cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 120 Documents
Perbandingan Hasil Sensori dan Kandungan Gizi Abon Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) dengan Abon Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis) Wiwik Endah Rahayu; Irna Dwi Destiana
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.50965

Abstract

Abon merupakan salah satu produk ikan alternatif yang populer di masyarakat. Kandungan nutrisi ikan laut lebih baik dari ikan air tawar. Ikan kembung (Scomberomorus commerson) dan ikan layang kuning (Selaroides leptolepis) banyak diproduksi di Subang dan memiliki gizi protein, lemak dan omega yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai gizi abon ikan laut. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor RAL 1, dimana faktor yang diteliti adalah ikan laut dengan 2 taraf dan 3 ulangan. Hasil analisis ragam dengan taraf 5% pada uji proksimat kedua jenis abon menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter serat kasar dan protein kasar, sedangkan pada parameter kadar air, abu dan perlakuan lemak kasar ikan laut. jenis ikan tidak memberikan pengaruh yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan abon ikan layang layang memiliki nilai gizi yang lebih baik dibandingkan dengan abon ikan tenggiri dengan rincian nilai gizi ikan selar kuning: Kadar air 8,4%, kadar abu 6,4%, lemak kasar 34,4% , serat kasar 35,2%
The potency of Mentega Cassava (Manihot esculenta) Variety Peels Waste as Raw Material for Bioethanol by Enzymatic Hydrolisis Essa Annisa Syadiah; Fitrah Adelina; S Sudarmin; Fitrianti Handayani; Juniaty Arruan Bulawan
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.50966

Abstract

Cassava peel waste can be used as an energy source in the form of bioethanol. The need for bioethanol is increasing both asalternative energy to replace fuel oil (BBM). Ethanol (C2H5OH) is the result of conversion from the sugar fermentation process using the help of microorganisms. This study aims to determine the levels of bioethanol produced from cassava peel obtained from Ibun sub-district, Bandung Regency through enzymatic treatment. The research procedure started from the pretreatment of cassava peel waste as a substrate, enzymatic hydrolysis, and fermentation. Enzymatic hydrolysis using Trichoderma viride isolates with 3 variations in inoculum concentrations of 10%, 15%, and 20%. As for the fermentation process using Saccharomyces cerevisiae isolates. The highest reducing sugar of 21.28 mg/L was produced by treatment with hydrolysis time of 60 hours and inoculum concentration of 10%. The highest bioethanol content was 4.9 mg/L with a fermentation time of 96 hours.
Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap Karakteristik Kimia dan Organoleptik Selai Carica (Carica pubescens l.) Nurul Mukminah; Hilya Azzahra; Ferdi Fathurohman
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.51335

Abstract

Carica (Carica pubescens L) merupakan buah khas kabupaten Wonosobo. Pengolahan carica menjadi selai buah secara umum menggunakan tambahan gula untuk memperpanjang umur simpan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan gula pasir yang berbeda terhadap kadar Total Padatan Terlarut (TPT), kadar air, aktivitas air (aw) dan nilai sensori serta menentukan konsentrasi gula pasir terbaik pada selai carica. Rancangan percobaan penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 perlakuan konsentrasi gula pasir yaitu P1 (40%), P2 (50%) dan P3 (60%) dengan 3 kali ulangan. Parameter pengujian yang dilakukan yaitu kandungan TPT, kadar air, aktivitas air (aw) dan uji hedonik dengan 20 panelis agak terlatih. Pengamatan hedonik meliputi aroma, rasa, tekstur, warna dan daya oles. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik one way ANOVA, dan dilanjutkan uji DNMRT taraf signifikan 5%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa konsentrasi gula pasir yang berbeda berpengaruh nyata (P0.05) terhadap karakteristik TPT, kadar air dan aktivitas air (aw) namun tidak berpengaruh nyata (P0.05) terhadap sensori selai carica. Penambahan gula pasir terbaik pada selai carica adalah P2 (50%).
Pemanfaatan Pisang Nangka (Musa paradisiaca L.) menjadi Cookies sebagai Produk Unggulan Desa Jagabaya Sopiyatun Noer Hasyanah
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.51622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung pisang dalam pembuatan cookies dan mengetahui karakteristik organoleptik cookies sebagai produk unggulan desa Jagabaya. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perbedaan perlakuan terdiri dari P1: 25% tepung pisang dan 75% tepung terigu), P2: 50% tepung pisang dan 50% tepung terigu), P3: 75% tepung pisang dan 25% tepung terigu, P4: 100% tepung pisang tanpa tepung terigu. Data yang diperoleh dianalisis dengan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan DUNCAN dengan taraf signifikansi sebesar α = 0,05. Semakin banyak penambahan substitusi tepung pisang semakin gelap warna yang dihasilkan namun semakin kasar dan renyah tekstur cookies, karena kadar air tepung pisang lebih rendah dibanding tepung terigu. Hasil penelitian pada pengujian organoleptik dengan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur diperoleh hasil yang terbaik yaitu pada cookies dengan substitusi tepung pisang 25% dan 75% tepung terigu.
Incorporating Watermelon Rind into Jackfruit Seed Drink: A Functional Drink Rich in Antioxidant and Phenolic Compounds William Ben Gunawan; Lauw Eunike Azalia Septianawati Basoeki
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.50963

