cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
MEMBANGUN KOMUNITAS BELAJAR PROFESIONAL UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH Cepi Triatna
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v22i1.5918

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban mengenai bagaimana mengembangkan kapasitas manajemen sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus pada dua sekolah menengah atas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kapasitas manajemen sekolah yang dikembangkan melalui komunitas pembelajar profesional dengan fokus keteladanan kepemimpinan, belajar bersama pendidik dan tenaga kependidikan dari proses manajemen, pengembangan kreativitas dalam memecahkan masalah, dan penyediaan kondisi-kondisi lingkungan kerja yang sehat dapat meningkatkan mutu pendidikan. Peneliti merekomendasikan beberapa hal bagi sekolah: 1) membuka keterlibatan berbagai pihak untuk menilai keberhasilan sekolah; 2) mengelola aliran informasi menjadi semakin lancar kepada semua pihak terkait; 3) memoderasi ketidakberfungsian pihak tertentu yang mengalami permasalahan dalam menjalankan tugas dan fungsinya atau dalam pemecahan masalah yang dihadapinya; 4) penguatan rasa kekeluargaan sebagai sebuah komunitas; 5) melakukan refleksi keterlibatan masing-masing PTK; 6) memperbanyak proses dialog, refleksi, dan evaluasi; dan 7) menciptakan suasana sekolah yang nyaman dari kelelahan mental (burnout). Hasil penelitian ini mengisi ruang kosong dalam proses mengembangkan kapasitas manajemen sekolah, khususnya dalam konteks sekolah-sekolah di Indonesia. Kata kunci: Kapasitas manajemen sekolah, komunitas belajar profesional, mutu pendidikan Abstract The research aims is to find answer on how to develop the capacity of school management to improve the quality of education. The Study was conducted by using qualitative approach through case studies at two senior high school. This study concluded that the capacity of school management developed through professional learning communities with a focus on exemplary leadership, studying with teachers and other personnel of the management process, the development of creativity in solving problems, and providing the conditions of a healthy work environment can improve the quality of education. Researchers recommend a few things for school: 1) open the involvement of various parties to assess the success of the school; 2) manage the flow of information becomes more smoothly for all parties concerned; 3) moderate malfunction of certain parties who have problems in performing their duties and functions or in solving his/her problems; 4) strengthening the sense of family as a community; 5) do reflection to the involvement of each PTK; 6) reproduce the process of dialogue, reflection, and evaluation; and 7) create a cozy atmosphere of the school mental fatigue (burnout). The results of this study fill the empty space in the process of developing the school management capacity, particularly in the context of schools in Indonesia. Keywords: Capacity of School Management, Professional Learning Community, Quality of Education 
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH DI SMP NEGERI DAN SWASTA WILAYAH KOTA BANDUNG Cucun Sunaengsih
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v14i2.6412

Abstract

Persoalan tentang kepemimpinan belum berjalan secara profesioanal akibat masih banyaknya kepala sekolah yang masih menjadi instrumen kepala dinas (persoalan the man behind Ihe gun), adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai penulis yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai hubungan transformasional kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap mutu sekolah. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transfomasional kepala sekolah dan budaya sekolah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap mutu sekolah. Ada pun rekomendasi yang ingin disampaikan penulis yaitu agar kepemimpinan transformasional kepala sekolah dapat memberikan dampak yang nyata, maka kepala sekolah lebih aktif memberikan pembinaan terhadap warganya dan aktif menggali informasi terbaru. Begitu pun supaya budaya sekolah dapat lebih kondusif, maka guru dan staff TU untuk lebih menyesuaikan diri dengan sistem sekolah yang terus mengarah pada arah perbaikan. Dengan begitu maka sekolah bermutu akan mudah terwujud.
KONSEP SISTEM INFORMASI Yati Siti Mulyati
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v3i1.6095

Abstract

Data dan informasi berbeda tetapi konsepnya saling berhubungan. Data adalah material mentah dari informasi yang dihasilkan. Informasi formal dibedakan dari informasi informal merupakan hasil legitimasi dari suatu sistem informasi. Suatu sistem adalah suatu himpunan objek-objek dan hubungan antar objek-objek itu yang disusun untuk suatu tujuan bersama. Sistem Informasi dapat merupakan gagasan dari suatu deretan berkas yang dibuat menyatakan sumber terstruktur atau didesain dan alasan atau tuntutan untuk struktur ini. Perkembangan atau modifikasi dari sistem informasi sering diistilahkan sebagai suatu projek. Projek dapat ditelaah sebagai lingkaran kehidupan, yang dalam kasus sistem informasi, dapat dibagi ke dalam empat fase
PENGARUH KEPEMIMPINAN, KINERJA GURU, PENGELOLAAN FASILITAS, DAN PROSES PEMBELAJARAN TERHADAP MUTU KOMPETENSI LULUSAN SMK BIDANG KEAHLIAN BISNIS DAN MANAJEMEN Budi Santoso
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v21i1.6665

