporting Factors of 91.10% and drug management of 81.90%. Those three indicators were categorized as good. While indicator of drug services with the score of 78.70%, administration of 77.62%, communication, information and education of 76.80% and evaluation of service quality 71.29%, were categorized as adequate. Among the 35 respondents, the results of the evaluation of standards implementation based on all indicators was 65.71% categorized as good category, 31.43% as adequate and only 2.86% as the lacking ones.Keywords : Implementation, Pharmaceutical Care, Pharmacy, Sleman
MEDICATION SAFETY PRACTICES THROUGH DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) REPORTING AT BETHESDA HOSPITAL, YOGYAKARTA Dewi Dewi; L Endang Budiarti; Iwan Dwiprahasto
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 1, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.1

Abstract

Identification of problems caused by the use of drugs, followed by corrective actions, treatment, and prevention are essential to ensure safety. Implementation of medication error reporting systems as well as providing recommendations by pharmacists are strategies to improve medication safety practices in the health care system. A quasi experimental study was conducted at two surgical wards in Yogyakarta Bethesda Hospital. Clinical pharmacist did the identification, corrective actions, as well as reporting of the medication errors (MEs) incidents in both wards. A total of 283 drug problems at Ward I and 39 drug problems at Ward II were identified by clinical pharmacists. All of ME incidents identified at Ward II and 13,5 of those at Ward I were reported through pharmacy’s reporting system. Nineteen DRPs at Ward I and 13 DRPs at Ward II were resolved through communication and delivering recommendations to physicians. A total of 26,3% of written recommendations were accepted compared with 84,6% of verbal recommendations (p = 0,02). All of the DRPs resolved by verbal communication, whereas only 33,3% of those resolved by written communication. Keywords: medication safety practices, medication errors, Drug Related Problems, reporting
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRI RAWAT INAP Avianti Eka Dewi Aditya Purwaningsih; Fita Rahmawati; Djoko Wahyono
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 5, No 3
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.211

Abstract

Meluasnya penggunaan antibiotik yang tidak tepat merupakan isu besar dalam kesehatan masyarakat dan keamanan pasien. Masalah utama pemakaian antibiotik pada anak adalah penentuan jenis antibiotik, dosis, interval, dan rute pemberian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persentase antibiotik yang rasional (kategori 0) dan apa saja jenis ketidakrasionalan (kategori II-V), serta untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran terapi yang di capai. Penelitian merupakan penelitian observasional menggunakan metode cohort. Pengambilan data pada penelitian dilakukan secara retrospektif dan prospektif selama periode November 2014 sampai Februari 2015. Sampel penelitian adalah pasien pediatri di bangsal rawat inap Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas antibiotik menggunakan metode Van der Meer dan Gyssens kemudian dianalisis secara deskriptif. Hubungan antara rasionalitas antibiotik dengan luaran terapi dianalisis menggunakan Chi-square dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil evaluasi terhadap penggunaan antibiotik pada 385 regimen menunjukkan 23,9% penggunaan antibiotik rasional. Jenis ketidakrasionalan, yaitu kategori V (8,6%); kategori IV A (22,3%); kategori IV C (20%); kategori IV D (1,6%); kategori II A (44,4%); kategori IV B (37,7%). Hasil analisis hubungan rasionalitas dengan luaran terapi menunjukkan tidak ada hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran terapi (p>0,05).Kata kunci: antibiotik, pediatri, rasionalitas, Gyssens
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN ATRIBUSI KARYAWAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN BBPOM YOGYAKARTA Friska Drastiana; Sampurno Sampurno; Achmad Fudholi
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 4, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.251

Abstract

Seorang karyawan yang memiliki motivasi tinggi akan berusaha keras dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan tujuan yang diinginkannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi dan atribusi karyawan terhadap motivasi kerja karyawan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta. Rancangan penelitian adalah non eksperimental dengan analitik Cross Sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden. Subyek penelitian adalah karyawan tetap dan sudah bekerja minimal 2 tahun di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta. Responden dalam penelitian ini sebanyak 76 orang.Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Sebelum analisis regresi, terlebih dahulu akan dilakukan uji asumsi klasik. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa iklim organisasi dan atribusi karyawan secara bersama-sama secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan dengan F hitung (40,174)>F tabel (3,122) dan p=0,000 dengan R2 sebesar 52,4%. Hasil analisis regresi linear, menunjukkan bahwa iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan t hitung (4,232)>t tabel (1,992) dan p=0,000 dengan R2 sebesar 44,4%. Atribusi karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan t hitung (3,189)>t tabel (1,992) dan p=0,002 dengan R2 sebesar 35,0%.Hasil analisis regresi linear menunjukkan bahwa iklim organisasi dan atribusi karyawan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan dengan masing-masing nilai signifikansi p=0,000 dan p=0,002 (p<0,05). Kata Kunci: iklim organisasi, atribusi karyawan, motivasi kerja

Page 8 of 49 | Total Record : 487