Abstract

Functional foods have been widely consumed as a treatment for managing diabetes because of their nutrition composition, phenolic, and other phytochemical compounds. Higher antioxidant activity, vitamin C, and total phenolic content may be linked with a higher antidiabetic property of a food product. Jackfruit seed and watermelon rind – albeit their various health benefits – are often discarded as food waste. Moreover, watermelon rind consists of citrulline which was known to regulate blood glucose levels. This research aims to determine antioxidant activity, vitamin C, and total phenolic content in jackfruit seed drink (JSD) enriched with watermelon rind as a functional drink with antioxidant and antidiabetic properties. Three formulations of JSD (JSD0, JSD1, and JSD2) were created based on the variation of watermelon rind composition. Vitamin C content was determined using iodometric titration while the phenolic content was measured using the Folin-Ciocalteu method. Antioxidant activity was observed based on the inhibition of DPPH. The results showed a significant difference between formulas based on vitamin C, total phenolic content, and antioxidant activity (p0.05) with JSD 2 as the best formula. JSD 2 showed vitamin C, total phenolic, and antioxidant activity of 37.83 ± 0.68 mg/100g; 29.86±0.60 mgGAE/g; 40.98±0.78%. Incorporating watermelon rind into JSD significantly increased the nutrition values, antioxidant activity, and the potential health benefits of JSD.
Karakteristik Organoleptik Jelly Drink Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Kajian Konsentrasi Rumput Laut (Eucheuma spinosum) sebagai Pangan Fungsional Lukman Hudi; Rahmah Utami Budiandari; Syaiful Anam
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.55274

Abstract

Jelly drink is one of the hunger delay drinks, made from fruit juice mixed with sugar and hydrocollid to form a gel structure, it has a solid texture, the gel is easily crushed but the gel is still felt in the mouth. Eucheuma spinosum seaweed is one of the best types of seaweed in Indonesia, generally used as a thickening agent. Mangosteen (Garcinia mangostana L.) is one of Indonesia's special fruits. Mangosteen skin contains xanthones which are antioxidants. The xanthone content is 107.76 mg/100 g, and easily damaged, to increase shelf life one of which is processed into jelly drink. Mangosteen skin extract is formulated with Eucheuma spinosum pulp to make jelly drink. This study aims to determine the organoleptic characteristics and consumer acceptance of jelly drink mangosteen rind and seaweed pulp. The method was design a factorial randomized block design. The first factor is proportion of mangosteen skin extract and second factor was contentration of pure seaweed with the first factor being the proportion of mangosteen skin extract and the second factor being the concentration of seaweed pulp. The best treatment results showed the average results of the organoleptic taste score 4.40, aroma organoleptic 4, color organoleptic 4.47 and organoleptic texture 4.47.
Investigasi Nilai Tambah Agroindustri Kopi Robusta di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Yusuf; Dudi Septiadi
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.55446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis biaya dan keuntungan agroindustri kopi robusta di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, NTB; (2) Menganalisis nilai tambah agroindustri kopi robusta di Kecamatan Batukliang Utara  Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Metode yang digunakan ini adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Rata-rata biaya produksi agroindustri kopi robusta di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, NTB sebesar Rp 6.263.576/bulan, dengan nilai produksi Rp 14.582.400/bulan. Rata-rata keuntungan sebesar Rp 8.318.824/bulan, dengan B/C ratio 1,33; (2) Nilai tambah agroindustri kopi robusta di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp 66.107/Kg dengan rasio nilai tambah sebesar 61%. 
Pandangan Mahasiswa Pendidikan Teknologi Agroindustri sebagai Calon Guru SMK APHP terhadap Gaya Hidup Berkelanjutan dalam Kurikulum Nabila Sekar Putri; Nurul Ilmi; Uyun Wafa
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.55690