Abstract

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengenai belum optimalnya kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan kota Bandung. Masalah keterserapan lulusan yang masih rendah yang berdampak pada pengangguran di Indonesia merupakan fenomena dari mutu kompetensi lulusan yang belum optimal. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan konsep pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Bandung dalam meningkatkan mutu kompetensi lulusan sehingga dapat menghasilkan tenaga kerja yang terampil dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang berkualitas dan selaras dengan kebutuhan lapangan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Explanatory Survey Method. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner skala ordinal. Jumlah responden sebanyak 216 orang pendidik, yang diambil secara random dari 33 Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Bisnis dan Manajemen di Kota Bandung.  Teknik pengolahan  data menggunakan Path Analysis Models. Secara rinci hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh kuat, positif, dan signifikan terhadap kinerja mengajar guru dan pengelolaan fasilitas pembelajaran; (2)  Kepemimpinan kepala sekolah, kinerja mengajar guru dan pengelolaan fasilitas pembelajaran, berpengaruh positif dan signifikan terhadap proses pembelajaran; (3) Kepemimpinan kepala sekolah, kinerja mengajar guru dan pengelolaan fasilitas pembelajaran, serta proses pembelajaran, berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu kompetensi lulusan.The problem studied in this research is the competence of graduates not optimal Vocational High School of Bandung. Problems still low absorption graduates who have an impact on unemployment in Indonesia is a phenomenon of the quality of graduates' competence is not optimal. This study aimed to get the concept of education Vocational High School in Bandung in improving the quality of graduates' competence so as to produce a skilled workforce from Vocational High School graduate qualified and in tune with the needs of employment. The method used in this research is Explanatory Survey Method. Data collection techniques using ordinal scale questionnaire. Total respondents 216 educators, taken at random from the 33 Vocational High School Program of Business and Management in Bandung. Data processing techniques using Path Analysis Models. In detail, the results of this study indicate that: (1) leadership principals strong influence, positive and significant impact on the performance of teachers teaching and learning facilities management; (2) Leadership principals, teachers' teaching performance management and learning facilities, and significant positive effect on the learning process; (3) Leadership principals, teachers 'teaching performance management and learning facilities, as well as the learning process, positive and significant impact on the quality of graduates' competence.
KREATIVITAS GURU DALAM MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MENGIKUTI SERTIFIKASI Asep Suryana; Sri Wiarti
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v8i2.6282

Abstract

Tuntutan atas Kreativitas bagi guru bergulir seiring dengan tugas dan tanggung'awabnya serta tuntutan atas profesinya. Kreativitas guru terlihat dalam tugasnya yaitu terutama dalam proses belajar mengajar. Tidak ada guni yang sama sakai tidak memiliki kreativitas, yang menjad persoalan adalah bagaimanakah mengembangkan kreativitas tersebut Dalam aktualisasinya, derajat kreativitas guru-guru dapat dbedakan tinggi rendahnya berdasarkan kriteria tertentu.Sebelumnya, kita dudukan terlebih dahulu dua pengertian sertifikasi dan portofolio, model pengembangan tenaga kependicfikan melalui sertifikasi dengan penilaian portofolio mengandung pengertian bahwa proses pengembangan dapat diakukan melalaui proses penilaian atas seluruh pekerjaan yang pernah dan sedang diakukan guru dan sebagai aspek legal formalnya dkeluarkan bentuk sertifikat yang akan melekat dalam pekerjaan yang dilakukanHasil dialog dengan guru dperoleh beberapa strategi dalam mempersiapkan sertifikasi serta kendala dan hambatan yang drasakan dalam prosesnya. Hal ini perlu disikapi oleh para pengambil keputusan upaya apa yang harus diakukan dan dpertahankan sekaitan dengan persiapan kearah pengembangan profesi guru melalui sertifikasi, bagaimana menstimulasi mereka sehingga muncul kreativitasnya.
PENGARUH KAPASITAS MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DAN BAURAN PEMASARAN PENDIDIKAN TERHADAP MUTU Sarah Yunizar; Aan Komariah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v23i1.5569

Abstract

AbstrakUntuk itu penelitian ini memaparkan keterkaitan antara kapasitas manajemen terhadap pemasaran pendidikan yang dilakukan prodi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan studi dokumentasi serta angket sebagai alat pengumpul data utama dengan sampel penelitian ketua prodi. Berdasarkan hasil perhitungan kecendrungan umum ketiga variabel dalam penelitian ini termasuk kategori tinggi. Begitupun dengan hasil uji korelasi ketiga variabel dalam penelitian ini yang menunjukkan tingkat hubungan yang positif dan signifikan. Sementara itu, nilai regresi kapasitas manajemen dan pemasaran pendidikan terhadap mutu pendidikan yang menunjukkan perubahan dengan arah positif. Hal ini sesuai dengan harga koefisien  variabel kapasitas manajemen terhadap variabel mutu pendidikan cukup kuat, pemasaran pendidikan terhadap mutu pendiidkan cukup kuat, Kapasitas manajemen terhadap pemasaran pendidikan terhitung cukup rendah dan keduanya terhadap mutu pendidikan  terhitung cukup rendah. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kapasitas manajemen dan pemasaran pendidikan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap mutu pendidikan. Kata kunci: Kapasitas manajemen, Pemasaran Pendidikan dan Mutu Pendidikan      Abstract Therefore, this study elaborates the relation between management capacity towards education marketing performed by the departments. This study uses descriptive method with quantitative approach, and supported by documentation study. Specifically, the questionnaire was used as the main research instrument, with head of departments as the samples. Based on the calculation of general tendency, the three variables used in this study are considered high. Besides that, the result of correlation tests of these three variables shows a positive and significant relationship. Furthermore, the regression value of management capacity and education marketing toward education quality shows changes that lead to positive direction. It is in line with the following results: the coefficient value of management capacity towards education quality is quite strong, the coefficient value of education marketing toward education quality is quite strong, the coefficient value of the management capacity towards education marketing is quite low, and the coefficient value of both of them toward education quality is quite low. Based on those research findings, it can be concluded that management capacity and education marketing have significant influence toward education quality.  Keywords: management capacity, education marketing, and education quality
KEPEMIMPINAN VISIONER, IKLIM SEKOLAH, CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT DAN KEPUASAN KERJA GURU SMP Shanty Natasya Sinar
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v24i1.6514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kepemimpinan visioner, iklim sekolah dan Continuing Professional Development (CPD) terhadap kepuasan kerja guru pada sekolah menengah pertama di Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner berkontribusi terhadap kepuasan kerja guru sebesar 42,2%, iklim sekolah berkontribusi sebesar 65,8% dan Continuing Professional Development berkontribusi sebesar 12,3%. Secara bersama-sama, kepemimpinan visioner, iklim sekolah dan Continuing Professional Development berkontribusi sebesar 67,4% sedangkan 32,6% sisanya merupakan kontribusi dari faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Disarankan agar (1) Kepala sekolah SMP di Kota Cimahi sebaiknya mendapatkan workshop tentang implementasi praktis kepemimpinan visioner. KKKS dapat menjadi media tukar pikiran, pengetahuan dan pengalaman untuk mencari alternatif pemecahan masalah; (2) Sangat disarankan agar kepala sekolah mengkomunikasikan visi dan misi sekolah secara rutin. Kepala sekolah sebaiknya memiliki ketrampilan komunikasi dan persuasi yang baik sehingga dapat mempengaruhi banyak pihak untuk tetap menjalankan program sesuai visi misi sekolah, bahkan ketika dihadang oleh hambatan dan tantangan.The intention of this research is to find out the contribution of visionary leadership, the school climate and Continuing Professional Development (CPD) toward the junior high school teacher’s work satisfaction at Cimahi Municipality. This study uses a quantitative approach, the method used is descriptive analysis. The results showed that visionary leadership has contributed 42,2 % to the teacher’s work satisfaction; the school climate has contributed 65.8%, while Continuing Professional Development only contributed 12.3%. Simultaneously, visionary leadership, school climate and Continuing Professional Development contributed 67,4%, while the remaining 32,6% is contributed by other factors which are not examined in this study. It is suggested that (1) the principals of junior high school in Cimahi Municipality should to engage in a workshop about practical visionary leadership. KKKS or the Principal’s Group Work can be a medium for exchanging knowledge and skill to find alternatives for problem solving; (2) The school’s vision and mission should be well communicated regularly. 
PENGARUH KOMPETENSI GURU DAN CAPACITY BUILDING TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SD DI KABUPATEN BANDUNG Dadan Irsyada; Dedy Achmad Kurniady
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v22i1.5921