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pandangan mahasiswa/i program studi Pendidikan Teknologi Agroindustri Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2018, 2019, 2020, dan 2021 mengenai gaya hidup berkelanjutan dalam kurikulum. Responden mahasiswa dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif serta pengumpulan data melalui kuesioner. Instrumen tes kuesioner yang dipilih ialah angket dengan menggunakan 3 indikator yaitu pemahaman, penerapan, dan kesesuaian. Data kemudian diolah dan dianalisis dengan perangkat pengolahan data Ms.Excel dan SPSS 25 dengan tahapan sebagai berikut ini: 1) tabulasi data terhadap angket yang telah diisi oleh responden, 2) perhitungan setiap skor indikator yang telah ditentukan, 3) perhitungan skor total, 4) analisis deskriptif, 5) analisis persen. Pencapaian pemahaman mahasiswa terhadap pengetahuan gaya hidup berkelanjutan dalam kurikulum adalah 81,6% dalam kategori baik, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sebesar 74,6% dalam kategori cukup, dan kesesuaian kurikulum dengan konsep SDGs sebesar 75,4% dalam kategori cukup.
Analisis Mutu Minyak Goreng yang Dipakai oleh Pedagang Gorengan di Pasar Pujasera Subang Surya Mucti; Rita Purwasih; Irna Dwi Destiana
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i2.54642

Abstract

Konsumsi minyak goreng masyarakat Indonesia pada tahun 2020/2021 mencapai 15.275 ton yang merupakan tertinggi di dunia disebabkan masyarakat menyukai makanan yang digoreng. Gorengan biasanya dijajakan oleh pedagang kaki lima di pinggir jalan maupun di pasar salah satunya adalah Pasar Pujasera. Tujuan Peneitian untuk mengetahui hasil survei perilaku penggunaan minyak goreng dan mengetahui kualitas mutu minyak goreng yang dipakai oleh pedagang gorengan di Pasar Pujasera. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan kuisioner. Pengujian fisik dan kimia pada warna, bau, kandungan kadar air dan bahan menguap, asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Metode penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dan data diolah menggunakan Microsoft Excel. Survei perilaku penggunaan minyak goreng oleh pedagang di Pasar pujasera adalah menggunakan minyak goreng curah dengan 2 kali frekuensi penggunaan, frekuensi penggantian minyak goreng 1-3 kali per hari dan volume pemakaian minyak goreng tertinggi 5 liter. Sebanyak 60% pedagang memiliki pengetahuan tentang bahaya minyak goreng berulang dan tingkat pendidikan tidak mempengaruhi perilaku penggunaan minyak goreng. Hasil pengujian nilai peroksida 10 mek O2/Kg, warna dan bau tidak memenuhi  SNI 7709:2019. Nilai kadar air minyak C (0,1%) dan kadar asam lemak bebas minyak C-D (0,3%) telah memenuhi SNI 7709:2019.
Physicochemical, Organoleptic Properties, and Acceptability of Natural Seasoning Powder Made from Chicken Feet and Tomato Siti Nurfuzti Fauziah; Desy Triastuti; Wiwik Endah Rahayu
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.55827

Abstract

The seasoning powder is a flavor enhancer to improve the taste of food. Chicken feet and tomatoes contain glutamic acid that potentially uses in seasoning making. This research was focused on the making of natural chicken feet seasoning powder with the addition of tomatoes. A food dehydrator was used in this study for maintaining constant airflow and constant temperature during the drying stage. Optimum conditions for the chicken feet seasoning powder were determined by varying the addition of tomatoes (0, 20, 30, and 40%). The physicochemical properties such as color, solubility, and moisture content, and organoleptic properties such as taste, aroma, texture, and acceptability were analyzed. Data were statistically analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) and the significant difference between the samples was determined using DMRT at p5% respectively. The addition of tomatoes had a significant effect on the parameters of water content, taste, and panelist's level of preference, and had no significant effect on the parameters of solubility, aroma, and texture. The higher addition of tomatoes produces a flavor with a reddish-brown color (Irish coffee). The best treatment results were T3 (40%) which had an Iris coffee color, a solubility of 67.67 seconds, a water content of 3.84%, a savory taste, no fishy smell, and fairly smooth texture, and was preferred by panelists.

Page 11 of 12 | Total Record : 120