Abstract

Abstrak Adanya permasalahan mengenai masih rendahnya kemampuan guru dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya yang berkaitan dengan kinerja mengajar guru merupakan hal yang melatar belakang penelitian ini. Masalah utama dalam penelitian ini mengenai rendahnya kinerja mengajar guru Untuk meningkatkan kinerja mengajar guru di butuhkan faktor internal dan eksternal yang mendukung. Salah satu faktor internal dari keberhasilan kinerja mengajar guru adalah kompetensi guru, sedangkan faktor eksternalnya adalah capacity building. Permasalahannya di lapangan adalah bagaimana kondisi kompetensi guru dan juga capacity building guru SD di lingkungan Kabupaten Bandung sehingga mampu meningkatkan kinerja mengajarnya Kata kunci :kinerja mengajar,kompetensi, dan capacity building Abstract The existence problem of the low ability of teachers to carry out the duties and obligations relating to the teaching performance of teachers is the background underlying this research. The main problem in this study regarding the poor performance of teachers teaching. To improve the teaching performance of teachers, required supporting factors of internal and external factors.One of the internal factors of the success of teaching performance of teachers is teacher competence, while the external factors are the capacity building. The problem in the field is, how the condition of teacher competence and capacity building in the elementary school at Bandung Regency, so that both factors are able to improve their teaching performance Keywords :Teaching Performance, Competence, and Capacity Building
LIFE SKILLS” YANG RELEVAN UNTUK KEPERLUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH Ruswandi Hermawan
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v1i1.6059

Abstract

Tulisan ini adalah kajian lanjutan tentang Pola Induk Pengembangan Model Penerapan ‘Life Skills” dalam Konteks Pendidikan di Sekolah Menengah Umum, seperti yang ditulis oleh Djam’an Satori dan Udin S. Saud (2001) yang diangkat kembali dalam tulisan pembuka jurnal ini. Pemahaman terhadap konteks “life skills” dapat dilakukan dengan mengkaji pertanyaan-pertanyaan yang dimaksudkan untuk keperluan pengembangan kurikulum yang menekankan pada “life skills”. Pertanyaan-pertanyaan itu di antaranya adalah: Kecakapan hidup (life skills) apakah yang relevan yang harus dibekalkan dan dipelajari siswa di sekolah? Bahan belajar apakah yang harus dipelajari siswa untuk mengerti dan memahami life skills itu? Kegiatan dan pengalaman belajar apakah yang harus dilakukan siswa untuk dapat menguasai life skills itu? Fasilitas, alat, dan sumber belajar yang bagaimanakah untuk bisa menguasai life skills itu? Bagaimanakah caranya mengetahui bahwa siswa telah menguasai life skills itu? Tulisan ini hanya mengkaji pertanyaan tentang life skill apa yang relevan yang harus dibekali dan dipelajari siswa di sekolah sedangkan kajian terhadap pertanyaan-pertanyaan lainnya akan disampaikan pada tulisan lain. Life skills yang relevan untuk keperluan pendidikan di sekolah di antaranya adalah life long learning, group (complex) thinking, effective communication, collaboration, responsible citizenship, employability
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DAN KINERJA MODEL KEMITRAAN ANTARA PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA MELALUI PROGRAM COOPERATIVE EDUCATION Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v23i2.5637

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) memahami implementasi program cooperative education (Co-op) dilihat dari perspektif administrasi pendidikan, (2) memahami prinsip-prinsip dan indikator kemitraan strategis, (3) memahami proses  pembelajaran  para  lulusan sarjana  menjadi wirausaha, (4) memahami kemanfaatan implementasi program Co-op,(5) memahami kemitraan antara perguruan tinggi dan Telkom melalui program Co-op yang dapat meningkatkan minat mahasiswa menjadi wirausaha dan (6) menemukan alternatif sebuah rancangan model  kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia usaha melalui program cooperative education untuk meningkatkan minat mahasiswa menjadi wirausaha. Penelitian  ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan proses pengumpulan data  melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia usaha melalui program Co-op dengan menempatkan mahasiswa peserta program Co-op di UMKM terbukti meningkatkan minat mahasiswa menjadi wirausaha.  Kata Kunci:  model, kemitraan, cooperative education, minat dan wirausaha.                                                                          Abstract                                         The objective of this  research are, first: examine  an overview of the implementation program cooperative education (Co-op) as seen from the perspective of education administration. Second: examine the principles and indicators of the strategic partnership. Third: examine an overview of the process of learning the graduates to become entrepreneurs. Fourth: examine an overview of the implementation benefits of the Co-op program. Fifth: examine how the Co-op program can increase students ' interest in being entrepreneur. And sixth: finding an alternative to an initial model of partnership between universities and corporates through the cooperative education program  to enhance students' interest in becoming entrepreneur.  This study is using a qualitative approach with case study  as the research method. The data collection process is putting to use interview, observation, and study the documentation.  The conclusion of this study shows that a model of partnership between universities and corporates through the cooperative education program by the co-op student program placement in the UMKM has been proven improving students interest of being entrepreneur.   Key words: model, partnership, cooperative education, interest, and entrepreneur

Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue